News
Batal
KATEGORI
link has been copied
56
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60b19ff095800610f051706e/kritik-wacana-pajak-menkeu-haris-selamat-datang-zaman-pajak-kolonial
1396095087801638912 Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti ikut buka suara soal rencana baru Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penambahan lapisan (layer) penghasilan kena pajak (PKP) sebagai basis pungutan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan reformasi perpajakan. Lewat akun twitter pribadinya, Haris Rusly Moti menyebut hal
Lapor Hansip
29-05-2021 08:59

Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial



Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti ikut buka suara soal rencana baru Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penambahan lapisan (layer) penghasilan kena pajak (PKP) sebagai basis pungutan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi.

Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan reformasi perpajakan.

Lewat akun twitter pribadinya, Haris Rusly Moti menyebut hal ini merupakan kabijakan pajak zaman pemerintah kolonial.

"Sobat, Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial. 1. Penghasilan Rp 50 juta/ tahun tarif PPh 5%. 2. Penghasilan Rp 50 juta - Rp 250 juta/ tahun tarif PPh 15%. 3. Penghasilan di atas Rp 250 juta - Rp 500 juta/ tahun tarif PPh 25%. 4. Penghasilan di atas Rp 500 juta/ tahun tarif PPh 30%" ujarnya lewat akun twitter pribadinya.

Hingga berita ini dibuat, setidaknya ada ratusan netizen yang merespon kicauan Haris tersebut.

Beragam komentar menarikpun diberikan oleh para netizen tersebut mulai dari bentuk dukungan maupun bukan.


Misalnya komen dari akun @NanangS04696553 yang menyatakan "UPETI,, Kalau dulu kambingnya diambil paksa klu gabisa bAYAR, UPETI"

Selanjutnya ada akun @j4cky_josu yang menyatakan "Inilah tanda2 kehancuran suatu negeri jika pajak sdh semakin tinggi dan jauh dr kemakmuran......"


Meski begitu, ada beberapa netizen yang menyatakan bahwa kebijakan ini sudah lama berlaku.

"Loh ini kan lapis tarif sesuai UU 36 th 2008 pasal 17 ttg PPh, sudah lama berlaku kok. Dikurangi PTKP dulu baru masuk tarif ini. Kenapa baru ngeh sekarang? ujar akun @angz87.

Sebelumnya, Pemerintah berencana menambah lapisan (layer) penghasilan kena pajak (PKP) sebagai basis pungutan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan reformasi perpajakan.

Informasi ini tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2022.

"Pemerintah juga berencana menambah layer pendapatan dan memperbaiki tarif PPh OP untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih sehat dan adil," terang dokumen tersebut.

Saat ini, tarif PPh orang pribadi dibagi dalam empat layer berdasarkan besaran penghasilan kena pajak. Hal ini tertuang dalam Pasal 17 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Pertama, penghasilan kena pajak sampai dengan Rp50 juta dalam satu tahun, maka dipungut PPh sebesar 5 persen. Kedua, penghasilan di atas Rp50 juta sampai dengan Rp250 juta sebesar 15 persen.

Ketiga, penghasilan di atas Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta sebesar 25 persen. Keempat, penghasilan di atas Rp500 juta sebesar 30 persen. Namun, pemerintah belum merincikan layer baru yang akan diterapkan tahun depan.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyatakan penduduk Indonesia didominasi oleh usia muda dengan kelas menengah atas yang tumbuh pesat dan diikuti oleh tingkat konsumsi yang tumbuh tinggi.

Bank Dunia dalam laporannya "Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class" pada 2020 mencatat bahwa komposisi penduduk Indonesia didominasi oleh kelas aspiring middle class dan middle class masing-masing 47,0 persen dan 22,5 persen dari total populasi.

Angka itu jauh meningkat dibandingkan 2002 yang masing-masing sebesar 41,2 persen dan 7,0 persen.

Dari sisi konsumsi, porsi penduduk kelas menengah terus mengalami peningkatan secara konsisten.

Mulai dari 21 persen pada 2002 menjadi 47 persen pada 2018 atau tumbuh tinggi sepanjang 2002-2018, yakni sebesar 19 persen, berdasarkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun.

Selain itu, kini berbagai negara justru berencana melakukan peningkatan tarif perpajakan akibat pandemi covid-19.

Pada 2021, beberapa negara mulai mengambil kebijakan perpajakan dengan menaikkan tarif PPh Badan, misalnya Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

AS berencana mengajukan proposal kenaikan tarif tarif tertinggi PPh dari 37 persen menjadi 39,6 persen. Pemerintah Inggris pada Maret juga merencanakan akan menaikkan PPh Badan dari 19 persen menjadi 25 persen pada 2023 mendatang.

https://www.law-justice.co/artikel/1...ajak-kolonial/

Welcome..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:04
Naikin saja sampai 60% kayak negara maju.
Cuman bertahap.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:14
Yg ribut ribut harus tunjukkan dulu bayar pajak nya berapa persen.

Btw semua pajak bisa dapat restitusi kok kecuali ente beli barang konsumtif
profile-picture
profile-picture
secer dan extreme78 memberi reputasi
1 1
0
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:15
5% aje brantem apalagih 30% emoticon-Leh Uga
Itu sama saja dya jualan warteg 10rb yg 3rb dipalak.
Diubah oleh mibmobz
profile-picture
profile-picture
knoopy dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:24
Berarti gaji cuman 4,5juta per bulan udah kena potong 15% ?

Padahal segitu cuma UMR
Diubah oleh anti.liberal
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:31
Sebenernya tinggal penggunaan pajaknya aja kalau jelas dan bagus misal kaya di negara2 skandinavia, kayaknya oke2 saja
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:33
Hore... hidup VOC emoticon-Belgia
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:42
Penghasilan vs Penghasilan Kena Pajak itu beda bos....

Ente ngomongin penghasilan, padahal seharusnya penghasilan kena pajak


Mengkritik pake emosi ya gitu
Jangan2 ente salah satu pengemplang pajak 🤭

Sok membela rakyat kecil
Lha ente lagi mempermasalahkan peningkatan tarif pajak bagi si kaya....
Rakyat kecil gaji UMR mah di bawah PTKP maka PPh nya nol
Diubah oleh xrm
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan kaskushunters memberi reputasi
2 0
2
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 09:43
kenapa diprotes, ini sudah sangat benar pajak dikenakan pada org2 kaya

dimana2 spt itu biar bisa bangkit dr keterpurukan ekonomi

gue dukung menkeu kali ini bagus peraturan pajaknya TOP

0 0
0
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 10:14
Beda dong.

Zaman kolonial ada Cultuurstelsel.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 10:27
giliran PTKP naek pada diem" bae.... emoticon-Embarrassment
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 10:33
wakkakaka... Yang komplain keliatannya gak pernah bayar pajak, ane dari dulu bayar tarifnya udah begitu. Lagian mau jalan bagus, ngajak perang sana-sini, tapi bayar pajak 5% aja ga mau, emang dikira sekarang masih abad 19 yang masih bisa perang pake bambu runcing.
0 0
0
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 11:13
Menteri autis
profile-picture
kaiserwalzer memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 11:17
harusnya kita men-syukuri kemerdekaan dgn salah satunya tdk memakai sistem aturan penjajah yg zalim itu.
pakailah syariat islam klw memang benar mau adil !
jgn pakai aturan sistem lain ! apalagi sistem aturan penjajah !

syariat islam

umat islam : zakat
non-islam : pajak
kriminal/penjahat : potong tangan atau leher

insyaallah adil, aman, makmur, sentosa, sejahtera !!
0 0
0
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 18 balasan
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 11:23
Haris memang goblog, lapisan pajak seperti itu sudah ada sejak th 2008, kenapa di ributkan sekarang ?, apakah karena presidenya sekarang adalah Jokowi ?
profile-picture
lenktaywonk memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 12:18
Emang pajak kolonial kaya gimana?

Apakah dia tahu rate pajak jaman kompeni kaya gimana?
profile-picture
lenktaywonk memberi reputasi
1 0
1
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 12:39
Pajak gede ga masalah, yang penting transparansi dan pemanfaatannya
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 12:43
Ptkpny naikin juga dong emoticon-Leh Uga
0 0
0
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 13:05
Orang kaya di Indo itu terlalu keenakan, betul nih aturan. Lanjut.

0 0
0
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 13:12
Zaman kolonial ada opas ama centeng emoticon-Ngakak
0 0
0
Kritik Wacana Pajak Menkeu, Haris: Selamat Datang Zaman Pajak Kolonial
29-05-2021 13:44
orang kecil mah ga ngefek, yg ribut yg gajinya puluhan ampe ratusan jut
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia