- Beranda
- The Lounge
Menjelajah Alam Jin Dan Syetan (The Series)
...
TS
aChikenSoup
Menjelajah Alam Jin Dan Syetan (The Series)
Lanjutan 1
Lanjutan 2
Lanjutan 3
Lanjutan 4
Lanjutan 6
Lanjutan 7
Lanjutan 8
Lanjutan 9
Lanjutan 10
Lanjutan 11
Lanjutan 12
Lanjutan 13
Disiksa di Istana Nyi Roro Kidul
DZIKIR YANG MENYEBABKAN SAKIT JIWA
SI IBU YANG SERING DISETUBUHI SETAN

Saya ingin terus berbagi pengalaman unik yang begitu banyak dalam mengembangkan dan aplikasi pengobatan alternatif yang akhirnya saya beri nama TERAPI ALIF.
Mudah2an Allah Taala memberi saya kesempatan, kekuatan dan kemampuan untuk memaparkan pengalaman yang begitu banyak dan unik selama puluhan tahun perjalanan hidup saya, agar siapapun yang mebacanya bisa memahami secara benar tentang persoalan dirinya dengan lingkungannya terutama yang berkaitan dengan jiwa dan interaksinya dengan alam jin dan setan. Tujuannya tidak lain supaya kita tidak gampang tertipu dan terjerumus dalam lembah kegelapan akibat penipuan yang dilakukan oleh jin, syetan, iblis dan manusia yang mengambil keuntungan dengan cara menyesatkan,
Membaca buku " Dialog Dengan Jin " yang sempat populer di masyarakat Indonesia saya merasa geli dengan kebohongan yang dicampur adukkan dengan kebenaran tentang alam jin dalam buku itu. Saya ingat awal-awal penjelajahan di alam jin dan syetan, saya sering dibohongi dan dikibuli bahkan ditipu dengan cara yang sangat canggih karena memang saya belum tahu dan tidak mengerti seluk-beluk dan keadaan sesungguhnya alam itu.
Penipuan itu bisa terjadi disamping karena ketidak tahuan saya, juga disebabkan oleh kelemahan saya sendiri yang sering iba pada jin dan syetan yang menyatakan tobat sambil menangis dan berlutut minta ampun dan menyatakan tunduk sepenuhnya pada saya.
Ada juga yang datang sebagai hamba yang dekat disisi Allah seperti Wali, Sufi serta semacamnya yang menyatakan membantu saya sebagai sesama hamba Allah. Mulanya saya sangat respek pada mereka, tetapi kenyataan selanjutnya mereka adalah musuh dalam selimut yang sangat sangat menyulitkan saya sampai-sampai mencelakakan saya.
Alam jin dan syetan penuh pesona dengan daya pukau yang luar biasa. Tidak heranlah bagi mereka yang telah menyatu dengan alam ini tidak ingin lepas darinya. Ada yang bisa menikmati alam itu seperti menikmati alam lahiriah, merasakan enaknya makan dan minum, pemandangan-pemandangan yang menakjubkan, merasakan sensasi kenikmatan yang dahsyat hubungan dengan lawan jenis sebagai realita sesungguhnya bagi mereka. Malah banyak juga yang bisa menghadirkan/mewujudkan keingingannya dalam alam lahiriah dengan bantuan jin dan syetan tentunya. Tetapi akhir dari perjalanan mereka ini sangat menyedihkan karena mereka jadi tumbal jin, setan dan iblis, jiwa mereka terus mengabdi pada jin, syetan dan iblis sampai akhir zaman.
Tapi alhamdulilah, Allah Taala menolong saya membongkar kebohongan dan penipuan itu, mungkin karena awalnya saya tidak sengaja menjelajah alam jin dan syetan. Saya hanya dihadapkan begitu saja saat mengobati orang sakit yang datang minta tolong pada saya.
Untuk itu saya sarankan, apabila anda ingin memahami secara lebih baik artikel berseri " Menjelajah Alam Jin Dan Syetan " ini, sebaiknya baca dulu semua artikel yang pernah saya post di blog ( Terapi Alif ) ini karena keduanya saling terkait satu sama lain dan saling melengkapi.
Pengalaman pertama.
Pengenalan saya dengan pengobatan ini dimulai secara tidak sengaja setelah saya mulai menempati ruangan kosong dibelakang kantor sebagai tempat tinggal bersama keluarga sewaktu saya bertugas di daerah kelahiran saya sendiri. Bangunan kantor merupakan bangunan tua peninggalan zaman Belanda, konon ruangan yang saya tinggali pernah dipakai oleh tentara Jepang sebagai tempat penahanan sementara dan tempat penyiksaan.
Teman-teman kantor menyampaikan peringatan orang-orang yang pernah tinggal di ruangan itu, beberapa bayi meninggal karena ganguan syetan penghuni ruangan itu. Saya tidak peduli dan dianggap keras kepala, malah saya menjawab dengan kelakar, jin dan syetan takut pada saya.
Kamis sore kami pindah kesitu, saya, isteri dan si kecil bayi perempuan kami yang lucu umur setahun anak pertama. Tepat jam 21.00 tiba-tiba si kecil menangis histeris tanpa sebab. Dia terus menangis tanpa bisa dibujuk dan dihentikan dan berlangsung cukup lama, setengah jam lebih sampai dia kejang-kejang, keluar lendir yang sangat banyak dari hidung dan mulutnya.
Awalnya saya kira masuk angin, tapi digosok pakai minyak kayu putih, masih terus menangis. Baru saya ingat kata-kata teman kantor, membuat saya dan isteri panik dan takut. Bisa-bisa si kecil yang lucu buah hati kami jadi korban syetan penghuni ruangan itu. Saya merasa sungguh menyesal kenapa tidak belajar cara mengusir syetan, mana tetangga jauh-jauh untuk minta tolong, karena begitulah lingkungan perkantoran, saya buta sama sekali tentang pengobatan semacam itu.
Saya semakin panik, akankah anak saya mati konyol di depan mata kepala saya sendiri tanpa saya mampu berbuat apa-apa. Hampir-hampir saya putus asa, rasanya seperti terpuruk, luluh tanpa daya dan merasa sangat bodoh dan dungu.
Tiba-tiba terlintas di pikiran dan hati saya untuk berbuat sesuatu, saya pegang tangan dan kepala si kecil di gendongan ibunya, kemudian dengan menangis dalam hati se dalam-dalamnya dengan perasaan yang tercabik-cabik tak keruan, memohon dengan sangat...sangat....sangat pada Allah agar anak saya ditolong dan mengusir syetan yang mengganggunya. Aneh dan alhamdulilah, sejenak kemudian anak saya terdiam dan langsung tidur.
Belakangan baru sadar bahwa itulah pelajaran pertama dari Allah buat saya, bagaimana cara mengusir syetan dan jin.
Kejadian selanjutnya di tempat yang sama, beberapa siswi SMA yang ikut tinggal bersama kami disitu sakit diganggu syetan dan kena santet. Dengan cara berdo'a seperti semula sambil saya pegang dahinya, yang sakit sembuh seketika.
Tetapi kasus berikutnya tidak segampang itu lagi, puteri kami kembali diganggu.
Sebelum dia jatuh sakit, malamnya saya melihat dalam mimpi anak kami bermain dengan dua anak perempuan sebaya dengannya di loteng ruangan tempat tinggal kami. Begitu saya panggil dia agar datang kepada saya, tiba-tiba seorang perempuan cantik muncul dan mencegahnya, tetapi saya tidak terima, tetap ngotot minta anak saya kembali ke saya. Si perempuan kesal, dijambaknya puteri kami kemudian diangkatnya sampai menggantung hendak dilemparkannya ke bawah lantai ruangan itu. Saya marah besar pada perempuan itu, kemudian saya sambil merentang kedua tangan mengancam hendak menghancurkannya. Mimpinya putus sampai disitu.
(bersambung..)
Lanjutan 2
Lanjutan 3
Lanjutan 4
Lanjutan 6
Lanjutan 7
Lanjutan 8
Lanjutan 9
Lanjutan 10
Lanjutan 11
Lanjutan 12
Lanjutan 13
Disiksa di Istana Nyi Roro Kidul
DZIKIR YANG MENYEBABKAN SAKIT JIWA
SI IBU YANG SERING DISETUBUHI SETAN
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:

Saya ingin terus berbagi pengalaman unik yang begitu banyak dalam mengembangkan dan aplikasi pengobatan alternatif yang akhirnya saya beri nama TERAPI ALIF.
Mudah2an Allah Taala memberi saya kesempatan, kekuatan dan kemampuan untuk memaparkan pengalaman yang begitu banyak dan unik selama puluhan tahun perjalanan hidup saya, agar siapapun yang mebacanya bisa memahami secara benar tentang persoalan dirinya dengan lingkungannya terutama yang berkaitan dengan jiwa dan interaksinya dengan alam jin dan setan. Tujuannya tidak lain supaya kita tidak gampang tertipu dan terjerumus dalam lembah kegelapan akibat penipuan yang dilakukan oleh jin, syetan, iblis dan manusia yang mengambil keuntungan dengan cara menyesatkan,
Membaca buku " Dialog Dengan Jin " yang sempat populer di masyarakat Indonesia saya merasa geli dengan kebohongan yang dicampur adukkan dengan kebenaran tentang alam jin dalam buku itu. Saya ingat awal-awal penjelajahan di alam jin dan syetan, saya sering dibohongi dan dikibuli bahkan ditipu dengan cara yang sangat canggih karena memang saya belum tahu dan tidak mengerti seluk-beluk dan keadaan sesungguhnya alam itu.
Penipuan itu bisa terjadi disamping karena ketidak tahuan saya, juga disebabkan oleh kelemahan saya sendiri yang sering iba pada jin dan syetan yang menyatakan tobat sambil menangis dan berlutut minta ampun dan menyatakan tunduk sepenuhnya pada saya.
Ada juga yang datang sebagai hamba yang dekat disisi Allah seperti Wali, Sufi serta semacamnya yang menyatakan membantu saya sebagai sesama hamba Allah. Mulanya saya sangat respek pada mereka, tetapi kenyataan selanjutnya mereka adalah musuh dalam selimut yang sangat sangat menyulitkan saya sampai-sampai mencelakakan saya.
Alam jin dan syetan penuh pesona dengan daya pukau yang luar biasa. Tidak heranlah bagi mereka yang telah menyatu dengan alam ini tidak ingin lepas darinya. Ada yang bisa menikmati alam itu seperti menikmati alam lahiriah, merasakan enaknya makan dan minum, pemandangan-pemandangan yang menakjubkan, merasakan sensasi kenikmatan yang dahsyat hubungan dengan lawan jenis sebagai realita sesungguhnya bagi mereka. Malah banyak juga yang bisa menghadirkan/mewujudkan keingingannya dalam alam lahiriah dengan bantuan jin dan syetan tentunya. Tetapi akhir dari perjalanan mereka ini sangat menyedihkan karena mereka jadi tumbal jin, setan dan iblis, jiwa mereka terus mengabdi pada jin, syetan dan iblis sampai akhir zaman.
Tapi alhamdulilah, Allah Taala menolong saya membongkar kebohongan dan penipuan itu, mungkin karena awalnya saya tidak sengaja menjelajah alam jin dan syetan. Saya hanya dihadapkan begitu saja saat mengobati orang sakit yang datang minta tolong pada saya.
Untuk itu saya sarankan, apabila anda ingin memahami secara lebih baik artikel berseri " Menjelajah Alam Jin Dan Syetan " ini, sebaiknya baca dulu semua artikel yang pernah saya post di blog ( Terapi Alif ) ini karena keduanya saling terkait satu sama lain dan saling melengkapi.
Pengalaman pertama.
Pengenalan saya dengan pengobatan ini dimulai secara tidak sengaja setelah saya mulai menempati ruangan kosong dibelakang kantor sebagai tempat tinggal bersama keluarga sewaktu saya bertugas di daerah kelahiran saya sendiri. Bangunan kantor merupakan bangunan tua peninggalan zaman Belanda, konon ruangan yang saya tinggali pernah dipakai oleh tentara Jepang sebagai tempat penahanan sementara dan tempat penyiksaan.
Teman-teman kantor menyampaikan peringatan orang-orang yang pernah tinggal di ruangan itu, beberapa bayi meninggal karena ganguan syetan penghuni ruangan itu. Saya tidak peduli dan dianggap keras kepala, malah saya menjawab dengan kelakar, jin dan syetan takut pada saya.
Kamis sore kami pindah kesitu, saya, isteri dan si kecil bayi perempuan kami yang lucu umur setahun anak pertama. Tepat jam 21.00 tiba-tiba si kecil menangis histeris tanpa sebab. Dia terus menangis tanpa bisa dibujuk dan dihentikan dan berlangsung cukup lama, setengah jam lebih sampai dia kejang-kejang, keluar lendir yang sangat banyak dari hidung dan mulutnya.
Awalnya saya kira masuk angin, tapi digosok pakai minyak kayu putih, masih terus menangis. Baru saya ingat kata-kata teman kantor, membuat saya dan isteri panik dan takut. Bisa-bisa si kecil yang lucu buah hati kami jadi korban syetan penghuni ruangan itu. Saya merasa sungguh menyesal kenapa tidak belajar cara mengusir syetan, mana tetangga jauh-jauh untuk minta tolong, karena begitulah lingkungan perkantoran, saya buta sama sekali tentang pengobatan semacam itu.
Saya semakin panik, akankah anak saya mati konyol di depan mata kepala saya sendiri tanpa saya mampu berbuat apa-apa. Hampir-hampir saya putus asa, rasanya seperti terpuruk, luluh tanpa daya dan merasa sangat bodoh dan dungu.
Tiba-tiba terlintas di pikiran dan hati saya untuk berbuat sesuatu, saya pegang tangan dan kepala si kecil di gendongan ibunya, kemudian dengan menangis dalam hati se dalam-dalamnya dengan perasaan yang tercabik-cabik tak keruan, memohon dengan sangat...sangat....sangat pada Allah agar anak saya ditolong dan mengusir syetan yang mengganggunya. Aneh dan alhamdulilah, sejenak kemudian anak saya terdiam dan langsung tidur.
Belakangan baru sadar bahwa itulah pelajaran pertama dari Allah buat saya, bagaimana cara mengusir syetan dan jin.
Kejadian selanjutnya di tempat yang sama, beberapa siswi SMA yang ikut tinggal bersama kami disitu sakit diganggu syetan dan kena santet. Dengan cara berdo'a seperti semula sambil saya pegang dahinya, yang sakit sembuh seketika.
Tetapi kasus berikutnya tidak segampang itu lagi, puteri kami kembali diganggu.
Sebelum dia jatuh sakit, malamnya saya melihat dalam mimpi anak kami bermain dengan dua anak perempuan sebaya dengannya di loteng ruangan tempat tinggal kami. Begitu saya panggil dia agar datang kepada saya, tiba-tiba seorang perempuan cantik muncul dan mencegahnya, tetapi saya tidak terima, tetap ngotot minta anak saya kembali ke saya. Si perempuan kesal, dijambaknya puteri kami kemudian diangkatnya sampai menggantung hendak dilemparkannya ke bawah lantai ruangan itu. Saya marah besar pada perempuan itu, kemudian saya sambil merentang kedua tangan mengancam hendak menghancurkannya. Mimpinya putus sampai disitu.
(bersambung..)
4iinch dan anasabila memberi reputasi
2
12.2K
89
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aChikenSoup
#2
Pertarungan pertama.
Setelah pindah ke Jakarta saya pikir tidak akan berurusan lagi dengan jin dan syetan. Waktu itu saya sangat sibuk dan tidak ada hari libur. Pulang kantor larut malam, malah kadang-kadang pagi, kemudian berangkat lagi pagi-pagi sekali, malah adakalanya sebelum subuh sudah jalan. Saya juga sering keluar kota waktu itu sekitar tiga atau empat kali sebulan, bisa beberapa hari sekali pergi.
Tetapi Allah Taala menentukan lain. Rumah kontrakan yang kami tempati ternyata ada syetan penunggunya, belakangan baru kami ketahui dari tetangga saat pindah ke rumah sendiri.
Puteri kami yang pertama masih kecil ( TK ) menderita sakit aneh, mukanya sangat pucat dan kurus seperti mayat hidup. Dibawa ke tempat bermain anak-anak dia ikut bermain tetapi tidak ada ekspresi apa-apa di wajah dan tingkahnya. Setelah bolak-balik ke dokter anak tiga kali tidak sembuh juga, baru saya sadar bahwa dia diganggu syetan, saya obati sendiri, langsung sembuh.
Ditengah kesibukan saya seperti itu, muncul lagi kasus yang menimpa keluarga sangat dekat kami. Dia gadis N, kenal dekat dengan seorang pemuda A asal luar pulau Jawa. Setelah kasus itu selesai, baru saya ketahui bahwa pemuda A sebenarnya seorang yang punya kemampuan hebat dalam bidang spiritual dan sering menyendiri di pulau yang tidak berpenghuni di kampungnya. Konon gurunya almarhum tinggal di pulau itu.
Pemuda A ini sudah berkunjung ke rumah saudara-saudara kami di Jakarta dan sekitarnya, tetapi begitu diajak ke rumah saya oleh N, dia menolak.
Entah karena bangga atau sombong, N mengatakan pada pemuda A bahwa dia dan orang-orang sekampung dengan kami tidak bisa kena sihir dan santet, padahal dia tidak mengerti apa-apa tentang ini.
Pemuda A rupanya terusik egonya, dicobanya N. Dengan sangat mudah N kena sihir pemuda A teman dekatnya itu. Tiap malam N tidak bisa tidur ( saat itu dia tidak tinggal di rumah kami ) karena sering mendengar pemuda itu memanggil-manggilnya dari luar rumah.
Malam-malam N sering membukakan pintu buat pemuda A yang datang katanya, tetapi pemuda A tidak ada, malam telah larut dan sepi. Seringkali juga dia ingin mendatangi pemuda A di rumah kontrakannya di tengah malam, tetapi N dicegah oleh saudara kami tempat dia nginap.
Badan jadi kurus, muka pucat, tidak ada gairah hidup, tidak ada ekpsresi di wajahnya, blank sama sekali begitulah keadaan N waktu itu. Orang tua N sangat khawatir melihatnya.
Begitu saya obati, N teriak dan menangis. Yang tampak di penglihatannya adalah makhluk-makhluk yang menyeramkan. Beberapa hari saya obati tidak bisa sembuh total. Malah dari mulut N keluar kata : " Kakak tidak mungkin bisa menyembuhkan saya ". Tetapi saya tidak hiraukan.
Saya merasakan hal-hal yang aneh pada diri saya, begitu juga dengan isteri saya dan yakin itu hasil perbuatan si pemuda A.
Suatu malam setelah pengobatan itu, saya bermimpi berjalan di pantai, suatu perkampungan nelayan ( belakangan saya ketahui, itu kampungnya pemuda A ). Saya ketemu tulang kerangka manusia masih utuh tergeletak di pasir. Tiba-tiba tulang kerangka manusia tadi jadi hidup, dia bangun menghadang jalan saya, dari lubang tempat matanya memancar cahaya sangat terang dan kuat langsung menyerang saya. Secara refleks saya menangkis serangan itu dengan kedua telapak tangan saya sambil mengerahkan tenaga hendak menyerang balik dia. Mimpi terputus sampai disitu.
Setelah bangun saya jadi jengkel pada pemuda A. N sebenarnya suka pada dia. Kalau memang dia suka juga sama N, kenapa dia mempermainkan dan menyiksa N berbulan-bulan lamanya. Saya anggap pemuda itu keterlaluan dan jahat. Melihat keadaan N, mungkin dia mau bikin N jadi gila atau menderita terus-menerus sampai mati pelan-pelan.
Saya rasakan setanya terus membayangi saya dan mencari kesempatan untuk menyerang. Kemudian saya bilang pada syetan-syetannya yang saya rasakan kehadirannya : " Saya kasih waktu kamu tiga hari untuk datang minta maaf secara lahiriah pada N dan aku. Kalau tidak, aku akan menghabisi kalian ". Saya tidak peduli apakah pesan saya sampai ke lahiriahnya atau tidak.
Dalam hati saya bertekad akan menghancurkan mereka meskipun saya belum punya pengalaman bertarung. Saya mengingat-ingat lagi mimpi itu sampai detail-detailnya, sehingga saya yakin, Allah Taala telah mengajarkan hal penting kepada saya untuk menghadapi kejahatan pemuda A.
Saat-saat menunggu tiga hari tidak mengenakkan bagi saya. Syetan pemuda A terus menyerang, saya hanya menahannya, tidak ingin saya melanggar janji, saya takut pada Allah.
Begitu lewat waktu tiga hari, saya langsung menyerang mereka habis-habisan sebisa saya secara terus menerus, mengerahkan kekuatan seperti diajarkan oleh Allah dalam mimpi.
Terbayang di benak saya kekuatan jahat pemuda A bersama syetannya hancur lebur dan terbakar.
Tetapi anehnya masih saja terasa kehadiran syetannya meskipun tidak begitu kuat seperti sebelumnya.
Beberapa hari setelah itu N ketemu pemuda A dan menyebut nama saya, pemuda A sangat kaget, langsung pergi tanpa alasan. Sebenarnya saya pernah ketemu pemuda A selintas waktu saya berkunjung ke rumah saudara di Jakarta, seharusnya dia tidak kaget karena telah kenalan dengan saya.
Sejak pamit setelah kaget, pemuda A tidak pernah muncul lagi, tidak pernah lagi ketemu N. Saudara-saudara kandungnya yang serumah dengan dia tidak tahu juga kemana perginya, di kampungnya juga tidak ada dan tidak ada kabar berita, hilang begitu saja selama setahun.
Tetapi gangguan pada isteri saya terus datang terutama saat saya tidak ada di rumah. Kebetulan setelah kejadian itu saya keluar kota selama sebulan. Isteri saya merasa seperti ada angin dingin yang menerpa tubuhnya setiap malam, membuatnya menggigil dan sakit.
Seorang keluarga dekat kami yang bisa melihat alam jin dan syetan mengatakan bahwa dia tahu saya baru saja terlibat perang besar dan menggemparkan di alam jin dan syetan. Saya merasa heran kok dia tahu padahal dia tidak tahu saya mengobati N karena baru datang dari Jawa Timur tempat dia kuliah. Penjelasan dia, jangankan kejadian sebesar itu, kejadian kecil-kecil saja cepat tersebar di alam itu.
Setelah setahun berlalu, N diberi tahu oleh adik pemuda A tempat keberadaan kakaknya. N bersama adiknya tadi datang menengok pemuda A. Ternyata selama setahun dia menghilang dia terdampar dan menumpang di rumah seorang penduduk di kampung terpencil pinggiran Jakarta.
Begitu ketemu N, pemuda A kaget dan menyesalkan kenapa N yang datang menjenguknya.
Sebenarnya pemuda A seorang terpelajar sudah sajana S1, tetapi keadaannya saat itu sangat memprihatinkan bagi N, seperti orang bingung tidak menentu dan tidak keruan, kerjanya setiap hari membantu yang punya rumah berkebun.
N kasihan melihatnya, disuruhnya pulang kampung dan diberinya uang untuk ongkos pulang. Setelah berada di kampung selama seminggu, pemuda A meninggal tanpa menderita sakit.
Saya pikir itulah balasan dari Allah karena Allah Taala menegaskan dalam Al Qur'an, siapa yang berbuat kejahatan akan dibalas dengan kejahatan.
Setelah kejadian tadi, pertanyaan dalam hati dan pikiran saya tambah banyak. Tapi Alhamdulilah, pertanyaan-pertanyaan tadi dan pertanyaan sebelumnya sedikit demi sedikit terjawab dan tersingkap sejumlah hal yang ingin saya ketahui lewat kasus-kasus yang saya tangani berikutnya, diantaranya yang saya angkat dalam bagian 3 seri artikel ini yaitu HEBOH, PUTRI USTADZAH KESURUPAN dan LAPORAN PANDANGAN MATA JIWA DARI ALAM JIN DAN SYETAN
Setelah pindah ke Jakarta saya pikir tidak akan berurusan lagi dengan jin dan syetan. Waktu itu saya sangat sibuk dan tidak ada hari libur. Pulang kantor larut malam, malah kadang-kadang pagi, kemudian berangkat lagi pagi-pagi sekali, malah adakalanya sebelum subuh sudah jalan. Saya juga sering keluar kota waktu itu sekitar tiga atau empat kali sebulan, bisa beberapa hari sekali pergi.
Tetapi Allah Taala menentukan lain. Rumah kontrakan yang kami tempati ternyata ada syetan penunggunya, belakangan baru kami ketahui dari tetangga saat pindah ke rumah sendiri.
Puteri kami yang pertama masih kecil ( TK ) menderita sakit aneh, mukanya sangat pucat dan kurus seperti mayat hidup. Dibawa ke tempat bermain anak-anak dia ikut bermain tetapi tidak ada ekspresi apa-apa di wajah dan tingkahnya. Setelah bolak-balik ke dokter anak tiga kali tidak sembuh juga, baru saya sadar bahwa dia diganggu syetan, saya obati sendiri, langsung sembuh.
Ditengah kesibukan saya seperti itu, muncul lagi kasus yang menimpa keluarga sangat dekat kami. Dia gadis N, kenal dekat dengan seorang pemuda A asal luar pulau Jawa. Setelah kasus itu selesai, baru saya ketahui bahwa pemuda A sebenarnya seorang yang punya kemampuan hebat dalam bidang spiritual dan sering menyendiri di pulau yang tidak berpenghuni di kampungnya. Konon gurunya almarhum tinggal di pulau itu.
Pemuda A ini sudah berkunjung ke rumah saudara-saudara kami di Jakarta dan sekitarnya, tetapi begitu diajak ke rumah saya oleh N, dia menolak.
Entah karena bangga atau sombong, N mengatakan pada pemuda A bahwa dia dan orang-orang sekampung dengan kami tidak bisa kena sihir dan santet, padahal dia tidak mengerti apa-apa tentang ini.
Pemuda A rupanya terusik egonya, dicobanya N. Dengan sangat mudah N kena sihir pemuda A teman dekatnya itu. Tiap malam N tidak bisa tidur ( saat itu dia tidak tinggal di rumah kami ) karena sering mendengar pemuda itu memanggil-manggilnya dari luar rumah.
Malam-malam N sering membukakan pintu buat pemuda A yang datang katanya, tetapi pemuda A tidak ada, malam telah larut dan sepi. Seringkali juga dia ingin mendatangi pemuda A di rumah kontrakannya di tengah malam, tetapi N dicegah oleh saudara kami tempat dia nginap.
Badan jadi kurus, muka pucat, tidak ada gairah hidup, tidak ada ekpsresi di wajahnya, blank sama sekali begitulah keadaan N waktu itu. Orang tua N sangat khawatir melihatnya.
Begitu saya obati, N teriak dan menangis. Yang tampak di penglihatannya adalah makhluk-makhluk yang menyeramkan. Beberapa hari saya obati tidak bisa sembuh total. Malah dari mulut N keluar kata : " Kakak tidak mungkin bisa menyembuhkan saya ". Tetapi saya tidak hiraukan.
Saya merasakan hal-hal yang aneh pada diri saya, begitu juga dengan isteri saya dan yakin itu hasil perbuatan si pemuda A.
Suatu malam setelah pengobatan itu, saya bermimpi berjalan di pantai, suatu perkampungan nelayan ( belakangan saya ketahui, itu kampungnya pemuda A ). Saya ketemu tulang kerangka manusia masih utuh tergeletak di pasir. Tiba-tiba tulang kerangka manusia tadi jadi hidup, dia bangun menghadang jalan saya, dari lubang tempat matanya memancar cahaya sangat terang dan kuat langsung menyerang saya. Secara refleks saya menangkis serangan itu dengan kedua telapak tangan saya sambil mengerahkan tenaga hendak menyerang balik dia. Mimpi terputus sampai disitu.
Setelah bangun saya jadi jengkel pada pemuda A. N sebenarnya suka pada dia. Kalau memang dia suka juga sama N, kenapa dia mempermainkan dan menyiksa N berbulan-bulan lamanya. Saya anggap pemuda itu keterlaluan dan jahat. Melihat keadaan N, mungkin dia mau bikin N jadi gila atau menderita terus-menerus sampai mati pelan-pelan.
Saya rasakan setanya terus membayangi saya dan mencari kesempatan untuk menyerang. Kemudian saya bilang pada syetan-syetannya yang saya rasakan kehadirannya : " Saya kasih waktu kamu tiga hari untuk datang minta maaf secara lahiriah pada N dan aku. Kalau tidak, aku akan menghabisi kalian ". Saya tidak peduli apakah pesan saya sampai ke lahiriahnya atau tidak.
Dalam hati saya bertekad akan menghancurkan mereka meskipun saya belum punya pengalaman bertarung. Saya mengingat-ingat lagi mimpi itu sampai detail-detailnya, sehingga saya yakin, Allah Taala telah mengajarkan hal penting kepada saya untuk menghadapi kejahatan pemuda A.
Saat-saat menunggu tiga hari tidak mengenakkan bagi saya. Syetan pemuda A terus menyerang, saya hanya menahannya, tidak ingin saya melanggar janji, saya takut pada Allah.
Begitu lewat waktu tiga hari, saya langsung menyerang mereka habis-habisan sebisa saya secara terus menerus, mengerahkan kekuatan seperti diajarkan oleh Allah dalam mimpi.
Terbayang di benak saya kekuatan jahat pemuda A bersama syetannya hancur lebur dan terbakar.
Tetapi anehnya masih saja terasa kehadiran syetannya meskipun tidak begitu kuat seperti sebelumnya.
Beberapa hari setelah itu N ketemu pemuda A dan menyebut nama saya, pemuda A sangat kaget, langsung pergi tanpa alasan. Sebenarnya saya pernah ketemu pemuda A selintas waktu saya berkunjung ke rumah saudara di Jakarta, seharusnya dia tidak kaget karena telah kenalan dengan saya.
Sejak pamit setelah kaget, pemuda A tidak pernah muncul lagi, tidak pernah lagi ketemu N. Saudara-saudara kandungnya yang serumah dengan dia tidak tahu juga kemana perginya, di kampungnya juga tidak ada dan tidak ada kabar berita, hilang begitu saja selama setahun.
Tetapi gangguan pada isteri saya terus datang terutama saat saya tidak ada di rumah. Kebetulan setelah kejadian itu saya keluar kota selama sebulan. Isteri saya merasa seperti ada angin dingin yang menerpa tubuhnya setiap malam, membuatnya menggigil dan sakit.
Seorang keluarga dekat kami yang bisa melihat alam jin dan syetan mengatakan bahwa dia tahu saya baru saja terlibat perang besar dan menggemparkan di alam jin dan syetan. Saya merasa heran kok dia tahu padahal dia tidak tahu saya mengobati N karena baru datang dari Jawa Timur tempat dia kuliah. Penjelasan dia, jangankan kejadian sebesar itu, kejadian kecil-kecil saja cepat tersebar di alam itu.
Setelah setahun berlalu, N diberi tahu oleh adik pemuda A tempat keberadaan kakaknya. N bersama adiknya tadi datang menengok pemuda A. Ternyata selama setahun dia menghilang dia terdampar dan menumpang di rumah seorang penduduk di kampung terpencil pinggiran Jakarta.
Begitu ketemu N, pemuda A kaget dan menyesalkan kenapa N yang datang menjenguknya.
Sebenarnya pemuda A seorang terpelajar sudah sajana S1, tetapi keadaannya saat itu sangat memprihatinkan bagi N, seperti orang bingung tidak menentu dan tidak keruan, kerjanya setiap hari membantu yang punya rumah berkebun.
N kasihan melihatnya, disuruhnya pulang kampung dan diberinya uang untuk ongkos pulang. Setelah berada di kampung selama seminggu, pemuda A meninggal tanpa menderita sakit.
Saya pikir itulah balasan dari Allah karena Allah Taala menegaskan dalam Al Qur'an, siapa yang berbuat kejahatan akan dibalas dengan kejahatan.
Setelah kejadian tadi, pertanyaan dalam hati dan pikiran saya tambah banyak. Tapi Alhamdulilah, pertanyaan-pertanyaan tadi dan pertanyaan sebelumnya sedikit demi sedikit terjawab dan tersingkap sejumlah hal yang ingin saya ketahui lewat kasus-kasus yang saya tangani berikutnya, diantaranya yang saya angkat dalam bagian 3 seri artikel ini yaitu HEBOH, PUTRI USTADZAH KESURUPAN dan LAPORAN PANDANGAN MATA JIWA DARI ALAM JIN DAN SYETAN
0
:







