Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
19284
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 243 lainnya memberi reputasi
230
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 243 dari 322
HITAM Season 2
01-06-2021 17:17
Gelar koran..... Sebentar lagi
Diubah oleh gearbox13
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:19
ayo mbah update ni kopi sama pisang gorengnya mo hampir habis nungguin updaten khusus mbahjoyo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:20

Syukuran

      Pelaku utama teror itu telah berhasil kami tangkap, meski harus melalui pengejaran dengan berlari lumayan jauh di jalan setapak di tengah hutan. Kami bahkan menangkap satu warga desa yang terbukti telah menjadi kaki tangan musuh. Namun masih ada yang membuatku nggak puas, pelaku itu nggak bisa olah kanuragan, cuma mengandalkan ilmu hitam dan ilmu kebal. Bahkan nggak ngelawan sama sekali waktu kuhajar, padahal jelas sekali kalo ilmu hitamnya itu sangat hebat.

     Tapi hal itu malah mempermudah kami dalam menangkapnya, dan juga nggak menimbulkan korban jiwa. Kalo dia punya kanuragan yang hebat, tentu dia akan melawan dengan sengit, dan mungkin salah satu dari kami akan ada yang mati. Atau malah dia mati karena diterjang peluru polisi.

     Sesampainya di desa, Energi aneh yang menyelimuti desa itu udah menghilang. Kini aura di desa itu sudah kembali nyaman dan nggak bikin warga ketakutan. Aku pamit duluan pada para polisi itu dan berbelok ke rumah neneknya tante Silvy. Biar para penjahat itu diurus polisi, karena aku udah ngantuk banget. Malam itu aku tidur sendirian karena tante Silvy menginap di rumah paman. Tapi masih ada Salma dan Amrita yang menemaniku.

     Baru aja merem beberapa menit, adzan subuh sudah terdengar, jadilah aku bangun lagi dan nggak jadi tidur. Ambil air wudhu dan subuhan bareng Salma dan Amrita. Lalu dilanjut dzikir dan bermeditasi. Selesai meditasi, aku keluar rumah itu. Langit udah semburat remang menjelang pagi. Udara terasa sejuk segar.

    Lalu lewatlah cewek hitam manis yang kemarin. Sama kayak kemarin, dia membawa keranjang bambu yang tampak berat. Dia tersenyum ke arahku yang kubalas dengan senyuman juga. Aku jadi ngerasa kasihan ngelihat dia yang tampak berat membawa keranjang itu, maka kudekati aja dia. Entah kasihan atau naluri turunan dari raja yang bicara. emoticon-Big Grin

Quote:      "Mau kemana mbak..?"

      "Ke pasar mas.."

      "Lah.. disini ada pasar to..?" tanyaku basa-basi.

      "Ada sih.. tapi  nggak bisa disebut pasar kok mas.. yang jualan paling cuma 15 orang.."

      "Boleh aku bantuin bawa mbak..?"

      "Nggak usah lah mas.. malah ngerepotin ntar.."

       "Nggak ngerepotin kok.. sini aku bantuin bawa.."

       Kuambil keranjang dari tangannya, lumayan berat juga. Lalu kami jalan bareng menyusuri jalan beton menuju ke barat. Kudengar tawa jahat dari Amrita, dia selalu ketawa saat aku dapat korban. emoticon-Ngakak (S)   Sampai di perempatan dekat balai desa, tampak beberapa pedagang mulai menggelar lapaknya. Mereka adalah penduduk desa ini juga. Lapaknya sederhana, cuma meja tempat meletakkan barang dagangan, juga terpal plastik yang nggak permanen menutupi bagian atas. 

     Saat itu kuhitung ada 12 pedagang yang lagi jualan di pinggir perempatan. Udah banyak juga ibu-ibu yang membeli barang yang dibutuhkan. Barang dagangan sebagian besar berupa bahan pokok hasil bumi mereka sendiri. Cewek itu berhenti di salah satu lapak dan mulai bicara dengan penjualnya, ternyata penjual itu adalah ibunya. Maka kuserahkan keranjang yang kubawakan tadi padanya. Ternyata isinya adalah singkong, pantesan berat gitu. Lapak ini menjual sayur-sayuran juga.

Quote:      "Oalah.. kok pake repot-repot bawain segala to mas.." kata si ibu.

      "Nggak repot kok bu.. sekalian jalan-jalan tadi.. kebetulan ketemu mbak ini.." jawabku.

      "Makasih banyak lho mas.. sini duduk dulu.. mas ini kan yang dimintai bantuan buat ngusir hantu itu ya..? Kesini sama Silvy itu kan..?"

      "Iya bu..  cuma nyoba bantuin warga desa kok bu.." jawabku.

      "Saya juga makasih banyak udah dibantuin ngusir hantu itu.. udah lama warga desa ini resah karena teror itu.."

       "Insya Allah abis ini aman kok bu.." kataku.

       "Amiinn.."

      Lalu datang seorang ibu-ibu mau membeli, maka aku langsung pamit karena takut mengganggu jualan itu. 

      ."Aku mau langsung balik aja ya bu.."

      "Kok keburu buru dek…? Ngobrol dulu sama anak saya ini lho..

     "Mau muter-muter ngelihat desa kok bu.." jawabku.

     "Nanti sebelum pulang, adek mampir dulu ke rumah kami ya..  cuma deket dari rumahnya pamannya Silvy kok.."

       "Di usahain ya bu.."

       "Sekali lagi makasih ya dek..

       "Iya bu.. yuk balik dulu.." kataku ke cewek itu.

       "Iya mas.. makasih.."

       Saat jalan balik ke rumah nenek, sempat kepikiran, kok ya mau-maunya aku bawain keranjang tadi, kesannya kok niat banget mau modusin gitu. Dalam hati geli sendiri, masalahku udah banyak, nggak perlu nambah lagi, tapi kemudian aku sadar, kok kayak dia mau aja sama aku, terlalu pede kayaknya. Tau-tau udah nyampe depan rumah nenek, dan udah ada tante Silvy di depan pagar, dia tampak celingukan.

Quote:      "Darimana tadi? Kok pake senyum-senyum sendiri gitu?"

       Ternyata tadi tanpa sadar aku udah senyum sendiri, menertawakan kebodohanku. "Lihat wajahnya kakak jadi pengen senyum.."

       "Halah gombaall.." tapi bibirnya tersenyum dan pipi memerah. "Dari mana kok…?!"

       "Dari jalan-jalan…" jawabku.

       "Dari pasar ya?"

       "Lah.. ngapain ke pasar..?" tanyaku balik.

       "Mungkin mau menemui cewek yang kemarin.."

       "Nggak yo kak.. darimana kakak bisa berpikiran gitu..?" tanyaku.

       "Dia kan jualan di pasar…"

       "Ibunya yang jualan.. bukan dia.." jawabku.

        "Lho?! Kok kamu malah tau? Pasti abis dari sana!" bibirnya udah runcing aja.

        Aku ketawa ngakak. "Cuma lewat tadi.. nggak sengaja lihat mereka.."

       "Nggak percaya aku..!" tante Silvy jalan memasuki rumah.

        "Kakak cemburu ya..?" godaku.

        "Nggak.. ngapain cemburu.."

         "Halah ngaku aja lah kak.. haha.."

         Matanya udah melotot besar. "Dibilang enggak ya enggak.. "

         Kini kami telah berada di kamar. "Iya deh.. nurut.."

         "Lagian ngapain sih pake nemuin dia?!"

         Hadeh.. emoticon-Cape d... (S)  Bilangnya nggak cemburu tapi masih aja ngebahas itu. "Nggak nemui dia yo kak.. aku jalan-jalan lewat pasar, nggak sengaja ngelihat dia.."

        Tante Silvy nggak menjawab, dia duduk di pinggiran tempat tidur. Mataku terasa pedas, maka kurebahkan diri di kasur.

        "Kok malah mau tidur lagi sih?!"

        "Ngantuk kak.."

        "Berarti kamu semaleman nggak tidur ya..?"

        "Ya begitulah.."

        "Duuhh.. yaudah.. kamu istirahat dulu aja.." tante Silvy ikut rebah di sebelahku, dia miring menghadapku.. "Aku tadi dengar cerita dari paman.. kamu bener-bener hebat..!"

       "Emang paman cerita apa?" tanyaku.

       Tante Silvy mulai bercerita apa yang diceritakan pamannya tentang kejadian tadi malam, sama kayak yang kualami sendiri. Sementara mataku terasa makin berat. Aku jadi kayak didongengin sama tante, hingga akhirnya tanpa sadar aku terlelap.

       Aku terbangun oleh suara ribut-ribut dari ruang tamu. Sudah ada Salma dan Amrita di sebelahku. Kubuka hp, udah jam setengah tiga sore! Lama juga aku tidur. Ada banyak sekali chat dari Dita, juga dari Dinda dan Citradani, maka kubalas dulu satu-persatu. Tapi suara ribut itu tambah kenceng aja, kayak ada dua orang laki-laki sedang berdebat dengan sengit.

      Maka aku beranjak keluar kamar, mengintip dari gorden pintu tengah, ada dua laki-laki sedang berdebat dengan sengit, aku ingat tadi malam dua orang itu juga ikut meronda. Sementara tante Silvy duduk terdiam dengan wajah takut. Ada rasa dongkol mau meledak di dada. Aku jalan menuju dapur, mengambil dua bilah pisau dapur dan balik lagi ke ruang tamu. Tante Silvy langsung bangkit dan mencengkeram lenganku. 

Quote:      "Jangan Ndra..!"

      "Tenang aja kak.." kataku.

      Salah satu orang itu menyadari keberadaanku. "Lho?! sampeyan kan yang semalam itu…" 

      "Kenapa sampeyan bisa ada disini?!" potong orang yang satunya.

       "Gue  adiknya kak Silvy!" bentakku. "Denger lu berdua! Kalo mau ribut diluar sana! Di lapangan! Jangan di rumah orang kayak gini! Nih gue kasih senjata satu satu! Nanggung banget ribut cuma omongan doank!" 

      Kusodorkan dua bilah pisau itu, tapi mereka malah terdiam. Tante Sivy malah terbengong.

     "Nggak kok mas.." jawab salah satunya.

     "Nggak apanya?! Jelas-jelas kalian ribut di rumah orang! Di depan perempuan lagi! Nggak malu apa?!"

     "Dia ini yang mulai mas..!"

     "Gue nggak peduli urusan lu berdua! Gue cuma nggak mau kalian ribut di rumah orang! Sono di lapangan! Pake pisau sekalian biar cepet kelar urusannya!" bentakku.

      "Mending kalian pergi aja dari sini!" kta tante Silvy.

      Dengan muka merah padam menahan malu dan amarah, mereka keluar rumah sambil menunduk. Dalam hati aku ketawa sendiri, sedikit banyak aku mulai paham apa yang terjadi, kayaknya mereka memperebutkan tante Silvy, kok ya masih ada orang-orang kayak mereka. Tante Silvy udah cemberut aja. 

      "Emang ceritanya gimana tadi kak..?"

      "Tau tuh! Satu orang dateng ngenalin diri dan ngajak kenalan, saat ngobrol baik-baik, satu orang lagi dateng dan ngenalin diri juga. Tau-tau mereka udah debat kayak gitu. Bikin sebel aja..!"

      "Kakakku diperebutkan dua laki-laki.. haha.."

      "Malah ketawa lagi!" angannya udah mampir mencubit lengan. "Untung kamu keluar tadi.. Tapi aku sempat takut tadi, kirain kamu mau nusuk mereka.."

      "Ya nggak lah kak.."

      "Soalnya kamu kalo berantem gitu sadis banget.."

      "Sadis katanya.. hadeehh.." jawabku, kurangkul pinggangnya hingga dia menempel padaku. "Udah.. nggak usah sebel lagi.."

     "Gimana nggak sebel coba..! Dateng mau kenalan kok malah berantem disini! Ini pasti gara-gara paman nih..! suka promosi segala!"

     "Kakakku emang cantik.. jadi wajar donk kalo di rebutin.. tinggal milih aja.." kadang ini mulut suka blong nggak ada remnya.

      "Kakak katanya.. hihi.. Tapi nggak ada yang dipilih kok!" tangannya udah melingkar di leherku. "Kalo aku bisa milih, aku pilih kamu aja.."

      Tau-tau aja bibirnya udah nempel di bibirku. Maka kupegang fant*nya dengan dua tangan dan kuangkat ke atas. Tante Silvy terpekik, tapi kemudian dia ketawa ngakak, dua kakinya malah digelungkan di pinggangku. Maka kubawa dia masuk ke kamar dan kurebahkan di kasur. Nggak terjadi apa-apa, cuma saling rangkul dalam diam untuk beberapa lama.. Tante Silvy masih rebah di atasku, kepalanya diletakkan di dadaku.

Quote:      "Mau pulang kapan kak..?" tanyaku.

      "Nggak usah pulang.. nginep sama kamu terus aja.."

      "Hadeh.. nggak bisa giti lah.. Lagian di kosan juga bisa.."

      Tante Silvy mengangkat kepalanya. "Beneran lho ya! Awas kalo boong.."

       Aku melengak kaget, dasar otak udah sengklek, bikin janji kok ya dalam hal kayak gini.. emoticon-Cape d... (S)  ya beginilah jadinya kalo mulut cuma asal njeplak. Omongannya cuma kujawab dengan cengiran.

       "Kamu tadi nggak sarapan dan belum makan siang kan..?"

       "Ngantuk banget sih kak.." jawabku.

       "Aku masakin buat makan siang ya..?"

       "Emang ada bahannya..?"

       "Ada lah.. tadi pas kamu tidur itu aku belanja di pasar.."

       "Yaudah.. yuk..?"

       Tante beranjak ke dapur dan aku mengikutinya. Jadilah aku nungguin tante masak, berasa kayak nungguin istri. emoticon-Ngakak (S)  Cuma satu porsi yang terhidang, jadi aku makan sendirian, tante Silvy cuma menemani. Emang masakan tante Silvy enak banget, bener-bener jago masak dia. Siapapun yang jadi suaminya pasti akan langsung bertambah berat badannya.

Quote:      "Tadi paman kesini, kita nggak boleh pulang dulu, karena ntar malem akan diadakan syukuran di balai desa.. dan kita diundang kesana..

      "Syukuran apa..?" tanyaku.

     "Ya karena desa ini udah bebas dari teror.. gimana sih.. orang kamu sendiri yang nolongin mereka.."

      "Pake syukuran segala..? Mana cepet banget lagi..?" 

      "Biar kamu nggak pulang duluan kok.." 

      "Jadi cuma karena aku aja? Kok ya sampe segitunya.. padahal yang kulakuin nggak terlalu banyak buat mereka.."

      "Mungkin buatmu bantuan itu nggak seberapa, tapi berarti banget buat mereka. Bisa kamu bayangin, dua bulan berturut-turut, tiap hari selalu dicekam ketakutan. Itulah sebabnya mereka bersyukur banget.."

     Kata-kata tante Silvy membuatku tertegun, mungkin memang benar, suatu bantuan yang kita anggap kecil dan nggak berarti, kadang jadi sangat berarti bagi orang yang kita bantu. Tapi kadang orang nggak menyadarinya, sama kayak aku. Kenyataan ini membuatku jadi pengen terus membantu orang lain. Nggak peduli sekecil apapun yang bisa aku berikan, asal bisa membantu orang lain.

       Tanpa kusadari tante Silvy udah beranjak, dia masuk ke kamar, lalu keluar lagi sambil membawa handuk dan masuk ke kamar mandi. Maka aku juga beranjak ke kamar, merebahkan diri sambil berbalasan chat dengan Dita. Badanku terasa nggak enak, nggak tidur semaleman udah menguras tenaga dari ragaku. Maka kucoba mengedarkan energi ke seluruh tubuh untuk membuat badanku jadi bertenaga lagi.

      Setengah jam kemudian, tante Silvi masuk kamar dengan cuma berbalut handuk sampai atas dada, rambutnya disanggul ke atas hingga leher jenjang dan pundaknya yang putih mulus itu tampak bersinar. Tante Silvy bener-bener perempuan sempurna. Tanpa sadar aku terus memandanginya saat dia mengaduk-aduk lemari mencari pakaian. Tapi kemudian dia sadar dan menatapku.

Quote:      "Kamu ngapain bengong kayak gitu..?"

      Kudekati dia, lalu terlepas sebuah pujian. "Kakak cantik banget.."

      Tante Silvy hentikan kegiatannya dan berbalik, satu senyuman merekah indah. Aku baru sadar apa yang kuucapkan tadi, tapi kata-kata yang terucap nggak akan bisa ditarik kembali.

      "Makasih sayang... aku seneng banget deh.."

     Tante Silvy melingkarkan dua tangannya di leherku, dan dia mulai memagutku. Handuk yang melilit tubuhnya itupun terjatuh. Aroma wangi segera tercium hidungku, menggugah sesuatu yang tertidur dalam diriku. Gelombang hasrat menerjang dengan dahsyat, berusaha mendobrak dan menghancurkan pertahananku. Mati-matian aku bertahan dan berusaha mengedarkan energi dingin ke seluruh tubuh untuk meredamnya. Badanku sampe gemetaran dan berkeringat, dan hal ini malah ditanggapi secara salah oleh tante Silvy. Dia mulai menjelajah wajah dan leherku.


Lanjut bawah gan sist..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 86 lainnya memberi reputasi
87 0
87
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:20

Lanjutan

      Konsentrasiku langsung buyar, aku nggak bisa menghimpun energi dingin itu. Untunglah Salma mengetahui hal ini, dia membantu dengan mentransfer energi dingin padaku. Perlahan konsentrasiku kembali, kini aku bisa fokus meredam gejolak, dan bahkan aku bisa salurkan energi dingin ke tante Silvy. Kami berdua pun mereda, tante Silvy tampak kebingungan, tapi nggak aku hiraukan. Dalam hatiku terucap sebuah kata permintaan maaf untuk Dita.

Quote:      "Kakak buruan ganti baju ya.. aku tak mandi dulu.."

      "Kenapa bisa jadi gini..?"

      "Maaf ya kak.. lupain aja ya.." kataku

      Segera aku lepas pelukan itu dan mundur selangkah. Kutinggalkan tante Silvy yang masih kebingungan, tapi sempat aku slap fant*tnya yang menggoda itu hingga membuatnya terpekik dan kemudian ketawa ngakak. Kutatap Salma dengan pandangan penuh rasa terima kasih, dia tersenyum dan mengangguk. Aku masuk ke kamar mandi dan mandi dengan cepat. 

      Malam hari sehabis isya, kami berdua udah rapi. Tante Silvy berdandan dengan polesan make up tipis,  tapi dasarnya dia udah cantik duluan, tanpa make up pun tetep cantik. Dia memakai long dress warna hitam, sangat kontras dengan kulitnya yang putih itu. Rambut lurus panjang digerai sepunggung. Dia terlihat sangat anggun.  Lagi-lagi pujian terlontar dari mulutku.

Quote:    "Kakakku emang cantik banget deh.."

     Senyumnya mengembang indah. Tapi senyuman itu masih kalah sama senyumannya Dita, nggak ada yang bisa mengalahkan senyumnya Dita. 

    "Makasiih.. kamu paling bisa ngebuat aku melayang deh.."

     "Tapi kakak emang beneran cantik kok.." kataku.

      "Dan aku ingin kecantikan ini kamu miliki.."

      Kata-katanya selalu aja bisa ngebuatku terkejut. Kalo dia ingin aku memilikinya, berarti dia mengharap aku jadi suaminya. emoticon-Cape d... (S)  Lamunanku buyar ketika kudengar ketukan pintu depan. Ternyata si paman dan istrinya, dia mengajak kami berangkat bareng ke balai desa. Maka jadilah kami berangkat bersama dengan jalan kaki.

      Sampai di balai desa, ternyata suasana sudah rame banget, mulai dari sesepuh, orang tua, para pemuda, remaja dan anaka-anak semua tumplek blek memenuhi halaman balai desa yang sangat luas itu. Mereka duduk di kursi yang ditata berjajar rapi. Mungkin seluruh warga desa ikut berkumpul disini, nggak nyangka aja kalo acara ini sedemikian besarnya. 

      Bahkan menurut paman, seharian tadi mereka telah menyembelih 3 ekor sapi dan 2 ekor kerbau, juga 5 ekor kambing khusus  untuk syukuran ini. Dana didapat melalui iuran warga dan sumbangan dari pak kades. Benar-benar syukuran yang nggak main-main! Aku jadi ngerasa kasihan sama warga yang harus membayar iuran. Tapi menurut paman, iuran itu secara sukarela, nggak bayar juga nggak papa.

      Begitu kami datang, tante Silvy langsung jadi pusat perhatian para pemuda desa, termasuk dua orang yang tadi berantem di rumah. Meskipun dia adalah janda berusia lebih dari 35 tahun, tapi kecantikan dan keindahannya tetap berhasil memaksa mata laki-laki untuk melihatnya.

      Kami duduk diantara warga yang lain, di barisan paling depan ada pak kades, para sesepuh desa, dan juga 6 polisi yang kemarin menangkap para penjahat itu, ternyata mereka diundang juga. Salah satu sesepuh maju dan mulai berbicara. Dia bilang kalo acara ini digelar sebagai rasa Syukur pada Allah karena desa ini sudah terbebas dari teror yang meresahkan. 

      Lalu giliran pak kades yang maju, dia ngucapin banyak terima kasih pada polisi dan para warga yang membantu kemarin malam, namaku juga disebutkan dalam pidatonya, meski nggak ada yang tau yang mana orangnya. emoticon-Big Grin  Kemudian gantian salah satu polisi maju mewakili polisi yang lain, polisi itu malah menunjuk ke arahku dan menyuruhku maju. Maka semua mata langsung melihat ke arahku. Tapi aku nggak mau maju, aku emang nggak pernah bicara didepan banyak orang kayak gini, aku lebih memilih bekerja di belakang layar.

      Setelah acara sambutan-sambutan itu, lalu dilanjut acara makan-makan. Berbagai masakan dari daging sapi, kerbau dan kambing terhidang di depan kami, semua bebas memilih. Selesai makan, ternyata masih ada acara pengajian yang diisi oleh pembicara atau ustad yang diundang dari luar daerah.

      Pengajian itu berisi menyerukan pada manusia agar selalu waspada akan godaan setan, karena setan dan semua godaannya itu nyata adanya. Manusia harus selalu mendekatkan diri pada Allah agar terhindar dari godaan setan. Dan tipuan terbaik dari setan adalah meyakinkan manusia kalo mereka nggak ada, dan kebanyakan emang sudah berhasil.

       Keseluruhan acara itu berakhir jam 10 malam. Para pemuda masih banyak yang berada di balai desa itu. Setelah menyalami pak kades, para sesepuh dan 6 polisi itu,kami langsung balik ke rumah nenek. Bersama warga lainnya kami jalan kaki kembali ke rumah masing-masing.

       Sepanjang perjalanan ke rumah itu, kurasakan hawa sejuk khas pedesaan di malam hari. Udara yang masih bersih dan nyaman. Nggak ada lagi energi-energi hitam, bahkan para jin yang biasanya banyak banget itu sebagian besar sudah pergi dari desa, meskipun masih ada 1-2 sosok yang bertengger di atas pohon-pohon. Tapi kondisi ini jauh lebih baik daripada waktu pertama kali aku datang.

     Sampai dirumah nenek, aku langsung ke kamar mandi untuk cuci muka, gosok gigi dan ganti pakaian celana kolor pendek dan kaos oblong, dan menuju kamar untuk merebahkan diri di kasur. Lalu tante Silvy masuk ke kamar, dia juga baru aja dari kamar mandi, lalu seenaknya saja dia ganti baju di depanku, dia melepas long dress nya dan menyisakan daleman doank, tapi dia nggak berganti pakaian, dan malah rebah di atasku dengan enaknya.

Quote:    "Kakak mau mancing aku atau gimana.."

     "Hihi.. kamu tau itu… tapi nggak pernah mau juga.."

     "Kan kakak juga tau alasannya kenapa.."

     "Padahal aku yang minta.."

     Kuelus punggungnya yang halus mulus itu, laku kualihkan pembicaraan. "Nggak dingin kak..?"

     "Kalo sama kamu nggak pernah kedinginan.. bawaannya malah panas mulu.."

     "Kebalik yo kak.. aku yang ngerasa panas.."

     Tante Silvy tertawa merdu, dia bangkit dan duduk di pinggangku, tangannya bergerak cepat melepas daleman atas, lalu dua tanganku dituntunnya untuk memegang. Ada desah napas disana, mendadak dia rebah dan menciumiku dengan beringas. Akal sehatku seolah mati, nggak berusaha menahannya. Hancurlah semua tembok pertahanan, dan terjadilah kembali apa yang selama ini sering kulakukan bersama tante Silvy.

     Menelusuri seluruh wajahnya sampai ke leher, terus turun melewati bukit dan lembah, terus turun hingga sampai di jurang sangat dalam yang bisa menyesatkan semua laki-laki. Hingga akhirnya terdengar jeritan tertahan. Aku rebah di sebelah tante, tapi dia menyerbuku lagi. Dan untuk kedua kalinya seluruh penelusuran itu berulang, kali ini jeritannya nggak ditahan lagi. Kembali aku merebahkan diri di sebelahnya. Tante Silvy memelukku erat, sementara kuelus punggungnya yang mengkilap karena keringat.

Quote:      "Maaf kakak.. mungkin kita udah terlalu jauh.. aku kayak udah ngasih harapan palsu ke kakak.. padahal mungkin kita nggak bisa selamanya kayak gini.."

      "Aku tau… semua ini nggak akan abadi.. tapi aku nggak peduli. Untuk saat ini, biarlah aku mereguk kebahagiaan ini… kamu selalu bisa ngebuatku bahagia, ngerasa nyaman, dan kamu ngebuat aku merasa kayak jadi remaja lagi.."

     "Tapi kak.. aku kayak udah manfaatin kakak.."

     "Coba kita pikir, siapa yang manfaatin siapa… mungkin malah aku yang manfaatin kamu.."

     "Nggak gitu yo kak.. kan aku cowok.."

     "Sama aja.. udahlah.. jangan ngerasa salah kayak gitu lagi.. berkali-kali aku udah bilang kalo aku sendiri yang meminta.. dan saat ini aku udah bahagia banget dalam keadaan kayak gini.."

      Tante Silvy memagutku dengan lembut, lalu dia beranjak duduk di sebelahku. Tangannya bergerak memegang pusaka di bawah sana.

     "Dan aku ingin kamu juga ngerasain kebahagiaan ini.."

      Tante Silvy menunduk, kini dialah yang beraksi, mencium apa yang dipegangnya. Aku nggak bisa mengelak karena emang sensasinya sungguh luar biasa. Tapi saat dia pindah ke atasku dan mau menduduki pusaka itu, langsung kutarik tubuhnya hingga dia rebah kembali. Kutatap matanya dan aku menggelengkan kepala. Lalu terlihat ada semacam rasa kecewa pada sorot matanya. Maka kubalikkan dia hingga berada di bawahku, dan mulailah lagi penelusuran itu. Mulai dari atas sampai jauh dibawah sana.

       Kali ini nggak cuma bibir yang bekerja, tapi ketrampilan jari tangan juga ikut ambil bagian, menelusuri jurang yang terdalam di bawah sana. Hingga akhirnya jeritan tante terdengar keras, nafasnya terdengar memburu, dia kelihatan lemah tak berdaya, tapi senyumnya merekah indah. Maka kurebahkan diriku di sebelahnya, dia memelukku dengan erat.

Quote:      "Makasih sayang.. aku bahagia banget malam ini, dua kali kamu menyanjungku dengan kata cantik.. tiga kali kamu udah ngebuatku melayang.. apalagi yang terakhir.. kamu selalu bisa membuat kejutan untukku.."

      Aku nggak bisa menanggapi kata katanya, karena pikiranku sedang berputar nggak jelas.

       'Kayak yang kubilang tadi siang.. kalo aku bisa milih, aku akan memilihmu sebagai suamiku.. nggak peduli norma dan susila, yang kuinginkan adalah kamu.."

      Aku kayak udah ngelakuin satu kesalahan besar, tante Silvy udah terlalu dalam, bahkan mungkin dia udah main hati. Ini juga gara-gara aku sendiri. Kenapa aku bisa terseret nafsu setanku sendiri? Gimana caranya aku bisa kembali lagi? Kalo aku bisa masuk ke dalam tanah, tentu aku akan masuk sekarang juga dan nggak keluar lagi. Malam itu tante Silvy tertidur di dadaku dengan tersenyum. Kuselimuti tubuhnya yang polos itu. Dan akupun ikut tertidur dengan penuh rasa bersalah pada semua orang.

       Pagi hari aku terbangun saat ada sesuatu yang menyentuh hidungku. Saat kubuka mata, ada bukit dan lembah yang indah tepat didepan mata, maka kugigit aja sekalian. Kudengar suara tawa merdu dari tante Silvy, tapi dia malah menempelkan wajahku erat-erat di lembah itu. Pagi-pagi udah dikasih sarapan kayak gini. emoticon-Hammer (S).

Quote:      "Bangun sayang.. udah siang nih.."

       "Emang jam berapa..?" tanyaku.

       "Udah setengah 8 kok.."

       Kulihat jam di hp, emang udah setengah 8 pagi. Ada beberapa chat dari Dita, tapi kubalas ntar aja. Tante Silvi masih polosan dan selimutan.

       "Kakak nggak mandi..?"

       "Nungguin kamu bangun.."

       "Lah.. kenapa harus nunggu sih kak.."

       "Mau tak ajak bareng.. hihi.."

       "Jangan lah kak.. ntar malah nggak jadi mandi.."

       "Emang itu tujuannya.." tante Silvy tertawa merdu.

       Aku beranjak bangun dan berdiri, lalu kuangkat tubuhnya, dan dia melingkarkan tangan di leherku, bahkan dua kakinya melingkar di pinggangku. Kubawa dia ke kamar mandi, lalu aku keluar dan kututup pintunya. Cukup sudah dosa yang kuperbuat dalam 24 ini. Kita ini emang udah bener-bener gila parah, sama-sama polosan, gendongan, jalan seenaknya di dalam rumah. emoticon-Cape d... (S)

      Saat aku balik ke kamar, kulihat Salma dan Amrita berdiri menatapku, nggak ada ekspresi apa-apa di wajah mereka. Entah apa yang mereka pikirkan. Tapi Amrita melirik ke bawah sana, segera aku tutupi bagian bawah itu, sementara Amrita malah ketawa cekikikan.

     Kami berencana untuk pulang hari itu. Maka setelah mandi, kami menuju rumahnya paman untuk berpamitan. Lalu kami menuju ke balai desa dan kantor kelurahan untuk pamit pada pak kades, juga pada para sesepuh desa. Setelah itu kami balik ke rumah nenek untuk bersiap-siap. Dan jam 10 pagi itu, mobil meninggalkan rumahnya nenek. Senyum selalu tersungging di bibir tante, tampaknya dia bahagia banget.

       Tapi saat melewati balai desa, kulihat warga berkerumun, tampak kepala desa dan beberapa orang sesepuh juga ada. Ada apa lagi ini.. Dan saat mobil tepat berada di depan balai desa, beberapa warga mencegat laju mobil. Terpaksa kami turun dari mobil. Dan ternyata para warga mau memberikan oleh-oleh buat kami, aneka macam sayur dan buah-buahan yang banyak sekali.

     Terpaksa aku pindahkan tas kami dari bagasi ke kursi belakang mobil. Dan bagasi itu langsung dipenuhi oleh-oleh, karena warga sendirilah yang memasukkannya. Pak kades mendekatiku, mengajak salaman sambil menyelipkan amplop tebal di tanganku.

Quote:      "Ini ada sedikit tanda terima kasih kami atas apa yang adek lakukan buat desa.."

      "Maaf pak.. aku nggak berani menerimanya.. niatku tulus cuma mau membantu dengan ikhlas.. jadi nggak perlu pake kayak gini pak.." jawabku.

     "Kami tau kalo niatmu itu tulus dek.. tapi kami juga ikhlas ngasih ke adek.. ini adalah hasil dari iuran warga, mereka cuma mau memberi sesuatu pada adek, untuk menghargai aoa yang telah adek lakukan. Jadi mohon diterima.. jangan ditolak.. kasihan warga kalo adek menolak.."

      Kulihat ke arah tante Silvy, dia tersenyum dan mengangguk. "Baiklah kalo gitu pak.. aku juga nggak ingin warga desa tersinggung karena aku tolak.. terima kasih.."

      "Enggak dek.. kamilah yang berterima kasih.."

      Kuterima amplop tebal itu dan langsung kuserahkan ke tante Silvy. "Kakak aja yang bawa ya.."

      "Lho..? Kok jadi aku..? Ini kan buat kamu.."

      "Buat pengganti bensin sama makan kak.." jawabku.

       Akhirnya tante Silvy mau membawanya juga. Setelah pamitan dan berterima kasih pada semua warga desa. Mobil pun mulai beranjak meninggalkan desa itu diiringi lambaian tangan para warga. Aku jadi kayak pahlawan aja, respon warga terhadapku kayak berlebihan gitu, tapi aku juga nggak bisa menolak juga, takut kalo mereka malah jadi tersinggung.

       Sampai di rumahku, tante Silvy menyuruhku mengeluarkan semua oleh-oleh dari bagasinya. Katanya semua oleh-oleh itu buat ibuku. Tapi tetap aja kusisain setengah di bagasinya. Setelah mobilnya nggak kelihatan lagi, aku baru masuk ke rumah, tapi ada sesuatu yang mengganjal di kantong celanaku. Saat kukeluarkan, ternyata benda itu adalah amplop tebal dari pak kades tadi! Entah sejak kapan amplop itu berada di kantong celanaku, dan entah gimana caranya tante memasukkannya tanpa kuketahui.

       Berakhir sudah petualangan tiga hari bareng kakak Silvy di desa itu, sebenarnya soal mengatasi gangguan gaib di desa itu udah biasa buatku, aku udah sering melakukannya di desa atau kota lain. Tapi yang membedakan adalah, adanya kak Silvy bersamaku. Mungkin nanti akan ada petualangan lagi bersama dia, tapi semoga saja itu nggak terjadi lagi...


bersambung…



158

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 104 lainnya memberi reputasi
105 0
105
Lihat 32 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 32 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:21
Suwun mbah apdetnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:23
Suwun mbah
Diubah oleh radityodhee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:33
Luar biasa penelusuran gunung lembah dan goa terdalam nya mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:36
Nah lho ane jadi "tersandung" keinginan untuk perang raga sama tante dikabulkan sama mbah joyo....

Makasih mbah ulasan perang raga walaupun kentang bagian bawah blm tersalurkan 😂😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:41
Makasih mbah..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:41
Setelah menegang karna perang kemarin. Akhir nya ada bumbu2 penyegar nya hahahaha...
Andra yg lg lost in control. Mayan buat bekel sampe kamis.
Matur suwun mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:44
Besok libur ya updatenyaa...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 17:45
Dan ketika buka amplop, ada terselip nomer hp misterius, yg setelah diselidiki ternyata nomer hp si mbak yang di bantu bawa barang ke pasar waktu itu... emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 18:04
Angel ...wes...angell.....

Makin nakal anak ini.....

Makasih mbah updatenya.,top markotop pokokeemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
Diubah oleh ardhys74
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 18:09

Terima Kasih

Buat update nya mbah
Mbah memang hebring
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 18:21
Akhirnya "pusaka" kakang aryandra "terkecup" juga oleh kak silvi..
Bisa bobo dengan nyenyak sampe update hari kamis..
Matur suwun mbah..
Keliling lagi
emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 18:31
hadee bgini lagi, ntar ada Dita khilaf part 2 juga mbah biar impas wkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 18:41
Dan terjadi lagi,sesuatu yang diinginkan...
Beruntung banget lu ndra...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 18:48
Ternyata penelusuran hutan rimba dan goa yang dalam dan curam lebih menggoda dan beresiko ya mbah🤭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 19:09
Akankah andra jujur pada dita tentang kak silvy? Lalu bagaimana ya respon nya dita?
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-06-2021 19:14
Seger bener dah andra,pagi2 dah sarapan apem tanteemoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 243 dari 322
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
your-tea-love-story-17
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
kimpoi-sasuku
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia