Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
445
Lapor Hansip
17-12-2008 10:50

Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri

"Miskin dan kaya adalah nasib " ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.

Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, nasib tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan dari "sononya" kaya, maka usaha apa pun, bahkan kerja "seenaknya"pun bisa menjadikan kita sukses dan kaya.

Entah sudah berapa abad umur mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah, hanya lulusan SMA/SMP/ SD, ( bahkan S1, namun merasa hanya lulusan universitas lokal), maka spontan yang timbul di benak kita adalah kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.

Dengan rendahnya persepsi terhadap diri sendiri seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup "ala kadarnya" atau sekedar hidup. Jika mitos seperti ini terus menerus dipercaya dan sampai memasuki pikiran bawah sadar kita, maka mitos seperti itu akan melahirkan "nasib gagal", dan kalau mitos negatif seperti itu dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, lalu bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.

Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas untuk dicapai,disiplin, mau kerja keras, ulet, siap berjuang dan semangat belajar, maka pasti akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya!

Bangun karakter sukses!Seperti pepatah dalam bahasa Inggris "character is destiny", kharakter adalah nasib.

Hancurkan mitos "miskin adalah nasib saya "

Tidak peduli bagaimanapun Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!

Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.
kita adalah penentu masa depan kita sendiri!


Seperti filosofi yang lahir dari kristalisasi perjuangan sepanjang kehidupan saya, yang telah terbukti yakni : Success is my right ! sukses adalah hak saya! atau arti panjangnya : Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.

Dengan semangat dan sikap mental sukses adalah hak saya ! serta siap berjuang habis-habisan , saya yakin nasib kita pasti berubah lebih baik, karena Tuhan tidak akan tinggal diam untuk membantu kita!

Success is my right !

Andrie Wongso
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri
24-08-2010 08:32
Quote:Original Posted By greenpiece
terimakasi untuk inspirasinya
succes is my right.
Ada yg mw saya tanyakan ni, succes is my right, mgkn kt mudah tk mengatakannya dan memasukkan kta2 ini dalam hati. Tp untuk merealisasikannya itu susah.
Contohnya, saya adalah seorang mahasiswa. Ya bsa d blg saya ini kurang serius dalam belajar. Tp bukan berarti d hati saya tdak ada semangat untk menjadi sukses. Saya sering meyakinkan hati saya tk serius blajar dan menjadi org sukses, tp semangat itu g bertahan lama.

Yg mw saya tanya, apa ada kiat2 yg bs menyelesaikan masalah saya ini.
Mohon saran dan tanggapannya . .

Terimakasih.
emoticon-I Love Indonesia
emoticon-I Love Kaskus
Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri


saya pernah denger seorang pembicara motivasi ngomong, seorang manusia adalah buku apa yang dia baca dan orang2 seperti apa yg dia temui setiap hari. Jadi kalo agan mau bersemangat setiap hari, bacalah buku yg membuat agan termotivasi penuh, bukan cuma supaya semangat belajar tapi juga semangat menjalani hidup. Dan bergaul lah dgn orang2 yg punya semangat tinggi, share dengan mereka. Memang selama jadi mahasiswa, semangat turun naik (saya juga emoticon-Peace) krn mungkin pikiran qt udah bercabang2 ke banyak hal. Tapi sekali lagi, saya meyakini kalo yg penting dari hidup itu adalah process oriented, bukan goal oriented, jadi bagaimana qt ditempa sama pait manis pengalaman qt sendiri supaya jadi manusia yg lebih baik setiap harinya. Jadi sekarang tanyakan sama diri agan sendiri, tujuan agan belajar, jadi mahasiswa, apa? Kalo memang agan sudah sadar, bahwa dengan belajar sekarang bisa membantu agan kelak jadi orang sukses di masa sepan, kenapa ga dikerjakan sebaik2nya sekarang? Kan waktu ga bisa diulang emoticon-Smilie
Success is our rights.
Maap banyak nyerocos, saya sanguinis emoticon-Peace
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia