Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
Informasi! Kaskus Update Fitur Baru! Intip di Sini!
105
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5feb367428c9917333288ce7/book-i-aku-dan-pemikiranku-explicit
"wey Nat! Selamat atas ujian terakhir lo!" Ucap Rendi yang mendatangi gw dan menjabat tangan gw "Hey Rendi! Makasih banyak loh" gw kemudian menyambut tangan Rendi "Hai kak! Selamat ya" Ucap seseorang di samping gw Gw langsung berbalik dan melihatnya "Hai Olive! Terimakasih ya" gw tersenyum karena akhirnya gw bisa melihat wajahnya lagi "Ini buat kakak" olive menyerahkan bucket berisi makanan r
Lapor Hansip
29-12-2020 21:00

[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)

Past Hot Thread
"wey Nat! Selamat atas ujian terakhir lo!" Ucap Rendi yang mendatangi gw dan menjabat tangan gw

"Hey Rendi! Makasih banyak loh" gw kemudian menyambut tangan Rendi

"Hai kak! Selamat ya" Ucap seseorang di samping gw

Gw langsung berbalik dan melihatnya

"Hai Olive! Terimakasih ya" gw tersenyum karena akhirnya gw bisa melihat wajahnya lagi

"Ini buat kakak" olive menyerahkan bucket berisi makanan ringan

"Sampe repot repot segala, kamu dateng aja saya udah seneng kok" kata gw yang basa basi tapi yaudahlah

"Ehemm modus" ucap Heri dari belakang gw

"Susah emang kakak tampan satu ini" Feri menimpali omongan

"Mas mas penakluk adik tingkat satu ini pasti banyak nerima ucapan nih" Toni menambahkan juga

Gw kemudian berbalik badan ke arah mereka, "nggak gitu malih! Emang karena gw ngulang banyak matkul aja makanya dikenal haha puas lo, sial" Ucap gw dengan sedikit tertawa

"Kak, aku balik dulu ya. Ada kelas, sekali lagi, Selamat!" Katanya yg kemudian ingin menjabat tangan gw

Kemudian gw memposisikan tangan ✋, dan (Hi Five!). Gw lebih suka begini ketimbang harus jabat tangan, alasannya sederhana, biar akrab. Terlebih Olive adalah junior di organisasi gw

Dia adalah salah satu junior yang sangat bisa diandalkan saat gw aktif di organisasi, tapi beberapa bulan belakangan dia menjadi terlihat berbeda karena kasus perselingkuhan pacarnya yang juga satu organisasi, bukan gw ikut campur, tapi gw cuma bisa menasihati Olive yang setiap rapat koordinasi terlihat murung, alhasil perlahan dia mulai membangun semangatnya dan seperti yang bisa gw lihat sekarang, bukan senyum palsu

"Nat, abis ini kita makan steak yok! Kemarin gw liat promo" kata Rendi yang merangkul gw

"Gw paham maksud lo, gw traktir deh iya" ucap gw yang sedikit tersenyum karena momen ini memang perlu dirayakan

"Gitu dong, jangan cuma selir selir lo doang yang kecipratan" kata Feri

"Heh cawan petri! Itu bagian dari strategi njir" ucap gw

"Strategi biar apa ? Lu aja masih jomblo hahahahaa" Heri juga menimpali omongan gw

"Coy! Nggak gitu hahaha" kata gw yang masih cengengesan

"Gw ganti baju dulu ya, ini masa gw pake begini ke tempat makan" ucap gw sambil memperlihatkan baju dan celana gw

"Iya iya, ntar disangka pegawai magang ya ?" Kata Toni

"Berasa baru ospek kemarin njir gw pake ini" tambah gw dengan sedikit tertawa

Gw melihat sekeliling gw, dan sedikit memandang jauh dalam ingatan gw, "pertama kesini gw serasa baru lepas dari kandang, terus banyak tanya dan juga mendadak dikenal banyak senior karena keahlian gw di bidang olahraga terutama, cepet banget rasanya"



**






Perkenalkan nama gw Nata, begitu gw biasa dipanggil oleh teman-teman gw. Berasal dari Tenggara Ibukota, yupp! Jakarta Tenggara, pernah dengar ? Mungkin saat ini banyak yang menilai bahwa kami penduduk dari luar planet, begitulah. Setidaknya mereka harus melewati Kota gw ketika mau ke daerah Jawa Tengah dan sebaliknya untuk mereka yang ingin ke Ibukota.

Saat ini gw adalah mahasiswa baru di Universitas yang ada di kaki gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gw bisa sampai disini karena sebuah perasaan putus asa karena gagal masuk Universitas yang ada di Depok sana, entahlah sepertinya gw bukan satu-satunya anak SMA yang kecewa saat dengar pengumuman seleksi nilai rapor, SNMPTN, atau SIMAK saat itu dan masih tetap saja tidak beruntung. Setelah semua penolakan yang gw terima untuk bisa kuliah disana, gw mutusin buat ambil jurusan kepelatihan olahraga di kampus Jakarta, ternyata gw masih tidak lolos karena beberapa nama memang langganan Porda atau Porprov. Apalah gw yang cuma atlet antar kelurahan dan kecamatan ini. Akhirnya gw lihat pengumuman tentang seleksi mandiri di Universitas gw yang sekarang, berbekal otak yang sedikit di atas rata-rata dan bermodal sertifikat, akhirnya gw tembus ke univ ini. eittss bukan sertifikat tanah ya, gw memberikan sertifikat prestasi dan satu sertifikat terkait jurusan gw ini.

Jurusan yang gw ambil adalah sains murni, gw masuk bukan karena ada materi "Reproduksi" tapi karena memang gw sangat tertarik di bidang kesehatan, terlebih gw cuma punya sedikit pilihan saat itu, karena gw yang minim menerima informasi tentang jenjang karir setelahnya, dan gw juga bukan dari lingkungan yang terbuka informasi tentang itu. Alasan nggak ngambil jurusan lain karena Kedokteran itu gw nggak mampu secara otak dan finansial juga, kalo Keperawatan mental gw nggak sanggup ketika bertemu pasien yang ngeluh mulu, kalo Farmasi nanti takutnya salah nyampur jadi racun tikus, Kesmas gw kurang informasi dan kalo analis kesehatan gw takut jarum dan informasinya gw kurang paham, jadi gw memantapkan keinginan gw di bidang sains. Yaa begitulah kiranya 😁


***


Ini adalah cerita gw dengan segala macam sudut pandang gw. Mungkin gw akan mengkategorikan ke explicit karena mungkin untuk beberapa orang, pemikiran atau bahasa gw agak tidak sesuai atau bahkan kejadian yang gw alami ini tidak biasa bagi sebagian orang. Bisa dibilang ini seperti buku diari gw


Page 1. Kata Pengantar
Page 2. Jadi Anak Kos
Page 3. Mie Goreng Tante
Page 4. Mbak Laundry
Page 5. Kampus Tercinta
Page 6. Teman Baru
Page 7. Kumpul Ospek
Page 8. Ospek Universitas
Page 9. Ospek Fakultas (1)
Page 10. Ospek Fakultas (2)

Page 11. Chit Chat
Page 12. Jendela
Page 13. Absurd
Page 14. Pertama
Page 15. Futsal
Page 16. Intro
Page 17. Bridge
Page 18. Kita
Page 19. Guest
Page 20. Makrab(1)
Page 21. Makrab (2)
Page 22. End of Bab II

Page 23. My Day
Page 24. Introduction
Page 25. Sisi Lain
Page 26. Followers
Page 27. Random
Page 28. Hari Bersamanya
Page 29. Mendadak Dukun
Page 30. misuh-misuh
Page 31. Tanpa Pilihan
Page 32. Sendiri Setelah Sepasang
Page 33. Pekan Patah Hati (Part I)

Bridge...

Page 34. Babak Baru
Page 35. Diskusi
Page 36. Obrolan Ringan
Page 37. Cerita Awal Bulan
Page 38. Prolog
Page 39. Obrolan Lelaki
Page 40. Getting Closer
Page 41. Hipotesis
Page 42. Fall For You
Page 43. Magang
Page 44. Keberangkatan
Page 45. Transit
Page 46. Pemikiran Liar


Another thread
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
durexz dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Tampilkan isi Thread
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
18.1K Anggota • 28.1K Threads
Halaman 4 dari 5
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
23-05-2021 23:13
Lanjutannya mana lagi bro
profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
14-06-2021 18:11

30. Misuh-misuh

Gw lagi ada di sebuah pulau yang terkenal dengan kain tenun ikatnya yang bagus, bangun pagi lalu menghisap tembakau dengan secangkir susu dengan tambahan rasa kopi. Ketika sedang membuka salah satu platform yang isinya banyak video itu, gw melihat hal unik dari salah satu akun, views yang cukup lumayan dan sepertinya dia cukup dikenal, benar saja kalau ternyata dia pernah diundang oleh akun yang besar dan mengeluarkan statement nyeleneh. Lalu gw tonton video itu sampai dia membahas pseudosains atau ilmu sains semu, bisa menjurus ke arah metafisika.

Sains didasarkan oleh teori secara empirik yang didapat dari eksperimen untuk menguji kebenaran. Dalam video itu ditekankan "Metode ilmiah", gw hanya tertawa ketika orang ini membahasnya seperti sudah tamat 144 SKS ditambah dengan beban praktikum anak sains yang lumayan menuntut kami untuk tetap logis. Ketika berbicara sains atau ilmu pasti, kita hanya bisa tau itu benar atau salah dan telah diuji, lalu teori yang didapat dari uji itu dijadikan teori empiris yang jadi referensi untuk melakukan uji, dengan catatan perlakuan yang diberikan pun berdasar uji sebelumnya. Si pemilik akun ini tersirat menekan pada "metode ilmiah" yang jadi bahasannya, seperti diberikan penegasan kalau hal berbau metafisika itu tidak ilmiah.

Gw nggak menyalahkan si pemilik akun ini miss informasi, tapi gw menyayangkan ketika bahan bacaan tersebut dijadikan acuan untuk merendahkan orang lain, seakan dia sudah expert dalam bidang itu. Rasanya gw jadi paham mengapa seorang profesor mengajarkan secara bertahap dan bersikap ramah.

Metode ilmiah adalah cara/alat yang digunakan untuk menguji sebuah kebenaran. Metode ilmiah tidak pernah dibuktikan kebenarannya, dan tidak bisa digunakan untuk menguji kebenaran metode ilmiah lainnya. Ada yang terlupakan, hal yang diuji dengan metode ilmiah bersifat semu, bukan hal benar atau salah yang biasa disebut dengan hipotesis. Sementara sains itu tentang benar dan salah.

Dalam video tersebut juga si pemilik akun menjabarkan tentang beberapa indikator yang menunjukkan orang tersebut juga dalam kondisi manusia yang memiliki kemampuan supranatural, walaupun kalau dicermati bahkan dia tidak mampu memahami beberapa indikator yang dimaksud. Padahal, sudah menjadi hal umum kalau kita tidak boleh melakukan self-diagnosis pada kasus psikis.

Buat gw secara pribadi sekali lagi gw tekankan kalau gw nggak bermasalah dengan si pemilik akun ini. Perlu menjadi pembelajaran bahwa menjadi manusia tidaklah mudah ketika ego, hasrat dan logika itu sendiri tidak mampu dikendalikan. Ada kode etik dalam setiap disiplin ilmu, hal itu dilakukan untuk tetap menjaga pemikiran manusia untuk melakukan hal yang sewajarnya. Dalam sains, tidak boleh menggunakan manusia hidup sebagai objek penelitian. Bagaimana ketika kode etik ini dilanggar, mungkin kita jadi paham bagaimana kemampuan melihat satu objek bisa berbeda-beda pada setiap manusia.

Pemikiran liar gw ketika membayangkan ini adalah menguji mata manusia dengan memperhatikan satu objek, kemudian manusia yang menjadi objek penelitian tersebut dibedah untuk mengetahui struktur matanya apakah ada perbedaan dengan manusia lainnya. Itu yang terjadi ketika tidak ada etik dalam satu penelitian.

Lalu gw menyeruput kopi, "ada-ada aja, makin banyak aja orang yang merasa lebih paham hanya berdasar membaca beberapa referensi tanpa tahu ilmu dasarnya atau guru". Saya ingat ketika sedang diskusi ringan dengan salah satu dosen sebelum saya mengambil tugas akhir, saya ingin melakukan penelitian laboratorium mengenai molekuler tanpa menyinggung disiplin ilmu lain seperti imunologi, atau virologinya terkait sampel yang gw pakai. Beliau bilang, "kamu nggak bisa begitu, setiap ilmu itu punya irisannya yang nggak bisa kalau kamu abai terhadapnya"

Pagi ini sudah misuh misuh saja, sedangkan gw mesti kirim report dan planning hari ini.


<<<<<



"Ay, masa aku kemarin abis kamu pulang dari kosan aku. Si igoy dateng ke kamar aku" kata gw sambil memakan nasi goreng yang masih hangat ini

"Oh, pasti ngusir setan ya ?" Katanya dengan santai

"Kok kamu bisa tau ?" Gw terheran

"Itu ngikut sama kamu" sambil menunjuk ke sebelah gw

"Masnya diikutin cewek tapi nggak sadar ee mbak ? Hati-hati direbut loh dari mbaknya" kata tukang nasi goreng

"Haha koe ngerti toh mas ? Jangan gitulaaa" kata gw yang tertawa tapi takut

"Arep pesen satu lagi apa masnya ? Itu mbak ee suka nasi goreng loh kayane" kata tukang nasi gorengnya meledek

"Ngawur koe mas hahahaa" kata gw tertawa

Tasya ikut tertawa

"Ay, kalo satu saat kamu bisa kaya aku gini gimana ?" Tanya Tasya

"Entah deh ay, aku cuma mikir bahwa takdir itu nggak bisa dilawan" kata gw yang sebenernya bingung mau jawab apa

"Suatu hari nanti, kalau kamu lewatin semua itu tanpa aku. Kamu harus bisa ya" katanya dengan intonasi suara yang rendah

Gw langsung melihat ke arah wajahnya, dia hanya tersenyum

"Aku bingung mesti bilang gimana, buat aku yang masih egois begini, entah siapa yang akan tahan sama sikap aku yang begini" gw memegang jari jari tangan Tasya

"Manusia itu . . . Pasti berubah, selayaknya makhluk hidup yang selalu mampu beradaptasi atau nantinya dia kalah, lalu punah"

Gw nggak bisa berkata apa-apa lagi, gw bingung ada di posisi ini dengan perkataan yang sebenarnya belum siap gw dengar. Tasya bukan minta hubungan kita putus, tapi ada perasaan seperti firasat yang sangat menggangu pikiran dan hati gw, seakan hati gw harus bersiap untuk sesuatu



bersambung. . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noor.zakiy dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
28-06-2021 12:13

31. Tanpa Pilihan

Belakangan ini Tasya bersikap aneh, seakan dia memikirkan sesuatu tapi nggak mau disampaikan ke gw. Semua itu terlihat jelas tanpa dia sadari, gw berkali-kali menanyakan hal itu tapi cuma dijawab dengan alasan yang menurut gw nggak menjawab. Hari ini dia pulang ke rumahnya naik kereta api, gw mengantarkan dia ke stasiun. Wajahnya masih menyimpan banyak cerita, bahkan senyumnya terlihat sangat tidak tulus. Gw mulai khawatir dengan hal ini.

Tasya balik nanti malam, siang ini kami memutuskan untuk jalan-jalan memutari kota kecil ini. Sepanjang perjalanan, Tasya meluk gw erat banget, gw pun nggak tau apa yang sebenarnya ada di dalam benaknya.

"Kita ke Cafe itu aja yuk" ajak Tasya

Lalu gw mengarahkan motor ke tempat yang dimaksud, Tasya tetap tanpa sepatah katapun memeluk gw lagi. Dia nggak peduli dengan sekelilingnya.


>>>



Gw memesan minuman dan ke toilet, sementara Tasya masih di tempat pemesanan.

Gw nggak senang dengan kondisi pelik begini, dan lagi gw nggak paham dengan permasalahan yang gw hadapi saat ini. Semenjak obrolan di tempat nasi goreng itu, semuanya berubah. Tasya memang nggak pernah cerita tentang keluarganya, mungkin memang sedang ada masalah keluarga.

Gw keluar dari toilet dan gw liat Tasya udah di Mejanya, memandang ke arah luar cafe. Seperti banyak yang dipikirkan, gw berjalan santai ke arahnya, mengambil tempat duduk berhadapan dengannya.

"Nat.." katanya pelan

Gw cuma menaikkan alis

"Aku minta putus yah" sambungnya

"Tapi kenapa Sya ?" Jujur saat ini badan gw langsung lemes

"Ada banyak hal yang mau aku jelasin ke kamu, entah kenapa semua harus berakhir kaya begini" dia bicara dengan santai dan seperti sudah lancar sekali, mungkin dia sudah latihan sebelumnya atau sudah ada di posisi ini

"Karena apa kita nggak bisa bareng lagi, kamu juga kan masih disini Sya" kata gw yang masih nggak terima

"Pertama, ini hari terakhir aku punya waktu sama kamu disini, di kota ini. Aku harus pindah karena Ayahku dipindah tugaskan" katanya

langsung gw potong, "loh, kamu pindah juga ? Nggak bisa LDR ? Masih di Jawa kan ?"

"Ayahku pindah ke Eropa, kami sekeluarga harus ikut semua karena aku nggak mungkin ditinggal di Indo sendiri. Seminggu lalu saat aku denger kabar itu, aku bingung mesti gimana ngomong ke kamu, aku sayang sama kamu Nat" katanya

"Aku juga sayang Sya, apa nggak bisa kita tetap berhubungan" kata gw

"Nat, aku sama kamu masih teman. Aku nggak pernah percaya sama yang namanya LDR, terlebih kita sudah berbeda waktu yang terlalu jauh. aku selama seminggu ini udh nyari kampus disana dan sudah ada gambaran mau bagaimana" katanya yang terlihat tegas

Lalu dia berdiri dan pindah duduk di sebelah gw.

"Nat, aku sayang banget sama kamu" katanya yang langsung memeluk gw dan mulai keluar air matanya

Suasana cafe bisa dibilang hanya ada gw dan Tasya, lalu pegawai cafe 2 orang yang mereka tampak biasa saja dengan kejadian yang gw alami saat ini.

"Nat, sejujurnya aku nggak mau pisah begini Nat. Ini sakit banget buat aku Nat" katanya sambil sedikit terisak

Gw cuma bisa mendekapnya dan membelai rambutnya, mencium keningnya. Gw nggak ngerti harus ngomong apa dan bagaimana

"Nat, terimakasih" katanya lagi

Gw belum bisa berkata apa-apa, kemudian pesanan kami datang. Tasya masih mendekap gw dan mbak yang mengantarkan ini cukup pengertian sehingga membiarkan gw dan Tasya tetap berada dalam posisi ini.

Sekitar 5 menit berlalu, gw coba buat meredam semuanya "Sya, makan dulu. Nanti keburu dingin. Baru ngobrol lagi"

Kemudian Tasya pindah tempat duduk ke depan gw, kami makan tanpa ada obrolan ceria seperti biasanya.

"Aku ke toilet dulu" kata gw yang sebenarnya sangat nggak berdaya saat ini, tapi gw harus kuat

Sekitar 10 menit gw ada di toilet sekedar untuk cuci muka dan meyakinkan bahwa hari ini beneran terjadi, dan gw balik ke meja.

"Have u ever think bout us ?" Kata gw yang secara spontan dengan bahasa Inggris seadanya

"Maksud kamu ?" Katanya

"Aku cuma mau tau seberapa sering aku ada di pikiran kamu ?"

"Setiap hari aku selalu mikir kalau aku tanpa kamu hari ini, mungkin aku cuma jadi cewek bawel yang suka ngegosip sana sini terus di kosan ngomongin cowo cowo"

Gw cuma tersenyum, dan hanya bisa tersenyum

"Aku terima kita putus kalo begitu" gw bilang begini karena memang ini sudah seharusnya, nggak ada opsi lain juga

"Kenapa begitu ?"

Pernah dengar bahwa laki-laki selalu mengeluarkan kata bijak dan bersembunyi dibalik itu ? Saat ini gw sedang berada di posisi itu

"Karena pada intinya aku menghambat kamu untuk jadi diri kamu sendiri, nggak harus bergantung sama orang lain atau faktor luar yang bisa bikin kamu nyaman, cukup jadi diri sendiri"

"Terus aku harusnya jawab apa ?"

"Ini bukan pertanyaan benar atau salah, aku sayang sama kamu, tanpa harus aku jawab begitu pun, kamu tau aku sayang sama kamu. Tapi manusia butuh jawaban, karena nggak bisa kita tau isi hati orang lain" gw berhenti sejenak lalu mencubit pipinya

"Sya, kamu tuh udah banyak ngajarin aku tentang banyak hal. Aku yang cuek sana sini, ngerasa tertolong karena kamu selalu perhatian. Tapi kalau memang harus begini, mau bagaimana lagi. Toh nggak ada yang bisa ngejamin kalo tiba-tiba aku pas lagi jauh sama kamu terus selingkuh sama temen sekelas" ucap gw sedikit tertawa

"Ooh, udah ada niat selingkuh yaaa kamu yaa. Siapa ? Siapa ? Heh ? Dasar kamu tuh" katanya mencubit pipi gw

"Aduh iyaa . . Eh enggak . . Becandaa ih kamu" kata gw memegang tangannya yang ada di pipi gw

"Nat, ada satu hal yang aku harus sampaikan ke kamu" tiba-tiba nada bicara Tasya mulai serius

"Kenapa ?"

Tasya kemudian diam dan memegang tangan gw, gw menatap ke arah matanya

*Deggg . . .

Semua memori dan kilasan balik tentang yang terjadi belakangan ini dari sudut pandang Tasya melintas di kepala gw dalam hitungan detik

"Paham maksudnya ?" Katanya

"Enggak, gimana ?"

"kalau kamu bisa terima informasi itu berarti kamu akan berada di posisi aku, suatu saat nanti. Kamu memang nggak terlahir seperti aku, tapi kamu akan bisa merasakan hal itu. Sebaiknya kamu tanya tentang silsilah keluarga mu, nanti baru jelas seperti apa. Oh iya, mungkin hari ini sampai kamu masuk di usia matang nanti kamu tetaplah kamu"

"Hah ? Gimana ? Aku nggak paham"

"Memang bukan untuk dipahami saat ini"

"Tapi ini semua bisa karena kamu ?" Gw masih nggak paham

"Bukan, kamu ingat ini baik baik. Kalau nanti ada orang lain yang bisa kamu bantu, tolong dia semampu kamu"

"Sya, ini momen dimana kita putus loh. Jadi ngebahas hal itu deh. Nggak ada kata perpisahan yang lebih baik emangnya ?" Gw memecah kebingungan dengan hal getir yang keluar dari mulut gw ini secara spontan

"Nat, kamu mau aku nangis lagi ? Capek tau" katanya tersenyum tapi matanya mulai berair

Gw pindah duduk di sebelahnya, merangkulnya . . .

Gw nggak peduli orang mau liat ini dan beranggapan seperti apa, tapi ini adalah momen dimana kami berpisah sebagai sepasang, gw cuma bisa mendekap dia, membelai lembut rambutnya dan mengecup keningnya

"ternyata perpisahan itu sesakit ini yaa, dan saat ini nggak ada pilihan selain merelakan" ucap gw dalam hati



bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
i4munited dan Indjay memberi reputasi
2 0
2
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
01-07-2021 16:21

32. Sendiri Setelah Sepasang

"jadi ini yang namanya patah hati ? Mendadak kosong hari-hari gw" ucap gw dalam hati, seminggu ini kerjaan gw cuma ke kampus buat kuliah terus ngerjain tugas kelompok, futsal, badminton terus di kosan cuma ngegame.

"Nat, si Tasya tuh pindah kemana sih ?" Tanya Heri yang mengagetkan gw

"Yeeh si kampret bengong, udahlah. Kalian juga udahannya baik baik kan ?" Lanjutnya

Gw lagi makan di kantin dengan Heri, seperti awal waktu kelas pertama kali, bedanya cuma nggak ada Tasya yang nyamperin tiba-tiba.

"Gw cuma ngerasa hampa aja gitu Her, seminggu ini kaya mau apapun terasa kurang mulu" kata gw sambil mengaduk minuman dengan sedotan

"Nat! Cinta itu datang dan pergi kalo di usia kita gini. Eh btw itu pindah kemana ?" Tanya Heri

"Ke Belanda katanya, gw lupa nama daerahnya" kata gw

"Anjir, gw pikir tuh cuma di Surabaya" kata Heri

"Hehh! koran gorengan! Kalo cuma ke sana, mana mungkin gw putus sama dia" kata gw sebel

"Yailah Nat! Serius bener, ntar ke kosan gw yok. Kita nonton, gw baru download" katanya

"Apaan ?"

"Udah, ikut aja nggak usah rewel lo" katanya


>>>



Setelah selesai kuliah, gw balik ke kosan buat ganti baju dan menaruh tas gw. Semenjak Tasya pergi, gw udah jarang ada di kosan, males banget rasanya kalo cuma diam diri di kamar. Ketika gw mau keluar kosan, gw berpapasan sama Lodi yang mau beli makan di warung depan

"Nat, kemana lo ? Jarang keliatan lo" sapa Lodi

"Lagi banyak tugas, ini mau ke kosan temen. Duluan ya" jawab gw singkat lalu pergi

"Yoo, tiati lo" kata Lodi yang terdengar samar oleh gw

Jarak kosan gw dan Heri cuma 5 menit sampai kalo naik motor. Sesampainya, gw langsung masuk ke kamar Heri

"Film apaan sih ?" Kata gw

"Bokep" kata Heri ngasal

"Gembel! Nonton sama gw, cari noh di atas (daerah kaki gunung)" kata gw

"Becanda kali Nat, lo suka anime ?" Kata Heri

"Iya, itu judulnya apa ?" Kata gw

"HunterxHunter, tau nggak ?"

"Anjir, tau lah gw. Lagu bahasa Indonesianya juga gw hafal" kata gw

Kemudian gw dan Heri nonton dari episode 1 sampai episode yang baru keluar minggu lalu.

.....


Selesai menonton, gw langsung bilang ke Heri kalau gw ada urusan dan mesti balik ke kosan

"Kenapa sih Nat ? Buru-buru banget" tanya Heri

"Gw ada urusan" kata gw yang langsung ngeluari hp

Gw liat banyak sms dari Tasya, dan juga misscall darinya tiap malem. Nggak pernah gw bales atau gw angkat teleponnya

sms ke Lodi


"Lo masih kontak sama Tasya, Nat ?" Tanya Heri

"Nggak gw bales, Her" jawab gw singkat

"Terus ini lo mau kemana ?"

"Ke kosan, ada urusan sama temen kosan gw. Karena film tadi gw jadi inget temen kosan gw" kata gw

"Hah ? Random banget"

"Kepo lu, nggak boleh gitu. Posesif" kata gw meledek, lalu berjalan keluar

"Ih si kampret langsung belok begitu ha ha ha" kata Heri

"Kaga, gw masih normal. Udah ah gw balik, thank you loh ya" kata g

"Santai, lo kalo bosen di kosan..kesini aja, lo kan nggak punya temen deket lagi di kelas selain gw" kata Heri

Gw mikir-mikir ada benernya juga ini anak, gw menutup diri dan yang gw kenal cuma anak kosan, Tasya, Heri terus yang lain juga cuma tau nama.

sms dari Lodi


Gw nggak ngebales, tetapi langsung balik ke kosan


>>>>>



"Ini mau kemana sih Nat ?" Kata Lodi yang menegur gw dari jok belakang motor

"Udah, lo ikut aja. Ntar gw ceritain" kata gw ke Lodi

Gw menuju cafe tempat memulai dan mengakhiri hubungan gw dengan Tasya.

...


"Ada angin apaan lo ngajak gw ke cafe begini ?" Kata Lodi yang masih heran

"Jadi gini cuy, ini adalah tempat dimana gw menghabiskan hari-hari gw dalam seminggu ini. Gw merenung dan banyak berpikir kalau Tuhan nggak adil buat gw. Di hari terakhir gw sebagai pacarnya Tasya, gw bahkan nggak punya pilihan selain mengakhiri" kata gw

Lodi masih heran dengan sikap gw yang ngedadak ngomong serius

"Bentar nih Nat, bentar gw masih normal loh yaa. Jangan jadiin gw pelarian lo" kata Lodi

"Yeeh ha ha nggak gitu, gw ngajak lo kesini sekalian gw minta maaf atas sikap gw yang seminggu ini aneh, padahal lo selalu berusaha negur gw..bahkan minggu ini gw di lapangan juga nggak banyak omong" kata gw

"Oh soal itu. gini Nat, kemarin gw sama yang lain itu termasuk senior ngeliat lo murung banget. Gw tadinya sempet kesel karena lo tiba-tiba jadi aneh banget kalo ditegur begitu responnya" kata Lodi

"Iya, gw terpukul banget sih Lod semenjak seminggu lalu. Disaat gw mulai bergantung sama dia, dan nyaman dengan hari-hari gw sama dia. Malah ditinggal gitu aja" kata gw yang ngomong sambil menatap ke arah luar

Kemudian pesanan kami datang

"Permisi mas, ini pesanannya" kata seorang pegawai perempuan

"Iya mbak, silahkan" ucap gw

"Udah ada yang nemenin sekarang mas, biasanya sendiri doang disini" ucap si mbaknya

"Hehe iya nih mbak, temen saya jomblo kasian. Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya" kata Lodi ngeledek

"Eh, maaf mas. Nggak bermaksud begitu" kata mbaknya sungkan

"Santai mbak, dia lebih senior aja jomblonya. Jadi gini dia, sombong haha" kata gw

"Jomblo baru, masih galau galaunya. Wajar, biar seneng ha ha" kata Lodi

"Saya permisi dulu mas" kata si mbak

"Iya, silahkan" ucap gw

Kemudian kami berdua sibuk dengan makanan kami, gw yang masih kepikiran jadi makan gw agak lambat

"Nat, gw minta maaf ya" kata Lodi

"Kenapa ?"

"Gw sempet kepikiran mau gw ajak berantem kalo hari ini lo gw sapa tapi jawab kaya tadi lagi ha ha" kata Lodi

"Hah ? Anjir ha ha ha gelut tinggal gelut aja sih, biar puas" kata gw

"Eh, lo awal masuk aja udah nginjek anak orang di kampus. Ini anak kosan ngajak ribut lo tantangin ha ha gila emang lo" kata Lodi

"Tapi gw jadi sadar kalo ternyata memang gw nggak punya temen terlalu banyak di kampus, di luar kampus juga cuma kalian doang anak kosan"

"Lo tau nggak sih Nat, senior tuh tadi pas gw cerita begitu juga dia malah bilang 'mungkin Nata butuh waktu sendiri' terus gw juga nggak paham, sampai sekarang ini gw baru tau maksud mereka" ucap Lodi sambil memasukkan makanan ke mulutnya

"Gw juga mikir, kita beruntung banget udah kenal sama senior yang sekarang ini. Mereka bener-bener peduli sama kita, meskipun kadang konyol"

"Udah udah, jangan melow. Makan dulu abisin, itu lo cuma ngaduk ngaduk doang dari tadi" kata Lodi

Setelah dipikir dari omongan Heri tadi siang dan Lodi barusan, sepertinya ada yang salah dari cara gw bersosialisasi di kampus, gw cuma sibuk berdua dan nggak ada temen deket gw lainnya.


bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
i4munited dan Indjay memberi reputasi
2 0
2
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
01-07-2021 18:58
Asik ada updatean
profile-picture
profile-picture
Indjay dan hi.nats memberi reputasi
2 0
2
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
14-07-2021 23:48

33. Pekan Patah Hati (Part I)

Pada akhirnya gw nggak nganter Tasya ke Stasiun malam ini, dia sendiri yang nggak mau diantar, begitupun dengan gw. Sempat berpikir bahwa ini nggak seharusnya terjadi, gw yang kalau diibaratkan bunga, ini sedang senang-senangnya disirami tiap pagi, lalu esoknya dibiarkan tersiram oleh hujan dan ditinggal pergi. Ah, sepertinya bukan begitu analoginya. Sudahlah, gw lagi patah hati dan nggak ada dunia yang menyangkal perkataan pria yang sedang patah hati.

Setelah selesai kuliah gw ada tugas yang harus diselesaikan, sudah mau ujian semester juga jadi nggak boleh malas, itu kata Tasya sebelum gw turunin di depan kosan. Oh iya, barang di kosannya akan diambil oleh saudaranya yang tinggal dekat kota ini, jadi kemarin itu benar-benar pertemuan terakhir dengannya. Gw sore ini mau ngerjain tugas di cafe tempat pertama kali jadian dan terakhir kali berhubungan, walaupun Tasya masih suka SMS atau kalau malam nelpon, tapi hal itu nggak gw hiraukan. Laki-laki itu selalu punya idealismenya sendiri, apalagi saat ini gw yang masih punya ego tinggi, mana mau jadi pilihan ketika bosan.

Gw duduk di tempat biasa gw dan Tasya ngobrol, dia nggak suka berpindah meja dari sini, katanya ini meja favorit untuk melihat aktivitas mereka yang ada di kota ini, walaupun tingkat kesibukan atau kepadatan penduduknya jauh dari kota asalnya, tapi dia suka melihat ke arah jalan raya.

Gw mulai kebiasaan baru, menghisap rokok sambil ngerjain tugas, ditambah susu kopi yang gw pesan. Ini baru satu hari gw ditinggal orang yang biasa nemenin gw disini, entah punya pemikiran apa untuk gw dateng ke tempat ini sendirian. Mbak penjaga cafe juga hafal drama yang kemarin gw lakuin ke Tasya, dia cuma nganterin pesanan gw terus balik lagi, sempet senyum sedikit tapi otak yang sibuk dengan tugas dan hati yang lagi hampa begini jadi ngeliat senyuman cewek ya biasa aja walaupun sempet kepikiran pas pertama kali kesini kalo mbaknya cantik.

.......


Hari kedua setelah ditinggal, sore hari setelah jam kuliah selesai. Gw kembali ke cafe dengan perasaan bahwa ada yang harus gw lakukan untuk semua ini, tapi kenyataannya gw cuma sibuk baca materi perkuliahan karena mau semesteran. Gw masih bisa fokus kalau belajar begini, walaupun gw nggak punya tempat untuk diskusi

"Permisi kak, ini pesanannya" ucap si mbak mengantarkan segelas kopi pesanan gw

"Terimakasih mbak" ucap gw tapi langsung fokus ke materi kuliah gw

Si mbak cuma ngeliat ke arah gw sebentar lalu menaruh kopi gw di meja sambil liat sedikit materi gw yang berupa kertas berisi materi powerpoint

"Kuliah sains ya kak ?" Katanya

"Eh iya mbak, mau ujian jadi agak sibuk gini" kata gw singkat

"Permisi kak"

"Iya" singkat gw

Sekitar 15 menit kemudian, otak gw ngerasa buntu dengan semua materi ini. Lalu gw menuju kasir untuk pesan makanan.

.....


Hari ketiga setelah kejadian itu, gw masih pergi ke cafe ini. Udah dua hari berlalu, berusaha ngelupain dengan pemikiran sok gentleman, bermodal perkataan "kalo lo takut ya hadapin aja". Akhirnya malah jadi manusia paling bodoh, bersembunyi dibalik kata bijak saat berpisah, pura-pura kuat untuk langsung menghadapi kenangan selepas itu. Di kepala gw bahkan masih ada pemikiran dunia ini nggak adil, ketika yang lain diberi pilihan, gw harus terima kenyataan kalau saja gw nggak punya pilihan selain merelakan.

Pada akhirnya gw nggak bisa berbohong dengan ruang yang ditinggalkan oleh Tasya dalam keseharian gw. Pura-pura baik baik saja adalah hal bodoh yang gw lakuin beberapa hari kebelakang, belajar untuk ujian pun cuma bertahan beberapa jam di kepala, malamnya sebelum tidur pasti gw selalu mikirin dia, berat banget tapi mau bagaimana pun ini yang terjadi.

"Permisi mas, ini pesanannya" kata si mbak yang menyadarkan gw dari lamunan

"Iya mbak" kata gw

"Tumben mas nggak bawa materi kuliah lagi" kata si mbak

"Iya mbak, saya cuma lagi pengen kesini aja" kata gw

"Silahkan, selamat menikmati" kata si mbak kemudian berlalu

Gw kemudian mengaduk-aduk jus yang udah gw pesen ini dengan sedotan, sambil melihat ke arah jalanan di luar.

.....


Hari keempat, gw nggak ke cafe itu lagi karena ada tugas dan gw ngerjain dengan Heri karena cuma dia yang deket sama gw dari awal. Gw ngerjain tugas di kosan dia, otak gw saat ini cuma mikir tugas selesai terus gw balik.

"Nat, lo baik baik aja kan ?" Tanya Heri sambil nyatet apa yang ada di laptop

"Hah ? Gw ? Kenapa gw ? Baik aja Her" gw kaget karena lagi fokus sama apa yang gw tulis

"Jangan bohong, kepala lo sama sikap lo beda banget"

"Bentar Her, gw lagi fokus ngerjain ini"

"Yaudah, kalo udah mau cerita. Ngomong aja, gw open kok"

Gw fokus sama apa yang gw kerjain sekarang, sekitar 15 menit baru gw selesai.

"Gimana Her tadi maksud lo ?"

"Lo beda banget Nat, hubungan lo sama Tasya gimana ?"

"Oh itu, putus gw Her. Nggak ada pilihan lain"

"Lo mau cerita ?"

Gw kemudian cerita semuanya ke Heri tentang kejadian hari itu.

"Berat ya Nat, apa yang mau lo lakuin sekarang ?"

"Nggak tau lah Her, gw mau kerjain tugas cepet selesai semester, balik ke Jakarta dulu"

"Kenapa ?"

"Terlalu banyak kenangan"

"Goblok! Elu ngapain 3 hari ke cafe terus elu ngomong begitu Nataa ? Sehat lu ?" Kata Heri melempar bantal

"Yeh, itu kan langkah awal gw Her, ternyata pas gw jalanin yaa nggak mudah"

"Ah kesel gw nih, pengen gw lempar pake laptop tapi masih dipake buat kuliah. Nat Nat, kelakuan lo itu karena lo lagi bingung terus jadi deh laki laki sok tegar. Sedih mah sedih aja bro, lu masih manusia"

"Her, menurut lo, gw harus ngapain ?"

"Lu mau berasa gentleman kan ? Lu lakuin aja lagi, tapi inget kali ini lo mesti nerima semuanya bukan menyalahkan"

"Ngomong mah gampang ya Her ?" Kata gw meledek

"Gampang lah, lu minta saran, gw kasih. Nggak usah ribet, kita disini baru tahun pertama, buat belajar, bukan patah hati" kata Heri

Kemudian Heri memutar film anime bertema romantis atau apalah ini cerita remaja

"Ah anjir, gajelas lu nonton film gini. Cabut lah gw" kata gw sambil beres-beres barang

"Dih, apaan dah lu. Seru ini" katanya membujuk

"Gw mau nonton anime cuma action sama olahraga doang, ini mah kaya sinetron. Balik lah, tengkyu"

"Sama-sama, jangan kelamaan di kamar kosan lo. Ntar diem diem bau lagi" ledeknya

"Sial, udah lah. Jangan banyakan main tissue boss"


bersambung . . .
profile-picture
Indjay memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
30-07-2021 20:41
Kapan dilanjut lg gan
0 0
0
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
06-09-2021 00:12

Bridge

Kalau pergi adalah cara untuk tetap bisa berdiri dan menatap ke depan, mengapa harus ada pertemuan yang begitu menyenangkan ? Sampai saya lupa daratan kala itu. Saya kurang setuju dengan pendapat manusia lainnya yang mengatas namakan pembenaran atas sebuah kehilangan atau kesalahan, hal yang benar tidak perlu pembenaran.

Mungkin gw saat ini cuma butuh sendiri, kehilangan sebagian dari kebiasaan yang gw lakukan setiap harinya. Banyak yang mempertanyakan tentang kepindahan Tasya dari kampus ini, tapi gw cuma bisa menjawab seperlunya. Mereka berpikir gw baik-baik saja, tapi kenapa gw berpikir kalau gw nggak baik-baik saja, entahlah mungkin itu masih manusiawi.

Gw sepakat dengan perkataan orang di luaran sana kalau laki-laki hanya bersembunyi dibalik kata-kata bijak untuk tidak terlihat rapuh. Gw nggak menyangkal itu, gw sedang mengalami itu saat ini.


>>>>>>>>>>


*2020

"Kamu masih nulis cerita itu ?" Kata wanita di samping gw yang saat ini menaruh wajahnya di pundak gw

"Masih, aku masih harus ceritain ini. Supaya aku bisa masuk ke tulisan selanjutnya" kata gw yang masih menatap layar membaca cerita gw yang sudah tertulis

"Nggak langsung ke cerita intinya aja ? Ini forum loh, bukan buku yang lagi kamu tulis" katanya

"Sedikit lagi, kamu pesen makan dulu gih. Aku masih harus nyusun ini semua"

"Iyaa deh, kamu mau soda aja ?"

"Iya, float aja sayang"

Lalu dia mulai ke arah kasir untuk memesan makanan siap saji

<<<<<<<<<<<<


*Setelah kelulusan*

Setelah merantau, hari ini gw balik sebagai lulusan sains walaupun bukan dengan predikat dengan pujian tapi seenggaknya gw menuntaskan apa yang sudah gw mulai. Perjalanan gw lakukan malam hari biar besoknya gw punya waktu banyak di rumah. Gw sampai di rumah jam 4 pagi, sudah mulai terdengar suara bapak-bapak mengaji di beberapa speaker masjid. Ibu gw udah bangun jam segini, jadi gw langsung minum teh hangat dan makan, lalu tidur setelah sholat subuh.

Siang harinya, gw ke rumah sepupu gw yang nggak terlalu jauh. Ternyata banyak yang berubah di lingkungan gw ini, makin padat rumah. Banyak kontrakan yang mencirikan kota padat penduduk.

"Wew, makin banyak aja yang pelihara beginian" Ucap gw dalam hati sambil terus berjalan

Salah satu dari mereka mengagetkan gw karena sedikit meraung, entahlah kenapa karena gw cuek dan terus berjalan, sampai sekitar 10 meter dari rumah sepupu gw ada makhluk yang lumayan besar muncul di depan gw

"Mau apa kamu kesini ?" Katanya

Sebentar, ada yang salah kayanya. Gw menahan ketawa karena perkataannya

"mon maap nih boss, lau sokap ? Bocah baru ?" kata gw dengan bahasa yang agak nyeleneh

"Banyak omong kamu, saya penunggu disini, ini wilayah saya" katanya

Kami melakukan komunikasi ini secara batin, jadi kalau secara kasat mata gw hanya berdiam diri. Karena gw nggak mau mengundang kecurigaan warga sekitar, akhirnya gw minggir dan ngeluarin hp.

"kamu nggak kenal siapa saya ? Sejak kapan kamu berkuasa disini ? " kata gw yang udah mulai serius

Kemudian sepupu gw nelpon

"Yak, halo"

"Lama bener lu, keburu dingin kopi lu"

"Bentar, ada portal"

"Sejak kapan ke rumah gw lewat portal ? Cepetan"

"Barusan ini yeh. Yaudah" gw mengakhiri pembicaraan

Si makhluk itu makin memerah matanya, kemudian dia mulai menyerang, dalam waktu singkat gw terpaksa meladeninya, gw baru mulai atur pernafasan . . .

"maaf . . . ampun . . . Saya tidak tahu" katanya yang kemudian terduduk seperti memberi hormat

"lah tadi nyalinya gede, kok jadi gini" gw pun terheran dengan hal ini

Nggak lama, keluar lah seseorang dari kontrakan yang kemungkinan majikan dari makhluk ini.

"Ini punya bapak ?" Kata gw menunjuk ke arah makhluk itu

Dengan nada tidak ramah dia menjawab, "iya, emangnya kenapa ?"

Dalam hati gw "wooo, kirik! Gw sikat lah sekali" kemudian gw atur pernafasan, tangan gw mengepal ke belakang

brukkkk badan makhluk itu menghantam pohon yang berada di pinggir jalan, cukup keras benturannya sampai bergoyang pohon tersebut

"Kalo pelihara beginian, jangan nyusahin orang pak" kata gw yang menatap tajam ke bapak itu

Si bapak itu terlihat shock, dan ngomong sambil ketakutan "maaf maaf, saya salah, maaf"

"Sekali lagi saya lihat masih ada beginian di jalan, saya habisin semuanya termasuk yang diteras sama di atap" kata gw mengecam keras

Gw ngelakuin hal ini karena ini sudah kelewat batas, dia bisa mencelakai orang yang lewat dan juga bersikap seperti penguasa, di daerah sini kami biasanya nggak mau mencampuri urusan orang lain di dimensi lain selama itu tidak melibatkan orang lain. Tapi karena ini sudah melampaui batas, maka gw harus 'menegurnya'.

Gw kemudian lanjut berjalan ke rumah sepupu gw.

"Lama banget lu, ini kopinya gw tambahin es" katanya

"Bagus, gw emang suka dingin"

Kemudian gw menuju balkon atas, tempat biasa kita berdua ngobrol.

"Nat, lu tau nggak sih. Disini tuh gosipnya ada itu loh yang suka ganggu"

"Oh itu, ganggu gimana ?"

"Yaa begitu, kadang ada yang jatoh kaya diselengkat, ada yang ekstrim tuh dikasih liat di pohon itu tuh" katanya sambil menunjuk ke arah pohon yang tadi gw lewatin, karena dari balkon masih terlihat kontrakan tadi dan pohonnya

"Lu digangguin nggak ?" Tanya gw

"Nggak sih Nat, tapi pas kemarin ada temen gw yang ngerti gituan tuh katanya ada yang gede gitulah terus dia nggak bisa lewat, dia nelpon gw terus balik"

Oh iya, gw dan sepupu gw ini beda usia 3 tahun. Harusnya gw panggil dia Abang, tapi karena dia risih jadi gw cuma manggil namanya

"Yaudah, besok nggak ada lagi pasti" kata gw sambil nyeruput kopi

"Semoga lah ya. Eh ya, lo baru lulus, terus rencana lo gimana Nat ?" Katanya

"Entah lah, gw sih dapet tawaran masuk di tempat gw PKL tapi baru masuk bulan depan. Sekarang aja masih tanggal 18"

"Nganggur 2 minggu lo ya. Gw juga lagi ngajuin cuti seminggu"

"Lah mau ngapain ? Pacaran lu ?"

Tiba-tiba dia ngebakar rokoknya

Gw menimpali lagi, "berat bener nih kayanya"

Singkatnya dia cerita kalau harusnya dia ke Bali bareng ceweknya pas cuti ini, tapi karena dia mergokin si cewe jalan sama mantannya dan dia nggak ambil pusing, langsung dia putusin saat itu juga.

"Gw pikir tuh ketika gw putus, blass ilang aja gitu ternyata setelahnya berat cuy" katanya

"Eh bentar, lo punya tiket ke Bali ?" Tanya gw

"Iya masih, 3 hari lagi berangkat. Belum gw batalin" katanya

"Telepon tempat pesen tiketnya, ganti pake nama gw. Kita berangkat, ntar gw ganti duitnya" kata gw

"Ide bagus, berangkat kita!" Ucapnya semangat


bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
i4munited dan Indjay memberi reputasi
2 0
2
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
12-09-2021 19:38
Belom lanjut nih gan?
0 0
0
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
13-09-2021 11:34

34. Babak Baru

"Nat! Oy Nat" teriak anak laki-laki dari belakang gw

"Eh iya Her, kenapa ?" Tanya gw

"Mau ke kosan gw nggak nanti abis kelas ?" Tanya Heri

"Gw ada kumpul rapat UKM nih, sorry ya" jawab gw

"Nah gitu dong aktif, jangan nonton bokep doang di kosan" kata Heri yang ceplas ceplos di lobi kampus

Kemudian gw denger suara dosen laki-laki dari kanan belakang gw

"Mas . . . Mas itu yang pakai baju biru, coba kesini" kata dosen itu

Gw kemudian melihat ke arah Heri, yup dia yang dimaksud karena memakai baju kerah berwarna biru.

Heri mendekati dosen itu, gw berlalu ke arah parkiran. Terdengar sayup perkataan si dosen, "kamu mahasiswa sini mas ? Angkatan berapa ? Tau ini dimana ?"

Gw cuma tertawa kecil sambil terus jalan, gamau ikut-ikutan lah pokoknya, ribet.

>>



"Nat, nanti di ruang 03 ya rapatnya" sapa seorang cewek yang seangkatan gw dari bangku sebelah

Sementara gw masih sendok makanan ke mulut gw, "oh iya Lan, nanti aku dateng"

Mungkin agak sedikit aneh ketika gw sebagai cowo dan ngobrol dengan cewe pakai aku-kamu kalau di daerah seperti Jakarta, kecuali mereka bersaudara atau memang pacaran. Sementara disini, gw bisa melakukan itu tanpa ada pemikiran lagi ngedeketin atau dibawa perasaan satu sama lain, karena ini memang bahasa sehari-hari.

"Kamu jarang keliatan Nat di kampus, abis pulang ?" Kata wulan

Oh iya, namanya Wulan, dia temen satu ukm di kampus tapi kita beda kelas jadi wajar jarang ketemu kecuali saat jeda kelas begini di kantin.

"Iya, aku kalo selesai langsung pulang biasanya" kata gw

Kemudian si Heri datang menghampiri gw

"Kampret lu ya, gara-gara elu nih" kata Heri

Gw nggak kuat menahan ketawa "hahaha goblokkk! Lagi udah tau di lobi kampus ngomong begitu, kalo di kantin tuh bebas. Lu mau rokok bareng dosen juga nggak apa-apa"

"Elu kenapa nggak ngomong ada dosen, bodooh!!" Kata Heri yang kemudian menaruh tasnya di meja kantin

"Eh dodol, lu pikir gw tau ada dosen. Gw aja kaget pas lu dipanggil" kata gw

"Ah tau ah laper gw" kata Heri menuju ke warung nasi rames

Nggak lama si Wulan negur gw

"Itu kenapa Nat temen kamu ?" Katanya penasaran

"Oh itu, dia ngomong 'bokep' di lobi pas ada dosen, aku gak tau nama dosennya" kata gw

"Hahaha apes banget dia" katanya

Gw nggak menanggapi omongan Wulan lagi dan fokus ke makanan gw

Selang 15 nenit, Wulan nyapa "Nat, aku duluan ya. Nanti rapat, kamu dicariin kating soalnya nggak pernah dateng"

"Oh iya, nanti aku dateng kok" kata gw

Si Heri ngeliatin gw dengan tatapan mencurigakan, setelah liat Wulan agak jauh baru si Heri interogasi gw

"Cuy, itu siapa ?" Tanya Heri

"Oh, anak kelas lain. Seangkatan" jawab gw santai

"Bening banget kaya kuah sop ini" kata Heri sembarangan

"Oh iya kali, lo mau gw kenalin ?" Kata gw

"Ahh elu, kenalin kenalin tapi ntar lu gebet duluan"

"Emang lu suka cewe ya ? Lupa gw, lu normal kan ? Hahahaha" kata gw meledek

"Nat, lu pernah kelilipan mangkok sop nggak ?" Katanya melotot

"Hahaha gw nggak pernah liat elu ngegebet cewek deh Her"

"Eh manusia setengah kerupuk! Elu lupa kemaren lu patah hati yang nasehatin siapa ? Gini-gini gw pakar"

"Nggak ada"

"Iya juga sih kan gw cuma ngajak nonton anime hahaha"

"Yehhh haha udah lah makan dulu, gw mau balik abis ini terus rapat"

"Rapih bener jomblo baru, nyari mangsa ?"

"Ahhhhh anjir jomblo menahun ini, rame bener haha"

Kita pun tertawa dan ngobrolin banyak hal


>>>>>


Karena rapat hanya membahas soal teknis acara sementara gw nggak terlalu paham karena baru ikutan lagi setelah makrab jadi gw lebih banyak diam, terlebih juga mereka paham kalau waktu makrab dan saat ini juga gw sendiri nggak bersama Tasya lagi.

"Nat, kamu kan satu divisi sama aku. Abis ini kita rapat lagi sebentar sambil makan gimana ? Aku udah minta kak Nadya sama kak Beni buat diajak sharing" kata Wulan

"Boleh, tapi paling aku ke ATM sebentar buat ambil uang" kata gw

"Boleh nebeng nggak ? Aku nggak ada motor, soalnya hehe" kata Wulan

"Boleh, mau jalan sekarang ?"

"Aku bilang sama senior dan yang lainnya dulu" kata Wulan

Kemudian gw dan Wulan langsung cabut duluan



bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
i4munited dan Indjay memberi reputasi
2 0
2
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
16-09-2021 17:50
wahhh.. dah moveon ni.
0 0
0
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
17-09-2021 22:22

35. Diskusi

"terimakasih untuk mas dan mbak yang sudah hadir, kita mulai diskusinya" kata Wulan membuka diskusi santai ini

"Nggak usah terlalu dibawa serius Lan, sambil makan aja. Kaya ngobrol biasa" kata mbak Ine, salah seorang senior yang jadi pendamping kami selama kegiatan

Diskusi berjalan santai karena kita juga sudah mulai cair, ditambah gw juga banyak tanya. Gw termasuk mahasiswa yang males buat berkegiatan begini, ditambah lagi tuntutan nilai yang harus gw pertanggungjawabkan di akhir semester, gw merasa kegiatan ini akan makan waktu gw selama kuliah, jadi yaa gw mau sebagai mahasiswa biasa tapi gw nggak bisa lepas tanggung jawab kalau sudah diberikan begini

Inti dari obrolan ini adalah senior menjelaskan bagaimana kegiatan ini berlangsung nantinya dan juga bagaimana kendala yang biasanya terjadi, yang kami tanyakan sebenarnya tentang keraguan kami dengan kemampuan kami yang seperti ini apakah bisa lebih bagus dari acara sebelumnya.

Dalam rapat ini gw bersama dengan teman satu divisi gw yaitu Wulan sebagai ketua, Alsa, Bastian, Cindy dan gw tentunya ditambah senior ada mbak Ine dan Mas Feri. Diskusi berjalan dengan baik. Lalu mas Feri mulai membuka obrolan dengan menanyakan background kami. Wulan dan Alsa berasal dari kota E, Bastian dari kota F, Cindy dan mba Ine merupakan warga lokal kemudian mas Feri dari kota B, dari obrolan ini gw jadi paham kalau ternyata Bastian dan Alsa ini pasangan, kemudian Cindy punya pacar beda fakultas, mba Ine pacarnya Ketua UKM dan mas Feri ini punya cewe beda Fakultas, sementara gw dan Wulan belum ada pasangan. Mereka tau kalau gw sebelumnya sama Tasya karena kejadian tempo hari saat makrab itu nama gw dan Tasya cukup terkenal. Hal itu nggak luput dipertanyakan oleh mereka dan ya harus diakui itu membuat suasana jadi cair selama ngobrol. Nggak terasa waktu udah berjalan sampai jam setengah 12 malam. Diskusi pun disudahi dan juga gw harus mengantar Wulan ke kosan.

Wulan


"Nat, besok kalo mau rapat. Aku boleh bareng kamu ?" Kata Wulan sebelum masuk ke Kosan

"Kalo aku pas dari kosan nggak apa-apa kok, liat nanti aja" kata gw dengan datar

"Oke deh, makasih ya" katanya tersenyum

"Yaa, gw balik ya"

Kemudian gw mengarah ke kosan

...


"Nat! Lu dicariin kakak tingkat tuh di kantin" kata Hasan, salah seorang temen kelas gw

"Ada apaan ?"

"Mbuh, ra ngerti aku. Wes tanya sendiri sana" katanya dengan logat daerahnya

"Biar ajalah, yang butuh juga dia. Bukan gw" kata gw santai

Gw yang masih dalam kelas cuma fokus sama kuliah yang diberikan dosen sampai selesai.

"Kantin yuk Nat!" Kata Heri

"Yuk, katanya gw dicariin kating nih"

"Berantem nih bau baunya"

"Lah, salah gw apa ?"

"Wulan, kayanya. Tadi gw nanya Hasan"

"Lu bisa berantem ?"

"Nggak lah" kata Heri dengan bangga

"Yeeh bego, yaudah lu pegangin tas gw ntar"

Gw kemudian ke kantin dengan Heri, kemudian di lobi gw ketemu mas Feri, akhirnya gw jalan bertiga.

Gw pesen soto khas daerah sini ditambah nasi dengan teh hangat, sementara mas Feri dan Heri makan nasi rames.

"Kamu Nata ya ?" Kata seorang berbadan tegap menghampiri gw

"Oh iya, gw Nata. Ada apa ya ?"

Brakkkkkk meja makan gw digebrak sampai kuah soto dan teh hangat gw tumpah mengenai gw, Heri dan mas Feri.

"Aku nggak terima kamu nganter Wulan malem-malem ya"

Mas Feri terlihat kesal dengan kelakuan anak ini tapi masih ditahan, gw ngeliat ke arah Heri dan ngasih kode buat mindahin tas gw. Gw masih liat sekitar, semua perhatian menuju ke arah gw dan mas mas nggak jelas ini.

"Maaf mas, hubungan mas apa ya ?" Kata gw

"Bro, lu ngga boleh deket gitu lagi. Lu denger itu" katanya menggebrak meja lagi

Kali ini tumpah banyak ke arah mas Feri, kemudian mas Feri bangun dan megang kerah si anak ini

"Angkatan berapa lu ?" Kata mas Heri membentak

"Tingkat 2 mas, kenapa ? Ikut campur kamu ?" Katanya

"Ikut gua bgst, Nat lo ikut" kata mas Feri narik kerah si anak itu

Mas Feri narik anak itu ke belakang kantin, disini area yang nggak keliatan dari parkiran atau biasa diliat dosen

"Lu laki ?" Kata mas Feri

"Kenapa mas ? Nggak seneng ?" Katanya menantang

"Nat, gw males ngeladenin bocil begini. Lu berantem berdua, gua tandain muka lu bgst. Kuah soto sama teh panasnya ntar gw bayar lunas" kata mas Feri melepaskan genggaman di kerahnya

"Hadehhh, ada aja urusan jomblo beginian yaa" kata gw

Si mas kating ini nyamperin gw kemudian mukul gw dibagian muka

brukk kemudian gw agak mundur dan memegang pipi gw yang kena pukul

"Mas ?" Kata gw ke Mas Feri

"Iya Nat ? Sakit ?" Katanya bercanda

"Gw dipukul ya ini ? Saksi ya ? Gw nggak mau disidang wakil dekan" kata gw

"Siappp, gaskeun weh!" Kata mas Feri

Gw maju dengan perlahan sambil perhatiin gerakannya, dia mulai dengan percaya diri maju mengarah ke gw dan tinjuan melayang depan muka gw, gw melompat mundur lalu melompat maju lagi dan menendang bagian paha kirinya, kemudian dia hilang keseimbangan dan gw tambah dengan tendang kiri gw mengarah ke bagian pinggang, kemudian dia mundur menahan sakit. Gw ngeliat ada temennya dateng mau menghampiri gw

"Eits, mau jadi ayam sayur keroyokan ? Lu nggak tau siapa gw ?" Kata mas Feri

Kemudian mereka mundur, sementara kating ini masih ngotot mau mukul gw. Kemudian gw pasang kuda-kuda dari hasil latihan gw selama sekolah, dia maju menerjang dengan tendangan sementara gw cuma bergeser untuk menghindarinya dan gw tendang dari samping, dia kemudian jatuh dan gw injak bagian dadanya.

"Mas ? Mau biru atau merah ?" Kata gw mendekat ke arah wajahnya

Dia kemudian meludahi gw

"Woww" gw meludah depan wajahnya dan gw hantam wajah seperempat tampan itu dan gw ludahi lagi, hantam bagian sebelahnya, kaki gw semakin gw tekan

Kemudian mas Feri nyamperin gw, "udah Nat! Cukup!"

Nggak lama temen kating yang gw pukulin ini nyamperin gw dan ngehajar gw ramai-ramai seperti maling pakaian dalam

....


Gw terbangun, "astaghfirullah, mimpi macam apa ini gw"

Gw liat jam udah telat kuliah pagi, yasudah akhirnya gw memanfaatkan jatah absen gw untuk hari ini. Setiap mahasiswa di kampus gw punya jatah absen 3x tanpa keterangan, kalau lebih bisa nggak ikut ujian dan dipastikan mengulang mata kuliah.

Gw bangun dari tempat tidur dan liat hp, rupanya ada sms dari Heri yang menanyakan gw kenapa nggak ikut kelas. Sementara ada sms dari Wulan yang ngabarin kalau minta ditemenin untuk diskusi dengan divisi lain. Jujur gw masih menutup hati untuk urusan cewe apalagi sampai terbawa perasaan, gw cuma mau fokus kuliah, hiburan gw cuma anak-anak kosan dan futsal

Nggak lama kemudian hp gw berdering panggilan masuk, di layar ada nama Wulan dan gw angkat

"Assalamualaikum Nat, katanya kamu nggak kelas. Kamu ngampus jam berapa ?"

"Wa'alaikumsalam Lan, nanti sejam lagi aku ada kelas. Ada apa ?"

"Bisa temenin aku kan ? yang lain masih sibuk ada praktik dan tugas kelompok katanya"

"Jam berapa ?"

"Abis makan siang jam 12 lah, kita ketemu di kampus"

"Ya" jawab gw singkat

"Kamu bete ya ?"

Dalam hati ingin gw bilang, "gw masih ngantuuukk"

Tapi yang keluar malah, "nggak, nanti ketemu di kantin aja"

"Oke, assalamualaikum Nata" katanya dengan nada yang halus

"Ya wa'alaikumsalam" gw menutup telepon



bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
17-09-2021 23:49
Wahhh mantapp, story bermutu jan sampe kga di terusin ya neng! Ijin nyopot safety butut dimarih, sekalian numpang latian baris berbaris pasukan dimarih.

Quote:
Quote:
Maafkan ane dan rombongan jika mengganggu trit agan & sista, kami bukan lah junker, kami hanya lah segelintir orang yang ingin meramaikan Traffic light kaskus jangan hujat & hina kami. kami hanya bisa memberikan
Komeng Bermutu, emoticon-Rate 5 Star & emoticon-Cendol Gan


We ARE NIGHT ELEGANT JUNKER

emoticon-Cool

emoticon-Angel


@durexz
@69banditos

Jadwal keliling dulu, pip pip pip ambulan zig zag

Kalong Angels nya mejeng juga

@makola
@ngejleb
@delia.adel

Your thread has been visited by :
Quote: GIF



Klik Link di atas jika agan & sista ingin berkunjung ke Markas Darurat kami atau ingin join, pintu terbuka 24 jam


emoticon-Ngacir2
profile-picture
Indjay memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
26-09-2021 17:23

36. Obrolan Ringan

"jadi, ceritanya kamu baru patah hati ?" Tanya Wulan

"Begitulah, semenjak Tasya pergi kerjaan aku cuma kuliah, futsal, badminton sama ngerjain tugas. Nggak mau terlalu sibuk mikirin hal yang udah lewat" kata gw

Kita baru pulang rapat, karena sudah malam jadi sekalian kita mampir ke angkringan yang ada di pinggir jalan utama Kota ini sekalian ngobrol. Bahkan gw nggak berpikiran bahwa ini adalah 'kencan' dengan Wulan

"Nat, aku mau nanya satu hal ke kamu tapi jangan marah ya, kamu boleh nggak jawab ini kok"

"Iya, kenapa emangnya ?"

"Jatuh cinta, pacaran itu gimana sih ?"

Gw hampir tersedak dengan pertanyaan itu

"Apa ya, menurut ku ketika laki-laki dan wanita ada dalam satu ucapan ya mungkin janji kali ya atau sebuah kesepakatan bahwa mereka saling memiliki dan punya kedekatan"

"Terus tandanya kita jatuh cinta itu gimana ?"

"Sulit, sederhananya mungkin ketika kita nyaman ada di deket orang itu dan ngerasa kayanya setiap ketemu itu hari jadi cerah banget"

"Nat, kamu tuh masih orang yang sama nggak sih ketika kamu lagi patah hati ?"

"Lan, buat aku setiap manusia punya waktunya masing-masing dan itu sifatnya selalu relatif"

"Maksudnya ? Atuh kamu bahasanya berat pisan" kata Wulan dengan logatnya

"Haha Kamu kenapa nanya begini ?"

"Aku belum pernah sama sekali soalnya, mau coba tapi takut patah hati"

"Hm aku juga begitu waktu awal sama Tasya, lalu ada obrolan yang buat aku yakin sama dia"

"Kamu nggak coba ngeyakinin aku ?" Katanya sambil menaikkan alis dan tersenyum

"Lan ? Sehat ? Haha" gw mencoba nggak salah tingkah

"Haha yasudah"

Gw langsung memegang kepalanya dan mengacak rambutnya, "UKM nih urusin kegiatan perdana nih, ngomongin pacaran aja"

"Hehe abis kepo euy" katanya polos

Obrolan berlanjut seputar masa SMA dan bagaimana kita bisa 'terdampar' di Kota ini. Sampai sekitar satu jam lebih kita di tempat ini, dan gw nganter Wulan balik ke kosannya

"Nat, kalo kita ada jadwal kelas bareng. Kamu mau jemput aku nggak ?" Kata Wulan yang baru aja turun dari motor

"Tergantung, kalo lagi nggak patah hati"

"ih, jagoan ospek kok kalah sama kenangan hahaha"

Gw acak acak rambutnya, "besok aku pasang tarif loh ya"

"Yeehhh, yaudah byee" katanya tersenyum dan masuk ke dalam kos

Kemudian gw mengendarai motor ke kosan, dipikir-pikir gw baru sebulan lebih selesai dengan Tasya, lalu datang lagi yang baru dan entah kenapa mereka berdua punya sedikit kesamaan, karena nggak ragu untuk deket dengan orang baru kaya gw. Gw nggak paham cerita apa nanti yang akan gw dapet


>>>>>



"Nat . . ." Panggil Lodi

Gw masih asyik main PES di kamarnya

"Naattt . . ." Panggilnya agak keras

"Jomblo!!!" Katanya menepuk pundak gw

"Yaah anjir penalti, elu sih kan kepencet sliding kan kalah gw. Apaan sih ?"

"Temenin gw Nat abis ini ke kampus market, pengen belanja bulanan"

Mungkin perlu gw jelasin, belanja bulanan yang dimaksud Lodi ini bukan berarti sama dengan yang orang tua atau ibu-ibu lakukan tiap awal bulan. Kebiasaan kita itu sebenernya cuma beli sabun mandi, sabun muka, shampo, pasta gigi, dan minyak wangi itu pun menyesuaikan kalau udah habis. Selain itu menurut para senior kosan, awal bulan adalah waktu yang tepat untuk belanja, selain karena keuangan baru cair, terkadang buat kaum cowo hal itu bisa jadi cuci mata karena mahasiswi juga pasti belanja.

"Boleh, tapi gw abis ini sholat ashar dulu ya"

"Alhamdulillah temen gw jomblo gini masih inget Tuhan" kata Lodi meledek

"Ini namanya ikhtiar, lu kalo ngaji nggak wudhu sih, nggak nempel tuh ilmunya" kata gw meledek


bersambung . . .
profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
02-10-2021 14:51
dilanjutt gan
0 0
0
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
11-10-2021 22:13

37. Cerita Awal Bulan

"Nat, lu katanya mau beli kertas buat nugas. Nggak jadi ?" Kata Lodi

"Oh iya, yaudah lo duluan deh. Gw ambil dulu"

Gw dan Lodi lagi di Kampus Market untuk membeli kebutuhan, gw harus ninggalin kasir ini karena lupa ambil kertas dan nggak mungkin gw egois untuk nitip antrian sama Lodi, karena ini bukan keadaan mendesak dan lagi buru-buru.

Ketika lagi di depan rak yang berisikan berbagai macam kertas, ada suara sebelah gw menyapa "Nat, belanja ?"

Gw seketika langsung menoleh ke arah suara itu, "eh Lan, iya nih. Lo sendiri ?"

"Ini nemenin Regina beli perlengkapan bulanan" kata Wulan memberi isyarat dengan gesture wajah mengarah ke seorang cewe

"Anak sains juga ?"

"Lo nggak ngenalin ? Paraah, temen satu angkatan nggak kenal"

Gw memandang ke arah Regina untuk beberapa saat, lalu Wulan memanggil Regina

"Re, sini bentar. Ini ada yang mau kenalan" kata Wulan dengan asal

Kemudian Regina menuju ke arah gw dan Wulan, gw diam dalam beberapa waktu itu. Baru kali ini gw ngeliat cewe yang tipe gw banget, satu angkatan di fakultas dan gw nggak pernah sadar kalo ada dia. Tapi mungkin memang karena waktu itu ada Tasya, jadi gw nggak terlalu perhatiin sekitar. Wajahnya terlihat oriental meskipun bukan, dengan berat dan tinggi badan ideal, rambut panjang, dengan gigi kelincinya. Gw benar-benar terpesona dalam sepersekian detik.

"Kenapa Lan ?" Kata Regina

"Ini Re, kenal nggak ?" Kata Wulan nunjuk ke arah gw

Gw dengan cepat langsung menyodorkan tangan gw, "hai, gw Nata"

"Regina" katanya menyambut tangan gw

"Hemm Nata bisaa yaa bisa begitu" kata Wulan meledek

"Gw kenal sama lo kok Nat, satu angkatan juga pasti kenal kayanya hehe" kata Regina

Gw cuma tersipu malu soal itu, terlebih senyumannya bikin gw salah tingkah

"Re, baru patah hati dia tuh" ledek Wulan

"Wulan ey" kata gw dengan gesture menyuruhnya diam

"Nggak apa-apa kali Nat, Regina jomblo juga" kata Wulan

Kali ini Regina yang bertingkah seperti gw tadi

"Hahaha gitu kan enak, eh maksudnya nanti bisa ngajak jalan nggak ada yang marah" kata gw meledek

"Nataaa, kamu itu abis ngedate sama aku loh kemarin malem" kata Wulan meledek

Kemudian gw meladeni permainan Wulan yang agak drama ini

"Re, kamu percaya aku kan ? Percaya sama aku" kata gw ke Regina

Regina tertawa, "sama gilanya lo berdua haha. Udah yuk balik Lan"

"Re, bagi nomer lo boleh ?" Kata gw

"Waw, agresif sekali anda hey" kata Wulan

"Boleh, sini hp lo" kata Regina yang kemudian ngetik nomernya di hp gw

"Sipp, gw duluan ya. Gw lupa kalau ditunggu temen gw" kemudian gw menuju ke arah kasir

Setelah keluar, gw menghampiri si Lodi.

"Lama lu, ngapain sih ?" Kata Lodi kesal

"Ternyata tradisi awal bulan ke Market ini, beneran cuy" kata gw

"Hah ? Kok bisa ? Gimana ?" Kata Lodi penasaran

"Cakep banget cuy, tipe gw banget deh" kata gw

"Tumbenan lu ngebet banget ketemu cewe, biasanya cuek"

"Udah lah ayok" ajak gw

Saat di Parkiran, rupanya Wulan dan Regina juga akan pulang ke kosan. Lalu motornya melewati kami

"Nata, duluan ya" sapa mereka berdua

"Naattt, pantes lo betah" kata Lodi

"Hahahaha normal kan gw ?"

"Buat gw satu Nat, kenalin"

"Hahahaha bubarin dulu asrama putri di kontak lo" ledek gw


bersambung . . .



new thread
profile-picture
i4munited memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
18-10-2021 15:03

38. Prolog

"Her, ntar abis selesai praktik ini, kantin yuk!" Kata gw ke Heri

"Kenapa lu ? Laper banget kayanya" tanya Heri

"Belum ngopi gw, muter banget kepala gw pagi-pagi belum sarapan udah ketemu kuis pre-post, sial" kata gw pelan

Praktik masih berlangsung, kemudian ditutup dengan post-test. Sementara waktu masih menunjukkan jam 9 pagi, karena kami mulai sudah dari jam 7 pagi, memang terasa seperti anak sekolahan tapi mau bagaimana lagi, ini sebuah keharusan.

Gw dan Heri berjalan ke arah kantin, gw ngeliat Wulan dan Regina di depan gw yang juga mau mengarah ke kantin, mungkin jaraknya sekitar 20 meter di depan gw.

"Nat, itu Wulan kan yang biasa bareng lo ?" Kata Heri

"Iya Her, kenapa ?"

"Hoki ya lu, cewe cakep begitu mau lu anter jemput"

"Itu cuma kepentingan UKM kok, gak lebih" kata gw

"Kok bisa lu mikir dia nggak ada perasaan ?" Tanya Heri

"Her, yg gw incer sekarang tuh sebelahnya tuuh" kata gw menunjuk Regina

"Gw baru ngeliat perasaan deh Nat, anak angkatan kita juga ?"

"Pertanyaan lo sama kaya gw kemarin pas awal ketemu dia sama Wulan"

"Boleh juga sih Nat, kalo gitu Wulan buat gw gimana ?" Kata Heri

"Macem transaksi kue basah aja lu hahaha"

"Hahahaha lelaki Nat"

Kemudian gw dan Heri berjalan mengikuti mereka ke arah kantin. Kami berdua sengaja memilih bangku dekat mereka, biar enak ngobrol aja.

"Eh Nat, sini aja satu meja. Biar nggak ribet, ini juga cuma berdua" ajak Wulan

"Boleh deh" kata gw yang kemudian memindahkan tas

Gw memposisikan diri duduk depan Regina, sementara Heri di depan Wulan, terkesan seperti double date padahal itu adalah cara kami para laki-laki untuk bisa menatap wanita saat makan.

Gw menyenggol tangan Heri dan berbisik pelan "jangan norak lu, biasa aja ngeliatinnya, jangan kaya om om lagi birahi"

Kemudian Heri membalas juga dengan berbisik, "jomblo, bacot!"

Wulan dan Regina pesan makan duluan sementara gw dan Heri jagain tas mereka, sementara itu gw dan Heri ngobrol soal mau makan apa sampai mereka selesai pesan.

"Nat, kamu kemarin kan minta nomer Regina ya. Kok nggak di-sms sih ?" Kata Wulan

"Eh ya hehe maaf kemarin nggak kepikiran buat langsung sms soalnya langsung latihan badminton sama futsal" kata gw

"Si Regina nih nungguin kamu sms tau, payah nih gak peka" kata Wulan

"Eh Wulan mulutnya, nggak kok Nat biasa aja. Asal nih Wulan" kata Regina

"Tapi Nata emang suka begitu Lan, di-sms malem bisa balesnya ntar pas ketemu orangnya" kata Heri

"Masa ?" Kata Wulan

"Mending kalo balesnya pake omongan, ini tuh dia buka hp terus baru sms balesannya" kata Heri tertawa

"Dodol hahaha" kata Wulan, Regina pun ikut tertawa

Lalu wulan dan Heri ngobrol, sementara gw dan Regina ikut menimpali dan ikut tertawa, sambil makan gw sesekali curi-curi pandang ke Regina

"Re, ntar malem kosong nggak ?" Kata gw yang membuat Heri dan Wulan langsung ngeliat ke arah gw

"Kosong kok, mau ngapain ?" Kata Regina

Belum sempat menjawab, Heri juga menanyakan hal yang sama ke Wulan, "Lan, ntar malem kosong nggak ?"

"Ada apa tuh bang, kalo neng boleh tau ?" Kata Wulan dengan nada bercanda

"Ikut abang nonton dangdut yuk neng ?" Kata Heri kemudian tertawa, kami semua juga tertawa dengan hal itu

"Nanti aku sms Re" kata gw singkat

Regina cuma membalas dengan senyuman.

****


Gw dan Regina lagi di suatu tempat yang menurut gw cukup santai untuk sebuah obrolan yang ingin kenal satu sama lain. Kita lagi ada di tempat nasi goreng pinggir jalan, ini tempat nasi goreng favorit gw.

"Wuih si Mas, baru lagi ?" Kata si abang yang meledek

"Ah bisa aja, yang kemarin pergi ninggalin saya mas haha"

Regina cukup terkejut dengan obrolan ini

"Ayu tenan iki mas, jagoan lah sampeyan haha"

"Bisa bae masnya"

Gw liat ke arah Regina yang senyum-senyum kecil

"Mau pesen apa nih ? Mas sama mbaknya"

"Seafood satu, kamu apa Re ?" Kata gw

"Aku biasa aja"

"Mas . . ."

"Nggih mas, denger kok hihi" kata abangnya

Kemudian si Abang mulai membuat pesanan kami. Tempat ini cuma warung nasi goreng tenda pinggir jalan, tapi baru kali ini gw nemuin warung nasi goreng pinggir jalan tapi rasanya khas banget.

"Kamu tuh dulu kesini sama Wulan ya ?" Kata Regina membuka obrolan

"Nggak, dulu sama Tasya. Aku sering makan disini kalo malem"

"Oh, mahasiswi yang pindah ke LN itu. Kalian dulu pacaran ?"

"Iya, sampai akhirnya kami putus pas dia pindah"

"Kan bisa LDR, nggak nyoba ?"

"Aku nggak bisa begitu Re, mungkin karena nggak siap patah hati kali ya"

"Kok begitu ? Karena nggak saling percaya ?"

"Saat itu sebenarnya kita hanya menunda perpisahan kalau kita masih terus berhubungan, ditambah aku masih belum banyak bergaul di lingkungan kampus dan dia pun juga akan bertemu dengan lingkungan barunya disana. Nggak mungkin nggak ada yang bisa bikin kita nyaman. Jadi yaa sudahlah aku pikir cukup untuk membohongi keadaan" kata gw dengan menatap Regina selama bicara

"Kamu tuh emang sulit ditebak ya" kata Regina yang tersenyum kecil

"Kalo kamu, sekarang single Re ?"

"Kalo cewe mau diajak jalan cowo malem-malem buat makan begini, menurut kamu single nggak ?" Katanya dengan gigi kelincinya keliatan

bersambung . . .
0 0
0
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
19-10-2021 20:09
ts penuh wawasan banget kayanya emoticon-Baby Boy
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
27-10-2021 01:53

39. Obrolan Lelaki

"her, gimana lu sama wulan. Jadi kemana semalem ?" Tanya gw ke Heri yang lagi asik nonton di kosannya. Kamar berukuran 3x3 m inilah kami menghabiskan waktu untuk mengisi jam kosong jeda kuliah

"Oh, seru sih anaknya. Enak diajak ngobrol apapun, kalo lo gimana sama Regina ?"

"Yaa begitu, naik motor muter-muter terus cari makan terus ngobrol deh. Tapi lo ngerasa gimana sama wulan ?" Tanya gw yang penasaran

"Baru pertama Nat, buru buru banget, ntar yang ada dia malah geli sama gw yang agresif" kata Heri membelakangi gw

"Wuih, sejak kapan manusia ini jadi bijak begini ? Hahaha" ledek gw

"Cerita coba cerita, kenapa lo bisa adem begini ?" Lanjut gw

"Nat, ini baru pertama kali gw ngedeketin cewe begini" kata Heri

"Hah ? Maksudnya ?"

"Yaa itu, siang kenalan terus malemnya jalan. Apa nggak kecepetan ya Nat ?" Kata Heri yang langsung menghadap ke arah gw

"Lo punya trauma apa sih ? Aneh deh lu"

"Gatau lah, jalanin aja kali ya ?" Kata Heri

"Yehh, ngapain mikir macem macem deh. Elu cowo, dia cewe kalo emang jalannya begitu kenapa mesti ribet sih. Heran gw"

"Iya juga yak" kata Heri yang mulai semangat

Lalu gw membuka hp dan melihat ada sms terkait magang di satu instansi selama liburan semester. Sementara itu masih sebulan lagi setelah ujian akhir yang akan dimulai pekan depan.

"Kenapa lu Nat ?" Tanya Heri

"Gw bulan lalu ngajuin magang selama liburan, ini di sms karena diterima"

"Tumben nggak lewat email ?"

"Oh, ini yang sms nomer staffnya. Udah lumayan kenal soalnya"

"Asik dong, magang dimana ?"

"Homebase mereka di Jakarta, tapi gw dibutuhkan untuk project luar pulau" kata gw dengan santai

"Elu tuh sebenernya siapa sih Nat ? Haha lu direkrut gitu seakan profesional loh" kata Heri

"Cuma orang beruntung lah Her, mereka juga butuh orang jadi ya secara profesional juga mereka rekrut gw untuk sebulan itu"

"Iya juga sih, masuk di akal"

Gw dan Heri terdiam untuk beberapa saat karena gw masih membalas sms dari pihak lab tempat gw magang.

"Nat, balik lagi soal cewe nih"

"Iya Her, kenapa ?"

"Lo sadar nggak sih kalau lo jadi beda pas ketemu Regina ?"

"Iya juga sih, gw kaya ngerasa jatuh cinta pandangan pertama soalnya"

"Terus, lo yakin sama dia ?"

"Tau lah, gw mah mikir jalanin aja sih. Nggak mau ribet"

"Lo yakin mau deketin Wulan ?"

"Gak tau Nat, gw masih sibuk sama UKM. Lo liat gw lah kalo weekend juga jarang bisa jalan, gw takut gak bisa buat dia happy aja selama bareng gw" kata Heri sambil memandang ke atas seakan menerawang jauh dalam pikirannya

"Her" kata seseorang yang baru dateng dan nyapa Heri

"Eh elu Ren, sini masuk. Ada apaan ?"

"Eh ada Nata, sehat Nat ?" Kata Rendi

Rendi ini temen sekelas gw tapi karena gw membatasi pergaulan gw di kampus jadi gw jarang akrab dengan mahasiswa lain, karena gw cuma deket dengan Heri.

"Oy, sehat. Nugas ?" Tanya gw ke Rendi

"Bukan, bagi anime dong gw Her. Biasaa, males download gw" kata Rendi

"Jangan bilang anime yang menye menye deh" kata gw meledek

"Lah belum tau dia Ren" kata Heri

"Tau, cobain deh. Asik" kata Rendi

"Kagaakkkkkkk!!!"

Kemudian gw nggak ikut obrolan mereka seputar anime itu, gw sibuk main hp untuk konfirmasi dan tanya-tanya soal magang. Lalu ada sms dari Regina dan akhirnya kami smsan

Quote:Regina :Kamu nggak ngampus ?

Gw : nanti, masih di kosan Heri nunggu kelas berikutnya

Regina : oh gitu. Nanti kamu selesai kelas jam berapa ?

Gw : Sore kayanya. Ada apa ?

Regina : tapi kamu sibuk nggak ?

Gw : nggak sih, mau kemana ?

Regina : temen kelas ada yang ulang tahun. Kita makan-makan di saung itu loh yang deket univ lain itu

Gw : oh, oke. Bisa kok, nanti aku jemput di kosan kamu

Regina : oke emoticon-Smilie


Kemudian masuk sms Wulan ngabarin untuk Rapat Koordinasi divisi yang dimana gw harus nemenin Wulan sebagai ketua divisi.

Quote:Wulan : Nat, rapat malem temenin aku. Rapat Koordinasi soalnya

Gw : kok mendadak ?

Wulan : baru dikabarin barusan, harus dateng ya. Jemput

Gw : aku nggak bisa Lan, udah ada janji

Wulan : oh gitu, sama Regina ? Oke

Gw : iya sama Regina

Wulan : ok


Gw terdiam dan jadi bingung dengan sikap Wulan ini, nggak ngerti salah gw dimana. Lalu gw coba tanya ke Heri dan Rendi soal ini, dan gw ceritain

"Jadi menurut kalian gimana ?" Tanya gw ke mereka

Tapi mereka malah menatap gw kesal

"Lu goblok ya Nat?" Kata Rendi

"Hadeh, untung gw mikir nggak jadi deketin Wulan

"Hah ? Apa sih kalian ? Gw nggak ngerti"

"Itu tandanya dia suka sama elu Nataaaaa" kata Rendi dan Heri yang menepuk jidatnya


bersambung . . .
profile-picture
hakkekkyu memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
11-11-2021 00:05

40. Getting Closer

"makasih yaa, udah milih aku ?" Kata Regina yang baru keluar kosan dan tersenyum ke gw

Gw cuma tersenyum dan bilang, "iyaa, sama-sama"

Nggak lama Wulan pun keluar dengan tertawa yang sangat puas, "tuh Re, gw bilang juga apa kan pasti milih lo"

Gw malah bingung, sementara Regina malah tersipu.

"Ada apaan sih ?" Tanya gw

"Udah ayuk jalan, keburu telat nanti. Wulan tuh iseng" ajak Regina yang langsung naik ke jok belakang

"Lan, rapatnya besok aja ya" kata gw

"Lah ? Hahaha me-rapat ke Regina aja sana hahaha" Wulan tertawa dan itu semakin membuat gw bingung

Setelah itu gw dan Regina pergi ke acara temennya, di acara itu tentu saja banyak yang mempertanyakan kehadiran gw dengan Regina, nggak bisa dipungkiri kalau gw cukup dikenal di angkatan gw.

Gw mengikuti acara yang sederhana ini dengan ngobrol sama yang lain sementara Regina sibuk haha hihi dengan teman cewek-cewek sekelasnya, disitu gw banyak dapat informasi tentang daerah lain dimana lawan bicara gw berasal dan wisata yang gw tau, itu selalu jadi hal menarik untuk diomongin karena mereka pasti bangga dengan tempat mereka berasal.

***


Selesai acara, gw dan Regina nongkrong dulu di angkringan, karena porsi makan gw memang tidak biasa karena olahraga gw juga cukup setiap minggunya jadi gw putuskan untuk makan lagi tapi dengan porsi yang lebih sedikit.

"Kok bisa ya, aku dikena sama temen sekelas kamu walaupun nggak sekelas ?"

Regina malah heran dengan pertanyaan gw

"Yaa menurut kamu, berantem pas lagi selesai ospek terus teriak gitu emang nggak menyita perhatian ? Hahaha" kata Regina tertawa

"Tapi kan itu udah lama banget loh Re"

"Ditambah kamu jadian tuh sama cewe yang cukup populer di angkatan"

Gw sedikit kaget dengan pernyataan itu, "hah ? Tasya maksud kamu ?"

"Yupp, dia tuh banyak diomongin sama kating sama temen sekelas pas aku ikut ukm. Cukup menyita perhatian kata mereka pas minggu awal masuk" kata Regina

"Oh gitu, yaudahlah. Oh ya, kamu liburan semester rencananya gimana ?" Gw berusaha mengalihkan pembicaraan

"Hm nggak tau sih paling mau ngabisin waktu di rumah, terus kontak temen-temen SMA. Kalo kamu ?"

"Aku ada magang di salah satu instansi, lumayan untuk skill lab dan pengalaman juga"

"Rencananya berapa lama ?"

"Selama liburan semester kayanya"

"Kamu bakal sibuk banget dong ?" Regina terlihat agak cemberut

"Masih sempet buat malem mingguan sih kalo sebelum berangkatnya"

"Kamu punya pacar ? Atau masih sama Tasya ?"

"Emang kamu nggak mau ngasih tau aku rumah kamu dimana ?" Jawab gw dengan santai

Regina senyum memperlihatkan gigi kelincinya

"Tapi nanti papah aku galak loh" katanya dengan nada yang sedikit meledek

"Sogok pake martabak kacang atau keju ?"

"Kayaknya papah suka yang cokelat kacang deh, coba aja" katanya tersenyum

Jujur gw malas, tapi daripada sibuk membahas yang udah lewat, lebih baik gw bangun suasana dengan cewek depan gw ini, yah begitulah pemikiran gw.

"Oh iya, by the way kamu nanti emang rencananya mau kemana ?"

"Aku belum dapet jadwal soal itu, nanti pas udah mau berangkat kaya H-3 aku baru dapet kepastiannya karena ada 3 site jadi belum tau aku mau ditaruh dimana"

"Lokasinya gimana, udah tau ?"

"Kaya di pedalaman begitu, sulit sinyal dan kayanya belum ada listrik"

"Nanti kalo aku kangen gimana Nat ?" Katanya

"Panggil nama aku 3 kali"

"Yeh, serem banget itu sih hahaha"

"Re, kamu nggak apa-apa balik malem ?"

"Nggak sih, paling nanti minta tolong anak kosan bukain. Oh ya, Tasya tuh kalo nggak salah indigo ya ?"

Gw agak males kayanya ngebahas beginian, tapi mau gimana lagi, namanya juga lagi usaha dan gw nggak mau terlihat aneh

"Iya, kamu tau darimana ?"

"Si Wulan cerita waktu kalian makrab"

damn! udah ketauan, yasudah lah gw jawab apapun yang ingin dia dengar

"Hm yaa, aku pikir itu internal sih ternyata jadi omongan juga"

"Nat, tapi kamu tuh bener bisa begitu ?" Regina mulai penasaran dengan hal itu

"Hemm, aku tuh nggak bisa melihat mereka dalam arti mungkin aku lebih sensitif ketika aku mau dan itu normal tergantung kondisinya. Kalo dulu tuh Tasya jadi mata aku, jadi dia yang ngeliat"

"Nah menurut kamu, gimana caranya kita bisa melihat mereka ?"

Kemudian gw sampaikan teori gw tentang penglihatan yang pernah gw sampaikan ke Tasya

"Masuk akal sih karena kita juga kan sains, itu tentang panjang gelombang juga"

"Yaa, energi itu kan dapat diciptakan tapi tidak dapat dimusnahkan. Mungkin kita bisa sebut itu energi"

"Menarik sih Nat, kok kamu bisa mikir begitu ?"

"Aku tuh begitu karena aku sulit percaya tentang hal di luar pengetahuan dunia, dalam hal ini kebetulan adalah sains, ilmu pasti"

Kemudian Regina malah senyum senyum sendiri melihat gw lalu seperti salah tingkah dan minum, entahlah apa maksudnya.

*****


Hari ini jadwal gw padat dan semuanya berurutan karena praktikum, bahkan untuk makan sebentar di kantin aja gw nggak sempat. Yaah beginilah semester awal jadi anak eksak.

"Nat, kantin ?" Tanya Heri ke gw

"Her, gw ikut dong" ucap Rendi yang juga sepertinya temen sebelahnya akan ikut, namanya Feri

"Duluan, gw nanti nyusul" kata gw yang masih merapihkan buku catatan

"Her, sibuk dia. Yok, gw laper" ucap Rendi

Mereka melangkah keluar kelas, sementara gw yang baru selesai langsung mengeluarkan hp dan menuju ke luar. Baru mau sms ternyata Regina langsung nyamperin gw, dia nggak sendirian karena ada Wulan juga.

"Nataa, kantin yuk!" Kata Regina yang terdengar agak manja

Gw agak kaget dengan sikap itu, Wulan juga kayanya kaget karena gw sempet ngelirik ke arah dia dengan isyarat "ini anak kenapa ?" dan Wulan juga menjawab dengan gesture "gw nggak tau".

Regina menarik tangan gw seperti anak kecil yang ingin beli es krim di fast food sementara Wulan mengikuti kami dari belakang.

Sesampainya di kantin, gw bersebelahan meja dengan Heri, Rendi dan Feri. Sementara gw satu meja dengan Wulan dan Regina

"Kamu mau pesen apa ?" Tanya Regina ke gw

"Nanti aku pesen sendiri deh"

"Jus mau yaa ? Oke" kata Regina tanpa menunggu persetujuan dari gw

Gw cuma bisa mengangguk, sementara Wulan ikut Regina untuk pesan makan, tiga temen gw juga ikut pesan makan jadi gw yang jaga tas dan meja mereka. Gw ngasih kode ke Heri untuk pesan soto degan nasi.

"Nat, hari sabtu ini ada rapat koordinasi ya. Jangan lupa dateng" kata Wulan sembari bawa makannya

"Kok gw baru tau ya Lan"

"Iya, tadi baru dikasih tau senior"

"Itu sampe malem banget ?"

"Nggak sih harusnya, biasanya kalo begitu on point jadi nggak melebar"

Regina baru datang bawa makanan dan sedikit mendengar itu, nggak bisa ditolak juga karena memang ukm itu buat mahasiswa baru seperti kami seperti tempat belajar kedua setelah akademik.

"Jum'at malem nggak ada agenda berarti kan ?" Tanya gw ke Wulan

"Nggak, kosong sih jadi kalo lo mau berduaan sama si permaisuri ini bisa aja"

"Laaan, jangan ngeledek deh. Mulai lo yaa" kata Regina

"Okelah, gw ada janji futsal juga soalnya"

Regina terlihat cemberut mendengar omongan gw yang sepertinya nggak mengajak dia di Jum'at malam itu

"Kamu bisa nemenin aku kan Re ?" Mata gw menatap ke Regina

"Hemm kayanya sibuk deh. Hemm" jawab Regina meledek

"Hahahaha kalian lucu juga ya" kata Wulan tertawa

"Kalo Heri lucu nggak Lan ?" Kata gw meledek

"Nattt, belum pernah cuci muka pake kuah soto ya ?" Kata Heri

"Apasih lo Nat. Ishh" Wulan terlihat salah tingkah

"Gasskeun Her!" Kata Rendi menimpali itu

"Nanti double date jadinya Lan, ya kan Nat ?" Kata Regina

"Eeh iyaa tuh Lan" gw bingung mesti jawab gimana

"Her pindah sini, gw pindah deh nih" kata Regina yang langsung pindah ke sebelah gw jadi bangku sebelah Wulan kosong

Heri yang nggak mau makin ribet akhirnya pindah ke sebelah Wulan, sementara Regina seneng banget karena melihat Wulan yang salah tingkah, dan jadi bahan ledekan Regina tentu saja.

"Lan, jum'at malem kamu kosong kan ?" Tanya Heri

Lalu Heri ngasih kode ke gw seperti, " bareng kita double date Nat"

"Kosong kok Her, kenapa ?" Kata Wulan

"Yaudah nanti janjian aja setelah gw futsal nanti ketemu dimana, kalian kan bisa kemana dulu tuh. Yaa kan Re ?" Kata gw

"Nah iya tuh, kan Nata paling futsal sejam. Nanti kita ketemuan deh" kata Regina

"Boleh tuh, gimana Lan ?" Tanya Heri

"Ikut aja deh" jawab Wulan

"Okey deal, besok malem double date. Yay" kata Regina

Gw ngeliat ekspresi Heri agak bingung karena kejadian sebelumnya dimana Wulan dan Regina ngajak gw jalan tapi malah berakhir begini. Dia seperti mengisyaratkan sesuatu, entah kali ini apa tapi gw langsung bersikap

"Her, abis ini gw ke kosan lo ya. Minta Anime"

"Oh iya Nat, nganter Regina dulu kan lo ?" Kata Heri

"Iyalah, lo juga nganterin Wulan gih" kata gw

Wulan dan Regina ini satu kosan dan mereka berdua karena sekelas juga jadi jadwalnya selalu bareng, mereka biasanya jalan kaki setiap berangkat atau pulang kampus sementara ketika menghabiskan jam jeda kelas biasanya mereka di kantin atau sekitar kampus untuk belajar.

"Nat, Her. Gw duluan ya kalo begitu" ucap Rendi

"Gw juga" kata Feri

Tersisa meja gw dan Heri, suasananya canggung antara Wulan dan Heri sementara gw dan Regina asik ngobrol.


bersambung . . .
profile-picture
hakkekkyu memberi reputasi
1 0
1
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia