- Beranda
- The Lounge
Berita Dirgantara Indonesia
...
TS
mister.ari
Berita Dirgantara Indonesia


Quote:
Berita Dirgantara Indonesia


Quote:
Thread ini adalah kumpulan berita yang kami persembahkan untuk seluruh penggemar dunia dirgantara tanah air, yang berisi tentang kegiatan dirgantara Indonesia
Quote:
Pesawat R80 BJ Habibie Bisa Langsung Mengudara, Asal...
Jumat, 11/10/2013
Jakarta - PT Ragio Aviasi Industri (RAI), sebuah perusahaan industri pesawat terbang milik mantan Presiden RI B.J. Habibie, tengah membuat pesawat regio 80 atau R80. Pesawat ini rencananya akan mengudara 2016.
Sebelum mengudara, pesawat ini harus melewati beberapa tahap pengujian dari pemerintah, yang dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Mulai dari desain, hingga produksi massal dan kemudian bisa mengudara.
"Total di regulasi kita bisa sampai 5 tahun, kalau bisa speed up (mempercepat) sampai 3 tahun itu bagus," kata Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Muzaffar Ismail saat ditemui di acara Presbackground bertemakan Moratorium Pemberian Izin Operasi Perusahaan Penerbangan Baru di Hotel Millenium, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Saat ini PT RAI masih dalam tahap pengembangan design pesawat berkapasitas 80 penumpang tersebut. Setelah melalui proses design, PT RAI diharuskan untuk membuat prototipe dari pesawat yang sudah dipesan maskapai penerbangan baru Nam Air tersebut.
"Setelah buat prototype itu ada pengujian, habis itu kita lakukan tahap pengujian yang lain. Setelah semua memenuhi baru produksi, setelah produksi baru bikin manual pengoperasiannya bagaimana," paparnya.
Secara regulasi, pemerintah memberikan waktu 5 tahun untuk menyelesaikan keseluruhan tahapan tersebut. Alasannya, perkembangan teknologi untuk industri pesawat terbang dinilai sangat cepat.
"Kalau dia bisa 3 tahun bagus. 5 tahun itu barangkali ada terjadi perubahan teknologi. Tapi kalau lebih dari 5 tahun dia akan ketinggalan teknologinya," kata Muzaffar.
(zul/ang)
[URL="http://finance.detik..com/read/2013/10/11/162649/2384814/1036/pesawat-r80-bj-habibie-bisa-langsung-mengudara-asal"]Sumber[/URL]
Jumat, 11/10/2013
Jakarta - PT Ragio Aviasi Industri (RAI), sebuah perusahaan industri pesawat terbang milik mantan Presiden RI B.J. Habibie, tengah membuat pesawat regio 80 atau R80. Pesawat ini rencananya akan mengudara 2016.
Sebelum mengudara, pesawat ini harus melewati beberapa tahap pengujian dari pemerintah, yang dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Mulai dari desain, hingga produksi massal dan kemudian bisa mengudara.
"Total di regulasi kita bisa sampai 5 tahun, kalau bisa speed up (mempercepat) sampai 3 tahun itu bagus," kata Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Muzaffar Ismail saat ditemui di acara Presbackground bertemakan Moratorium Pemberian Izin Operasi Perusahaan Penerbangan Baru di Hotel Millenium, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Saat ini PT RAI masih dalam tahap pengembangan design pesawat berkapasitas 80 penumpang tersebut. Setelah melalui proses design, PT RAI diharuskan untuk membuat prototipe dari pesawat yang sudah dipesan maskapai penerbangan baru Nam Air tersebut.
"Setelah buat prototype itu ada pengujian, habis itu kita lakukan tahap pengujian yang lain. Setelah semua memenuhi baru produksi, setelah produksi baru bikin manual pengoperasiannya bagaimana," paparnya.
Secara regulasi, pemerintah memberikan waktu 5 tahun untuk menyelesaikan keseluruhan tahapan tersebut. Alasannya, perkembangan teknologi untuk industri pesawat terbang dinilai sangat cepat.
"Kalau dia bisa 3 tahun bagus. 5 tahun itu barangkali ada terjadi perubahan teknologi. Tapi kalau lebih dari 5 tahun dia akan ketinggalan teknologinya," kata Muzaffar.
(zul/ang)
[URL="http://finance.detik..com/read/2013/10/11/162649/2384814/1036/pesawat-r80-bj-habibie-bisa-langsung-mengudara-asal"]Sumber[/URL]
Quote:
Terminal Baru Keberangkatan Internasional Ngurah Rai Beroperasi
Rabu, 09 Oktober 2013
DENPASAR- Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengoperasikan terminal baru untuk keberangkatan internasional mulai malam ini. Sebelumnya, dilakukan penutupan sementara mulai dari pukul 13.00 Wita hingga 20.00 Wita untuk melayani pesawat kepresidenan anggota APEC,
"Hari ini terminal baru untuk keberangkatan internasional mulai diopersionalkan," ujar papar President Director Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo, Rabu (8/10/2013).
Pukul 20.00 Wita, calon penumpang penerbangan internasional yang akan meninggalkan Bali, dapat menikmati kenyamanan terminal baru yang baru saja selesai dibangun.
Jika sebelumnya, pada 29 September lalu, hanya pesawat Garuda Indonesia saja, kini seluruh kegiatan keberangkatan internasional secara resmi pindah ke terminal baru. Untuk penerbangan pertama di terminal baru ini, lanjut Tommy adalah pesawat Jet Star nomor penerbangan JQ117 tujuan Perth yang mengangkut 176 penumpang.
Kepada seluruh calon penumpang, hotel-hotel dan agen–agen perjalanan, diimbau agar memerhatikan rambu-rambu yang telah disiapkan. Selain itu, mereka diharapkan dapat menjaga ketertiban serta membantu kelancaran proses keberangkatan penumpang.
“Agar proses perpindahan ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib, kami mohon partisipasi dan kerja sama semua pihak," harapnya. (kie) (wdi)
Sumber
Rabu, 09 Oktober 2013
DENPASAR- Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengoperasikan terminal baru untuk keberangkatan internasional mulai malam ini. Sebelumnya, dilakukan penutupan sementara mulai dari pukul 13.00 Wita hingga 20.00 Wita untuk melayani pesawat kepresidenan anggota APEC,
"Hari ini terminal baru untuk keberangkatan internasional mulai diopersionalkan," ujar papar President Director Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo, Rabu (8/10/2013).
Pukul 20.00 Wita, calon penumpang penerbangan internasional yang akan meninggalkan Bali, dapat menikmati kenyamanan terminal baru yang baru saja selesai dibangun.
Jika sebelumnya, pada 29 September lalu, hanya pesawat Garuda Indonesia saja, kini seluruh kegiatan keberangkatan internasional secara resmi pindah ke terminal baru. Untuk penerbangan pertama di terminal baru ini, lanjut Tommy adalah pesawat Jet Star nomor penerbangan JQ117 tujuan Perth yang mengangkut 176 penumpang.
Kepada seluruh calon penumpang, hotel-hotel dan agen–agen perjalanan, diimbau agar memerhatikan rambu-rambu yang telah disiapkan. Selain itu, mereka diharapkan dapat menjaga ketertiban serta membantu kelancaran proses keberangkatan penumpang.
“Agar proses perpindahan ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib, kami mohon partisipasi dan kerja sama semua pihak," harapnya. (kie) (wdi)
Sumber
Quote:
Layanan Penerbangan Terpendek di Dunia: 47 Detik
VIVAlife - Berapa lama rata-rata penerbangan yang Anda alami, setengah jam, satu atau dua jam? Ada sebuah rute penerbangan terpendek di dunia yang lebih cepat daripada saat mengantre untuk check in.
Rute penerbangan terpendek di dunia dimiliki Longanair, maskapai asal Skotlandia. Penerbangan menghubungkan dua pulau Orkney, yaitu Westray dan Papa Westray, di utara Skotlandia yang hanya berjarak 2,7 km.
Rata-rata durasi penerbangan dari satu titik ke titik di pulau lainnya kurang dari dua menit, bahkan bisa sampai dalam 47 detik, tergantung kecepatan dan arah angin. Harga tiketnya sekitar US$30 per orang atau sekitar Rp337 ribu.
Layanan penerbangan ini telah beroperasi sejak 1967. Namun, penerbangan rute pendek baru ada sejak 2011 karena banyaknya wisatawan yang tertarik mengekspolasi provinsi Orkney. Sekitar 30 persen penumpang merupakan tenaga pendidikan di Dewan Orkney, sedangkan lainnya dari dinas kesehatan.
Sejak 2011, Loganair menyediakan rute terbang khusus bagi wisatawan beberapa minggu di musim panas untuk merasakan sensasi terbang singkat di antara selat kemudian kembali ke daratan Orkney. (eh)
Sumber
VIVAlife - Berapa lama rata-rata penerbangan yang Anda alami, setengah jam, satu atau dua jam? Ada sebuah rute penerbangan terpendek di dunia yang lebih cepat daripada saat mengantre untuk check in.
Rute penerbangan terpendek di dunia dimiliki Longanair, maskapai asal Skotlandia. Penerbangan menghubungkan dua pulau Orkney, yaitu Westray dan Papa Westray, di utara Skotlandia yang hanya berjarak 2,7 km.
Rata-rata durasi penerbangan dari satu titik ke titik di pulau lainnya kurang dari dua menit, bahkan bisa sampai dalam 47 detik, tergantung kecepatan dan arah angin. Harga tiketnya sekitar US$30 per orang atau sekitar Rp337 ribu.
Layanan penerbangan ini telah beroperasi sejak 1967. Namun, penerbangan rute pendek baru ada sejak 2011 karena banyaknya wisatawan yang tertarik mengekspolasi provinsi Orkney. Sekitar 30 persen penumpang merupakan tenaga pendidikan di Dewan Orkney, sedangkan lainnya dari dinas kesehatan.
Sejak 2011, Loganair menyediakan rute terbang khusus bagi wisatawan beberapa minggu di musim panas untuk merasakan sensasi terbang singkat di antara selat kemudian kembali ke daratan Orkney. (eh)
Sumber
Quote:
AP I: 673 Penerbangan Dibatalkan Terkait APEC
Senin, 07 Oktober 2013
JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menerima 673 rekomendasi pembatalan penerbangan dari sejumlah maskapai untuk kurun waktu tanggal 6 Oktober sampai 9 Oktober, sementara pada tanggal 5 Oktober, tercatat ada 85 penerbangan yang dibatalkan. Hal tersebut terkait dengan penyelenggaraan KTT-APEC 2013.
Menurut Corporate Communication Departemen Head Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, selama penutupan parsial Bandara I Gusti Ngurah Rai, kemungkinan pembatalan penerbangan adalah sebesar 49 persen dari penerbangan reguler.
Adapun, menurut data yang diterima Angkasa Pura I dari pihak maskapai, pada rentang waktu 6-9 Oktober 2013 terdapat sebanyak 1.378 penerbangan pesawat regular baik domestik dan internasional. Dari jumlah itu, rekomendasi pembatalan sebanyak 673 penerbangan, dengan jumlah kursi kemungkinan pembatalan sebanyak 106.171 yang berasal dari 38 maskapai penerbangan.
"Mengacu surat Dirjen Perhubungan Udara No. KL.201/I/6/DRJU/DAU/2013 tanggal 16 Agustus 2013, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan tutup secara parsial pada 6, 8, dan 9 Oktober 2013. Rinciannya, tanggal 6 Oktober 2013 bandara akan tutup pada pukul 10.00-20.00 WITA, tanggal 8 Oktober 2013 pukul 13.00-20.00 WITA, dan tanggal 9 Oktober 2013 pukul 07.00 -14.00 WITA. Sementara tanggal 5 Oktober dan 7 Oktober 2013 adalah expected delay, artinya ada kemungkinan keterlambatan pesawat yang datang," kata Handy dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Handy menjelaskan bahwa pihak Angkasa Pura I telah menginformasikan kepada seluruh maskapai sejak bulan Mei 2013 tentang adanya penutupan parsial di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain itu, lanjut Handy, Angkasa Pura I telah meminta pihak maskapai mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan rescheduling jadwal penerbangan mereka.
Tidak hanya itu, sambung Handy untuk mendukung kelancaran penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama KTT-APEC 2013, Angkasa Pura I bekerja sama dengan komunitas bandara seperti AURI, Otoritas Bandara, LPPNPI, maskapai, dan ground handling dengan membuka posko untuk memonitoring pergerakan pesawat maupun penumpang.
Posko yang bisa dihubungi di nomor 0361-9351011 ekstensi 6410 ini akan beroperasi selama 24 jam mulai tanggal 4-10 Oktober 2013 mendatang. (kie) (wdi)
Sumber
Senin, 07 Oktober 2013
JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menerima 673 rekomendasi pembatalan penerbangan dari sejumlah maskapai untuk kurun waktu tanggal 6 Oktober sampai 9 Oktober, sementara pada tanggal 5 Oktober, tercatat ada 85 penerbangan yang dibatalkan. Hal tersebut terkait dengan penyelenggaraan KTT-APEC 2013.
Menurut Corporate Communication Departemen Head Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, selama penutupan parsial Bandara I Gusti Ngurah Rai, kemungkinan pembatalan penerbangan adalah sebesar 49 persen dari penerbangan reguler.
Adapun, menurut data yang diterima Angkasa Pura I dari pihak maskapai, pada rentang waktu 6-9 Oktober 2013 terdapat sebanyak 1.378 penerbangan pesawat regular baik domestik dan internasional. Dari jumlah itu, rekomendasi pembatalan sebanyak 673 penerbangan, dengan jumlah kursi kemungkinan pembatalan sebanyak 106.171 yang berasal dari 38 maskapai penerbangan.
"Mengacu surat Dirjen Perhubungan Udara No. KL.201/I/6/DRJU/DAU/2013 tanggal 16 Agustus 2013, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan tutup secara parsial pada 6, 8, dan 9 Oktober 2013. Rinciannya, tanggal 6 Oktober 2013 bandara akan tutup pada pukul 10.00-20.00 WITA, tanggal 8 Oktober 2013 pukul 13.00-20.00 WITA, dan tanggal 9 Oktober 2013 pukul 07.00 -14.00 WITA. Sementara tanggal 5 Oktober dan 7 Oktober 2013 adalah expected delay, artinya ada kemungkinan keterlambatan pesawat yang datang," kata Handy dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Handy menjelaskan bahwa pihak Angkasa Pura I telah menginformasikan kepada seluruh maskapai sejak bulan Mei 2013 tentang adanya penutupan parsial di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain itu, lanjut Handy, Angkasa Pura I telah meminta pihak maskapai mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan rescheduling jadwal penerbangan mereka.
Tidak hanya itu, sambung Handy untuk mendukung kelancaran penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama KTT-APEC 2013, Angkasa Pura I bekerja sama dengan komunitas bandara seperti AURI, Otoritas Bandara, LPPNPI, maskapai, dan ground handling dengan membuka posko untuk memonitoring pergerakan pesawat maupun penumpang.
Posko yang bisa dihubungi di nomor 0361-9351011 ekstensi 6410 ini akan beroperasi selama 24 jam mulai tanggal 4-10 Oktober 2013 mendatang. (kie) (wdi)
Sumber
Quote:
11 Bandara Menengah Segera Dibuka, Ini Lokasinya
Kamis, 03 Oktober 2013
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan membuka 11 bandara menengah pada 2013 untuk meningkatkan potensi pariwisata di beragam daerah di Tanah Air.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan ke-11 bandara menengah baru tersebut antara lain Muara Bungo (Jambi), Pekon Serai (Krui, Lampung), Bawean (Jawa Timur), dan Bone (Sulawesi Selatan).
Selain itu, Bandara Sumarorong (Mamasa, Sulawesi Barat), Tual Barat (Maluku), Saumlaki Baru (Maluku), Kuffar (Maluku), Waisay (Papua Barat), Kamanap (Serui, Papua) dan Waghete Baru (Papua).
"Pembukaan bandara menengah tersebut bermanfaat untuk meningkatkan konektivitas antarkota melalui penerbangan serta merupakan langkah bagus dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (3/10).
Hal ini, sambungnya, karena Indonesia merupakan negara kepulauan di mana banyak wilayah yang masih membutuhkan waktu lama dalam pencapaiannya bila menggunakan transportasi darat.
Dia mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah setempat juga menjadi sangat penting guna menyukseskan terwujudnya transportasi yang lebih cepat dan mudah dengan pesawat udara.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan Indonesia memberikan perhatian kepada isu lingkungan penerbangan yang terbukti dengan penerapan "Eco Airport Master Plan" guna mengimplementasikan konsep bandara hijau.
"Indonesia memiliki perhatian terhadap isu lingkungan penerbangan. Wujud nyata dari perhatian tersebut adalah penerapan 'Eco Airport Master Plan' pada sejumlah bandar udara utama Indonesia," kata Menhub.
Mangindaan memaparkan, Indonesia berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melindungi lingkungan penerbangan.
Pada 2012, ujarnya, Indonesia juga telah ditunjuk oleh dewan ICAO untuk menjadi observer pada Komite Perlindungan terhadap Lingkungan Penerbangan (CAEP).
Dia menjelaskan pada Maret 2013 Indonesia dan ICAO juga telah mengumumkan sebuah proyek baru yang bertujuan meningkatkan manajemen dan pengurangan emisi karbon penerbangan. (Antara)
Editor : Bambang Supriyanto
Sumber
Kamis, 03 Oktober 2013
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan membuka 11 bandara menengah pada 2013 untuk meningkatkan potensi pariwisata di beragam daerah di Tanah Air.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan ke-11 bandara menengah baru tersebut antara lain Muara Bungo (Jambi), Pekon Serai (Krui, Lampung), Bawean (Jawa Timur), dan Bone (Sulawesi Selatan).
Selain itu, Bandara Sumarorong (Mamasa, Sulawesi Barat), Tual Barat (Maluku), Saumlaki Baru (Maluku), Kuffar (Maluku), Waisay (Papua Barat), Kamanap (Serui, Papua) dan Waghete Baru (Papua).
"Pembukaan bandara menengah tersebut bermanfaat untuk meningkatkan konektivitas antarkota melalui penerbangan serta merupakan langkah bagus dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (3/10).
Hal ini, sambungnya, karena Indonesia merupakan negara kepulauan di mana banyak wilayah yang masih membutuhkan waktu lama dalam pencapaiannya bila menggunakan transportasi darat.
Dia mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah setempat juga menjadi sangat penting guna menyukseskan terwujudnya transportasi yang lebih cepat dan mudah dengan pesawat udara.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan Indonesia memberikan perhatian kepada isu lingkungan penerbangan yang terbukti dengan penerapan "Eco Airport Master Plan" guna mengimplementasikan konsep bandara hijau.
"Indonesia memiliki perhatian terhadap isu lingkungan penerbangan. Wujud nyata dari perhatian tersebut adalah penerapan 'Eco Airport Master Plan' pada sejumlah bandar udara utama Indonesia," kata Menhub.
Mangindaan memaparkan, Indonesia berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melindungi lingkungan penerbangan.
Pada 2012, ujarnya, Indonesia juga telah ditunjuk oleh dewan ICAO untuk menjadi observer pada Komite Perlindungan terhadap Lingkungan Penerbangan (CAEP).
Dia menjelaskan pada Maret 2013 Indonesia dan ICAO juga telah mengumumkan sebuah proyek baru yang bertujuan meningkatkan manajemen dan pengurangan emisi karbon penerbangan. (Antara)
Editor : Bambang Supriyanto
Sumber
Quote:
Link Penerbangan
SILK AIR 29 Juni Terbang Perdana Semarang - Singapura
Lion Air Group punya Berita
CITILINK Alihkan 9 Penerbangan, Rute Mana Saja?
GARUDA Siapkan Penerbangan Perintis dengan 25 Pesawat ATR72
Hari Ini (28/6/2013), Garuda Buka Penerbangan Jakarta-Perth
AirAsia Kembali Raih The Worlds Best Low Cost Airline dari SkyTrax
EKSPANSI CITILINK: Buka 5 Rute Baru, Operasikan Airbus A-320
AIRBUS A320: AirAsia Klaim Maskapai Pertama Gunakan Sharklet
SRIWIJAYA AIR Bagikan Paket Suvenir untuk Penumpang Cilik
Mengintip Harga Pesawat Kebanggaan RI Made In Bandung
Kelanjutan Kasus Bangkrutnya Batavia Air
Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR
SILK AIR 29 Juni Terbang Perdana Semarang - Singapura
Lion Air Group punya Berita
CITILINK Alihkan 9 Penerbangan, Rute Mana Saja?
GARUDA Siapkan Penerbangan Perintis dengan 25 Pesawat ATR72
Hari Ini (28/6/2013), Garuda Buka Penerbangan Jakarta-Perth
AirAsia Kembali Raih The Worlds Best Low Cost Airline dari SkyTrax
EKSPANSI CITILINK: Buka 5 Rute Baru, Operasikan Airbus A-320
AIRBUS A320: AirAsia Klaim Maskapai Pertama Gunakan Sharklet
SRIWIJAYA AIR Bagikan Paket Suvenir untuk Penumpang Cilik
Mengintip Harga Pesawat Kebanggaan RI Made In Bandung
Kelanjutan Kasus Bangkrutnya Batavia Air
Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR
Diubah oleh mister.ari 17-10-2013 14:21
0
9.9K
Kutip
40
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mister.ari
#16
Quote:
Kasal Rasakan Kecanggihan Helikopter Produksi PT DI
Jumat, 21 Juni 2013
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio, Jumat (21/6) pagi menjajal menerbangkan pesawat helikopter jenis N-Bell 412 EP HU-419 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI).
Helikopter tersebut merupakan salah satu dari tiga heli yang baru diserahkan PT DI kepada Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) pada 26 April 2013 lalu untuk skuadron 400 Lanudal Juanda.
”Tadi saya terbangkan sendiri. Ini merupakan pertama kali, karena lebih seringnya saya sebagai penumpang. Ternyata helinya sangat canggih, ada auto pilotnya, sehingga kalau kita tidak pegang kemudi, bisa tetap melaju,” jelasnya.
Dalam menerbangkan heli N-Bell ini, Kasal didampingi Komandan Puspenerbal Laksma TNI I Nyoman Nesa, Komandan Wing Udara 1, Kolonel Laut (P) Erwin, Komandan Lanidal Juanda, Kolonel Laut (P) Sigit Setiyanta, dan pilot sekaligus instruktur Letkol Laut (P) Muhammad Tohir.
Mereka terbang dari Lanudal Juanda menuju Porong, Sidoarjo.
”Saya kemudian mulai dari berangkat sama diatas Sidoarjo. Baru kembalinya, saya diminta untuk mengembalikan ke pilot,” lanjut Kasal.
Sebelum mulai terbang, Kasal lebih dulu menjalani prosedur standar operasi penerbangan AL, meliputi pengecekan kesehatan, menerima briefing dari instruktur, kemudian melakukan preflight inspection dan start engine.
Usai melakukan operasi penerbangan, di apron Base Ops, Kasal menerima penyematan brAvet penerbangan AL dari Dan Puspenerbal.
BravEt itu merupakan alah satu bentuk penghargaan kepada Kasal yang selama ini telah memberikan andil pemikiran guna membangun dan mengembangkan kekuatan TNI AL, terutama Penerbangan AL.
Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan sebagai warga kehormatan Penerbangan AL.
Laksamana TNI Marsetio bukanlah Kasal pertama yang menerima bravet penerbangan. Melainkan sudah Kasal yang kesepuluh.
Kasal sebelumnya yang menerima brevet yang sama dan diangkat menjadi warga kehormatan penerbangan AL, yaitu Laksamana TNI (Purn) Arief Kushariadi, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto, Laksamana TNI (Purn) Indroko S, Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, Laksamana TNI Agus Suhartono dan Laksamana TNI Soeparno.
http://www.tribunnews.com/regional/2...produksi-pt-di
Jumat, 21 Juni 2013
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio, Jumat (21/6) pagi menjajal menerbangkan pesawat helikopter jenis N-Bell 412 EP HU-419 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI).
Helikopter tersebut merupakan salah satu dari tiga heli yang baru diserahkan PT DI kepada Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) pada 26 April 2013 lalu untuk skuadron 400 Lanudal Juanda.
”Tadi saya terbangkan sendiri. Ini merupakan pertama kali, karena lebih seringnya saya sebagai penumpang. Ternyata helinya sangat canggih, ada auto pilotnya, sehingga kalau kita tidak pegang kemudi, bisa tetap melaju,” jelasnya.
Dalam menerbangkan heli N-Bell ini, Kasal didampingi Komandan Puspenerbal Laksma TNI I Nyoman Nesa, Komandan Wing Udara 1, Kolonel Laut (P) Erwin, Komandan Lanidal Juanda, Kolonel Laut (P) Sigit Setiyanta, dan pilot sekaligus instruktur Letkol Laut (P) Muhammad Tohir.
Mereka terbang dari Lanudal Juanda menuju Porong, Sidoarjo.
”Saya kemudian mulai dari berangkat sama diatas Sidoarjo. Baru kembalinya, saya diminta untuk mengembalikan ke pilot,” lanjut Kasal.
Sebelum mulai terbang, Kasal lebih dulu menjalani prosedur standar operasi penerbangan AL, meliputi pengecekan kesehatan, menerima briefing dari instruktur, kemudian melakukan preflight inspection dan start engine.
Usai melakukan operasi penerbangan, di apron Base Ops, Kasal menerima penyematan brAvet penerbangan AL dari Dan Puspenerbal.
BravEt itu merupakan alah satu bentuk penghargaan kepada Kasal yang selama ini telah memberikan andil pemikiran guna membangun dan mengembangkan kekuatan TNI AL, terutama Penerbangan AL.
Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan sebagai warga kehormatan Penerbangan AL.
Laksamana TNI Marsetio bukanlah Kasal pertama yang menerima bravet penerbangan. Melainkan sudah Kasal yang kesepuluh.
Kasal sebelumnya yang menerima brevet yang sama dan diangkat menjadi warga kehormatan penerbangan AL, yaitu Laksamana TNI (Purn) Arief Kushariadi, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto, Laksamana TNI (Purn) Indroko S, Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, Laksamana TNI Agus Suhartono dan Laksamana TNI Soeparno.
http://www.tribunnews.com/regional/2...produksi-pt-di
Quote:
TNI AU Akan Sambut 24 Pesawat F-16 Bekas Amerika
SENIN, 17 JUNI 2013
TEMPO.CO, Jakarta - Komando Operasi TNI Angkatan Udara I saat ini tengah sibuk mempersiapkan kedatangan 24 unit pesawat tempur F-16 hibah dari eks Angkatan Udara Amerika Serikat. Persiapan itu antara lain pembangunan infrastruktur Skuadron Udara baru bernomor 16 di Pekanbaru, Riau, yang akan menjadi kandang F-16.
"Sekarang infrastruktur sudah dibangun, mulai dari hanggar, taxi-way, hingga persiapan lain," kata Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Muda M. Syaugi, saat ditemui dalam upacara peringatan HUT Komando Operasi TNI AU ke-62 di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 17 Juni 2013.
Sesuai rencana, kata dia, ke 24 pesawat F-16 akan tiba di Tanah Air pada pertengahan 2014. Amerika Serikat akan mengirim 24 pesawat F-16 secara bertahap.
Menurut dia, Komando Operasi AU I bukan hanya menyiapkan infrastruktur untuk menyambut kedatangan F-16 dan alutsista lain, tapi juga menyiapkan sumber daya manusia. Salah satunya meminta masukan dari sekolah penerbangan mengenai kemampuan alutsista baru. "Sehingga saat alutsista baru datang, awak pesawat tak terkendala lagi," kata mantan pilot tempur F-16, F-5, dan Hawk 100/200 ini.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, hibah 24 pesawat F-16 eks Amerika Serikat tersebut akan menambah jumlah kekuatan F-16 Indonesia yang sudah memiliki 10 unit F-16. Jadi, total, Indonesia bakal bisa dibagi menjadi dua skuadron.
INDRA WIJAYA
Sumber
SENIN, 17 JUNI 2013
TEMPO.CO, Jakarta - Komando Operasi TNI Angkatan Udara I saat ini tengah sibuk mempersiapkan kedatangan 24 unit pesawat tempur F-16 hibah dari eks Angkatan Udara Amerika Serikat. Persiapan itu antara lain pembangunan infrastruktur Skuadron Udara baru bernomor 16 di Pekanbaru, Riau, yang akan menjadi kandang F-16.
"Sekarang infrastruktur sudah dibangun, mulai dari hanggar, taxi-way, hingga persiapan lain," kata Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Muda M. Syaugi, saat ditemui dalam upacara peringatan HUT Komando Operasi TNI AU ke-62 di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 17 Juni 2013.
Sesuai rencana, kata dia, ke 24 pesawat F-16 akan tiba di Tanah Air pada pertengahan 2014. Amerika Serikat akan mengirim 24 pesawat F-16 secara bertahap.
Menurut dia, Komando Operasi AU I bukan hanya menyiapkan infrastruktur untuk menyambut kedatangan F-16 dan alutsista lain, tapi juga menyiapkan sumber daya manusia. Salah satunya meminta masukan dari sekolah penerbangan mengenai kemampuan alutsista baru. "Sehingga saat alutsista baru datang, awak pesawat tak terkendala lagi," kata mantan pilot tempur F-16, F-5, dan Hawk 100/200 ini.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, hibah 24 pesawat F-16 eks Amerika Serikat tersebut akan menambah jumlah kekuatan F-16 Indonesia yang sudah memiliki 10 unit F-16. Jadi, total, Indonesia bakal bisa dibagi menjadi dua skuadron.
INDRA WIJAYA
Sumber
Quote:
2014, TNI AU Tambah 88 Pesawat Tempur, Angkut, & Latih
Jum'at, 14 Juni 2013
YOGYAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan penambahan 88 pesawat tempur, angkut, dan latin, pada 2014. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada.
“Pesawat yang akan datang di antaranya T50 dan pesawat latih Grop,” ungkap KSAU, Marsekal TNI IB Putu Dunia.
Sementara untuk pesawat tempur adalah F16, Sukhoi, dan Super Tucano dan pesawat jenis angkut, yakni CN295, Hercules, serta pesawat rotor atau helikopter.
“Pesawat itu diharapkan sudah ada di Indonesia tahun depan,” tegasnya.
Selain pesawat, lanjur dia, TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.
Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista tersebut.
“Konsekuensi dengan bertambahnya alutsista ini yaitu harus menyiapkan SDM lebih banyak, terutama penerbang,” ungkapnya.
Menurut IB Putu Dunia, TNI Au menargetkan setiap tahun ada 40 penerbang baru, baik berasal dari lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP).
Selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang), TNI AU juga mengirim prajurit ke luar negeri.
“Dengan langkah ini, untuk penerbang maupun yang mengawaki alutsista lainnya akan terus bertambah setiap tahun,” tandasnya.
(Priyo Setyawan/Koran SI/ton)
Sumber
Jum'at, 14 Juni 2013
YOGYAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan penambahan 88 pesawat tempur, angkut, dan latin, pada 2014. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada.
“Pesawat yang akan datang di antaranya T50 dan pesawat latih Grop,” ungkap KSAU, Marsekal TNI IB Putu Dunia.
Sementara untuk pesawat tempur adalah F16, Sukhoi, dan Super Tucano dan pesawat jenis angkut, yakni CN295, Hercules, serta pesawat rotor atau helikopter.
“Pesawat itu diharapkan sudah ada di Indonesia tahun depan,” tegasnya.
Selain pesawat, lanjur dia, TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.
Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista tersebut.
“Konsekuensi dengan bertambahnya alutsista ini yaitu harus menyiapkan SDM lebih banyak, terutama penerbang,” ungkapnya.
Menurut IB Putu Dunia, TNI Au menargetkan setiap tahun ada 40 penerbang baru, baik berasal dari lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP).
Selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang), TNI AU juga mengirim prajurit ke luar negeri.
“Dengan langkah ini, untuk penerbang maupun yang mengawaki alutsista lainnya akan terus bertambah setiap tahun,” tandasnya.
(Priyo Setyawan/Koran SI/ton)
Sumber
Quote:
Pesawat CN 295 Produksi Indonesia Irit Bahan Bakar
Jum'at, 07 Juni 2013
Metrotvnews.com, Jakarta: PT Dirgantara (DI) Indonesia kembali bangkit dengan memproduksi pesawat terbaru, CN 295. Kelebihan pesawat yaitu hemat bahan bakar dan suku cadangnya murah.
CN 295 merupakan pesawat pengembangan seri CN 235. Produk itu merupakan hasil kerja sama pabrikan Airbus Military Spanyol dengan PT DI. Untuk wilayah Asia Pasifik, PT DI menjadi dealer utama CN 295.
Pesawat anyar itu merupakan transportasi angkut dengan kemampuan membawa muatan hingga 9 ton kargo atau kurang lebih 71 penumpang. Pesawat mampu terbang dengan ketinggian 25 ribu kaki. Kecepatan jelajah maksimumnya 260 knot atau 480 Km/jam.
Dua mesin turboprop canggih mampu membuat pesawat lepas landas dan mendarat di landasan yang pendek. Sehingga, pesawat cocok untuk tujuan misi kemanusiaan di wilayah terpencil.
Secara umum, fisik CN 295 lebih besar dari kakak tertuanya, CN 235. Sehingga, CN 295 dapat berguna sebagai pemburu kapal selam, kargo, hingga pesawat angkut personal.
Meski ukurannya lebih besar, biaya operasional per jamnya ternyata lebih hemat. Sebab, pesawat irit bahan bakar dan suku cadangnya murah.
Banyak negara yang melirik CN 295 karena efisien dan efektif untuk bidang pertahanan. Filipina dan malaysia pun tengah menjajaki pembeliannya. Adapun harga jual per unit disesuaikan dengan konfigurasi yang diinginkan setiap pembeli.
Editor: Laela Badriyah
sumber [
Jum'at, 07 Juni 2013
Metrotvnews.com, Jakarta: PT Dirgantara (DI) Indonesia kembali bangkit dengan memproduksi pesawat terbaru, CN 295. Kelebihan pesawat yaitu hemat bahan bakar dan suku cadangnya murah.
CN 295 merupakan pesawat pengembangan seri CN 235. Produk itu merupakan hasil kerja sama pabrikan Airbus Military Spanyol dengan PT DI. Untuk wilayah Asia Pasifik, PT DI menjadi dealer utama CN 295.
Pesawat anyar itu merupakan transportasi angkut dengan kemampuan membawa muatan hingga 9 ton kargo atau kurang lebih 71 penumpang. Pesawat mampu terbang dengan ketinggian 25 ribu kaki. Kecepatan jelajah maksimumnya 260 knot atau 480 Km/jam.
Dua mesin turboprop canggih mampu membuat pesawat lepas landas dan mendarat di landasan yang pendek. Sehingga, pesawat cocok untuk tujuan misi kemanusiaan di wilayah terpencil.
Secara umum, fisik CN 295 lebih besar dari kakak tertuanya, CN 235. Sehingga, CN 295 dapat berguna sebagai pemburu kapal selam, kargo, hingga pesawat angkut personal.
Meski ukurannya lebih besar, biaya operasional per jamnya ternyata lebih hemat. Sebab, pesawat irit bahan bakar dan suku cadangnya murah.
Banyak negara yang melirik CN 295 karena efisien dan efektif untuk bidang pertahanan. Filipina dan malaysia pun tengah menjajaki pembeliannya. Adapun harga jual per unit disesuaikan dengan konfigurasi yang diinginkan setiap pembeli.
Editor: Laela Badriyah
sumber [
Quote:
Australia Siap Kirim Satu Hercules ke Indonesia
SELASA, 04 JUNI
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan tetap melanjutkan proses hibah empat unit pesawat C130 Hercules dari Australia. Kementerian mengatakan pihak Australia saat ini sedang mengerjakan perbaikan dan peremajaan pesawat angkut itu.
Kementerian menyebutkan salah satu pesawat Hercules selesai diperbaiki dan siap dikirim ke Tanah Air. "Setidaknya satu unit pesawat akan datang dalam waktu dekat," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, kepada Tempo, Selasa, 4 Juni 2013.
Rachmad melanjutkan, perbaikan empat unit pesawat buatan Lockheed Martin merogoh kantong Indonesia sebesar US$ 63 juta atau sekitar Rp 620 miliar. Tiga sisa pesawat Hercules akan dikirim pemerintah Australia paling lambat awal tahun depan.
Sebelumnya, TNI Angkatan Udara masih bimbang menanggapi tawaran hibah empat unit pesawat Hercules dari Australia. Sebab, Angkatan Udara menilai Indonesia lebih banyak rugi ketimbang untung menerima hibah pesawat angkut dari Negeri Kanguru itu. Salah satunya biaya perawatan yang terlalu mahal.
Menurut TNI AU, duit yang harus digelontorkan Indonesia untuk biaya perbaikan empat unit Hercules Australia mencapai US$ 150 atau sekitar Rp 1,48 triliun. Angka itu hampir separuh dari biaya pembelian empat unit pesawat Hercules baru.
Kerugian lain, spesifikasi Hercules Australia tersebut berbeda dengan Hercules milik Indonesia. Hingga kini, TNI AU memiliki C 130 Hercules tipe J dan L, sementara milik Australia bertipe M dan Q. Dengan demikian, suku cadang harus dibeli baru.
Sumber
SELASA, 04 JUNI
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan tetap melanjutkan proses hibah empat unit pesawat C130 Hercules dari Australia. Kementerian mengatakan pihak Australia saat ini sedang mengerjakan perbaikan dan peremajaan pesawat angkut itu.
Kementerian menyebutkan salah satu pesawat Hercules selesai diperbaiki dan siap dikirim ke Tanah Air. "Setidaknya satu unit pesawat akan datang dalam waktu dekat," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, kepada Tempo, Selasa, 4 Juni 2013.
Rachmad melanjutkan, perbaikan empat unit pesawat buatan Lockheed Martin merogoh kantong Indonesia sebesar US$ 63 juta atau sekitar Rp 620 miliar. Tiga sisa pesawat Hercules akan dikirim pemerintah Australia paling lambat awal tahun depan.
Sebelumnya, TNI Angkatan Udara masih bimbang menanggapi tawaran hibah empat unit pesawat Hercules dari Australia. Sebab, Angkatan Udara menilai Indonesia lebih banyak rugi ketimbang untung menerima hibah pesawat angkut dari Negeri Kanguru itu. Salah satunya biaya perawatan yang terlalu mahal.
Menurut TNI AU, duit yang harus digelontorkan Indonesia untuk biaya perbaikan empat unit Hercules Australia mencapai US$ 150 atau sekitar Rp 1,48 triliun. Angka itu hampir separuh dari biaya pembelian empat unit pesawat Hercules baru.
Kerugian lain, spesifikasi Hercules Australia tersebut berbeda dengan Hercules milik Indonesia. Hingga kini, TNI AU memiliki C 130 Hercules tipe J dan L, sementara milik Australia bertipe M dan Q. Dengan demikian, suku cadang harus dibeli baru.
Sumber
Quote:
Beli Pesawat Tempur, TNI AU Kirim 12 Pilot ke Brazil
Rabu, 30 Mei 2012
MALANG - Sebanyak 23 personel TNI Angkatan Udara dikirim ke Brazil untuk persiapan kedatangan pesawat tempur ringan Super Tucano. Mereka terdiri dari 12 penerbang tempur dan 11 teknisi.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Azman Yunus, mengatakan prajurit yang dikirim adalah personel yang berkualitas dibidangnya.
"Mereka yang dikirim adalah yang qualified. Nanti mereka membawa pesawat tersebut ke Indonesia," kata Azman Yunus di Lanud Abdurachman Saleh Malang, Rabu (30/5/2012).
Nantinya setelah tiba di tanah air, mereka akan menularkan ilmunya kepada personel lain. "Dari pihak Brasil juga akan mengirimkan teknisi ke Indonesia sehingga memudahkan proses penguasaan pesawat," imbuhnya.
Azman menjelaskan, pesawat Super Tucano tidak serumit dengan pesawat-pesawat yang sekarang di miliki TNI Angkatan Udara di Lanud Abduracman Saleh. Peswat Super Tucano mirip dengan pesawat KT1B di Yogyakarta.
Di tempat yang sama, Komandan Lanud Abdurachman Saleh, Marsekal Pertama TNI Gutomo menambahkan, ada tiga skadron udara dan satu skadron teknik di Lanud Abdurachman Saleh.
"Ketiga skadron udara itu adalah Skadron Udara 4 berisi pesawat Casa 212, Skadron udara 32 berisi pesawat Hercules. Dan Skadron Udara 21 yang sekarang kosong karena OV-10F Bronco sudah dinyatakan grounded," paparnya.
Kedatangan pesawat Super Tucano gelombang pertama akan tiba antara akhir Agustus atau awal September tahun ini. "Pesawat ini memiliki spesifikasi sebagai pesawat counter insurgency, serta sebagai pesawat latih pilot," pungkasnya.
(ful)
Sumber
Rabu, 30 Mei 2012
MALANG - Sebanyak 23 personel TNI Angkatan Udara dikirim ke Brazil untuk persiapan kedatangan pesawat tempur ringan Super Tucano. Mereka terdiri dari 12 penerbang tempur dan 11 teknisi.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Azman Yunus, mengatakan prajurit yang dikirim adalah personel yang berkualitas dibidangnya.
"Mereka yang dikirim adalah yang qualified. Nanti mereka membawa pesawat tersebut ke Indonesia," kata Azman Yunus di Lanud Abdurachman Saleh Malang, Rabu (30/5/2012).
Nantinya setelah tiba di tanah air, mereka akan menularkan ilmunya kepada personel lain. "Dari pihak Brasil juga akan mengirimkan teknisi ke Indonesia sehingga memudahkan proses penguasaan pesawat," imbuhnya.
Azman menjelaskan, pesawat Super Tucano tidak serumit dengan pesawat-pesawat yang sekarang di miliki TNI Angkatan Udara di Lanud Abduracman Saleh. Peswat Super Tucano mirip dengan pesawat KT1B di Yogyakarta.
Di tempat yang sama, Komandan Lanud Abdurachman Saleh, Marsekal Pertama TNI Gutomo menambahkan, ada tiga skadron udara dan satu skadron teknik di Lanud Abdurachman Saleh.
"Ketiga skadron udara itu adalah Skadron Udara 4 berisi pesawat Casa 212, Skadron udara 32 berisi pesawat Hercules. Dan Skadron Udara 21 yang sekarang kosong karena OV-10F Bronco sudah dinyatakan grounded," paparnya.
Kedatangan pesawat Super Tucano gelombang pertama akan tiba antara akhir Agustus atau awal September tahun ini. "Pesawat ini memiliki spesifikasi sebagai pesawat counter insurgency, serta sebagai pesawat latih pilot," pungkasnya.
(ful)
Sumber
Quote:
Thailand Konsumen Loyal PT Dirgantara Indonesia
Kamis, 30 Mei 2013

BANGKOK, KOMPAS.com — Thailand menjadi salah satu konsumen yang baik bagi PT Dirgantara Indonesia. Negara itu mengoperasikan sejumlah pesawat produksi industri penerbangan Indonesia ini, terutama untuk mendukung industri pertanian mereka.
"Hampir setiap dua tahun sekali, Thailand membeli produk PT Dirgantara Indonesia. Ini sudah terjadi belasan tahun," kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, Kamis (30/5/2013), sesaat sebelum meninggalkan Bangkok, Thailand, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Budi ke Bangkok dalam rangka road show pesawat CN 295 ke sejumlah negara ASEAN yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada 22-31 Mei 2013. Thailand merupakan negara kelima yang dikunjungi setelah Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Myanmar. Siang ini, rombongan mendarat di Kuala Lumpur, Malaysia.
Budi mengatakan, Thailand memiliki beberapa pesawat CN 212 dan CN 235 produksi PT Dirgantara Indonesia. Di Thailand, pesawat tersebut dibeli oleh Kementerian Pertanian, dengan tujuan antara lain untuk membuat hujan buatan. "Pembuatan hujan buatan di Thailand sudah sangat maju, terutama untuk mendorong industri pertanian mereka," jelas Budi.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Thailand, lanjut Budi, sampai sekarang belum ada rencana untuk membeli pesawat CN 235 atau CN 295 produksi PT Dirgantara Indonesia. Proyek kementerian tersebut pada tahun ini, antara lain pemeliharaan pesawat Hercules.
"Namun, kami tetap melakukan penetrasi pasar ke Kementerian Pertahanan Thailand. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu membutuhkan, mereka akan melirik kami," tutur Budi.
sumber
Kamis, 30 Mei 2013

BANGKOK, KOMPAS.com — Thailand menjadi salah satu konsumen yang baik bagi PT Dirgantara Indonesia. Negara itu mengoperasikan sejumlah pesawat produksi industri penerbangan Indonesia ini, terutama untuk mendukung industri pertanian mereka.
"Hampir setiap dua tahun sekali, Thailand membeli produk PT Dirgantara Indonesia. Ini sudah terjadi belasan tahun," kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, Kamis (30/5/2013), sesaat sebelum meninggalkan Bangkok, Thailand, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Budi ke Bangkok dalam rangka road show pesawat CN 295 ke sejumlah negara ASEAN yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada 22-31 Mei 2013. Thailand merupakan negara kelima yang dikunjungi setelah Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Myanmar. Siang ini, rombongan mendarat di Kuala Lumpur, Malaysia.
Budi mengatakan, Thailand memiliki beberapa pesawat CN 212 dan CN 235 produksi PT Dirgantara Indonesia. Di Thailand, pesawat tersebut dibeli oleh Kementerian Pertanian, dengan tujuan antara lain untuk membuat hujan buatan. "Pembuatan hujan buatan di Thailand sudah sangat maju, terutama untuk mendorong industri pertanian mereka," jelas Budi.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Thailand, lanjut Budi, sampai sekarang belum ada rencana untuk membeli pesawat CN 235 atau CN 295 produksi PT Dirgantara Indonesia. Proyek kementerian tersebut pada tahun ini, antara lain pemeliharaan pesawat Hercules.
"Namun, kami tetap melakukan penetrasi pasar ke Kementerian Pertahanan Thailand. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu membutuhkan, mereka akan melirik kami," tutur Budi.
sumber
Quote:
PT DI dan Aviasi Kembangkan Pesawat Turbotrop
3 Mei 2013

TEMPO.CO, Bandung -PT Dirgantara Indonesia (Persero) meneken kerjasama dengan PT Regio Aviasi Indonesia untuk mengembangkan pesawat terbang turbotrop modern berkapasitas 70-90 orang penumpang bernama Regioprop, di kantor PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jumat, 3 Mei 2013.
Direktur Utama PT Regio Aviasi Indonesia Agung Nugroho mengatakan, kerjasama tersebut bertujuan untuk mengembalikan kejayaan PT DI sebagai pembuat pesawat terbang dari ujung sampai ujung mulai dari desain hingga pemasaran. Selain itu untuk memberdayakan industri pesawat terbang asli produk Indonesia.
“PT Regio Aviasi Indonesia posisinya sebagai sponsor dan PT DI sebagai strategi partner dan main contractor,” kata Agung kepada Tempo, Jumat, 3 Mei 2013.
PT Dirgantara Indonesia berfungsi sebagai strategi partner dan main contractor untuk menangani program sejak awal, perancangan, sertifikasi sampai dengan pembuatan pesawat serta serial dan melakukan pemasaran bersamda. Sementara PT Regio Aviasi Indonesia sebagai sponsor, marketing dan pengambangan program.
Program pengembangan akan dilakukan terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah pleminary design dan feasibility study, yang akan berlangsung selama kurang lebih satu tahun untuk definisiawal pesawat dan menyerap keinginan atau persyaratan customer. Tahap ke-dua, full scale development atau pengembangan skala penuh, terdiri dari detail design, prototype manufacturing dan sertifikasi. Tahap tersebut berlangsung sekitar empat tahun terhitung mulai 2014-2017 untuk mendapatkan sertifikasi nasional Kementrian Perhubungan.
“Semoga di tahun 2018 sertifikasi turun dan bisa berlanjut ke tahap tiga yaitu serial production, penjualan dan layanan purna jual,” kata Agung.
Program yang ditargetkan rampung dalam lima tahun itu akan memanfaatkan pengalaman rancang bangun anak bangsa dalam mengembangkan pesawat terbang sejak 1979 – 1982 (CN35) dan 1989 – 1996 (N250), yang disesuaikan dengan tantangan kebutuhan pesawat di masa depan, akan transportasi dengan efisiensi dan keekonomian yang lebih baik, kenyamanan penumpang dan keandalan yang lebih tinggi serta ramah lingkungan.
Selain itu, program tersebut juga dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan pasar di sektor pesawat regional (regional aircraft) pada kurun waktu 2018-2037 dan untuk mengambalikan kemampuan rancang bangun pesawat terbang di Indonesia.
“Indonesia punya potensi untuk mengembangkan industri pesawat di Negara sendiri. Baiknya ya bangsa ini membuat pesawat untuk bangsanya sendiri untuk kebangkitan dirgantara nasional,” ujar Agung.
Program tersebut merupakan satu wadah untuk meneruskan cita-cita yang telah dirintis oleh PT DI dalam mengembangkan pesawat terbang secara bertahap, baik dari segi kapasitas, daya jangkau dan kandungan teknologi. Seperti program-program sebelumnya yakni, NC212, CN235, N250, dan N2130.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...awat-Turbotrop
3 Mei 2013

TEMPO.CO, Bandung -PT Dirgantara Indonesia (Persero) meneken kerjasama dengan PT Regio Aviasi Indonesia untuk mengembangkan pesawat terbang turbotrop modern berkapasitas 70-90 orang penumpang bernama Regioprop, di kantor PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jumat, 3 Mei 2013.
Direktur Utama PT Regio Aviasi Indonesia Agung Nugroho mengatakan, kerjasama tersebut bertujuan untuk mengembalikan kejayaan PT DI sebagai pembuat pesawat terbang dari ujung sampai ujung mulai dari desain hingga pemasaran. Selain itu untuk memberdayakan industri pesawat terbang asli produk Indonesia.
“PT Regio Aviasi Indonesia posisinya sebagai sponsor dan PT DI sebagai strategi partner dan main contractor,” kata Agung kepada Tempo, Jumat, 3 Mei 2013.
PT Dirgantara Indonesia berfungsi sebagai strategi partner dan main contractor untuk menangani program sejak awal, perancangan, sertifikasi sampai dengan pembuatan pesawat serta serial dan melakukan pemasaran bersamda. Sementara PT Regio Aviasi Indonesia sebagai sponsor, marketing dan pengambangan program.
Program pengembangan akan dilakukan terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah pleminary design dan feasibility study, yang akan berlangsung selama kurang lebih satu tahun untuk definisiawal pesawat dan menyerap keinginan atau persyaratan customer. Tahap ke-dua, full scale development atau pengembangan skala penuh, terdiri dari detail design, prototype manufacturing dan sertifikasi. Tahap tersebut berlangsung sekitar empat tahun terhitung mulai 2014-2017 untuk mendapatkan sertifikasi nasional Kementrian Perhubungan.
“Semoga di tahun 2018 sertifikasi turun dan bisa berlanjut ke tahap tiga yaitu serial production, penjualan dan layanan purna jual,” kata Agung.
Program yang ditargetkan rampung dalam lima tahun itu akan memanfaatkan pengalaman rancang bangun anak bangsa dalam mengembangkan pesawat terbang sejak 1979 – 1982 (CN35) dan 1989 – 1996 (N250), yang disesuaikan dengan tantangan kebutuhan pesawat di masa depan, akan transportasi dengan efisiensi dan keekonomian yang lebih baik, kenyamanan penumpang dan keandalan yang lebih tinggi serta ramah lingkungan.
Selain itu, program tersebut juga dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan pasar di sektor pesawat regional (regional aircraft) pada kurun waktu 2018-2037 dan untuk mengambalikan kemampuan rancang bangun pesawat terbang di Indonesia.
“Indonesia punya potensi untuk mengembangkan industri pesawat di Negara sendiri. Baiknya ya bangsa ini membuat pesawat untuk bangsanya sendiri untuk kebangkitan dirgantara nasional,” ujar Agung.
Program tersebut merupakan satu wadah untuk meneruskan cita-cita yang telah dirintis oleh PT DI dalam mengembangkan pesawat terbang secara bertahap, baik dari segi kapasitas, daya jangkau dan kandungan teknologi. Seperti program-program sebelumnya yakni, NC212, CN235, N250, dan N2130.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...awat-Turbotrop
Quote:
Super Tucano Perkuat Skuadron TNI AU
Senin, 08 April 2013
JAKARTA - Ulang tahun TNI AU ke-67 bakal dirayakan dengan sederhana. Korps biru langit itu tidak menampilkan atraksi pesawat tempur. Kemarin (7/4) mereka mengadakan gladi resik di Lanud Halim Perdanakusuma.
TNI AU mengandalkan Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang baru saja pulang dari show di Langkawi, Malaysia, serta tim terjun payung dari Pasukan Khas (Paskhas). Ada pula penampilan dance dari Detasemen Bravo bersama Luna Maya.
Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia meninjau langsung persiapan akhir acara. Sesekali mantan gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) itu bertepuk tangan dan memberi arahan. "Waktunya harus presisi sekali, jangan sampai terlambat," katanya memberi petunjuk.
Pada wartawan usai gladi resik, KSAU menjelaskan tahun ini TNI AU terus memperkuat persenjataan. "Terutama untuk pengamanan wilayah udara perbatasan," imbuhnya.
TNI AU menargetkan 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU periode 2010-2014. Alutsista baru tersebut meliputi pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500, dan sejumlah radar.
"Pada 2013 ini akan datang Super Tucano untuk melengkapi yang sudah ada dan pesawat tempur F-16," ujarnya. Saat ini, TNI AU telah memiliki empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano, sehingga diharapkan TNI AU memiliki satu skuadron pesawat Super Tucano yang ditempatkan di Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.
Dia optimistis kekuatan alutsista TNI AU hingga semester I 2014 mendatang dalam rangka kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF) akan mencapai 40 persen. "Kita juga terus menargetkan zero accident dalam penerbangan militer," tutupnya. (rdl/oki)
Sumber
Senin, 08 April 2013
JAKARTA - Ulang tahun TNI AU ke-67 bakal dirayakan dengan sederhana. Korps biru langit itu tidak menampilkan atraksi pesawat tempur. Kemarin (7/4) mereka mengadakan gladi resik di Lanud Halim Perdanakusuma.
TNI AU mengandalkan Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang baru saja pulang dari show di Langkawi, Malaysia, serta tim terjun payung dari Pasukan Khas (Paskhas). Ada pula penampilan dance dari Detasemen Bravo bersama Luna Maya.
Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia meninjau langsung persiapan akhir acara. Sesekali mantan gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) itu bertepuk tangan dan memberi arahan. "Waktunya harus presisi sekali, jangan sampai terlambat," katanya memberi petunjuk.
Pada wartawan usai gladi resik, KSAU menjelaskan tahun ini TNI AU terus memperkuat persenjataan. "Terutama untuk pengamanan wilayah udara perbatasan," imbuhnya.
TNI AU menargetkan 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU periode 2010-2014. Alutsista baru tersebut meliputi pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500, dan sejumlah radar.
"Pada 2013 ini akan datang Super Tucano untuk melengkapi yang sudah ada dan pesawat tempur F-16," ujarnya. Saat ini, TNI AU telah memiliki empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano, sehingga diharapkan TNI AU memiliki satu skuadron pesawat Super Tucano yang ditempatkan di Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.
Dia optimistis kekuatan alutsista TNI AU hingga semester I 2014 mendatang dalam rangka kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF) akan mencapai 40 persen. "Kita juga terus menargetkan zero accident dalam penerbangan militer," tutupnya. (rdl/oki)
Sumber
Quote:
TNI AU tambah tiga skadron baru
Minggu, 7 April 2013
Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara berencana menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis.
"Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, skadron udara 16 akan dipakai sebagai home base pesawat tempur F-16 yang merupakan hibah dari Amerika Serikat.
"Sekarang ini sudah mulai bangun selter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," katanya.
Pembangunan skadron udara untuk pesawat angkut di Makassar, Sulawesi Selatan, kemungkinan akan diisi Hercules C-130 pembelian teranyar dan hibah dari Australia yang totalnya 10 unit.
Sementara skadron udara Pontianak akan menjadi markas pesawat tanpa awak (UAV). "Skadron UAV di Pontianak sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawatnya saja. Mudah-mudahan segera datang," kata Ida Bagus.
TNI AU memprogramkan pembelian total 102 pesawat guna mencapai target kekuatan pokok minimal (MEF), antara lain, enam unit Sukhoi SU-30 MK2, 24 unit F-16, Super Tucano, Hercules C-130, Grobb, T-50 Golen Eagle, C-295 dan beberapa jenis pesawat rotary wing (helikopter).
Selain menambah skadron udara baru, TNI AU juga terus menambah penerbang untuk mengawaki alat utama sistem senjata baru itu. "Kita butuh penerbang banyak, kita sudah membuat perencanaannya," tutur Ida Bagus.
Editor: Jafar M Sidik
Sumber
Minggu, 7 April 2013
Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara berencana menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis.
"Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, skadron udara 16 akan dipakai sebagai home base pesawat tempur F-16 yang merupakan hibah dari Amerika Serikat.
"Sekarang ini sudah mulai bangun selter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," katanya.
Pembangunan skadron udara untuk pesawat angkut di Makassar, Sulawesi Selatan, kemungkinan akan diisi Hercules C-130 pembelian teranyar dan hibah dari Australia yang totalnya 10 unit.
Sementara skadron udara Pontianak akan menjadi markas pesawat tanpa awak (UAV). "Skadron UAV di Pontianak sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawatnya saja. Mudah-mudahan segera datang," kata Ida Bagus.
TNI AU memprogramkan pembelian total 102 pesawat guna mencapai target kekuatan pokok minimal (MEF), antara lain, enam unit Sukhoi SU-30 MK2, 24 unit F-16, Super Tucano, Hercules C-130, Grobb, T-50 Golen Eagle, C-295 dan beberapa jenis pesawat rotary wing (helikopter).
Selain menambah skadron udara baru, TNI AU juga terus menambah penerbang untuk mengawaki alat utama sistem senjata baru itu. "Kita butuh penerbang banyak, kita sudah membuat perencanaannya," tutur Ida Bagus.
Editor: Jafar M Sidik
Sumber
Diubah oleh mister.ari 10-10-2013 13:25
0
Kutip
Balas