- Beranda
- Supranatural
Ask ilmu aji rajahkalacra(rajah syekh subakir)
...
TS
mkr
Ask ilmu aji rajahkalacra(rajah syekh subakir)
Ada para sesepuh tau ttg ilmu rajah aji kalacakra ni....di katakan dahulu syekh subakir mengunakan ilmu ini untuk menakluk gunung tidar di tanah jawa..
Berikut saya postingkan artikel menarik seputar Islamisasi di Tanah Jawa yang saya peroleh dari milis sebelah. Walisongo yang sering ditulis di buku-buku sejarah sebagai penyebar Islam di tanah jawa, versi artikel di bawah beranggotakan sbb:
1) Maulana Malik Ibrahim, berasal dari turki, ahli mengatur negara (ahli tata negara).
2) Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3) Maulana Ahmad Jumadil Kubro dari Mesir.
4) Maulana Muhammad Al-Maghrobi, berasal dari Maroko.
5) Maulana Malik Isro'il, dari Turki, Ahli mengatur negara (ahli tata negara).
6) Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7) Maulana Hasanuddin, dari Palestina.
8) Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9) Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni oleh Jin jahat (ahli ruqyah).
Mulai dari wali2 pertama yang berhasil mengislamkan Raja Kediri waktu itu: Jayabaya sekitar tahun 1200 M. Kedua wali yang dimaksud adalah Syekh Ali dan Syekh Subakir, langsung diutus oleh Sultan Turki (Dinasti Utsmaniyah).
Kemudian berlanjut ke wali2 yang biasa kita kenal seperti Maulana Malik Ibrahim yang keturunan Arab, Sunan Ampel dan Sunan Bonang yang keturunan Cina dari Tanah Siam, murid mereka Sunan Kalijogo yang asli Jawa dlsb.
Ada apa wali2 itu ke sini? Yang pasti bukan hanya untuk berdagang karena untuk berdagang mereka tak perlu jauh2 ke sini. Mereka ke sini untuk menggenapi hadits Rasulullah tentang kebangkitan Islam di timur. Untuk menggenapi hadits itu tentu saja Islam harus berkembang dulu di Kepulauan Nusantara yang ketika itu penduduknya kebanyakan menganut agama Hindu, Budha, dan animisme/dinamisme. Jadi, atas dasar jasa merekalah sebagian besar dari kita ini menganut Islam.

[url]http:--edited by momod forsup team--[/url]

Ya Allah Ya Rahmaan Ya Rahiim"
Muliakan dan Sayangilah para Saudaraku yang Buka thread ini beserta Keluarganya....Berikanlah Kesihatan Kekuatan Zahir Bathin, Kesuksesan dalam Segala Hal, Terangi Hari harinya dengan Cahaya Mu....Cahaya Kasih Sayang Mu
Ya Rabb,Mudahkanlah Segala Urusannya...Terangi dengan Cahaya Pengetahuan Mu, Berikanlah Petunjuk Mu Ya Allah.Kuatkan dan Mantapkan Iman Takwa dan Ibadahnya....Limpahkan dan Curahkan Kekayaan, Rezeki yang Berkah,Berikan Kebahagiaan Bersama Keluarga.....Kebahagiaan di Dunia mahupun di Akhirat . Amiiin Ya Allah Amiiin...........
Terkini


keluarga besar rkc
Berikut saya postingkan artikel menarik seputar Islamisasi di Tanah Jawa yang saya peroleh dari milis sebelah. Walisongo yang sering ditulis di buku-buku sejarah sebagai penyebar Islam di tanah jawa, versi artikel di bawah beranggotakan sbb:
1) Maulana Malik Ibrahim, berasal dari turki, ahli mengatur negara (ahli tata negara).
2) Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3) Maulana Ahmad Jumadil Kubro dari Mesir.
4) Maulana Muhammad Al-Maghrobi, berasal dari Maroko.
5) Maulana Malik Isro'il, dari Turki, Ahli mengatur negara (ahli tata negara).
6) Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7) Maulana Hasanuddin, dari Palestina.
8) Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9) Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni oleh Jin jahat (ahli ruqyah).
Mulai dari wali2 pertama yang berhasil mengislamkan Raja Kediri waktu itu: Jayabaya sekitar tahun 1200 M. Kedua wali yang dimaksud adalah Syekh Ali dan Syekh Subakir, langsung diutus oleh Sultan Turki (Dinasti Utsmaniyah).
Kemudian berlanjut ke wali2 yang biasa kita kenal seperti Maulana Malik Ibrahim yang keturunan Arab, Sunan Ampel dan Sunan Bonang yang keturunan Cina dari Tanah Siam, murid mereka Sunan Kalijogo yang asli Jawa dlsb.
Ada apa wali2 itu ke sini? Yang pasti bukan hanya untuk berdagang karena untuk berdagang mereka tak perlu jauh2 ke sini. Mereka ke sini untuk menggenapi hadits Rasulullah tentang kebangkitan Islam di timur. Untuk menggenapi hadits itu tentu saja Islam harus berkembang dulu di Kepulauan Nusantara yang ketika itu penduduknya kebanyakan menganut agama Hindu, Budha, dan animisme/dinamisme. Jadi, atas dasar jasa merekalah sebagian besar dari kita ini menganut Islam.

[url]http:--edited by momod forsup team--[/url]

Ya Allah Ya Rahmaan Ya Rahiim"
Muliakan dan Sayangilah para Saudaraku yang Buka thread ini beserta Keluarganya....Berikanlah Kesihatan Kekuatan Zahir Bathin, Kesuksesan dalam Segala Hal, Terangi Hari harinya dengan Cahaya Mu....Cahaya Kasih Sayang Mu
Ya Rabb,Mudahkanlah Segala Urusannya...Terangi dengan Cahaya Pengetahuan Mu, Berikanlah Petunjuk Mu Ya Allah.Kuatkan dan Mantapkan Iman Takwa dan Ibadahnya....Limpahkan dan Curahkan Kekayaan, Rezeki yang Berkah,Berikan Kebahagiaan Bersama Keluarga.....Kebahagiaan di Dunia mahupun di Akhirat . Amiiin Ya Allah Amiiin...........
Terkini


keluarga besar rkc
rotten7070 memberi reputasi
1
374.1K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
15.9KThread•14.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mkr
#1125
Quote:
Kapsul, atau tablet, tentu tidak mempunyai dosis yang sama. Demikian juga dosis obat antibiotik dan vitamin. Jika yang satu bisa diminum sehari tiga kali, yang lain mungkin hanya boleh diminum satu kali dalam sehari. Bahkan vitamin, yang jelas-jelas berguna, pun jika diminum melebihi dosis yang ditentukan dokter; efeknya akan berakibat buruk bagi tubuh. Badan bisa meriang atau bahkan kera*cunan. Begitu pula halnya dengan hizib dan ratib.
Hizib dan ratib, dilihat dari susunan*nya, sebenarnya sama. Yakni, sama-sama kumpulan ayat, dzikir; dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai wali*yullah (Kekasih Allah). Yang membedakan suatu ratib dengan ratib lain, atau hizib dan hizib lain, adalah asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang disesuaikan dengan waqiiy*yah (latar belakang penyusunan)-nya.
Namun, meski muncul pada waqi' yang sama dan oleh penyusun yang sama, ratib sejak awal dirancang oleh para awliya untuk konsumsi umum, meski te*tap mustajab. Semua orang bisa meng*amalkan untuk memperkuat benteng dirinya, bahkan tanpa perlu ijazah. Meski tentu jika dengan ijazah lebih afdhal.
Sementara hizib, sejak awal diran*cang untuk kalangan tertentu yang oleh sang wali (penyusun-red) dianggap memiliki kemampuan lebih, karena itu mengandung dosis yang sangat tinggi. Hizib juga biasanya mengandung banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terka*dang seperti tidak terkait dengan rang*kaian doa sebelumnya padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak ismul a'zham (asma Allah yang agung), yang tidak ada dalam ratib.
Dan yang pasti, hizib tidak disusun berdasarkan keinginan sang ulama, karena hizib rata-rata merupakan ilham dari Allah SWT: Ada juga yang menda*patkannya langsung dari Rasulullah SAW seperti Hizbul Bahr, yang disusun oleh Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili.rhm Karena itulah, hizib mempunyai fadhilah dan khasiat yang luar biasa.
Selain itu, ada juga syarat usia yang cukup bagi pengamal hizib. Sebab orang yang sudah mengamalkan hizib biasanya tidak lepas dari ujian. Ada yang hatinya mudah panas, sehingga cepat marah. Ada yang, karena Allah SWT, menampakkan salah satu hizibnya dalam bentuk kehe*batan, lalu pengamalnya kehilangan kontrol terhadap hatinya dan menjadi som*bong. Ada juga yang berpengaruh ke rizqi, yang selalu terasa panas sehingga sering menguap tanpa bekas, dan sebagainya.
Karena itu pula diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar-benar mumpuni dalam arti mempunyai sanad ijazah hizib tersebut yang bersambung dan mengerti dosis hizib. Selain itu juga diperlukan guru yang shalih yang mengerti ilmu hati untuk mendampingi dan ikut membantu si pengamal dalam menata hati dan menghindari efek negatif hizib.
Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya,
Rais Am Idarah aliyyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah an-Nahdliyyah
0
mohon dikoreksi