Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Mau Lindungin Keluarga Dari Penyakit Berbahaya? Daftar Webinar Ini Gan Sist!
19374
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 243 lainnya memberi reputasi
230
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 250 dari 323
HITAM Season 2
07-06-2021 22:21
Gimana dengan Dita kalau tau Cindy mmpunyai kemampuan sprti kaka'a... psti lngs kepo d introgasi😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
07-06-2021 22:32
Pengen tau bentuk senjata apa yang diinginkan cindi dengan energinya itu..... Cocoknya apa ya?..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
07-06-2021 22:46
Bener juga prediksi ane. Jadi saling melengkapi. Energi arya panas, cindy dingin. Saling melengkapi emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 11:32
Berharap ada side storynya Cindy setelah punya kemampuan.

Nice update gan👍👍👍
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:08
Gan wayahe update 🙏🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:10
Kayane mbaeh esih ngopi kyeh. Urung update"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:11
Ini hari selasa apa Rabu ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:12
Wayahe...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:17
Menit2 menunggu update...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:19

Kasus klasik

     Keesokan harinya, ini adalah hari jumat, hari keenam sejak terakhir aku ketemu Kinara. Saat aku berangkat kuliah, pintu kamar kosannya masih tertutup, motornya juga nggak ada. Sebagai sahabat, tentunya aku kuatir, apalagi bentar lagi dia mau lulus. Mungkin udah terjadi sesuatu dengannya, tapi aku nggak nyimpen nomernya, jadi nggak bisa menghubunginya.

      Siang itu sehabis jumatan di kampus, aku menuju ke kantin, sekalian makan siang di kampus, gitu pikirku. Udah ada Dinda di sana, dan bener kata Cindy, siang itu perhatiannya berlebihan padaku, pertanda dia kangen sama aku. Kami makan siang bareng di kantin. Saat itulah ada chat dari Dita yang bilang nanti jam 3 dia akan mampir di kosan, maka kuiyain aja. Aku nggak tau dimana dia sekarang.

      Selesai makan, Dinda mau balik ke fakultasnya karena masih ada kuliah, tapi sebelum beranjak, dia bilang kalo dia mau mampir ke kosan ntar kalo pulang. Tapi kubilangin aja kalo Dita juga mau mampir. Dengan wajah cemberut dia masuk ke mobilnya dan berlalu begitu aja. Aku nggak bisa ngapa-ngapa karena emang Dita lebih utama buatku.

     Sampe di kosan, kulihat sebuah mobil asing terparkir di halaman, dan pintu kamar Kinara terbuka, ini kesempatan buat nanyain kabarnya. Maka aku samperin ke kamarnya, dan dia lagi memasukkan bajunya ke dalam tas besar. Kamar kosannya juga tampak baru di beresin. Aku jadi heran sendiri, dia kayak mau pergi lama gitu. 

Quote:      "Kemana aja..? Kok nggak pernah masuk..?"

      Kinara tampak terkejut. "Di rumah aja.." jawabnya pendek.

      Aku tertegun "Kamu kenapa..? Marah sama aku..?" 

      "Kenapa harus marah sama kamu..?!"

      "Ya kayaknya marah gitu.. gara-gara kejadian malam itu ya..?" tanyaku.

       "Nggak kok.. ini nggak ada hubungannya sama kamu.."

      Baru aku sadar ada kesedihan di matanya. "Terus kenapa..? Mau nggak cerita sama aku..?"

      Kinara nggak menjawab, dia masih sibuk dengan tasnya.

      "Kamu tau kan, kalo aku ada masalah, aku cerita nya malah ke kamu… Dan kalo kamu mau, kamu juga bisa cerita ke aku.. kalo nggak mau ya nggak papa.."

       Kinara masih terdiam, seakan menyibukkan diri dengan tasnya, maka kutungguin aja dia. Beberapa menit berlalu dalam diam. Baru aku tau kalo Kinara punya masalah, selama ini dia selalu aja jadi pendengar setia buat temen-temennya yang curhat, dan dia selalu memberi masukan yang baik.  Tapi sejauh yang aku tau, dianya sendiri malah nggak pernah cerita kalo lagi ada masalah, seakan dipendam cuma untuk dirinya sendiri.

Quote:      "Aku lagi ada masalah di keluarga.."

       "Boleh tau nggak..?" tanyaku hati-hati.

       "Keluargaku lagi kena fitnah abis-abisan, sebenarnya cuma papaku sih.. namanya jadi jelek di kalangan perusahaan.."

     "Lah.. kok bisa gitu..? Emang masalah apa..?" tanyaku.

      "Denger-denger papaku di fitnah udah ngelakuin penyuapan dan ngelobby dewan direksi.."

     "Gimana ceritanya kok bisa sampe segitunya..?" tanyaku.

     "Papaku itu lagi dipromosikan buat jadi direktur di perusahaannya.. tapi ada satu teman sesama manager yang nggak terima, dia ngerasa lebih lama kerja di perusahaan itu, tapi kenapa malah papaku yang dipromosikan.."

      "Terus..?" tanyaku.

      "Papaku emang kenal deket dengan para dewan direksi, dia juga punya saham di perusahaan itu. Tapi hal itu malah di manfaatin seseorang buat memfitnah papa, dia dituduh melakukan penyuapan pada dewan direksi. Padahal papaku emang kerjanya lebih baik kalo dibanding dengan temannya itu. Aku yakin yang menyebar fitnah itu adalah temennya itu juga. "

      "Terus papamu nggak jadi dipromosiin..?" tanyaku.

      "Bukan gitu, pengangkatan jadi direktur harusnya udah dua minggu yang lalu, tapi pas saat itu, pagi harinya papaku tau-tau sakit, dia sama sekali nggak bisa bangun dari tempat tidur dan nggak bisa gerak gitu. Jadi langsung aja kami bawa dia ke rumah sakit.."

      "Terus analisanya dokter gimana..?"

      "Dokter bilang kalo dia menderita gejala stroke, padahal papaku itu ngejaga kebugaran terus tiap hari. Dan waktu di rontgen, ternyata semua normal aja.. Sampe dokter aja bingung papaku menderita penyakit apa.."

      "Sampe sekarang masih dirumah sakit..?" tanyaku.

     "Iya.. dan dia nggak bisa gerak sama sekali.. Terus ada om yang nyaranin buat pengobatan alternatif, si orang pintar itu diundang ke rumah sakit. Tapi baru mau masuk ke ruangannya aja, orang itu udah bilang nggak sanggup duluan… Ya otomatis kami sekeluarga langsung mendesaknya buat ngomong apa yang sebenarnya terjadi, dan sia bilang papaku udah kena guna-guna.."

       "Nggak ada usaha nyari orang pintar lagi gitu..?" tanyaku.

       "Pernah dulu omku mengundang orang yang bisa ruqyah gitu. Mereka membaca ayat-ayat suci semaleman, tapi nggak ada hasilnya sama sekali.."

      "Terus gimana dengan pengangkatan papamu..?"

      "Kami udah nggak mikir soal itu. Yang penting papaku sembuh dulu.. Tapi kami dapet kabar dari dewan direksi, pengangkatan itu diundur untuk sementara, menunggu papa sembuh dulu, tapi aku nggak tau sampe kapan pengunduran itu.."

      "Terus apa hubungannya semua itu sama kamu nggak masuk kuliah..?"

      "Gini lho Ndra.. aku masih punya dua adik, satu cewek masih sma, satunya lagi cowok masih smp, saat ini kan papa di rumah sakit, jadi mama yang nungguin dia, tiap pagi dia balik ke rumah buat ngurus dua adikku itu, terus balik lagi ke rumah sakit, siangnya waktu adikku pulang, mama balik ke rumah lagi, gitu terus. Aku kasihan sama mama, dia kayak capek gitu. Jadi aku nggak masuk kuliah buat ngurus dua adikku itu, apalagi yang cewek itu bentar lagi mau ujian SMA, kan kasihan kalo nggak ada yang ngurus.."

       "Gitu ya..? Terus ini kenapa kamu ngambil baju-baju gini..?"

        "Aku nggak tau sampe kapan papa di rumah sakit, jadi aku mutusin buat cuti kuliah dulu, biar bisa ngurusin adik-adikku.."

      "Tapi bentar lagi kan udah skripsi.."

      "Keluargaku yang lebih penting Ndra.. tahun depan aku bisa ikut skripsi lagi.. Aku cuma kasihan ngelihat mamaku yang kecapekan, apalagi lihat keadaanya papaku, aku bener-bener nggak tega.. Abis mau gimana lagi.. keadaannya emang gitu..

      Dua butir air bening mengalir di pipinya. Kuelus punggungnya untuk menenangkan, tapi dia malah merangkulku sambil terisak. Maka kusalurkan hawa dingin padanya. Nggak nyangka kalo Kinara punya masalah segini gedenya, jiwaku seakan tersentuh, biar bagaimanapun aku harus menolongnya, entah gimana caranya.

Quote:    "Keluargaku lagi di kasih cobaan.. kami cuma bisa bersabar aja.."

       "Tapi kamu lupa kalo kamu masih punya sahabat, masih ada aku disini. Dan kamu tau aku sedikit ngerti soal gaib kayak gitu.."

       "Aku cuma nggak enak sama kamu Ndra.. kamu udah baik banget sama aku, kamu selalu ngebantu aku.. jadi nggak enak rasanya kalo minta bantuan lagi.."

      "Hey.. kita ini sahabat kan.. dan bagiku membantu sahabat itu nggak ada batas waktunya.. jangan pernah berpikiran nggak enak atau sungkan kayak gitu.." kataku.

      "Kamu inget dulu waktu aku bilang lagi bokek dan kamu nraktir aku, sebenernya waktu itu aku nggak punya duit sama sekali, kiriman dari orang tua berhenti karena emang kita lagi kesulitan dalam keuangan.."

      "Makanya itu kamu nggak usah sungkan buat minta bantuan.." kataku.

      "Rasa nggak enak pasti ada lah Ndra.."

      "Yaudah.. kita berangkat sekarang ke rumah sakit tempat papamu dirawat itu.. mungkin aku bisa membantunya.." kataku.

      "Nggak usah lah Ndra.. bantuanmu itu udah terlalu banyak buatku…"

      "Nggak ada bantuan yang terlalu banyak tau nggak.." kataku.

      "Tolong.., aku nggak mau minta bantuan terus.."

     "Tapi kamu nggak minta lho.. aku yang nawarin.." kataku

     "Sama aja.. udah ya.. aku mau balik sekarang.. masih ada yang harus kuurus.."

     "Terus gimana caranya aku bisa ngebantu kamu..?"

     "Udah.. bantuanmu udah banyak.. makasih ya.."

     "Ini kamu bawa duit nggak..?" tanyaku.

     "Ya bawa.. cukup kok buat bensin.."

      Kukeluarkan dompetku, kuambil lima lembar duit. "Ini aku pinjemin kamu duit, karena kalo tak kasih kamu pasti nggak mau.."

     "Tapi…"

     "Aku minjemin lho.. ntar kamu juga harus ngelunasin kok.." kataku.

     Kinara diam sejenak. "Oke lah.. ini aku pinjem buat jaga-jaga aja.. buat pegangan.. ntar aku balikin secepatnya.. makasih ya Ndra.."

     "Nah.. gitu donk.." kataku.

     Kami keluar dari kamar Kinara, setelah mengunci pintu, kamipun menuju mobil asing yang terparkir di halaman kosan, ternyata itu mobilnya Kinara. Dia membawa satu tas ransel besar berisi pakaian. Mungkin dia nggak akan balik lagi kesini ntar. Rumahnya Kinara memang di kota sebelah, dia bukan asli dari kota ini. Aku jadi bingung gimana cara ngebantu dia. Mungkin ntar biar kubicarain dulu sama orangtuaku atau sama Dita.

Quote:    "Berarti udah dua mingguan ya papamu di rumah sakit..?" kataku.

     "Iya.."

     "Emang rumah sakit mana sih..?" tanyaku.

     "Rumah sakit pusat kota sebelah.."

     "Wah.. biayanya mahal pasti itu.." kataku.

     "Makanya sekarang kami kesulitan keuangan.."

     "Yaudah.. hati-hati di jalan ya.. nggak usah ngebut.. pelan aja.." 

     "Iya.."

     Mobil berlalu meninggalkan halaman kosan. Ternyata Kinara punya harga diri yang tinggi juga, masalah segini ribetnya cuma dipendam sendiri cuma gara-gara nggak mau kubantu lagi, padahal perasaan aku baru membantunya dikit banget. Tapi aku bertekad, aku harus membantunya lagi, ini sudah jadi kewajibanku. Kalo aku nggak punya kelebihan ini, dan kalo aku nggak mengetahui masalah Kinara, tentu nggak akan ada keinginan buat ngebantu. Dia punya tanggung jawab pada adik-adiknya, sampe mau mengorbankan skripsinya, aku jadi salut padanya.

      Siang itu kuhabiskan waktu membuka desain-desain buat distro di laptopku, aku menunggu Dita datang, karena katanya dia akan mampir ke sini. Jam 3 sore pintu kosan terbuka, Dita masuk kamar, melepas jaketnya hingga menyisakan tanktop, dan langsung rebah di pangkuanku. Wajahnya tampak capek banget. Saraswati langsung bergabung dengan Salma, dan mereka berdua keluar dengan melayang menembus tembok kamar kosan. Kuhentikan aktivitasku dengan laptop. Kusibak anak-anak rambut di keningnya, lalu kutempelkan bibirku ke kening itu.

Quote:      "Capek ya yank..?"

      "Banget.. nggak nyangka cuma nyusun skripsi aja capeknya kayak gini, ditambah masih harus masuk kuliah juga.."

      "Udah makan tadi..? tanyaku.

      "Udah kok.."

      Kubelai rambutnya sambil salurkan hawa dingin, karena badannya terasa panas akibat aktivitasnya.

      "Tanganmu kok jadi dingin yank..?" tanganku dipegang dan ditempelkan ke pipinya. "Jadi sejuk.. nyaman deh.."

      Kugedein ac ruang itu sampe maksimal. "Gerah yank..?"

     "Iya panas banget diluar.."

     "Kan udah ada ac disini..?" kataku.

     "Masih gerah yo.."

     Maka kusalurkan hawa dingin lebih banyak ke pipinya, dia terlihat meresapi. Lalu dia mengambil hpku dan membuka-bukanya.

     "Ada chat dari Cindy.. dia udah pulang duluan…"

     "Yaudah nggak usah dibales aja.."

      Dita meletakkan hp itu lagi. "Kamu ntar mau pulang juga yank..?"

     "Iya.. ini kan weekend, dicariin ibu kalo nggak pulang.." jawabku.

     "Tapi ntar aja pulangnya ya..? Aku masih pengen disini.."

     "Iya.. paling ntar mau maghrib.." jawabku, kuteruskan memegang mouse dan menatap layar laptop.

      "Sayang.. aku disini juga.. malah sibuk sendiri.."

      "Hehe.. lha gimana to…"

      Dita menarik kepalaku dan menghajar bibirku. "Kangen.. hihi.."

      Maka kuangkat tubuhnya dan kurebahkan di kasur, aku ikut rebah di sebelahnya. Dita malah ketawa-ketawa, tapi kemudian dipindah rebah diatasku. Kulepas kacamatanya dan kutatap wajahnya. Senyum termanis itu tersaji untukku. Maka kuhajar aja sekalian senyum itu, dan pertarungan itupun berlangsung dengan sengitnya, sampe dia kehabisan napas sendiri.

Quote:    "Jadi tambah gerah yank.." kata Dita, lalu dia melepas tanktopnya begitu aja, hingga menyisakan br* hitamnya.

    "Eehh.. pintunya belum dikunci lho.." kataku.

     "Udah yo.." Dita kembali rebah di atasku. "Kalo gini kan jadi enak.."

     "Enak buat siapa..? tanyaku.

      "Ya buat kita.. hihi.."

      Kembali pertarungan itu terjadi dengan sengit. Dua tangan ini telah mencari pegangannya dengan sendirinya. Hingga akhirnya pertarungan itu berhenti dengan sendirinya, dan br* hitam itu udah hilang dilempar entah kemana. Dita masih rebah diatasku, senyumnya terus mengembang indah, lalu tangannya nyelonong ke bagian bawah tubuhku.

Quote:    "Apa cewek-cewek itu masih mendekat yank..?"

     "Masih.. tapi aku udah berusaha menjauh kok.." kataku.

      "Kadang aku takut kamu tergoda.."

      "Tenang sayang.. aku tetap milikmu kok.. kalo masalah hati, nggak bakal tergoda.."

      "Kalo ini..?" Dita membuat gerakan meremas.

      "Ya sama lah...."

      Senyumnya mengembang kembali, lalu dia beranjak turun, dan terus turun. Dan saat dia mau beraksi di bawah sana, kutarik dia hingga rebah di dadaku lagi.

      "Kenapa yank..?"

      "Ini terlalu berharga yo yank.." kataku sambil menyentuh bibirnya.

       Dita tersenyum kembali. "Kadang aku ngerasa nggak cukup ngasih kamu perhatian.. kadang aku takut ada cewek lain yang ngasih perhatian lebih dari aku.."

      "Udah.. buang pikiran kayak gitu.. perhatianmu itu lebih-lebih kok.. malah aku yang kurang ngasih ke kamu.."

     "Kamu juga udah lebih dari cukup kok.. perhatianmu itu beda bentuknya.. kamu lebih suka bertindak daripada ngomong, aku malah lebih suka kalo kayak gitu.."

     Dita tenggelamkan kepalanya di dadaku. Lalu mendadak aja aku teringat dengan Kinara. Maka kuutarakan aja sekalian ke Dita.

     "Yank.. aku butuh persetujuanmu.. saat ini Kinara lagi ada masalah.. aku pengen membantunya, tapi aku harus ngomong dulu sama kamu.."

      "Dari mana kamu tau kalo dia ada masalah..? Dia kan udah seminggu nggak masuk..?"

      "Tadi siang dia kesini, ngambil baju-bajunya, awalnya dia nggak mau cerita, tapi setelah kudesak, akhirnya dia mau cerita juga.."

      "Emang gimana masalahnya..?"

      Semua cerita dari Kinara tadi kuceritakan lagi pada Dita dengan detail, nggak ada yang terlewatkan, mulai dari masalah papanya yang diduga sakit karena dibuat orang, tentang persaingan jabatan di perusahaannya, fitnah-fitnah yang melanda papanya hingga akhirnya papanya masuk rumah sakit. sampe Kinara mau ngorbanin skripsinya. Bahkan aku minjemin dia duit aja aku ceritain. Kulihat Dita tampak mendengar baik-baik ceritaku, bahkan nggak menyela sama sekali. Setelah aku selesai cerita, Dita tampak diam berpikir, kuberi dia kesempatan buat mikir. 

Quote:      "Kok sampe segitunya ya yank.. kasihan banget.."

      "Makanya aku pengen bantuin dia yank.. tapi aku kan ngomong dulu sama kamu.." kataku.

       "Jadi dia mau cuti gitu? Padahal cuma tinggal skripsi doank.."

      "Kan sayang banget to yank.. tinggal dikit aja kok.." kataku.

      "Kira-kira kamu bisa bantuin dia nggak..?" 

      "Ya dicoba dulu.. aku juga belum tau.."

      "Sebenarnya kita wajib nolongin dia yank.. kamu kan juga punya kemampuan buat itu.. jadi malah lebih wajib lagi.."

      "Kamu ngebolehin aku nolong dia..?"

      "Iya lah.. udah kewajiban juga.."

      "Tapi kamu kan tau apa yang terjadi antara kami...? Gimana tuh..?" tanyaku..

      "Iya aku tau, dan kamu kan udah cerita semua soal itu.. jadi aku yakin kamu tau apa yang boleh dan yang nggak boleh kamu lakuin.."

      "Makasih sayang.." kupagut bibirnya.

      "Asal kamu tetep ingat.."

      "Iya tau.. aku milikmu.." kataku.

      "Sama ini.." tangan Dita kembali membuat gerakan meremas di bawah sana.

      "Eehh.. iya.. sama itu juga.." kataku.

     "Terus ntar kalo disana, kamu harus ngebales semua chatku.."

      "Iya.. gampang itu.." jawabku.

      "Soal utang duit itu, jangan kamu tagih lagi lho.."

      "Utang itu cuma alesan kok yank.. biar dia mau nerima aja.. aku nggak ngitung itu sebagai utang.." kataku

      "Baguslah kalo gitu.." Senyumnya mengembang kembali. "Gimana kalo aku juga ikut aja..?"

      "Maaf ya yank.. Bukannya nggak boleh nih, dan bukan apa-apa.. aku seneng aja kalo kamu ikut, tapi tempatnya jauh lho.. aku malah kasihan sama kamu, ntar disana harus bolak-balik ke rumah sakit, kamu malah jadi kecapekan ntar.."

     "Yaudah kalo gitu.."

     "Makasih buat pengertiannya yank.." kataku.

     Dita cuma tersenyum. "Terus kamu mau berangkat sekarang..?"

      "Ntar-ntar aja lah.. masih pengen sama kamu kok.." jawabku.

       Omonganku langsung dibungkam dengan bibirnya.. Dan untuk ketiga kalinya pertarungan itu pecah dengan sengit, tentunya nggak ada yang menang atau kalah. Aku tau beginilah cara Dita mengungkapkan sayangnya, aku tau dia ngelakuin ini karena takut kalo sampe kalah bersaing dengan cewek lain. Padahal aku sering bilang kali di nggak perlu ngelakuin itu, tapi dia tetep nekat aja. Hal itu  udah ngebuat aku ngerasa jadi orang yang sangat-sangat spesial di hadapan Dita, jadi aku bertekad akan terus berusaha untuk menjauh dari mereka semua.


Lanjut bawah gan sist..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 96 lainnya memberi reputasi
97 0
97
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:20
Suwun mbah apdetnya...
Lanjut bawah gaesss...
Diubah oleh kakangprabu99
profile-picture
profile-picture
profile-picture
x.pong.ah dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:20

Lanjutan

    Dita berada di kosan sampe jam 5 sore. Kuantar dia ke mobilnya, dan setelah mobil itu udah nggak kelihatan, aku balik lagi ke kosan, dan kutemukan br* hitam nyempil di belakang laptop. emoticon-Hammer (S)  bagaimana mungkin benda sepenting ini bisa lupa dipake dan sampe ketinggalan?! emoticon-Cape d... (S) Segera kuamankan benda itu, kutaruh di lemari tempat menaruh pakaian Dita yang lain. Kalo ketahuan Cindy, bisa hancur kuliahku.. emoticon-Hammer (S)  beres semua urusan di kosan, akupun berangkat menuju ke rumah.

       Sampai di rumah, kulihat ayah ibuku di ruang tamu nonton tv. Ada Cindy juga lagi bermain sama anak blacan itu, sekarang anak blacan itu udah gede, dan ukurannya lebih gede dari kucing rumah biasa, dan untungnya blacan itu bisa jinak banget, cuma duduk tenang di pangkuannya Cindy. Tiap bulan aja di bawa ke dokter hewan buat cek kesehatan dan vaksin antivirus kucing.

      Amrita dan Mandala ketiga tampak ikut bermain dengan blacan itu, sementara sepuluh prajurit mata-mata berjaga di luar rumah. Kalo Cindy berada di dalam rumah, tenti dia akan aman karena rumahku sudah dipagari berlapis-lapis, nggak akan ada jin yang bisa masuk, kecuali tentunya jin yang lebih tua dan lebih sakti dari Salma.

      Segera aku mandi, maghriban dan makan malam sekalian, setelah itu aku ikut gabung di ruang tamu. Aku minta ijin ke ayah ibuku soal usaha menolong Kinara, semua masalahnya kuceritakan dengan detail. Aku juga bilang mungkin ntar akan menginap di rumah sakit. Dan seperti biasa, beliau berdua langsung mengijinkanku. 

Quote:    "Selama kita masih bisa ngebantu orang, kenapa nggak..?" kata ayah.

     "Tapi kayaknya harus nginep yah.." jawabku.

     "Ya nggak papa kalo emang diperlukan, lagian besok kamu kan juga libur.." jawab ayah.

     "Le.. kamu itu punya kelebihan.. alangkah baiknya kalo kelebihanmu itu selalu dipake untuk nolong orang, lagian kamu kan juga mampu nolongin temenmu itu to.." sambung ibuku.

      "Iya bu.. jadi ntar nginap nggak papa kan..?" tanyaku.

      "Iya nggak papa… kamu punya pegangan duit nggak..? Kalo nggak, biar ibu kasih ntar.." kata ibu.

     "Ada kok bu.. pemberian bulanan dari ayah aja masih kok.." kataku.

     "Yaudah kalo gitu.."

      Memang transferan dari ayahku tiap bulannya selalu lebih dari cukup. Aku senang orang tuaku selalu mendukung kalo aku menolong orang yang kesusahan. Sedangkan Cindy malah ngasih ultimatum agar jangan macam-macam, karena dia tau jalan pikirannya Kinara, dia ngasih saran banyak banget. Jangan terlalu dekat, jangan ngasih harapan, dan jangan berjanji.. emoticon-Hammer (S)

       Malam itu juga sehabis maghrib, aku berangkat naik motor bersama Salma menuju ke kotanya Kinara, cuma membawa satu tas ransel berisi dua stel pakaian. Sebelumnya aku udah pamit lewat chat pada Dita. Dengan bermodalkan maps, aku langsung menuju ke rumah sakit pusat. Butuh waktu dua jam untuk sampai pusat kota, dan seperempat jam kemudian, aku sudah berada di parkiran rumah sakit besar itu.

      Tapi begitu masuk rumah sakit, aku kebingungan sendiri, aku nggak tau kamar tempat papanya Kinara dirawat, aku bahkan nggak tau nama papanya. Sambil jalan muter-muter, kuminta bantuan Dita untuk menghubungi Kinara, menanyakan ruangan papanya. Sambil menunggu, aku masih muter-muter rumah sakit itu. Kulihat banyak sekali jin qorin korban kecelakaan yang lalu-lalang dengan tubuh nggak lengkap bahkan hancur berlumuran darah. 

     Beginilah nggak nyamannya rumah sakit bagi kami yang punya kemampuan. Bukannya takut, tapi malah iba, manusia korban kecelakaan kayak gitu tentunya sangat menderita sebelum kematiannya. Para jin qorin itu cuma lewat dan menatapku, mereka nggak berani mendekat karena Salma telah mengintimidasi mereka. Nggak bisa kubayangin kalo Cindy berada di rumah sakit, dia pasti langsung pingsan ketakutan.

      Dita membalas chatku, dia bilang kalo Kinara nggak memberitahu dimana tepatnya ruangan itu, mungkin Kinara udah tau kalo aku akan kesini, padahal dia nggak mau aku kesini, jadi dia nggak akan ngasih tau dimana ruangan itu. Aku duduk di sebuah ruangan tunggu, memikirkan langkah selanjutnya. Lalu kepikiran cara pendeteksian, aku hafal auranya Kinara, mungkin aku bisa mencari keberadaannya dengan batin.

     Aku belum pernah melakukan ini, jadi ini termasuk  percobaan juga. Aku meminta bantuan Salma juga untuk mendeteksi keberadaan Kinara. Maka ditengah rame dan hiruk pikuknya ruang tunggu rumah sakit itu. Aku coba bermeditasi dengan mata terbuka, masuk di kedalaman batin dan pikiran, membayangkan wajah Kinara dan merasakan auranya, lalu menyatukan energi dan batinku dengan Salma agar memperoleh daya jelajah yang lebih luas.

      Setelah cukup lama, akhirnya kuperoleh suatu gambaran di otakku, figur seorang cewek yang sedang duduk di kursi sofa di sebuah ruangan vip di lantai dua rumah sakit itu, maka kuhafalkan jalan menuju ke ruangan itu. Ternyata cara itu berhasil, ini adalah suatu perkembangan besar buatku, suatu bentuk kembangan dari mata batin. Salma tampak tersenyum, dia ikut senang dengan perkembanganku ini.

    Maka aku segera beranjak menuju ke sana, melewati lorong-lorong yang dipenuhi jin qorin yang berwujud mengerikan, masuk ke sebuah lift dan naik ke lantai dua, kembali melewati lorong panjang yang sepi, tapi terlihat rame bagiku, hingga akhirnya sampai di sebuah piintu ruang vip. Kurasakan setidaknya 4 energi jin kuat dari dalam pintu itu. Tanpa ragu aku membukanya. Dan kulihat Kinara tampak terkejut besar. Tapi aku juga sangat terkejut dengan apa yang kulihat.

      Ruangan itu cukup besar karena emang ruang vip. Ada satu set sofa disitu, dan Kinara duduk di salah satu sofa itu, juga tampak seorang perempuan berusia sekitar 45 tahunan yang menunjukkan raut wajah capek, lalu seorang cewek seumuran SMA yang wajahnya mirip Kinara, ada juga seorang anak cowok seumuran SMP, mereka semua duduk di sofa sambil menatapku dengan heran. 

     Tapi yang membuatku terkejut adalah apa yang berada di hadapan mereka. Di sebuah tempat tidur, tampak tergolek lemah seorang laki-laki setengah baya, matanya terbuka tapi dia nggak bisa bergerak, karena seluruh tubuhnya dililit oleh sosok ular sanca sebesar paha orang dewasa, ular itu menegakkan kepalanya, menjulurkan lidah bercabangnya dan mengeluarkan suara mendesis keras. Aku yakin laki-laki itu adalah papanya Kinara, wajahnya terlihat jauh lebih tua dari umur yang sebenarnya.

      Dari mulut laki-laki yang tergolek itu sesekali terdengar suara kayak tercekik dan mata yang membalik-balik putih. karena emang di lehernya ada seutas tali tambang besar yang mencekiknya, ujung tali itu dipegang oleh sosok makhluk berwujud siluet seperti bayangan hitam yang sangat besar, bahkan kepalanya sampe menyundul atap ruangan yang tingginya 3 meter itu. Makhluk hitam itu sesekali menarik tali tambang yang dipegangnya, dan setiap kali tambang itu ditarik, maka laki-laki di tempat tidur itu seakan tercekik lehernya.

      Tapi itu belumlah cukup, karena masih kulihat dua sosok makhluk mengerikan berdiri di samping tempat tidur. Dua makhluk itu berwujud hampir sama, mirip buto ijo, tapi berkulit abu-abu mirip semen beton dan sangat kasar, bulu-bulu jarang tumbuh di seluruh tubuhnya. Rambut di kepala panjang tapi sangat jarang, mulutnya besar menonjolkan empat buah taring yang panjang, lidahnya merah panjang sampai ke dada, mulutnya terus meneteskan air liur. matanya besar melotot kayak mau keluar, hidungnya juga sangat besar. Tingginya mencapai 2 meteran.

      Satu makhluk membawa semacam golok besar, dan yang satunya membawa gada berduri. Dua senjata ini di pukul-pukulkan terus-menerus ke arah kaki papanya Kinara. Masih ada belasan makhluk lainnya yang mengelilingi tempat tidur itu. Wujud mereka hampir mirip dengan dua makhluk yang membawa senjata itu, tapi ukurannya lebih kecil, cuma setinggi anak-anak. Mereka memegangi tangan dan kaki papanya Kinara hingga nggak bisa bergerak. Padahal cuma dililit ular sanca itu aja udah nggak bisa gerak.

    Tentu aja orang pintar yang pernah kesini itu udah bilang nggak sanggup duluan, orang makhluknya aja segini banyaknya. Jadi ternyata inilah 4 energi yang kurasakan dari luar ruangan tadi, satu makhluk hitam kayak asap, satu ular sanca besar, dan sya makhluk mirip buto. Energi hitam pekat yang kuat dan bisa mempengaruhi manusia yang mendekatinya. 

      Pantesan keluarganya nggak berani terlalu dekat karena emang mereka akan ngerasa nggak nyaman akibat pengaruh energi hitam itu. Cuma cuma beberapa detik aku memandang berkeliling ruangan, tapi aku udah tau apa aja isinya. Lamunanku buyar oleh tarikan tangan Kinara, aku diseret keluar ruangan.

Quote:    "Kok kamu bisa ada disini?! Gimana kamu bisa tau..?!" 

     "Ya bisa lah.. gampang itu.." jawabku.

      "Kan udah kubilang nggak usah kesini.."

      "Aku kesini mau jenguk papamu kok.. bukannya nemui kamu.. hehe.." kataku.

      "Sama aja deh..! Kamu itu kok ya ngeyel aja..!"

      "Aku udah nyampe sini lho.. masak kamu mau nyuruh aku pulang lagi…" kataku.

      "Tapi aku nggak enak sama kamu yo Ndra.."

       "Udah kubilangin.. nggak usah mikirin itu.. dan karena aku udah disini, maka lebih baik sekalian aku berusaha buat bantu papamu.. oke..?"

      Kinara terdiam, kubiarin dia berpikir dulu beberapa lama, tapi akhirnya dia ngomong juga. "Kamu udah lihat kan tadi keadaannya papa.. menurut kamu gimana..?"

      "Dia emang kena gangguan gaib.." kataku.

      "Bener berarti.. menurutmu dibuat orang atau gimana..?"

      "Aku nggak mau menduga, ntar malah jadi fitnah.. yang jelas papamu kena gangguan makhluk gaib.."

     "Tapi aku yakin kalo saingannya papa itulah yang ngelakuin ini.."

     "Jangan suudzon dulu.. kataku. "Dan yang penting sekarang kami akan coba menolong papamu dulu.." kataku.

      "Kami..?"

      "Eehh.. maksudku aku.." kataku meralat, Salma ketawa geli.

       "Yaudah kalo gitu, tapi sebelumnya makasih karena kamu udah mau datang jauh-jauh.."

       "Jangan dipikirkan.. sekarang mau nggak kamu ngenalin sama keluargamu.." kataku.

      "Ya jelas lah.. gimana sih.."

      Kamipun masuk kembali ke ruangan itu. Baru aja masuk, para makhluk itu segera mengintimidasi kami dengan menggeram keras dan keluarkan energi mereka, energi hitam yang membuat perasaan tertekan dan dada sesak. Jarak sofa dengan tempat tidur itu sekitar 2 meteran, tapi energi mereka masih terasa kuat. Tapi Salma masih tenang-tenang aja, maka akupun berusaha untuk tenang. Aku heran keluarganya Kinara betah di ruangan itu, mungkin karena emang suatu keharusan menjaga kepala keluarga mereka.

       Kinara memperkenalkan aku pada mama dan dua adiknya. Kami ngobrol basa-basi, dan aku bilang kalo aku ke situ cuma mau menjenguk papanya. Keluarganya Kinara sangat ramah dan menyenangkan, sama kayak Kinara sendiri, ketiga anaknya itu terlihat dekat satu sama lain dan sangat akur. Ini malah bagus, karena biasanya dalam satu keluarga, hubungan dengan adik atau kakak sendiri itu nggak akur. Kalo dari dekat gini baru kelihatan kalo antara mamanya, Kinara dan adik ceweknya itu punya kemiripan yang jelas.

Quote:      "Makasih ya dek.. udah jauh-jauh datang buat menjenguk.."

      "Kinara itu sahabatku tante.. udah jadi kewajiban buat menjenguk.." kataku.

      "Kamu ini satu angkatan sama Kinara..?"

      "Nggak sih tante.. aku masih di bawahnya, kita ini satu kosan jadi bisa kenal dekat.."

       "Oo gitu.. ya beginilah keadaan kami.. gusti Allah sedang memberi cobaan pada kami.."

       "Yang sabar ya tante.." kataku. "Aku paham sedikit soal gaib juga.. jadi ntar coba aku bantu om.."

      "Oiya..?! Mbokya tolong dek… kali aja adek malah bisa ngebantu.."

     "Tapi belum bisa janji tante.. kalo Allah mengijinkan, nanti om bisa sembuh lagi kok…" kataku.

      "Amiinn… makasih ya dek.."

     Mamanya Kinara bercerita juga soal suaminya dengan detail, mulai dari awal kejadian hingga akhirnya dia masuk rumah sakit. Tampak kesedihan terpancar dari wajahnya, hingga akhirnya air mata tumpah juga. Kinara dan adik ceweknya langsung memeluk mamanya, dan mereka bertiga bertangisan. Setelah tangis itu reda..

Quote:    "Mama pulang duluan aja sama adek ya.. mama kan capek.. jadi istirahat aja dirumah.. biar aku yang jagain papa.." kata Kinara.

      "Terus ntar kamu sendirian gitu..?"

      "Ya nggak papa kan.." jawab Kinara.

      Aku ikut nimbrung. "Ntar biar aku temeni tante.. boleh kan..?"

     "Kamu mau menginap..? Ya malah kebetulan.. boleh kok.. yaudah kalo gitu.."

      Kinara menatapku dengan heran. "Kamu mau menginap?!"

      "Iya lah… udah kemaleman kalo mau pulang.."

      "Yaudah.. kalian jaga papa baek-baek.. mama mau pulang dulu.."

      "Iya ma…" jawab Kinara.

      "Ati-ati tante.." kataku.

      Gampang banget dapet ijin menginap sama putrinya, meskipun di rumah sakit sih.. emoticon-Ngakak (S)  Tapi kayaknya mamanya tadi emang lagi pusing mikirin papanya, jadi udah nggak mikir hal lain lagi. Sebelum mereka pulang, aku sempat minta bantuan Salma untuk menetralisir energi hitam dari para jin yang ada di situ yang sempat menempel di tubuh mereka. Selepas kepergian mama dan adik-adiknya, Kinara malah tampak canggung, bener-bener aneh. Kami cuma duduk diam di sofa.

Quote:    "Kamu ngapain..?" tanyaku.

     "Kamu itu yang ngapain.. dibilangin nggak usah kesini kok.. malah nekat.. dan sekarang malah ikut jagain papa.."

     "Nggak papa yo.. aku emang udah niat mau menginap disini kok.." kataku.

      "Ternyata udah direncana.." sahut Kinara. "Terus sekarang gimana..?"

      "Ya biar aku coba buat bantu papamu.."

      "Gimana caranya..?"

      "Biar aku aja.. tapi kamu jangan heran atau kaget kalo ngelihat ada yang aneh lho ya..." kataku.

      "Aneh gimana..?"

      "Ntar kamu akan lihat sendiri kok…" jawabku.

      Aku mulai mendekat ke arah tempat tidur itu, dalam jarak 1 meter, aku berhenti. Geraman dan desisan para makhluk itu mulai terdengar lagi, dan kali ini jauh lebih keras. Energi mereka juga makin menguat. Mendadak belasan makhluk mirip buto mini itu menyerbu serentak ke arahku!


bersambung…



163

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 118 lainnya memberi reputasi
119 0
119
Lihat 31 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 31 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:21
Gasssss koment dulu... Nanti di edit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:38
sesuk reboo, waahhh, kentang e 2 dino...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
HITAM Season 2
08-06-2021 17:39
sumpah, yg mutus cerita ditengah pas banget..
Diubah oleh bobzlogic
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakangprabu99 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:41
Nunggu besok jam 17.00 wib bagaikan nunggu pacar vidcall..... terasa sangaat luamaaa 😂😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:41
nunggu kamis loh 😭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
HITAM Season 2
08-06-2021 17:45
Jangkrik mbah , nanggung temen iki part e mbahemoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:45
Perangnya ditunda sampai hari kamis 😭😭😭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
08-06-2021 17:45
Ya ampun mbah. Kok yo di rebus kentang nya. Sesuk ki rebo mbah. Sesuk prei. Kok yo tego..... 😭😭
Diubah oleh tebokribo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 250 dari 323
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
our-secret-passages
Stories from the Heart
rembulan-di-ujung-senja
Stories from the Heart
ruang-kosong
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia