News
Batal
KATEGORI
link has been copied
149
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60db3cfc6b9ba97901153a4c/dalam-syariah-bolehkan-kita-membeli-barang-dengan-jasa-pembiayaan
Gue pernah baca berita di salah satu media online, seorang aktor sinetron yang sedang ngetop-ngetopnya tidak mau membeli rumah secara kredit untuk menghindari riba. Benarkah membeli rumah atau membeli barang secara kredit dalam Islam sudah pasti riba?
Lapor Hansip
29-06-2021 22:32

Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?


Gue pernah baca berita di salah satu media online, seorang aktor sinetron yang sedang ngetop-ngetopnya tidak mau membeli rumah secara kredit untuk menghindari riba. Benarkah membeli rumah atau membeli barang secara kredit dalam Islam sudah pasti riba?

Dalam prinsip syariah secara tegas menjelaskan bahwa jual beli itu diperbolehkan namun melarang yang namanya riba. Riba adalah kelebihan pembayaran hutang yang dijanjikan. Jadi dalam prinsip syariah, jika kita berhutang 10 ribu, maka wajib membayar hanya 10 ribu. Hutang 1 juta ya wajib membayar 1 juta. Tidak boleh ada perjanjian kelebihan pembayaran hutang.

Bolehkan kita membayar hutang dengan melebihkan?

Boleh selama tidak diperjanjikan.

Bagaimana jika kita ingin membeli sesuatu namun dana yang kita miliki belum mencukupi? Bolehkah kita membeli barang secara kredit sesuai dengan prinsip syariah?

Jawabannya tentu saja boleh. Yakni dengan jasa pembiayaan berbasis syariah. Yang tentu saja tidak sama dengan jasa pembiayaan konvensional yang berbasis pada Hutang. Sedangkan dalam prinsip syariah kita boleh berhutang selama tidak ada bunga hutang (interest).

Berikut adalah 3 skema pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah:

1. Skema Jual Beli

Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
Ilustrasi motor (100kpj.com)


Misalkan kita ingin membeli motor seharga 10 juta. Jika beli cash uang kita tidak cukup. Maka bisa menggunakan skema jual beli yang sesuai dengan prinsip syariah. Di mana pihak pembiayaan akan membeli motor ini seharga 10 juta. Dan menjual kepada kita seharga 12 juta yang dapat kita cicil misal Rp 1 juta selama 12 bulan. Selisih 2 juta adalah keuntungan pihak pembiayaan. Keuntungan kita sebagai pembeli adalah dapat memiliki motor dengan cara mencicil setiap bulan dan tidak melanggar prinsip syariah.

Dalam pembiayaan konvensional, bisa jadi hitungannya sama. Di mana kita wajib mencicil setiap bulan kepada mereka. Namun berbeda akadnya, di mana akadnya adalah hutang piutang. Hutang kita 10 juta untuk membeli motor, harus dibayar sebesar 12 juta. Kelebihan hutang piutang adalah riba. Sedangkan kelebihan jual beli itu diperbolehkan.

2. Skema Sewa Menyewa yang Diakhiri dengan Jual Beli ataupun Hibah

Dalam Syariah, skema sewa menyewa dikenal dengan Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT). Dalam skema ini, kita menyewa barang yang ingin kita beli dalam jangka waktu tertentu, dan diakhir periode kita memiliki opsi untuk membelinya.

Misalkan pada contoh di atas, kita menyewa motor kepada pihak pembiayaan dengan biaya sewa 1 juta setiap bulannya selama 1 tahun. Setelah 1 tahun, kita boleh membeli motor yang kita sewa dengan harga pembelian sesuai kesepakatan. Bahkan, boleh saja pihak pembiayaan memberikan motor ini kepada kita secara cuma-cuma karena secara ekonomi mereka sudah untung.

3. Skema Kerjasama

Pada skema ini, misalkan kita ingin membeli motor seharga 10 juta, kita hanya memiliki 2 juta sebagai DP, maka pihak pembiayaan akan menambah sisanya yakni 8 juta. Uang 10 juta yang terkumpul dibelikan motor. Dan disewakan kepada kita.

Secara syariah, motor ini dimiliki oleh 2 belah pihak. Kita 20% dan pihak pembiayaan sebesar 80%.

Sebagai penyewa, kita wajib membayar sewa kepada kita sendiri dan juga pihak pembiayaan dengan komposisi 20% : 80%. Katakanlah, biaya sewa motor ini disepakati 500 ribu / bulan selama 1 tahun. Yang menjadi hak kita adalah 20% (100 ribu) dan hak pihak pembiayaan sebesar 80% (400 ribu).

Karena kita ingin memiliki motor ini, maka kita juga akan membeli kepemilikan motor ini secara perlahan dari pihak pembiayaan. Sesuai dengan jangka waktu sewa, kita bisa mencicilnya yakni 8 juta dibagi 12 bulan. Maka lambat laun motor ini akan menjadi milik kita seutuhnya. Dan pihak pembiayaan secara ekonomi mendapat untung dari biaya sewa kita selama 1 tahun.

Semoga thread ini bermanfaat. Silakan koreksi dengan cara komentar di thread ini jika ada yang salah dari penjelasan gue ini.

Referensi

Diubah oleh eghy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anton2019827 dan 25 lainnya memberi reputasi
24
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 3
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 08:58
intinya di akadnya ya bre?
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:02
Beli tunai = 100% syariah
Kaum UMR = ngontrak seumur hidup anti riba
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Diubah oleh meimeiput
profile-picture
profile-picture
leonard21 dan eghy memberi reputasi
2 0
2
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:06
Menurut pendapat ane sih beda di akad,tp yg penting nasabah nya harus menjalankan kewajiban nya bukannya menghindari
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:06
Intinya sama ada lebihan dari harga aslinya. Bedanya yang satu dari awal sudah tau harga naiknya, yang satu harga naiknya masuk dalam cicilan bulanan. Yang satu udah dihitungkan berapa kelebihannya, yang satu harus ngitung sendiri biar tau totalnya berapa.
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:07
semoga tidak terjerat utang emoticon-No Hope
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:08
Nyicil misal harga 10jt jd 12jt ga riba. asal g ada denda atau perubahan harga secara tiba2 dimana pas akad didepan g ada perjanjiannya spt itu. klo perjanjiannya dan akadnya clear 12jt sampe 12 bulan ya halal
profile-picture
profile-picture
tukang.lotek dan eghy memberi reputasi
2 0
2
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:16
giry ye gan
nuce agarenya
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:20
waktu pesantren dulu, pak kyai nya bilang

"sederhana aja, islam mengajarkan untuk menjauhi hutang"

jd menurut logika sederhana gue saat itu, hutang syariah sekalipun pada dasarnya harus dijauhi

seiring gue tumbuh besar, pemikiran juga jadi dewasa, gue berpikir bahwa tidak mungkin ada kemajuan tanpa adanya hutang
jd ngutanglah gue kesana kemari, kebanyakan di konvensional, dalem hati gue "yg penting niat, Tuhan Maha Tau"
profile-picture
profile-picture
leonard21 dan eghy memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:32
embel2 syariah tp ttp aja ujungnya ada cuan dan keuntungan. klo gak ada untung sama sekali ya gotong royong namanya
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 09:38
sebuah renungan untuk para riders NMAX
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
Diubah oleh proficiat
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:05
Pembahasan yg menarik nih gan. Ane sendiri karena udah kapok kredit apapun bentuknya. Karena pengalaman waktu kredit mobil, kena musibah finansial akhirnya nunggak 3 bulan dan hampir ditarik leasing. Tapi alhamdulillah ada rejeki buat bayar tunggakan tsb. Menurut ane namanya musibah bisa datang kapan saja, balik lagi ke masing2 orang apakah siap ketika suatu musibah datang.

Ini hanya pilihan yg ane ambil ya gan, ane ga pernah menilai pilihan yg berbeda itu buruk. Setiap orang punya kemampuannya masing2. emoticon-shakehand
0 0
0
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:17
Quote:Original Posted By eghy
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?


Gue pernah baca berita di salah satu media online, seorang aktor sinetron yang sedang ngetop-ngetopnya tidak mau membeli rumah secara kredit untuk menghindari riba. Benarkah membeli rumah atau membeli barang secara kredit dalam Islam sudah pasti riba?

Dalam prinsip syariah secara tegas menjelaskan bahwa jual beli itu diperbolehkan namun melarang yang namanya riba. Riba adalah kelebihan pembayaran hutang yang dijanjikan. Jadi dalam prinsip syariah, jika kita berhutang 10 ribu, maka wajib membayar hanya 10 ribu. Hutang 1 juta ya wajib membayar 1 juta. Tidak boleh ada perjanjian kelebihan pembayaran hutang.

Bolehkan kita membayar hutang dengan melebihkan?

Boleh selama tidak diperjanjikan.

Bagaimana jika kita ingin membeli sesuatu namun dana yang kita miliki belum mencukupi? Bolehkah kita membeli barang secara kredit sesuai dengan prinsip syariah?

Jawabannya tentu saja boleh. Yakni dengan jasa pembiayaan berbasis syariah. Yang tentu saja tidak sama dengan jasa pembiayaan konvensional yang berbasis pada Hutang. Sedangkan dalam prinsip syariah kita boleh berhutang selama tidak ada bunga hutang (interest).

Berikut adalah 3 skema pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah:

1. Skema Jual Beli

Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
Ilustrasi motor (100kpj.com)


Misalkan kita ingin membeli motor seharga 10 juta. Jika beli cash uang kita tidak cukup. Maka bisa menggunakan skema jual beli yang sesuai dengan prinsip syariah. Di mana pihak pembiayaan akan membeli motor ini seharga 10 juta. Dan menjual kepada kita seharga 12 juta yang dapat kita cicil misal Rp 1 juta selama 12 bulan. Selisih 2 juta adalah keuntungan pihak pembiayaan. Keuntungan kita sebagai pembeli adalah dapat memiliki motor dengan cara mencicil setiap bulan dan tidak melanggar prinsip syariah.

Dalam pembiayaan konvensional, bisa jadi hitungannya sama. Di mana kita wajib mencicil setiap bulan kepada mereka. Namun berbeda akadnya, di mana akadnya adalah hutang piutang. Hutang kita 10 juta untuk membeli motor, harus dibayar sebesar 12 juta. Kelebihan hutang piutang adalah riba. Sedangkan kelebihan jual beli itu diperbolehkan.

2. Skema Sewa Menyewa yang Diakhiri dengan Jual Beli ataupun Hibah

Dalam Syariah, skema sewa menyewa dikenal dengan Ijarah Muntahiya bit Tamlik (IMBT). Dalam skema ini, kita menyewa barang yang ingin kita beli dalam jangka waktu tertentu, dan diakhir periode kita memiliki opsi untuk membelinya.

Misalkan pada contoh di atas, kita menyewa motor kepada pihak pembiayaan dengan biaya sewa 1 juta setiap bulannya selama 1 tahun. Setelah 1 tahun, kita boleh membeli motor yang kita sewa dengan harga pembelian sesuai kesepakatan. Bahkan, boleh saja pihak pembiayaan memberikan motor ini kepada kita secara cuma-cuma karena secara ekonomi mereka sudah untung.

3. Skema Kerjasama

Pada skema ini, misalkan kita ingin membeli motor seharga 10 juta, kita hanya memiliki 2 juta sebagai DP, maka pihak pembiayaan akan menambah sisanya yakni 8 juta. Uang 10 juta yang terkumpul dibelikan motor. Dan disewakan kepada kita.

Secara syariah, motor ini dimiliki oleh 2 belah pihak. Kita 20% dan pihak pembiayaan sebesar 80%.

Sebagai penyewa, kita wajib membayar sewa kepada kita sendiri dan juga pihak pembiayaan dengan komposisi 20% : 80%. Katakanlah, biaya sewa motor ini disepakati 500 ribu / bulan selama 1 tahun. Yang menjadi hak kita adalah 20% (100 ribu) dan hak pihak pembiayaan sebesar 80% (400 ribu).

Karena kita ingin memiliki motor ini, maka kita juga akan membeli kepemilikan motor ini secara perlahan dari pihak pembiayaan. Sesuai dengan jangka waktu sewa, kita bisa mencicilnya yakni 8 juta dibagi 12 bulan. Maka lambat laun motor ini akan menjadi milik kita seutuhnya. Dan pihak pembiayaan secara ekonomi mendapat untung dari biaya sewa kita selama 1 tahun.

Semoga thread ini bermanfaat. Silakan koreksi dengan cara komentar di thread ini jika ada yang salah dari penjelasan gue ini.

Referensi



Yang bagus itu mmg, sang penjual harua buka toko, yg 1 khusus tunai yg 1 khusus kredit.... Ketika dalam 1 toko menjual 2 harga, IMHO, dalam Islam itu bisa masuk kategori culas..

Atau, sekalian harga tunai digedein, jadi pas dicicil, sama saja emoticon-Ngakak

Nice trit
Diubah oleh dennyfw
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:23
menarik nih

just my soft opinion

pada dasarnya memang sama, cuman disclosure-nya aja yang beda

beda disclosure beda makna
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:41
Quote:Original Posted By eghy


1. Skema Jual Beli

[center]Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
Ilustrasi motor (100kpj.com)


Misalkan kita ingin membeli motor seharga 10 juta. Jika beli cash uang kita tidak cukup. Maka bisa menggunakan skema jual beli yang sesuai dengan prinsip syariah. Di mana pihak pembiayaan akan membeli motor ini seharga 10 juta. Dan menjual kepada kita seharga 12 juta yang dapat kita cicil misal Rp 1 juta selama 12 bulan. Selisih 2 juta adalah keuntungan pihak pembiayaan. Keuntungan kita sebagai pembeli adalah dapat memiliki motor dengan cara mencicil setiap bulan dan tidak melanggar prinsip syariah.

Dalam pembiayaan konvensional, bisa jadi hitungannya sama. Di mana kita wajib mencicil setiap bulan kepada mereka. Namun berbeda akadnya, di mana akadnya adalah hutang piutang. Hutang kita 10 juta untuk membeli motor, harus dibayar sebesar 12 juta. Kelebihan hutang piutang adalah riba. Sedangkan kelebihan jual beli itu diperbolehkan.



Nah pertanyaan ane, kalau sistemnya skema jual beli, maka motor tersebut harus pake nama pihak pembiayaan dong, baru setelah lunas baru bisa balik nama ke pihak pembeli.

Berlaku juga kalo beli rumah, maka rumah tersebut harus pake nama pihak pembiayaan, bayar BPHTB dan PPh serta balik nama ke pihak pembiayaan.

Setelah lunas dibeli, maka pihak pembeli harus bayar BPHTB lagi dan balik nama.

Kalau gak dilakukan spt itu namanya penyelewengan hukum.
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:47
Nice info min, ane jadi paham
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:48
Yang pasti sampai sekarang masih diperdebatkan tinggal kita menggunakan dasar yang mana saja gans, tidak perlu merasa paling benar karena kondisi masing2 orang berbeda
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 10:54
Skema 1 boleh tp barang benar2 hrus dimiliki dlu baru dijual, sedangkan skema 2 & 3 setahu saya tidak boleh, krn menggabungkan 2 akad dalam 1 perjanjian/multiakad (sewa dg beli atau utang dg sewa). Itu dilarang Nabi dlm slh 1 haditsnya. Wallahualam
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 11:15
sebisa mungkin saya menerapkan aturan islam dalam setiap lini kehidupan
awal2 saya berkeluarga, banyak yg menyarankan KPR termasuk ibu saya
bahkan teman dekat saya juga menyarankan KPR karna rumah dia jg KPR.
tapi saya punya prinsip, punya beli, ga punya ya ga beli tapi jangan sampai hutang
prinsip temen2, klo ga nyicil ga punya.
sejak saat itu saya kos sama istri sembari ikhtiar.
niat ibadah dan hanya berharap ridha Nya.
Qodarullah, berselang 2 tahun rumah kebeli, mobil kebeli, diberi titipan Anak juga, semua cash.
terkadang matematika manusia tidak berlaku ketika dihadapkan dengan matematikanya Allah swt.
- Kerjarlah Akhirat, maka dunia akan mengikutimu, itu janji Allah.
janji manusia bisa ingkar, janji yang dibuat Sang Pencipta itu absolute. ga bakal ingkar.
the choice is yours
mengejar dunia jungkir balik, tapi akhirat belum tentu dpt
atau mengejar akhirat, tapi dpt bonus dunia dan seisinya?

profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 11:42
Mantab betul masbro... nyimak dulu, belum baca sampe tuntas.
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Dalam Syariah, Bolehkan Kita Membeli Barang dengan Jasa Pembiayaan?
06-07-2021 12:02
akadnya itu 2 dijadika satu dan bersarat. cendrung ke batil. misal Paijo mau beli motor dengan harga 10 juta ke delaer tapi ndak punya uang. Lalu pajio pergi ke bmt minta dibelikan motor tersebeut. Angngap aja bmt membeli dan mau menjual kembali ke paijo dengan harga 12 juta. Harusnya setelah bmt beli motor, paijo boleh dan berhak memutuskan lanjut beli dari bmt atau tidak karena akad yang berbeda. Namun kenyataannya itu bersarat harus mau dalam kontrak bertanda tangan jadiny batil.
profile-picture
eghy memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia