- Beranda
- Stories from the Heart
Tell me your dreams
...
TS
avelsalviane
Tell me your dreams
karena thread ini dibuat malem hari jadi...
all credits goes to you, si anak tukang beras.
cheers
malem gan! numpang coret2 ya dimari. habis ngubek2 klonengan di old kaskus ternyata ketemu cerita yg di tulis sm temen gw. doi cewe dan minjem klonengan gw karna doi ga ngerti ngaskus. skrg pun doi uda ga ngaskus. harapan gw tulisan doi bisa menghibur temen2 disini. dan oh ya, ini cerita dibuat pas doi lg jatuh cinta nih kayaknya
jadi mgkn mirip2 serial cantik ya. but, sbg cerita cinta pendek mnrt gw cerita ini bagus. soooooo, happy reading!
jadi mgkn mirip2 serial cantik ya. but, sbg cerita cinta pendek mnrt gw cerita ini bagus. soooooo, happy reading!all credits goes to you, si anak tukang beras.
cheers

Quote:
Diubah oleh avelsalviane 01-08-2013 14:32
anasabila memberi reputasi
1
1.5K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
avelsalviane
#20
#10
"oke lu kabarin gua aja ya entar. Oke, oke " Max menutup telponnya.
"...." Karin memandang Max dengan tatapan penuh pertanyaan.
"apa?"
"telpon dari siapa?"
"dari temen gua. gua ada panggilan perform dr Mall."
Karin memiringkan kepalanya, "lu terima?"
"iya lah, masa rejeki gua tolak." jawab Max kilat.
"tanpa tanya pendapat gua?" Karin mulai sebal.
"Karin sayangg. gua cuma ngejob, ga ada dampak buruk apa-apa kan?"
"ya deh, serah lu aja."
"gua anter pulang yuk."
"...." Karin diam, hanya mengikut Max berjalan ke arah motornya terparkir rapih.
di perjalanan, mereka tidak bercakap-cakap seperti biasa. Max tau bahwa tidak memancing emosi Karin adalah yg terbaik. di sisi lain, Max tidak tahu apa yg harus dibicarakan dengan Karin.
Max mampir sebentar di rumah Karin, menyapa keluarga Karin. Max bersikukuh ingin diajarkan cara melipat baju kilat yg dikuasai Karin, tetapi Karin menolak sampai saat Max melakukan sesuatu yg membuat Karin tertawa geli sehingga mencairlah ketegangan antara mereka berdua.
setelah itu, Max dan Karin kembali bercanda-canda seperti biasa.
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, dan Max pamit pulang. Karin mengantar Max sampai di pintu gerbang rumahnya.
"hati-hati ya Max."
"heeh." jawab Max sambil mengangguk cepat.
"Max, lu tau kan gua ga pernah setuju lu ngeband. tp gua berpikir, kurang bijak kalo gua harus ngelarang lo ngejalanin hobi lu."
"jadi?" tanya Max setelah mengenakan helmnya
"ya, gua kasih lu ngeband mulai sekarang. tapi yg perlu lu inget, gua terus berharap lu berhenti. bukan artinya gua ga dukung lu ya, gua selalu dukung yg terbaik buat lu. cuma gua mau lu ngerti, gua ga suka lu ngeband."
Max mencerna kata demi kata yg keluar dari mulut Karin. Max melepas helmnya dan mengecup pipi kiri Karin.
"thank you ya lu mau ngertiin gua. ya, gua cuma hobi doang kok, ga ada niat ngejalanin terlalu serius, lu tau kan. hua juga ngerti lu takut jadi istri yg selalu gua tinggal-tinggal kalo gua lagi ada kerjaan. tapi lu kbnykan nonton TV Karin." ucap Max setengah bercanda.
"emang gua bilang mau jadi istri lo? yeeee, geer lo." Karin menanggapi candaan Max.
mereka berdua tertawa, sadar bahwa percakapan mereka tidak lebih dari candaan.
"oke, gua cabut ya Karin."
"hati-hati ya Max sayangggg." ucap Karin sambil memukul-mukul bagian atas helm Max.
"...." Max hanya mengacungkan jempolnya, melaju dan meninggalkan Karin yg sedang berdiri, menunggu menghilangnya sosok Max di kejauhan.
-Vina-
membetulkan kacamatanya, dan mulai mengerjakan soal-soal fisiknya. setengah jam lamanya waktu yg dibutuhkan Vina untuk mengerjakan peernya, waktu yg entah singkat atau panjang, tp jelas bagi Vina yg sudah terlatih, itu adalah waktu yg panjang.
selesailah tugas sekolahnya sekarang. Vina memutuskan untuk berbaring dikasurnya, menyetel musik dari iPodnya dan menyalakan playlist kesayangannya.
Handphonenya berbunyi, ada pesan masuk. Dibukanya pesan tersebut.
"Slept already? Have a nice day.
"
SMS dari Max membuat hati Vina girang bukan main. Vina membalas SMS tersebut. Vina berpikir harus membalas apa.
"gua belom tidur kok. telponan yuk. " menekan tombol 'send'
Apakah benar yg gua lakukan ini? Mengajak pacar dari teman baiknya telponan? batin Vina
di sisi lain Vina sangat merasa nyaman berada di dekat Max. dan Vina tidak tahu cara untuk menjauhi Max seperti dulu Vina membuat jarak diantara Max dan dirinya.
beberapa saat kemudian, handphone Vina bergetar.
ya, gua tau gua salah. gue juga ga akan begini terus, gua bakal berusaha ngejauhin Max demi Karin. tapi untuk sementara biarkan gua merasa nyaman seperti ini.
Vina mengangkat telpon tersebut, telpon dari orang yg amat dicintainya.
"Halo." suara di seberang sana.
"Hai...."
"oke lu kabarin gua aja ya entar. Oke, oke " Max menutup telponnya.
"...." Karin memandang Max dengan tatapan penuh pertanyaan.
"apa?"
"telpon dari siapa?"
"dari temen gua. gua ada panggilan perform dr Mall."
Karin memiringkan kepalanya, "lu terima?"
"iya lah, masa rejeki gua tolak." jawab Max kilat.
"tanpa tanya pendapat gua?" Karin mulai sebal.
"Karin sayangg. gua cuma ngejob, ga ada dampak buruk apa-apa kan?"
"ya deh, serah lu aja."
"gua anter pulang yuk."
"...." Karin diam, hanya mengikut Max berjalan ke arah motornya terparkir rapih.
di perjalanan, mereka tidak bercakap-cakap seperti biasa. Max tau bahwa tidak memancing emosi Karin adalah yg terbaik. di sisi lain, Max tidak tahu apa yg harus dibicarakan dengan Karin.
Max mampir sebentar di rumah Karin, menyapa keluarga Karin. Max bersikukuh ingin diajarkan cara melipat baju kilat yg dikuasai Karin, tetapi Karin menolak sampai saat Max melakukan sesuatu yg membuat Karin tertawa geli sehingga mencairlah ketegangan antara mereka berdua.
setelah itu, Max dan Karin kembali bercanda-canda seperti biasa.
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, dan Max pamit pulang. Karin mengantar Max sampai di pintu gerbang rumahnya.
"hati-hati ya Max."
"heeh." jawab Max sambil mengangguk cepat.
"Max, lu tau kan gua ga pernah setuju lu ngeband. tp gua berpikir, kurang bijak kalo gua harus ngelarang lo ngejalanin hobi lu."
"jadi?" tanya Max setelah mengenakan helmnya
"ya, gua kasih lu ngeband mulai sekarang. tapi yg perlu lu inget, gua terus berharap lu berhenti. bukan artinya gua ga dukung lu ya, gua selalu dukung yg terbaik buat lu. cuma gua mau lu ngerti, gua ga suka lu ngeband."
Max mencerna kata demi kata yg keluar dari mulut Karin. Max melepas helmnya dan mengecup pipi kiri Karin.
"thank you ya lu mau ngertiin gua. ya, gua cuma hobi doang kok, ga ada niat ngejalanin terlalu serius, lu tau kan. hua juga ngerti lu takut jadi istri yg selalu gua tinggal-tinggal kalo gua lagi ada kerjaan. tapi lu kbnykan nonton TV Karin." ucap Max setengah bercanda.
"emang gua bilang mau jadi istri lo? yeeee, geer lo." Karin menanggapi candaan Max.
mereka berdua tertawa, sadar bahwa percakapan mereka tidak lebih dari candaan.
"oke, gua cabut ya Karin."
"hati-hati ya Max sayangggg." ucap Karin sambil memukul-mukul bagian atas helm Max.
"...." Max hanya mengacungkan jempolnya, melaju dan meninggalkan Karin yg sedang berdiri, menunggu menghilangnya sosok Max di kejauhan.
-Vina-
membetulkan kacamatanya, dan mulai mengerjakan soal-soal fisiknya. setengah jam lamanya waktu yg dibutuhkan Vina untuk mengerjakan peernya, waktu yg entah singkat atau panjang, tp jelas bagi Vina yg sudah terlatih, itu adalah waktu yg panjang.
selesailah tugas sekolahnya sekarang. Vina memutuskan untuk berbaring dikasurnya, menyetel musik dari iPodnya dan menyalakan playlist kesayangannya.
Handphonenya berbunyi, ada pesan masuk. Dibukanya pesan tersebut.
"Slept already? Have a nice day.
"SMS dari Max membuat hati Vina girang bukan main. Vina membalas SMS tersebut. Vina berpikir harus membalas apa.
"gua belom tidur kok. telponan yuk. " menekan tombol 'send'
Apakah benar yg gua lakukan ini? Mengajak pacar dari teman baiknya telponan? batin Vina
di sisi lain Vina sangat merasa nyaman berada di dekat Max. dan Vina tidak tahu cara untuk menjauhi Max seperti dulu Vina membuat jarak diantara Max dan dirinya.
beberapa saat kemudian, handphone Vina bergetar.
ya, gua tau gua salah. gue juga ga akan begini terus, gua bakal berusaha ngejauhin Max demi Karin. tapi untuk sementara biarkan gua merasa nyaman seperti ini.
Vina mengangkat telpon tersebut, telpon dari orang yg amat dicintainya.
"Halo." suara di seberang sana.
"Hai...."
Diubah oleh avelsalviane 01-08-2013 14:31
0