Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
314
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60bd51e368b0ba00563354e1/tanpa-riba-tanpa-sita-tanpa-denda-dan-berujung-tanpa-dibangun
Lagi, lagi, lagi, dan lagi. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi, ketika banyak korban berjatuhan karena penipuan. Sejak alam diciptakan, sudah tak terhitung lagi modus orang mengakali orang lain. Makin lama makin berkembang seiring kepanda
Lapor Hansip
07-06-2021 05:53

Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa DibangunTanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
Selamat pagi, siang, sore, petang, dan malam kawan - kawan kaskuser semua yang baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi


Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Lagi, lagi, lagi, dan lagi. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan situasi, ketika banyak korban berjatuhan karena penipuan. Sejak alam diciptakan, sudah tak terhitung lagi modus orang mengakali orang lain. Makin lama makin berkembang seiring kepandaian otak manusia. Sungguh sangat disayangkan, manusia diberi otak oleh Tuhan bukannya untuk memikirkan hal baik tapi malah di pakai untuk menipu.

Dan yang lebih amat sangat disayangkan sekali adalah ketika penipuan itu menggunakan istilah - istilah berbau agama. Tak usah mengungkit penipuan menggunakan simbol agama yang terkait politik, kita bisa mengambil contoh yang dekat dengan kehidupan kita sehari - hari. Seperti penipuan pembangunan perumahan yang menggunakan sistem syariah.

Tidak ada yang salah sih dengan sistem syariahnya. Tapi oknum - oknum penipu-lah yang meminjam kata syariah sehingga konotasinya menjadi negatif. Dengan menggembar - gemborkan penawaran rumah tanpa riba, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa BI checking, tanpa survey, dan tanpa sita; seolah membeli rumah itu sangat mudah dan sederhana. Tinggal kasih data diri lalu dapet kunci. Nggak perlu mikir gimana kalau nggak lolos BI checking, gimana kalau nggak bisa bayar cicilan, gimana kalau biaya - biayanya besar, bahkan gimana kalau bakal dapet dosa dari utangan kredit. Semua itu bisa teratasi kalau menggunakan sistem yang menurut mereka sebagai sistem inhouse syariah.

Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Kadang ane sendiri sempat berpikir. Sudah banyak orang yang kena tipu, kenapa masih banyak juga orang lain yang terkena penipuan dengan modus yang sama. Jawabannya adalah karena ketidakseimbangan antara kebutuhan rumah denga kemampuan orang untuk membelinya. Ane rasa semua rumah tangga, bahkan yang masih jomblo sekalipun, pasti menginginkan memiliki rumah sendiri. Sayangnya, untuk bisa memiliki rumah, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Kalau mau bangun sendiri, tentu harus sudah punya lahannya, beli materialnya, dan tentu bayar upah tukangnya. Kalau di total - total habisnya pasti lumayan besar.

Kalau mau beli yang udah ready stock juga bisa. Tinggal pilih, mau bayar tunai dengan cara menabung dulu, atau dengan kredit; tergantung kemampuan untuk memanajemen keuangan masing - masing. Khusus untuk sistem kredit, ada yang melakukan KPR melalui bank, dan ada pula yang langsung bertransaksi secara inhouse ke pengembang. Kalau KPR, ane yakin Gansis sudah pada paham lah ya. Intinya kita membeli rumah dengan mengangsur ke bank, dengan jaminan surat rumah tersebut di pegang oleh pihak bank. Sehingga kalau lunas nanti, surat tersebut akan diberikan kepada kita.

Berbeda dengan sistem inhouse, kita membeli rumah dengan cara mencicilnya ke pengembang. Jadi selama kita belum lunas, surat - surat tersebut masih akan dipegang oleh pengembang. Lalu, bedanya dimana? Bukannya sama aja ya? Sama - sama surat kita dijadikan jaminan. Bedanya adalah bank jelas punya kredibilitas yang baik karena dijamin oleh negara. Sedangkan pengembang, kita jelas tidak tahu kredibilitasnya. Jangan - jangan rumah yang kita cicil, sertifikatnya digadaikan lagi oleh pengembang. Atau jangan - jangan surat - suratnya ilegal atau bermasalah.

Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Meski begitu, sistem inhouse ini memang cukup menggiurkan, apalagi kalau diduetkan dengan sistem syariah. Sistem inhouse membuat calon pembeli tak lagi pusing dengan urusan pengajuan kredit seperti BI checking dan persetujuan kredit, sedang sistem syariah membuat calon pembeli makin dimanjakan karena tak usah pusing dengan bunga dan denda. Sungguh menggiurkan. Sayangnya, duet sistem ini cukup riskan. Banyak penipuan perumahan menggunakan duet sistem ini.

Janji - janji manis tanpa - tanpa - tanpa - bla - bla - bla itu berakhir dengan zonk. Setelah membayar sejumlah cicilan, rumah yang katanya masih dalam proses pembangunan, ternyata tak dibangun - bangun. Bahkan, ironisnya lagi, ada pula yang belakangan diketahui proyek perumahannya fiktif. Tanah dan bangunan yang ditawarkan ternyata bukan milik pengembang. Mereka hanya menyewa saja. Bermodalkan tanah sewaan, umbul - umbul dan brosur mereka sukses mengelabuhi korbannya. Kok bisa? Ya bisa. Wong konsumen nggak kritis, nggak pernah nanyain legalitas dan surat - suratnya.

Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Hanya karena tergiur berbagai "tanpa" membuat mereka tak berpikir panjang. Apalagi kalau si marketing masih menambah lagi dengan iming - iming hadiah jika melakukan akad hari ini, tambah nggak berpikir lagi, langsung deal saat itu juga. Apalagi kalau yang akad saat itu banyak, tambah yakin lah kalau ini valid no tipu - tipu. Pikirnya, kalau penipuan kan nggak mungkin yang ikutan banyak. Atau, nggak mungkin penipuan lah, ntar kalaupun penipuan yang kena tipu nggak ane sendiri kok, tapi yang lain juga.

Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Sungguh sangat disayangkan. Masyarakat kita yang kurang kritis ini ditangkap sebagai sebuah peluang oleh para komplotan penipu. Meski harus digaris bawahi, bahwa tak semua pengembang yang menerapkan sistem inhouse syariah adalah penipu. Ada juga pengusaha baik hati yang punya niat baik membantu masyarakat yang sangat ingin memiliki rumah, dengan memberikan berbagai penawaran tanpa - tanpa - tanpa diatas. Yang pasti sih, sebagai masyarakat, kita harus waspada dan kritis kalau mendapat penawaran perumahan dengan sistem seperti ini. Jangan sampai timbul penyesalan dikemudian hari.

Buat Gansis yang punya pengalaman terkait dengan pembelian rumah dengan sistem inhouse, syariah, maupun KPR; boleh lah di share ceritanya dimari. Siapa tau bisa menjadi pencerahan buat Gansis lain yang sedang membutuhkan informasi mengenai pembelian rumah. Juga untuk menghindari modus - modus baru penipuan dalam hal pembelian rumah.


Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

Disclaimer : Asli tulisan TS
Referensi : Ini dan Ini
Sumur Gambar : Om Google




Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun

profile-picture
profile-picture
profile-picture
edelweis111 dan 70 lainnya memberi reputasi
67
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 5 dari 11
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:00
mending2nya, kalaupun gak ketipu mentah2 tapi tetep aja ketipu waktu bre

tetangga gue awal akad dengan meyakinkan koar2 8 bulan rumah beres dibangun (dia beli cash keras seharga 270jt)

selama rumah belum jadi, dia ngontrak deket gue, skrg udah jalan 3 taun ngontrak & alhamdulillah rumahnya masih belum selesai
progres ada, tp kaya keong
3 taun ngontrak aja udah 75jt uang dia keluar


syariah membawa masalah
capedeh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SuaraLagita dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:09
ngakak asli baru baca judulnya aja emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Diubah oleh Koropockle
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:10
emoticon-Wakaka
lagian siapa sih yang mau rugi...
kalau ane mikirnya sih yang realistis aja...

0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:23
ya elah agama orang lain loe urusin.,
urusin agama loe aj tong emoticon-Malu
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:26
Agama lain kok gak ada yg ribet2 soal riba dsb yak...
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:30
satu lagi, ganteng ustad/pemuka agama biar lebih meyakinkan emoticon-2 Jempol
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:33
pembeliny pasti kadrun 101%.....


klo ga ya g mungkin ketipu....


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:37
Jualan agama emang laku keras cuy

emoticon-Jempol
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:54
INTI NYA SEMUA BUTUH UANG KALO NGAK BUTUH UANG DAN KEUNTUNGAN ITU PASTI BOONG
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:56
🤣🤣 Goblok dipelihara
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 14:56
Kayak gini bikin malu, yang namanya akad harus amanah, nipunya bawa nama agama lagi
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 15:12
hubungan duit besar, itu musti cek cek dan cek, emoticon-Cool

cepat2 tidak bagus, gimmic yang banyak tidak bagus, terlalu lambat juga tidak bagus, tidak ada gimmic juga tidak bagusemoticon-Ngakak

0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 15:13
Walaupun asumsi si pengembang syariah ini jujur, semua tanpa ini itu, lalu keuntungan si pengembangnya dari mana?
Misal biaya bangun 1 rumah 1 milyar, krn diharuskan tanpa bunga, jadi sipengembang itu apakah menjual rumahnya dgn harga 1 milyar juga atau boleh dinaikan misal 1,3m?

Dan utk modal pengembangnya krn tanpa bank, apakah sipengembang harus punya duit yg banyak utk mengcover semua proses biaya pembangunan kavling?

dan kalau seandainya si pembeli ini sudah tdk sanggup bayar cicilannya dan sudah dikasih kesempatan sekian bulan utk bayar tunggakan cicilan tapi tetap tdk mampu, jadi dgn model syariah ini apa pengembang berhak menyita rumahnya, atau ada solusi lain?

Penipuan perumahan syariah ini, tidak bisa sepenuhny salah sipengembang juga sih, krn mereka sekedar org jahat yg melihat penipuan yg berbasis syariah ini masi banyak "pangsa pasarnya".
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 15:26
ada planning buat beli rumah , tp liat lgi itungitung dan benafit uang segede itu kalo dibikin usaha dna kita sementara ngontrak dahulu malah bs beli cash somedayny ...
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 15:36
emang yg berbau syariah lg naik daun bgt
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 16:13
Komplotannya eko recing 🤣
profile-picture
tokoalshop memberi reputasi
1 0
1
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 16:27
pinjam bank syariah juga sama aja, padahal bunganya lebih gede, cuma ganti nama aja, produknya mah sama aja.. mana bangga lagi bank Syariah makin banyak emoticon-Big Grin

negara lain sudah mikir kedepan, negara kita sudah jauuh didepan bahkan kehidupan setelah meninggal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
icecool87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 16:32
agama mengalahkan logika emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan adrianfuzagame memberi reputasi
2 0
2
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 16:47
kalo gue ngelihatnya ada over simplifikasi terkait kredit2 syariah ini sih.

Misalnya, apakah jaman Nabi Muhammad udah ada kredit2 yang sifatnya konsumsi kayak model kpr gini atau kredit kendaraan nggak? Karena sependek pengetahuan gue, jaman itu, yang sampai berhutang itu ya memang orang miskin dan kepepet untuk kebutuhan pokok, makanya nggak perlu hitungan analisis resiko karena yaaah, bisa dianggep sedekah. belum lagi yang berhutang juga kerabat atau tetangga dekat juga biasanya.

Sementara kalo yang beredar kan kebanyakan yang diekspose "tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita", nah kalau terjadi dispute gimana? dari sisi developer, nggak gampang loh nagih, apa iya mau dianggep sedekah? dari sisi konsumen, seberapa hebat sih kemampuan konsumen mengakses data apakah beneran si developer punya uang buat bangun? aspek hukum tanahnya, dll...

Kalo menurut gue sih, kalau emang mau menerapkan syariah, ya jangan ngutang. Biasain nabung dulu kalau udah cukup beli cash. beli tanah dulu, nabung lagi beli bahan bangunan, bangun pun dicicil sampai jadi. Tanpa embel2 "syariah" kakek-nenek kita dulu, sebelum jaman kpr kan gini cara bangun rumahnya.

Jadi, kata kuncinya ya "Jangan Ngutang..."
0 0
0
Tanpa Riba, Tanpa Sita, Tanpa Denda dan Berujung Tanpa Dibangun
07-06-2021 17:29
lagian yang namanya syariah di indonesia cuman namanya doank.
kalo sistem perbankan syariah yang sebenarnya BANK gak cuma menanggung untung, tapi juga siap rugi.

misalnya, beli motor secara syariah harga 10 juta, bank syariah akan membeli motor itu dan menjual kembali kepada pembeli seharga misalnya 15 juta, lalu nanya, buat apa motor ini?
jika buat jualan, berapa keuntungannya?
dari keuntungan itulah bank menentukan berapa besar cicilan perbulan.
misal 15 juta dicicil 600ribu (keuntungan misal 2Jt) selama 25 bulan

tapi namanya usaha, kadang untung kadang rugi. nah kalo si pembeli motor rugi bank juga harus siap rugi.

KENYATAANNYA, BANK SYARIAH di Indonesia, gak mau tau. dia cuma mau tau tiap bulan harus bayar 600Rb. tutup mata kalo si pembeli untung atau rugi.

dari situ apanya yang SYARIAH? cuma ganti nama aja dari konvensional ke SYARIAH. pakai akad kredit pakai bahasa arab semacam mudarobah dll.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
icecool87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Halaman 5 dari 11
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia