- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#1035
PART 63 – I Call You Through The Rain eps. 4
Gue terdiam sejenak, sebelum gue mendengar tawa lembut disamping gue. Gue menoleh ke Vina sambil tetap bersandar pada dinding.
Gue tertawa, dan menghela napas panjang. Mendadak ada kebisuan yang panjang diantara gue dan Vina. Gue kembali memainkan BB gue di jemari gue, sambil sesekali mendengarkan suara ayam yang pelan-pelan mulai berkokok. Gue menoleh ke Vina.
Gue merasa lelah tapi gak ngantuk. Akhirnya gue tiduran aja di atas tikar ruang tengah itu, berbantalkan kasur lipat. Vina juga mengikuti apa yang gue lakukan, dia juga tiduran di samping gue. Gue menoleh ke arahnya dan tersenyum.
Vina gak menjawab apapun, dia cuma tersenyum ke gue, kemudian memejamkan matanya.
-----
Gue membuka mata dengan bingung. Tau-tau udah pagi. Gue lebih bingung lagi setelah gue memandangi langit-langit. Gue ketiduran di ruang tengah ternyata. Untung di ruang tengah itu ada kasur lipat tipis dan tikar. Dan kebingungan gue mencapai puncaknya waktu gue menyadari bahwa ada yang menempel di tubuh bagian kiri gue. Ternyata Vina juga ketiduran disebelah gue.
Gue merasa perasaan gue campur aduk.
Apa gue mulai jatuh cinta sama Vina ya?
Gue terdiam sejenak, sebelum gue mendengar tawa lembut disamping gue. Gue menoleh ke Vina sambil tetap bersandar pada dinding.
Quote:
Gue tertawa, dan menghela napas panjang. Mendadak ada kebisuan yang panjang diantara gue dan Vina. Gue kembali memainkan BB gue di jemari gue, sambil sesekali mendengarkan suara ayam yang pelan-pelan mulai berkokok. Gue menoleh ke Vina.
Quote:
Gue merasa lelah tapi gak ngantuk. Akhirnya gue tiduran aja di atas tikar ruang tengah itu, berbantalkan kasur lipat. Vina juga mengikuti apa yang gue lakukan, dia juga tiduran di samping gue. Gue menoleh ke arahnya dan tersenyum.
Quote:
Vina gak menjawab apapun, dia cuma tersenyum ke gue, kemudian memejamkan matanya.
-----
Gue membuka mata dengan bingung. Tau-tau udah pagi. Gue lebih bingung lagi setelah gue memandangi langit-langit. Gue ketiduran di ruang tengah ternyata. Untung di ruang tengah itu ada kasur lipat tipis dan tikar. Dan kebingungan gue mencapai puncaknya waktu gue menyadari bahwa ada yang menempel di tubuh bagian kiri gue. Ternyata Vina juga ketiduran disebelah gue.
Gue merasa perasaan gue campur aduk.
Apa gue mulai jatuh cinta sama Vina ya?
chanry dan 5 lainnya memberi reputasi
6


: lo cium tangan gue?
: iya haha
: kenapa?
: anggep aja sebagai ungkapan rasa hormat dan rasa sayang gue ke elo haha
: ah udahlah Vin, jangan muji gue terus. Bisa meledak kepala gue ntar hahaha. Tapi serius, gue gak ada maksud apapun selain beneran ngebantu kalian disini. Lagian gue juga gak bisa apa-apa tanpa kalian. Gue ada disini juga karena kalian. Tanpa bantuan kalian gue bukan siapa-siapa.
: lo gak tidur?
: lo sih tadi pake minum kopi segala. Gini kan jadinya.
: emang lo bilang apa?
: idihdihdih maen jewer-jewer aja lo, ini kuping tau gak.