News
Batal
KATEGORI
link has been copied
44
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/610776a7560d05037057ca46/akidi-tio-rp-2-triliun-dan-pelecehan-akal-sehat-para-pejabat
https://nasional.kompas.com/read/2021/08/01/20012121/akidi-tio-rp-2-triliun-dan-pelecehan-akal-sehat-para-pejabat Hamid Awaludin Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia. Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat Kompas.com - 01/08/2021, 20:01 WIB Editor: Wisnu Nugroho Heboh dan meriah. Riuh dengan tepuk tangan para pejabat
Lapor Hansip
02-08-2021 11:37

Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat

https://nasional.kompas.com/read/202...t-para-pejabat

Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat


Quote:Hamid Awaludin
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia.

Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
Kompas.com - 01/08/2021, 20:01 WIB


Editor: Wisnu Nugroho
Heboh dan meriah. Riuh dengan tepuk tangan para pejabat negeri. Ahli waris Akidi Tio, seorang pengusaha di Sumatera Selatan, menyumbang Rp 2 triliun. Banyak yang kagum dan memuja ketulusan itu, sebab di tengah lilitan utang negara dan derita akibat Covid-19, ada warga negara yang memberikan hartanya untuk kemaslahatan orang banyak. Saya tidak bertepuk tangan. Saya tidak memberi rasa kagum, apalagi pujian. Saya malah kian sangsi mengenai akal waras kita semua.

Saya kian teguh bahwa para pejabat di negeri ini sama sekali belum belajar dari berbagai kejadian masa lalu. Sejumlah orang telah melecehkan akal sehat dan memarjinalkan tingkat penalaran para pejabat negeri ini. Hingga uang Rp 2 triliun tersebut benar-benar sudah di tangan, saya tetap menganggap bahwa di negeri ini masih banyak orang yang ingin memopulerkan diri dengan cara melecehkan akal waras para pejabat.

Belum terlampau lama ke belakang, seorang yang mendeklarasikan diri sebagai filantropis dunia telah mendeklarasikan ke publik bahwa ia menyumbang lebih dari 1.000 rumah di Palu, Sulawesi Tengah, yang baru saja dilantakkan oleh bencana alam, likuifaksi.

Orang yang sama juga telah memaklumatkan bahwa ia menyumbang beberapa ribu unit rumah yang telah diterjang oleh badai gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. Sang tokoh, sebelum kejadian di dua provinsi kita itu, juga membiarkan dirinya diliput pers bahwa ia membangun secara sukarela asrama prajurit pasukan elite kita.

Hingga kini, sekian tahun kemudian, semua deklarasi itu adalah hampa belaka. Yang lebih hebat lagi, sang pemberi janji diganjar dengan penghargaan Bintang Mahaputra. Hebat kan? Akibat janji-janji yang tak ditepatinya itu, Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, berteriak kencang, “Cabut gelar kehormatan itu.”

Sejarah terulang lagi
Bung Karno pada era '50-an pernah menerima sepasang suami istri di Istana Negara. Mereka adalah Raja Idris dan Ratu Markonah. Mereka mengeklaim diri sebagai raja dan ratu dari suku Anak Dalam di Jambi. Mereka mendeklarasikan diri bisa membantu pembebasan Irian Barat. Semua mengagumi kedua orang tersebut. Tepuk tangan dan senyum semringah para pejabat di negeri ini terhambur lepas. Berbunga-bunga. Hebat.

Kedok penipuan pun tersingkap beberapa hari kemudian. Raja Idris ternyata adalah pengayuh becak, sementara Ratu Markonah adalah pelacur kelas bawah di Tegal, Jawa Tengah. Para pejabat terkibuli secara sistematis, yang sekaligus berarti, dua orang telah melecehkan daya nalar pejabat kita ketika itu.

Kita pernah juga dikagetkan oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar. Ia mengeklaim bahwa ada harta karun besar yang bisa dipakai untuk melunasi seluruh utang negara. Harta tersebut berupa emas batangan sisa peninggalan Kerajaan Pajajaran yang tersimpan di bawah Prasasti Batutulis, Bogor. Heboh luar biasa. Rasa kagum mencuat seketika. Harapan dan optimisme pun kian berkecambah. Sebentar lagi Indonesia bebas dari utang.

Menko Kesra ketika itu, Jusuf Kalla, meminta Said Agil datang menemuinya. Kementerian Agama memang di bawah koordinasi Kementerian Kesra. Tahu tidak, berapa utang luar negeri Indonesia, begitu pertanyaan Jusuf Kalla ke Menteri Agama. Menteri Agama tak bisa menjawab. Jusuf Kalla lalu memberi hitungan dengan enteng. Jumlah utang luar negeri kita saat itu, awal tahun 2000, lebih kurang Rp 1.500 triliun. Harga emas setiap gram kala itu adalah Rp 250.000 per gram. Maka, untuk melunasi utang pemerintah, kita butuh sekitar 6.000 ton emas batangan. Bila emas batangan tersebut kita angkut dengan truk yang berkapasitas 4 ton, dengan asumsi panjang truk adalah 5 meter, kita butuh jejeran truk sepanjang 5 km. Itu artinya, truk-truk tersebut berbaris mulai dari Kebayoran Baru hingga Bundaran Hotel Indonesia. "Kira-kira ada tidak emas batangan sebanyak itu di Batutulis?" tanya Jusuf Kalla. Menteri Agama terdiam lesu.

Sekali lagi, akal sehat pejabat dipreteli. Logika berpikir para pejabat dianiaya. Sayangnya, semua itu berdampak kepada masyarakat. Setidaknya, masyarakat memercayai kebohongan yang sistematis seperti itu.

Tahun 2007, sidang kabinet dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tiba-tiba saja, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro melapor dengan semangat berapi-api. “Bapak Presiden, sebentar lagi Indonesia akan memiliki tiga kilang minyak baru. Dua di antaranya di kampung Pak Wapres JK, yakni di Pulau Selayar dan Parepare," ujarnya.

Tak membutuhkan waktu terlampau lama, Wapres Jusuf Kalla langsung angkat bicara. Sebaiknya para menteri, bila memberi laporan ke sidang kabinet, memeriksa betul akurasi data yang hendak disajikan. Mohon menggunakan logika yang benar. Ada dua persyaratan untuk membangun kilang minyak. Pertama, harus dekat dengan sumber daya minyak. Kedua, dekat dengan pasar penjualan. Kedua hal itu tidak ditemukan di Parepare dan Selayar. Parepare itu kampung Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaludin, hanya tempat bertransaksi ikan terbang, kata Jusuf Kalla dengan kesal. Dengan nada kecewa, Jusuf Kalla menguraikan lebih lanjut. Tidak mungkin pengusaha dari Kuwait yang Menteri ESDM sebutkan itu sebagai investor akan membangun kilang minyak di tiga tempat di Indonesia. "Dari mana uangnya? Utang cicilan mobil Toyota di kantor saya di Makassar saja belum dilunasi," tegas Jusuf Kalla.

Jelas sudah, bagaimana dengan entengnya para pejabat kita bisa dikibuli dan dibuai dengan rayuan gombal tanpa logika. Jelas sudah, para pejabat kita bisa dengan enteng membiarkan dirinya dipasung dengan ketidakwarasan.

Gagal paham jika percaya
Kembali ke soal keluarga Akidi Tio yang mendeklarasikan diri akan mendonasikan Rp 2 triliun kekayaan mereka. Irjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan dari keluarga Akidi Tio yang disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021).

Ini sebuah gagal paham bila hendak memercayai, sebelum benar-benar uang itu ada. Akidi Tio bukanlah seseorang yang memiliki jejak jelas di bidang usaha. Dari mana uang sebanyak itu? Apakah lembaga perpajakan pernah mengetahui dan memungut pajak dari Akidi sedemikian banyak? Rentetan pertanyaan logis yang harus dipakai sebelum memercayainya.

Yang mungkin terjadi, ahli waris almarhum Akidi Tio menemukan catatan-catatan tercecer almarhum, yang memiliki kesamaran tentang harta almarhum. Lalu, para ahli warisnya membangun mimpi-mimpi indah disertai dengan halusinasi mengenai catatan-catatan tersebut. Untuk mewujudkan halusinasi itu, ada baiknya meminjam tangan negara melalui para pejabat dengan 1.000 janji. Namanya usaha.

Pertanyaan yang relevan di sini, ialah, apa keuntungan para pejabat yang mempromosikan atau mengamini orang-orang yang dengan enteng membuat janji hampa itu? Jawabannya singkat. Para pejabat ingin menjadi pahlawan, seolah diri merekalah yang membantu meringankan beban rakyat. Jawaban etisnya, yang bisa jadi juga, ada motif lain. Wallahu alam bissawab.

Rentetan kejadian menghebohkan tentang dugaan harta, janji investasi, dan bualan sumbangan menghebohkan, semuanya bermuara pada kebohongan. Maka, ada baiknya bangsa kita membuat aturan tentang para pejabat yang memperkenalkan dan mengamini segala ketidakbenaran seperti deretan fakta yang telah melecehkan akal sehat bangsa kita itu. Orang atau pihak yang menggunakan para pejabat untuk memaklumkan ketidakbenaran juga harus juga diberi hukuman. Harus ada ganjaran karena apa pun alasannya, memaklumkan ketidakbenaran kepada publik adalah public deception. Ini baru adil dan mendidik bangsa kita menjadi bangsa yang rasional.


Opini TS:

Sudut pandang lain dari Hamid Awaludin dan JK. Untuk saat ini posisi saya juga mulai skeptis.

Oiya, tokoh yang disebut di tengah artikel itu kemungkinan adalah Tahir.
Diubah oleh kaskus.infoforum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:45
Nah berimbang ini berita..kmaren banyak d serang klo Nanya sumbangan..diserang sudahkah Anda nyumbang blablaba...
Media indonesia bnr2 korup2 bikin judul berita dibilang pesan sumbangan almahum untuk penanganan corona padahal yg bersangkutan uda lama meninggal..
Diubah oleh fghjjhgf
profile-picture
profile-picture
reid2 dan Jalan Cinta memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:47
Akidi Tio nya sudah almarhum

Berapa lama meninggal nya?

Kalau benar benar mau di sumbang

Pasti nya tidak lama

Sesudah almarhum meninggal

Dan pasti tertulis pada wasiat

Yang di tinggalkan



SENSASI


Diubah oleh daimond25
profile-picture
profile-picture
ApeloApelo dan lokasiterlarang memberi reputasi
2 0
2
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:49
Asttajjim, blm bisa hepi dulu nih, selama duitnya blm ditangan, masih nyangkut transferannya di bank Singapur emoticon-EEK!
0 0
0
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:56
Duitnya belum jelas dimana ya?
Perlu diusut sih ini ,,
Soalnya ada yg bilang : mau nyumbang kenapa dipersulit ?

Perlu di cek ini, Apakah nyumbang di persulit ?
atau karena sulit maka disumbang? emoticon-Embarrassment
profile-picture
lokasiterlarang memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:57
Oo..jadi tahir ini nyumbangnya juga nipu2
profile-picture
wa2n43 memberi reputasi
1 0
1
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:57
guwa jg g percaya dari awal
selama belum ada transfer fisik jelas 2T, jelas gw anggap itu bohong semua

netijing gak usah menggelorifikasi, sibuk manas2in goblok2in pemerintah kalo pada akhirnya cuma ikut2an ketipu si tio juga

goblok kelen smua!!!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:58
SBY Blue energy
emoticon-Wkwkwk
profile-picture
Jalan Cinta memberi reputasi
1 0
1
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:59
-energi dari air jaman si bambang
- sawah berhektar-hektar di Papua jaman joko
- mobil nasional, sudah diindent ratusan lagi, jaman joko
- doa qunut para ulama penolak Corona jaman joko
- pabrik baterai Tesla jaman joko
-dll


Ngomong - ngomong baca berita di atas karakter utamanya Jusuf Kalla ya ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radeneca dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 11:59
Pejabat2 nya udh pada nunggu bagian
0 0
0
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:05
Ini kan baru opini doang emoticon-Betty


kalo kejadian bener ini cuma Tong Ko Song bakal kena bully habis ini cebong idiot pemuja ras unggul emoticon-Christmas


terima kasih aseng.....! emoticon-Ultah
0 0
0
Post ini telah dihapus
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:21
Mencemarkan nama orang yang udah meninggal aja kalo sampe boongan...
0 0
0
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:21
To good to be true
Kayanya memang bener anaknya korban konspirasi mikir bapaknya punya harta triliunan diluar. Bisa jd cuma 1 anaknya yg mikir itu, krn anak2nya yg lain ga ikut datang pas ngungumin nyumbang 2 t.
profile-picture
profile-picture
SunDaimond dan hantumasam memberi reputasi
2 0
2
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:24
astagay, pokoke kapiron nggak pernah sumbang, soalnya ngummat juga ngga sudi karena duid kapir mengandung riba.
ngummat sucy ngga pernah makan duid haram tauk!emoticon-Mad
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:25
hebatnya beliau tidak ada di daftar 20 orang terkaya di Indonesia. .
0 0
0
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:28
Ini semua karena harga meterai terlalu murah. Orang jadi seenaknya asal jeplak, asal tampol, asal geruduk, sesudah itu tinggal bikin klarifikasi, surat pernyataan+ tempel meterai10ribu maka selesai urusan emoticon-Leh Uga


0 0
0
Post ini telah dihapus
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 12:37
Ya coba diliat, cair beneran kaga
Karena orang indo yg pegang duit segitu beneran ada dan buanyakk
Tapi mereka gak muncul karena :

1. Takut ditarget ngawur Pajak
2. Takut dipalak pejabat/ parpol / centeng dsb
3. Mellindungi keluarganya di Indo biar kagak dijadiin bulan bulanan

profile-picture
profile-picture
savire dan lokasiterlarang memberi reputasi
2 0
2
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 13:13
Yg janji akan di transfer hari ini siapa ya?
Sptnya ini cm sensasi doang
Siap2 malu aja

0 0
0
Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat
02-08-2021 13:23
Tunggu aja kejelasan uangnya, intinya kan itu kalau baru seremonial ya buat apa emoticon-Toast
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia