Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Yuk Gan / Sis, Saatnya Ikutan Survey di Forum Stories Form The Heart
19740
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wong.tanpo.aran dan 246 lainnya memberi reputasi
233
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 237 dari 329
HITAM Season 2
27-05-2021 17:08

Pertunjukan wayang

     Pagi hari, aku terbangun dan mendapati ada seorang cewek yang tertidur di dadaku, dan dia masih polosan. Ini seperti mimpi saja, Dita udah balik ke pelukanku, dan saat ini kami menginap di villa. Kulihat jam dinding menunjuk di jam 8 pagi. Hawa masih terasa dingin karena ini adalah wilayah pegunungan.

      Aku malah jadi kuatir kalo ntar Dita masuk angin. Maka kutarik selimut untuk menutupi tubuh Dita, lalu kutransfer hawa hangat padanya. Tapi gerakanku malah membuat dia terbangun, dia menatapku sejenak, lalu senyum manis merekah indah di bibirnya.

Quote:    "Pagi sayang.." sapaku.

     "Pagi juga.. ini kayak mimpi aja lho yank.. kamu udah balik padaku lagi.."

     "Apa nggak kebalik..? Kan kamu yang ninggalin aku, jadi kamu yang balik padaku.."

     Dita malah nyengir. "Udah ah.. jangan bahas itu.."

     "Itu kamu pake dulu donk.. Ntar kalo kamu masuk angin gimana.." kataku.

      "Kan ada kamu, jadi nggak akan kedinginan dan masuk angin.. badanmu anget banget.. jadi nyaman deh.."


      Dita malah mendusel padaku. Memang badanku selalu hangat karena pengerahan energi. Kupeluk punggungnya yang halus mulus itu sambil terus mentransfer energi hangat. Dita merem seakan menikmati hawa hangat itu. Pagi itu aku ngerasa bahagia banget.

     Lalu Ada chat masuk di hpku yang ternyata dari ibuku. Emang udah dari kemarin ibu dan adikku menyuruhku pulang, tapi aku sudah terdampar disini bersama Dita, jadi nggak mungkin pulang. Dari kemarin aku nggak buka hp jadi udah banyak chat yang masuk. Ada chat dari Dinda, tante Silvy, Citradani, bahkan Kinara dan Erin.

Quote::Email     "Ntar malem ke kosan ya.. ntar aku pake baju yang khusus buat kamu lho.." dari tante Silvy.

      "Kangen sama kamu.. aku ke rumahmu sekarang ya..?" dari Dinda.

      "Kok gue jadi pengen ketemu elu ya? Kemana aja sih kok ngilang mulu..?" dari Erin.

      "Kamu ke kosan nggak..? Aku sendirian nih.. anak-anak pada pulang semua.." dari Kinara.

:Email      "Kak.. disuruh mama kesini, disuruh nginap disini.." dari Citradani.


      Semua chat itu cuma kubaca aja, dan cuma chatnya Cindy yang kubalas. Dita ikut ngebaca semua chat itu, sekarang aku nggak perlu nyembunyiin darinya karena udah aku ceritain semua. Sebenarnya dari dulu aku nggak pernah nyembunyiin isi hpku pada Dita. Waktu membaca semua chat itu, Dita nggak berkomentar apa-apa, tapi ada raut kecewa disana, aku tau kalo dia ngerasa sedih juga.

Quote:      "Kamu lihat sendiri kan, nggak ada chat yang kubalas.." kataku.

      "Mereka sering chat gitu ya..?"

      "Ya sering juga sih.." jawabku.

       "Beneran kamu nggak pernah menanggapi..?!"

      "Ya beneran lah... coba kamu lihat aja semua chatnya, ada balasan dariku nggak? Chat itu nggak ada yang kuhapus kok,.." kataku.


      Dita mulai membuka-buka semua chat di hpku, lalu ada senyum tipis di bibirnya. Maka sekalian kupeluk aja dia dan kupagut sekejap, dan itu udah bisa ngebuat senyumnya tambah melebar. Sebenarnya gampang banget bikin ngambeknya ilang, cuma kadang akunya aja yang nggak peka dan nggak nggagasan, jadi kubiarin aja sampe ngambeknya ilang sendiri.

Quote:    "Kemarin bawa kopi nggak..?" tanyaku.

     "Ada di tas.. di dapur juga ada kok.."

     "Weh.. udah berapa tahun itu..?" tanyaku.

     "Ngawur.. pengurus villa sering ngeganti kopi itu kok.. kalo udah kadaluwarsa ya dibuang ganti baru.."

      "Yaudah.. aku tak bikin kopi dulu ya..?" kataku.

      "Nggak usah.. disini aja.." Dita mengeratkan pelukannya.

      "Masak iya mau disini terus.." kataku sambil beranjak bangun.

      "Jangan tinggalin aku…!"

      "Halah lebay..!" jawabku.


      Dita malah ketawa ngakak, suatu tawa yang udah lama nggak kudengar. Sampai di dapur, segera aku menjerang air, lalu menggeledah lemari-lemari, yang akhirnya kutemukan kopi dan gula. Kulihat tanggalnya, belum kadaluarsa, bahkan masih baru. Ternyata enak banget jadi orang kaya, apa-apa udah tersedia. emoticon-Hammer (S)

     Sambil menunggu air matang, kutengok keluar lewat jendela, pasukan Argo masih berjaga di luar. Saat itulah kudengar suara teriakan anak kecil dari halaman belakang, sesekali diselingi suara tawa. Dengan penasaran, kubuka pintu belakang, dan kudapati anak pengurus villa sedang berlatih gerakan-gerakan bela diri. Di depannya tampak nyai Retno sedang memberi contoh gerakan. Dan di bawah pohon di pojokan halaman, kulihat orang tua penghuni batu akik sedang duduk bersila memperhatikan anak pengurus villa.

     Aura keunguan berpendar dari tubuh anak itu, suatu jenis aura dari aliran putih, sudah lumayan kuat dia, cukuplah untuk menghalau jin liar berenergi rendah.  Sudah lama aku nggak ketemu dengan anak itu, ternyata sekarang dia telah dibimbing oleh nyai Retno dan sosok orang tua itu. Aku jadi lega karena anak itu berada di tangan yang tepat, jadi nggak ada kekuatiran kalo nanti dia tersesat. 

     Si orang tua menyadari kehadiranku, dia menundukkan kepala padaku, yang segera kubalas dengan anggukan. Tau-tau Salma dan Amrita sudah berada di kiri kananku. Nyai Retno malah melayang mendekatiku sambil tersenyum. Dia mengganggu pada kami. Lalu kudengar teriakan si anak yang menyapaku.

Quote:      "Kakak..!"

      Aku cuma melambaikan tangan padanya.

      "Apa latihan ini sudah mengganggu raden..?" tanya nyai Retno.

      "Nggak kok nyai.. aku udah bangun dari tadi.. Kenapa nyai ikut memanggilku raden..?"

      "Aku cuma menirukan ki Sumarta dalam memanggilmu.."

      "Sebenarnya nggak perlu kayak gitu.." kataku. "Yaudah.. kalian teruskan aja…"

      "Baik raden.."


      Aku masuk lagi ke dapur dan membuat dua cangkir kopi, lalu balik lagi ke kamar. Kulihat Dita duduk selimutan di kasur sambil ngemil makanan ringan yang kami bawa kemarin, dia sibuk memelototi hpnya. Saat aku datang, selimut itu dibukanya dan menyuruhku ikut masuk didalamnya. Jadilah kami menikmati kopi sambil selimutan berdua.

Quote:    "Aku denger suara anak kecil tadi siapa yank..?"

       "Itu anak pengurus villa.. dia lagi main di halaman belakang.." jawabku.

       "Owh.. kirain ada hantu.. masak pagi-pagi ada hantu.. hihi.."

       "Hantu itu cuma ada di pikiran manusia.. hehe.."

        "Ngomong apa kamu yank.. masak indigo kok ngomong gitu.." sahut Dita.

       "Ya barin lah.. kamu nggak mandi yank..?"

       "Males ah.. dingin banget…"

       "Kan ada air anget.. abis mandi terus nyari sarapan.. yuk..?" ajakku.

       "Mandi bareng aja ya..?"

       "Yaudah yuk.."


       Senyum Dita merekah, tangannya langsung merangkul leherku, pertanda dia minta digendong. Maka kubopong tubuhnya ke kamar mandi, dan untuk kedua kalinya kami mandi bersama. Kali ini cuma mandi biasa dan nggak terjadi apa-apa, cuma diselingi pagutan dikit di sana-sini. emoticon-Ngakak (S)

        Selesai semuanya, kami keluar naik motor menuju pasar tradisional setempat. Dita langsung menunjuk sebuah warung bakso di sana. Masuk ke warung, langsung pesan 3 porsi, dan yang dua buat Dita. Setelah makan, Dita mengajaku masuk ke pasar, membeli beberapa bahan untuk masakan makan siang nanti. Aku si seneng aja dimasakin dia buat makan siang.

     Tapi sepanjang siang itu malah kami habiskan buat muter-muter seputar kawasan wisata di kaki gunung Argo, kebun teh, kebun strawberry, bumi perkemahan, air terjun, hingga akhirnya kami terdampar di sebuah warung sate kelinci. Dengan dua porsi yang disantap Dita, nggak mungkin dia akan memasak lagi buat makan siang.

      Skip ke malam hari..
      Dita memintaku untuk membuat api unggun di halaman belakang. Dengan kayu bakar yang kudapat dari pengurus villa, maka mulailah acara api unggun itu. Nyai Retno si kunti merah segera pergi dari tempat nongkrongnya, sementara si orang tua kembali ke batu akiknya. Entah kenapa mereka memilih pergi. Dan ditemani wine dan be*r, kami duduk di kursi panjang sambil mengobrol ngalor ngidul. Lalu mendadak muncul tiga prajurit Argo di depanku, kemunculan mereka membuatku terkejut setengah mati.

Quote:      "Mohon maaf mengganggu raden, kami diperintah pemimpin untuk menyampaikan kalo raden diundang ke kediamannya.. beliau sudah mempersiapkan pesta penyambutan untuk raden..."

      "Emang ada acara apa..?" tanyaku.

      "Akan diadakan pertunjukan wayang.. Dan kalo raden berkenan utuk hadir, maka raden tinggal menghubungi prajurit yang berjaga di sini.."

      "Baiklah.. Akan kupikirkan dulu.. sampaikan terima kasih banyak untuk ki Sumarta…"

      "Siap raden.. kami pamit undur diri.."


     Udah beberapa kali aku menolak undangan dari ki Sumarta, rasanya nggak enak kalo mau menolak terus, ki Sumarata udah baik banget sama aku, dan aku sering mendapat bantuannya, termasuk pengawalan dari para prajurit itu juga. Mungkin kali ini aku akan berkunjung kesana aja. Tapi gimana dengan Dita?

Quote:      "Kamu ngelihat apa yank..?"

      "Ada yang dateng tadi.. ngudang aku buat berkunjung ke rumahnya.." jawabku.

      "Ke rumahnya..? Berarti di alam gaib donk..? Ihh ngeri..!"

      "Ngeri gimana..? Orang nggak serem kok.." jawabku.

      "Ntar kalo nggak bisa balik gimana..?"

      "Ya bisa lah.. mereka baik semua kok.." jawabku.

      "Mereka..? Berarti ada banyak..?"

      "Iya banyak banget.. ada yang masih di sini juga.." jawabku.

       "Iihh.. kok serem gitu sih yank.. mereka ngapain tuh..?"

       "Tenang aja.. mereka sahabat kok.. mereka lagi jagain kita.."

        "Kenapa malah jagain kita..? Heran deh.."

        "Susah ngejelasinnya yo yank.." jawabku. "Kamu suka wayang nggak yank..?"

        "Belum pernah lihat sih.. jadi nggak tau suka atau nggak.."

        "Gimana kalo kita lihat wayang sekarang..?" tawarku.

       "Di alam gaib tadi? Nggak ah.. aku takut nggak bisa balik.."

       "Kan sama aku.. pasti bisa balik kok.. aku pengen kamu juga mengenal dunia yang aku kenal.." kataku.

      "Yaudah.. demi kamu ini.. Tapi kamu jagain aku lho ya.."

      "Iya lah.. tunggu bentar.."


       Aku memanggil salah satu prajurit Argo yang berjaga di pagar batas villa, aku memintanya untuk mengantarku ke kediaman ki Sumarta. Lalu aku juga meminta Salma, Amrita, dan juga Saraswati untuk membawa raga kami mengikuti prajurit itu. Kurangkul pundaknya Dita dan kusalurkan energiku untuk menguatkannya. Dan tiga gadis alam gaib itu membawa kami melesat ke atas, lalu menyamping dengan cepat.

      Kami sampai di sebuah pelataran yang luas, di depan sana kulihat sebuah rumah joglo yang sangat besar dan indah, aku mengenalinya sebagai rumahnya ki Sumarta. Di samping kiri halaman rumah itu, kulihat sebuah layar putih terbentang, layar untuk pertunjukan wayang. Dan disebelahnya ada seperangkat gamelan yang sangat lengkap dengan niyogo yang siap menabuhnya. Lalu kudengar gending jawa mulai terdengar mengalun.

       Halaman itu dipenuhi ratusan makhluk yang berwujud mirip manusia biasa, mereka duduk di atas tanah yang digelari semacam karpet. Tampaknya mereka juga mau menyaksikan wayang itu. Para prajurit tampak berjaga di sekeliling penonton. Dan baru kusadari kalo dari tadi Dita memejamkan mata, sepertinya dia udah takut duluan dengan apa yang akan dia lihat.

Quote:      "Coba kamu lihat ini yank.." kataku.

       "Nggak mau..!  Aku takut.." tangannya merangkul pinggangku dengan erat.

       "Orang nggak serem kok.. cuba lihat dulu aja.." kataku.


        Perlahan Dita membuka matanya, lalu mata itu langsung membesar, sepertinya dia merasa takjub dan heran dengan apa yang dilihatnya. Dia memandang berkeliling, lalu berhenti ke arah Salma, Amrita dan Roro Saraswati. Kurasakan badannya gemetaran, ini pasti efek dari pancaran energi dari semua jin yang berada di sini, maka kusalurkan energi lebih banyak lagi pada Dita.

Quote:      "Me-mereka ini.." suaranya terdengar bergetar.

      "Ini adalah Salma dan Amrita.. kamu kan udah pernah ngelihat mereka kan.." kataku.

       Salma tersenyum, dan Amrita tertawa ceria. Mereka mendekat dan langsung memeluk Dita yang masih kebingungan.

      "Kalo yang itu..?" tanya Dita sambil menunjuk ke Saraswati.

      "Namanya Roro Saraswati.. dialah yang jagain kamu selama ini, ngikutin kamu kemanapun kamu pergi.." kataku.

      Saraswati mendekat dan memeluk Dita. "Akhirnya, aku bisa ketemu kamu secara nyata.." ada titik air mata bahagia disana.

      Dita masih aja kebingungan, tapi balas memeluk Saraswati. Badannya malah makin gemetaran dengan hebat. Tapi untunglah Saraswati mengetahui ini, dan dia gantian menyalurkan energi pada Dita.

        "Ini… bagaimana mungkin..? Kita di alam gaib kan yank..? Tapi mereka.. kayak manusia.."

       "Iya ini udah di alam gaib.. mereka adalah jin yang berwujud manusia.."

       "Tapi mereka.. rumah itu.. gamelan itu.. apa itu nyata..?"

       "Ya nggak.. semua yang ada disini berasal dari alam gaib.. dan karena kita berada di alam gaib juga, maka kita bisa menyentuh semuanya ini kayak nyata.."


      Dita masih memandang berkeliling dengan mata membesar, terlihat ketakjuban dan kegentaran di matanya. Maka kurangkul dia lebih erat dan kutransfer energi lebih besar lagi agar dia bisa tahan terhadap pengaruh energi jin itu. Lalu mendadak aja di depan kami sudah berdiri ki Sumarta dan sesosok gadis yang sangat cantik.

      Gadis itu berwujud manusia, memakai kemben indah bersulam benang emas sebatas atas dada, hingga bahunya yang outih mulus terlihat jelas. Dia memakai bawahan berupa jarik coklat. Wujudnya seperti gadis usia 18-19 tahun. Sudah sering aku lihat jin yang sangat cantik, tapi kecantikan yang ini berbeda, tampak polos dan lugu.

Quote:    "Selamat datang raden.. Nini Salma.. nini Amrita.. dan nini Roro.. salah satu pasukan terkuat dari selatan.. salam hormatku.."

      Ki Sumarta menundukkan kepala dan kami semua ikut menunduk menghormat.

      "Terima kasih atas undangan ini ki.." kataku.

       "Kamilah yang harus berterima kasih karena raden mau memenuhi undangan kami. Dan siapakah tuan putri ini..?" tanya ki Sumarta pada Dita. 

      "Namanya Dita ki.." jawabku.

      "Putri Dita.. selamat datang di kediamanku.. salam kenal dari hamba, si tua yang bernama ki Sumarta ini.."

       Ki Sumarta mengulurkan tangannya, Dita menyambut salaman itu dengan takut-takut. Lalu dia menoleh padaku dengan pandangan yang menyimpan pertanyaan besar.

      "Perkenalkan juga.. ini putriku raden.. namanya Dewi Intan.. Nduk,  kamu beri salam pada raden.."

      "Salam hormat buat raden.."


      Dewi Intan menundukkan kepala sambil tersenyum manis, lalu dia mengulurkan tangannya. Kusambut jabatan tangan itu. Bener-bener halus dan lembut jari-jari itu. Baru aku tau kalo ki Sumarta mempunyai seorang putri yang cantik jelita, dan baru kali ini aku bertemu dengannya. Tanpa sadar aku tertegun melihat kecantikan alami itu, dengan senyuman yang terus tersungging di bibirnya, entah bagaimana jin bisa memiliki kecantikan yang lugu polos kayak gitu. Tapi mendadak ada satu sengatan yang sangat menyakitkan di pinggangku, Dita telah mencubitku sekuat tenaga, matanya melotot ke arahku, dan aku cuma bisa cengar-cengir. Lalu Dita berbisik di telingaku 

Quote:      "Matanya di jaga.. lihat cewek cantik aja sampe kayak gitu!"

      "Nggak sengaja.." jawabku sambil nyengir.

      "Nggak sengaja kok lama banget gitu..!"

     "Lagian dia bukan cewek lho.." kataku.

     "Halah sama aja..!"

      Untunglah debat itu dihentikan oleh ki Sumarta. "Mari silahkan raden.. kami sudah menyiapkan tempat duduk khusus buat raden.."


     Kamipun jalan mengikuti ki Sumarta, menuju ke tengah-tengah kerumunan penonton yang duduk di tikar itu. Mereka menyibak ke kiri kanan seakan memberi jalan pada kami, dan baru aku sadar kalo ternyata mereka menundukkan kepala padaku. Gending gamelan terus mengalun perlahan. Kami terus jalan menuju barisan penonton yang paling depan. Dan entah dari mana, mendadak aja muncul 6 buah kursi berkaki pendek di barisan paling depan itu.

     Kursi itu terbuat dari kayu yang berlapis emas, bagian yang empuk berwarna merah terang, secara keseluruhan semua kursi itu sangat indah. Kursi yang di tengah adalah kursi panjang untuk dua orang, sedangkan tiga kursi di sisi kiri dan dua kursi di sisi kanan adalah kursi untuk satu orang. Ki Sumarta mempersilahkan aku duduk di kursi tengah bersama Dita, dia sendiri dan putrinya duduk di sebelah kananku. Sedangkan Salma, Amrita dan Saraswati duduk di sisi kiri. Aku jadi kayak tamu agung yang sangat dihormati disini, padahal aku malah ngerasa risih sendiri.

Quote:      "Kamu berhutang banyak sekali penjelasan padaku lho yank.." bisik Dita.

      "Iya.. ntar aja kalo udah balik.. tak jelasin semuanya.."

      "Aku jadi geli sendiri dipanggil tuan putri.. Putri Dita.. dan kamu dipanggil raden.. hihi.."

      "Ntar kalo kamu tau lebih banyak lagi, kamu pasti akan lebih heran lagi.." jawabku.

      Bisik-bisik itu terputus oleh suara ki Sumarta. "Sebelum acara wayang di mulai, kami akan menjamu raden dan rombongan lebih dulu.."


       Lalu muncullah serombongan gadis-gadis cantik berkemben dan berjarik, mereka jalan berurutan sambil membawa nampan-nampan perak berbentuk bundar bertutup. Dan tau-tau aja di depan kami udah muncul sebuah meja kecil yang panjang. Para gadis itu meletakkan nampan di atas meja, ada sepuluh nampan yang di letakkan di depanku. 


Lanjut bawah gan sist..

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sydney89 dan 79 lainnya memberi reputasi
80 0
80
HITAM Season 2
27-05-2021 17:09

Lanjutan

      Lalu para gadis itu membuka tutup baki satu persatu, dan tampaklah berbagai makanan yang menggugah selera. Ayam panggang utuh, ikan bakar, daging bakar, sayuran, buah-buahan, nasi dan minuman. Semua makanan itu disajikan di atas piring dan cangkir perak. Aku jadi bertanya-tanya dari mana asal makanan itu.

Quote:      "Jangan kuatir raden.. semua makanan yang kami hidangkan buat raden itu halal, kami membeli dari alam dunia, dengan uang asli juga. Lalu kami bawa ke alam ini.. jadi Raden nggak usah ragu untuk menyantapnya.."

     "Terus gimana aki bisa dapat uang manusia..?"

     "Kami tau tempat-tempat yang menyimpan cadangan emas di gunung ini. Kalo kami butuh uang, kami tinggal mengambil emas itu, lalu masuk ke alam manusia, menyamar jadi manusia, lalu menjual emas itu pada manusia. Kami tau semua seluk-beluk jual-beli pada dunia manusia.."

     Penjelasan itu membuatku tertegun, ternyata jin juga melakukan segala hal dengan sistematis dan penuh perhitungan.

     "Tapi kenapa makanan yang dihidangkan banyak banget gini ki..?" tanyaku.

     "Memang begitulah cara kami menjamu sang raja.."

      "Tapi kami nggak akan sanggup menghabiskan semuanya.." jawabku.

      "Secukupnya aja raden.."

      "Baiklah ki.." kataku.

      Dita yang dari tadi cuma melongo memandangi semua makan itu kini ikut berbisik. "Raja? Maksudnya gimana..?"

      "Ntar aja aku jelasin semua.. sekarang saatnya kita makan…"


      Langsung aja kucomot paha ayam panggang dan tanpa ragu mulai menyantapnya. Rasanya sama kayak ayam panggang biasa di dunia, kalo ini sih bener-bener masakan dari alam dunia! Dita yang terlihat ragu, ikut mencicipi ayam di depanku, dan diapun mulai menikmatinya. Salma, Amrita dan Roro Saraswati juga menikmati hidangan masing-masing, bahkan semua jin yang berada disitu juga dapat hidangan masing masing. Tentunya makanan mereka beda dengan aku dan Dita. Cara makannya pun beda, seakan mereka cuma kayak menghirup aroma makanan itu.

       Setelah comot sana comot sini, mencicipi semua hidangan itu sedikit-sedikit, maka kami mulai kekenyangan. Dan makanan di meja itu masih banyak sekali, mubadzir banget,  karena aku yakin nggak akan ada lagi yang memakan semua makanan sisa ini, dan pada akhirnya akan dibuang.

Quote:    "Lain kali kalo mau menghidangkan makanan, lebih baik secukupnya aja ki.. biar nggak mubadzir.." kataku.

      "Baiklah raden, petuah raden akan kami ingat baik-baik.. Sekarang saatnya inti dari acara ini.."


     Alunan gamelan yang dari tadi kudengar itu mendadak berhenti, lalu pada layar kain putih itu muncul suatu bayangan berbentuk kerucut atau segitiga, itu adalah gunungan wayang sebagai tanda pembukaan pertunjukan wayang.  Lalu gamelan ditabuh kembali membawakan gending yang berbeda. Setelah gunungan dicabut dan ditancapkan di pinggir layar, maka inti cerita wayang itupun dimulai.

     Aku nggak begitu mengerti tentang wayang, jadi aku nggak tau lakon apa yang saat itu dimainkan. Tapi sang dalang tampaknya sangat hebat dalam memainkan wayang, begitu juga para niyogo itu juga sangat terampil memainkan gending-gending yang selaras, ditambah lagi suara sinden yang merdu mendayu-dayu. Suatu perpaduan harmoni yang sempurna dan sangat mirip dengan pertunjukan wayang yang ada di alam dunia.

     Kulihat Dita malah menyandarkan kepala di pundakku, tangan kanan diselipkan di punggungku dan tangan kiri merangkul perutku. Dia nggak ngerti sama sekali soal wayang, dan dia malah memperhatikan para niyogo dan sinden, karena cuma mereka lah yang terlihat, sedangkan sang dalang sendiri berada di balik layar. Memang begitulah cara menyaksikan pertunjukan wayang yang benar, jadi kita cuma melihat bayangan wayang pada layar kain putih, dan bukannya menonton di belakang sang dalang.

      Tanpa sengaja pandangan mataku tertumbuk pada Dewi Intan, dan dia juga sedang menatapku, senyumnya merekah sangat indah, dengan mata bulat dan bening, menatapku dengan pandangan berbinar. Alunan gamelan dan suara sang dalang seakan nggak kudengar lagi. Aku seakan memasuki sebuah taman indah penuh bunga-bungaan beraneka warna yang menyejukkan mata. Naluri turunan dari sang raja seakan muncul, tanpa sadar aku ikut tersenyum ke arahnya. Dan aku baru sadar setelah energi dari ilmu pengasihannya Amrita berusaha memberontak keluar seakan mau ikut berbicara. Segera kutekan dalam-dalam energi itu dan kualihkan pandanganku ke layar putih itu.

      Entah berapa lama kami menyaksikan pertunjukan wayang itu, hingga akhirnya aku tau kalo Dita kini duduk bersandar padaku, sepertinya dia kecapekan. Memang kalo manusia memasuki alam jin, maka akan menguras banyak sekali tenaganya, dan itulah yang terjadi pada Dita sekarang. Padahal aku sudah mentransfer banyak sekali energi padanya. Maka akupun memutuskan untuk balik aja.

Quote:      "Mohon maafmu ki.."

      "Ada apa raden..?"

      "Aku senang sekali berada di sini dan melihat pertunjukan wayang itu, tapi mohon maaf.. sepertinya Dita kecapekan.."

     "Jadi tuan putri udah ngantuk rupanya.."

     Dita yang merasa sedang dibicarakan malah mencubit lenganku.

      "Iya ki.. jadi mohon maaf.. aku pamit mau balik sekarang.." 

      "Baiklah raden.. tidak apa-apa kok.. aku maklum.."

       "Terima kasih atas semua jamuan dan pertunjukan ini.."

       "Hamba juga berterima kasih karena raden sudi datang ke sini.. jangan sungkan kalo raden mau kesini lagi, kami akan menyambut raden dengan senang hati.."

       "Baiklah.. kami pamit duluan… biar pertunjukan itu dilanjutkan aja.."

       "Hati-hati raden.. hamba akan menyuruh para prajurit untuk mengawal raden.." lalu kudengar suara ki Sumarta langsung di otakku, bahkan bibirnya nggak bergerak. "Hamba akan merasa sangat senang dan merasa sangat terhormat kalo raden mau mempersunting putri hamba sebagai istrinya raden.. Seorang raja butuh lebih dari satu istri, agar bisa mendapat saran masukan lebih banyak, dan juga mendapatkan pelayanan yang terbaik.."


     Kulihat senyuman tipis ki Sumarta. Aku tertegun, sepertinya ki Sumarta mengetahui kejadian saat aku berpandangan dengan putrinya tadi, aku jadi ngerasa malu banget. Maka untuk menghilangkan rasa malu itu, aku tuntun Dita beranjak bangun dan jalan meninggalkan kerumunan penonton itu. Ki Sumarta dan putrinya ikut mengiringi kami. Keluar dari kerumunan penonton, maka Salma, Amrita dan Saraswati memegang pundak kami. Sekali lagi mataku sempat beradu pandang dengan Dewi Intan, mata kirinya mengedip ke arahku, dan senyuman indahnya kembali dipertunjukkan padaku. Maka kuberi isyarat pada Salma untuk segera membawa kami pergi dari situ.

      Sampai di kamar villa, aku langsung merebahkan diri di kasur, malah keinget sama kerlingan mata Dewi Intan tadi, dasar otak udah sengklek. emoticon-Hammer (S) Kulihat Dita malah duduk di pinggiran tempat tidur sambil bengong melihat jam yang menunjuk di setengah satu malam. Lalu jari-jarinya bergerak seperti menghitung sesuatu.

Quote:      "Aneh banget.. tadi kita disana itu nggak nyampe dua jam lho yank.. tpi kenapa udah setengah satu aja.."

      "Udah, nggak usah dipikirin.. sini.." kutarik Dita dan kurebahkan di sebelahku.

      "Tapi aku masih penasaran.. kok bisa lama banget gitu, padahal kita tadi berangkat jam 7 kan.."

       "Kalo kamu tau waktu yang sebenarnya, kamu bakal lebih heran lagi.." kataku.

      "Emang gimana..?"

      "Perbedaan waktu antara alam jin dan manusia itu jauh banget… sebenarnya selama kita disana tadi udah memakan waktu 4 hari 4 malam waktu dunia.." kataku.

      "Empat hari?! Masak sih yank..?"

      "Ya emang gitu perbedaan waktunya.." jawabku.

      "Tapi ini kok cuma lima setengah jam..?"

       "Karena Salma udah menerapkan ilmu yang disebut dengan melipat waktu.." kataku

        "Gimana lagi itu..?"

        "Memperpendek waktu yang sebenarnya.." jawabku.

        "Oo gitu.. aku ngerti konsepnya, tapi nggak tau gimana bisa kayak gitu.. bener-bener nggak masuk akal.."

        "Ya begitulah alam gaib itu.. nggak ada yang masuk akal dan nggak bisa dinalar.." jawabku, kuletakkan kepalaku di perutnya Dita, terasa sangat nyaman.

      "Ternyata Roro Saraswati itu cakep banget ya yank.. sama kayak Salma dan Amrita.."

       "Ya mereka kan jin.. bisa berubah jadi secantik apapun.." kataku.

       "Kayak anaknya ki Sumarta tadi, sampe bikin mata kamu mau copot gitu.

       Aku ketawa ngakak mendengarnya. "Sebenarnya aku nggak terfokus sama dia.. aku tadi lagi mikir aja, soalnya baru sekarang aku tau kalo ki Sumarta itu punya anak.. aku belum pernah ketemu dia.."

       "Halah pinter banget kamu ngeles.." Dita mencubit lenganku. "Tapi kok Saraswati nggak pernah muncul gitu ya..? Apa dia nggak bisa muncul di dunia..?"

      Sebelum menjawab, aku menoleh dulu ke Saraswati, dan dia lah yang menjawab.

      "Dita belum pernah memanggilku, jadi aku nggak akan muncul…"

      Lalu kusampaikan  ini pada Dita. "Sebenarnya dia akan muncul kalo kamu panggil kok.."

      "Beneran..?"

      "Iya lah.." jawabku. "Ntar kalo pas kamu sendirian dan nggak ada temen, coba kamu panggil dia, pasti langsung muncul deh.. tapi kayaknya nggak bisa lama.." 

       "Emang berapa lama..?"

      "Ya nggak nyampe jam-jaman.. paling seperempat atau setengah jam.." jawabku.

       "Dulu pas sama Riki, kenapa dia nggak muncul nolongin..?"

        "Soalnya dia udah ketangkep duluan sama Riki waktu mau nolongin kamu.."

        "Duh… aku malah jadi kasihan sama dia.. Roro.. aku minta maaf udah ngerepotin kamu, dan makasih udah jagain aku selama ini.." kata Dita. "Dia denger nggak yank..?"

      Kulihat Saraswati mengangguk dan tersenyum manis. "Ya denger lah.. orang dia ada didekatmu terus kok.."

      "Yaudah… aku jadi nggak enak sama dia.."

      "Katanya itu udah jadi tugasnya buat jagain kamu.." kataku.

       "Baik banget dia.." kata Dita. "Eh iya.. kamu utang banyak cerita sama aku lho.."

       "Oke lah.. akan kuceritain dari awal aja biar kamu jelas.."


       Mulailah aku cerita tentang pertemuanku dengan ki Sumarta waktu naik gunung dulu, tentang penjelasan kalo aku adalah keturunan raja, juga Vano dan Citradani, lalu waktu ki Sumarta yang memberiku keris Pancalaksa. Lalu hilangnya kekuatan pada keris itu dan dikembalikan ke tubuhku. Tentang Ratu Selatan dan Ratu Utara, juga tentang jin qorin dari sang raja. Aku juga cerita soal pasukan Pancalaksa. Juga tentang semua sifat keturunan dari sang raja dengan semua efeknya. Dita cuma terbengong saat aku selesai menceritakan semuanya.

Quote:      "Lima ratus ribu?! Banyak banget yank..!"

       "Tepatnya limaratus sepuluh ribu, mereka selalu datang waktu kupanggil.." kataku.

       "Bener-bener luar biasa ceritamu itu.. kayak sebuah cerita dongeng.."

       "Kamu boleh percaya atau nggak.." kataku.

       "Bukannya nggak percaya, tapi aku bener-bener heran.. ternyata udah banyak banget yang kamu lalui.. dan aku cuma tau sedikit soal itu.."

       "Makanya mulai sekarang aku akan berbagi semua cerita sama kamu.. biar kamu tau duniaku.. aku akan memperlihatkan duniaku padamu secara perlahan.." kataku.

       "Kayaknya seru banget dunia kamu itu.. aku jadi pengen tau lebih banyak.." Dita terus memandangiku.

       "Seru dan sangat kejam yank.. dan aku nggak akan memperlihatkan sisi yang kejam itu.."


       Dita terus memandangiku seakan melamun, kubiarkan dia tenggelam.dalam pikirannya sendiri. Memang semua ceritaku nggak ada yang masuk akal, tapi aku cerita agar dia mengenal duniaku, karena aku memutuskan akan memperkenalkan Dita pada alam yang selama ini sangat akrab dalam kehidupanku sehari-hari.

Quote:    "Terus apa keris itu masih ada yank..?"

     Tanpa menjawab aku beranjak menuju meja kamar, mengambil kunci motor dan menyerahkan pada Dita.

      "Inikah keris itu?! Beneran..?"

      "Ya emang itu…" jawabku.

      "Kok bisa jadi gantungan kunci gini?! Nggak menghargai banget deh kamu itu yank.. kalo ki Sumarta tau, dia pasti akan marah ntar.."

     "Dia udah tau kok.. dia malah meminta keris itu buat dikasih kesaktian lagi, tapi aku nggak mau.. aku anggap keris itu udah habis masanya.." jawabku.

     "Tapi kok ya di buat gantungan kunci gini lho.."

      "Biar nggak ilang yo sayang.." kataku sambil nyengir.

      "Terserah kamu aja deh.." jawab Dita. "Kamu pernah ketemu sama pasukan itu nggak yank..?"

      "Ya pernah lah.. banyak banget.. aku sampe merinding.. Kapan-kapan akan kuajak kamu ketemu mereka.."

       "Kalo kamu aja merinding, terus gimana dengan aku..? Mungkin akan langsung pingsan kali ya.."

       Aku langsung ketawa ngakak. "Ya nggak akan sampe pingsan lah.."

       "Jadi warisan dari raja itu ya yang bikin banyak cewek deket sama kamu.."

       "Ya aku belom yakin juga soal itu.. meskipun udah banyak bukti.. Padahal raja itu biasanya punya banyak selir lho yank.."

       "Apa…?! Kamu juga pengen punya banyak selir gitu..?!"

       Kembali aku ketawa dibuatnya. "Punya satu permaisuri aja nggak abis-abis gini kok.."

      "Emangnya apaan kok bisa abis gitu..?!"

      "Hehe.. becanda yo yank.. sini.." kurengkuh Dita dalam pelukan. "Kamu nggak ngantuk..?"

      "Nggak jadi.. soalnya hidup kamu itu menarik banget buat dibahas gini.. bikin aku jadi nggak ngantuk.."

      "Kalo diceritain sekarang, sampe pagi nggak akan abis ceritanya.." jawabku.

     "Kalo misal pasukan itu ada di dunia, tentu kamu udah kayak raja deh yank.. pastinya jadi kaya raya.. hihi.."

      "Mereka bisa masuk ke dunia kok.. lagian apa kamu lupa cerita ki Sumarta tadi? Mereka tau tempat-tempat yang punya banyak sekali cadangan emas alam di gunung itu… Kalo aku mau, aku tinggal meminta sama mereka, dan pasti dikasih.." kataku.

      "Terus kamu nggak mau..?"

      "Buat apa to yank.. harta seberapa banyaknya kan nggak akan dibawa mati,i manusia itu sebenarnya nggak butuh terlalu banyak harta buat hidup.. ini kalo dibanding dengan jumlah emas yang mereka miliki lho ya.. Lagian buat apa pasukan di dunia..? Aku nggak butuh itu buat hidup.. dan aku cuma meminta bantuan mereka kalo aku mau membantu orang, kalo urusan pribadi, aku nggak akan minta bantuan mereka.." kataku panjang lebar.

      Dita menatapku dengan mata berbinar. "Aku bangga sama kamu yank.. pemikiranmu itu ternyata jauh lebih luas dari yang kubayangkan.. jadi nyesel lagi karena dulu aku pernah ninggalin kamu.."

    "Halah.. nggak usah dibahas lagi to.." kataku. "Lagian aku kan cuma melakukan yang seharusnya dilakukan to yank.."

    "Aku malah jadi pengen menyelami seluruh isi kepalamu itu.."

     "Secara perlahan ntar kamu pasti akan bisa menyelami semua yank.. dan kita bisa menyelami satu sama lain.. apalagi mungkin kita masih punya waktu banyak.. mulai sekarang, sampe kamu jadi ibu dari anak-anakku, sampe ajal menjemput ntar.."

      "Jadi kamu mau menjadikan aku sebagai istrimu..?"

      "Iya lah.. kalo kita emang jodoh, maka itu udah jadi suatu keharusan buatku.

       Senyum manisnya mengembang sangat indah, sebuah senyuman termanis dari semua cewek yang pernah kukenal, aku sungguh beruntung udah diberi kesempatan lagi untuk melihat senyum itu.

       "Makasih sayang.. aku juga maunya kamu jadi ayah dari anak-anakku.." Dita memagutku dengan lembut dan lama. Lalu dia menduselkan kepalanya di dadaku. "Bisa nggak kamu ceritain lebih banyak lagi soal pasukan itu?"


       Maka akupun mulai cerita tentang struktur dalam pancalaksa, tentang pemimpin mereka, tentang keenam panglimanya, dan tentang 510 senopati yang masing-masing membawahi 1000 prajurit. Belum selesai bercerita, kudengar napas teratur dari Dita, dia tertidur kayak didongengin. Kubetulkan selimut hingga menutupi kami berdua. Lalu aku berusaha untuk tidur.

    Tapi aku jadi kepikran tentang pertunjukan wayang tadi, keinget kalo ki Sumarta tau tempat-tempat yang mengandung emas. Kalo manusia ada yang tau, tentu emas itu akan diburu, hingga jadi sebuah demam emas. Untung aja nggak ada yang tau soal itu. Lalu aku teringat juga dengan sepasang mata indah, bundar bening dan berbulu mata lentik miliknya Dewi Intan. Ah.. otak sialan... kenapa bisa kepikiran sampe sana?! emoticon-Cape d... (S)

       Hari berikutnya, ini adalah hari minggu, kami bangun kesiangan, cuma sarapan kopi dan makanan ringan. Dita ngerasa nggak enak badan, mungkin karena berkunjung ke kediaman ki Sumarta kemarin. Jadi dari bangun tidur sampe siang hari, aku cuma menemani Dita rebahan terus. 

Quote:      "Mau pulang jam berapa yank..?" tanyaku.

      "Nggak mau pulang.. pengen disini terus sama kamu.."

      "Ya nggak mungkin lah.. senin kan harus kuliah.."

      "Tapi aku males i yank.."

      "Bentar lagi kamu wisuda lh.. semangat lah.."

       "Iya.. tapi pengennya sama kamu terus.."

       "Ntar kalo pulang kuliah, kamu bisa ke kosanku kan.. terserah mau pulang kapan.." jawabku.

       "Iya deh…"

       "Besok senin kalo kamu males, kamu tinggal telepon aku aja.. ntar tak jemput buat kuliah.."

       "Iyaa.. Makasih sayang…" Dita memagutku lagi.

       "Pulang sekarang aja ya..? Biar ada waktu buat istirahat di rumah.." kataku.

       "Yaudah.. yuk.."

       "Ya mandi dulu lah.." jawabku.

       "Bareng ya..?" kata Dita sambil nyengir manis.

      "Halah.. bareng lagi..?!" 

      "Iya lah.." mata itu menatapku dengan pandangan innocent.


     Rasa haru menyelinap di dada, Dita udah mulai menuruti omonganku, seperti yang dia janjikan. Langsung kubopong tubuhnya menuju kamar mandi, Dita Cumiik kecil, lalu dia ketawa lepas. Jadilah kami mandi bareng untuk ketiga kalinya selama kami berpacaran. Yang bikin aku heran, Dita kalo mandi sendiri bisa nyampe setengah jam, tapi kalo mandi berdua gini cuma butuh waktu seperempat jam, terus dimana bedanya?! emoticon-Hammer (S) 

       Selesai mandi dan berpakaian, kami langsung gas ke rumah pengurus villa untuk berpamitan. Lalu kami menuju ke warung sate kelinci untuk makan siang. Kami juga sempat mampir di pasar tradisional lokal untuk membeli oleh-oleh banyak banget, hingga aku jadi kerepotan membawanya. Setelah itu baru gas langsung menuju ke kotaku.

       Ada suatu kelegaan luar biasa dalam diriku, semua masalah udah jelas dan seakan secara mendadak semua beban terangkat dari pundakku. Dita udah balik padaku meskipun nggak ada kata-kata 'balikan' antara kami, tapi hati dan perasaan lah yang bicara.


bersambung…



154

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sydney89 dan 103 lainnya memberi reputasi
104 0
104
Lihat 19 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 19 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 17:38
Suwun mbah apdetnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 17:55
Mantab 4 jempol dah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 17:58
hmm Dewi Intan... kok kepikiran terus sih.... jadi kangen.......emoticon-Peluk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 18:14
Mantap nambah lagi selirnya.....ngoahhahaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 18:22
Dewi Intan..tambo ciek pengawalnya nih Mbah kwkwkkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 18:47
Nanti tak coba ke gunung argo ah,nanyain ki sumarta d mana letak emas yg banyak...mayan buat beli udud sebatang😁
Diubah oleh rijalbegundal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 19:01
halah nambah lagi wkwk
mana kemarin yg punya list tolong diupdate 🤣🤣
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 19:16
Jadi penasaran ketika dita melihat pasukan pancalaksa.😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 19:36
Apakah dewi intan akan dekat dengan aryandra?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ngejleb dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 19:48

Wow

Cuamiiiik tenan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 20:18
Memagut dan menduselkan......wkwkwk

Aku suka,aku suka......emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 20:27
Dita akan semakin dekat dengan alam gaib... Apakah akan dikenalkan dengan sahabat2 Andra dari alam gaib?.. emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 20:32
Nah gitu dong, arya..
Harus bisa move on demi dita si calon permaisuri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 20:41
Dewi intan...nambah lg cewenya arya, lama2 Dita jadi indigo nie emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 20:44
Raja sudah biasa punya banyak selir....SETUJU!!!!


Makasi apdetnya Mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 21:03
WoW selir..

Ucapan yg menggiurkan Ki.

Bini 4, selir 400

Cukup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
27-05-2021 21:25
Makasih updatenya Mbah...
Nambah bini alam ghaib aja ndra, biar nggak berantem wkwkwk..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
28-05-2021 00:14

DEWI INTAN

mulustrasi dong mbah!?!?!?
emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
Halaman 237 dari 329
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
forum-kutukan
Stories from the Heart
ruqyah-kisahku-mengenal-gaib
Stories from the Heart
wayah-surup
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
rumahku-rumah-hantu
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia