News
Batal
KATEGORI
link has been copied
477
Lapor Hansip
21-01-2013 13:57

Belum Cukup Usia, Jangan Paksa Anak Bersekolah


Penulis : Riana Afifah | Minggu, 20 Januari 2013 | 10:06 WIB

Belum Cukup Usia, Jangan Paksa Anak Bersekolah

Sudah mulai bisa menulis dan membaca belum berarti anak Anda sudah siap bersekolah.

Quote:JAKARTA, KOMPAS.com — Lantaran ingin buah hatinya siap dalam menghadapi dunia pendidikan dan cepat mahir, banyak orang tua berlomba mendaftarkan anaknya untuk mengenyam bangku pra-sekolah. Bahkan, terkadang orang tua langsung memasukkan anak ke sekolah dasar (SD), padahal usianya belum sampai enam atau tujuh tahun.

Psikolog anak, Roslina Verauli, mengatakan bahwa usia harus menjadi pertimbangan orang tua dalam mengambil keputusan untuk memulai pendidikan formal pada anak. Pasalnya, jika anak dipaksa bersekolah saat usianya belum sesuai maka dampaknya kurang baik ke depannya.

"Lihat usianya dulu. Jangan dipaksakan. Karena teman seusia atau sebaya dalam satu kelas itu bisa membuat mereka frustrasi," kata Roslina kepada Kompas.com, Senin (14/1/2013).

Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa ada anak-anak yang mampu menyesuaikan diri dan belajar bersama dengan teman yang usianya lebih tua. Contoh saja, siswa kelas satu SD biasanya berusia enam hingga tujuh tahun, tapi ada anak berusia lima tahun sudah duduk di bangku SD dan kemampuannya setara.

"Memang awalnya bisa. Tapi itu untuk saat ini saja. Kita harus lihat efek ke depannya," jelas Roslina.

"Sekarang kelas satu masih bisa sama dan mengejar pelajaran. Tapi saat kelas empat nanti, teman-temannya sudah memasuki fase yang berbeda karena beda usia. Ini akan membawa pengaruh bagi anak tersebut," imbuhnya.

Untuk itu, orang tua harus melihat usia buah hatinya. Jika memang masih terlalu kecil maka akan lebih bijak untuk memilihkan taman bermain yang sesuai karakternya. Meski terkadang anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung pada usia dini, hal itu bukan jaminan anak siap bersekolah.

Dalam hal ini, yang perlu dikembangkan adalah pengajaran dari orang tua di rumah dan komunitas yang tepat bagi anak untuk bermain dan berinteraksi. Orang tua bisa terus mengasah kemampuan membaca dan menulis anak dengan sederhana.

Hal utama yang tak boleh terlupakan adalah mengenali kebutuhan anak Anda. Tak hanya soal kebutuhannya yang terkait usia, tetapi juga keunggulan dan kelemahannya, juga kesenangannya. Lalu, libatkan anak dalam menentukan sekolah yang tepat.

Memilih sekolah bukan merupakan hal yang mudah. Nantikan sejumlah pengalaman orang tua dalam mencari dan memutuskan sekolah yang tepat untuk buah hatinya.


sumber : [URL=/edukasi.kompas.com/read/2013/01/20/10063656/Belum.Cukup.Usia.Jangan.Paksa.Anak.Bersekolah]KOMPAS.com[/URL]

komen : stuju, yang jelas bisa mempengaruhi pola pikir dari anak itu sendiri emoticon-Smilie

berita terkait emoticon-Smilie


Quote:KOMPAS.com - Setiap orangtua tentu tak ingin sembarangan mencari sekolah untuk sang buah hati. Seperti sudah disinggung dalam tulisan sebelumnya, jangan pula asal-asalan memilih sekolah yang tepat untuk anak. Pasalnya, pendidikan dasar merupakan “investasi jangka panjang” bagi masa depan anak-anak tersayang.

Biaya yang mahal rela ditanggung demi meraih pendidikan yang berkualitas. Namun, sebenarnya apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak Anda?

Psikolog dan pengamat pendidikan anak, Seto Mulyadi, mencatat sejumlah poin kriteria yang bisa menjadi acuan orangtua dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak. Menurut Kak Seto, kriteria-kriteria ini perlu diperhatikan dengan baik.

1. Lihat visi misi sekolah tersebut. Visi misi sekolah akan menentukan kurikulum yang digunakan. Sesuaikah visi misi sekolah tersebut dengan pandangan pendidikan di keluarga dan harapan orangtua?

2. Pertimbangkan sekolah bagus dengan tenaga pengajar yang bagus juga. Guru adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak.

3. Perhatikan kondisi sekolah dan lingkungan di sekitarnya, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah. Cukupkah untuk mendukung proses belajar-mengajar yang menyenangkan bagi anak?

4. Perhitungkan jarak sekolah dari rumah. Jangan sampai terlalu jauh sehingga anak lelah di jalan dan tidak semangat belajar.

5. Kenali karakter anak dan kebutuhannya untuk menentukan sekolah yang sesuai dengan anak. Misalnya, anak yang suka bergerak cocok disekolahkan di sekolah alam.

6. Pengenalan akan karakter dan kebutuhan juga membantu mengenali durasi bersekolah dan komposisi durasi pengajaran di sekolah, misalnya dengan untuk menentukan butuh sekolah dengan durasi yang lebih banyak waktu bermain atau belajar.

7. And last but not least, pikirkan matang-matang kemampuan finansial Anda untuk membayar segala biaya yang dibutuhkan, baik uang pangkal maupun uang bulanan ke depannya. Pastikan Anda memiliki sumber-sumber dana yang cukup untuk konsisten membayar ke depannya.


Di masa kini, pertimbangannya bukan lagi sekadar biaya mahal menentukan kualitas. Orangtua harus cerdas melihat seberapa besar dampak yang bisa diberikan sekolah bagi pertumbuhan kecerdasan kognitif dan emosional anak dengan seimbang.

Jika Anda sudah mempertimbangkan ketujuh kriteria di atas, ada satu hal yang paling penting yang harus orangtua pertimbangkan lagi untuk mengambil keputusan. Apa itu? Nantikan artikel: Libatkan Anak Saat Memilih Sekolah.


sumber : [URL=/http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/18/08280233/Pilih.Sekolah.yang.Tepat.Apa.Saja.Pertimbangannya?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=]KOMPAS.com[/URL]

=========
Belum Cukup Usia, Jangan Paksa Anak Bersekolah

Terimakasih kepada para petinggi kaskus,oficcer,momod dan pejabat terkait Tread ane HT lagi. buat temen-temen juga terimakasih atas partisipasi nya di tread ini. semoga apa yang tread ini sampaikan bisa menambah pengetahuan agan-agan.
TS menerima cendol, kalo mau ngasih silahkan, tapi kalo ngga ya ngga apa-apa emoticon-Smilie


Belum Cukup Usia, Jangan Paksa Anak Bersekolah
Diubah oleh vikiejeleek
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Belum Cukup Usia, Jangan Paksa Anak Bersekolah
07-03-2013 14:32
gua masuk SD 4.5 taon udah bs baca tulis, gak ngaruh tuh. tetep aja masih puas2in maen layangan, kelereng, dll di lapang emoticon-Ngakak
20 taon lebih udah lulus S1, malah enak, org mah udah bangkotan msh skolah. ane udah puas2in ngider2 maen di sela2 gawe emoticon-Ngakak
0 0
0
profile picture
kaskus holic
25-12-2019 21:20
Buset agan muda bnget tuh 4.5 tahun emoticon-Leh Uga
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia