- Beranda
- Cinta Indonesiaku
Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
...
TS
template
Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Contoh Post :


0
105.6K
Kutip
106
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cinta Indonesiaku
5.4KThread•2.6KAnggota
Tampilkan semua post
morajapalu
#43
Sambunganya lagi...
Quote:
Original Posted By e-New►Kaskus ID : e-New
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rub...=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rub...=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]
Spoiler for dadendate:
G. Prospek Dadendate Mendatang
Dadendate sebagai nyanyian bercerita, pembawa kabar, bertutur, atau apapun julukan buat dia, sangat layak untuk mendapat perhatian dalam perkembangan selaanjutnya. Berbagai upaya untuk pengembangan kesenian tradisi sebenarnya lebih diupayakan untuk terjadinya seleksi alami.
Kesenian tradisi yang memang mati secara alami tergilas oleh perputaran zaman tidak perlu ditangisi. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah kepunahan kesenian-kesenian tradisi yang mati tidak secara alamiah. Artinya punah sebelum waktunya. Penotasian yang dilakukan ini adalah salah satu cara mengatasi kepunahan yang tidak alami.
Dengan penotasian seperti ini akan terbuka kemungkinan untuk analisa modus, melodi, harmoni, beberapa elemen musik yang ada dalam dadendate, syair atau apa saja yang terdapat dalam dadendate. Analisa seperti ini penting untuk dapat merumuskan apa yang dapat kita lakukan untuk pemanfaatan idiom-idiom musik dadendate.
Kalau lanngkah yang kita ambil adalah memanfaatkan idiom tradisi menjadi sebuah garapan pertunjukan, maka keseringan kita untuk membuat karya-karya tanpa proses analisis terlebih dahulu dapat tedihindari.
Untak seniman tradisi dan kesenian dadendate itu sendiri, menurut pengamatan penulis tidaklah nieng-khawatirkan. Dari pergaulan dengan seniman tradisi itu sendiri selama penelitian berlangsung nampak bahwa mereka sebagai seniman sadar akan hak dan tanggungjawab mereka sebagai seniman.
Frekwensi pertunjukan mereka untuk mengisi acara-acara hajatan sedikit banyak mampu untuk menjaga mereka tetap berkesenian. Proses regenerasi yang mereka lakukan dengan menurunkan kemampuan tersebut kepada anak-anak juga berlangsung.
Hanya saja masalah syair memang menjadi kendala. Para maestro Dadendate umumnya, tidak mempunyai kemampuan bahasa Indonesia yang baik. Sehingga kekuatan syair pada musik ini akan mempunyai hambatan pada masalah komunikasi apabila dipresentasikan pada komunitas non Kaili yang berdialek Rai. Lain dengan apa yang terjadi pada kesenian Madihin pada suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pemain-pemainnya mempunyai kemampuan bahasa Indonesia yang baik sehingga masalah diatas tidak terjadi.
Dalam sebuah diskusi seorang pengamat membayangkan apabila para pelaku Dadendate ini mempunyai kebiasaan membaca koran atau apa saja sehingga syair-syair yang mereka bawakan benar-benar masalah aktual yang terjadi pada masa dewasa ini. Hal ini dapat diatasi dengan seringnya megajak mereka berdialog tentang kondisi-kondisi terkini yang terjadi pada masyarakat Sesuai tradisi lisan yang mereka punyai.
Dadendate sebagai nyanyian bercerita, pembawa kabar, bertutur, atau apapun julukan buat dia, sangat layak untuk mendapat perhatian dalam perkembangan selaanjutnya. Berbagai upaya untuk pengembangan kesenian tradisi sebenarnya lebih diupayakan untuk terjadinya seleksi alami.
Kesenian tradisi yang memang mati secara alami tergilas oleh perputaran zaman tidak perlu ditangisi. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah kepunahan kesenian-kesenian tradisi yang mati tidak secara alamiah. Artinya punah sebelum waktunya. Penotasian yang dilakukan ini adalah salah satu cara mengatasi kepunahan yang tidak alami.
Dengan penotasian seperti ini akan terbuka kemungkinan untuk analisa modus, melodi, harmoni, beberapa elemen musik yang ada dalam dadendate, syair atau apa saja yang terdapat dalam dadendate. Analisa seperti ini penting untuk dapat merumuskan apa yang dapat kita lakukan untuk pemanfaatan idiom-idiom musik dadendate.
Kalau lanngkah yang kita ambil adalah memanfaatkan idiom tradisi menjadi sebuah garapan pertunjukan, maka keseringan kita untuk membuat karya-karya tanpa proses analisis terlebih dahulu dapat tedihindari.
Untak seniman tradisi dan kesenian dadendate itu sendiri, menurut pengamatan penulis tidaklah nieng-khawatirkan. Dari pergaulan dengan seniman tradisi itu sendiri selama penelitian berlangsung nampak bahwa mereka sebagai seniman sadar akan hak dan tanggungjawab mereka sebagai seniman.
Frekwensi pertunjukan mereka untuk mengisi acara-acara hajatan sedikit banyak mampu untuk menjaga mereka tetap berkesenian. Proses regenerasi yang mereka lakukan dengan menurunkan kemampuan tersebut kepada anak-anak juga berlangsung.
Hanya saja masalah syair memang menjadi kendala. Para maestro Dadendate umumnya, tidak mempunyai kemampuan bahasa Indonesia yang baik. Sehingga kekuatan syair pada musik ini akan mempunyai hambatan pada masalah komunikasi apabila dipresentasikan pada komunitas non Kaili yang berdialek Rai. Lain dengan apa yang terjadi pada kesenian Madihin pada suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pemain-pemainnya mempunyai kemampuan bahasa Indonesia yang baik sehingga masalah diatas tidak terjadi.
Dalam sebuah diskusi seorang pengamat membayangkan apabila para pelaku Dadendate ini mempunyai kebiasaan membaca koran atau apa saja sehingga syair-syair yang mereka bawakan benar-benar masalah aktual yang terjadi pada masa dewasa ini. Hal ini dapat diatasi dengan seringnya megajak mereka berdialog tentang kondisi-kondisi terkini yang terjadi pada masyarakat Sesuai tradisi lisan yang mereka punyai.
0
Kutip
Balas