- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#434
PART 30 – Lost in Yogyakarta (6)
Gue mengajak kedua anak bandel ini makan siang di Yogya, karena gue gak tau tempat makan yang enak di sekitar Parangtritis, dan setau gue memang gak ada. Setelah makan siang, gue bertanya ke kedua anak ini sambil makan es campur yang menggunung didepan gue.
Begitulah, sehabis makan itu kami bertiga kembali ke hotel. Jujur, gue juga merasa ngantuk, pingin tidur sebentar. Gue melihat jam, dan jam menunjukkan pukul 14.30 lebih sedikit. Waktunya tidur nih, pikir gue. Tapi mendadak gue ingat kalo gue bawa celana renang, dan di hotel yang kami tempati itu memang ada kolam renangnya. Gue lirik spion tengah, dan mendapati Shinta sudah tertidur sambil mangap kayak naga. Gue lirik Anin disebelah gue, dan gue berbisik sangat pelan.
Gue sengaja berbisik-bisik biar Shinta gak denger, soalnya gue masih belum yakin gimana reaksi Shinta kalo tau gue ajak Anin renang bareng. Muehehehehehe. Sesampainya di hotel, Anin bangunin Shinta yang masih mangap di jok belakang, kemudian kami bertiga menuju kamar masing-masing. Gue masuk kamar dan mandi dulu setelah muter-muter dari pagi kesana kemari. Gak enak juga renang tapi badan masih lengket gini. Setelah mandi gue pake celana renang dan kemudian gue pake celana pendek diluarnya. Gue merebahkan diri di kasur yang dingin, dan SMS Anin.
Sambil menunggu 10 menit nya Anin itu gue memejamkan mata sebentar, lengket rasanya mata gue. Mau tidur tapi ada hal yang lebih menyenangkan menunggu. Gue nyalakan TV, dan berharap semoga kantuk gue ilang karena menonton acara TV itu. Gue buka tas gue dan mencari cemilan yang memang gue bawa dari rumah. 10 menit kemudian gue SMS Anin lagi.
5 menit kemudian Anin ngabarin kalo udah siap. Gue pun bergegas keluar kamar dan menuju kamarnya dia. Gue memencet bel, dan ternyata yang membukakan pintu si Shinta. Manyun dia. Gue masuk sambil terheran-heran kenapa nih anak kok manyun-manyun gitu.
Seketika tawa gue meledak dan gegulingan di kasur sambil ngakak. Melihat gue ngakak gitu, Shinta semakin dongkol dan mukulin tangan gue. Semakin geli lah gue ngeliat kelakuan ini anak satu. Sambil tertawa gue berlindung dibalik bantal.
Gak lama kemudian kami bertiga turun ke lantai dasar, dimana kolam renangnya berada. Kolam renang itu berada di bagian belakang hotel, dan kami harus melewati semacam galeri terlebih dahulu. Sesampainya di kolam renang, gue meminjam handuk dari pihak hotel dan memilih kursi yang gak panas, dan mulai membuka kaos dan celana pendek gue. Gue liat Anin dan Shinta meminjam handuk dan memilih kursi di samping kursi gue. Nah ini nih. Anin kemudian membuka baju dan sarung pantainya. Gue hilang akal disitu. Geregetan pingin nubruk Anin. #eh
Rambutnya yang tergerai panjang dan berwarna kecoklatan, plus kulitnya yang putih mulus, dan badan yang (sangat) bagus, dan hanya memakai baju renang di hadapan gue, membuat gue ingin menangis tersedu-sedu. Kenapa? Karena gue gak bisa ngapa-ngapain menghadapi pemandangan seperti ini. Dibelakang anin gue liat shinta memakai kaos berwarna putih yang bertuliskan I Love KL dan celana hitam ketat. Setelah pemanasan, kami bertiga nyebur ke kolam renang. Di kolam renang itu gue melihat pemandangan yang bikin gue ingin menangis tersedu-sedu lagi. Gue memandangi Shinta.
Ngecaaaaaap
Gue mengajak kedua anak bandel ini makan siang di Yogya, karena gue gak tau tempat makan yang enak di sekitar Parangtritis, dan setau gue memang gak ada. Setelah makan siang, gue bertanya ke kedua anak ini sambil makan es campur yang menggunung didepan gue.
Quote:
Begitulah, sehabis makan itu kami bertiga kembali ke hotel. Jujur, gue juga merasa ngantuk, pingin tidur sebentar. Gue melihat jam, dan jam menunjukkan pukul 14.30 lebih sedikit. Waktunya tidur nih, pikir gue. Tapi mendadak gue ingat kalo gue bawa celana renang, dan di hotel yang kami tempati itu memang ada kolam renangnya. Gue lirik spion tengah, dan mendapati Shinta sudah tertidur sambil mangap kayak naga. Gue lirik Anin disebelah gue, dan gue berbisik sangat pelan.
Quote:
Gue sengaja berbisik-bisik biar Shinta gak denger, soalnya gue masih belum yakin gimana reaksi Shinta kalo tau gue ajak Anin renang bareng. Muehehehehehe. Sesampainya di hotel, Anin bangunin Shinta yang masih mangap di jok belakang, kemudian kami bertiga menuju kamar masing-masing. Gue masuk kamar dan mandi dulu setelah muter-muter dari pagi kesana kemari. Gak enak juga renang tapi badan masih lengket gini. Setelah mandi gue pake celana renang dan kemudian gue pake celana pendek diluarnya. Gue merebahkan diri di kasur yang dingin, dan SMS Anin.
Quote:
Sambil menunggu 10 menit nya Anin itu gue memejamkan mata sebentar, lengket rasanya mata gue. Mau tidur tapi ada hal yang lebih menyenangkan menunggu. Gue nyalakan TV, dan berharap semoga kantuk gue ilang karena menonton acara TV itu. Gue buka tas gue dan mencari cemilan yang memang gue bawa dari rumah. 10 menit kemudian gue SMS Anin lagi.
Quote:
5 menit kemudian Anin ngabarin kalo udah siap. Gue pun bergegas keluar kamar dan menuju kamarnya dia. Gue memencet bel, dan ternyata yang membukakan pintu si Shinta. Manyun dia. Gue masuk sambil terheran-heran kenapa nih anak kok manyun-manyun gitu.
Quote:
Seketika tawa gue meledak dan gegulingan di kasur sambil ngakak. Melihat gue ngakak gitu, Shinta semakin dongkol dan mukulin tangan gue. Semakin geli lah gue ngeliat kelakuan ini anak satu. Sambil tertawa gue berlindung dibalik bantal.
Quote:
Gak lama kemudian kami bertiga turun ke lantai dasar, dimana kolam renangnya berada. Kolam renang itu berada di bagian belakang hotel, dan kami harus melewati semacam galeri terlebih dahulu. Sesampainya di kolam renang, gue meminjam handuk dari pihak hotel dan memilih kursi yang gak panas, dan mulai membuka kaos dan celana pendek gue. Gue liat Anin dan Shinta meminjam handuk dan memilih kursi di samping kursi gue. Nah ini nih. Anin kemudian membuka baju dan sarung pantainya. Gue hilang akal disitu. Geregetan pingin nubruk Anin. #eh
Rambutnya yang tergerai panjang dan berwarna kecoklatan, plus kulitnya yang putih mulus, dan badan yang (sangat) bagus, dan hanya memakai baju renang di hadapan gue, membuat gue ingin menangis tersedu-sedu. Kenapa? Karena gue gak bisa ngapa-ngapain menghadapi pemandangan seperti ini. Dibelakang anin gue liat shinta memakai kaos berwarna putih yang bertuliskan I Love KL dan celana hitam ketat. Setelah pemanasan, kami bertiga nyebur ke kolam renang. Di kolam renang itu gue melihat pemandangan yang bikin gue ingin menangis tersedu-sedu lagi. Gue memandangi Shinta.
Ngecaaaaaap

Spoiler for :
jenggalasunyi dan 5 lainnya memberi reputasi
6


: abis ini mau kemana lagi nih?
: gak tau, enaknya kemana nih dek? *menoleh ke Shinta*
: aku mah ngikut aja mbak, terserah mau kemana.
: lumayan sih. Tapi gakpapa kalo mau jalan lagi. Cuma masalahnya masih bingung mau kemana
: nah tuh, adiknya capek malah dicuekin aja woooo
: lah kan aku juga baru tau kalo dia capek
: BERISIK!
: *berbisik* dek, bawa baju renang?
*
: napa dek?
: bete.