Kaskus

News

SunDaimondAvatar border
TS
SunDaimond
Iran Ancam Harga Minyak Bakal Tembus 200 Dolar per Barel


Iran memperingatkan harga minyak bisa tembus 200 dolar per barel akibat perang dengan AS dan Israel. Konflik juga mengancam jalur energi global di Selat Hormuz.

Ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran serius di pasar energi global. Pejabat militer Iran memperingatkan bahwa konflik yang terus berlanjut berpotensi mendorong harga minyak dunia melampaui US$200 per barel.

Peringatan tersebut disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Ebrahim Zolfaghari, pada Senin. Ia menilai kelanjutan konflik dapat memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah yang merupakan pusat produksi energi dunia.

Ancaman harga minyak

“Jika Anda mampu mentolerir harga minyak di atas US$200 per barel, silakan lanjutkan permainan ini,” ujar Zolfaghari.

Sebelum perang meletus pada 28 Februari, harga minyak global masih berada di kisaran US$70 per barel. Namun sejak konflik dimulai, harga melonjak tajam hingga sekitar US$120 per barel pada perdagangan awal pekan. Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi di kawasan Teluk.

Salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga adalah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global setiap hari. Gangguan di jalur tersebut dinilai dapat berdampak langsung pada distribusi energi dunia.

Zolfaghari juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menargetkan fasilitas energi serta pusat layanan publik di Iran. Ia merujuk pada serangan terhadap fasilitas minyak di Teheran yang dikonfirmasi oleh militer Israel.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasukan Iran sejauh ini menahan diri untuk tidak melakukan serangan serupa terhadap infrastruktur energi lawan.

Selat Hormuz terganggu

Di sisi lain, sejumlah negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab melaporkan bahwa beberapa fasilitas sipil dan instalasi energi terkena serangan rudal Iran.

Konflik semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap berbagai target militer di kawasan Teluk.

Situasi ini juga memicu peringatan keras dari Presiden AS Donald Trump terkait potensi penutupan Selat Hormuz. Trump mengancam akan merespons jauh lebih keras jika Iran menghambat aliran minyak melalui jalur maritim tersebut.

Eskalasi militer meningkat

Menurut data terbaru yang dilaporkan media Iran, konflik ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, sementara pihak Amerika Serikat mengakui tujuh korban dari personel militernya.

Di tengah eskalasi tersebut, Iran juga menghadapi perubahan kepemimpinan setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama perang. Posisi tersebut kini dipegang oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang dipilih sebagai pemimpin baru negara itu.

Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah kini menjadi faktor utama yang mengguncang pasar energi global. Jika konflik terus meluas, risiko lonjakan harga minyak dan gangguan pasokan dunia akan semakin besar.




Diubah oleh SunDaimond 10-03-2026 17:18
MemoryExpressAvatar border
tabraklari81223Avatar border
tabraklari81223 dan MemoryExpress memberi reputasi
2
1.9K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.