- Beranda
- Berita dan Politik
Aksi Mogok, Pedagang Tempe Pasar Di-sweeping
...
TS
arti24
Aksi Mogok, Pedagang Tempe Pasar Di-sweeping

Quote:
Ane cuma berharap 
gan dan jika agan tidak berkenan tolong ane jangan di
.

gan dan jika agan tidak berkenan tolong ane jangan di
.Quote:
Pedagang tahu dan tempe di Pasar Beringharjo Yogyakarta berhenti berjualan sebagai solidaritas pemogokan perajin tahu-tempe se-Indonesia. Pedagang yang nekat jualan di-sweeping dan diusir keluar dari pasar. Supriyatno, 29 tahun, pedagang tempe di Beringharjo, mengatakan sweeping berlangsung pada dini hari pukul 03.00-04.00 WIB Senin 9 September 2013.
Bersama sejumlah pedagang lain, dia mendatangi lantai 1 dan 2 pasar, tempat pedagang tahu-tempe biasa berjualan. “Ada yang jualan kami suruh keluar pasar,” kata Supriyanto yang juga perajin tempe, Senin 9 September 2013.
Menurut dia, pedagang sepakat berhenti sementara jualan setelah terbit surat edaran Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia agar tak berproduksi dan berjualan selama tiga hari, 9-11 September. “Kami mulai jualan lagi Kamis nanti,” kata dia.
Supriyatno kembali ke pasar pada siang hari untuk mengecek kemungkingan ada pedagang yang nekat kembali ke pasar. Dia sadar, mogok produksi dan jualan membuatnya rugi. Tapi dia tak dapat menutupi rasa geram karena harga kedelai terus melambung. “Mereka butuh makan, kami pun juga,” katanya.
Akibat pedagang tahu-tempe mogok berjualan, pembeli kecele. “Tadi banyak yang nanya, kok tidak ada jualan,” kata Ismuryani, pedagang jagung di Beringharjo. Pedagang tahu-tempe di Pasar Kranggan juga mogok jualan.
Mogok produksi tempe berlangsung di Sleman, Yogyakarta. Paryono, perajin di Jalan Magelang mengatakan sejak kemarin berhenti produksi sementara. Tapi Paryono, 31 tahun, minta dispensasi agar mogok berlangsung dua hari saja. “Kelamaan mogoknya, pengeluaran jalan terus tapi pemasukan tidak ada,” katanya.
Di Kartasura, Jawa Tengah, ratusan perajin tahu-tempe menggelar protes di Pertigaan Kartasura, kemarin. Mereka juga mogok produksi. Massa menduduki pertigaan besar yang menjadi jalur utama penghubung Kota Solo, Yogyakarta dan Semarang. Pemrotes berorasi di atas mobil bak terbuka yang diparkir di pertigaan. "Perajin bisa gulung tikar jika harga kedelai tidak segera turun," kata koordinator aksi Suradi. Sebagian membawa alat produksi berupa ember, drum plastik maupun logam. Perkakas itu dipakai untuk alat tabuh hingga suasana makin riuh. Mereka berjoget di tengah jalan dengan iringan rekaman musik dangdut.
Bersama sejumlah pedagang lain, dia mendatangi lantai 1 dan 2 pasar, tempat pedagang tahu-tempe biasa berjualan. “Ada yang jualan kami suruh keluar pasar,” kata Supriyanto yang juga perajin tempe, Senin 9 September 2013.
Menurut dia, pedagang sepakat berhenti sementara jualan setelah terbit surat edaran Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia agar tak berproduksi dan berjualan selama tiga hari, 9-11 September. “Kami mulai jualan lagi Kamis nanti,” kata dia.
Supriyatno kembali ke pasar pada siang hari untuk mengecek kemungkingan ada pedagang yang nekat kembali ke pasar. Dia sadar, mogok produksi dan jualan membuatnya rugi. Tapi dia tak dapat menutupi rasa geram karena harga kedelai terus melambung. “Mereka butuh makan, kami pun juga,” katanya.
Akibat pedagang tahu-tempe mogok berjualan, pembeli kecele. “Tadi banyak yang nanya, kok tidak ada jualan,” kata Ismuryani, pedagang jagung di Beringharjo. Pedagang tahu-tempe di Pasar Kranggan juga mogok jualan.
Mogok produksi tempe berlangsung di Sleman, Yogyakarta. Paryono, perajin di Jalan Magelang mengatakan sejak kemarin berhenti produksi sementara. Tapi Paryono, 31 tahun, minta dispensasi agar mogok berlangsung dua hari saja. “Kelamaan mogoknya, pengeluaran jalan terus tapi pemasukan tidak ada,” katanya.
Di Kartasura, Jawa Tengah, ratusan perajin tahu-tempe menggelar protes di Pertigaan Kartasura, kemarin. Mereka juga mogok produksi. Massa menduduki pertigaan besar yang menjadi jalur utama penghubung Kota Solo, Yogyakarta dan Semarang. Pemrotes berorasi di atas mobil bak terbuka yang diparkir di pertigaan. "Perajin bisa gulung tikar jika harga kedelai tidak segera turun," kata koordinator aksi Suradi. Sebagian membawa alat produksi berupa ember, drum plastik maupun logam. Perkakas itu dipakai untuk alat tabuh hingga suasana makin riuh. Mereka berjoget di tengah jalan dengan iringan rekaman musik dangdut.
Quote:
Produsen Tahu Tempe Sweeping ke Pasar Tradisional


Quote:
Aksi mogok produksi yang diserukan Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), diikuti produsen tahu tempe di berbagai daerah.
Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, produsen dan pedagang tahu tempe bahkan melakukan sweeping ke pasar tradisional untuk memastikan aksi mogok tersebut. Aksi sweeping di antaranya dilakukan produsen dan pedagang tahu tempe di Pasar Celancang, Kabupaten Cirebon. Mereka berkumpul di pintu masuk pasar untuk menghadang kemungkinan adanya pedagang yang akan berjualan tahu maupun tempe.
Namun, mereka ternyata tidak menemukan satu pun pedagang yang membawa tahu dan tempe untuk dijual di pasar. ''Itu berarti para produsen dan pedagang tahu tempe kompak melakukan aksi mogok produksi,'' tegas salah seorang produsen yang juga pedagang tempe, Jack Tarno Slamet.
Jack mengungkapkan, harga kedelai saat ini sangat memberatkan para produsen dan pedagang tahu tempe. Apalagi, produsen dan pedagang tahu tempe tidak bisa menaikkan harga jual kepada konsumen.
Sekarang harga kedelai mencapai sekitar Rp 10 ribu per kg. Padahal, sebelumnya harga kedelai hanya Rp 7.400 per kg. Selain di Pasar Celancang, aksi serupa juga dilakukan produsen dan pedagang tahu tempe di Pasar Perumnas Kota Cirebon. Mereka pun berkeliling di dalam pasar untuk mencari kemungkinan adanya pedagang yang berjualan tahu tempe.
''Tapi tidak ada satupun pedagang yang berjualan tahu dan tempe,'' tutur seorang pedagang tempe yang ikut sweeping, Sarmai.
Sarmai pun mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga kedelai. Pasalnya, hal tersebut menyangkut nasib para pedagang tahu tempe berskala kecil.
Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, produsen dan pedagang tahu tempe bahkan melakukan sweeping ke pasar tradisional untuk memastikan aksi mogok tersebut. Aksi sweeping di antaranya dilakukan produsen dan pedagang tahu tempe di Pasar Celancang, Kabupaten Cirebon. Mereka berkumpul di pintu masuk pasar untuk menghadang kemungkinan adanya pedagang yang akan berjualan tahu maupun tempe.
Namun, mereka ternyata tidak menemukan satu pun pedagang yang membawa tahu dan tempe untuk dijual di pasar. ''Itu berarti para produsen dan pedagang tahu tempe kompak melakukan aksi mogok produksi,'' tegas salah seorang produsen yang juga pedagang tempe, Jack Tarno Slamet.
Jack mengungkapkan, harga kedelai saat ini sangat memberatkan para produsen dan pedagang tahu tempe. Apalagi, produsen dan pedagang tahu tempe tidak bisa menaikkan harga jual kepada konsumen.
Sekarang harga kedelai mencapai sekitar Rp 10 ribu per kg. Padahal, sebelumnya harga kedelai hanya Rp 7.400 per kg. Selain di Pasar Celancang, aksi serupa juga dilakukan produsen dan pedagang tahu tempe di Pasar Perumnas Kota Cirebon. Mereka pun berkeliling di dalam pasar untuk mencari kemungkinan adanya pedagang yang berjualan tahu tempe.
''Tapi tidak ada satupun pedagang yang berjualan tahu dan tempe,'' tutur seorang pedagang tempe yang ikut sweeping, Sarmai.
Sarmai pun mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga kedelai. Pasalnya, hal tersebut menyangkut nasib para pedagang tahu tempe berskala kecil.
Quote:
Nekat Berjualan, Pedagang Tahu Tempe di Surabaya Di-sweeping


Quote:
Pengrajin dan pedagang tahu tempe sepakat melakukan aksi mogok selama 3 hari. Namun, bagi yang tetap nekat berjualan akan disweeping, dan dagangannya akan dihancurkan.
Aksi sweeping terhadap pedagang tempe dan tahu ini terjadi di pasar tradisional Pakis Surabaya. Puluhan orang yang melakukan sweeping langsung menghancurkan tahu dan tempe yang dijual pedagang.
Menurut saksi mata, Maksum yang berdagang ayam potong, aksi sweeping dilakukan puluhan pemuda terjadi sekitar pukul 05.00 Wib, Senin (9/9/2013). "Saat itu sedang ramainya pasar. Biasanya banyak yang jual tahu dan tempe, tadi cuma dua orang yang jual tempe dan ketahuan langsung dagangan tempenya dibuang di jalan dan di injak-injak," jelasnya.
Bahkan, kata Maksum, kejadian serupa hampir terjadi di seluruh pasar. Menurutnya, ia juga diberitahu saudaranya yang berjualan di Pasar Simo dan terjadi aksi sweeping terhadap pedagang tahu dan tempe disana.
"Hampir menyeluruh mas, di Simo kata adik sepupu saya juga ada sweeping dan sama seperti disini, begitu kedapatan ada yang tetap jugal tempe langsung dibuang dijalan dan di injak-injak," imbuh pria 59 tahun ini.
Haryati, pedagang warung makanan mengungkapkan hal yang sama. Bahkan dirinya mengaku ketakutan dengan aksi sweeping pedagang tahu dan tempe tersebut. "Tadi seperti orang tawuran. Saya takut sampai masakan tempe untuk menu lauk di warung, saya sembunyikan," ujarnya.
Ibu 3 anak asal Mojokerto ini mengaku mendapatkan tempe dan dibeli dua hari lalu. "Saya kan sudah langganan, dan kemarin saya disuruh beli dobel karena diberitahu kalau besok (hari ini,red) tidak ada penjual tempe," ujarnya.
Aksi sweeping terhadap pedagang tempe dan tahu ini terjadi di pasar tradisional Pakis Surabaya. Puluhan orang yang melakukan sweeping langsung menghancurkan tahu dan tempe yang dijual pedagang.
Menurut saksi mata, Maksum yang berdagang ayam potong, aksi sweeping dilakukan puluhan pemuda terjadi sekitar pukul 05.00 Wib, Senin (9/9/2013). "Saat itu sedang ramainya pasar. Biasanya banyak yang jual tahu dan tempe, tadi cuma dua orang yang jual tempe dan ketahuan langsung dagangan tempenya dibuang di jalan dan di injak-injak," jelasnya.
Bahkan, kata Maksum, kejadian serupa hampir terjadi di seluruh pasar. Menurutnya, ia juga diberitahu saudaranya yang berjualan di Pasar Simo dan terjadi aksi sweeping terhadap pedagang tahu dan tempe disana.
"Hampir menyeluruh mas, di Simo kata adik sepupu saya juga ada sweeping dan sama seperti disini, begitu kedapatan ada yang tetap jugal tempe langsung dibuang dijalan dan di injak-injak," imbuh pria 59 tahun ini.
Haryati, pedagang warung makanan mengungkapkan hal yang sama. Bahkan dirinya mengaku ketakutan dengan aksi sweeping pedagang tahu dan tempe tersebut. "Tadi seperti orang tawuran. Saya takut sampai masakan tempe untuk menu lauk di warung, saya sembunyikan," ujarnya.
Ibu 3 anak asal Mojokerto ini mengaku mendapatkan tempe dan dibeli dua hari lalu. "Saya kan sudah langganan, dan kemarin saya disuruh beli dobel karena diberitahu kalau besok (hari ini,red) tidak ada penjual tempe," ujarnya.
Quote:
Mogok 3 Hari, Pengusaha Tempe Jual Lontong
Quote:

Quote:
Pekerja melakukan perawatan pabrik saat mogok produksi di pabrik tempe di kawasan Jalan Jakarta, Bandung, Jawa Barat (9/9). Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp 9.400 hingga Rp 9.600 per kg.
Quote:

Quote:
Pekerja di pabrik tempe di kawasan Muararajeun, Bandung, Jawa Barat, membuat pembungkus lontong sementara pabrik mereka mogok produksi selama tiga hari.
Quote:

Quote:
Suasana pembuatan keripik pisang sale di sentra oleh-oleh Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (9/9). Selama tiga hari pembuatan keripik tempe goreng di sentra tersebut libur karena mogok nasional.
Quote:

Quote:
Pekerja menggoreng keripik pisang sale di sentra oleh-oleh Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (9/9). Harga keripik tempe sendiri naik menjadi Rp 40.000 per kg dari semula Rp 36.000.
Quote:

Quote:
Pekerja membuat adonan untuk bahan pembuatan keripik oncom dan pisang sale di sentra oleh-oleh Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (9/9).
Quote:
Tempe Mahal, Warga Pacitan Beralih ke `Benguk`
Quote:
Warga Pacitan punya kiat tersendiri menghadapi harga tempe kedelai yang kian mahal. Sebagian di antara mereka beralih mengonsumsi tempe berbahan baku biji kara atau benguk. Tidak itu saja, tempe berbahan lamtoro atau biasa disebut mlanding juga menjadi alternatifnya. “Sudah beberapa hari ini saya menghidangkan tempe benguk untuk lauk dan camilan di rumah,” kata Siti Azizah, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, saat dihubungi, Senin 9 September 2013.
Menurutnya, saat dimakan tempe benguk harus digigit lebih keras dibandingkan makanan serupa yang berbahan kedelai. Meski begitu, cita rasa dan kandungan gizinya dinilai tidak kalah. Karena itu, di saat harga tempe kedelai mahal, Siti sengaja mengalihkan lauk kesukaan keluarganya ke tempe benguk. Harganya murah meriah, per bungkus cuma Rp 500 sementara per kotak tempe kedelai Rp 2.500. “Di pasar tempe kedelai juga semakin sulit dicari,” ujar Siti yang biasa berbelanja di Pasar Minulyo, Kelurahan Baleharjo, Pacitan.
Sebulan yang lalu harga tempe dengan ukuran sama di pasaran masih berkisar antara Rp 1.000-2.000. Lonjakan nilai jual komoditas lauk tersebut merupakan imbas kenaikan harga kedelai impor. Jika sebelumnya hanya Rp 7.200 terus naik dan saat ini berkisar antara Rp 9.500-Rp 10.000 per kilogram.
Paini, warga Desa, Kecamatan Pringkuku Pacitan juga beralih ke tempe mlanding sebagai alternatif lauk keluarganya. Alasannya, kata dia, harganya hanya Rp 1.000 per kotak dengan ukuran sekitar 15 sentimeter, lebar delapan sentimeter, dan tebal Rp 2.500. “Kalau rasanya lebih enak tempe kedelai, tapi karena mahal saya lebih sering memasak tempe mlanding,” kata dia.
Tempe mlanding biasa dibeli di pasar yang masuk wilayah Desa Ngadirejen, Kecamatan Pringkuku. Di tempat itu tempe kedelai mulai jarang ditemukan. Paini menngaku mendapat cerita bahwa kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tempe mengurangi produksi.
Menurutnya, saat dimakan tempe benguk harus digigit lebih keras dibandingkan makanan serupa yang berbahan kedelai. Meski begitu, cita rasa dan kandungan gizinya dinilai tidak kalah. Karena itu, di saat harga tempe kedelai mahal, Siti sengaja mengalihkan lauk kesukaan keluarganya ke tempe benguk. Harganya murah meriah, per bungkus cuma Rp 500 sementara per kotak tempe kedelai Rp 2.500. “Di pasar tempe kedelai juga semakin sulit dicari,” ujar Siti yang biasa berbelanja di Pasar Minulyo, Kelurahan Baleharjo, Pacitan.
Sebulan yang lalu harga tempe dengan ukuran sama di pasaran masih berkisar antara Rp 1.000-2.000. Lonjakan nilai jual komoditas lauk tersebut merupakan imbas kenaikan harga kedelai impor. Jika sebelumnya hanya Rp 7.200 terus naik dan saat ini berkisar antara Rp 9.500-Rp 10.000 per kilogram.
Paini, warga Desa, Kecamatan Pringkuku Pacitan juga beralih ke tempe mlanding sebagai alternatif lauk keluarganya. Alasannya, kata dia, harganya hanya Rp 1.000 per kotak dengan ukuran sekitar 15 sentimeter, lebar delapan sentimeter, dan tebal Rp 2.500. “Kalau rasanya lebih enak tempe kedelai, tapi karena mahal saya lebih sering memasak tempe mlanding,” kata dia.
Tempe mlanding biasa dibeli di pasar yang masuk wilayah Desa Ngadirejen, Kecamatan Pringkuku. Di tempat itu tempe kedelai mulai jarang ditemukan. Paini menngaku mendapat cerita bahwa kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tempe mengurangi produksi.
Quote:
Produsen Tahu di NTT Tolak Mogok

Suasana mogok produksi pembuatan pabrik tahu di kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (9/9). Kenaikan harga kedelai menembus 9-10 ribu rupiah per kg dalam sebulan terakhir.

Suasana mogok produksi pembuatan pabrik tahu di kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (9/9). Kenaikan harga kedelai menembus 9-10 ribu rupiah per kg dalam sebulan terakhir.
Quote:
Pembuat tahu dan tempe di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ikut-ikutan mogok sebagai bentuk protes mahalnya harga kedelai yang dijadikan sebagai bahan baku.
"Kami tidak mau ikut-ikutan dengan aksi mogok para pengrajin tahu dan tempe, seperti di Pulau Jawa," kata pemilik pabrik tahu dan tempe Ping Jaya, Sularno, Selasa, 10 September 2013.
Aksi mogok, menurut dia, akan merugikan karyawannya, karena tidak punya pendapatan. Karena itu, dia tetap memproduksi tahu dan tempe seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen, walaupun diakuinya harga kedelai cukup mahal. "Mau bagaimana lagi pak, walau mahal, kami tetap beli agar bisa produksi tahu dan tempe," katanya.
Namun, dia memita kepada pemerintah untuk membantu para pengusaha tahu dan tempe untuk menekan harga kedelai di pasaran yang telah mencapai Rp 490 ribu per 50 kilogram (kg), atau naik dari sebelumnya hanya Rp 420 ribu per kg-nya. "Kenaikan harga kedelai tahun ini cukup drastis, sehingga membuat kami cukup kewalahan," katanya.
Dengan kenaikan ini, maka pihaknya juga menaikan harga tahu di pasaran dari sebelumnya Rp 68 ribu per papan, menjadi Rp 72 ribu per papan. Sedangkan ukuran besar dijual Rp 4 ribu per empat potong, dan ukuran kecil dijual Rp 2 ribu per empat potong. "Kami terpaksa menaikan harga tahu, dampak dari kenaikan harga kedelai," katanya.
"Kami tidak mau ikut-ikutan dengan aksi mogok para pengrajin tahu dan tempe, seperti di Pulau Jawa," kata pemilik pabrik tahu dan tempe Ping Jaya, Sularno, Selasa, 10 September 2013.
Aksi mogok, menurut dia, akan merugikan karyawannya, karena tidak punya pendapatan. Karena itu, dia tetap memproduksi tahu dan tempe seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen, walaupun diakuinya harga kedelai cukup mahal. "Mau bagaimana lagi pak, walau mahal, kami tetap beli agar bisa produksi tahu dan tempe," katanya.
Namun, dia memita kepada pemerintah untuk membantu para pengusaha tahu dan tempe untuk menekan harga kedelai di pasaran yang telah mencapai Rp 490 ribu per 50 kilogram (kg), atau naik dari sebelumnya hanya Rp 420 ribu per kg-nya. "Kenaikan harga kedelai tahun ini cukup drastis, sehingga membuat kami cukup kewalahan," katanya.
Dengan kenaikan ini, maka pihaknya juga menaikan harga tahu di pasaran dari sebelumnya Rp 68 ribu per papan, menjadi Rp 72 ribu per papan. Sedangkan ukuran besar dijual Rp 4 ribu per empat potong, dan ukuran kecil dijual Rp 2 ribu per empat potong. "Kami terpaksa menaikan harga tahu, dampak dari kenaikan harga kedelai," katanya.
Quote:
Pasokan Tempe ke Pasar Terhenti

Pabrik pembuatan pabrik tahu yang mogok produksi di Cipulir, Jakarta, (9/9). Produsen tahu tempe mogok untuk memprotes harga kedelai yang naik menembus Rp 9000 per kg.

Pabrik pembuatan pabrik tahu yang mogok produksi di Cipulir, Jakarta, (9/9). Produsen tahu tempe mogok untuk memprotes harga kedelai yang naik menembus Rp 9000 per kg.
Quote:
Meski paguyuban pedagang tahu-tempe di Surakarta tidak berencana ikut mogok produksi pada 9-11 September, nyatanya pasokan tempe ke pedagang pasar tradisional terhenti. Salah seorang penjual tempe di Pasar Legi, Rahmi, mengatakan hari ini tidak mendapat pasokan tempe dari tiga perajin tempe langganannya.
Padahal, dalam sehari dia biasanya mendapat pasokan sekitar 200 lonjor tempe berukuran panjang 30 sentimeter, lebar 5 sentimeter, dan tebal 2 sentimeter. "Saya terpaksa bikin tempe sendiri. Biar pelanggan tidak kecewa," katanya kepada wartawan, Senin, 9 September 2013.
Hari ini Rahmi membuat 50 lonjor tempe. Namun, karena stok terbatas, dia menaikkan harga jual dari Rp 2 ribu per lonjor menjadi Rp 3 ribu. "Tempe saya langsung diserbu pembeli karena tidak banyak yang jual tempe," ujarnya.
Rahmi mengaku akan memproduksi tempe sendiri hingga Rabu. Karena tiga pemasoknya sudah memberi tahu akan libur produksi selama tiga hari. "Saya tidak takut kena sweeping. Yang penting pelanggan tidak kecewa," katanya.
Penjual tempe lainnya, Parni mengatakan pasokan tempe terhenti karena perajin tempe langganannya tidak produksi. "Mereka tidak produksi. Katanya kalau tetap bikin akan diganggu perajin tempe lainnya," ujar. Biasanya dia yang mendapat pasokan dari 100 lonjor tempe dari perajin di Sukoharjo.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya, Parni terpaksa mencari tempe dari perajin lainnya. Itu pun pasokannya hanya 300 lonjor yang dijual Rp 1.500 per lonjor. "Kalau yang biasa saya jual, harganya Rp 3 ribu per lonjor. Rasanya lebih enak," ucapnya.
Sedangkan untuk pasokan tahu, dia mengaku tidak ada masalah. Hari ini dia tetap mendapat kiriman 10 tong berisi 300 buah tahu per tong. "Pasokannya tetap, tapi ukurannya dikurangi," katanya.
Penjual tempe lainnya, Suginah mengaku hanya membuat 2 kilogram tempe bungkus daun. "Biasanya 5 kilogram," ujarnya. Dia mengurangi jumlah produksi karena harga kedelai impor mahal dan ikut solidaritas perajin tempe lainnya yang menghentikan produksi.
"Kalau perajin tempe skala besar memang berhenti produksi. Yang kecil-kecil seperti saya masih produksi tapi jumlahnya sedikit," katanya. Sehari-harinya Suginah menjual per 10 buah tempe dengan harga Rp 3 ribu.
Quote:
Produsen Tahu Yun Sen dan Tauhid Ikut Mogok
Quote:
Produsen tahu ternama di Bandung, tahu Talaga Yun Sen atau biasa disebut tahu Yunsen juga mogok produksi. "Kita harus tutup, nggak boleh buka, ya kita ikut saja," kata Wati, pengelola produksi tahu itu saat dihubungi Tempo, Senin, 9 September 2013.
Pada 7 September lalu, produsen tahu yang beralamat di Jalan Sudirman Bandung itu menerima surat edaran dari Kopti (Koperasi Perajin Tahu-Tempe Indonesia) yang meminta perajin berhenti produksi selama 3 hari, mulai 9 hingga 11 September 2013. Meski Wati sendiri mengaku, tidak mengerti alasannya.
Gara-gara itulah, di hari terakhir tidak boleh produksi, pada Minggu, 8 September 2013, pengelola tahu Yun Sen memprioritaskan produksinya pada pedagang pengecer bermodal kecil itu. “Biar mereka bisa hidup. Kasihan kalau yang kecil ini gak jualan, saya kasih (stok untuk jualan) dua hari,” kata Wati.
Hal yang sama dilakukan produsen tahu Tauhid di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. ”Mulai dari hari ini stop jualan,” kata Dini Oktaviani, keluarga pemilik produsen tahu itu pada Tempo.
Dini mengatakan, tahu Tauhid ikut berpartisipasi mogok berproduksi karena mereka juga ikut mengalami imbas kenaikan harga bahan baku kedelai. “Kita juga ikut merasakan,” kata Dini. Tahu Tauhid adalah merek dagang tahu yang terkenal di Lembang dan Bandung.
Menurut dia, kenaikan kedelai dalam sebulan terakhir ini memaksa Tahu Tauhid menaikkan harga juga. Selain itu, tahu tauhid juga terpaksa tidak memasok kebutuhan tahu untuk supermarket yang sudah diikat dalam kontrak. “Ada beberapa pelanggan kecewa kenapa tidak bisa (memasok). Kalau tetap buka, nggak ikut berpartisipasi. Padahal kita juga merasakan imbasnya,” kata dia.
Pada 7 September lalu, produsen tahu yang beralamat di Jalan Sudirman Bandung itu menerima surat edaran dari Kopti (Koperasi Perajin Tahu-Tempe Indonesia) yang meminta perajin berhenti produksi selama 3 hari, mulai 9 hingga 11 September 2013. Meski Wati sendiri mengaku, tidak mengerti alasannya.
Gara-gara itulah, di hari terakhir tidak boleh produksi, pada Minggu, 8 September 2013, pengelola tahu Yun Sen memprioritaskan produksinya pada pedagang pengecer bermodal kecil itu. “Biar mereka bisa hidup. Kasihan kalau yang kecil ini gak jualan, saya kasih (stok untuk jualan) dua hari,” kata Wati.
Hal yang sama dilakukan produsen tahu Tauhid di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. ”Mulai dari hari ini stop jualan,” kata Dini Oktaviani, keluarga pemilik produsen tahu itu pada Tempo.
Dini mengatakan, tahu Tauhid ikut berpartisipasi mogok berproduksi karena mereka juga ikut mengalami imbas kenaikan harga bahan baku kedelai. “Kita juga ikut merasakan,” kata Dini. Tahu Tauhid adalah merek dagang tahu yang terkenal di Lembang dan Bandung.
Menurut dia, kenaikan kedelai dalam sebulan terakhir ini memaksa Tahu Tauhid menaikkan harga juga. Selain itu, tahu tauhid juga terpaksa tidak memasok kebutuhan tahu untuk supermarket yang sudah diikat dalam kontrak. “Ada beberapa pelanggan kecewa kenapa tidak bisa (memasok). Kalau tetap buka, nggak ikut berpartisipasi. Padahal kita juga merasakan imbasnya,” kata dia.
Quote:
Quote:
Quote:
Thank's banget untuk agan yang udah mau ngirimin ane cendol 
serta abu gosoknya


serta abu gosoknya

Spoiler for Komentar agan-agan warga KASKUS:
Diubah oleh arti24 10-09-2013 14:37
0
48.6K
Kutip
692
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.3KThread•57.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
arti24
#2
Komentar Agan-agan Warga KASKUS
Quote:
Spoiler for Komen agan-agan warga KASKUS Part1:
Quote:
Original Posted By topengbaldwin►sebenarnya yg teriak2 mahal tuh siapa sih?
produsen tempe/tahu atau pembeli??
perasaan yang teriak kenceng selama ini adalah pabrik tahu/tempe
kalo biaya produksi naek ya harga dinaikin aja kok repot... paling pembeli teriak cuma 2-3 hari aja abis itu diem...wong butuh kok
Tahu/Tempe adalah produk laku alias fast moving jadi gak usah takut gak laku...
Yang (ngajak-ngajak) mogok Terlalu mendramatisir
produsen tempe/tahu atau pembeli??
perasaan yang teriak kenceng selama ini adalah pabrik tahu/tempe

kalo biaya produksi naek ya harga dinaikin aja kok repot... paling pembeli teriak cuma 2-3 hari aja abis itu diem...wong butuh kok
Tahu/Tempe adalah produk laku alias fast moving jadi gak usah takut gak laku...
Yang (ngajak-ngajak) mogok Terlalu mendramatisir

Quote:
Original Posted By janemooncake►apa urusannya main sweeping ke pasar, jangan ikut Koperasi yg cuma bisa menjerit dan melarang anggotanya!!!


Lebih baik independen, beli kedelai mahal, ya jual tempenya mahal!!! Dasar katrok aja pemikirannya
emang dengan demo harga kedelai bisa turun!!!
kalo ga bisa bersaing dipasar, lebih baik kerja atau jadi kuli orang!!!
jangan jadi provokator tempe dan menyusahkan rakyat!



Lebih baik independen, beli kedelai mahal, ya jual tempenya mahal!!! Dasar katrok aja pemikirannya
emang dengan demo harga kedelai bisa turun!!!
kalo ga bisa bersaing dipasar, lebih baik kerja atau jadi kuli orang!!!

jangan jadi provokator tempe dan menyusahkan rakyat!

Quote:
Original Posted By uum12345►
gan itu namanya rakyat dalam hal ini pengusaha tempetahu lagi marah, mereka inikan juga bagian dari kelompok masyarakat yang membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gisi yang paling dasar dari rakyat, harusnya mereka ini di bantu, kl harga mahal mereka juga bisa jual mahal, tapi mereka ini sadar pembelinya mayoritas rakyat gan rakyat yang paling bawah, yang kalo gak punya duit cuma bisa makan nasi raskin sam atempetahu goreng peke rawit, kalo gak punya minyak tempe dibakar apa dikukus. mereka gak pernah peduli KFC naik, AW naik...
mereka para pengusaha tempe ini masih punya nurani, kalo dinaikin harganya pasti yang pembeli yang jelata banget tadi makin gak bisa makan yang bergisi padahal yang bisa dibeli cuma tempe tahu.
gan... para bakul2 di pasar itu punya nurani, pada saat harga naik, mereka juga sedih banget, karena kalo dipasar itu interaksi pembeli penjual kuat. jadi mereka juga bisa ngrasain kesusahan pembelinya...
harusnya pemerintah tanggap sama masalah ini, dan jauh2 bisa antisipasi...
sedih banget ane di negara auto pilot ini...


gan itu namanya rakyat dalam hal ini pengusaha tempetahu lagi marah, mereka inikan juga bagian dari kelompok masyarakat yang membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gisi yang paling dasar dari rakyat, harusnya mereka ini di bantu, kl harga mahal mereka juga bisa jual mahal, tapi mereka ini sadar pembelinya mayoritas rakyat gan rakyat yang paling bawah, yang kalo gak punya duit cuma bisa makan nasi raskin sam atempetahu goreng peke rawit, kalo gak punya minyak tempe dibakar apa dikukus. mereka gak pernah peduli KFC naik, AW naik...
mereka para pengusaha tempe ini masih punya nurani, kalo dinaikin harganya pasti yang pembeli yang jelata banget tadi makin gak bisa makan yang bergisi padahal yang bisa dibeli cuma tempe tahu.
gan... para bakul2 di pasar itu punya nurani, pada saat harga naik, mereka juga sedih banget, karena kalo dipasar itu interaksi pembeli penjual kuat. jadi mereka juga bisa ngrasain kesusahan pembelinya...
harusnya pemerintah tanggap sama masalah ini, dan jauh2 bisa antisipasi...
sedih banget ane di negara auto pilot ini...


Quote:
Original Posted By alghif►
nurani apa yg memaksa orang lain untuk tidak berjualan?
..
ane setuju pemerintah harus tanggap, tangkepin yang sweeping lah ... punya hak apa mereka? sampe melarang orang untuk dagang
nurani apa yg memaksa orang lain untuk tidak berjualan?
.. ane setuju pemerintah harus tanggap, tangkepin yang sweeping lah ... punya hak apa mereka? sampe melarang orang untuk dagang
Quote:
Original Posted By saikyo►di satu sisi mereka kudu kompak, kalo gak, ancaman mereka gak berarti. di sisi lain, penjual juga butuh duit.
Quote:
Original Posted By mjelka►dulu, tempe itu identik dengan makanan rakyat, pasti kalo orang makan tahu tempe dibilang ga ada duit, sekarang kayanya tempe mau naik kelas, jadi makanan orang kaya, pertanyaannya kalo tahu tempe aja jadi makanannya orang kaya, rakyat kecil makan apa sekarang ? nasi pake garem aja kali ya..
(itu juga kalo garem harganya ga mahal
)
tadi sempet lihat di pict yang di share TS ada kantong kedelai yang tulisannya "US SOYBEAN" hmm aneh juga sih dulu waktu gw sd smp gw diajarin kalo indo itu negara agraris, negara penghasil pangan, tapi skrg ? bahan makanan semuanya di import, aneh ! negara kaya tapi semua ngimport ! pemerintahnya apa rakyatnya yang ga bener nih jadinya ?
(itu juga kalo garem harganya ga mahal
) tadi sempet lihat di pict yang di share TS ada kantong kedelai yang tulisannya "US SOYBEAN" hmm aneh juga sih dulu waktu gw sd smp gw diajarin kalo indo itu negara agraris, negara penghasil pangan, tapi skrg ? bahan makanan semuanya di import, aneh ! negara kaya tapi semua ngimport ! pemerintahnya apa rakyatnya yang ga bener nih jadinya ?
Quote:
Original Posted By agungfajari►make sense, produksi kedelai lokal berapa dan konsumsi dalam negeri berapa?
ngga bisa salah juga kalau serba mahal orang tergantung impor.
mau dibuat kebijakan kyk gimanapun sulit karena memang petani sendiri sungkan tanam kedelai.
ini baru kedelai, gimana lagi gandum nanti yang 80% impor dari amerika.
ngga bisa salah juga kalau serba mahal orang tergantung impor.
mau dibuat kebijakan kyk gimanapun sulit karena memang petani sendiri sungkan tanam kedelai.
ini baru kedelai, gimana lagi gandum nanti yang 80% impor dari amerika.
Quote:
Original Posted By stay.SIC►bego banget yak orang jualan kok disweeping pake diancurin lagi tempe tahunya 
bisa diliat yang pake otak ya naekin aj harganya toh pembeli juga maklum, yg ga pake otak cuman bisa berlaku barbar

bisa diliat yang pake otak ya naekin aj harganya toh pembeli juga maklum, yg ga pake otak cuman bisa berlaku barbar

Quote:
Original Posted By zoka►klo harga kedelai naik ya harga tempe naik, gt aja kok repot..emank tempe harus murah terus, klo murah terus kapan petani kedelai bisa hidup??
orang yang hidup di kota juga tetap bisa beli tahu/tempe walau harganya naik..
jadi dasarnya klo kebutuhan dasar naik maka standar gaji juga akan naik.jadi ga perlu lah demo itu,mau demo juga pemerintahnya aja lagi sibuk ngurusin pemilu 2014 kok, dollar tetap aja naik tapi petani/nelayan tetap miskin..kasian mereka
orang yang hidup di kota juga tetap bisa beli tahu/tempe walau harganya naik..
jadi dasarnya klo kebutuhan dasar naik maka standar gaji juga akan naik.jadi ga perlu lah demo itu,mau demo juga pemerintahnya aja lagi sibuk ngurusin pemilu 2014 kok, dollar tetap aja naik tapi petani/nelayan tetap miskin..kasian mereka
Quote:
Original Posted By AnkaTanuwirya►disaat negara lain sudah sampe bulan, kita masih ngurusin tempe 
segitu susahnya kah naikin produksi kedelai lokal?

segitu susahnya kah naikin produksi kedelai lokal?

Quote:
Original Posted By pb.philips►Jawabannya ya sebenanrnya sederhana, bahan baku impor naik mengikuti kurs dollar, karena kita nga swasembada kedelai, jadi kita masih banyak import kedelai.
Mau demo kaya apapun, pemerintah nga bisa berbuat apa2, karena memang keadaannya dipengaruhi kondisi global.
asumsi, kalaupun bahan baku full lokal, petani dan pedagang kedelai pasti menaikkan harga jual kedelai mereka. Pupuk dan biaya lainnya pasti naik, karena dollar.
Jawaban semua ini adalah bagaimana masyarakat dibantu peran pemeritah meningkatkan derajat hidup masyarakat, agar dapat mengimbangi terjadinya inflasi yang terus terjadi.
1. Peningkatan taraf pendidikan.
2. Penciptaan lapangan kerja seluas2nya
3. Peningkatan taraf hidup masyarakat, jangan hanya terpaku dengan mata pencaharian yang mengandalkan tenaga saja, tingkatkan ke mata pencaharian yang mengandalkan skill.
dengan stop produksi, malah merugikan mereka sendiri dan orang2 yang terlibat dalam pedistribusian dan konsumsi tempe dan tahu.

Mau demo kaya apapun, pemerintah nga bisa berbuat apa2, karena memang keadaannya dipengaruhi kondisi global.
asumsi, kalaupun bahan baku full lokal, petani dan pedagang kedelai pasti menaikkan harga jual kedelai mereka. Pupuk dan biaya lainnya pasti naik, karena dollar.
Jawaban semua ini adalah bagaimana masyarakat dibantu peran pemeritah meningkatkan derajat hidup masyarakat, agar dapat mengimbangi terjadinya inflasi yang terus terjadi.
1. Peningkatan taraf pendidikan.
2. Penciptaan lapangan kerja seluas2nya
3. Peningkatan taraf hidup masyarakat, jangan hanya terpaku dengan mata pencaharian yang mengandalkan tenaga saja, tingkatkan ke mata pencaharian yang mengandalkan skill.
dengan stop produksi, malah merugikan mereka sendiri dan orang2 yang terlibat dalam pedistribusian dan konsumsi tempe dan tahu.

Spoiler for Komen agan-agan warga KASKUS Part2:
Quote:
Original Posted By blacktrabia►sebenernya ane miris gan, sedih juga sih liat harga2 pada naek... 
tapi yang ane ga suka dari sweeping2 ini adalah pedagang yang jualan tahu-tempenya di ambil trus diinjek2 di awur2 trus masuk tong sampah...ane ngerti perasaan produsen tahu tempe, tapi kayaknya jangan berlebihan gitu deh...malah jadi ga simpati masyarkat, makanan yang udah jadi dibuang2 begitu aja disia2 in...dalam ajaran agama ane, ga baik mubazir kek gt..
adakah cara lain yang lebih berkeprimanusiaan dan berke pri tahuan
pemerintah kayaknya kudu tegas maslah swasembada pangan, jangan sampe tahu tempe naek harganya setara daging ayam
dan juga makanan asli indonesia ini jangan smpe di klaim negara lain, jepang aja malah belajar dari kita buat tahu tempe 
Tahu-Tempe Makanan Rakyat, Harga Merakyat, Tapi Kualitas & Mutu Konglomerat
Kalo bener yah barangkali boleh pejwan om tees

tapi yang ane ga suka dari sweeping2 ini adalah pedagang yang jualan tahu-tempenya di ambil trus diinjek2 di awur2 trus masuk tong sampah...ane ngerti perasaan produsen tahu tempe, tapi kayaknya jangan berlebihan gitu deh...malah jadi ga simpati masyarkat, makanan yang udah jadi dibuang2 begitu aja disia2 in...dalam ajaran agama ane, ga baik mubazir kek gt..
adakah cara lain yang lebih berkeprimanusiaan dan berke pri tahuan

pemerintah kayaknya kudu tegas maslah swasembada pangan, jangan sampe tahu tempe naek harganya setara daging ayam
dan juga makanan asli indonesia ini jangan smpe di klaim negara lain, jepang aja malah belajar dari kita buat tahu tempe 
Tahu-Tempe Makanan Rakyat, Harga Merakyat, Tapi Kualitas & Mutu Konglomerat

Kalo bener yah barangkali boleh pejwan om tees

Quote:
Original Posted By rdxz►ane ikut marah sama pemerintah, tahu dan tempe inikan makanan yang bergisi yang paling bisa di beli rakyat kecil. 
malah harusnya pengrajin tahu tempe ini di perhatiin pemerintah, dibantu usahanya, didukung segala cara, paling enggak mereka ini membantu mengadakan gizi masyarakat luas.
ane gak tau cara kerja pemerintah, yang ane tau hidup sekarang makin susah, dan ane yang rakyat ini merasa para petinggi negara ini makin jauh dari rakyatnya, dan rakyat makin diabaikan

malah harusnya pengrajin tahu tempe ini di perhatiin pemerintah, dibantu usahanya, didukung segala cara, paling enggak mereka ini membantu mengadakan gizi masyarakat luas.
ane gak tau cara kerja pemerintah, yang ane tau hidup sekarang makin susah, dan ane yang rakyat ini merasa para petinggi negara ini makin jauh dari rakyatnya, dan rakyat makin diabaikan

Quote:
Original Posted By ĀŚĬĖĤ►
mahal karena sekarang warga indonesia ngk pernah mau bercocok tanan...
karena kalau pas musim panen harga ancurr..... mana bisa pulih biasa buat nanamnya...
lagiii orang desa sekarang lebih suka jadi buruh ngk riber katanyee...


mahal karena sekarang warga indonesia ngk pernah mau bercocok tanan...
karena kalau pas musim panen harga ancurr..... mana bisa pulih biasa buat nanamnya...
lagiii orang desa sekarang lebih suka jadi buruh ngk riber katanyee...



Quote:
Original Posted By Ravenboys►yg jualan kok disweeping dan dihancurin tahu dan tempe ny?yg jualan tahu tempe juga org kelas bawah.mereka butuh makan dan hidup.mereka jualan untuk mencari makan.malah dihancurin.harg kedelai naik y jual tahu dan tempe dinaikan juga.ngk mampu bersaing pindah profesi.beginilah hidup sekarang.harus mampu bersaing.jangan cuma karena da kenaikan sesuatu komoditi kita sebagai rakyat indonesia hanya bisa mengeluh dan merengek rengek.saya rasa di berita berita ngk begitu bnyk tu pembeli yg mengeluh tahu tempe mahal sampai mendramatisir dibandingkan para produsen tahu.sampai2 kedelai dibuang buang.uda tau mahal tapi kok dibuang buang.dihancurin tahu tempe ny.kita sebagai rakyat indonesia jgn terlalu manja.harus mampu bersaing dan saling bersaing.thanks
Quote:
Original Posted By sukirwan►sebenernya pedagang tempe itu mendapat tekanan untuk tidak jualan oleh asosiasinya. asosiasinya itu terdiri dari produsen dan pedagang produk kedele, pertanyaannya kenapa produsen dan pedagang tempe di tekan asosiasinya untuk melakukan MOGOK ?
ternyata asosiasinya di back up oleh stock list kedelai cq importir kedelai cq PARPOL yang berkepentingan dan ujung - ujungnya ya gitu deh....
kenapa kok mereka (suplier kedelai cq stock list) pada berusaha stop produksi, karena mereka ketakutan nanti pas mereka impor lagi harganya tinggi, tapi pas waktunya di distribusikan pas rupiah kembali stabil sehingga impor yang sudah terlanjur jadi berasa mahal

padahal prinsip pedagang dan produsen tempe itu simple... kalo harga naik ya harga jual ikut naik kalo perlu volumenya diperkecil untuk menekan harga dsb,... karena tidak takut fluktuasi, lha tapi importirnya dan distributornya ketakutan setengah mati.
saran saya sebaiknya asosiasinya di sweeping aja karena membatasi kebebasan berusaha
ternyata asosiasinya di back up oleh stock list kedelai cq importir kedelai cq PARPOL yang berkepentingan dan ujung - ujungnya ya gitu deh....
kenapa kok mereka (suplier kedelai cq stock list) pada berusaha stop produksi, karena mereka ketakutan nanti pas mereka impor lagi harganya tinggi, tapi pas waktunya di distribusikan pas rupiah kembali stabil sehingga impor yang sudah terlanjur jadi berasa mahal


padahal prinsip pedagang dan produsen tempe itu simple... kalo harga naik ya harga jual ikut naik kalo perlu volumenya diperkecil untuk menekan harga dsb,... karena tidak takut fluktuasi, lha tapi importirnya dan distributornya ketakutan setengah mati.
saran saya sebaiknya asosiasinya di sweeping aja karena membatasi kebebasan berusaha
Quote:
Original Posted By 7426►Yg di bantu harusnya petani kedelainya, dikasi insentif kek, kasi subsidi pupuk kek, ato dikasi bibit yg bagus..ente mahasiswa2 jg jgn cuma ikut panas2 tai ayam, turun ke lapangan, bantu petani ato bertani sekalian, kan sdh ada otak sama nalar tuh abis kuliah, bikin dong sistem pertanian yg lebih baik, banyak jg kok duitnya nanti
Quote:
Original Posted By ladolcevita789►padahal kan ada yg jualan krn mmg butuh uangnya utk penghasilan sehari2. kenapa musti di-sweeping sih. kan jualan juga hak asasi manusia asalkan emg bener dan halal jualannya. ga usah pake dibuang gitu dagangan orang 
semoga petani kedelai lokal makin semangat produksi dg adanya kenaikan harga kedelai ini, amin. biar impor kedelai berkurang amin.


semoga petani kedelai lokal makin semangat produksi dg adanya kenaikan harga kedelai ini, amin. biar impor kedelai berkurang amin.

Quote:
Original Posted By GM07►Mogok produksi atau dagang boleh saja, toh itu hak produsen.
Tapi, parah banget kalau sampai ngerusakin dagangan orang karena dianggap ga solider
sebenernya, bagi ane lebih baik tetap dagang sambil menaikkan harga drpd mogok dagang
toh kenaikan harga kedelai udah jadi isu yg meluas
konsumen juga bakal maklum kalau tempe/tahu naik harga
btw, selain dr kedelai, tempe juga bisa dibuat dr biji saga.
Tetapi, hasilnya biasanya masih ada bau langu dlm tempe tsb
Tapi, parah banget kalau sampai ngerusakin dagangan orang karena dianggap ga solider

sebenernya, bagi ane lebih baik tetap dagang sambil menaikkan harga drpd mogok dagang
toh kenaikan harga kedelai udah jadi isu yg meluas
konsumen juga bakal maklum kalau tempe/tahu naik harga
btw, selain dr kedelai, tempe juga bisa dibuat dr biji saga.
Tetapi, hasilnya biasanya masih ada bau langu dlm tempe tsb

Quote:
Original Posted By mynesha►Ya wajar lah kedelai mahal, namanya juga impor.
Biarin aja mahal, biar petani di Indonesia semangat mau nanam kedelai.
Sekarang kan petani Indonesia males nanam kedelai karena biaya produksinya lebih gede daripada kedelai impor (yang disubsidi abis2an).
Kalau terus2an ngomong kedelai mesti bebas bea impor dan subsidi cuma karena itu sumber protein rakyat kecil, bulshit aja.
Sumber protein nabati bukan cuma kedelai, kacang merah dan kacang hijau juga sumber protein nabati, dan harganya lebih murah karena produksinya di Indonesia melimpah.
Biarin aja mahal, biar petani di Indonesia semangat mau nanam kedelai.
Sekarang kan petani Indonesia males nanam kedelai karena biaya produksinya lebih gede daripada kedelai impor (yang disubsidi abis2an).
Kalau terus2an ngomong kedelai mesti bebas bea impor dan subsidi cuma karena itu sumber protein rakyat kecil, bulshit aja.
Sumber protein nabati bukan cuma kedelai, kacang merah dan kacang hijau juga sumber protein nabati, dan harganya lebih murah karena produksinya di Indonesia melimpah.
Quote:
Original Posted By Garawall►kedelai import itu bahaya nggak sih buat manusia bros?
katanya karena hasil rekayasa genetik akan menimbulkan
"unknown consequences" di jangka panjang.
makanya, kayaknya bagusan bila kita nanem sendiri yaah,
tapi di protect sama Gov't
katanya karena hasil rekayasa genetik akan menimbulkan
"unknown consequences" di jangka panjang.
makanya, kayaknya bagusan bila kita nanem sendiri yaah,
tapi di protect sama Gov't

Quote:
Original Posted By suwi►pedagang tempe tanpa disadari udah bikin kartel. kartel yang kalo pelakunya bisnis besar, dihujat habis-habisan. tapi kalo pedagang tempe yang sampe tega sweeping pedagang tempe lainnya yg nyoba nyari rejeki, kok ga ada yg hujat ya??
namanya pasar, khususnya pasar tradisional seharusnya orang bebas mau jual barang kebutuhan apa aja, harga berapa, bahkan yg mau barter pun masih sah. selama prinsip saling membutuhkan masih terpenuhi (CMIIW). rejeki orang kan hak masing-masing.
namanya pasar, khususnya pasar tradisional seharusnya orang bebas mau jual barang kebutuhan apa aja, harga berapa, bahkan yg mau barter pun masih sah. selama prinsip saling membutuhkan masih terpenuhi (CMIIW). rejeki orang kan hak masing-masing.
Diubah oleh arti24 10-09-2013 14:32
0
Kutip
Balas

