- Beranda
- Stories from the Heart
I will marry you, but not you [based on true story]
...
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)
Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih

Spoiler for Indeks:
Spoiler for New Life:
Spoiler for Why?:
Spoiler for Next Life:
Spoiler for Pergulatan Batin:
Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:
Spoiler for Masa Kelam:
Spoiler for Just you and me:
Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
158.7K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
benedicta33
#587
Part 61
Semakin sore,peserta banyak yang berdatangan, oh ya, yang ikut live in ini semuanya perempuan loh, gak ada laki-lakinya, ya lah secara ini kan biara khusus perempuan, bukan untuk lelaki
.
Aku berkenalan dengan peserta dari berbagai kota, ada yang dari Cirebon, Cianjur, Kuningan, Jakarta, dan yang paling jauh dari Papua. Walaupun pesertanya hanya 30 orang, semuanya berasal dari berbagai daerah. Aku kenal dengan Hillary, Monica, Amel,dan aku lupa siapa lagi yang aku kenal
Kami berkumpul di sebuah ruangan khusus para postulat belajar, dan kami mengikuti pengarahan dan pengenalan. Hampir semua biarawati berkumpul bersama kami, dan kami sangat menikmati suasana kekeluargaan ini.
Setelah berkumpul di ruang khusus, kami menuju kapel untuk vesper (ofisi/ibadat harian yang dilakukan setelah matahari terbenam), para biarawati memegang kitab tebal, namanya brevir (sejenis kitab suci yang isinya puji-pujian) *kalo dijelasin lebih detail agak bingung euy, intinya mah kayak gitu lah
*
Kami melantunkan sebuah puji-pujian untuk Tuhan, ketika aku melantunkan puji-pujian itu, hatiku tenang, aku membayangkan jika aku adalah seorang biarawati.
Setelah vesper beres, kami berdoa rosario, terutama kami mendoakan Sr. Paula. Sejujurnya aku paling takut kalo udah berurusan dengan yang namanya ngelayat, percaya ga percaya yaaa, setelah aku melayat, pasti orang yang meninggalnya datang dalam mimpiku
. Mereka datang itu hanya untuk menitip pesan padaku dan aku sampaikan pada yang bersangkutan. Awalnya sih horor, tapi kalo dipikir-pikir itu kan amal 
Kami berdoa rosario, dilanjutkan dengan misa requim, para Frater dan Suster dari ordo mana pun berdatangan, ah! Aku jadi kangen sama Hendri ya Tuhan
Ketika acara sudah selesai, kami makan malam. Aku bertemu dengan temannya Hendri, Frater Theos. Frater Theos dan Hendri adalah sahabat karib.
Aduh, besok Hendri mau ngelayat Sr. Paula juga?? Di biara ini?? Haduh.. Aku belum siap nih!!
Semakin sore,peserta banyak yang berdatangan, oh ya, yang ikut live in ini semuanya perempuan loh, gak ada laki-lakinya, ya lah secara ini kan biara khusus perempuan, bukan untuk lelaki
.Aku berkenalan dengan peserta dari berbagai kota, ada yang dari Cirebon, Cianjur, Kuningan, Jakarta, dan yang paling jauh dari Papua. Walaupun pesertanya hanya 30 orang, semuanya berasal dari berbagai daerah. Aku kenal dengan Hillary, Monica, Amel,dan aku lupa siapa lagi yang aku kenal

Kami berkumpul di sebuah ruangan khusus para postulat belajar, dan kami mengikuti pengarahan dan pengenalan. Hampir semua biarawati berkumpul bersama kami, dan kami sangat menikmati suasana kekeluargaan ini.
Setelah berkumpul di ruang khusus, kami menuju kapel untuk vesper (ofisi/ibadat harian yang dilakukan setelah matahari terbenam), para biarawati memegang kitab tebal, namanya brevir (sejenis kitab suci yang isinya puji-pujian) *kalo dijelasin lebih detail agak bingung euy, intinya mah kayak gitu lah
*Kami melantunkan sebuah puji-pujian untuk Tuhan, ketika aku melantunkan puji-pujian itu, hatiku tenang, aku membayangkan jika aku adalah seorang biarawati.
Setelah vesper beres, kami berdoa rosario, terutama kami mendoakan Sr. Paula. Sejujurnya aku paling takut kalo udah berurusan dengan yang namanya ngelayat, percaya ga percaya yaaa, setelah aku melayat, pasti orang yang meninggalnya datang dalam mimpiku
. Mereka datang itu hanya untuk menitip pesan padaku dan aku sampaikan pada yang bersangkutan. Awalnya sih horor, tapi kalo dipikir-pikir itu kan amal 
Kami berdoa rosario, dilanjutkan dengan misa requim, para Frater dan Suster dari ordo mana pun berdatangan, ah! Aku jadi kangen sama Hendri ya Tuhan

Ketika acara sudah selesai, kami makan malam. Aku bertemu dengan temannya Hendri, Frater Theos. Frater Theos dan Hendri adalah sahabat karib.
Quote:
Aduh, besok Hendri mau ngelayat Sr. Paula juga?? Di biara ini?? Haduh.. Aku belum siap nih!!

0
