Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
19269
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dizzydeez dan 242 lainnya memberi reputasi
229
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 238 dari 321
HITAM Season 2
28-05-2021 07:09
kayake bener jg kata ki sumarta, seharuse si andra punya lebih dari satu istri, istri dari alam jin mungkin istri pertama salma, kedua amrita, ke tiga ratu galuh ke empat anaknya ki sumarta, istri dari dunia nyata, dita, citradani, dinda, kirana. trs tante silvy dan yg lain mungkin jadi simpenan aja. emoticon-Leh Uga
Diubah oleh zeref13
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 16:46
tiba - tiba muncul gosip di kampus
yang berani ambil dita dari andra
tidak akan selamat, bakal di bunuh
wkkwkwk, gosip
emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 16:52

Pengingat

Mbah,met sore mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kentunkmania dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:04

Dendam dari kubur

       Hari senin seusai kami menginap di villa, Dita datang ke rumahku, dia meminta maaf pada ayah, ibu dan Cindy juga. Tapi keluargaku emang udah tau permasalahannya, jadi mereka langsung memaafkan dan nggak membahasnya lagi. Dan sejak saat itu Dita malah jadi sering ke rumahku, bahkan sering juga saat aku di kosan, tau-tau dia video call, dan dia sedang berada di rumah bersama ibuku. Sepertinya dia sedang berusaha mendekat pada keluargaku, suatu hal yang dulunya jarang dia lakukan. Tapi aku senang dia mau melakukannya.

     Dita seakan juga makin lengket sama aku, dia terus mengingat semua janjinya, padahal aku nggak pernah mempermasalahkannya. Dia jadi nurut banget sama aku. Tapi ada yang nggak aku suka, sifat galak dan judesnya ikut menghilang, ini sama aja karakternya jadi berubah total, jadi kayak beda orang. Aku sering membicarakan masalah ini dengannya, aku nggak mau karakternya jadi berubah hanya gara-gara menurutiku. tapi dia cuma menjawab akan diusahakan.

     Sedangkan Dinda, aku udah memberitahu dia kalo aku kembali lagi pada Dita. Tapi dia kayak nggak menggubrisnya, sikap dan perlakuannya ke aku masih tetap sama. Dia menempatkan diri sebagai 'yang kedua', sama kayak dulu. Aku jadi bingung sendiri, gimana caranya menjauhi dia tanpa menyakitinya? Omongan halus nggak akan berpengaruh padanya. Kalo aku menghilang dari hidupnya, ntar dia malah datang ke rumahku, tambah ribet urusannya, karena selama ini aku selalu ngelarang dia ke rumahku. Kenapa aku harus terlibat dengan masalah kayak gini?!

      Berbeda lagi dengan Erin, setelah dia tau kalo aku balik lagi sama Dita, dia seakan menghilang begitu aja. Aku juga jarang banget ngelihat dia di kampus. Dan waktu kami berpapasan secara kebetulan, dia masih menyapaku dengan sapaan biasa aja. Dan akhirnya aku tau kalo dia udah punya cowok. Keadaan ini malah membuatku merasa sedikit lega.

       Begitu juga dengan Kinara, karena kami satu kosan, jadi kami masih sering ketemu. Tapi sikapnya udah biasa lagi kayak dulu, ngobrol dan bercanda juga biasa aja, seakan nggak pernah terjadi sesuatu antara kami. Tapi dari tatapan matanya ke arahku, aku tau masih ada yang disembunyikannya, terpendam jauh di dalam hatinya. 

      Mungkin juga semua masalah dengan dua cewek itu emang udah berakhir, tapi ya belum pasti juga. Kadang aku mikir, ternyata kehidupanku ini sangatlah ruwet. Tapi terkadang kita cuma harus membiarkan suatu masalah mengalir, hingga masalah itu menjauh sendiri dari kita, setidaknya begitulah pendapatku. Meskipun cara itu nggak akan berhasil pada Dinda. Tapi ternyata masalahku nggak cuma itu aja.

      Skip panjang..
      Kuliah telah memasuki penghujung semester 5. Setelah mengikuti ujian akhir semester dan memeras otak selama dua minggu, lalu kuliah libur selama dua minggu. Tiga hari pertama libur kuhabiskan waktu bersama Dita menginap di villa kaki gunung Argo lagi. Nggak ada hal baru yang terjadi, hampir sama kayak terakhir kami menginap. Ketemu pasukan Argo, nyai Retno dan si orang tua. Ada juga bumbu-bumbu sedikit roman bersama Dita. emoticon-Big Grin

     Hari keempat liburan, selasa sore itu, meski udah jam 3, tapi hawanya masih terasa panas, maka aku ngadem aja di kamar, bikin desain-desain kaos ditemani Salma dan Amrita. Lalu Cindy nyelonong masuk ke kamar dan bilang kalo ada seseorang yang nyari aku, suatu hal yang sangat langka kalo ada yang nyariin aku di rumah. Cindy langsung ngeloyor keluar tanpa ngomong apa-apa lagi. 

       Dan saat aku menuju ruang tamu, yang kutemui adalah tante Silvy yang lagi ngobrol sama ibuku dan Cindy! Ini adalah hal yang paling nggak aku duga, darimana tante Silvy bisa tau rumahku? Amrita udah ketawa duluan, sementara Salma mencibir ke arahku. Dan tante Silvy malah tersenyum manis.

Quote:    "Lagi tidur ya Ndra..?"

      "Nggak kok tante.. lagi nyantai aja.. tante sama siapa tadi..? kok tante bisa nyampe sini..?" tanyaku.

       "Sendirian naik mobil kok.. Aku kan udah lama nyimpen alamat rumahmu.. dapet dari anak-anak kosan.. jadi aku udah tau rumahmu.."

       Padahal anak-anak kosan nggak ada yang tau rumahku, kecuali Cindy tentunya. emoticon-Ngakak (S)  Tapi aku nggak mau membahasnya lagi. Untung aja tante nggak ke rumahku dari dulu

      "Terus ada keperluan apa sampe dibela-belain kesini..?" tanyaku.

       "Aku mau minta bantuanmu.. Pamanku yang di desa tadi kan telepon, katanya di desanya lagi kayak diteror makhluk serem gitu. Udah hampir 3 bulan teror itu berlangsung para warga desa sampe nggak berani keluar rumah kalo udah jam 5 sore, gitu katanya.. Terus aku inget kalo kamu itu tau hal-hal kayak gitu.. makanya aku bilang ke paman kalo aku punya kenalan yang bisa mengatasi hal kayak gitu. Dan pamanku nyuruh aku ngajak kamu ke sana.. tolong ya..? kamu bisa nggak..?"

       "Terornya kayak gimana tante..?" tanyaku.

       "Aku juga kurang tau soal itu, kayaknya mengganggu para warga desa itu.. bahkan katanya juga udah ada korban jiwa.."

      "Lah.. kok bisa ada korban jiwa..? Berarti pelakunya manusia donk..?" tanyaku.

     "Menurut cerita paman, para sesepuh desa itu berpendapat kalo pelakunya bukan manusia.."

      "Kok bisa tau kalo bukan manusia..?" tanyaku.

      "Aku juga nggak ngerti masalah itu, makanya aku ngajak kamu kesana.."

      "Itu rumahnya paman dimana tante..?"

      "Di propinsi sebelah.. ya tiga jam-an dari sini.."

      "Kalo soal kayak gitu biasanya harus menginap tante.."

      "Ya emang kita mau menginap ntar.. mungkin 2-3 hari.. kamu bisa nggak..?"


      Ini adalah ujian berat buatku, bukan masalah menolong orang yang bikin berat, aku malah seneng kalo bisa menolong. Tapi tante Silvy itu sendirilah yang bikin berat, pergi berdua aja, menginap 2-3 hari. Waduh.. bisa remuk ntar. emoticon-Hammer (S)  Kalo aku menerapkan raga sukma, kan aku belum tau dimana tempatnya juga. Lama aku diam berpikir. Tapi kemudian kudengar ibu ikut bicara.

Quote:      "Mbok coba kamu tolong aja to le.. Nggak ada salahnya menolong orang.. Tante udah jauh-jauh kesini juga.."

      Kalo udah ibuku yang bicara, aku nggak bisa menolak lagi.

      "Iya bu.." jawabku. "Ntar kita mau menginap dimana tante..?"

      "Di rumahnya pamanku sama keluarganya.. rumahnya gede kok.."

      Mungkin kalo ada keluarga pamannya, semua bisa terkendali, gitu pikirku. "Bentar ya tante.. aku mau menelepon Dita dulu aja.."


      Aku beranjak menuju ke kamar, mengambil hp dan mulai menelepon Dita dan kujelaskan semua dengan detail, termasuk menginap di rumah pamannya selama dua-tiga hari. Aku meminta pendapat Dita soal apa yang harus aku lakukan, karena Dita juga udah tau hubunganku dengan tante Silvy.

Quote:emoticon-phone    "Kamu berangkat aja yank.. menolong orang itu kan dapet pahala.."

      "Tapi ini sama tante Silvy lho yank.." jawabku.

       "Ya kamu niatnya nolongin aja.. jadi nggak sampe kepikiran kemana-mana ntar.. lagian menginapnya kan dirumah pamannya.."

     "Jadi kamu ngebolehin..?" tanyaku.

     "Iya.. asal jangan macem-macem aja.."

     "Yaudah kalo gitu.. aku berangkat lho ya..?" 

      "Inget! Jangan macem-macem..! Kalo nekat, ntar tak potong itumu..!"

      Aku terhenyak kaget mendengar ancaman Dita, dia punya cara baru dalam mengancam. emoticon-Cape d... (S)

      "Iya sayang..! Aku berangkat.." cuma itu yang bisa kukatakan.

emoticon-phone    "Hati-hati.."


     Kututup telepon sambil kepikiran soal ancaman tadi, mengerikan sekali! emoticon-Hammer (S)  Ini benar-benar merupakan sebuah dilema tersendiri buatku. Kulihat ke Salma dan Amrita untuk minta pendapat, dan mereka cuma mengangguk aja, tapi Amrita membuat gerakan memotong seperti gunting dengan dua jarinya, lalu dia ketawa cekikikan. Dia juga mendengar ancaman Dita tadi. Akupun balik ke ruang tamu lagi.

Quote:      "Gini tante.. aku belum bisa menjamin akan berhasil atau nggak.." kataku.

       "Setidaknya kan dicoba dulu.. kalo nggak berhasil ya nggak papa kan.."

       "Terus kalo tante pergi, kosan gimana..?" tanyaku.

       "Kan nggak ada orang disana.. pada balik ke rumahnya kok.. jadi ya nggak papa kalo kutinggal.."

        "Terus ini mau berangkat sekarang..?" 

       "Iya lah.. biar nggak kemaleman ntar.."

       "Yaudah kalo gitu, aku tak siap-siap dulu.." kataku.


       Senyum tante Silvy mengembang, diapun mengangguk. Aku masuk kembali ke kamar dan menyiapkan beberapa stel baju yang kumasukkan dalam sebuah tas ransel. Dan aku terus berpikir, niatku cuma membantu, entah gimana ntar kalo ada kejadian yang nggak diinginkan, dipikir ntar lagi aja.

      Setelah berpamitan pada ibuku, kami jalan menuju mobilnya tante kumasukkan tasku ke bagasi, disitu udah ada sebuah tas yang gede banget, entah apa aja isinya. Tante menyuruh aku yang menyetir, Salma dan Amrita udah duduk manis di kursi belakang. Dan pada jam setengah empat sore itu, kujalankan mobil meninggalkan halaman rumahku. Tante Silvy melakukan panggilan ke pamannya dan mengatakan kami sedang menuju ke sana.

Quote:      "Aku ngaku sama pamanku kalo kamu itu adiknya almarhum suamiku.. jadi ntar kalo udah disana kamu harus manggil aku kakak terus lho ya.."

      "Iya kakak…" jawabku.

       Tante Silvy tersenyum. "Seneng deh kalo denger kamu manggil kakak gitu, kedengeran enak banget di telinga.."


     Sesuai arahan tante Silvy, mobil melaju ke arah timur kotaku. Karena ternyata desa yang kami tuju itu masih satu propinsi dengan desanya mbah kakung, tapi jarak antar dua desa itu sangatlah jauh, terpaut tiga jam perjalanan. Sepanjang perjalanan itu tante Silvy bercerita tentang silsilah keluarganya.

       Kakek-neneknya emang berasal dari provinsi sebelah, yaitu desa yang kami tuju saat ini. Disana cuma ada paman dan kakek-neneknya yang sekarang udah meninggal. Sedangkan ibunya tante pindah ke provinsiku setelah menikah,  dan lahirlah tante Silvy. Orangtua tante Silvy udah meninggal semua, ibunya itu anak pertama, sedangkan pamannya anak keempat. Dua paman yang lain berada di luar pulau. Bener-bener lengkap banget ceritanya. emoticon-Hammer (S)

      Setelah melewati gapura perbatasan propinsi, mobil masih melaju selama setengah jam, lalu berbelok keluar dari jalan raya dan menyusuri jalan aspal dua jalur. Setelah itu masih berbelok ke jalan aspal yang lebih kecil, yang sangat mepet untuk dua mobil kalo berpapasan. Kami melewati beberapa desa dan pemukiman penduduk yang berselang-seling dengan sawah. Selama perjalanan, tante Silvy tampak ceria banget, kayak anak kecil yang mau berangkat piknik.

      Adzan maghrib sudah terdengar dari kejauhan saat tante menyuruhku membelokkan mobil ke sebuah jalan desa berlapis beton. Di kiri kanan jalan ada hutan-hutan jati berselang-seling dengan sawah, kebun dan tegalan. Baru masuk jalan desa aja udah singup kayak gini, banyak makhluk aneka bentuk bertengger di pepohonan, mereka cuma mengawasi kami aja.

       Mobil cuma bisa merayap di jalan beton itu, dan kira-kira 30 menit kemudian tibalah kami di sebuah gapura batas desa. Dan begitu masuk ke gapura, bisa kurasakan perbedaan hawa yang sangat mencolok. Aura disini terasa gelap, hitam, berhawa dingin lembab dan sangat nggak nyaman. Ini bukan aura asli desa, kayaknya ada yang telah membuat desa jadi beraura seperti ini. Makhluk-makhluk makin banyak terlihat berseliweran dan bertengger di pepohonan Ditambah lagi dengan jalan yang sangat gelap, membuat suasana terkesan sangat angker. 

     Lalu mulai tampak sebuah lampu orange di depan sebuah rumah, itu adalah rumah pertama dari desa ini. Lalu rumah-rumah yang lain makin banyak terlihat, tapi jarak antar rumah satu dan yang lain itu berjauhan, terpisah oleh kebun-kebun selebar 10-20 meter. Kebanyakan rumah itu terbuat dari papan, meskipun ada juga yang setengah tembok dan setengah papan. Aura nggak nyaman yang tadi kurasakan kini bertambah kental. 

     Makhluk-makhluk masih aja terlihat di kebun-kebun itu. Sepertinya mereka tertarik dengan aura yang melingkupi desa. Jalanan desa itu sangat gelap dan  sepi, nggak ada orang sama sekali dan nggak ada penerangan lampu merkuri. Rumah-rumah penduduk sudah tutup semua, padahal baru jam 7 malam. Mungkin ini efek dari teror yang diceritakan itu. Ternyata desa ini jauh lebih horor dari desa tempat Dita kkn dulu! Tante Silvy mencengkeram kuat pahaku, sepertinya dia mulai takut dan merinding. Aura semacam ini emang bisa membuat manusia jadi ketakutan.

      Kami juga melewati sebuah bangunan besar yang bagus, penerangan disini jauh lebih baik dari rumah-rumah penduduk, aku menduga bangunan itu adalah balai desa. Bahkan balai desa aja juga sepi. Tante Silvy menyuruhku untuk lurus terus. Dan setelah melewati kira-kira 10 rumah yang diselingi kebun, tante menyuruhku membelokkan mobil ke halaman dari sebuah rumah joglo yang sederhana tapi asri. Rumah itu lumayan besar, dan halamannya juga cukup luas. Setengah dinding bawah berupa tembok, sedangkan setengah dinding bagian atas adalah papan. Cuma rumah inilah yang masih terbuka pintunya. Di beranda rumah kulihat seseorang duduk sambil merokok.

       Tante Silvy keluar dari mobil, dan akupun mengikutinya. Kami menemui orang yang duduk di beranda itu, tante Silvy langsung menyalami dan mencium punggung tangannya. Laki-laki itu berusia sekitar 55 tahunan, badannya tampak tegap, dengan wajah yang ramah dan murah senyum, meskipun terlihat gurat-raut yang tegas di wajahnya, pertanda dia adalah seorang pekerja keras.

Quote:      "Apa kabar paman..?" tanya tante.

       "Baik aja.. gimana dengan kamu..? Udah lama banget nggak kesini kamu.."

       "Aku juga baik aja paman.. ngurusin kosan di kota.." jawab tante.

       "Kirain nggak jadi kesini tadi.."

       "Tadi berangkatnya udah sore, jadi ya nyampe nya malem.. Kenalin ini adikku yang aku ceritain tadi paman.."

      Kusalami laki-laki. "Andra paman.."

      "Tarman.. Saya ini pamannya Silvy.."

      "Bibi kemana paman..?" tanya tante.

      "Ada di dalam.. mari masuk.."


      Kami mengikuti si paman masuk ke ruang tamu, ada satu set kursi rotan yang dipoles mengkilap. Disitu duduk seorang perempuan paruh baya, mungkin ini yang dimaksud dengan bibi tadi, lalu ada seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahunan dan seorang perempuan lagi yang berusia sekitar 25-an sedang menggendong balita yang sedang tertidur. Ruang tamu itu terlihat bersih dan sangat rapi. Ada tiga pintu kamar di samping ruang tamu, membuatku jadi berpikir dimana kami akan menginap nanti, karena ruang tamu itu sendiri udah penuh dengan meja kursi dan lemari, dan sebuah motor bebek.


Lanjut bawah gan sist..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 82 lainnya memberi reputasi
83 0
83
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:05

Lanjutan

      Kamipun mulai saling memperkenalkan diri dan beramah tamah. Laki-laki 30 tahunan tadi ternyata anak si paman, dan perempuan yang menggendong balita itu adalah istrinya. Jadi anak balita itu adalah cucu si paman. Dan perempuan itu menyerahkan anaknya pada istri si paman, lalu dia masuk ke ruang dalam. Tak lama kemudian dia keluar membawa baki berisi gelas minuman teh hangat dan juga cemilan. Sambil menikmati hidangan, aku mulai menanyakan apa yang terjadi.

Quote:
Quote:    "Sekitar dua bulan yang lalu, salah seorang warga menghilang dari rumahnya, lalu tiga hari berikutnya dia ditemukan meninggal di pinggiran desa dengan tubuh dalam keadaan termutilasi dan dibakar.. kepala desa dan warga segera melapor ke polisi. Dan polisi mulai menyelidiki kejadian itu. Tapi belum lagi pembunuhan itu terungkap, tujuh hari kemudian ditemukan lagi seorang warga yang meninggal di pinggiran desa dalam kondisi yang sama.."

       "Sejak saat itu warga dibantu aparat mulai melakukan ronda yang sangat ketat setiap malamnya. Tapi lagi-lagi, 7 hari berikutnya ada satu korban lagi yang ditemukan meninggal dalam kondisi yang sama, padahal waktu itu perondaan sangat ketat, tapi si pelaku ternyata bisa menyelinap dan menculik tanpa ketahuan.. dan kini kami tau kalo si pelaku melakukan aksinya setiap tujuh hari sekali.."

      "Maka pada tujuh hari berikutnya, para warga pun menunggu kedatangan si pelaku.. semua warga ikut ambil bagian dalam ronda itu, saya juga ikut, juga beberapa orang aparat. Dan akhirnya 0ra peronda memergoki seseorang yang mencurigakan sedang memasuki sebuah halaman rumah, orang itu berjubah hitam yang sudah robek-robek, panjang sampe ke kaki dan kepalanya ditutup kerudung jubah itu. maka kentongan langsung di pukul dan semua warga langsung berkumpul di situ dan mengepung orang itu. Tapi dia kayak nggak takut, terus aja dia berjalan sangat pelan, lalu menggedor pintu rumah itu hingga jebol.."

        "Warga yang udah marah langsung menyerbunya, tapi saat makhluk itu berbalik, warga terkejut dan mundur ketakutan. Wajah makhluk itu cuma berwujud tulang tengkorak yang gosong kayak abis terbakar, matanya merah menyala. Bahkan jari tangan dan kakinya juga cuma berupa tulang belulang yang hangus. Dia membawa senjata berupa sebuah celurit. Aparat segera maju dan menodongkan pistol, menyuruh makhluk itu menyerah. Tapi makhluk itu malah jalan ke arah aparat dan langsung menyabetkan celuritnya. Maka aparat mulai menembakinya.."

     "Kami semua bisa melihat jelas kalo tubuh makhluk itu tersentak-sentak ke belakang akibat terjangan peluru aparat, tapi dia malah mengeluarkan suara tawa mengekeh yang menyeramkan. Lalu dis maju lagi dan menyabetkan celuritnya. Beberapa warga yang udah ketakutan segera lari tunggang langgang pergi dari situ. Tapi warga yang lain nekat maju dan menyerang makhluk itu termasuk saya juga, mereka menghajar makhluk dengan balok kayu dan batu, bahkan ada yang membawa parang dan pacul. Tapi ternyata makhluk itu nggak mempan sama sekali. Hingga para warga yang nekat itupun mulai ketakutan juga, bahkan aparat pun juga ikut mundur.."

     "Dan akhirnya kami semua lari dari tempat itu dengan ketakutan yang teramat sangat. Membiarkan makhluk itu melakukan pembunuhan keempatnya.. Makhluk itu membunuh manusia dengan entengnya. Pada malam penyergapan itu, dua warga terluka akibat sabetan celuritnya, sedangkan tiga lainnya juga luka akibat semburan ludahnya.."


      "Semburan ludah paman?" tanyaku heran. 

       "Iya.. makhluk itu bisa meludahkan cairan berbau sangat busuk. Satu warga terkena matanya hingga buta, yang dua terkena badannya. Semua yang terkena ludahnya  itu jadi melepuh dan membusuk. Dan dua hari kemudian mereka bertiga juga meninggal karena infeksi dan pembusukan. Dan dua warga yang terluka karena celurit dari makhluk itu juga meninggal. Kata dokter, dua warga itu meninggal karena keracunan. Mereka berlima meninggal di rumah sakit secara berurutan.."

Quote:      "Sejak saat itu, tiap 7 hari warga sudah nggak berani lagi keluar rumah sejak maghrib. Bahkan aparat pun nggak datang kesini lagi. Dan korban terus berjatuhan, sampe sekarang sudah ada 7 korban jiwa, dan jasadnya selalu ditemukan di pinggiran sebelah timur desa dalam kondisi terpotong-potong dan habis dibakar. Kami kayak ditinggalkan begitu aja dan menunggu untuk dibantai makhluk itu.. Bahkan kami nggak tau apa masalahnya, apa tujuan makhluk itu meneror dan membantai satu persatu warga.."


      "Apa nggak ada warga yang meminta bantuan pada orang pintar paman..?" tanyaku.

      "Masalahnya karena nggak ada orang pintar di desa ini.. padahal desa ini sangat terpencil, jauh dari manapun. Tapi kemudian para sesepuh mulai mengadakan rapat untuk mencari solusi dari masalah ini. Dan mereka memutuskan untuk mencari bantuan orang luar…"

     "Terus gimana hasilnya paman..?" tanyaku.

Quote:    "Sudah ada 2 orang pintar dan 1 ustad yang ke sini, tapi belum ada yang berhasil. Saya sendiri ikut melihat, waktu itu adalah korban yang keenam, dan dua orang pintar itu kalah bertarung dengan makhluk itu dan lari menyelamatkan diri, hingga nggak ada yang menghentikan makhluk itu waktu membunuh korban keenam. Tujuh hari berikutnya, giliran si ustad yang menghadapinya, dia membacakan ayat-ayat suci, tapi makhluk itu malah tertawa mengejek dan menirukan bacaan ayat suci. Dan ustad itu pasti udah meninggal kalo nggak ditolong warga, dia dibawa lari menjauh oleh warga. Dan makhluk itu meneruskan niatnya, yaitu membunuh korban yang ketujuh.. Kejadian itu terjadi baru 6 hari yang lalu.."


       Saat si paman selesai bercerita, ruangan itu jadi sepi, semua orang terdiam tenggelam dalam pikiran masing-masing. Dan entah sadar atau nggak, tante Silvy mencengkeram erat tanganku, wajahnya diliputi kengerian, dia sudah ketakutan duluan. Tapi otakku malah berputar dengan cepat, menduga-duga jenis makhluk apa yang bisa membawa celurit dan melukai manusia, jin itu hampir nggak pernah membawa senjata dan nggak bisa melukai manusia secara langsung, kecuali tentunya jin yang berusia sangat tua dan berilmu sangat tinggi.

       Sedangkan kalo pelakunya adalah jin yang berilmu sangat tinggi, tentunya dia nggak perlu mendatangi korban dalam wujud jerangkong membawa celurit dan bikin gempar warga, dia bisa langsung datang ke rumah korban tanpa diketahui manusia. Aku melihat ke arah Salma dan Amrita untuk meminta pendapat, tapi mereka cuma mengangkat bahu tanda nggak ngerti juga. Desa ini dipenuhi jin sampe energinya campur baur satu sama lain, hingga hampir mustahil untuk mendeteksi keberadaan makhluk itu tanpa bertemu lebih dulu.

     Ada satu lagi yang bikin aku heran, makhluk itu bisa meludah, dan ludahnya bisa menyebabkan luka melepuh dan infeksi. Padahal biasanya makhluk yang bisa meludah itu adalah jin berwujud pocong, tapi kenapa makhluk jerangkong ini juga bisa meludah..?

Quote:      "Tiga hari yang lalu, para sesepuh desa dan pak lurah kembali mengadakan perundingan untuk membahas hal ini dan mencari jalan keluar. Ada salah satu sesepuh yang hafal dengan semua korban yang telah meninggal, dia menyadari kenyataan kalo semua korban itu terkait dengan kejadian yang terjadi 20 tahun yang lalu. Setelah mendengar apa yang dituturkan sesepuh itu, maka barulah sesepuh yang lain ikut berpikir dan menduga…."

      "Sebentar paman.. kejadian 20 tahun yang lalu itu kejadian yang kayak gimana..?" tanyaku.

Quote:      "Dulu ada seorang laki-laki yang punya ilmu hitam yang tinggal di desa ini. Dia ahli dalam ilmu santet, teluh, ilmu pengasihan, pelet, susuk dan pesugihan, bisa dikatakan kalo dia itu sangat sakti. Tapi sebenarnya semua kliennya bukan berasal dari desa ini, mereka semua berasal dari tempat yang jauh dan datang kesini untuk minta bantuannya, tentunya dengan imbalan uang. Bisa dikatakan kalo orang itu nggak pernah mengganggu warga lain, bahkan tak jarang dia membantu warga yang kesurupan atau kena gangguan makhluk halus, dan kalo dia membantu warga desa sendiri, dia sama sekali nggak menarik bayaran..."

      "Lalu pada suatu hari, sekitar 20 tahun yang lalu, ada dua orang warga yang terserang penyakit aneh, kulitnya benjol-benjol besar bernanah dan mengeluarkan bau busuk, mereka udah berobat ke mana-mana, baik ke rumah sakit maupun orang pintar, tapi nggak sembuh juga. Makin lama penyakit dua orang itu makin parah, bengkak bernanah di seluruh tubuhnya mulai meletus satu persatu hingga akhirnya dua orang itu meninggal dalam waktu tak berselang lama.."

      "Lalu ada salah satu anggota keluarganya yang curiga kalo mereka mati nggak wajar karena terkena santet, dan orang itu menjatuhkan tuduhan pada si praktisi ilmu hitam tadi. Kabar dan desas-desus itu mulai menyebar pada seluruh warga desa, tanpa satu orangpun yang berpikir tentang kebenaran kabar itu. dan mereka percaya begitu saja pada kabar itu.."

     "Hingga suatu hari para warga sepakat untuk mengusir orang yang punya ilmu hitam itu. Warga takut akan ada korban lagi dari pihak keluarga mereka. Maka dengan berbondong-bondong mereka mendatangi rumah orang yang punya ilmu hitam itu, warga membawa macam-macam senjata seperti golok, arit, pacul, kayu dan batu, tujuannya untuk mengancam orang itu, agar orang itu mau meninggalkan desa ini. 

     "Tapi orang itu mengaku nggak bersalah, dia bilang kalo dia nggak pernah melakukan hal semacam itu pada warga desa ini. Warga yang udah emosi nggak memikirkan soal mana yang benar dan mana yang salah, semua warga yang datang ke rumah itupun mulai menghakimi orang itu, tapi ternyata orang itu melawan dengan sebilah celurit. Bentrokan satu lawan banyak pun nggak terhindarkan. Tapi karena orang berilmu itu cuma seorang diri, akhirnya dia jadi bulan-bulanan warga sampai meninggal. Bahkan jenazahnya juga di cacah-cacah sampe nggak berbentuk lagi. Lalu jenazah itu dibakar dan dikuburkan di pinggir sungai sebelah timur desa.."

    "Para sesepuh berpendapat kalo makhluk yang meneror desa itu adalah arwah dari orang yang punya ilmu hitam yang telah dibunuh beramai-ramai secara keji, dia bangkit dari kubur untuk membalas dendam pada warga desa. Mengingat semua jasad korbannya dalam keadaan yang sama dengan jasadnya waktu dia di bunuh dulu. Kami juga pernah rame-rame melihat ke makan di pinggir sungai itu, dan makam itu telah terbongkar.."


     Memang begitulah anggapan umum kalo ada orang yang mati penasaran, maka arwahnya juga ikut penasaran dan tetap berada di dunia. Padahal manusia yang mati itu arwahnya pasti kembali pada Allah, dan yang tertinggal hanya jin qorin yang sering menampakkan diri dengan menyaru sebagai orang yang telah mati itu. Tapi untuk kasus di desa ini, aku belum yakin kalo makhluk itu jin qorin atau bukan, karena kayaknya makhluk itu berwujud nyata, dan juga mengingat kalo makamnya juga telah terbongkar 

Quote:    "Apa paman tau berapa jumlah pelaku pembunuhan dari orang yang punya ilmu itu..?"

      "Saya kurang yakin dek.. waktu itu situasinya kacau balau, semua kayak ikut menghakimi, dan saya cuma menonton aja, nggak tega melihat pembantaian itu. Dan saya nggak bisa menghitung berapa orang yang ikut.."

     "Terus apa udah ada orang yang berusaha mengungsi keluar dari desa ini?"

      "Udah pernah.. dulu setelah pembunuhan ketiga itu ada beberapa warga yang memutuskan mengungsi bersama-sama keluar desa, tapi belum sampai di batas desa, kendaraan mereka mogok begitu saja.. karena takut kemalaman di jalan, akhirnya mereka jalan kaki sambil menuntun kendaraan masing-masing dan balik ke desa lagi.. Dan sejak saat itu nggak ada lagi yang berani mengungsi, karena menurut pendapat mereka, kalo usaha mengungsi itu diteruskan, mereka takut nantinya malah akan mendapat celaka di jalan.."

      "Paman masih inget nggak ciri-ciri makhluk itu..?" tanyaku.

      "Ya kayak yang kuceritakan tadi, makhluk itu memakai jubah hitam panjang yang robek-robek, jubah itu ada penutup kepala yang selalu dipakainya. Mukanya berwujud tengkorak manusia dengan mata merah menyala. Kaki dan tangannya juga berwujud tulang belulang. Dia membawa celurit yang berkilat-kilat, dia juga bisa meludah pada semua orang yang mendekatinya. Makhluk itu mengeluarkan bau busuk yang luar biasa, mirip bau bangkai. Cara jalannya terseok-seok dan sangat kaku. Dan setiap kali dia menggerakkan tubuhnya, timbul suara berkletekan kayak suara tulang-tulang beradu. Tapi anehnya, makhluk itu bisa berjalan cepat sekali.. Dia selalu muncul dari arah timur desa, arah sungai itu.."

      Ada satu petunjuk, makhluk itu selalu muncul dari timur, jadi kalo nanti diperlukan, aku akan mencari di daerah timur desa.

      "Gini paman.. aku belum bisa menjanjikan akan berhasil atau nggak.. tapi aku akan berusaha semampuku untuk mengusir makhluk itu.." kataku.

      "Itu jauh lebih baik daripada kita nggak ngelakuin apa-apa dan cuma menunggu korban lain berjatuhan.. Kami warga desa kayak dikungkung di dalam desa, nggak bisa keluar dan nggak ada bantuan, dan cuma menunggu dan menduga siapa yang akan jadi korban berikutnya. Desa ini sangat terpencil hingga jarang sekali ada orang luar yang datang kesini.. Dan kini adek udah mau datang kesini dan berniat membantu kami, terima kasih sebelumnya ya dek.."

      "Sama-sama paman.. aku senang kalo bisa membantu, moga aja nanti aku berhasil…" jawabku.

      "Kemarin pak kades udah menelepon dan meminta bantuan polisi lagi. Dan kalo jadi, mereka akan datang kesini besok.. karena besok adalah malam ketujuh setelah pembunuhan terakhir itu, tentunya makhluk itu akan muncul lagi.."

      "Lebih banyak bantuan, akan lebih banyak lagi paman.."

      "Oiya.. nanti kalian menginap di rumahnya nenekmu aja ya Sil..?

      "Tadi rencanaku juga gitu paman.. Apa rumah itu udah dibersihin paman..?" tanya tante.

      "Meski nggak dihuni lagi, tapi tiap hari saya bersihkan kok.. jadi selalu siap dihuni.."


      Aku melengak kaget mendengar pembicaraan itu, padahal tadi waktu di rumahku, tante Silvy bilang kami akan menginap di rumah pamannya itu, tapi ternyata kami akan menginap di rumah neneknya, padahal neneknya udah meninggal, berarti kami akan menginap berdua saja! Godaan apa lagi ini?! emoticon-Hammer (S)  Tapi aku nggak akan membahasnya saat itu karena ada paman dan keluarganya. Biar nanti aja kalo pas dirumah neneknya.

       Setelah berbincang agak lama, tante Silvy pun pamit, karena dia udah ngerasa mengantuk. Pamannya menawarkan untuk mengantar, tapi tante Silvy menolak, padahal dia udah ketakutan, bener-bener aneh.. emoticon-Cape d... (S)  Setelah berpamitan, kami kembali mengendarai mobil, pelan-pelan menyusuri jalan beton desa menuju arah timur. Aura aneh itu terasa makin kuat aja, aku yakin makhluk yang telah membuat aura ini sangatlah kuat, karena aura ini bisa menyelimuti seluruh desa. Ditambah aura energi para jin yang berada disini, maka setiap manusia yang keluar dari rumahnya pada malam hari pasti akan merasa merinding.

       Selama perjalanan itu tante Silvy mencengkeram pahaku dengan erat, ternyata dia masih ketakutan. Setelah melewati 6 rumah yang berselang seling dengan kebun dan pekarangan, tibalah kami pada sebuah rumah joglo yang besar. Rumah ini terlihat klasik dan antik, tapi masih dalam kondisi bagus dan terawat. Mobil kubelokkan ke pekarangan rumah itu. Meski jaraknya cuma 6 rumah dari rumahnya paman tadi, tapi jaraknya mencapai 150 meter karena rumah-rumah irmtu berjauhan satu sama lain. Bahkan rumah neneknya tante ini aja jaraknya sekitar 20 meteran dari rumah lain di kiri kanan, karena diselingi kebun juga.

      Baru aja keluar mobil, terdengar suara burung hantu dari pohon di pojokan pekarangan. Tante Silvy Cumiik kaget, berlari ke arahku dan langsung memelukku. Dari awal dia udah takut duluan akibat cerita pamannya, dan sekarang malah dikagetkan suara burung hantu yang emang serem banget. Kurasakan badannya udah gemetaran.

Quote:    "Itu kan cuma burung hantu to kak.." kataku.

      "Tapi kok serem banget gitu suaranya…"

      "Ya suaranya emang gitu kok.." kataku. "Yuk masuk dulu aja.."


     Kurangkul pundaknya dan kuajak menuju ke pintu. Terasa ada beberapa energi jin dari dalam rumah itu, karena memang rumah itu nggak dihuni, dan karena di desa ini banyak sekali jin, maka pastinya ada beberapa jin yang menghuni rumah itu. Maka akupun bersiap menghadapi segala kemungkinan. Kuminta kunci rumah itu dari tante Silvy. Dan saat pintu itu terbuka, sudah ada sebuah kepala genderuwo sebesar pintu rumah, kepala itu melongok dari dalam rumah dan melotot ke arah kami..


bersambung…



155

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 113 lainnya memberi reputasi
114 0
114
Lihat 30 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 30 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:23
arc baru lagi emoticon-Big Grin emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:32
Kesian dinda udah di anboksing duluan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:37
Suwun mbah apdetnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:48
Wah lagi mo seru serunya.....emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:50
Apakah kali ini kangmas andra akan takluk di dalam genggaman kak silvi??
Kita lanjutkan lagi besok pemirsa
Keliling lagi
emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 17:59
Judulnya seremm mbahhh......emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 18:07
Akan jadi malam yang panjang.... Naik turun bukit, menyusuri lembah.... emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 18:14
Rumah kosong....berdua tante Silvy.....pasti bakal terjadi hal yg diinginkan...

Makasi apdetnya Mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 18:26
Permainan kak silvy alus bree...untung waktu dtg kerumah gak mengaku klo anaknya ibu udh menjelajahi gunung dan lembahnya...klo ngadu bsa langsung d kimpoin hahaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 19:09
Takut 2x seseb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 19:17
Enak lho gan, dikelilingi banyak cewek, ngapain pusing mikirin nya yg penting kan gak melanggar pagar ayu, wis tah, jalani ae yg penting asyik, bosskuu..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 19:21
Nggak sabar nunggu pertarungan lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 19:30
Haalaah bisa aja ni simbah mo libur di kasih kentang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 19:41
Tak sabar menunggu besok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
HITAM Season 2
28-05-2021 21:05
Kaya'a pagi2 bakal mandi keramasan nih..😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 238 dari 321
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
your-tea-love-story-17
Stories from the Heart
pernikahan-sasuku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia