- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA SI TANGAN DINGIN
...
TS
kucing.tampan
CINTA SI TANGAN DINGIN
Quote:
Quote:
INDEX

Quote:
Diubah oleh kucing.tampan 23-05-2014 19:11
HellenOktavia memberi reputasi
2
114.2K
435
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kucing.tampan
#355
Cowok angkot PART 1
Buat dia yang udah membuat duniaku lebih berwarna..
Saat itu hari senin awal kuliah semester 2,
aku baru balik dari bekasi, kebetulan hari itu aku tidak balik bareng vera menggunakan mobilnya, karena vera pulang duluan hari minggu, ketika sampai di terminal aku langsung naik angkot menuju kampus, aku waktu itu duduk di kursi yang muat 5 orang, aku duduk dekat pintu masuk angkot,
angkot berhenti kekiri tanda kalo ada penumpang yang mau naik, ketika itu aku gak tau siapa yang naik, dan terlihatlah kalo yang naik adalah seorang cowok dan dia langsung duduk dipojok dekat kaca belakang kursi yang muat 7 orang, aku tidak melihat wajahnya, sampai ketika 2 orang wanita depanku bisik bisik dan tersenyum sambil melihat cowok itu,
Aku yang penasaranpun melihat cowok yang mereka maksud,
Aku baru pertama kali melihat cowok itu, dia saat itu memakai kemeja hitam panjang yang dilipat bagian lengannya, gak salah waktu itu 2 wanita depanku membicarakannya, karena memang dia ganteng, aku pun langsung memalingkan wajahku ke arah depan lagi,
Namun, gak tau kenapa aku merasa ingin melihat kearah cowok itu lagi, dan kupalingkan wajahku ke arah kaca belakang, biar gak ketauan banget aku melihat tu cowok,
Si cowok daritadi hanya melihat kearah luar kaca belakang sambil menyender samping kiri badannya, matanya terlihat melihat keluar kaca tapi entah kenapa pandangannya seperti kosong,
Kesan pertama aku melihatnya dia memiliki daya tarik tersendiri untuk membuat orang sekeliling memperhatikanya, wajahnya memang ganteng, tapi bukan itu yang membuat aku ingin memperhatikannya,
Ah sudahlah, aku langsung melihat kearah depan lagi, tak sampai 10 menit akupun sampai di kampus,kulihat 2 wanita depanku juga turun, dan kulihat sekilas cowok tadi hanya diam sambil tetap melihat kaca belakang, mungkin bukan anak kampus sini.
Aku pun turun untuk membayar
Beberapa detik kemudian...
Tak lama angkotpun jalan lagi dan aku masih bengong aja disana sambil ngeliat angkot pergi.
Aku melihat kebelakang dan kulihat cowok itu langsung masuk gerbang kampus, aku langsung mengejarnya
Cowok tadi langsung masuk kekampus,dan aku juga segera masuk dan menuju kelas
Selama pelajaran aku selalu kepikiran tentang cowok tadi cowok tadi, Siapa namanya? Anak mana? Kenapa tadi gak tanya nama sama jurusannya, ahhh..
Aku belum pernah melihatnya dikampus ini, aku kira mungkin kakak tingkat, karena selama ospek aku belum pernah melihatnya.
Selama pelajaran dimulai wajahnya ketika senyum tadi selalu terlintas jelas di otak aku, bukan pelajaran yang masuk, aku ingin sekali melihatnya lagi, dan ingin melihat lesung pipit di pipinya ketika dia senyum tadi.
Aku memang suka dengan cowok dengan lesung pipit karena mengingatkanku dengan seseorang yang penting dalam hidup aku.
Setelah mata kuliah selesai aku pun keluar kelas, dan terlihat disana ada vera
Gw dan vera pun menuju kantin fakultas gw,
Gw dan vera udah sahabatan dari SMA, tepatnya dari kelas 1,
Selama SMA vera memiliki banyak penggemar, wajar karena dia cantik, supel, cuek, dan pinter dandan. Sedangkan aku? Kebalikannya, aku pendiem, dan jarang dandan.
Aku selalu menganggap aku adalah bayangan dari vera, vera sering gonta ganti pacar, lalu aku? Mmmm.. jujur aku belum pernah pacaran, kenapa? Karena aku selalu menjaga jarak dengan sosok pria.
Aku merupakan anak ke 2 dari 2 bersaudara, dan kakakku adalah cowok, sebenarnya dia adalah kakak tiri, kakak tiriku ini cuek , meskipun cuek dia adalah kakak yang baik. Cuma kita jarang ngobrol langsung aja.
Ibuku menikah lagi dengan orang lain setelah bercerai dengan ayah kandungku, dan ibuku terlihat bahagia sekali dengan pernikahannya sekarang, tidak seperti pernikahannya dahulu.
Ayah tiriku, meskipun dia ayah tiri tetapi dia sangat baik dan perhatian, sangat berbanding terbalik dengan ayah kandungku yang arogan, dari kecil aku sering melihat dia ribut dengan ibu dan tak jarang melihatnya main tangan.
Dari saat itulah aku sangat menjaga jarak dari cowok.
Vera mengetahui itu semua dan sangat mengerti aku, dia yang anak tunggal menganggap diriku sebagai saudara kandungnya, aku sangat menyayangi vera seperti saudaraku sendiri. Meskipun sebenernya aku sangat sedikit iri dengannya, karena hidupnya sempurna menurutku.
Cinta pertamaku saat 2 SMA, aku saat itu baru pertama kali rasanya menyayangi seorang pria, meskipun tidak jadi pacar karena ternyata dia mendekatiku karena dia menyukai vera. Aku sedikit sakit hati saat itu.
Aku tidak marah dengan vera, dan aku juga tidak membenci pria itu, karena itu bukan salah mereka.
Sejak saat itu aku minder dengan vera, aku selalu berfikir kalo vera pantas mendapatkan semuanya, dan sejak saat itu aku tidak pernah memikirkan pria lagi, aku lebih memilih fokus pada pendidikan dan kelak ingin membahagiakan orang tuaku.
Sekalipun vera sering memberitahu kalo banyak yang suka denganku tapi aku tidak menghiraukannya,
Cowok angkot..
Yah begitulah aku mengingatnya..
Sejak saat pertama bertemu dengannya diangkot, aku selalu berharap akan satu angkot lagi dengannya suatu hari nanti,
Tapi,
Harapan itu tak pernah terjadi dan aku tidak pernah bertemu dengan dia sampai akhir semester 2,
waktu itu aku mengantar temanku farida ke rektorat bagian kemahasiswaan untuk mengurus tentang beasiswanya.
Waktu itu masih pagi dan rektorat masih sepi dari mahasiswa, aku dan farida duduk di ruang tunggu karena masih ada orang didalam daripada kita berdiri ngantri lebih baik kita duduk toh lagi sepi.
Dan kulihat ternyata orang yang didalam adalah cowok angkot!!!
Kulihat terus ternyata benar itu dia
Kulihat cowok angkot selesai dan keluar ruangan, farida langsung masuk ruangan sedangkan aku langsung aja aku samperin cowok angkot itu.
Dia terlihat langsung pergi ninggalin gw, dan baru sadar gw belum balikin uangnya dan belum tau namanya.
Setelah itu gw duduk lagi diruang tunggu sampai farida keluar dan kita berjalan keluar rektorat
Aku gak tau harus ngomong apaan lagi, yang jelas aku semakin kagum dengan dia..
Dan pengen rasanya kenal lebih jauh dengan cowok angkot itu.
Bersambung...
Saat itu hari senin awal kuliah semester 2,
aku baru balik dari bekasi, kebetulan hari itu aku tidak balik bareng vera menggunakan mobilnya, karena vera pulang duluan hari minggu, ketika sampai di terminal aku langsung naik angkot menuju kampus, aku waktu itu duduk di kursi yang muat 5 orang, aku duduk dekat pintu masuk angkot,
angkot berhenti kekiri tanda kalo ada penumpang yang mau naik, ketika itu aku gak tau siapa yang naik, dan terlihatlah kalo yang naik adalah seorang cowok dan dia langsung duduk dipojok dekat kaca belakang kursi yang muat 7 orang, aku tidak melihat wajahnya, sampai ketika 2 orang wanita depanku bisik bisik dan tersenyum sambil melihat cowok itu,
Aku yang penasaranpun melihat cowok yang mereka maksud,
Aku baru pertama kali melihat cowok itu, dia saat itu memakai kemeja hitam panjang yang dilipat bagian lengannya, gak salah waktu itu 2 wanita depanku membicarakannya, karena memang dia ganteng, aku pun langsung memalingkan wajahku ke arah depan lagi,
Namun, gak tau kenapa aku merasa ingin melihat kearah cowok itu lagi, dan kupalingkan wajahku ke arah kaca belakang, biar gak ketauan banget aku melihat tu cowok,
Si cowok daritadi hanya melihat kearah luar kaca belakang sambil menyender samping kiri badannya, matanya terlihat melihat keluar kaca tapi entah kenapa pandangannya seperti kosong,
Kesan pertama aku melihatnya dia memiliki daya tarik tersendiri untuk membuat orang sekeliling memperhatikanya, wajahnya memang ganteng, tapi bukan itu yang membuat aku ingin memperhatikannya,
Ah sudahlah, aku langsung melihat kearah depan lagi, tak sampai 10 menit akupun sampai di kampus,kulihat 2 wanita depanku juga turun, dan kulihat sekilas cowok tadi hanya diam sambil tetap melihat kaca belakang, mungkin bukan anak kampus sini.
Aku pun turun untuk membayar
Quote:
Beberapa detik kemudian...
Quote:
Tak lama angkotpun jalan lagi dan aku masih bengong aja disana sambil ngeliat angkot pergi.
Aku melihat kebelakang dan kulihat cowok itu langsung masuk gerbang kampus, aku langsung mengejarnya
Quote:
Cowok tadi langsung masuk kekampus,dan aku juga segera masuk dan menuju kelas
Selama pelajaran aku selalu kepikiran tentang cowok tadi cowok tadi, Siapa namanya? Anak mana? Kenapa tadi gak tanya nama sama jurusannya, ahhh..
Aku belum pernah melihatnya dikampus ini, aku kira mungkin kakak tingkat, karena selama ospek aku belum pernah melihatnya.
Selama pelajaran dimulai wajahnya ketika senyum tadi selalu terlintas jelas di otak aku, bukan pelajaran yang masuk, aku ingin sekali melihatnya lagi, dan ingin melihat lesung pipit di pipinya ketika dia senyum tadi.
Aku memang suka dengan cowok dengan lesung pipit karena mengingatkanku dengan seseorang yang penting dalam hidup aku.
Setelah mata kuliah selesai aku pun keluar kelas, dan terlihat disana ada vera
Quote:
Gw dan vera pun menuju kantin fakultas gw,
Gw dan vera udah sahabatan dari SMA, tepatnya dari kelas 1,
Selama SMA vera memiliki banyak penggemar, wajar karena dia cantik, supel, cuek, dan pinter dandan. Sedangkan aku? Kebalikannya, aku pendiem, dan jarang dandan.
Aku selalu menganggap aku adalah bayangan dari vera, vera sering gonta ganti pacar, lalu aku? Mmmm.. jujur aku belum pernah pacaran, kenapa? Karena aku selalu menjaga jarak dengan sosok pria.
Aku merupakan anak ke 2 dari 2 bersaudara, dan kakakku adalah cowok, sebenarnya dia adalah kakak tiri, kakak tiriku ini cuek , meskipun cuek dia adalah kakak yang baik. Cuma kita jarang ngobrol langsung aja.
Ibuku menikah lagi dengan orang lain setelah bercerai dengan ayah kandungku, dan ibuku terlihat bahagia sekali dengan pernikahannya sekarang, tidak seperti pernikahannya dahulu.
Ayah tiriku, meskipun dia ayah tiri tetapi dia sangat baik dan perhatian, sangat berbanding terbalik dengan ayah kandungku yang arogan, dari kecil aku sering melihat dia ribut dengan ibu dan tak jarang melihatnya main tangan.
Dari saat itulah aku sangat menjaga jarak dari cowok.
Vera mengetahui itu semua dan sangat mengerti aku, dia yang anak tunggal menganggap diriku sebagai saudara kandungnya, aku sangat menyayangi vera seperti saudaraku sendiri. Meskipun sebenernya aku sangat sedikit iri dengannya, karena hidupnya sempurna menurutku.
Cinta pertamaku saat 2 SMA, aku saat itu baru pertama kali rasanya menyayangi seorang pria, meskipun tidak jadi pacar karena ternyata dia mendekatiku karena dia menyukai vera. Aku sedikit sakit hati saat itu.
Aku tidak marah dengan vera, dan aku juga tidak membenci pria itu, karena itu bukan salah mereka.
Sejak saat itu aku minder dengan vera, aku selalu berfikir kalo vera pantas mendapatkan semuanya, dan sejak saat itu aku tidak pernah memikirkan pria lagi, aku lebih memilih fokus pada pendidikan dan kelak ingin membahagiakan orang tuaku.
Sekalipun vera sering memberitahu kalo banyak yang suka denganku tapi aku tidak menghiraukannya,
Cowok angkot..
Yah begitulah aku mengingatnya..
Sejak saat pertama bertemu dengannya diangkot, aku selalu berharap akan satu angkot lagi dengannya suatu hari nanti,
Tapi,
Harapan itu tak pernah terjadi dan aku tidak pernah bertemu dengan dia sampai akhir semester 2,
waktu itu aku mengantar temanku farida ke rektorat bagian kemahasiswaan untuk mengurus tentang beasiswanya.
Waktu itu masih pagi dan rektorat masih sepi dari mahasiswa, aku dan farida duduk di ruang tunggu karena masih ada orang didalam daripada kita berdiri ngantri lebih baik kita duduk toh lagi sepi.
Dan kulihat ternyata orang yang didalam adalah cowok angkot!!!
Kulihat terus ternyata benar itu dia
Quote:
Kulihat cowok angkot selesai dan keluar ruangan, farida langsung masuk ruangan sedangkan aku langsung aja aku samperin cowok angkot itu.
Quote:
Dia terlihat langsung pergi ninggalin gw, dan baru sadar gw belum balikin uangnya dan belum tau namanya.
Setelah itu gw duduk lagi diruang tunggu sampai farida keluar dan kita berjalan keluar rektorat
Quote:
Aku gak tau harus ngomong apaan lagi, yang jelas aku semakin kagum dengan dia..
Dan pengen rasanya kenal lebih jauh dengan cowok angkot itu.
Bersambung...
0





