- Beranda
- Stories from the Heart
Hujan Itulah Lagu Kita
...
TS
s.sadja.eplex
Hujan Itulah Lagu Kita

INDEX
Quote:
_____________________________________________________________
hai hai haiiii...
gua anak baru nih di kaskus (nubitol)
iseng" aja buat ID,
coz, baru bisa buat (malang bener nasibmu yak
)kenalin, nama gw ali (nama ndeso yak
)tapi lo boleh manggil gw eplex, gua sih lebih seneng elo manggil gua begitu, enggak tau juga sich, kenapa gua lebih seneng.
hahahaha
diatas, itu sepotong dari kisah gue, yaa...
sedih memang, karena kisah ini akan selalu sedih akhirnya.
hahaha... *gw menghibur diri sendiri sekarang.
silahkan dinikmati kisahnya ya gan. jangan di
ya gan, ma'ap juga, tulisannya acak-acakan...

pleace, jangan cuma jadi silent ryder ajach...
Quote:
anasabila dan alejandrosf13 memberi reputasi
2
37.2K
416
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
s.sadja.eplex
#193
dia mendatangi gw, ketika gw samar-samar ngelihat dia dari jauh,
umi : hai
gw : oh..
: hai juga,
........
hanya sapa'an hai yang terjadi, sebenarnya gw berharap kalau dia bertanya terlebih dahulu, kabar atau apa...
tapi sepertinya, memang rasa canggung melanda kami berdua,
hampir 3 menit kami diam, saling lempar senyum dan menutupi rasa malu yang melanda, so, gw beraniin dan buang jauh-jauh rasa malu, dan mencoba membuka pembocaraan
gw + umi : gima...
gw : lo duluan deh
umi : sampean rumiyen mawon, (kamu duluan saja
)
semua jadi satu, kaget memang, dia manggil gw dengan sebutan sampean, bukan kowe
mungkin 1 thn terakhir ini, dia merasa apa yang gw rasa, jadi gw tanggapi saja percakapan dengan menggunakn b.jawa fasih
gw : sae, mbak njenengan dewe pripun??
umi : sae, njeh matur nuhun
gw : emp
gw mencoba mencari topik pembicaraan lain, ga memang masih penasaran banget kenapa dia ninggalin gw, dan sekarang ingin sekali gw tnyakan, tapi posisi dan keadaan sepeti ini,... gw urungin aja
umi : punopo mas?
ngomong mawon mas, yen njenengan pengen tengklet,punopo kulo wangsul ten kudus mboten kondo riyen
(kenapa mas
. ngomong sja mas, kalau kamu memang ingin bertanya, kenapa saya pulang kekudus tidak ngomong dulu sama mas
)
wew
dalam hati gw berfikir, ni anak jangan-jangan dukun 
sampai tau apa yang jadi ganjel di hati.
gw : ah, lupakan saja, sudah 1 thn berlalu, itu juga hak kamu kan, ingin pergi kemana saja,
bukan aku lepas tangan, atau bagaimana. tapi aku memang tak mau membatasi hidup kamu
umi :
: berarti mas, emang enggak ngerasa kehilangan saya?
:
gw : bukan begitu um, jujur saja, gw kehilangan banget di tinggal kamu, tapi ya...h
sudahlah, jangan bahas itu dulu, mungkin lain kali
iya, kamu kan sekolah dikudus dan ini jambore cabang khusus kabupaten demak?
:
umi : saya anggota PMR di sekolah, dan sekolah saya ditunjuk sbg kepala PMR di jambore ini,
gw : ooh....
ya sudah aku balik ke kelompokku ya, thx
da...
umi :
umi enggak bales perkataan gw, hanya senyum simpul seperti gw pertama ngeliyat dia, masih manis, dan kaca mata putih itu masih saja dia pakai
---------
hari prtama tak ada yang perlu diceritakan
---------
hari kedua juga begitu
---------
hari ketiga, gw bicara sebentar waktu penjelajahan, karena dia memilih regu gw untuk dia dampingi, sbg penunjuk jalan, dan PMR
part berikut >>>>
umi : hai

gw : oh..
: hai juga, ........
hanya sapa'an hai yang terjadi, sebenarnya gw berharap kalau dia bertanya terlebih dahulu, kabar atau apa...
tapi sepertinya, memang rasa canggung melanda kami berdua,
hampir 3 menit kami diam, saling lempar senyum dan menutupi rasa malu yang melanda, so, gw beraniin dan buang jauh-jauh rasa malu, dan mencoba membuka pembocaraan
gw + umi : gima...
gw : lo duluan deh

umi : sampean rumiyen mawon, (kamu duluan saja
)
semua jadi satu, kaget memang, dia manggil gw dengan sebutan sampean, bukan kowemungkin 1 thn terakhir ini, dia merasa apa yang gw rasa, jadi gw tanggapi saja percakapan dengan menggunakn b.jawa fasih
gw : sae, mbak njenengan dewe pripun??
umi : sae, njeh matur nuhun
gw : emp
gw mencoba mencari topik pembicaraan lain, ga memang masih penasaran banget kenapa dia ninggalin gw, dan sekarang ingin sekali gw tnyakan, tapi posisi dan keadaan sepeti ini,... gw urungin aja
umi : punopo mas?
ngomong mawon mas, yen njenengan pengen tengklet,punopo kulo wangsul ten kudus mboten kondo riyen

(kenapa mas
. ngomong sja mas, kalau kamu memang ingin bertanya, kenapa saya pulang kekudus tidak ngomong dulu sama mas
)wew
dalam hati gw berfikir, ni anak jangan-jangan dukun 
sampai tau apa yang jadi ganjel di hati.
gw : ah, lupakan saja, sudah 1 thn berlalu, itu juga hak kamu kan, ingin pergi kemana saja,
bukan aku lepas tangan, atau bagaimana. tapi aku memang tak mau membatasi hidup kamu

umi :
: berarti mas, emang enggak ngerasa kehilangan saya?
: gw : bukan begitu um, jujur saja, gw kehilangan banget di tinggal kamu, tapi ya...h
sudahlah, jangan bahas itu dulu, mungkin lain kali
iya, kamu kan sekolah dikudus dan ini jambore cabang khusus kabupaten demak?
:umi : saya anggota PMR di sekolah, dan sekolah saya ditunjuk sbg kepala PMR di jambore ini,

gw : ooh....
ya sudah aku balik ke kelompokku ya, thx
da...
umi :
umi enggak bales perkataan gw, hanya senyum simpul seperti gw pertama ngeliyat dia, masih manis, dan kaca mata putih itu masih saja dia pakai
---------
hari prtama tak ada yang perlu diceritakan
---------
hari kedua juga begitu
---------
hari ketiga, gw bicara sebentar waktu penjelajahan, karena dia memilih regu gw untuk dia dampingi, sbg penunjuk jalan, dan PMR
part berikut >>>>
I'm still waiting
Laiely Rahmawati
Laiely Rahmawati
0

nya doonkz...