Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
18961
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.  Jadi TS cuma orang b
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita


Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ngetamjum_07 dan 240 lainnya memberi reputasi
227
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 231 dari 316
HITAM Season 2
22-05-2021 16:01
Nyapu dulu.......kayaknya Simbah mau dateng inih......emoticon-Menang:emoticon-Menang
Diubah oleh ardhys74
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nonanoz dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 16:17
Menunggu jam2 update...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 16:28

Pengingat

Mbah,ini udah sore mbah.
Kopi cek
Odading cek
Rokok cek
Batrai hp full
Udah mandi cek
Kuota cek
Standby monitor mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:04

Saudara kembar

      Ekawadya dan anak buahnya telah menemukan sebuah rumah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian orang yang telah menculik Citradani. Aku berpikiran kalo Citradani juga disekap di situ. Maka akupun menelepon om Wisnu untuk memberi laporan tentang temuan ini. Tapi laporan semacam itu nggak bisa detail kalo cuma lewat telepon aja. Maka akupun berangkat menuju ke kantor poltabes bersama Salma, Amrita, Ekawadya dan tiga anak buahnya.

      Sampai di sana, segera aku ke kantor kapoltabes, yaitu kantornya om Wisnu, dan ternyata beliau udah menungguku bersama dua serse yang dulu pernah kutemui. Wajah om Wisnu tampak capek, mungkin dia sama sekali tidur, aku nggak bisa bayangin gimana keadaan mama Erna, pasti dia juga menangis terus-terusan. Kuceritakan kembali semua yang tadi di ceritakan Ekawadya, sesekali Ekawadya memberi keterangan tambahan. 

Quote:      "Kamu yakin Citadani juga ada di sana..?" 

      "Ya belum om.. tapi pacarnya juga ada di sana, tentunya Citra juga disekap di sana.." jawabku.

     "Dari mana kamu dapet info ini..?"

     "Aku punya informan yang bisa dipercaya om.. tapi bukan bangsa manusia.. Kita dulu pernah mengalami kejadian kayak gini kan om.." kataku.

      "Kalian anak-anak indigo emang aneh dan serba nggak masuk akal.. Tapi yaudah.. aku percayakan ini padamu.."

       Om Wisnu melakukan beberapa panggilan lewat intercom, menyuruh anak buahnya bersiap-siap.

       "Kita berangkat sekarang.." kata om Wisnu kemudian.


     Saat keluar dari kantor, ternyata di halaman depan udah ada satu team khusus anti penyanderaan udah siaga, mereka berseragam taktikal lengkap dengan senjatanya masing-masing. Mereka berbaris di depan kantor, om Wisnu langsung memberi pengarahan pada mereka. Sepertinya om Wisnu mau memimpin sendiri penyergapan itu.

Quote:    "Om, nanti aku naik motor sendiri, terus om ngikut aku ya..?" kataku.

      "Kenapa nggak ikut mobil aja..?" 

      "Soalnya aku juga belum tau tempat itu om, susah ngejelasinnya.. kayak dulu itu lho om.. penunjuk jalan bukan bangsa manusia.." kataku.

      Om Wisnu cuma geleng kepala. "Yaudah kalo gitu.. asal jangan kenceng-kenceng aja.."


      Maka kamipun berangkat dengan aku yang paling depan sebagai penunjuk jalan. Dengan 4 motor trail, 2 mobil polisi dan satu truk team taktikal ngikut di belakangku. Salma dan Amrita membonceng di motorku, sementara Ekawadya dan 3 anak buahnya melesat di depan motorku, mereka melaju ke arah timur kotaku, melewati perbatasan kota, terus melesat cepat memasuki kabupaten sebelah.

      Lalu di sebuah jalan sepi, iring-iringan mobil polisi itu berhenti, maka akupun berbalik mendekati mereka. Ternyata om Wisnu hendak mengatakan kalo mereka harus menghubungi pihak polres kabupaten, karena wilayahnya berada diluar area tugas dari om Wisnu. Jadi perjalanan selanjutnya mengarah ke kantor polres kabupaten.

     Sampe di kantor itu, kami disambut oleh komandannya sendiri, setelah beramah-tamah dan menjelaskan semua kronologi permasalahannya, maka komandan polisi itu memerintahkan anak buahnya untuk mendampingi kami. Jadilah iringan mobil polisi itu bertambah 4 mobil lagi dari kantor polres. Kamipun lanjut menuju arah timur, ke daerah pinggir kabupaten. Aku yang berada paling depan, dengan Ekawadya sebagai penunjuk jalan.

      Langit sudah menggelap ketika kulihat Ekawadya berbelok dari jalan raya dan memasuki jalan yang lebih kecil, dan aku terus mengikutinya. Ekawadya emang sengaja menelusuri jalan umum agar aku bisa terus mengikutinya. Setelah melewati perkampungan warga, lalu masuk areal persawahan. Dan di tengah persawahan itu mendadak Ekawadya memberi isyarat untuk berhenti. Maka kupelankan motorku, dan yang lain pun mengikuti. Kami parkir di pinggir jalan, tepat di dekat persawahan

     Ekawadya menunjuk ke depan, ke sebuah lahan kosong di tengah sawah yang telah diurug, jaraknya sekitar 100 meter dari tempat kami berhenti. Sepertinya lahan itu mau dibangun sebuah perumahan, karena terlihat beberapa rumah telah mulai di bangun.  Dari sini bisa kulihat aura hitam tebal di atas lahan itu pertanda kalo disitu sedang ada jin yang berkumpul dalam jumlah banyak.

    Kami mendekati lahan itu dengan berjalan kaki, agar bisa memberi efek kejutan dalam penyergapan itu. Aku berada di belakang sendiri, biar nggak terkena peluru nyasar. emoticon-Ngakak (S) Baru kusadari kalo lahan di tengah sawah itu sangatlah luas. Dan kulihat puluhan jin berjaga di sekitar lahan perumahan, bahkan sampai meluber ke persawahan di sekitarnya, dan mereka telah melihat kami, sia-sia saja usaha penyergapan dengan mode senyap itu. Aku heran, siapa yang telah berinvestasi membuat perumahan di tengah sawah sepi kayak gini..?

      Kini kami berada tepat di seberang jalan depan lahan itu, kami bersembunyi di rerimbunan pepohonan karena disitu ada lahan yang ditanami pohon-pohon besar, jaraknya masih sekitar 50 meter dari rumah berpagar gaib itu. Ada dua bangunan perumahan  yang sudah jadi, dan yang lainnya masih tahap pembangunan. Pada salah satu rumah yang sudah jadi itulah kulihat sebuah medan energi sangat kuat sebagai pagar gaib pelindung rumah itu, dan disitu pulalah para jin itu terpusat, mereka sedang menjaga rumah itu. Melihat begitu banyaknya jin itu, sepertinya aku harus minta bantuan Pancalaksa.

      Tapi sebelum aku memanggil Pancalaksa, mendadak di sekeliling kami sudah muncul puluhan perempuan cantik berpakaian khas pendekar berwarna hijau kuning, mereka bersenjatakan tombak pendek berwarna keemasan. Dan salah satunya kukenali sebagai Roro Saraswati. Berarti ratusan perempuan cantik itu adalah pasukan Roro! 

      Pikiranku langsung menuju ke Dita, kalo Roro Saraswati disini, berarti Dita cuma dijaga 10 anak buah Ekawadya, dan menurutku mereka nggak akan cukup untuk menghadapi serbuan pasukan si kunyuk. Aku heran kenapa Roro Saraswati bisa tau semua ini. Maka aku menengok ke Salma untuk meminta penjelasan.

Quote:      "Aku yang memberitahu dia, aku juga telah memberitahu tentang tempat ini.." kata Salma.

      "Tapi gimana dengan Dita?" tanyaku.

      Roro Saraswati yang menjawab. "Dia telah dijaga 20 anggota pasukan Roro, dan ditambah 10 anggota pasukanmu, aku yakin dia akan aman. Aku belum puas kalo belum mencacah-cacah tubuh bangs*t itu!"

      "Gimana dengan Ratu..?" tanyaku.

      "Aku sudah meminta ijin kanjeng Ratu, dan aku meminta tolong pada beliau untuk bala bantuan ini.. jadi udah nggak masalah.."

     "Yaudah kalo gitu.. Apa kalian nggak bisa mendeteksi ada berapa orang di rumah itu?" tanyaku.

      "Dari jarak sejauh ini aku nggak bisa.." jawab Salma. "Pagar itu terlalu kuat buat ditembus, kita harus mendekat agar bisa menghancurkan pagar itu.


      Jawaban Salma membuatku heran, siapa yang telah membuat pagar sekuat itu hingga bahkan Salma pun nggak bisa menembusnya dari jarak jauh..? Kulihat om Wisnu sedang berkoordinasi dengan anak buahnya, beliau juga menempatkan dua penembak jitu di atas pohon. dan tak lama kemudian mereka mulai bergerak. 

       Tapi baru mau menyeberang jalan, mendadak ada sebuah mobil hitam datang dan mau berbelok ke area lahan perumahan. Para polisi segera mencegatnya dan belasan senjata api langsung terarah pada pengemudinya. Mobil itupun berhenti. Om Wisnu berteriak menyuruh si pengemudi untuk keluar dari mobil. Dan kulihat jendela kaca mobil itu terbuka, tapi kemudian muncul sebuah moncong senjata api!

      Para polisi segera berserabutan menjauhkan diri, terdengar dua kali suara tembakan. Aku langsung bertiarap tunggang langgang di aspal, Amrita malah ketawa cekikikan melihatku, tapi aku nggak peduli karena aku masih sayang nyawaku. Kudengar suara ban mobil berdecit, mobil itu ngebut berusaha melarikan diri. Tapi suara tembakan dari atas pohon menghentikan laju mobil itu. 

     Kini mobil itu berjalan tak terkendali, hingga akhirnya berhenti setelah menabrak pohon di pinggir jalan. Para polisi pun segera berlari mendatangi. Akupun ikut mendekat karena penasaran. Pengemudi mobil tampak tertelungkup di atas setiran, beberapa senter diarahkan padanya, dan ternyata punggungnya telah berlubang mengucurkan darah. Pengemudi mobil itu telah tewas tertembus peluru sniper dari atas pohon.

     Dua serse membuka pintu mobil dan menengadahkan pengemudi itu untuk bisa melihat wajahnya, tapi hal itu malah membuatku tercekat, karena pengemudi mobil itu adalah si kunyuk itu sendiri! Tapi kemudian kulihat Susuk 13 Raja masih menempel di seluruh wajahnya! Bagaimana bisa ada susuk itu lagi di wajahnya?! Semua ini serba membingungkan. Salma dan Amrita ikut mendekat. Lalu Amrita usapkan tangannya ke wajah si kunyuk. 13 benda susuk itu langsung berpindah ke tangannya. 

Quote:    "Inilah orang yang telah membawa Citradani.." kata om Wisnu.

     Akupun menyingkir buat memberi jalan untuk para polisi itu. Satu polisi menelepon ambulan, tapi aku udah nggak begitu menggubrisnya lagi karena pikiranku sendiri udah ruwet.

      "Ilmu Susuk 13 raja nggak bisa dipasang kembali secepat itu, harus menunggu 7 hari sebelum susuk itu bisa dipasang kembali. Orang ini bukanlah orang yang dulu kuambil susuknya.." kata Amrita.

     "Tapi kamu lihat sendiri, wajahnya sama persis dengan si kunyuk itu!" jawabku.

      "Dia udah beda orang.." kata Salma. "Berarti yang kita hadapi adalah dua orang yang berwajah sama persis, mungkin mereka kembar.."

     "Berarti orang yang menggaet Dita itu nggak sama dengan orang yang menculik Citradani..?" tanyaku.

      "Iya.. Aku yakin mereka adalah dua orang berbeda.. dan aku yakin yang satunya berada di rumah itu bersama Citradani.."


      Nggak nyangka kalo ternyata ada dua orang, mungkin saja mereka kakak beradik atau malah kembar, dan aku yakin si kunyuk yang telah tewas ini adalah yang menculik Citradani, karena masih ada susuk di wajahnya, dan nggak ada memar di wajahnya, bekas hantamanku dulu. Bekas memar akibat pukulan bertenaga dalam nggak akan hilang kalo belum 3 hari.

       Beberapa warga tampak berdatangan karena mendengar suara tembakan, tapi para polisi itu menyuruh mereka menjauh. Sambil berpikir, tanpa sadar aku telah berjalan ke arah lahan perumahan itu. Mendadak kudengar suara ribut-ribut dari lahan perumahan itu. Ternyata pasukan Roro telah bergerak, mereka menyerang ratusan jin yang berada di sekeliling rumah itu.

      Angin ribut segera tercipta akibat pertempuran itu. Meskipun jumlah pasukan Roro cuma puluhan, tapi kesaktian mereka jauh diatas pasukan musuh. Amrita yang sudah gatal tangan dari tadi segera melesat dan ikut membantai ratusan jin itu, sementara Salma masih waspada menjagaku. Dan pertempuran itu meluas hingga ke persawahan sekitarnya. Ada dua jin kuat di antara pasukan musuh itu, sepertinya mereka adalah pemimpinnya. Dan kini Amrita dan Roro Saraswati tengah menggempur mereka habis-habisan. 

      Pasukan Roro adalah pasukan perempuan yang sangat tangguh. Gerakan mereka sangat cepat, tiap sabetan atau tusukan tombak mereka selalu membawa korban, seakan mereka berusaha membunuh lawan sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat. Kilatan-kilatan cahaya dari tombak mereka berseliweran, ditambah bola-bola cahaya hijau dari pukulan jarak jauh mereka yang bertaburan di udara, menimbulkan ledakan-ledakan dahsyat. 

       Meski kalah jauh dalam jumlah, tapi mereka nggak terlihat kerepotan, mereka terus membantai musuh tanpa berkedip. Apalagi tebaran pisau-pisau kecil warna pink dari Amrita yang terus menghujani musuh itu. Di tengah tiupan angin keras membadai, membuat pertempuran terlihat kacau balau. Meski mereka semua adalah perempuan, tapi pertempuran itu sangat kejam dan brutal, sama kayak pertempuran Pancalaksa.

      Aku terus berjalan setengah berlari memasuki areal lahan perumahan itu, Om Wisnu dan tim taktikal ikut menuju ke sana, tampaknya penyergapan akan segera dimulai. Tapi rumah yang kami tuju itu berada di tengah-tengah pertempuran, dan tentunya pertempuran antar jin itu akan berpengaruh pada para polisi itu. Maka akupun meminta bantuan.

Quote:      "Ekawadya! Lindungi kami.." teriakku.

      "Baik raden.."


      Tiga puluh anak buah Ekawadya segera mengelilingi kami. Lalu kusalurkan seluruh tenaga dalam ke tangan dan kupukulkan ke depan sebagai pukulan Badai Putih! Kabut asap putih bergulung menerjang ke depan dengan sangat cepat, ke arah para jin yang sedang bertempur. Para jin itu segera menyingkir, menyibak ke kiri kanan hingga terciptalah suatu jalan bagi kami. 

     Aku dan para polisi segera berlari ke arah rumah itu. Di tengah angin badai, para polisi mulai mengepung rumah itu. Anak buah Ekawadya makin banyak yang datang, karena pasukan jin itu mulai berusaha menyerang para polisi, jadi Ekawadya memanggil lebih banyak pasukan, dan mereka menghalau semua jin yang berusaha mendekati para polisi. Seandainya para polisi itu juga melihat dan mendengar pertempuran jin ini, tentu mereka akan berserabutan menjauh dari sini.

      Om Wisnu berdiri tepat di depan rumah. Aku ikut berdiri berlindung di belakang om Wisnu, karena beliau memakai rompi anti peluru. Kepungan polisi semakin mengecil. Dua serse mendobrak pintu rumah, tapi kemudian terdengar suara beberapa tembakan dari dalam rumah ke arah kami, maka kamipun berserabutan menjauh dari pintu.

      Setelah suara tembakan nggak terdengar lagi, mendadak dari pintu itu muncul seseorang yang membuat aku dan om Wisnu terkejut besar. Orang yang berdiri di ambang pintu itu adalah Bima alias Jantaka! Musuh bebuyutan kami sekaligus anak angkat om Wisnu. Bima sedang merangkul leher Citradani dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memegang pistol yang ujungnya ditempelkan ke kepala Citradani.

       Kondisi Citradani sangat mengenaskan, wajahnya lebam, tangannya ada gurat-gurat bekas cambukan. Pakaiannya udah nggak karuan dan robek di beberapa bagian. Air mata terlihat jelas di pipinya, dia mau berteriak, tapi segera dibekap oleh Bima dengan tangan kiri. Saat emosiku mulai muncul, segera kutekan dalam-dalam, emosi membuat pikiran jadi tumpul. Badanku sampai gemetar menahan amarah. Bagaimana Bima bisa terlibat dalam semua ini?! Berarti telah dua kali ini dia menyandera Citradani, dan kali ini akan kupastikan dia nggak akan lolos lagi!

Quote:      "Ternyata kamu dalang dari semua ini!" teriak om Wisnu.

       "Hahaha.. apa kau lupa kalo kau masih punya hutang padaku?!"

       "Lepasin Citra! Dia nggak ada hubungannya dengan masalah kita! Akulah yang kau inginkan!" bentak om Wisnu.

       "Kau kira aku ini orang bodoh apa?! Kalo kau ingin membebaskannya, datanglah kesini! Sama bocah itu juga! Kalo ada polisi lain yang ikut masuk, maka kepala anakmu ini akan meledak!"


     Bima membanting pintu hingga tertutup lagi. Kini om Wisnu yang jadi target, dan yang bikin heran, kenapa aku ikut jadi target? Dan kenapa mereka juga membuat  Dita ikut jadi korbannya?! Semua serba nggak masuk akal buatku! Kulihat om Wisnu menyerahkan senjatanya ke salah satu anak buahnya. 

Quote:      "Apa boleh buat.. dari pada anakku jadi korban.." kata om Wisnu.

       "Tenang om.. Citra pasti baik-baik aja.. aku punya rencana, nanti om ikuti tanda dariku.."

        "Harusnya kamu yang ikuti rencanaku!" kata om Wisnu.

     Meski om Wisnu adalah polisi hebat yang berpengalaman, tapi ternyata emosi juga telah menguasainya, siapa yang nggak emosi kalo ngelihat anaknya ditodong pistol tepat di kepala?!

        "Soalnya ini menyangkut hal gaib juga om.. kita nggak pernah tau apa yang ada di dalam rumah itu, kalo misal ada jin yang menyergap kita, tentunya om nggak bisa melihatnya.."


     Om Wisnu terdiam, rahangnya mengeras, tanpa berkata apa-apa dia melangkah menuju pintu rumah itu. Akupun segera mengikutinya. Salma masih terus menempel ketat padaku dan bersiap melindungiku. Aku berpesan padanya agar jangan bertindak gegabah dan tunggu tanda dariku. Perlahan om Wisnu membuka pintu itu dan langsung masuk tanpa ragu, aku juga langsung masuk. Tapi pemandangan di dalam rumah itu membuat kami terkejut dan sangat marah!

      Ruang tamu di dalam rumah itu cuma berisi satu tempat tidur, satu meja dan satu kursi. Di tempat tidur kulihat Citradani rebah dengan kaki dan tangan terpentang lebar dan terikat tali yang ujungnya diikatkan pada pinggiran tempat tidur. Kulihat Bima duduk di kursi sebelah tempat tidur sambil menempelkan ujung pistol ke kepala Citradani, dan Citradani sendiri seperti dalam keadaan nggak sadar sekeliling, matanya terbuka tapi cuma menatap nyalang. Sepertinya dia terkena ilmu sirep.

   Sementara di sisi yang satunya dari tempat tidur, kulihat si kunyuk menodongkan pistol ke arah kami. Wajahnya benar-benar mirip dengan si kunyuk yang telah tewas tadi. Ternyata mereka benar-benar kembar! Tapi bedanya, di pipi kiri ada suatu luka memar membiru, itu adalah hasil dari bogemanku kemarin, jadi si kunyuk yang inilah yang telah menggaet Dita.

     Di tengah ruangan kulihat orang setengah baya berpakaian hitam dengan ikat kepala hitam, aku yakin dia adalah praktisi supranatural. Lalu dipojokan kulihat tiga sosok jin berenergi sangat kuat, mereka sedang mengerumuni sebuah jaring yang memancarkan cahaya merah redup, dan di dalam jaring itu ada nini Raradewi, dia tampak sangat lemah, berarti jaring itu adalah jaring yang telah meringkus Roro Saraswati juga, jaring yang bisa menyerap energi. Ternyata Raradewi telah diringkus duluan oleh mereka! Tapi aku nggak melihat eyang Dim disana, kemana pula jin yang satu itu?!

       Dan tiba-tiba aja di belakang kami sudah ada dua orang tinggi besar yang mengepung kami, mereka juga menggeledah om Wisnu, tapi tentunya nggak menemukan apa-apa. Kulihat om Wisnu masih terkejut melihat si kunyuk, mungkin dia berpikir kalo si kunyuk telah tewas di mobil, tapi kini dia ada di ruangan itu. Dalam keadaan emosi tinggi, otakku dipaksa berpikir keras mencari solusi jalan keluar dari situasi ini. Ada satu cara yang perlu dicoba, tapi menunggu mereka lengah dulu. 


Lanjut bawah gan sist..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 87 lainnya memberi reputasi
88 0
88
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:04

Lanjutan

     Kutatap Salma lagi untuk menegaskan kalo dia jangan bertindak sembarangan, karena pistol sangat berbeda dengan senjata tajam, meskipun tangan yang memegang pistol itu udah putus dari badan, jari-jarinya pasti akan tertarik hingga memicu pelatuknya. Lalu pandanganku beralih ke tiga jin yang mengelilingi jaring itu, bergantian aku melihat mereka dan ke Salma sampai akhirnya Salma mengerti dan mengangguk.

Quote:      "Kau?! Bagaimana kau bisa ada disini?! Kau telah mati diluar sana!"

      "Bangs*t terkutuk! Jadi kau telah membunuh saudaraku?!" bentak si kunyuk.

       "Mereka kembar om.." kataku dengan kalem.

       Om Wisnu malah menatapku seperti sedang melihat ke orang yang kena gangguan jiwa.

       "Jahan*m kurang ajar! Hutangmu bertambah lagi!" bentak Bima. "Akan kupastikan kau membayar satu persatu sampai lunas!"

      "Lepaskan dia!" teriak om Wisnu.

      "Dia termasuk salah satu pelunas hutangmu! Jadi nggak akan kulepaskan! Tadi aku sudah berniat membunuhnya di depanmu! Tapi udah aku punya rencana lain!" kata Bima.

      "Apa maksudmu?!"

      "Kau akan lihat anakmu satu-satunya diperkosa di depanmu dan kau nggak bisa berbuat apa-apa! Hahaha.."

      "B*jing*n tengik! Kalian nggak akan bisa lolos dari semua ini!" teriak om Wisnu.

      Dia hendak berlari ke arah Bima, tapi dua pistol menempel di belakang kepalanya, hingga mau nggak mau om Wisnu menghentikan gerakannya.

       "Melihat anakmu diperkosa di depanmu tentu akan jadi balasan yang setimpal seperti kau membunuh ayah kami di depanku!"

     Jadi ternyata ini masih soal dendam yang dulu. Bima tadi bilang ayah kami, berarti dia dan si kunyuk kembar itu adalah kakak beradik! Lalu apa hubungan semua ini denganku?! 

      "Kalian benar-benar biadab!" bentak  om Wisnu.

       "Tapi itu belum cukup! Karena aku akan membunuh kalian berdua! Baru hutang nyawa ayahku bisa lunas!" kata Bima.

      Setelah bertahun-tahun, ternyata dendam itu belumlah hilang, bahkan malah tambah besar. Benar-benar manusia gila.

       "Lalu apa hubungannya semua ini denganku?!" tanyaku.

      "Kau adalah bagiannya ketua kami!"

      "Apa maksudmu?!" tanyaku.

      Bima berpikir sejenak. "Baiklah, mengingat sebentar lagi kau akan mampus di tangan ketua, nggak ada salahnya kuceritakan semua. Dulu aku telah gagal membalas dendam padanya, itu karena kau juga! Maka aku mulai menyusun strategi untuk membalas lagi. Lalu sang ketua datang pada kami, menawarkan kerjasama, dia akan memberi kami kekuatan, sebuah pasukan dan kekayaan yang bertumpuk-tumpuk, dengan satu imbalan, kami harus meringkusmu. Ketua juga berjanji akan membantu kami membalas dendam. Dan lihatlah sekarang, kami berhasil meringkusmu sekaligus membalas dendam pada pak tua ini!"

      Meskipun aku sempat berpikir tentang siapa ketua yang dimaksud, tapi untuk saat ini aku memutuskan untuk melakukan psywar.  

      "Lalu apa gunanya pasukan kalo kau nggak bisa melihat mereka?!" 

      Mendadak orang tua yang dari tadi diam aja itu ikut bicara. "Kau meremehkanku anak muda?!"

      "Ow.. jadi sampeyan ini cuma jadi penghubung antara mereka dengan jin..?"

      "Diam kalian semua!" bentak Bima. "Sekarang saatnya pertunjukan… bersiaplah komandan!"


      Kini semakin jelas, si kembar adalah adik dari Bima, mereka bekerja sama dengan jin kuat untuk menangkapku dan membalas dendam pada om Wisnu. Si orang tua itu jadi penghubung antara tiga orang itu dengan jin. Aku jadi berpikir kalo si kembar itu juga nggak punya kemampuan apa-apa, cuma mengandalkan susuk dan tenaga dalam, selebihnya akan di urus oleh si orang tua dan tiga jin di belakang mereka. Dan aku tau kalo kelompok ini masih punya atasan lagi.

       Bima memberi isyarat pada si orang tua itu dan juga pada si kunyuk. Lalu si orang tua mendekati Citradani, komat-kamit sebentar, lalu usapkan tangannya ke wajah Citradani. Mata Citradani yang tadi cuma menatap nyalang, kini mulai berkedip, lalu badannya mulai menggeliat-geliat, dan terdengar desah napasnya yang keras! Citradani sedang dilanda badai hasrat akibat sirep dari si orang tua. 

      Di saat yang bersamaan saat si orangtua mengusap wajah Citradani, si kunyuk menyerahkan senjatanya pada Bima, lalu dia mengeluarkan pisau lipat dari dalam sakunya, dan mulai merobek-robek pakaian Citradani hingga ke pakaian dalamnya! Dan kemudian si kunyuk menindih tubuh Citradani yang sudah nggak berpakaian sama sekali dan sedang dilanda badai hasrat!

      Kepalaku hampir meledak menahan emosi, badanku terasa gemetaran. Segera kusalurkan energi ke seluruh tubuhku. Om Wisnu berteriak dahsyat. Lalu segalanya terlihat jadi kayak slowmotion bagiku. Dengan nekat, om Wisnu mulai bergerak, dia menekuk tubuhnya ke belakang, melompat ke atas dan dua kaki mencuat ke atas, dia bersalto ke belakang dan kakinya menghantam kepala dua orang yang berada di belakangnya. Disaat yang bersamaan, kusalurkan setengah bagian tenaga dalam ke kaki, dan setengah bagian lagi ke jari kananku, 

    Energi di jari tanganku itu kulepas sebagai ilmu Jari Api, dan melesat cepat ke arah pistol yang dipegang Bima. Aku belum pernah mencoba Jari Api pada benda logam, jadi ini percobaan pertamaku. Dan ternyata berhasil! Ilmu Jari Api telah menembus pistol di tangan kanan Bima hingga berlubang. Dan saat dia sadar kalo pistol itu udah nggak berguna lagi, maka dia acungkan pistol di tangan kirinya ke arah om Wisnu, dan pistol itupun menyalak.

      Om Wisnu berguling ke depan, di tangannya telah ada sepucuk pistol hasil rampasan dari dua orang di belakang kami, pistol itu mengarah ke Bima dan langsung meletus. Disaat yang bersamaan, aku berlari dengan seluruh tenaga dalam ke arah si kunyuk, ledakan energi di kakiku telah membuatku bisa berlari dengan sangat cepat. Saat itulah tiga bayangan hitam, hijau dan pink ikut menyerbu ke tengah, mereka adalah Salma, Amrita dan Saraswati, entah bagaimana ceritanya Amrita dan Saraswati sudah berada di situ.

      Bogem mentahku melanda pelipis si kunyuk hingga dia terlempar dari atas tubuh Citradani, saat tubuh si kunyuk masih melayang di udara, aku masih memburunya, kaki kananku bergerak menghantam dadanya. Si kunyuk terlempar lagi dan menabrak pintu tengah hingga jebol, tubuh si kunyuk terus terlempar masuk ke ruang dalam. Di saat yang bersamaan, tembakan yang dilepaskan om Wisnu mengenai sasarannya, dahinya Bima berlubang memuncratkan darah.

     Semua kejadian itu terjadi nggak lebih dari empat detik dan dalam waktu yang bersamaan. Lalu kudengar suara beberapa tembakan di ruang dalam, tapi aku sudah nggak menggubrisnya lagi. Kulepas jaketku dan kuselimutkan pada Citradani. Lalu dengan ilmu Bara Pembakar Raga, kuhancurkan tali yang membelit kaki tangan Citradani. Dan begitu Citradani terbebas, dia langsung memelukku, kakinya bergelung di pinggangku, maka akupun ikut terjatuh diatas tubuhnya, dan dia menciumi wajahku! Citradani masih dalam pengaruh sirep birahi! Maka aku berteriak keras memanggil Amrita.

      Untung Amrita segera datang dan menetralisir sirep birahi itu. Citradani tersadar, dia langsung menangis sesenggukan, dia masih memelukku dengan erat. Maka kugendong Citradani keluar dari rumah itu sambil kusalurkan hawa dingin dan hangat bergantian padanya. Masih sempat kulihat Bima terkapar di lantai dengan dahi berlubang berlumuran darah. Salma dan Amrita menyerang tiga jin yang mengepung jaring berisi Raradewi, Roro Saraswati menyerbu si orangtua habis-habisan, sementara om Wisnu masih bergulat saling pukul dengan dua orang di belakang kami tadi.

     Saat aku keluar lewat pintu depan, para polisi segera menyerbu masuk, kembali terdengar suara tembakan beberapa kali. Tapi aku udah nggak peduli lagi. Begitu sampai di luar rumah, aku jadi bingung, mobil polisi berada jauh dari lahan perumahan itu, nggak mungkin aku membawa Citradani sampai ke mobil polisi dalam keadaan seperti itu. Tapi untunglah sudah ada ambulan disitu, maka aku segera masuk ke ambulan, beberapa petugas medis segera menyelimuti Citradani dan memberi oksigen padanya.

     Aku segera keluar dari ambulan itu, tapi Citradani mencengkeram erat tanganku dan menggeleng. Terpaksa aku menemaninya di dalam ambulan, dan kembali aku menyalurkan hawa hangat dan dingin bergantian padanya. Air mata terus mengalir di pipi Citradani, tangannya yang mencengkeram tanganku terasa gemetaran. Kusalurkan energi lebih banyak untuk menenangkannya.

     Suasana diluar berubah jadi sepi, sepertinya pertempuran antara pasukan Roro dan ratusan jin itu sudah berakhir, tapi masih kudengar suara ledakan-ledakan dari persawahan di belakang rumah tadi, tentunya mereka adalah Salma dan Amrita. Mobil ambulan mulai bergerak meninggalkan tempat itu. Aku udah nggak peduli semuanya, bahkan motorku juga aku tinggal. Yang penting sekarang adalah Citradani.

Quote:      "Kakak.. jangan pergi.. aku takut.." kata Citradani disela sesenggukannya. Masker oksigen telah dilepasnya.

      "Kamu tenang aja.. semua udah berakhir.. semua akan baik-baik aja…"

      "Ternyata Riko.. dia.. dia jahat banget…"

      "Siapa itu Riko..?" tanyaku.

      "Cowokku.. mantan.."

      "Dia udah mati ditembak temennya papamu.." kataku. "Kamu tenangkan diri dulu.. cobalah bermeditasi.. ntar aku bantu..?"

       "Tapi.. tapi kakak jangan pergi…"

       "Iyaa.. aku nggak akan pergi kok.." jawabku.

      "Kak.. makasih ya...."

      "Udah.. nggak usah mikir soal itu.. yang penting kamu pulihkan kesehatanmu dulu.." kataku.

       "Aku tau semua yang terjadi tadi, aku sadar, tapi tubuhku kayak nggak bisa diperintah.. kalo nggak ada kakak.. aku nggak tau apa yang akan terjadi padaku.." dua bulir air mata turun di pipinya.

       Kuusap air mata itu. "Sekarang semua udah baik-baik aja.. nggak akan ada yang mengganggumu lagi.."


     Selama dalam perjalanan itu kami cuma terdiam. Aku nggak pernah menyangka kalo aku akan ikut terlibat di tengah-tengah baku tembak yang mirip dalam film laga. Sama sekali nggak menyangka kalo tiga bersaudara itu memiliki pistol jenis glock yang bahkan nggak ada di negeri ini. Ada hal yang masih jadi misteri tentang siapa ketua mereka, atasan dari ketiga orang itu, padahal aku yakin mereka semua sudah mati sekarang, lalu aku harus nanya ke siapa lagi soal ketua mereka? Sebenarnya aku masih belum puas menghajar si kunyuk itu, tadi aja cuma sempat memberi satu pukulan dan satu tendangan saja, kalo bisa, maka dengan senang hati aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.

      Ternyata ambulan langsung membawa kami sampai ke kotaku dan masuk ke rumah sakit polisi. Petugas medis segera membawa Citradani ke ruang igd. Disini aku nggak diperbolehkan masuk, cuma bisa melihat dari kaca jendela, selama itu pula Citradani terus melihat ke arahku. Saat itulah Salma dan Amrita muncul bersama Raradewi, dia terlihat masih lemah, entah gimana ceritanya dia bisa lepas dari jeratan jaring itu, mungkin dia telah dibantu Salma.

Quote:      "Apa nini baik-baik aja..?" tanyaku.

      "Berkat kalian, kini aku sudah ngerasa baikan.. terima kasih.."

      "Jangan pikirkan soal itu nini.." kataku.

      Lalu Raradewi melayang menembus tembok igd buat menemani Citradani.

     "Gimana kejadian tadi..?" tanyaku.

      "Tiga jin tadi dibantai pasukan Roro, bahkan Saraswati juga mengamuk…" jawab Salma.

       "Terus manusia nya gimana..?" tanyaku.

        "Tiga orang tewas, yang tiga launnya ditangkap.."

       Tiga kakak beradik itu akhirnya tewas juga, waktu kutinggalin rumah itu, masih ada satu yang masih hidup, yaitu si kunyuk yang mau memperkosa Citradani tadi, tapi ternyata dia tewas juga.

     "Lalu gimana dengan si orang tua tadi?" tanyaku.

     "Dia juga ditangkap, tapi aku mencabut semua ilmu kesaktiannya, aku juga sempat melihat isi kepalanya tadi.." kata Salma.

     "Emang gimana..?"

      "Dua orang itu emang kembar, dan mereka adalah adik dari Jantaka. Dua orang itu emang ditugaskan untuk menggaet Dita dan Citradani dengan ilmu kesaktian dari ketua mereka. Tujuan mereka menggaet Dita adalah untuk melemahkan hatimu hingga kamu jadi gampang di serang. Jadi sebenarnya dia nggak sungguh-sungguh ingin memiliki Dita, tapi cuma buat melemahkan kamu aja.. Tapi dia melenceng dari jalur.."

      "Maksudnya gimana..?" tanyaku.

      "Seharusnya tugas dia itu adalah terus bersama Dita dan memenuhi semua keinginannya, sampai kamu bisa ditangkap, tapi ternyata emosinya telah menghancurkan semua rencana itu, karena emosi itulah dia menampar Dita pas kamu ngelihat. Padahal seharusnya itu nggak boleh terjadi.."

     "Mereka udah mulai gunakan cara baru.."

     "Benar.. dan kamu harus selalu waspada.." kata Salma. Kamu inget nggak waktu kita di rumah mbah kakung dan kita diserang di tengah sawah itu..? Mereka adalah suruhan dari kelompok itu juga, mereka mengira sehabis kamu putus dengan Dita, maka kamu akan jadi lemah, jadi saat itulah mereka menyerangmu.."

     "Padahal saat itu aku emang bener-bener sedang lemah.." kataku.

     "Nggak kok.. buktinya kamu mampu membantai mereka semua.."

     "Lupain aja lah.." kataku. "Jadi kalo misal si kembar nggak keterlepasan emosi dan memukul Dita, tentu kita nggak akan bisa mengungkap semua ini.."

     "Iya juga sih.." kata Salma. "Ada satu dugaan yang salah besar, si kembar itu bukannya hebat dalam menyembunyikan energi, tapi memang mereka nggak punya kemampuan apa-apa.. mereka cuma orang biasa yang diberi susuk dan sedikit tenaga dalam.. dan semua yang berhubungan dengan gaib adalah tugas dari orang tua itu.."

      "Aku sudah menduga itu waktu tadi kita baku hantam… Lalu siapa sebenarnya mereka itu..?" tanyaku. "Kenapa Jantaka bilang kalo dia bekerja sama dengan sang ketua? Siapa sang ketua itu..?"

      "Mereka termasuk dalam kelompok yang mengincarmu, termasuk ratu kala juga… dan mereka adalah kelompok ketiga… Sedangkan yang disebut ketua adalah yang mengumpulkan keempat kelompok itu dan memimpinnya.

      "Kelompok? Tapi dulu ratu kala bilang kalo mereka cuma berempat?" tanyaku.

      "Yang empat itu adalah pemimpin dari masing-masing kelompok, ratu kala dan Jantaka adalah orang keempat dan ketiga. Masih ada dua lagi, dan aku yakin mereka berdua juga memiliki kelompok masing-masing.. dan yang disebut ketua adalah pemimpin tertinggi, dia adalah kelompok pertama.."

       Makin ruwet aja jalinan kelompok yang mengincarku itu, tapi aku nggak mau memikirkannya sekarang, karena bahkan sampai saat inipun aku belum tau apa alasan mereka mengincarku 

       "Kamu tau ilmu apa yang yang diterapkan orang tua tadi pada Citradani?"

       "Itu termasuk dalam ilmu pelet Candala, dan Rajah Candala adalah salah satunya.. semua ilmu Candala termasuk ilmu yang keji.." jawab Amrita. "Kenapa kamu nanya itu? Apa kamu pengen mempelajarinya..?"

     "Buat apa..?! Nggak ada gunanya.."

      "Siapa tau kamu pengen bikin para cewek itu jadi berhasrat, hihi…"

      "Kalo cuma itu, aku nggak perlu pake ilmu-ilmuan lah.." kataku.

       "Masak..? Yuk kita coba..?"

       "Nakal ya kamu.. aku cuma pengen tau yo.."


       Tawa cekikikan Amrita nggak berhenti-berhenti, dia emang selalu senang menggodaku, tapi kalo aku menanggapinya, tentu hal itu akan terjadi juga. emoticon-Hammer (S)  Saat itulah kulihat mama Erna berjalan cepat ke arahku, dia langsung memelukku sambil menangis tersedu-sedu. Aku cuma bisa mengusap punggungnya. Di belakang mama Erna kulihat om Wisnu dengan tangan berlumuran darah, tangan itu dibalut dengan kain, rupanya dia sempat terkena tembakan juga. Dia masuk ke ruang sebelah untuk mendapat perawatan.

Quote:      "Citradani Ndra.. adikmu…"

      "Dia udah baik-baik aja kok ma.. semua udah selesai.. Coba mama lihat dari jendela itu.. dia masih sadar kok.."

      Mama Erna menengok lewat jendela kaca, dan dia melihat Citradani yang juga sedang menatapnya, air mata keluar dari keduanya.

      "Kalo kamu gimana? Kamu nggak papa kan..?"

      "Nggak papa kok ma.." jawabku.

      "Yaudah.. mama masuk dulu.."

       "Iya ma.."


       Meskipun nggak diperbolehkan, mama Erna tetap ngotot mau masuk, dan akhirnya dibolehkan juga. Kini aku sendirian di ruang tunggu igd itu. Dan mendadak aku teringat dengan motorku, rasa kuatir mulai merayapi, motor itu adalah wasiat dari ayahku, akan sangat nggak lucu kalo sampe hilang.a karena kunci motor itu nggak aku cabut tadi.

Quote:      "Kalian tau gimana nasib motorku..?" tanyaku ke Salma dan Amrita.

      "Tadi sempat kulihat dibawa oleh salah satu polisi.." kata Amrita.

       "Yaudah kalo gitu.. Kalo motor itu sampe hilang.. ntar kita nggak bisa boncengan bertiga lagi lah.."

       Salma dan Amrita tertawa merdu, adalah sangat aneh kalo mereka bisa ketawa dengan dua suara yang sangat berbeda kayak gitu.


      Malam itu aku menginap di rumah sakit polisi untuk menjaga Citradani, sedangkan mama Erna menjaga om Wisnu yang habis menjalani operasi di tangannya yang tertembak itu. Semoga semua keruwetan itu berakhir malam ini, semoga nggak ada lagi orang-orang terdekatku yang ikut dilibatkan oleh kelompok yang mengincarku itu

       Masih ada dua kelompok lagi yang harus kuhadapi, jadi aku harus terus waspada. Mereka telah menggunakan cara-cara licik dan kejam, jadi seterusnya mereka akan menggunakan cara itu lagi. Aku punya pasukan sangat besar, tapi nggak berdaya menghadapi mereka, karena seakan mereka selalu berada didepanku. Bahkan wujud dari musuh utamaku aja belum pernah kulihat. Semoga Allah selalu melindungiku dan semua orang yang dekat denganku.


bersambung…



151

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 113 lainnya memberi reputasi
114 0
114
Lihat 32 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 32 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:17
Suwun mbah apdetnya...
Koq ane pinisirin sama eyang dim mbah, blm sempat diceritain nih...
Diubah oleh kakangprabu99
profile-picture
profile-picture
profile-picture
max.android dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:33
Matur nuwun om.... Jdi lega sekarang....emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:34
Alhamdulillah kentangnya habis
Makasih banyak mbah
Sehat selalu dan dimurahkan rezekinya mbah🤣🤣
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:34
Mantap banget ceritanya mbah, Kalo dibikin sinetron kayak di tv juosss kali mbah ya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:40
Wahh makin menarik...

Ketua ??
Kel 1 ??
Kel 2 ??
Kel 3 end
Kel 4 end

Btw, besok minggu libur..
Diubah oleh Lack8Nut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
max.android dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:45
Epic yg luar biasa mbah.
Appreciate that buddy. emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
max.android dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:53
Bima belom kapok ya ternyata emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 17:56
Mantap update nya mbahe... Pasukan roro mulai ikut meramaikan tanpa harus pancalaksa turun tangan, mulai bermain strategi nie musuh nya arya, gawat jg masih ada 2 kelompok lg dan masih panjang tentu cerita ini... emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
max.android dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 18:12

mrinding gw bacanya mbah

epic sekali ceritanya, menguras emosi mbah, makasih kentangnya sudah dimasak, mantap jiwa mbah emoticon-Matabelo emoticon-Mewek emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
max.android dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 18:14
Curiga. Mbah Dim adalah sang ketua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 18:18
Itu citra udh sebat blm mbah ama kunyukemoticon-Bingung

Tengkyu atas gelutnya..tpi kok kurang greget ya klo si kunyuk gak kena pukulan bara biar jadi areng
profile-picture
profile-picture
profile-picture
max.android dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM Season 2
22-05-2021 18:20
Suwun mbah update nya.. emoticon-Nyepi

Jossss tenan... emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 18:24
Seperti biyasanya Mbah........


RUUAARR BIYASAHHH......matur nuwun Mbah

emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gearbox13 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 18:32
Makasi apdetnya Mbah......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gearbox13 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
22-05-2021 18:45
Curiga musuh utamanya adalah orang dekat atau sudah dikenal nih..#mikirkeras
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gearbox13 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 231 dari 316
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
back-to-black
Stories from the Heart
kau-bukan-dia
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
si-anak-yang-kebingungan
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia