TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.3K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#117
chapter 12 - goodbye or farewell
dihadapan gw sekarang ada orang yang benar2 bikin gw tercengang, sosok ayah gw yang biasanya ganteng dengan jenggot tipis di sekitar dagunya sekarang menjadi kinclongan besi mulus yang dihiasi sekrup-sekrup yang terlihat masih baru. gw yang sedang terikat cuma bisa nontonin segelintir pasukan acc yang lagi tatap2an dengan petinggi cora yang akan menjadi saksi dari eksekusi gw.
"brengsek, ternyata benar apa yang dikatakan dokter jap, gw sebaiknya tinggal sama bangsa yang menjadi keturunan langsung dari bangsa asli gw" gerutu gw dalam hati sambil menahan kekesalan gw, gw sekarang cuma sedang mencari waktu yang tepat untuk kabur dari kuil yang cuma ada 1 pintu ini. gw tetap menatap tajam kearah si banci shandel yang gw gak tau tujuan dia maen nangkep dan mencoba untuk mengeksekusi gw.
tak lama setelah menatapnya, akhirnya dia pun membalas tatapan gw. selama beberapa saat kita berdua saling bertatapan, terlihat ada sesuatu rahasia yang ditutupinya dari tatapannya dan sepertinya rahasia yang sangat besar yang hanya dia saja yang tahu.dia pun langsung membuang pandangannya dari gw dan mulai berdiri dari tempat duduknya dan mengambil tongkat sihir miliknya yang menyala seperti lidah api namun api itu padam saat dia menyentuhnya, seolah-olah kekuatan yang meluap dari benda itu disedot dengan tangannya.
sambil menunjuk kearah kedua darkprist nubitol yang ada disebelah dengan tongkatnya, dia pun berteriak "EKSEKUSIIII!!"... wushhh tongkatnya pun di ayunkan dengan keras ke tanah sampai menimbulkan suara angin yang cukup keras.dengan cepat kedua orang itu langsung mengangkat tangan mereka dan mengumpulkan force berkekuatan cukup besar sehingga tercipta sebuah bola api. "sial, gw harus segera lari sebelom bola api itu mateng dan manggang gw idup2" ujar gw sambil mencoba untuk stay cool dan mencari celah untuk kabur.bola api itu pun semakin membesar, gw pun makin panik karena hawa panas dari bola itu mulai terasa. "kemon think, think, think!!" gw terus berpikir dan berusaha memutar otak gw untuk menyelamatkan diri gw. secara spontan gw langsung berdiri rendah, dan dengan kedua tangan yang di borgol gw langsung menghantam perut salah satu executor gw dengan kekuatan penuh.
BUGHHH!! BLEGARR BLEGARR!! suara pukulan gw yang diikuti suara ledakan yang gw ga tau darimana asalnya, namun tak lama kemudian kedua executor itu terjatuh ketanah dengan tubuh yang sedikit kejang. "WTF, gw pukul 1 kok 2 orang yang pingsan" bingung gw sendiri sambil memperhatika 2 sosok tubuh yang sedang terjelembab ditanah. tiba-tiba CROOTTTSSS.. cipratan darah keluar deras dari leher mereka, tanpa gw sadari ternyata kepala mereka telah menghilang akibat seperti terkena ledakan yang sangat kuat. suasana menjadi sedikit hening seketika, namun semua pandangan tidak mengarah kepada 2 mayat yang tergeletak atau pun gw sendiri. tatapan mereka kembali tertuju kepada 1 party accretia yang telah berdiri di luar altar yang beberapa diantaranya sangat familiar dimata gw.
"XENOS!! PAW!! COLOSUS!!!..." isak gw ga percaya melihat 3 sosok kaleng tempur yang pernah clash sama gw beberapa hari yang lalu. nampak dari kejauhan pawpaw sedang mengangkat tangannya dan mengeluarkan jari kebanggaan yang biasa gw tujukan ke orang yang gw sebel.
gw terdiam menahan tawa melihat paw menirukan gerakan kebanggan gw yang diarahkan ke salah seorang cora yang sedang berdiri beberapa meter dari gw, dan dari wajahnya gw membaca kalo dia tau jari tengah itu diarahkan kepadanya.
"KURANG AJARRR!! TERNYATA ITU KALENG ROMBENG MASIH IDUP!, ga akan gw biarin idup lo sekarang!!" teriak cora yang terpancing emosi oleh paw dan dia berusaha untuk berdiri sambil memegangi bokongnya yang sedikit mengeluarkan darah segar. SLEPP dia langsung merapatkan kedua selangkangannya yang sebelumnya terbuka dan mengeluarkan darah, setelah itu dia langsung mengeluarkan 2 bilah pisau lempar dari selipan kantong clananya.
sesaat kemudian cora itu pun mulai mencoba untuk berjalan sambil menahan perihnya ambean yang dideritanya, dia berjalan dengan menyeret kakinya untuk mencegah pendarahannya terbuka. namun saat dia ingin maju, seorang adventurer yang cukup terkenal di cora langsung menghadangnya, dan dengan gentle dia menahan laju cora itu dengan tangan kanannya yang dia lancangkan kesamping dan tepat di depan dada penderita ambean itu. "tenang sayangku roslaw, aku akan membalaskan dendamu sayang." ujar adventurer itu dengan lembut kebanci-bancian.
"tapi sayang,, aku ga mau kamiu sampe terluka beibeh" balas roslaw yang sedang terkena ambean dan diapun mulai mengeluarkan air mata maho sok imut yang sangat menjijikan. ewwhhh.... menyesal sangat gw memandang kesini, sebaiknya gw ganti pandangan kearah 2 orang grazier cewe yang lagi ngegosip arah berlawanan aja, bajunya seksi pula, pemandangan indah terakhir yang mungkin gw liad kali..hahahaha. "tenang cintaku, aku tak rela jatah yang harusnya aku dapatkan setiap hari dirampas oleh kaleng busuk itu, aku akan membuat dia membayarnya." balas adventurer itu.. ARGHH!! kenapa tetap kedengaran sih suaranya, padahal udah memalingkan perhatian, tapi pembicaraan mereka sangat keras sampai menjadi perhatian publik, seluruh kepala mengarah kearah mereka dengan posisi miring kebingungan.
"ah terima kasih cintaku laotha, akiu akhan merindukan kehangatan tubuhmu di ranjang puncak kenikmatan cinta kita." balas roslaw mendekati laotha dan mencoba untuk melakukan adegan penuh sensor ditengah umum, dari beberapa orang yang menyaksikan, beberapa orang ada yang mulai mual dan muntah, dan sisanya hanya bisa menutup mata termasuk 1 party accretia di depan yang langsung muntah oli dari mulutnya.
BRAGHH suara hentakan kaki dan tongkat yang bunyi bersamaan berasal dari suara kaki raven dan tongkat sihir shandel, suara hentakan yang cukup keras itu langsung mengheningkan suasana menjijikan dan merubahnya menjadi suasana yang tenang.
"hentikan perbuatan mangsiat kalian berdua." sentak shandel ke roslaw dan laotha, mereka hanya bisa tertunduk dan mengucapkan kata maaf walaupun kecil. "tidak sepantasnya kalian bertindak hal seperti itu di tempat ini" tambahnya yang disertai suasana senang penduduk lain yang menyaksikan hal itu langsung melompat kegirangan bahagia karena bencana mental terberat di dunia berhasil di hentikan. "para dewan, siapkan senjata kalian. kita akan mendaur ulang kaleng hari ini" lanjutnya sambil melaju keluar altar. "pendudukku yang lain, berjagalah di dalam altar karena lawan yang ada di depan kalian bukanlah lawan yang bisa kalian hadapi". kata yang begitu berat itu langsung membuat pasukan cora yang sedang bersiap-siap mendaur kaleng itu menjadi takut. mereka benar-benar menaruh kepercayaan yang besar kepada archonnya.
"para dewan dan raven ravenheart, bersiaplah kita akan menyerang" perintah shandel dengan tenang sambil melangkah keluar altar memimpin prajurit terkuatnya. terlihat laotha berusaha melepaskan pelukan roslaw yang sedang menangis najonk, tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah aura berwarna biru muda yang terlihat memberikan kekuatan bagi orang disekitarnya. setelah itu dewan cora yang ditemani raven langsung bersiap menyerang.
"compound siege!" tuingggg BOOOMMM... paw langsung menembakan serangan pertamanya kearah shandel dan partynya, dengan kemampuan yang belum pernah dilihat semua orang sebelumnya, sebuah pusaran angin melaju dengan kekuatan dan kecepatan tinggi, shandel hanya dapat membelalakan mata ketika pusaran angin itu mulai mendekatinya. BLARRRRRRR... ledakan yang sangat besar, gw ragu shandel masih bisa hidup karena peluru aneh itu meledak tepat di kepala shandel dan ledakan itu sangat besar. gw yakin sekarang kondisi shandel dah jadi sama kayak 2 mayat disamping gw. keliatanya juga semua penduduk memikirkan hal yang sama dengan gw.
wushshh, angin bertiup menyapu kepulan asap itu, terlihat dengan jelas shandel berdiri dengan tegak dengan tangan kiri yang menutupi matanya dan tepat didepan shandel telah berdiri seorang wakilnya yang berjob Black Knight bernama kaizen menahan tembakan paw dengan tubuhnya tanpa bergeming sedikit pun. emang sih dari kabar yang gw denger dia badannya atos banget tapi.. "mwuahahahahahaaa.. CUMA SEGITU TENAGA TEMBAKAN LO??" teriak kaizen dengan lantang sambil tertawa keras. "gw sangka tembakan loncer kaleng sakti, ga taunya buat gelitik ketek gw aja ga sanggup. nih gw kasih ketek gw" ya tepat.. tapinya itu adalah dia seorang mascocist dan yang jelas akan menjadi lawan yang menjijikan jika tidak dilumpuhkan dengan cepat.
"GIVE MORE SHOT ASSH*LE!!!" kaizen pun langsung berteriak dan dengan nekat langsung maju mendekat kearah mereka, shandel, laotha dan dewan lainnya langsung berpencar ke samping untuk melancarkan serangan dari berbagai arah. namun raven hanya diam di tempat dan tidak berpijak sedikitpun. respon pasukan accretia juga langsung berpencar dan menghampiri lawannya 1 1. xenos langsung menghampiri goibert yang telah dikembalikan posisinya, collosus menghadang shandel, dan paw harus berhadapan dengan lawan yang mungkin dia suka, kaizen dan laotha. namun di pihak accretia bokap gw melakukan hal yang sama dengan raven, mereka hanya diam di tempat mereka berdiri. setelah party mereka terpisah semua, perlahan namun tetap fokus mereka melangkah maju untuk mendekati satu sama lain.
"kenapa kau lakukan ini lionell?" tanya raven penuh rasa penasaran dan tidak percaya. bokap gw hanya bisa merunduk saat pertanyaan itu muncul dari mulut sahabat lamanya, seolah dia mengerti perasaan raven yang penuh emosi merasa dikhianati oleh sahabatnya dari kecil.
Spoiler for "12":
dihadapan gw sekarang ada orang yang benar2 bikin gw tercengang, sosok ayah gw yang biasanya ganteng dengan jenggot tipis di sekitar dagunya sekarang menjadi kinclongan besi mulus yang dihiasi sekrup-sekrup yang terlihat masih baru. gw yang sedang terikat cuma bisa nontonin segelintir pasukan acc yang lagi tatap2an dengan petinggi cora yang akan menjadi saksi dari eksekusi gw.
"brengsek, ternyata benar apa yang dikatakan dokter jap, gw sebaiknya tinggal sama bangsa yang menjadi keturunan langsung dari bangsa asli gw" gerutu gw dalam hati sambil menahan kekesalan gw, gw sekarang cuma sedang mencari waktu yang tepat untuk kabur dari kuil yang cuma ada 1 pintu ini. gw tetap menatap tajam kearah si banci shandel yang gw gak tau tujuan dia maen nangkep dan mencoba untuk mengeksekusi gw.
tak lama setelah menatapnya, akhirnya dia pun membalas tatapan gw. selama beberapa saat kita berdua saling bertatapan, terlihat ada sesuatu rahasia yang ditutupinya dari tatapannya dan sepertinya rahasia yang sangat besar yang hanya dia saja yang tahu.dia pun langsung membuang pandangannya dari gw dan mulai berdiri dari tempat duduknya dan mengambil tongkat sihir miliknya yang menyala seperti lidah api namun api itu padam saat dia menyentuhnya, seolah-olah kekuatan yang meluap dari benda itu disedot dengan tangannya.
sambil menunjuk kearah kedua darkprist nubitol yang ada disebelah dengan tongkatnya, dia pun berteriak "EKSEKUSIIII!!"... wushhh tongkatnya pun di ayunkan dengan keras ke tanah sampai menimbulkan suara angin yang cukup keras.dengan cepat kedua orang itu langsung mengangkat tangan mereka dan mengumpulkan force berkekuatan cukup besar sehingga tercipta sebuah bola api. "sial, gw harus segera lari sebelom bola api itu mateng dan manggang gw idup2" ujar gw sambil mencoba untuk stay cool dan mencari celah untuk kabur.bola api itu pun semakin membesar, gw pun makin panik karena hawa panas dari bola itu mulai terasa. "kemon think, think, think!!" gw terus berpikir dan berusaha memutar otak gw untuk menyelamatkan diri gw. secara spontan gw langsung berdiri rendah, dan dengan kedua tangan yang di borgol gw langsung menghantam perut salah satu executor gw dengan kekuatan penuh.
BUGHHH!! BLEGARR BLEGARR!! suara pukulan gw yang diikuti suara ledakan yang gw ga tau darimana asalnya, namun tak lama kemudian kedua executor itu terjatuh ketanah dengan tubuh yang sedikit kejang. "WTF, gw pukul 1 kok 2 orang yang pingsan" bingung gw sendiri sambil memperhatika 2 sosok tubuh yang sedang terjelembab ditanah. tiba-tiba CROOTTTSSS.. cipratan darah keluar deras dari leher mereka, tanpa gw sadari ternyata kepala mereka telah menghilang akibat seperti terkena ledakan yang sangat kuat. suasana menjadi sedikit hening seketika, namun semua pandangan tidak mengarah kepada 2 mayat yang tergeletak atau pun gw sendiri. tatapan mereka kembali tertuju kepada 1 party accretia yang telah berdiri di luar altar yang beberapa diantaranya sangat familiar dimata gw.
"XENOS!! PAW!! COLOSUS!!!..." isak gw ga percaya melihat 3 sosok kaleng tempur yang pernah clash sama gw beberapa hari yang lalu. nampak dari kejauhan pawpaw sedang mengangkat tangannya dan mengeluarkan jari kebanggaan yang biasa gw tujukan ke orang yang gw sebel.
gw terdiam menahan tawa melihat paw menirukan gerakan kebanggan gw yang diarahkan ke salah seorang cora yang sedang berdiri beberapa meter dari gw, dan dari wajahnya gw membaca kalo dia tau jari tengah itu diarahkan kepadanya.
"KURANG AJARRR!! TERNYATA ITU KALENG ROMBENG MASIH IDUP!, ga akan gw biarin idup lo sekarang!!" teriak cora yang terpancing emosi oleh paw dan dia berusaha untuk berdiri sambil memegangi bokongnya yang sedikit mengeluarkan darah segar. SLEPP dia langsung merapatkan kedua selangkangannya yang sebelumnya terbuka dan mengeluarkan darah, setelah itu dia langsung mengeluarkan 2 bilah pisau lempar dari selipan kantong clananya.
sesaat kemudian cora itu pun mulai mencoba untuk berjalan sambil menahan perihnya ambean yang dideritanya, dia berjalan dengan menyeret kakinya untuk mencegah pendarahannya terbuka. namun saat dia ingin maju, seorang adventurer yang cukup terkenal di cora langsung menghadangnya, dan dengan gentle dia menahan laju cora itu dengan tangan kanannya yang dia lancangkan kesamping dan tepat di depan dada penderita ambean itu. "tenang sayangku roslaw, aku akan membalaskan dendamu sayang." ujar adventurer itu dengan lembut kebanci-bancian.
"tapi sayang,, aku ga mau kamiu sampe terluka beibeh" balas roslaw yang sedang terkena ambean dan diapun mulai mengeluarkan air mata maho sok imut yang sangat menjijikan. ewwhhh.... menyesal sangat gw memandang kesini, sebaiknya gw ganti pandangan kearah 2 orang grazier cewe yang lagi ngegosip arah berlawanan aja, bajunya seksi pula, pemandangan indah terakhir yang mungkin gw liad kali..hahahaha. "tenang cintaku, aku tak rela jatah yang harusnya aku dapatkan setiap hari dirampas oleh kaleng busuk itu, aku akan membuat dia membayarnya." balas adventurer itu.. ARGHH!! kenapa tetap kedengaran sih suaranya, padahal udah memalingkan perhatian, tapi pembicaraan mereka sangat keras sampai menjadi perhatian publik, seluruh kepala mengarah kearah mereka dengan posisi miring kebingungan.
"ah terima kasih cintaku laotha, akiu akhan merindukan kehangatan tubuhmu di ranjang puncak kenikmatan cinta kita." balas roslaw mendekati laotha dan mencoba untuk melakukan adegan penuh sensor ditengah umum, dari beberapa orang yang menyaksikan, beberapa orang ada yang mulai mual dan muntah, dan sisanya hanya bisa menutup mata termasuk 1 party accretia di depan yang langsung muntah oli dari mulutnya.
BRAGHH suara hentakan kaki dan tongkat yang bunyi bersamaan berasal dari suara kaki raven dan tongkat sihir shandel, suara hentakan yang cukup keras itu langsung mengheningkan suasana menjijikan dan merubahnya menjadi suasana yang tenang.
"hentikan perbuatan mangsiat kalian berdua." sentak shandel ke roslaw dan laotha, mereka hanya bisa tertunduk dan mengucapkan kata maaf walaupun kecil. "tidak sepantasnya kalian bertindak hal seperti itu di tempat ini" tambahnya yang disertai suasana senang penduduk lain yang menyaksikan hal itu langsung melompat kegirangan bahagia karena bencana mental terberat di dunia berhasil di hentikan. "para dewan, siapkan senjata kalian. kita akan mendaur ulang kaleng hari ini" lanjutnya sambil melaju keluar altar. "pendudukku yang lain, berjagalah di dalam altar karena lawan yang ada di depan kalian bukanlah lawan yang bisa kalian hadapi". kata yang begitu berat itu langsung membuat pasukan cora yang sedang bersiap-siap mendaur kaleng itu menjadi takut. mereka benar-benar menaruh kepercayaan yang besar kepada archonnya.
"para dewan dan raven ravenheart, bersiaplah kita akan menyerang" perintah shandel dengan tenang sambil melangkah keluar altar memimpin prajurit terkuatnya. terlihat laotha berusaha melepaskan pelukan roslaw yang sedang menangis najonk, tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah aura berwarna biru muda yang terlihat memberikan kekuatan bagi orang disekitarnya. setelah itu dewan cora yang ditemani raven langsung bersiap menyerang.
"compound siege!" tuingggg BOOOMMM... paw langsung menembakan serangan pertamanya kearah shandel dan partynya, dengan kemampuan yang belum pernah dilihat semua orang sebelumnya, sebuah pusaran angin melaju dengan kekuatan dan kecepatan tinggi, shandel hanya dapat membelalakan mata ketika pusaran angin itu mulai mendekatinya. BLARRRRRRR... ledakan yang sangat besar, gw ragu shandel masih bisa hidup karena peluru aneh itu meledak tepat di kepala shandel dan ledakan itu sangat besar. gw yakin sekarang kondisi shandel dah jadi sama kayak 2 mayat disamping gw. keliatanya juga semua penduduk memikirkan hal yang sama dengan gw.
wushshh, angin bertiup menyapu kepulan asap itu, terlihat dengan jelas shandel berdiri dengan tegak dengan tangan kiri yang menutupi matanya dan tepat didepan shandel telah berdiri seorang wakilnya yang berjob Black Knight bernama kaizen menahan tembakan paw dengan tubuhnya tanpa bergeming sedikit pun. emang sih dari kabar yang gw denger dia badannya atos banget tapi.. "mwuahahahahahaaa.. CUMA SEGITU TENAGA TEMBAKAN LO??" teriak kaizen dengan lantang sambil tertawa keras. "gw sangka tembakan loncer kaleng sakti, ga taunya buat gelitik ketek gw aja ga sanggup. nih gw kasih ketek gw" ya tepat.. tapinya itu adalah dia seorang mascocist dan yang jelas akan menjadi lawan yang menjijikan jika tidak dilumpuhkan dengan cepat.
"GIVE MORE SHOT ASSH*LE!!!" kaizen pun langsung berteriak dan dengan nekat langsung maju mendekat kearah mereka, shandel, laotha dan dewan lainnya langsung berpencar ke samping untuk melancarkan serangan dari berbagai arah. namun raven hanya diam di tempat dan tidak berpijak sedikitpun. respon pasukan accretia juga langsung berpencar dan menghampiri lawannya 1 1. xenos langsung menghampiri goibert yang telah dikembalikan posisinya, collosus menghadang shandel, dan paw harus berhadapan dengan lawan yang mungkin dia suka, kaizen dan laotha. namun di pihak accretia bokap gw melakukan hal yang sama dengan raven, mereka hanya diam di tempat mereka berdiri. setelah party mereka terpisah semua, perlahan namun tetap fokus mereka melangkah maju untuk mendekati satu sama lain.
"kenapa kau lakukan ini lionell?" tanya raven penuh rasa penasaran dan tidak percaya. bokap gw hanya bisa merunduk saat pertanyaan itu muncul dari mulut sahabat lamanya, seolah dia mengerti perasaan raven yang penuh emosi merasa dikhianati oleh sahabatnya dari kecil.
0
Kutip
Balas