News
Batal
KATEGORI
link has been copied
155
Lapor Hansip
27-05-2014 15:51

Jokowi Sindir Wacana 'Menteri Utama' Prabowo-Hatta

Jokowi Sindir Wacana 'Menteri Utama' Prabowo-Hatta

Jakarta - Jokowi yang biasanya tak terlalu agresif kepada lawan politiknya tampil berbeda di Rakernas NasDem. Jokowi menyindir wacana menteri utama, jabatan yang ditawarkan Prabowo ke Aburizal Bakrie.

"Kita kalau kerja sama tanpa syarat, ini membedakan kita dengan yang sana. Kalau ketemu tidak usah menterinya berapa, itu sudah tradisi lama, pola lama, kita harus membangun nilai baru," kata Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (27/5/2014).

Jokowi menegaskan koalisi yang dibentuknya tanpa ada perjanjian bagi-bagi kursi. Dia ingin menghilangkan tradisi koalisi karena janji kursi.

"Kalau yang sana menterinya berapa. Menterinya kurang tambah menteri utama. Ada yang mendekat diberi 11 kursi, datang lagi 8 kursi, datang lagi 7 kursi, dihitung ternyata 64 kursi. Padahal di Undang-undang hanya 35 kursi," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan para hadirin.

"Kita sama-sama tidak bicara masalah itu. Inilah nilai-nilai baru yang akan kita mulai, jadi tradisi politik baru di Indonesia," tutup Jokowi yang lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah.
Sumber

Waw, Wowo memecahkan record Mentri terbanyak di seluruh dunia emoticon-Ngakak

0
Jokowi Sindir Wacana 'Menteri Utama' Prabowo-Hatta
27-05-2014 16:16
Quote:Original Posted By putina
Jakarta, Aktual.co — Sesepuh dan pendiri PDIP, Sabam Sirait menolak sosok Jusuf Kalla (JK) menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi calon presiden dari PDI-P, Nasdem dan PKB, Jokowi dalam pilpres 2014.  Tidak hanya itu, Sabam Sirait bahkan menyatakan dengan tegas bahwa dia juga akan menolak PDIP koalisi dengan Partai Golkar  

"PDIP tidak boleh memulai kesalahan dengan mempercayai Golkar sebagai bagian dari koalisi, kalau PDIP berkoalisi dengan Golkar atau menjadikan JK menjadi cawapres, maka saya akan mundur dari PDIP, karena PDIP melupakan sejarah penindasan orde baru dan Bung Karno yang meninggal dalam tahanan orde baru," ujar Sabam dalam rilis yang diterima Minggu (18/5).

Menurut Sabam, selayaknya PDIP tidak menjadikan uang sebagai tolak ukur dalam memilih cawapres.

"Saya mendengar JK menyiapkan Rp10 triliun untuk membiayai pilpres jika dia jadi cawapres, saya mengingatkan PDIP agar tidak tergiur dengan iming-iming uang, karena PDIP berkomitmen membangun politik tanpa money politic, dan saya mengingatkan kembali bahwa PDI Perjuangan didirikan untuk tidak diperjual belikan," kata Sabam.

Menurut Sabam, menentukan koalisi dan cawapres tidak karena uang yang ditawarkan, tetapi lebih mempertimbangkan kepentingan nasib 260 juta jiwa rakyat indonesia, 17 ribu pulau dan masa depan bangsa.  

"Bagi saya hanya ada dua pilihan untuk cawapres Mahfud atau Abraham Samad. Keduanya merupakan orang-orang bersih, jujur dan bisa dipercaya untuk mendampingi Jokowi," tegas Sabam.

"Rencana pengunduran ini sudah saya bicarakan juga dengan pendiri PDI-P yang lain dan teman teman di Parkindo. Saya akan mencari kesempatan untuk menyampaikan kepada ketua umum," pungkasnya.
Ismed Eka Kusuma -

Sebelum itu salam 10trilyun dulu bro emoticon-Angkat Beer


Eh ketemu lagi si pembuat cerpen yang tak berbiji.
gimana sudah bisa jembrengin data 10T itu?
Buktikan bijimu.
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia