Kaskus

Story

masternagatoAvatar border
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)

Bissmillah.
Assalamualaikum.

Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato

mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’

DISCLAIMER

1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.

Selamat membaca tulisan busuk ini!

*******

Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******

soudtrack: Eminem Not Afraid

Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99

WhatsappBrother-sister
Jangan lupa
emoticon-army
Bikin
emoticon-Bookmark (S)
sekalian
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Malu
Atas saran berbagai pihak.
emoticon-army:
Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

emoticon-Malu
Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213

Norek:
90010415858
Rudi hermawan

emoticon-Malu

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?

Guest what?
Yang nulis HIV+
emoticon-Thinking
jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.
emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak (S)
warning 16+ only.
emoticon-army
Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah

Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"
emoticon-Hammer2
harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.
emoticon-Frown
emoticon-Mewek
stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.
emoticon-Hammer2
impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.

dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"
emoticon-Mewek

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.


cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV
emoticon-army

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.
emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Hammer2

1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.

Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.
emoticon-Shakehand2

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99

Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan

Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato

selamat membaca
emoticon-Selamat
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?

Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel
emoticon-Malu

emoticon-Malu
"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"
emoticon-Mewek
Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.

Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale
emoticon-Malu
Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.


DAFTAR ISI:

Update langsung ad line:
@masternagato

BAB1: KABUKI

BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK

BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK



BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN

BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA

BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA

BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA

BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL

BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL

BAB6: SAVE HOUSE



BAB7: OTAK ATIK



BAB8: TEKAD BLENDER



BAB9 BAGIAN1: EMOTION



BAB9 BAGIAN2: EMOTION


BAB WARNING: WAJIB BACA


BAB WARNING: WAJIB BACA



BAB10: LATIHAN MEMBUNUH

BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE



BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE



BAB : warning2: galaw gak penting!



BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB13: NGENES AWARDS



BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU

BAB15 BAGIAN1: HEY MAN



BAB15 BAGIAN2: HEY MAN



update FHD16: koberlaw



BAB16 BAGIAN1: RIP



BAB16 BAGIAN2: RIP




BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH



BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK



BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK



BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART




BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART



REHAT



BAB WARNING4: FHD LEGOWO


BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT



BAB21 BAGIAN1: BIG MOM



BAB21 BAGIAN2: BIG MOM



BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH



BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER




BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER



BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS




BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS



BAB25: VIRGIN SEGAW


BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU

BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU



BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT



BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT


BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON


BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON

BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON


video zamirah monster kecil


wait yo!
IN PROGRESS
emoticon-I Love Kaskus
emoticon-I Love Indonesia
Kontak:

WA: 08128886670

Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato

Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
256.8K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
masternagatoAvatar border
TS
masternagato
#894
BAB20
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB20:
MENGECOH HITUNGAN LANGIT
-------
Ada baiknya mempunyai teman bekerja di tempat makan favoritmu, selain pelayanan lebih cepat.
Bisa minta setelin lagu dari CD yang kau bawa.
PIZZA yang terletak di komplek Centro Garden, tempat favorit Rudi dan trio detektif.
Lima setan geng tengah, saling mengejek satu sama lain, terutama Acong yang terus memegang pipi, menjadi sasaran ejekan yang lainya.
Trio detektif asik berdebat fashion dari majalah yang selalu laris dikalangan wanita.
Sungguh hebat majalah itu, bisa merusak jati diri wanita. Dari soal pakaian sampai nafsu makan bisa berubah drastis setelah mereka membaca majalah sesat itu.
Nia beranjak dari kursi dengan senyum membentuk lesung dipipinya, ia memutar-mutar digital camera SONY dengan satu jari.,
matanya menari-nari seperti anak kecil dengan mainan barunya., Nia datang kembali mengajak pelayan.
Nia mengatur teman-temanya membentuk setengah lingkaran untuk difoto bersama.
Mereka semua berpendar keceriaan, walaupun kabut masih menyelimuti Rudi.,
apa yang ke lima geng tengah ini rayakan? Kenaikan kelas?
Apa yang trio detektif rayakan? Terbongkarnya kebusukan Dewi? Karena mereka sudah mencium aroma bangkai dari Dewi sejak lama!
Apa yang Rudi rayakan? Terbebas dari wanita yang ia puja?
Saat-saat itu diabadikan oleh pelayan.
Saat dimana Rudi penuh tawa mengejek pada Dunia dan tak mengenal apa rasanya takut.,
Kelak foto tersebut diperbesar, diberi bingkai, dan digantung di kamar.,
sampai berdebu, sampai menghilang dan hanya tersisa di ruang hati masing-masing.
-------
ini sup asparagusku yang ke tiga, rasanya aneh kalau ada yang kenyang menikmati sup enak dengan wadah yang super mini.,
yah, mungkin PIZZA kerjasama dengan PT.Ogah-Rugi?
Sebelah kiriku, Nia, Fio, masih berdebat trend fashion yang tak bisa kumengerti!
Apa mereka berdua gila? Dari tadi berdebat soal sendal?
Aku hanya bisa menggeleng bodoh, melanjutkan melihat hasil foto dari camera Nia.,
sungguh hebat kecepatan perkembangan teknologi.,
rasanya baru kemarin menggunakan Kodak dengan Roll film, rasanya baru kemarin camera seperti ini cuma kulihat dalam Film Mission Impossible dua?
Sebelah kananku, Ria memainkan salad dengan garpunya, ia mencondongkan kepala disamping wajahku.,
rambutnya memberi belaian halus dipipi, aroma wanginya, yang khas membuatku tak bisa berkonsentrasi.
"wangi lo enak, mirip bau nyokap gue" ucapku penasaran, hidung marmut.
"sama ama nyokap? Itu berarti gua ama nyokap lo sama-sama pecinta Chanel" tanggap Ria, memutar bola mata.
"keren ye, Camera Digital kaya gini?" tanyaku, masih melihat-lihat koleksi foto Nia.
"kenapa Rud? Lo baru tau?" jawab Ria, menempel lebih dekat.
"udah taulah, tapi gue baru megang, dirumah juga masih pake Kodak Roll film"
"ganti Rud! Udah tahun dua ribu tiga, lo masih make Roll film?
Kodak film kalo gak punya inovasi, yakin gua bakal bangkrut tuh perusahaan" kata Ria, mengernyit.
Aku menengok kearahnya, wajah kami cuma berjarak beberapa Centi.
"sembarangan lo ngemeng! Masa lo bilang perusahaan raksasa kaya Kodak bakal bangkrut?" ucapku jengkel, tak terima.
Dihadapan kami, lima geng tengah asik membicarakan rencana naik gunung, Jidad mengamati pembicaraanku dengan Ria.
"Rud, kalo udah ada teknologi baru Digital, ngapain bertahan ama Roll coba?" tukas Ria, geli.
"teknologi baru? Teknologi fotografi Digital udah dari tahun seribu sembilan ratus tuju puluh.
Kodak ame Fuji Film udah khawatir dari dulu, ampe sekarang masih jadi nomer satu kan Kodak?" sahutku datar, mengangkat satu alis.
"iya, itu kan dulu Rud, buktinya sekarang Kodak udah terpuruk dalam fotografi Digital.
Kalo Fuji Film masih bertahan, biarpun udah bukan yang terbaik lagi!
The best urutan nomer satu, sekarang ini ya SONY" balas Ria, melipat kedua tangan didadanya.
"iye, tapi sebuah perusahaan raksasa yang dikenal seluruh Dunia?
Masa lo bilang bangkrut,Eastman ngebangun Kodak da.." kataku terputus oleh ucapannya.
"berbekal dari penemuan film bergerak yang digunakan oleh Thomas Alva Edison, George Eastman melakukan eksperimen dengan film gulung untuk digunakan pada fotografi.
Eastman berarti kan termasuk ilmuan.
Penemuanya sukses besar! Berhasil mempopulerkan penggunaan Roll film dalam fotografi.
Kesuksesanya merajai abad ke dua puluh!
Tapi sekarang? Gua gak bilang Kodak bangkrut Rud.
Gua bilang bakal bangkrut kalo gak ada inovasi" jelas Ria, sarkastis.
Susah emang kalau berdebat sama nenek sihir? Membakar rokok, aku menganalisa pendapatnya.
"woi, Jidad kenapa lo nganga? Mingkem mas" geli Cengir, menoyor kepala Jidad.
"lo pada gak bakal tau, seberapa begonya si Sempak dalam mata pelajaran.
Kalo gak sekelas, gua yakin gak bakal percaya dah, yang bikin gua bingung?
Sempak tau hal-hal yang seharusnya dia gak tau!
Gua kirain cuma Sempak yang modelnya kaya gitu? Ternyata ada lawanya juga!" Jidad menggeleng frustasi.
"tapi nek, Kodak dipake semua orang! Jadi menurut gue gak bakal bangkrut" kataku ragu, tak menghiraukan Jidad.
"sekarang gua tanya lo Rud, lo tau pagger?" ucap Ria, tatapan Sherlock.
"taulah!"
"lo pernah punya?"
"punyalah nek! Masa gak punya pager?
Itu mainan gue pas masih SD" sahutku bingung, tak mengerti arah tujuanya.
"nah sekarang pager lo mana?"
"tau deh, udah jadi bangke kali, ngapain gue megang pager? Kan ada HP?"
"gimana masih mau nerusin perdebatan yang udah lo jawab sendiri barusan?" sahut Ria geli, mata menari kemenangan.
Aku hanya bisa mengangkat tangan, mengibarkan bendera putih, menerima kekalahan dengan senyuman paksa.
Pelayan datang membawakan pesanan kami, dua loyang large PIZZA untuk lima setan kelaparan tak punya malu.,
satu loyang Large untukku, tiga loyang small untuk trio detektif, beberapa spaghetti dan garlic bread, large fettucini.,
yang lain baru menghabiskan sepotong PIZZA, sedangkan aku hampir menghabiskan setengah loyang.,
geli melihat para nenek sihir menikmati loyang small?
Buatku ukuran seperti itu, cuma bikin nyempil digigi doang!
Mengambil botol cheese, menaburkanya di fettucini, menambahkan saos tomat.,
salah satu sifat terbaik yang kuketahui dari diriku, selera makanku tak bisa dipengaruhi suasana hati, apalagi kalau bertemu makanan favorit.
Dengan bangga aku membagikan hasil fettucini racikanku, ke trio detektif.
"nih cobain Ria, pasti enak" tawarku menyuapi Ria.
Ria tampak malu, mata detektifnya menghilang berganti mata anak kecil yang riang.,
memakan suapanku, matanya terus menatap penuh harapan.,
aku mengambil tisu, membersihkan bekas saos dibibirnya, ia merunduk malu, mengambil tisu ditanganku, membersihkanya sendiri.
"dih, kok Ria doang Rud?" ucap Fio cemberut lucu.
"tau lo, gak adil banget sih" kompor Nia geli, memutar bola mata.
"iye nenek bawel!"sahutku cepat, menyuapi mereka berdua.
"bau apa ya ini?" ucap Nia.
"gak ada bau apa-apa ah?" jawabku, mengendus seragam.
"bukan itu Rud, tapi gua nyium bau persaingan" kata Nia, mengerjap penuh teka-teki.
"lebay lo Nia! Udah ketauan kali pemenangnya" timpal Ria datar.
"yee, PD amat lo Ria?" tukas Fio dingin.
Untuk beberapa saat, aku merasakan hawa permusuhan diantara mereka bertiga?
Aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan? Ah paling soal sendal sialan dari majalah fashion sesat itu!
Mereka bertiga menawariku spaghettinya, melihat spaghetti mereka yang sudah dibanjiri chilli saos, respon aku mengangkat bahu ngeri.
"gak mau gue, bisa mati kepedesan, gue ntar" protesku, ngeri.
"ya ampun Rud, namanya juga chilli saos? Saos mana ada yang pedes sih" jawab Nia, menjewer kupingku.
"aduuh, buat gue, saos tomat juga pedes"
"saos tomat? Lo bilang pedes? Yang bener aja lo Sempak!" ceplos Bego, tak percaya.
"kalah lo Sempak! Ama ade gua yang enam tahun.
Udah doyan chilli saos!" timpal Acong, mengejek.
"pipi lo ngape cong?" tanyaku cuek, menikmati fettucini.
"lo tadi balik duluan sih Sempak, jadi gak liat drama Acong sang playboy" tanggap Jidad, kegelian.
"ini gara-gara lo Sempak tai" sungut Acong, memegang pipi memelototi Jidad.
"gue tai? Lo punya otak gak?
Kita lagi makan lo malah ngemeng tai!
Apa otak lo isinya tai? Sono loh makan tai aje" sahutku datar, menambahkan cheese dan saos tomat ke fettucini.
"tapi lo barusan ngomong tai lebih banyak, ketimbang si manusia tai" bisik Ria, protes.
"yaelah Sempak, lo mau denger ceritanya gak?" balas Acong, jengkel.
"mau dong Cong, kan gue gak tau ada drama ape di sekolah?
gue kan tadi balik duluan naro motor, kesini dijemput nenek-nenek bawel"
"udah gua gak tahan, sangking lucunya tadi.
Sempak lo kan tadi ngasih kenang-kenangan baik ama Jean? Nah si Acong sang playboy kita ngikutin gaya lo.
Ada cewek minta kenangan tanda tangan, si acong maunya ngasih baik.
baik gak dapet, gaplokan dipipi dapetnya" jelas Jidad, terbahak mengeluarkan air mata.
"wah sayang banget, gue gak nyaksiin tadi" ucapku, penasaran.
"masih untung lo cuma di gampar, kalo gua jadi tuh cewek.
Gua tendang biji lo, biar tau rasa" sambar Fio, muak.
"gua bingung ya, coba lo liat gua ama Sempak!
Ganteng? Gantengan gua!
Keren? Kerenan gua!
Yang Sempak punya, gua lebih punya lagi!
Ngapa lo terus Sempak yang ditempelin cewek? Sekarang aja lo ditemenin tiga cewek paling cantik?
Salah gua dimana ya? Biar kaya lo?" jelas Acong, keki setengah iri.
"gak ada yang salah dari lo Cong!
Tapi bedanya lo ama gue? Hmm, banyak kali yo?
Yang jelas Cong, lo anggep tiga cewek ini cantik, kaya barang mahal yang bisa lo beli?
Kalo gue, gak ngerasa tiga cewek ini cantik.
Gue anggep Ria, Fio, Nia, cuma kaya nenek-nenek sihir bawel.
Dan gue gak nganggap nenek-nenek sihir ini, barang mahal yang bisa dibeli" jelasku, serius.
"lo pake pelet kali pak?" balas Acong.
"bisa jadi Cong, Sempak kan keturunan dayak, magicnya kuat!" kompor Bego.

Malas menanggapi omongan setan-setan keparat ini, memperhatikan Ria yang lagi asik melumuri rata sepotong PIZZA dengan saos tomat menggunakan jarinya.,
Ria menatap menggoda, memasukan jari telunjuk ke mulutnya, mengemut membersihkan lumuran saos dijarinya.,
ia menjilat sisa-sisa saos ditepian bibirnya, dengan gerakan slow motion.
Fuck! Setan bener dah nih cewek, senjata keparat dalam celanaku, otomatis aktif mendeteksi keberadaan musuh.
"nih cobain, cuma pake saos tomat kok" Ria menyuapiku.
Aku memakanya habis dalam dua gigitan, PIZZA kecil model begini apa rasanya?
"enak gak? Beda gak rasanya? Kalo gua yang nyuapin" tanya Ria, berharap.
"gak ada bedanya! Apa bedanya emang?" sahutku bingung, penuh PIZZA.
"udah lupain aja, susah kalo ngomong ama orang purba, gak peka" ucap Ria, tersenyum pahit.
Aku tak mengerti apa yang Ria maksudkan? Sial kenapa senyumnya kaya gitu sih?
-------
Kalau ada cowok yang bisa baca pikiran cewek? Betapa beruntungnya?
Bisa juga menjadi kesialan, kalau bisa membaca pikiran cewek?
Apa jadinya kalau yang ia pikirkan, tak sama dengan pikiranmu?
Mengerti perasaan cewek adalah hal terpenting.,
jangan terjebak oleh tebakan, asal terka?
Hindari menerka-nerka. Menebak, perasaan cewek melebihi dalamnya lautan samudra.
Apa kau benar-benar harus berpikir seperti itu? Atau kau berpikir seharusnya merasa seperti itu?
Mengetahui pemikiranmu dan pemikiranya yang sangat berbeda?
Berhentilah berlagak seperti dukun konyol yang serba tahu.,
rangkul dirinya, bongkar perasaan satu sama lain.,
bicara saling terbuka, dari hati ke hati.,
tanpa pamrih mendapatkan imbalan hatinya!
-------
Mata Ria melebar, melihat sesuatu yang mengerikan dibelakangku?
Secepatnya, aku menengok kebelakang? Kaget! Bibir Nia sudah menempel hangat.,
tak bisa melawan, cukup menikmati kejutan ini, lolongan anjing dari geng tengah bersahut-sahutan.
Melepaskan bibir Nia, aku menatapnya penuh tanda tanya? Nia hanya tersenyum penuh kemenangan.
"dengan ini, gua nyatakan taruhan kita siapa yang bisa nyium Rudi duluan.
Dialah pemenangnya, so, gua menang, Ria lo utang tas baru ama gua, Fio lo utang sepatu baru!" girang Nia, tak menghiraukan dua kucing liar siap menerkam.
Aku hanya bisa ikut tersenyum, melihat kegirangan Nia yang meluap-luap.
"itu namanya curang, Nia!" kata Ria dingin. Mengetuk-ngetuk jari dimeja seperti mengetik.
"curang? Kalo kata Cukat Liang, gak ada yang namanya curang dalam strategi perang!" balas Nia, geli.
"jadi lo serasa Hong Beng gitu?
Lo pikir kita di zaman tiga kerajaan?" tukas Ria sengit.
"kita kan bertiga, mirip tiga kerajaan kan?
Gua Shu, lo Wei, Fio Wu, tinggal kita liat siapa yang menang perang? Tapi sayangnya gua udah menang telak barusan" jelas Nia, menahan geli.
Yee, tapi kan Cukat Liang A.K.A Hong Beng yang biasa dipanggil Sleeping Dragon.
Mana pernah punya strategi nyium dari belakang? Gua rasa Nia, lo lebih pintar dari Hong Beng" timpal Fio, sinis.
"kalo lo Hong Beng? Gua Wei, setahu gua Hong Beng mati di tangan kerajaan Wei" jengkel Ria, membakar rokok.
"kenyataanya gua belum mati, dan gua menang!" tegas Nia, tak mau kalah.
"lo pada ngomong apaan sih?
Hong Beng? Shu? Wu? Wei? Lo pada ngomongin Dynasty Warriors ya?" tanya Jidad penasaran, menggaruk kepala.
Aku bersama trio detektif, terpingkal-pingkal dengan pertanyaan Jidad.
Memakan potongan terakhir dari loyang, trio detektif menahan geli melihat cara makanku.,
melebihi setan kelaparan, aku berlagak malu, menolak penawaran Fio menghabiskan PIZZA kecil bagianya.
Tapi karena urat maluku udah pada koslet, sekarang aku menikmati potongan PIZZA trio nenek sihir.,
"kok gak dihabisin nek?" tanyaku, senang.
"gua gak makan sebanyak lo Rud" jawab Fio geli, memutar bola mata.
"lo mau nambah lagi Rud?" tawar Ria, membuka menu.
"jangaan, kagak bisa berhenti makan, gue jadinya nanti"
trio detektif, menikmati banana split sebagai makanan penutup.
"lo juga pernah Cong?" tanya Jidad, semangat.
"pernahlah! Kalo lo Ra?" sahut Acong, mengambil rokok.
"pernah dong, gua rasa yang belum pernah, berarti gak beres" tanggap Ara, melirikku.
"ngape lo? Pernah apaan sih?" kataku, penasaran.
"gua, Acong, Cengir, Bego, Jidad, dan semua cowok pasti punya pengalaman sama, yoi gak Cong" jelas Ara, salam tinju dengan Acong.
"yoi dong, tau dah kalo Sempak" ucap Acong, membalas salam tinju.
"bisa jadi Cong, si Sempak beda, kan setengah ALIEN dia" tukas Jidad.
"apaan sih lo pada? Gak jelas" sahutku kenyang, ragu-ragu mau nambah.
"gua pernah liat bonyok, lagi ngesley lo pernah gak?" kata Bego, muka mengejek.
"liat bonyok ngesley? Gila ya lo pada?" sahutku terperangah.
"tuh kan, apa gua bilang tadi, Sempak kan setengah ALIEN" Jidad menjetikan jari, bahagia tebakanya jitu.
"serius lo Sempak? Lo gak pernah liat bonyok lo ngesley?" tanya Ara, mengernyit.
"emang harusnya? Gue pernah liat gitu?" ucapku ragu, merasa aneh sendiri.
"seharusnya lo pernah liat Sempak.
Atau jangan-jangan bonyok lo gak pernah ngesley, sehabis punya anak model kaya lo" sela Cengir, kegelian.
Aku menengok ke trio detektif, bertanya lewat sorotan mata.,
mereka menggeleng, membuatku sedikit tenang.
"ini Ria, Fio, Nia, juga gak pernah liat.
Berarti gue gak aneh sendiri"
"pertanyaan ini buat cowok Sempak, cewek gak masuk hitungan" balas Bego, monkey face.
"okelah lo gak pernah liat bonyok lo ngesley!
Tapi kalo baik, lo pernah liat kan?" tanya Ara, penasaran.
Aku merasa aneh sendiri, bingung menjawab apa? Cuma bisa menggeleng sebagai jawaban.,
bang'sat nih setan pada, kaya gak ada omongan lain aja?
"ya ampun Sempak? Gak pernah liat bonyok lo baik?
Wah bahaya tuh pak, jangan-jangan udah gak harmonis bonyok lo?
Banyakin berdoa pak, gua ikut prihatin jadinya" kata Acong, menahan geli.

Fuck! Apa mereka ini yang bang'sat? Atau aku yang kurang bang'sat?
Mungkin buat mereka cuma pertanyaan sederhana, tapi buatku itu pertanyaan menggelitik kegelisahan.,
bagaimana kalo mereka benar? Ayah dan ibuku tak harmonis?
Potongan-potongan memory berterbangan, berusaha mencari kejadian yang mengarah kesana.
Membakar rokok, menyaksikan tawa setan mereka, benang kusut bertambah dikepalaku.
Tangan Ria menyentuh pipiku, menyadarkanku dari sulur-sulur benang kusut.
"Rud, kalo lo percaya ama omongan mahluk yang isi kepalanya cuma tai kaya mereka.
Lo sama gilanya berarti" ucap Ria, menenangkan.
"gak usah didengerin Rud, kalo perlu lo gak usah kenal ama orang-orang brengsek!
Kaya mereka, otaknya pada di pantat semua" ucap Nia, mendengus.
"lo pada gak pernah dididik ama bonyok ya?
Oh gua lupa, bonyok lo pada bisanya ngasih tontonan gratis ya?" ketus Fio, menatap penuh marabahaya.
Ke lima setan menggeliat tak enak, seperti cacing kepanasan.
"tapi kenyataannya kan, cuma Sempak yang belum pernah liat bonyoknya ngesley" jawab Acong, takut-takut.
"heh jagoan neon, lo denger ya!
Kalo ada orang tua yang ketauan ML ama anaknya.
Berarti orang tua yang gak mikirin sikon dong?
Bonyoknya Rudi, justru jauh lebih baik ketimbang bonyok lo pada!
Ampe Rudi gak pernah liat bonyoknya baik? Betapa hebatnya, gak bisa diukur ama otak lo semua yang pada dangkal" ucap Ria datar mematikan.
"ya gak gitu juga sih" jawab Acong, gelagapan.
"apa lo semua, udah pada niat?
Kalo punya anak nanti, lo mau ML didepan anak lo?
Apa jadinya anak lo nanti? Ngelebihin kebang'satan bapaknya?" timpal Nia, sinis.
"yaelah ngapa jadi serius sih, tadi kan cuma bercanda" sahut Cengir, cengiran kuda paksa.
"bercanda? Bercanda kata lo!
Lo omongin pernah liat bonyok lo ngesley? Lo sebut itu bercanda?" geram Fio, siap menerkam.
Ria berdiri, menggandeng tanganku mengajak pergi.
"ke rumah lo aja Rud, kelamaan disini bisa muntah gua" ajak Ria, menatapku dalam.
"lah yang bayar siapa nih?" protes Acong.
"yang jelas bukan bea cukay kere yang bayar!
Gak usah takut gak dibayarin gitu kali" ucap Fio dingin.
-------
menikmati kesiuran angin sore, bersantai tidur-tiduran di halaman taman rumah.,
dengan alas tikar dan beberapa bantal besar, tiga pohon melebarkan sayap rantingnya.,
membuat terik matahari menjadi teduh, beringin putih, pohon mangga dengan bertaburan buah yang siap dipetik.,
pohon jambu air, dengan buah yang baru mengintip ingin berbuah.,
lidah buaya, bunga matahari, dan aneka macam bunga penuh warna mengelilingi taman ini.
Aku beristirahat, setelah habis memanjat pohon mangga, menginjeksi diriku dengan kokain.,
rasanya semua tampak lebih indah, walaupun pemandangan ke tiga nenek sihir yang lagi ngerujak mangga, ulekan penuh sambal bikinan Siti.,
melihat mereka megap-megap kepedesan, cuma merusak pemandangan saja.
"lo pada gak mau coke? Masih ada banyak stock gue" tawarku.
"huah, ini lebih ganas dari coke Rud" sahut Ria kepedesan, butiran keringat mengalir.
"oh ya jelas, bukan ganas lagi itu mah.
Gue kalo nyoba langsung OD nek!" sahutku memalingkan muka, tak mau melihat mereka yang kepedesan.
"sekarang gua kelas tiga, lo kelas dua?
Lo pernah mikirin Rud, kapan lo berhenti make coke?" tanya Fio, megap-megap.
"gue udah punya perhitungan sendiri" sahutku, merasakan terbang.
"hitungan gimana?" sela Nia, mengelap keringat.
"anggeplah gue bikin dosa dari umur sepuluh tahun.
Umur tiga puluh gue tobat, dosa gue dua puluh tahun kan?
Umur lima puluh, dosa gue impas" sahutku, menyusun rencana.
"kalo lo cuma sampe empat puluh tahun gimana?" tukas Fio, geli.
"udah masuk itungan gue juga! Itu kan yang ngebedai dosa ama pahala?
Kalo dosa itunganya satu, kalo pahala bisa berkali lipat!
Kalo tobat lo serius, setahun bisa ngebayar dua puluh tahun.
Belum kalo itungan ramadhan?
Pahala dilipat gandakan, dosa diberi remisi! Bisa jadi dosa lo dihapus pas ramadhan!" jelasku, penuh keyakinan.
"ya ampun Rud? Masa lo mau ngakalin itungan langit?" tanya Ria membelalak, tak percaya.
-------
Strategiku berlapis, rencanaku matang!
Keyakinanku tinggi, perhitunganku pasti!
50tahun? 40tahun? 30tahun?
Tak perlu sampai selama itu!
21tahun positif HIV AIDS!
22tahun hidupku tamat!
Tak ada waktu untuk bertobat? Aku siap dipaketin ke neraka!
Kau boleh susun rencana sesukamu.
Kau boleh atur strategi terbaikmu.
Pupuk keyakinan setinggi-tingginya.
Kau boleh membuat perhitungan masa depanmu.
Tapi ingat, benturkan kepalamu ketanah selagi bisa!
Bersujud hadapi allah mohon ampunanya.
Sebelum allah menegurmu!
-------
Bersambung..
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.