News
Batal
KATEGORI
link has been copied
69
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c897908cd6a67adb11f1cb/gara-gara-memakai-layanan-5g-huawei-uea-terancam-gagal-dapatkan-jet-tempur-f-35
Apakah ada agan dan sista yang sudah mulai berencana mencari gawai baru yang sudah support 5G ? Bicara masalah 5G, ane pikir kita wajib bersyukur. Beruntungnya kita yang tinggal di Indonesia, peluncuran layanan 5G tidak terkendala masalah. Berbeda dengan UEA, di mana negara tajir melintir ini justru mengalami masalah pada layanan 5G di negara mereka.
Lapor Hansip
15-06-2021 19:05

Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

Past Hot Thread
Apakah ada agan dan sista yang sudah mulai berencana mencari gawai baru yang sudah support 5G ? Bicara masalah 5G, ane pikir kita wajib bersyukur. Beruntungnya kita yang tinggal di Indonesia, peluncuran layanan 5G tidak terkendala masalah. Berbeda dengan UEA, di mana negara tajir melintir ini justru mengalami masalah pada layanan 5G di negara mereka.

Layanan 5G di UEA kini sedang dipermasalahkan oleh Paman Sam (Amerika), mereka meminta UEA untuk menarik kemitraan dengan Huawei selaku vendor penyedia layanan 5G. Seperti halnya di Indonesia, pemasok teknologi 5G di UEA kepada operator seluler juga ditangani oleh vendor telekomunikasi asal China, yaitu Huawei. Terkait layanan 5G dari Huawei yang saat ini dipakai oleh UEA, kabarnya Amerika akan menarik kontrak penjualan 50 unit jet tempur F-35 dan 18 drone MQ-9B, apabila UEA tidak menarik Huawei sebagai penyedia layanan 5G.


Dikutip dari Bloomberg.com (12/6/2021), Amerika mengharuskan UEA untuk menghapuskan jaringan seluler yang dipasok Huawei dalam waktu empat tahun kedepan. Di mana, empat tahun kedepan, mulai tahun 2026 dan 2027, dijadwalkan F-35 pesanan UEA akan dikirimkan. Meski belum memberi tanggapan resmi atas permintaan dari Amerika, pejabat UEA menyebutkan bahwa pihaknya membutuhkan banyak waktu untuk mencari pengganti dan alternatif yang terjangkau.

Beberapa vendor alternatif yang tersedia dan tidak ada resistensi dengan Amerika bisa dipertimbangkan kedepannya, seperti Samsung Electronics, Ericsson dan Nokia. Huawei sendiri telah mengikat kerja sama pembangunan jaringan 5G di UEA pada tahun 2019, di dalam kontrak tersebut termasuk pembangunan 300 menara BTS 5G dalam waktu enam bulan. Hal ini membuat akses 5G di UEA dikenal sebagai yang tercepat di dunia.


Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

Foto: Mark Broekhans/jetphotos.com



Tentu bukan perkara mudah bagi UEA mencari vendor baru untuk layanan 5G mereka, pasalnya China adalah salah satu mitra bisnis bagi negara tajir tersebut. China termasuk mitra dagang strategis UEA, pasalnya pada tahun 2020 total nilai perdagangan dengan China adalah US$ 53,67 miliar, dua kali lipat angka perdagangan dengan Amerika. Mungkin ada agan dan sista yang bertanya, mengapa Amerika sangat tidak suka dengan vendor Huawei ? Jawabanya adalah terkait masalah keamanan dan ancaman spionase.

Huawei selama ini telah menempatkan personel untuk bekerja dengan UEA dalam misi keamanan siber dan mendirikan kota pintar. Bagi Paman Sam, kehadiran jaringan 5G Huawei di jaringan komersial UEA akan memungkinkan China untuk memata-matai pilot, kontraktor, dan hal lainnya di pangkalan lokasi penempatanan F-35. Tentu Paman Sam tidak ingin informasi terkait jet tempur generasi kelima mereka diketahui oleh China.

UEA adalah salah satu sekutu penting bagi Amerika dalam hal militer di Timur Tengah, hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran 3.500 personel militer Amerika di Pangkalan Udara Al Dhafra di Abu Dhabi. Pangkalan Udara Al Dhafra adalah pangkalan militer bersama yang digunakan oleh UEA, Amerika dan Prancis. Pangkalan udara ini termasuk "istimewa", karena menjadi satu-satunya basis militer Amerika di luar negeri yang dikonfirmasi sebagai "home base" bagi jet tempur F-22 Raptor.



Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

F-22 Raptor punya home base di UEA, menjadikan negara ini salah satu mitra strategis Amerika di Timur Tengah.

Foto: Eric Page Lu/jetphotos.com



Bicara solal kesepakatan pembelian alutsista antara Amerika dan UEA, ternyata bukan hanya dalam hal pembelian F-35, namun juga pembelian drone MQ-9B. Kesepakatan tersebut total mencapai US$ 23,37 miliar yang mencakup 50 unit F-35A senilai US$ 10,4 miliar ditambah 18 unit drone MQ-9B senilai US$ 2,97 miliar, termasuk amunisi udara-ke-udara dan udara-ke-darat senilai US$ 10 miliar.

UEA sendiri termasuk negara tajir melintir non-blok, artinya mereka tidak berada di pihak Amerika dan Rusia atau China, mereka menganut sistem yang sama dengan negara kita yang juga non-blok. Bedanya dengan negara kita, mereka punya banyak fulus, sehingga mereka bisa memakai alutsista buatan Rusia, China dan Amerika tanpa risau terkena ancaman embargo. Contohnya adalah mereka saat ini memakai sistem pertahanan udara Pantsir S-1 dari Rusia serta drone kombatan Wing Loong II buatan China. 

Selain fulus, UEA juga punya posisi strategis di Timur Tengah, selain itu mereka juga punya hubungan kurang baik dengan Iran. Iran memang sudah lama berkonflik dengan Amerika dan NATO, untuk itu dengan kehadiran kekuatan militer barat di Negeri Sultan tersebut bisa menjadi tambahan bantuan dalam upaya menangkal serangan Iran. Karena menghadapi lawan yang sama inilah alasan mengapa UEA diberi kebebasn memakai alutsista buatan barat dan timur.

Di lain sisi, meski membutuhkan bantuan kehadiran militer asing di negaranya, untuk urusan jaringan internet, mereka ternyata lebih memilih vendor asal China. Dalam urusan bisnis non-militer, China memang dikenal ahli. Maka tak heran jika banyak negara yanvg bermitra dengan China, termasuk juga Indonesia. Namun, dilihat dari kacamata bisnis, sebenarnya setiap negara punya hak untuk bekerja sama dengan China. Apalagi bagi negara yang punya banyak uang seperti UEA, salah satu keuntungan bermitra dengan China adalah akses internet di negara tersebut yang lebih cepat.


Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

MQ-9B, drone yang akan dibeli UEA selain pesawat tempur F-35.

Ilustrasi: Official General Atomic



Masih tersisa waktu 4 tahun untuk UEA mengganti vendor layanan 5G mereka, lalu apakah mereka bisa segera mencari penggantinya ? Melihat kerja sama antara UEA dan China yang cukup erat, kemungkinan hal tersebut tidak mudah. Bila memang kelak tidak lagi menjadi pemasok layanan 5G di UEA, Sang Naga tentu bisa melakukan kerja sama di bidang lain. Namun, apakah Sang Naga akan begitu saja melepaskan kesepakatan layanan 5G tersebut ?

Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari China maupun pihak Huawei terkait permintaan AS kepada UEA tersebut. Jika memang pemerintah China atau bahkan manajemen Huawei merasa keberatan atas tindakan Amerika tersebut, lalu mereka menekan balik UEA. Bisa jadi pengiriman alutsista ke negeri tajir melintir akan jadi alot dan rumit, karena baik Amerika dan China sama-sama punya kontribusi bagi UEA.

Demikian sedikit berita terkait layanan 5G dan militer di UEA, ternyata karena alasan sepele seperti layanan 5G bisa membuat Amerika merasa khawatir dan ketar-ketir. Apakah China benar-benar akan mencuri informasi dari jaringan Huwaei di UEA seperti ynag dikatakan Amerika ? Jangan lupa nanti untuk sampaikan pendapat agan dibawah ya, sampai jumpa emoticon-Angkat Beer




Referensi: 1 dan 2
Ilustrasi Gambar: google image dan berbagai sumber
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
15-06-2021 19:05
Kalau gak mau diatur, harus mau diembargo. Antara internet cepat dan jet tempur generasi 5 emoticon-Bingung



Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35


Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
15-06-2021 19:14
Kirain yg bs diancam emabargo cm negara pas2an kaya kita, ternyata negara tajir jg bs diancam embargo ya emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
15-06-2021 20:48
brarti si asu takut firmware 5G wawei built in fitur lahacia P2P ke cina

padahal si asu gak usah khawatir misal UEA pakai ISP indigay kek diane, full throttle speed P2P ketika mau kirim/upload data ke cina sangat lemot malah RTO. emoticon-Betty (S)

lagian F-35 versi ekspor masak sekedar cut/limit fitur nor performa, kan malah sama aja jual barang ori, kudunya agar si asu gak parno kan bisa aja bikin ala KW nya. emoticon-Stick Out Tongue



profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
15-06-2021 21:32
Non blok tp condong k asu
Lucu y emoticon-Ngakak

Emg bner gk ada yg pure non blok

Udh saatny lo belok haluan
Gk ush k asu lg
Gw yakin ni negara jg bsa gertak asu
Scara strategis bgt
Beli dr rusia jg ,gk bkal kena caatsa

Silahkan pilih maw di dikte terus
Atw bner berdaulat emoticon-army
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BRESLIN dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
15-06-2021 22:10
nyimak bre
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
15-06-2021 22:36
Waduh kog bisa gini emoticon-Kalah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ivanind dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 04:47
Tak seperti Russia yang menjadi rival utamanya dalam pengembangan dan penjualan alutsista yang kalem, pihak US terkenal rewel dalam penentuan alutsista apa dan mana saja yang boleh dibeli serta fitur mana boleh disertakan. Hal ini termasuk dalam pembelian spare parts, amunisi, program ELP dan paket upgradenya.
Tak cukup dengan itu pihak US juga secara sepihak memberlakukan CAATSA yang akan mengenakan sanksi embargo bagi negara manapun yang punya kerjasama militer dengan Russia, China, Iran dan Korea Utara.
Intervensi US juga sudah semakin berani masuk ke dalam urusan dalam negeri sebuah negara. Tak hanya negara kaya macam UEA saja seperti yang disampaikan dalam thread KasKus kali ini, tapi juga pernah diberlakukan kepada negara negara lain. Contoh :

1. Kerjasama Korea - Indonesia dalam project pespur gen 4.5 KFX / IFX. Karena ada technical assistance terutama dari pihak Lockheed Martin - USA berupa ToT dan ToK pespur gen 4.5 serta supply komponen sensitif berteknologi tinggi kepada KAI, maka pihak US menekan pihak Korea agar tetap mematuhi syarat batas kepemilikan teknologi oleh Indonesia karena Indonesia bukanlah negara mitra pengembangan alutsista US dan bukan konsumen loyal karena menganut non blok. Ini juga yang akhirnya membatasi porsi ToT / ToK dan jumlah pesawat IFX yang bisa dipesan oleh Indonesia.
2. Pengadaan Dassault Rafale AU Mesir. Setelah ditolak untuk membeli F 35 Lighting II dan kemungkinan akan membeli Sukhoi SU 57, pihak Mesir justru sempat terganjal dalam proses pengadaan Dassault Rafale karena pihak Raytheon - US tiba tiba memutus pasokan komponen rudal ASM Scalp buatan MBDA yang juga termasuk dalam perjanjian pengadaan Dassault Rafale AU Mesir. Intervensi ini diberlakukan karena presiden Mesir El Sisi memenjarakan hampir semua lawan utama politiknya.
3. Pengadaan rudal pertahanan S 400 AD Turki. Turki dikeluarkan dari daftar mitra pengembangan dan operator tiers III pespur F 35 Lighting II serta mendapat sanksi embargo militer karena melanggar CAATSA setelah menandatangani perjanjian pengadaan rudal pertahanan S 400 dari Russia.

Inti dari semua itu sebenarnya memberikan beberapa pelajaran :

1. Teknologi alutsista itu sangat sensitif dan mahal serta wajib dilindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Pengadaan alutsista tak semudah yang diucapkan karena tak hanya soal keinginan, kebutuhan dan anggaran saja tapi sudah sampai ke tahap alasan politis, bagus tidaknya " rapot " HAM sebuah negara dan hasil penilaian posisi serta nilai strategis sebuah negara bagi negara produsen alutsista.
3. Bagi negara netral / nonblok, pengadaan dan pemilihan alutsistanya sering menjadi dilema karena terjebak pada sebuah situasi " terpaksa atau dipaksa untuk memilih " akibat dampak persaingan pengembangan dan penjualan alutsista blok barat dan timur lengkap dengan pengaruh politiknya. Perlu pertimbangan matang, keberanian dan komitment yang kuat dalam menentukan pilihan arah politiknya agar tidak terjebak dan menjadi korban dikemudian hari.
4. Jangan pernah berlebihan menganggap produk alutsista dari sebuah negara itu sebagai " harga mati dan wajib dibeli " bila mempunyai resiko politis dan embargo. Disini penting kesadaran membeli alutsista di negara yang lebih netral agar dapat digunakan secara maksimal dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Tak apa alutsista yang dibeli bukanlah pilihan yang terbaik tapi sudah cukup memenuhi requirement yang telah ditetapkan. Buat apa beli alutsista tapi tidak bebas dipakai, rawan embargo dan intervensi politik ?
5. Kemandirian alutsista. Kalimat klasik tapi selalu benar walaupun perlu waktu lama dan usaha yang keras. Kerjasama pengembangan dan joint production alutsista dengan negara lain jadi salah satu alternatif yang menguntungkan karena memperpendek proses development dan ada kesempatan untuk memperoleh ToT dan ToK.
Kemandirian alutsista wajib dilakukan untuk jangka panjang agar sebuah negara aman dari intervensi politis, sanksi militer atau ekonomi serta menaikkan posisi dan nilai strategis pertahanan negara.
Diubah oleh gonugraha76
profile-picture
profile-picture
profile-picture
spr007 dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 06:35
Jadi pilihannya jadi ganti sistem gitu... Mungkin pake Nokia 5 G system..

Huawei segitu dibencinya sama Amrik..
Padahal dulu erat banget pas masa bikin Nexus bareng Google..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 07:32
Handover ke indonesia aja....anggaran militer baru kita cukup kok emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan jlamp memberi reputasi
2 0
2
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 08:57
Makin kesini arah politik Amrik kayak lagi persiapan perang dingin dulu, kerjasama2 global makin mengerucut ke persaingan dua pihak... kelihatan negara2 netral sekarang mulai di rayu2 buat ikut blok mereka tanpa mempertimbangkan urgensi kebutuhan domestik negara itu sendiri.

Gw sendiri udah cukup puas sama kenetralan indo, bukan karena ketidaksukaan dgn blok timur maupun barat tapi apakah kita nantinya siap konsisten ketika ikut satu blok? termasuk siap menerima resiko kekalahan dari blok lawan?

Memang ruwet sekali dimana pandemik lagi memukul perekonomian dunia, negara2 kecil malah ditodong untuk mengambil keputusan kayak gini. Gw berharap Indo mulai berinvestasi meningkatkan RnD di alutista maupun cyberwarfare sehingga memungkinkan mengembangkan pertahanan dalam negeri tanpa ketergantungan ke luar negeri.... tapi ya memang dalam keadaan yg kejepit kayak sekarang bakalan sulit.
Diubah oleh PhaantomPain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
spr007 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 10:22
Quote:Original Posted By dieq41
Kirain yg bs diancam emabargo cm negara pas2an kaya kita, ternyata negara tajir jg bs diancam embargo ya emoticon-Embarrassment


kalau tidak sesuai keinginan mereka, bisa kena embargo gan, gak peduli itu negara tajir atau bukan



Quote:Original Posted By don7ing
brarti si asu takut firmware 5G wawei built in fitur lahacia P2P ke cina

padahal si asu gak usah khawatir misal UEA pakai ISP indigay kek diane, full throttle speed P2P ketika mau kirim/upload data ke cina sangat lemot malah RTO. emoticon-Betty (S)

lagian F-35 versi ekspor masak sekedar cut/limit fitur nor performa, kan malah sama aja jual barang ori, kudunya agar si asu gak parno kan bisa aja bikin ala KW nya. emoticon-Stick Out Tongue


parno dan suka ngatur emoticon-Big Grin



Quote:Original Posted By redemption878
Non blok tp condong k asu
Lucu y emoticon-Ngakak

Emg bner gk ada yg pure non blok

Udh saatny lo belok haluan
Gk ush k asu lg
Gw yakin ni negara jg bsa gertak asu
Scara strategis bgt
Beli dr rusia jg ,gk bkal kena caatsa

Silahkan pilih maw di dikte terus
Atw bner berdaulat emoticon-army


ribetnya beli alutsista dari US, jaringan 5G pun bisa jadi masalah emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By gonugraha76
Tak seperti Russia yang menjadi rival utamanya dalam pengembangan dan penjualan alutsista yang kalem, pihak US terkenal rewel dalam penentuan alutsista apa dan mana saja yang boleh dibeli serta fitur mana boleh disertakan. Hal ini termasuk dalam pembelian spare parts, amunisi, program ELP dan paket upgradenya.
Tak cukup dengan itu pihak US juga secara sepihak memberlakukan CAATSA yang akan mengenakan sanksi embargo bagi negara manapun yang punya kerjasama militer dengan Russia, China, Iran dan Korea Utara.
Intervensi US juga sudah semakin berani masuk ke dalam urusan dalam negeri sebuah negara. Tak hanya negara kaya macam UEA saja seperti yang disampaikan dalam thread KasKus kali ini, tapi juga pernah diberlakukan kepada negara negara lain. Contoh :

1. Kerjasama Korea - Indonesia dalam project pespur gen 4.5 KFX / IFX. Pihak US menekan pihak Korea jika masih ingin menggunakan produk dan teknologi alutsista US dalam pengembangan KFX / IFX maka wajib mematuhi syarat batas kepemilikan teknologi oleh Indonesia karena Indonesia bukanlah negara mitra pengembangan alutsista US dan bukan konsumen loyal karena menganut non blok. Ini juga yang akhirnya membatasi porsi ToT / ToK dan jumlah pesawat IFX yang bisa dipesan oleh Indonesia.
2. Pengadaan Dassault Rafale AU Mesir. Setelah ditolak untuk membeli F 35 Lighting II dan kemungkinan akan membeli SU 57, pihak Mesir justru terganjal dalam pengadaan Dassault Rafale karena pihak Raytheon - US tiba tiba memutus pasokan komponen rudal Scalp yang termasuk dalam perjanjian pengadaan Dassault Rafale AU Mesir. Intervensi ini diberlakukan karena president Mesir El Sisi memenjarakan hampir semua lawan utama politiknya.
3. Pengadaan rudal pertahanan S 400 AD Turki. Turki dikeluarkan dari daftar prioritas pembeli pespur F 35 Lighting II dan terkena CAATSA serta dikenakan embargo militer oleh US setelah menandatangani perjanjian pengadaan rudal pertahanan S 400 dari Russia.

Inti dari semua itu sebenarnya memberikan beberapa pelajaran :

1. Teknologi alutsista itu sangat sensitif dan mahal serta wajib dilindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Pengadaan alutsista tak semudah yang diucapkan karena tak hanya soal keinginan, kebutuhan dan anggaran saja tapi sudah sampai ke tahap alasan politis, bagus tidaknya " rapot " HAM sebuah negara dan hasil penilaian posisi serta nilai strategis sebuah negara bagi negara produsen alutsista.
3. Bagi negara netral / nonblok, pengadaan dan pemilihan alutsistanya sering menjadi dilema karena terjebak pada sebuah situasi " terpaksa atau dipaksa untuk memilih " akibat dampak persaingan pengembangan dan penjualan alutsista blok barat dan timur lengkap dengan pengaruh politiknya. Perlu pertimbangan matang, keberanian dan komitment yang kuat dalam menentukan pilihan arah politiknya agar tidak terjebak dan menjadi korban dikemudian hari.
4. Jangan pernah berlebihan menganggap produk alutsista dari sebuah negara itu sebagai " harga mati dan wajib dibeli " bila mempunyai resiko politis dan embargo. Disini penting kesadaran membeli alutsista di negara yang lebih netral agar dapat digunakan secara maksimal dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Tak apa alutsista yang dibeli bukanlah pilihan yang terbaik tapi sudah cukup memenuhi requirment yang telah ditetapkan. Buat apa beli alutsista tapi tidak bebas dipakai, rawan embargo dan intervensi politik ?
5. Kemandirian alutsista. Kalimat klasik tapi selalu benar walaupun perlu waktu lama dan usaha yang keras. Kerjasama pengembangan dan joint production alutsista dengan negara lain jadi salah satu alternatif yang menguntungkan karena memperpendek proses development dan ada kesempatan untuk memperoleh ToT dan ToK.
Kemandirian alutsista wajib dilakukan untuk jangka panjang agar sebuah negara aman dari intervensi politis, sanksi militer atau ekonomi serta menaikkan posisi dan nilai strategis pertahanan negara.


ulasannya sudah jelas om, terimakasih.

poin nomor 5 adalah pr besar untuk negeri ini emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
gonugraha76 dan jlamp memberi reputasi
2 0
2
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 10:32
Quote:Original Posted By jlamp
Jadi pilihannya jadi ganti sistem gitu... Mungkin pake Nokia 5 G system..

Huawei segitu dibencinya sama Amrik..
Padahal dulu erat banget pas masa bikin Nexus bareng Google..


betul gan, tapi susah juga kalau mau ganti sistem. soalnya investasi huawei di UEA cukup besar, dan kayaknya waktu 4 tahun itu tidak cukup untuk mengganti keseluruhan sistemnya. cmiiw



Quote:Original Posted By PhaantomPain
Makin kesini arah politik Amrik kayak lagi persiapan perang dingin dulu, kerjasama2 global makin mengerucut ke persaingan dua pihak... kelihatan negara2 netral sekarang mulai di rayu2 buat ikut blok mereka tanpa mempertimbangkan urgensi kebutuhan domestik negara itu sendiri.

Gw sendiri udah cukup puas sama kenetralan indo, bukan karena ketidaksukaan dgn blok timur maupun barat tapi apakah kita nantinya siap konsisten ketika ikut satu blok? termasuk siap menerima resiko kekalahan dari blok lawan?

Memang ruwet sekali dimana pandemik lagi memukul perekonomian dunia, negara2 kecil malah ditodong untuk mengambil keputusan kayak gini. Gw berharap Indo mulai berinvestasi meningkatkan RnD di alutista maupun cyberwarfare sehingga memungkinkan mengembangkan pertahanan dalam negeri tanpa ketergantungan ke luar negeri.... tapi ya memang dalam keadaan yg kejepit kayak sekarang bakalan sulit.


kemandirian di bidang alutsista ini memang masih jadi pr besar gan, kita sudah bisa produksi, tapi kualitasnya belum bisa menyaingi produk buatan negara lain. misalnya APC Anoa dan tank harimau, yang belum bisa tembus pasar ekspor.

anggaran pertahanan yang banyak harusnya tidak seluruhnya dibelikan alutsista baru, sebagian bisa digunakan juga untuk membangun mengembangkan industri pertahanan dalam negeri. cmiiw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Nikolaszposma dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:04
Murmer lha piye?
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:11
Kalo non blok ya cenderung malah ambyar....atau malah jadi kambing hitam & uji coba blok blok yg bertikai

Ibarat gajah kelahi...pelanduk mati kejepit

Emang runyam emoticon-Leh Uga

Maunya netral tapi malah kejepit jepit kayak double agent

emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:13
lo jual gue beli, lo ga jual gue ga butuh. sederhana ajah lah
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:18
Disini yg nguasain huawei, disana juga kah?
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:21
Beralih kerusia deh ..
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:25
pesawat cakep. sayang bener cuma gara2 5g
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:26
ciyee paman sam jenggotnya kebakaran emoticon-Leh Uga.
Diubah oleh teamvildea
0 0
0
Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35
16-06-2021 16:31
Quote:Original Posted By si.matamalaikat
Apakah ada agan dan sista yang sudah mulai berencana mencari gawai baru yang sudah support 5G ? Bicara masalah 5G, ane pikir kita wajib bersyukur. Beruntungnya kita yang tinggal di Indonesia, peluncuran layanan 5G tidak terkendala masalah. Berbeda dengan UEA, di mana negara tajir melintir ini justru mengalami masalah pada layanan 5G di negara mereka.

Layanan 5G di UEA kini sedang dipermasalahkan oleh Paman Sam (Amerika), mereka meminta UEA untuk menarik kemitraan dengan Huawei selaku vendor penyedia layanan 5G. Seperti halnya di Indonesia, pemasok teknologi 5G di UEA kepada operator seluler juga ditangani oleh vendor telekomunikasi asal China, yaitu Huawei. Terkait layanan 5G dari Huawei yang saat ini dipakai oleh UEA, kabarnya Amerika akan menarik kontrak penjualan 50 unit jet tempur F-35 dan 18 drone MQ-9B, apabila UEA tidak menarik Huawei sebagai penyedia layanan 5G.


Dikutip dari Bloomberg.com (12/6/2021), Amerika mengharuskan UEA untuk menghapuskan jaringan seluler yang dipasok Huawei dalam waktu empat tahun kedepan. Di mana, empat tahun kedepan, mulai tahun 2026 dan 2027, dijadwalkan F-35 pesanan UEA akan dikirimkan. Meski belum memberi tanggapan resmi atas permintaan dari Amerika, pejabat UEA menyebutkan bahwa pihaknya membutuhkan banyak waktu untuk mencari pengganti dan alternatif yang terjangkau.

Beberapa vendor alternatif yang tersedia dan tidak ada resistensi dengan Amerika bisa dipertimbangkan kedepannya, seperti Samsung Electronics, Ericsson dan Nokia. Huawei sendiri telah mengikat kerja sama pembangunan jaringan 5G di UEA pada tahun 2019, di dalam kontrak tersebut termasuk pembangunan 300 menara BTS 5G dalam waktu enam bulan. Hal ini membuat akses 5G di UEA dikenal sebagai yang tercepat di dunia.


Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

Foto: Mark Broekhans/jetphotos.com



Tentu bukan perkara mudah bagi UEA mencari vendor baru untuk layanan 5G mereka, pasalnya China adalah salah satu mitra bisnis bagi negara tajir tersebut. China termasuk mitra dagang strategis UEA, pasalnya pada tahun 2020 total nilai perdagangan dengan China adalah US$ 53,67 miliar, dua kali lipat angka perdagangan dengan Amerika. Mungkin ada agan dan sista yang bertanya, mengapa Amerika sangat tidak suka dengan vendor Huawei ? Jawabanya adalah terkait masalah keamanan dan ancaman spionase.

Huawei selama ini telah menempatkan personel untuk bekerja dengan UEA dalam misi keamanan siber dan mendirikan kota pintar. Bagi Paman Sam, kehadiran jaringan 5G Huawei di jaringan komersial UEA akan memungkinkan China untuk memata-matai pilot, kontraktor, dan hal lainnya di pangkalan lokasi penempatanan F-35. Tentu Paman Sam tidak ingin informasi terkait jet tempur generasi kelima mereka diketahui oleh China.

UEA adalah salah satu sekutu penting bagi Amerika dalam hal militer di Timur Tengah, hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran 3.500 personel militer Amerika di Pangkalan Udara Al Dhafra di Abu Dhabi. Pangkalan Udara Al Dhafra adalah pangkalan militer bersama yang digunakan oleh UEA, Amerika dan Prancis. Pangkalan udara ini termasuk "istimewa", karena menjadi satu-satunya basis militer Amerika di luar negeri yang dikonfirmasi sebagai "home base" bagi jet tempur F-22 Raptor.



Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

F-22 Raptor punya home base di UEA, menjadikan negara ini salah satu mitra strategis Amerika di Timur Tengah.

Foto: Eric Page Lu/jetphotos.com



Bicara solal kesepakatan pembelian alutsista antara Amerika dan UEA, ternyata bukan hanya dalam hal pembelian F-35, namun juga pembelian drone MQ-9B. Kesepakatan tersebut total mencapai US$ 23,37 miliar yang mencakup 50 unit F-35A senilai US$ 10,4 miliar ditambah 18 unit drone MQ-9B senilai US$ 2,97 miliar, termasuk amunisi udara-ke-udara dan udara-ke-darat senilai US$ 10 miliar.

UEA sendiri termasuk negara tajir melintir non-blok, artinya mereka tidak berada di pihak Amerika dan Rusia atau China, mereka menganut sistem yang sama dengan negara kita yang juga non-blok. Bedanya dengan negara kita, mereka punya banyak fulus, sehingga mereka bisa memakai alutsista buatan Rusia, China dan Amerika tanpa risau terkena ancaman embargo. Contohnya adalah mereka saat ini memakai sistem pertahanan udara Pantsir S-1 dari Rusia serta drone kombatan Wing Loong II buatan China. 

Selain fulus, UEA juga punya posisi strategis di Timur Tengah, selain itu mereka juga punya hubungan kurang baik dengan Iran. Iran memang sudah lama berkonflik dengan Amerika dan NATO, untuk itu dengan kehadiran kekuatan militer barat di Negeri Sultan tersebut bisa menjadi tambahan bantuan dalam upaya menangkal serangan Iran. Karena menghadapi lawan yang sama inilah alasan mengapa UEA diberi kebebasn memakai alutsista buatan barat dan timur.

Di lain sisi, meski membutuhkan bantuan kehadiran militer asing di negaranya, untuk urusan jaringan internet, mereka ternyata lebih memilih vendor asal China. Dalam urusan bisnis non-militer, China memang dikenal ahli. Maka tak heran jika banyak negara yanvg bermitra dengan China, termasuk juga Indonesia. Namun, dilihat dari kacamata bisnis, sebenarnya setiap negara punya hak untuk bekerja sama dengan China. Apalagi bagi negara yang punya banyak uang seperti UEA, salah satu keuntungan bermitra dengan China adalah akses internet di negara tersebut yang lebih cepat.


Gara-Gara Memakai Layanan 5G Huawei, UEA Terancam Gagal Dapatkan Jet Tempur F-35

MQ-9B, drone yang akan dibeli UEA selain pesawat tempur F-35.

Ilustrasi: Official General Atomic



Masih tersisa waktu 4 tahun untuk UEA mengganti vendor layanan 5G mereka, lalu apakah mereka bisa segera mencari penggantinya ? Melihat kerja sama antara UEA dan China yang cukup erat, kemungkinan hal tersebut tidak mudah. Bila memang kelak tidak lagi menjadi pemasok layanan 5G di UEA, Sang Naga tentu bisa melakukan kerja sama di bidang lain. Namun, apakah Sang Naga akan begitu saja melepaskan kesepakatan layanan 5G tersebut ?

Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari China maupun pihak Huawei terkait permintaan AS kepada UEA tersebut. Jika memang pemerintah China atau bahkan manajemen Huawei merasa keberatan atas tindakan Amerika tersebut, lalu mereka menekan balik UEA. Bisa jadi pengiriman alutsista ke negeri tajir melintir akan jadi alot dan rumit, karena baik Amerika dan China sama-sama punya kontribusi bagi UEA.

Demikian sedikit berita terkait layanan 5G dan militer di UEA, ternyata karena alasan sepele seperti layanan 5G bisa membuat Amerika merasa khawatir dan ketar-ketir. Apakah China benar-benar akan mencuri informasi dari jaringan Huwaei di UEA seperti ynag dikatakan Amerika ? Jangan lupa nanti untuk sampaikan pendapat agan dibawah ya, sampai jumpa emoticon-Angkat Beer




Referensi: 1 dan 2
Ilustrasi Gambar: google image dan berbagai sumber


Kok bisa
0 0
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia