Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
449
Lapor Hansip
25-07-2008 14:07

[Sharing] Menguak rahasia Sebutir Mata Tasbih yg terlepas, Ismullah al-adham.

Pabila seseorang mengetahui Ism al- A'zham
Maka kegembiraan kan slalu bersamanya dalam segala hal



Salah satu pertanyaan dari 7 pertanyaan yang menjadi teka-teki para ulama dari zaman Nabi saw hingga sekarang adalah
“Apakah nama Allah yang paling Agung (Ismullah al-adham)?”
Semua Nabi bertanya tentang hal ini dan Allah SWT hanya sedikit memberi petunjuk untuk menjawab mereka.
Nabi Musa as pernah menanyakan nama ini. Para ulama begitu ingin mengetahui nama ini.


Menurut Jalan Sufi...

(Rasulullah SAW) telah mengajarkan 99 nama yang digunakan oleh Rabbul 'alamin untuk mencipta, memelihara dan mengembangkan semesta sampai mencapai kebulatan yang nyaris sempurna (unfinished; sifat bilangan 99).
Tinggal satu nama yang tak diajarkan, yang harus ditemukan sendiri lewat pengabdian sepanjang hidup.

Itulah Sebutir Mata Tasbih yang terlepas dari untaiannya. Itulah Ismullahil a'zhom atau nama Tuhan yang keseratus, yang bila Allah dipanggil dengan nama tersebut, akan ditunaikan hajatnya.


Ada dua Ismullahil a'zhom yang sering saya baca dan amalkan adalah, Ismullahil a'zhom yang biasa diamalkan oleh Ala bin hadromi semoga Allah merahmati . (saya ambil dari salah satu buku risalah doa dengan kisah2xnya yg menarik).

Yaa Haliimu , Yaa alliimu , Yaa Alliyyu , yaa Adhim.

(ya Allah Tuhan yang maha kasih sayang, Tuhan yang maha tahu, yang maha Tinggi, yang maha Agung).

dan satu lagi Ismullahil a'zhom yang diamalkan oleh usthum al arif bilah, yang konon katanya beliau adalah seorang waliyullah arif bilah pada jaman Nabi Sulaiman yang memindahkan Singgasana ratu bilqis dari saba ke palestina (wallahualam).

Yaa hayyu ya Qoyyumu , yaa ilaahanaa wailaaha kulli syai'in ilahan waahidan laa ilaha illa anta

(Ya Allah Tuhan yang hidup, Tuhan yang berdiri sendiri, ya Allah Tuhan kami, tuhan segala sesuatu, Tuhan yang maha esa, Tuhan yang benar di sembah hanya engkau wahai Tuhan kami)


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Dengan nama Allah yang Mahakasih lagi Mahasayang.

Bismillahirrahmânirrahîm adalah ayat al-Quran yang paling agung.
Imam Ali bin Musa al-Ridha--salam atasnya--berkata, "Asmâ' yang paling dekat dengan Ismullah al-A'zham adalah bismillahirrahmanirrahim, sama dekatnya seperti hitamnya mata dengan putihnya."

Maksudnya, alangkah dekatnya putihnya mata dengan hitamnya, begitu pula halnya dengan kedekatan Ism al-A'zham dengan bismillahirrahmanirrahim.1



Mari berbagi tentang keilmuan dan rahasia Ismullahil a'zhom ini , saya melihat banyak kaskuser dan sesepuh yang mendalami kitab-kitab dan asma, semoga banyak memberikan informasi disini...

wasalam,


Bismillahirrahmanirrahim
Penguak ruang misteri lama
Kitab Allah, harta karun hikmah
Diawali dengan pintu rahmat
0
Masuk untuk memberikan balasan
[Sharing] Menguak rahasia Sebutir Mata Tasbih yg terlepas, Ismullah al-adham.
19-08-2008 16:31
Quote:Original Posted By the hawkz
langsung di paparken Ki....tentang HU - ALLOH.........nya.......
saya setia menyimak.....
lamz kenal n hormat saya
emoticon-shakehand


ORANG YANG BERJALAN DI ATAS AIR

Seorang darwis yang suka berpegang pada kaidah, yang berasal
dari mazhab sangat saleh, pada suatu hari berjalan menyusur
tepi sungai. Ia memusatkan perhatian pada pelbagai masalah
moral dan ajaran, sebab itulah yang menjadi pokok perhatian
pengajaran Sufi dalam mazhabnya. Ia menyamakan agama
perasaan dengan pencarian Kebenaran mutlak.

Tiba-tiba renungannya terganggu oleh teriakan keras:
seseorang terdengar mengulang-ngulang suatu ungkapan darwis.
"Tak ada gunanya itu," katanya kepada diri sendiri, "sebab
orang itu telah salah mengucapkannya. Seharusnya
diucapkannya YA-HU, tapi dia mengucapkannya U-YA-HU."

Kemudian ia menyadari bahwa, sebagai Darwis yang lebih
teliti, ia mempunyai kewajiban untuk meluruskan ucapan orang
itu. Mungkin orang itu tidak pernah mempunyai kesempatan
mendapat bimbingan yang baik, dan karenanya telah berbuat
sebaik-baiknya untuk menyesuaikan diri dengan gagasan yang
ada di balik suara yang diucapkannya itu.

Demikianlah Darwis yang pertama itu menyewa perahu dan pergi
ke pulau di tengah-tengah arus sungai, tempat asal suara
yang didengarnya tadi.

Didapatinya orang itu duduk disebuah gubuk alang-alang,
bergerak-gerak sangat sukar teratur mengikuti ungkapan yang
diucapkannya itu. "Sahabat," kata darwis pertama, "Anda
keliru mengucapkan ungkapan itu. Saya berkewajiban
memberitahukan hal ini kepada Anda, sebab ada pahala bagi
orang yang memberi dan menerima nasehat. Inilah ucapan yang
benar." Lalu di beritahukannya ucapan itu.

"Terima kasih," kata darwis yang lain itu dengan rendah
hati.

Darwis pertama turun ke perahunya lagi, sangat puas, sebab
baru saja berbuat amal. Bagaimanapun, kalau orang bisa
mengulang-ngulang ungkapan rahasia itu dengan benar, ada
kemungkinan bisa berjalan diatas air. Hal itu memang belum
pernah disaksikannya sendiri tetapi--berdasarkan alasan
tertentu-darwis pertama itu ingin sekali bisa melakukannya.

Kini ia tak mendengar lagi suara gubuk alang-aalang itu,
namun ia yakin bahwa nasehatnya telah dilaksanakan
sebaik-baiknya.

Kemudian didengarnya kembali ucapan U-YA yang keliru itu
ketika darwis yang di pulau tersebut mulai mengulang-ngulang
ungkapannyaÉ

Ketika darwis pertama merenungkan hal itu, memikirkan betapa
manusia memang suka bersikeras mempertahankan kekeliruan,
tiba-tiba disaksikannya pandangan yang menakjubkan. Dari
arah pulau itu, darwis kedua tadi tampak menuju perahunya,
berjalan diatas airÉ

Karena takjubnya, ia pun berhenti mendayung. Darwis keduapun
mendekatinya, katanya, "Saudara, maaf saya mengganggu Anda.
Saya datang untuk menanyakan cara yang benar untuk
mengucapkan ungkapan yang Anda beritahukan kepada saya tadi;
sulit benar rasanya mengingat-ingatnya."

Catatan

Dalam Bahasa Indonesia, hanya satu arti yang bisa
diungkapkan oleh kisah ini. Dalam versi Arab sering
dipergunakan kata-kata yang bunyinya sama tetapi berbeda
arti (homonim) untuk menyatakan bahwa kata itu bisa
dipergunakan untuk memperdalam kesadaran, disamping juga
menunjukkan sesuatu yang nilainya dangkal.

Di samping terdapat dalam sastra masa kini yang populer di
Timur, kisah ini juga didapati dalam naskah-naskah pelajaran
darwis, beberapa diantaranya sangat penting.

Versi ini berasal dan Kaum Asaaseen ('hakiki,' 'asli'emoticon-Wink, di
Timur Dekat dan Tengah.
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Latest Release
week-of-12-01-2021
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia