Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
19351
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 243 lainnya memberi reputasi
230
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 234 dari 323
HITAM Season 2
24-05-2021 18:48
Poling cewek mbah..siapa yg pantes buat andra

Dita
Dinda
Cita
Tante silsil
Kirana
Erin
Anisa
Rania
Andini( si toge )
Desi
Naning
Retno


Klo ane milih kunyil mbah haha

emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 15 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 19:03
Lihat kelakuan eyang dim pengen gw cubit ginjal nya mbah......
Ato pecat aj mbah, kasi sk pemecatan skalian mbah biar berlekuatan hukum tetap emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 19:06
Masih nyimak lah, saya rasa seprtinya andra akan rujuk kembali brsama Dita🤭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 19:49
Kayanya bakal terwujud nih kakang andra punya pasangan lebih dari 1
Nyimak terus mbah
Keliling lagi
emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 20:15
Hatur nuhun mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 20:28
Seleksi sama pasangan ndra..

Inget jatahnya cuma 4.. emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 20:55
Pliiiiisss Mbah...jangan sampe ilmunya dibuang...ntar gak ada adegan peluk Amrita n Salma dong



Makasi apdetnya Mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-05-2021 22:10
Suwun mbaahh ...
Pancalaksa punya kerajaan gak ya?
Belum pernah diceritain nih.. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 00:17
Karena Andra titisan raja, jadi dia harus punya permaisuri, selir dan gundik

Permaisuri = Dita
Selir = Dinda dan Citra
Gundik = Tante Silvy

profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 04:23
Spoiler nih. Andra pgn ngilangin kemampuan nya? Mungkin ga? Mungkin ga? Ga mungkin dong.
Darah sang raja kan ada di tubuh andra.
Wkwkwkk... sampun mbah cuma iseng aja
emoticon-Nyepiemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 10:51
hore, citradani masih segel, udah abaikan si dita aja itu. emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 11:12
bisa jadi putus beneran nih ama Dita hiks.. punya pasangan kyk Andra kyknya juga kudu ngerasain hal 'sama' biar ngga cape salah satunya.. klo orangnya manusia biasa bisa jadi sasaran empuk mulu ngga bisa defense musuhnya ngga kliatan trus jadi merasa beban deh karna ngerepotin
Etapi jodoh andra ada di tangan si mbah sih, nyimak aja di pojokan 😁😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 16:57
ayooo.. udah ready kita nih cemilan buat nemenin bacanya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 17:03
Ini masih selasa lho mbah...? besok aja liburnya....emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM Season 2
25-05-2021 17:04

Pengakuan

        Tak terasa seminggu telah terlewati, Citradani udah balik lagi seperti sedia kala, memang aku terus mensupportnya agar dia nggak keinget terus dengan kejadian itu. Temen-temen kuliahnya juga telah berperan besar dalam pemulihan mentalnya. Aku bersyukur banget dia udah kembali lagi seperti dulu.

      Dan kini giliran aku memikirkan Dita. Udah hampir dua minggu aku nggak melihat dia, nggak ada kabar jadi ngebuatku makin kuatir aja. Maka hari jumat itu aku berencana akan ke rumahnya ntar sepulang kuliah. Apapun perlakuannya padaku, akan kuterima, yang penting aku bisa tau kabarnya.

      Sehabis jumatan di masjid kampus, kukendarai motorku menuju kosan lebih dulu. Saat melewati kantin, kudengar suara cewek memanggilku. Maka kuputar arah motor dan kembali ke kantin, ternyata ada Dinda di parkiran, dia lah yang memanggilku tadi, kusamperi aja dia.

Quote:      "Kamu mau kemana..?"

      "Ya pulang lah.." jawabku.

      "Ntar aja ya..? Temenin aku makan dulu..? Udah lama nggak ketemu juga.." matanya yang bening indah menatapku dengan berharap.

       Kulihat jam di hp, baru jam 1, masih ada waktu. "Baiklah...." jawabku singkat.

       "Yaayy.. gitu donk.. yuk..?" senyumnya merekah.


       Kuparkirkan motorku dan Dinda langsung menggandeng tanganku memasuki kantin. Suasana sepi karena emang sebagian besar mahasiswa udah pada pulang. Kami duduk di meja pojokan, dan Dinda langsung memesan makanan. Nggak berapa lama dia kembali lagi dan duduk mepet padaku, dia udah nggak segan menunjukkan di depan umum kalo dia adalah cewekku. emoticon-Hammer (S)  Perlahan dia berbisik.

Quote:      "Aku kangen sama kamu.."

      "Tinggal ke kosan aja kan bisa.." jawabku datar.

       "Apaan.. orang kamu tak chat nggak pernah dibales gitu kok.."

       "Soalnya aku jarang buka hp juga sih.." jawabku sambil nyengir.

       "Mesti gitu lho.. Lagian kalo ke kosanmu, aku nggak nggak enak sama tante Silvy.."

       "Halah.. nggak papa yo.. biasa aja lah.." jawabku.

       "Kapan-kapan kita main aja yuk..?"

       "Emang mau kemana..?" tanyaku.

       "Ya kemana gitu.. ke pantai atau ke gunung..?"

       "Mau menginap..?" tanyaku.

       Dua matanya berbinar, dan dia mengangguk dengan cepat. "Kalo kamu mau sih.."

      "Ya lihat dulu sikonnya.. mungkin minggu depan.." jawabku ngasal.

      "Kelamaan lah.. minggu ini aja ya..?"

      "Aku nggak bisa.. ada acara keluarga.." jawabku ngasal, entah kenapa kata hatiku membisikiku agar jangan minggu ini.

       "Yaudah.. minggu depan aja.. tapi beneran lho ya..?"

       "Iyaa.."


       Kembali aku disuguhi senyumnya Dinda, dia benar-benar cantik.. eh.. emoticon-Ngakak (S)  Makananpun datang, dan kami segera menyantapnya. Aku setuju diajak main karena emang cuma Dinda yang belum pernah main keluar sama aku, bahkan cuma nongkrong di kota aja belum pernah. Entah gimana jadinya nanti tapi kuiyain dulu aja. Tak terasa makanan udah abis.

Quote:      "Abis ini kamu masih ada kuliah..?" tanyaku.

       "Masih ada satu, makanya aku ngajak kamu makan di sini. Kalo udah nggak ada kuliah, aku pasti langsung ke kosanmu.. Weekend kamu pulang ke rumahnya..?"

       "Iya tiap weekend emang selalu pulang.." jawabku.

       "Yaahh.. nggak bisa ke kosanmu lah.."

       "Senin aja… aku pasti ada di kosan.." jawabku.

       "Kelamaan yo.. mauku ntar kok.."

       "Ya kan aku balik ke rumah ntar.. jawabku.

        "Yaudah deh.. senin aku ke kosanmu.. awas kalo kamu nggak ada.."

       "Iya deh.." jawabku. "Btw, kamu masih ketemu Dita nggak..?"

      "Kenapa malah nanya dia sih..?" bibirnya udah mulai manyun.

      "Ya cuma pengen tau kok.. kalo nggak boleh yaudah.." kataku sambil kubuat sesantai mungkin, padahal hati bener-bener pengen tau.

      "Aku udah jarang ketemu dia.. akhir-akhir ini dia jarang masuk kuliah.. sehari masuk, dua hari bolos.. gitu terus.. Emang kenapa sih..?"

      "Nggak papa yo.. cuma pengen tau aja kok.." kataku masih berusaha nyantai.

      "Yaudah kalo gitu.."


       Nggak kusangka peristiwa itu udah ngebuat Dita jadi kayak gitu, bahkan mempengaruhi kuliahnya juga. Benar dugaanku kalo dia itu juga sangat tertekan. Rasa sesal jadi makin tebal. Tapi harus kusembunyikan untuk saat ini. Selesai makan, Dinda lah yang membayar semua, tumben dia ngeyel kali ini. Kuantar Dinda sampe mobilnya, dan dia malah menarikku ke dalam mobil dan memagutku sekejap. Untung udah nggak ada orang disitu. emoticon-Cape d... (S)  dia kadang suka nggak kira-kira kayak gitu.

      Setelah mobilnya Dinda nggak kelihatan lagi, aku langsung menuju ke kosan. Cuma mengambil beberapa baju untuk dibawa pulang, baru kemudian ke rumah Dita, setidaknya begitulah rencanaku. Sampai di parkiran kosan, ada chat masuk di hpku, ternyata dari Dinda yang cuma bilang makasih dengan emot hati, Dinda emang suka romantis dan drama-dramaan. emoticon-Hammer (S)

     Sampai di depan kamar kosan, pintu itu nggak terkunci, aku memandang ke Salma, Amrita dan Chintya, tapi nggak ada yang berkomentar. Jangan-jangan udah ada orang yang masuk ke kosanku ini. Perlahan kubuka pintu kosan, lalu aku masuk dan mengunci pintu dari dalam, nggak ada orang sama sekali. Dengan mengendap-endap, aku jalan ke kamar mandi. Dan mendadak pintu kamar mandi terbuka, lalu muncul seseorang.

       Kami sama-sama terkejut. Tapi tau-tau wajah orang itu jadi mewek, air mata seakan tertumpah. Dia menghambur ke arahku, menjatuhkan diri di depanku dan memeluk kakiku dengan menangis tersedu-sedu. Dia adalah Dita, cewek yang nggak pernah kusangka akan menemuiku.

Quote:      "Maaf… maafkan aku… aku nggak pernah bermaksud mendua.. Nggak pernah terpikir.. buat pergi darimu.. aku minta maaf..." kata Dita di sela isak tangisnya.

      Aku jadi ngerasa terenyuh mendengar tangisnya, terharu.. hati terasa perih kayak teriris benang tipis. Kupegang dua bahunya dan kuangkat tubuhnya, tapi dia nggak mau bergerak. Maka akupun ikut duduk di lantai.

       "Maukah.. kamu maafin aku..?"

       Langsung kupeluk Dita dengan erat. Tangisnya pecah makin keras di bahuku. Cewek yang selama ini kurindukan telah berada dalam pelukanku.

      "Kamu nggak perlu minta maaf.. kamu nggak salah.. ini semua gara-gara aku sendiri.. Gara-gara aku, kamu jadi menderita kayak gini.."

      Tangis itu telah berubah jadi sesenggukan. "Enggak… aku yang salah… kalo waktu itu aku nurut sama kamu, kalo aku nggak menanggapi orang itu.. semua ini nggak bakal terjadi.."

      "Ssshh.. sudahlah.. semua udah terjadi.. dan semua udah selesai.. aku nggak perlu maafin kamu karena kamu emang nggak salah.." jawabku.

      "Enggak.. aku tetap butuh maafmu.."


      Dita udah dikuasai emosi, jadi kubiarkan dia menangis di bahuku, biar puas dulu. Kusalurkan hawa dingin padanya untuk meredakan luapan emosi itu. Untung aja kosan lagi sepi, kalo ada yang denger tangisannya tadi, bisa dapet masalah besar ntar. Aku juga takut kalo sindrom itu muncul lagi, bisa tambah masalah lagi.

       Lama banget Dita menangis sesenggukan di pelukanku, pundakku sampe basah oleh air matanya. Tadi aku berencana ke rumahnya untuk meminta maaf, tapi dia malah udah disini dan meminta maaf duluan. Setengah jam dia sesenggukan, selama itu pula aku terus transfer energi dingin. Hingga akhirnya Dita bisa menguasai emosinya. Tapi pelukan itu nggak dilepasnya juga.

Quote:      "Kalo kamu butuh maafku, maka kamu harus tau kalo aku udah memaafkanmu dari dulu…" kataku.

      "Dengar dulu penjelasanku.. aku bener-bener nggak pernah kepikiran buat berpaling.. tapi apa yang kulakukan sangat berbeda dengan apa yang kumau.. aku nggak bisa mengendalikan diriku sendiri.."

       "Aku udah tau semuanya kok.." jawabku.

       "Aku juga nggak bermaksud menghinamu dengan ke-indigo-an-mu, karena nyatanya aku nggak pernah mempermasalahkan itu.. Aku juga udah bilang kalo kamu nggak cukup memberi, padahal kenyataannya semua yang kamu beri itu lebih dari cukup buatku. Aku juga nggak ada maksud buat menyinggung keberadaan cewek-cewek di sekitarmu. Semua kata-kata hinaan itu keluar begitu saja dari mulutku dan nggak bisa kukendalikan.. maafkan aku.."

      "Kan udah kubilang kalo aku udah tau semuanya… jadi aku udah maafin kamu jauh sebelum kamu meminta maaf.." jawabku.

      "Terima kasih Aryandra.. Aku bahkan lupa kalo pelukanmu begini nyamannya. Aku nyesel udah pernah ninggalin pelukan ini.. aku nyesel karena nggak nurutin omonganmu.. aku nyesel atas semua yang udah aku lakuin.."

      "Sudahlah.. sekarang semua udah jelas kok…" jawabku.


       Kami sama-sama terdiam menikmati pelukan. Dita yang kukenal itu nggak pernah suka drama-dramaan dan melo kayak gini, Dita kukenal sebagai cewek tangguh. Dan kalo saat ini dia sampe jatuh kayak gini, itu tandanya dia bener-bener menyesal. Padahal itu bukan sepenuhnya salah dia, ini salahku juga.

Quote:      "Aku juga mau minta maaf.." kataku. "Sebenarnya ini adalah salahku, akulah yang mereka incar, tapi lewat kamu. Mereka lakukan ini untuk melemahkanku, mereka merebutmu dariku agar aku jatuh terpuruk hingga gampang dikalahkan.. Aku minta maaf udah ngebuat kamu jadi kayak gini.."

     Dita mengangkat kepalanya dan menatapku, baru kusadari kalo mata itu masih bengkak besar.

      "Kayak yang udah kubilang tadi.. Dulu kamu pernah bilang agar aku nggak usah menanggapi dan menggubris chat dan telepon dari Riki. Tapi aku nggak menurutimu, dan sekali aku mengangkat teleponnya, maka aku udah nggak sadar lagi dengan apa yang aku lakukan.. ini adalah salahku.."

      "Sekarang udah jelas.. jadi nggak perlu lagi ada yang ngerasa paling salah.. oke..?" kataku.


       Dita mengangguk dan tersenyum, sebuah senyuman termanis yang pernah kukenal, yang udah lama nggak kulihat. Kupegang dua pipinya dan kupagut dia, bibir itu masih terasa manis seperti dulu. Lalu kuangkat tubuhnya dan kurebahkan di kasur, dan aku ikut rebah di sebelahnya. Tapi Dita malah pindah rebahan di atasku, maka kupeluk erat punggungnya.

Quote:      "Aku kangen sama kamu.." kataku.

       "Aku lebih kangen lagi daripada kangenmu padaku.."

       "Tapi aku kangen banget…" jawabku.

       "Dan aku lebih kangen dari banget.."


       Kami saling pandang dan akhirnya tertawa bersama, meskipun masih ada air mata di pipinya. Emang percakapan kami tadi terdengar sangat lucu, dua orang yang nggak suka drama-dramaan dan romantisme, tapi malah jatuh di dalamnya tanpa sengaja. Kubiarkan Dita terus diatasku, dan kami terus berpelukan. Kulihat Salma, Amrita dan Roro Saraswati ikut menitikkan air mata, bahkan Chintya pun ikut muncul untuk mengetahui apa yang terjadi.

      Dita tau-tau malah tertidur di pelukku. Mungkin dia udah capek menghadapi semuanya sendiri, dan aku ngerasa bersalah karena ngebiarin dia sendirian dalam menghadapi semua itu. Dasar bodoh nggak peka.. emoticon-Cape d... (S)  Pikiranku campur aduk jadi satu, antara senang, terharu, lega, ngerasa bersalah. Entahlah.. Dan hal itu ngebuatku nggak bisa tidur. Kuusap dan kubelai rambutnya Dita, seakan udah lama banget aku nggak membelainya. 

      Dua jam lamanya kami dalam posisi kayak gitu, badanku udah pegel semua, tapi itu nggak ada artinya dibanding dengan apa yang kurasa saat ini, cewek yang kusayang dan selalu kurindukan, kini udah balik ke pelukan. Lalu kurasakan Dita bergerak menggeliat. Tau-tau dia seakan terkejut dan beranjak bangun. Tapi kemudian dia tersenyum manis dan kembali rebah di atasku.

Quote:      "Kukira ini tadi cuma mimpi.. ternyata kamu beneran ada disini.. hihi.."

       "Aneh-aneh aja kamu.." jawabku.

       "Aku pengen pergi jauh dari sini, cuma sama kamu doank.."

       "Emang pengen kemana..?" tanyaku.

       "Ke villa aja yuk..?"

       "Sekarang?!" tanyaku menegaskan.

       "Iya sekarang lah.. tapi naik motormu.. jangan naik mobil.."

       "Kenapa harus pake motor..?"

       "Pokoknya mauku gitu.. biar bisa meluk kamu terus.."

       "Terus kamu tadi kesini naik apa..?" tanyaku.

       "Dianter sopirnya papa.."

       "Ngawur aja.. gimana kalo tadi aku nggak ada..?" tanyaku.

       "Ya pulang lagi jalan kaki.."

       "Nggak jelas banget deh.." kataku. "Yaudah yuk berangkat sekarang?"

       "Ayo.. tapi ntar mampir ke toko itu dulu ya..?"


       Maka jam 4 sore itu jadilah kami berangkat ke villa sore itu juga, nggak peduli waktu, nggak peduli apapun. Aku cuma membawa sebuah tas ransel, nggak mikir baju ganti, Dita bahkan nggak bawa tas juga, cuma hp dan dompet di kantong celana jeans nya. Kami mampir dulu di toko yang di maksud Dita, toko yang menjual minuman depkes. Dita membeli beberapa botol wine, juga satu krat b*er nol persen, dan juga makanan ringan banyak banget, juga peralatan mandi. Lalu kamipun ngebut menuju villa di kaki gunung Argo.


Lanjut bawah gan sist..
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 80 lainnya memberi reputasi
81 0
81
HITAM Season 2
25-05-2021 17:05

Lanjutan

       Memasuki wilayah kaki gunung, kulihat kelebatan-kelebatan makhluk berwujud manusia yang cuma pake celana dan nggak berbaju, mereka adalah anak buah ki Sumarta, anggota pasukan gunung Argo. Mereka mengenaliku dan mulai mengawalku. Padahal mereka adalah penjaga perbatasan. Tapi saat kami memasuki kaki gunung, ternyata mereka ganti lagi, penjaga perbatasan balik lagi ke tempatnya, dan kini pasukan inti lah yang mengawalku, jumlahnya mungkin mencapai 20 sosok.

       Kami sempat mampir di sebuah warung untuk makan malam, lalu gas naik lagi sampai ke rumah pengurus villa, cuma untuk bilang kalo kami akan menginap. Setelah beramah tamah sebentar, kami lanjut menuju villa. Baru sampe di gerbang, sudah disambut oleh nyi Retno, si kunti merah penjaga halaman belakang villa. Dia tersenyum dan menundukkan kepala, setelah itu dia menghilang begitu aja. Pasukan Argo menyebar di sekeliling villa dan berjaga. 

     Langit sudah gelap sempurna saat kami masuk ke villa. Dan kami langsung rebah di kasur empuk. Lagi-lagi Dita merebahkan diri di atasku. Nggak ada kata-kata, cuma diam menikmati kebersamaan, seakan sudah bertahun tahun kami nggak ketemu. Salma, Amrita dan Saraswati duduk di kursi kamar sambil ngobrol dengan bahasa yang nggak kumengerti.

Quote:      "Kamu tau.. tiap malam sebelum tidur, aku jadi keinget kamu, dan aku selalu nangis.. aku ngerasa salah dan nyesel banget. Tapi begitu pagi datang dan aku ketemu sama dia, semua rasa salah dan nyesel itu hilang seketika, berganti dengan rasa sayang padanya. Begitu terus tiap hari. Aku bener-bener nggak ngerti apa yang terjadi. Aku sadar, tapi seakan aku sama sekali nggak bisa mengendalikan diri. Aku sayang banget sama kamu, tapi kalo ketemu dia, semua sayang itu seakan terlupakan.. aku bener-bener bingung dengan diriku sendiri.. cuma nangis aja yang bisa kulakukan.."

      "Maafkan aku karena telat menyadarinya.. ternyata penderitaanmu lebih besar dari aku.." jawabku.

       "Kadang aku pengen nelepon atau chat kamu, tapi aku takut kamu marah, jadinya cuma bisa berharap kamu lah yang meneleponku, dan harapan itu akhirnya cuma jadi tangis..."

      "Sudahlah.. yang penting semua udah berakhir.." kataku. "Kamu tau, aku berpikiran hal yang sama, aku selalu pengen menelepon kamu atau datang ke rumahmu, tapi aku takut kamu marah sama aku, jadinya aku cuma bisa nunggu kalo-kalo kamu telepon aku.."

       "Ternyata kita sama-sama nunggu ya.."

      "Kenapa baru sekarang kamu datang..?" tanyaku.

      "Karena aku butuh waktu untuk mengembalikan semua keadaan. Memperbaiki mental, hati dan pikiran. Dan kalo aku datang padamu, aku takut kamu akan mengira aku sebagai cewek gampangan, lari kesana kemari.. Tapi hari ini aku nekat, dan aku sudah siap menerima resiko hinaan dan cacian darimu, karena niatku cuma satu, yaitu memohon maafmu.."

      "Kamu udah kenal aku… seumur hidup aku nggak pernah menghina orang lain, karena aku tau gimana rasanya dihina bertahun-tahun. Apalagi terhadap cewek, terlebih lagi terhadap cewek yang aku sayangi.."

      Dita mendekatkan wajahnya dan memagutku dengan lembut dan sangat lama. "Makasih Aryandra…"

      "Makasih juga Aldita.." jawabku.


      Dita beranjak bangun, membuka tas ranselku dan mengeluarkan satu botol wine, menenggaknya langsung dari botol hingga habis setengahnya, lalu dia kembali memelukku dan memagutku dengan mulutnya yang bau wine. Aku cuma pasrah aja dan ikut menikmati semuanya.

Quote:      "Apa kamu pernah ngelakuin ini dengannya..?" tanyaku.

       "Kamu boleh percaya atau nggak, jujur aku belum pernah berciuman dengannya, pelukan aja nggak pernah, cuma pegangan tangan…"

     "Beneran?"

     "Kamu inget waktu kamu nolongin aku pas kami berantem? Itu karena aku membahas soal itu dengannya, waktu itu tanpa bisa kukendalikan, aku sayang banget padanya, tapi dia nggak mau memelukku, apalagi menciumku, keadaan ini membuatku frustasi. Dan saat di warung bakso itu aku membahas hal itu dengannya, tapi dia malah marah-marah nggak jelas, akupun jadi ikutan marah, syndrom itu muncul dengan sendirinya, dan aku menamparnya. Tapi nggak pernah kusangka kalo dia balas memukulku.."


      Air mata Dita kembali turun ke pipinya. Dia menenggak wine itu lagi. Dalam hati aku membatin, si kunyuk belum tau soal sindrom itu, dan saat Dita marah dan lepas kendali, si kunyuk juga ikut lepas kendali dan memukul Dita. Secara nggak langsung, sindrom itulah penyebabnya, sindrom itu telah menyelamatkan Dita. Baru kali ini aku tau ada sebuah sindrom yang bisa menyelamatkan manusia. emoticon-Ngakak (S)

     Cerita dari Dita itu sama dengan cerita Citradani. Si kunyuk menggaet Dita hanya untuk melemahkanku, dia nggak peduli dengan Dita dan bahkan menolaknya. Benar-benar suatu penghinaan besar buatku. Mbokya si kunyuk punya nyawa 10 gitu, biar aku bisa membunuhnya 10 kali! Tapi kalo dipikir lagi, ada untungnya juga buatku kalo si kunyuk nggak peduli sama Dita, karena Dita malah masih utuh nggak tersentuh. Jadi pusing sendiri mikirin itu. emoticon-Hammer (S)

Quote:      "Kenapa kamu diam aja..? Kamu nggak percaya..? Atau jangan-jangan.. kamu berpikiran kalo aku sudah nggak virgin lagi?!" tanya Dita blak-blakan.

     "Bukan gitu..  aku…."

     "Baiklah…" potong Dita. "Akan aku buktikan.."

      Dita menenggak lagi wine itu sampe habis. Gila! Cuma dalam tiga tenggakan wine itu udah habis! Lalu tiba-tiba aja Dita melepas semua yang dipakainya begitu aja, kini dia nggak memakai apapun.

      "Kamu mau ngapain..?" tanyaku kebingungan.

      "Aku akan membuktikan kalo aku masih virgin, dan akan kuberikan padamu malam ini juga.."

      Sebelum aku sadar apa maksudnya, Dita udah mulai menarik celanaku. Tapi langsung kucegah dia, kutarik tubuhnya hingga rebah di dadaku. Kembali ada isak tangis lagi disana.

     "Maafkan aku… nggak ada maksud buat meragukan.. aku percaya sama kamu kok.." kataku.

      Dita beranjak duduk dengan berurai air mata. "Aku udah jujur sama kamu.. bahkan berciuman aja belum pernah. Kamu lihat tubuh ini, cuma kamu satu-satunya yang pernah melihatnya.."

      "Iyaa.. aku percaya.." kutarik dia lagi dan kutenggelamkan di dadaku. "Maafkan aku…"


      Masih ada tangis disana, maka kusalurkan lagi hawa dingin untuk menenangkannya. Baru kusadari kalo Salma, Amrita dan roro Saraswati juga ada di kamar itu, mereka menatap kami sambil berurai air mata, suasana malah jadi tambah mengharukan. Maka kuberi isyarat pada mereka untuk meninggalkan kami, untung aja mereka menurutiku. Kutarik selimut untuk menutupi tubuh Dita.

Quote:      "Jangan pernah berpikiran kalo aku nggak percaya sama kamu.. sebelum kamu minta maafpun aku udah maafin kamu, menurutku kamu emang nggak salah, itu karena aku percaya sama kamu.."

      "Tapi kamu nggak nanggepin gitu.. kayak meragukan aku.."

      "Nggak yo.. aku cuma lagi mikir kok.. Udah ya..? Jangan nangis lagi.." kuusap air mata itu.

      Dita mengangkat kepala dan menatapku. "Mikirin apa..?"

      "Kejadian yang menimpamu itu sama kayak pada Citradani, dia juga jadi korban sama kayak kamu, cuma bedanya, pelakunya adalah saudara kembarnya.."

      "Saudara kembar? gimana sih..?"

      Maka kuceritakan semua yang terjadi sama Citradani, tentang penculikan dan percobaan perkosaan, dan pelakunya udah ditembak mati. Juga tentang trauma yang dialaminya.

      "Duhh.. kok sampe segitunya.. aku juga denger berita tapi aku nggak tau kalo korbannya adalah Citradani.. ternyata dia jauh lebih parah dariku.. Terus sekarang dia gimana..? Masih trauma..?"

     "Ya udah mulai balik kayak dulu kok.." kataku.

     "Sayangnya si Riki udah mati, aku masih belum puas nonjokin dia.."

      "Kamu tau apa yang kupikirkan saat dia memukulmu..? Saat itu aku pengen ngebunuh dia di tempat itu juga!' kataku.

      "Ihh.. ngeri.. ya jangan lah.."

      "Kenapa malah nggak boleh?"

      "Ntar kalo kamu masuk penjara, aku gimana..?"

      "Aku emosi banget waktu itu, tapi baru sekali tonjok aja udah kelenger duluan.." kataku.

       "Tapi dia udah mati sekarang.."

       "Iya makanya itu.." jawabku.


       Dita beranjak duduk, membuat selimutnya tersingkap lagi, lalu dia mengambil botol wine kedua. Tapi kupegang tangannya sambil menggeleng, dan dia meletakkan botol itu kembali, tumben dia menurut. Aku ikut beranjak duduk. Kubetulkan selimutnya hingga menutup sampe pundaknya, Dita malah tersenyum manis.

Quote:        "Mulai saat ini aku mau janji sama kamu… aku bakal…."

        "Tunggu dulu.." potongku. "Sebelum kamu janji.. sebaiknya dengarkan pengakuanku dulu.."

       "Pengakuan apa..?"

       "Makanya kamu dengerin dulu.. Abis kamu pergi itu aku ngerasa salah banget, dan aku pikir semua ini karena kemampuanku ini, jadi aku memutuskan untuk menghilangkannya.." kataku.

       "Terus gimana..?"

       "Waktu aku ke rumah mbah kakung, aku nyari ustad yang bisa meruqyah, dan akupun di ruqyah.." kataku.

       "Jadi sekarang kamu udah nggak punya kemampuan itu..?"

       "Ruqyah itu nggak berhasil.. dan sampe sekarang aku masih memilikinya.."

       Dita mendekat dan memelukku. "Maaf ya..? Gara-gara aku, kamu sampe kayak gitu.."

       "Itu kemauanku sendiri kok.." jawabku.

        "Denger sayang, aku minta satu hal.. jangan kamu hilangkan kemampuanmu itu, karena akan merubah jati dirimu, kamu akan jadi orang yang berbeda ntar, bukan jadi dirimu sendiri.."

      Untuk pertama kali sejak kami putus, baru kudengar lagi panggilan itu, benar-benar terasa sejuk meresap di hati.

      "Kita lihat aja kedepannya gimana.." jawabku.

       "Masalah kemampuanmu itu juga termasuk salah satu janjiku.."

       "Tunggu dulu.. itu tadi baru satu, masih ada yang mau kuomongkan.. mungkin ini akan ngebuatmu marah dan membenciku.." kataku.

      "Coba kamu ngomong dulu.."


      Maka aku mulai bercerita, setelah kepergiannya, aku telah terlibat affair dengan Dinda, Erin, Kinara, tante Silvy, dan bahkan Pertiwi juga, semua kuceritakan dengan detail dan nggak ada yang terlewatkan. Dita menatapku dengan mata membesar, lalu mata itu berkaca-kaca, dia pasti marah besar kali ini. Tapi aku sudah siap dengan resiko apapun yang kuterima. Menit demi menit berlalu dalam diam, suasana jadi sunyi dan seakan jadi bertambah dingin

Quote:      "Kamu boleh marah dan membenciku, atau ninggalin aku.. itu adalah hakmu. Aku cuma pengen jujur sama kamu.." kataku memecah kesunyian.

        "Kamu tau.. aku sudah menduga semua itu.. tapi nggak nyangka kalo udah sampe sejauh itu…" isak tangis lirih terdengar lagi. "Tapi aku sadar semua itu adalah salahku sendiri, hingga sampe ninggalin kamu, meskipun itu bukan kemauanku... Padahal aku tau banyak cewek di sekelilingmu yang siap menggantikan aku.."

       "Maafkan aku.." cuma itu yang bisa kukatakan.

       Dita mengambil botol wine kedua dan menenggaknya lagi, kini aku nggak bisa melarangnya lagi. Lalu dia melepas kembali selimut yang dipakainya.

      "Kamu tau aku selalu blak-blakan kayak gini sama kamu, kubiarkan kamu melihat semuanya, bahkan udah kuserahkan diriku padamu. Mungkin kalo ada orang yang tau tentang ini, mereka akan mengira kalo aku adalah cewek gampangan, suka mengobral tubuhku.."

     "Jangan pernah berkata begitu.." potongku.

      "Tapi itulah kenyataannya, mereka pasti mengira aku cewek nggak bener. Padahal aku punya alasan yang kuat. Yang pertama, emang beginilah caraku menyayangimu.. Dan yang kedua, agar aku bisa bersaing dengan cewek-cewek yang juga sayang sama kamu. Dengan menyerahkan diriku padamu, maka aku akan bisa mengikatmu hingga tetap jadi milikku dan nggak akan ninggalin aku.."

       "Kamu nggak perlu berbuat kayak gitu, karena aku sudah jadi milikmu.." kataku.

      Dita memelukku erat dan berbisik di telingaku. "Aku janji padamu akan selalu nuruti semua omonganmu. Yang kedua, aku janji nggak akan mempermasalahkan ke-indigo-anmu lagi, sama kayak dulu.. Yang ketiga, aku nggak akan membahas soal apapun yang kamu lakukan dengan cewek-cewek lain..  Tapi dengan dua syarat, yang pertama, ingatlah kalo kita saling memiliki…"

    "Jadi kamu membiarkan…"

    "Iya.." potong Dita. "Meski akan selalu ada sakit hati, tapi rasa sayangku lebih besar dari sakitku..."

      "Maafkan aku.. Tapi kamu kan tau kalo hatiku udah jadi milikmu sejak dulu.. sekarang.. dan mungkin nanti, kalo ajal belum menjemputku.."

      Dita tersenyum manis, meski pipinya masih basah. "Masih ada satu syarat lagi... Ini.." kata Dita sambil memegang pusaka di bawah sana. "Ini adalah milikku.. Jadi tolong kamu jaga agar tetap jadi milikku, cewek lain nggak boleh.. cuma aku aja yang boleh.."

      Aku hampir ketawa mendengarnya. Omongannya udah mulai nggak jelas karena pengaruh alkohol. Kalo suasananya lain, tentu aku udah ketawa ngakak dari tadi.

      "Aku nggak bisa janjiin apapun, tapi dua hal itu bisa kujanjiin untukmu.. dan aku akan berusaha menjauh dari cewek-cewek itu, karena pastinya  akan membuatmu sakit hati.." kataku.

     "Kamu nggak perlu menjauh dari mereka.. karena pastinya kamu tau apa yang boleh dan yang nggak boleh dilakukan..."

     "Kamu juga jangan cuma nurut aja sama aku.. ntar malah sifatmu jadi berubah lho.. aku suka Dita yang dulu, yang galak dan judes, yang nggak segan ngelarang aku.."

     Dita mencubit hidungku. "Makasih sayang.."

     "Enggak.. aku yang makasih.." jawabku.

     Kupeluk Dita dengan erat, badannya mulai doyong kesana sini, maka kurebahkan dia dan kuselimuti lagi.

      Tapi kemudian dia menarik leherku dan berbisik ditelingaku. "Aku pengen ngerasain kayak yang udah kamu lakuin dengan tante Silvy, nggak adil kalo aku sebagai cewekmu masih belum pernah.."


      Aku ketawa mendengarnya, tapi Dita malah menghujaniku dengan ciumannya. Maka jadilah malam itu aku melakukan hal yang sama kayak waktu dengan tante Silvy, tapi kali ini bersama Dita. Kami tenggelam dalam lautan rasa sayang, dan seakan ingin melepaskan semua kerinduan. Menjelajah ke seluruh gunung dan lembah, hingga hutan dan jurang yang dalam. Meskipun nggak sampai begituan, tapi udah bisa ngebuat Dita terkapar lemah tak berdaya. 

      Malam itu dia tertidur dalam pelukku dengan senyuman tersungging di bibirnya. Aku jadi keinget dengan omongan mbah kakung yang bilang kalo Dita akan kembali padaku, dan ternyata benar-benar terjadi. Udah terlalu lama dia menangis, Semoga setelah ini nggak ada tangis lagi, dan yang kudengar hanya tawa darinya. Semoga semua musuhku nggak melibatkan Dita lagi dan berani berhadapan denganku secara langsung. Moga nggak ada lagi cobaan yang menimpanya. Tapi yang namanya hidup, cobaan akan tetap selalu ada..


bersambung…



153

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 107 lainnya memberi reputasi
108 0
108
Lihat 27 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 27 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 17:05
emoticon-Selamat emoticon-Selamat emoticon-Selamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
HITAM Season 2
25-05-2021 17:24
dita di gas juga donk -_-
andra.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 17:26
Suwun mbah apdetnya...
Part yg paling ane tunggu2 nih,
Kembalinya dita ke pelukan andra.
Diubah oleh kakangprabu99
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
25-05-2021 17:40
hepi ending horeee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 234 dari 323
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
ruang-kosong
Stories from the Heart
your-tea-love-story-17
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia