TS
malaikatmaut3
kumpulan puisi MalaikatMaut

Welcome to my home ^^
kisah ini berawal dari keterpurukan yang pedih
masa berjuang menyambung hidup hanya memakan seonggok sampah
berkawan dengan malaikat, bercumbu dengan maut setiap harinya
namun masa telah berganti, roda waktu telah berputar
untaian kata ini mnjadi penanda, serta pengingat gelapku
sehingga nanti aku tak akan silap dan menghitamkan terangku
enjoy ^^

Hall for the words of honor
Aku merasa terhormat bisa menyambut kalian dirumah sederhana ini
Satu hal yang bisa kulakukan adalah membangun ruang untuk mengabadikan kenangan kalian
enjoy, I hope you will come back someday ^^
Spoiler for greetings and appreciation:
Spoiler for Ininubi Poetry:
Spoiler for Sunsmilan Poetry:
Spoiler for Visuapalooza poetry:
Spoiler for angchimo poetry:
Spoiler for Puisi Putri Bulan:
Spoiler for Puisi Akang:

Index puisi-puisi ku ^^, mohon maaf kalu tidak berkenan, hanya seniman kata berusaha membagi nada
Spoiler for first story:
Spoiler for The story goes on:
Spoiler for The art of Angst:
Spoiler for Antologi "Dia":
Diubah oleh malaikatmaut3 13-08-2016 22:11
0
19.6K
132
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
malaikatmaut3
#5
aku...
tercaci tercabik dan terhina
terkoyak oleh ganasnya taring malam
mendengarkan senandung pilu
senandung lagu kematian
jasad tak lagi goyah
terpaku kedalam sebuah kepastian
Jiwa membeku
tertutup dinginnya salju
imajiku liar,meminta sesuap derita
tapi aku tak lagi aku
aku sosok dalam kegelapan
tenang dibalik penderitaan
senang disudut kesepian
segalanya tampak damai
seolah aku tersenyum
lalu...
mengapa tak kutancapkan pisau itu
akhiri penderitaanku dalam kepalsuan
akhiri semua yang fana
ilusi dalam kesesatan
namun....
hari itu aku sadar..
tanpaku semua tak akan nyata
tercaci tercabik dan terhina
terkoyak oleh ganasnya taring malam
mendengarkan senandung pilu
senandung lagu kematian
jasad tak lagi goyah
terpaku kedalam sebuah kepastian
Jiwa membeku
tertutup dinginnya salju
imajiku liar,meminta sesuap derita
tapi aku tak lagi aku
aku sosok dalam kegelapan
tenang dibalik penderitaan
senang disudut kesepian
segalanya tampak damai
seolah aku tersenyum
lalu...
mengapa tak kutancapkan pisau itu
akhiri penderitaanku dalam kepalsuan
akhiri semua yang fana
ilusi dalam kesesatan
namun....
hari itu aku sadar..
tanpaku semua tak akan nyata
0