Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
3474
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6083a0340a70b7558805fc50/dendam-cinta-dari-masa-silam
Hai...namaku Aji, lengkapnya Bayu Satriaji. Aku baru saja pulang dari PETUALANG MASA LALU Terakhir yang kuingat, aku beserta Zulaikha dan Menik, dua jin cantik.yang selalu mendampingiku selain dari Sang Pamomong, baru saja keluar dari portal yang membawa kami pulang dari masa lalu ratusan tahun silam. Aku memgerjapkan mataku yang silau oleh cahaya yang menyorot di atas mataku.
Lapor Hansip
24-04-2021 11:36

Dendam Cinta Dari Masa Silam

Past Hot Thread
icon-verified-thread
WARNING!!!!
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++


Dendam Cinta Dari Masa Silam

Prolog

Hai...namaku Aji, lengkapnya Bayu Satriaji.
Aku baru saja pulang dari PETUALANG MASA LALU

Terakhir yang kuingat, aku beserta Zulaikha dan Menik, dua jin cantik.yang selalu mendampingiku selain dari Sang Pamomong, baru saja keluar dari portal yang membawa kami pulang dari masa lalu ratusan tahun silam.

Aku memgerjapkan mataku yang silau oleh cahaya yang menyorot di atas mataku.
Ah...rupanya cahaya lampu.
Perlahan, pandangan mataku menjadi semakin jelas. Kulihat langit-langit kamar yang putih dengan lampu yang menyilaukan mataku tadi.

Di mana aku gerangan? Bukankah aku baru saja keluar dari portal yang menghubungkan masa kini dan masa lalu?

"Mas Aji.... Kau sudah sadar?" sebuah suara menyapaku.

Aku menoleh ke arah suara yang menyapaku itu. Seraut wajah cantik dengan mata yang berair, menatapku.

"Desi...?"
"Iya mas... Ini aku!" jawabnya.
"Mas Aji...!" sebuah suara lain menyapaku.
Aku menoleh ke asal suara itu..

"Anin...? Kamu kok di sini? Aku di mana?" tanyaku.

"Sebentar mas, biar aku kasih tahu bapak dan dokter.kalau kamu sudah sadar!" katanya sambil beranjak pergi.

Bapak? Dokter?

Kok bapak juga ada di sini? Dokter? Berarti aku di rumah sakit...
Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa aku ada di rumah sakit?

"Des...ini di rumah sakit?"
"Iya Mas...!"
"Kok aku bisa disini?"
"Ssttt...mas istirahat saja dulu. Kita tunggu dokter dulu!" sahutnya sambil mengelus-elus tanganku.

Saat itulah pintu terbuka, dan dua wanita dengan pakaian serba putih menghampiriku. Seorang diantaranya memeriksa nadiku, menyenteri mataku, dan menempelkan stetoskop di dadaku.

"Bagaimana dokter?" sebuah suara yang berat terdengar beetanya.
"Keadaannya normal pak! Mungkin butuh pemulihan sebentar, dan 2 atau 3 hari kemudian sudah bisa pulang!" kata bu dokter.
'Syukurlah...!" kata Bapak.
"Bapak.....!" panggilku.
"Hai..cah bagus... Bikin panik orang tua saja kamu!" kata bapak sambil mengacak-acak rambutku.
"Maaf pak... Sudah bikin khawatir bapak..!" ucapku.
"Sudahlah. Yang penting kamu sudah ga papa sekarang!" ujar bapak.
"Apa yang sebenarnya terjadi pak?" tanyaku.
"Kamu ditemukan orang terbaring di jalanan setelah hujan. Lalu dibawa ke rumah sakit ini. Lalu orang itu membuka kontak hpmu dan menghubungi bapak. Bapak dsn Anin segera kemari. Dan kamu baru sadar setelah 3 hari pingsan!" kata bapak.

Hah.3 hari? Padahal aku ada di masa lalu selama 35 hari.
Jadi apakah kejadian di masa lalu itu hanyalah mimpi di saat aku tak sadar?
Kalau memang hanya mimpi, syukurlah...
Dan aku berharap itu semua memang hanya mimpi.

Aku menoleh pada Zulaikha dan Menik yang sedari tadi berdiri di samping ranjangku.
Mereka cuma mengangkat bahu dan menggeleng. .

Yah...semoga saja semua itu hanya mimpi belaka. Kembang tidur di saat aku pingsan. .
Semoga....

Aku masih dirawat selama 2 hari, dan Desi setia memungguku jika sudah pulang kuliah.
Sementara, bapak dan Anin jika malam istirahat di kostku.
Setelah dirasa sehat, aku diperbolehkan pulang.
Bersama bapak dan Anin, kami nakk taksi menuju kostan.
Zulaikha dan Menik melayang di samping mobil.

Di kostan sudah ada pacar tersayang dan adiknya yang menunggu kedatangan kami....

Yah...aku kembali berada di jamanku. Pengalaman di masa lalu itu, entah nyata ataukah sekedar mimpi belaka?
Only time will tell.....


INDEX:

Prolog

The Begining

Naning

The Truth

Lanjutan

Naning Lagi....

Melati's Pov

Godaan Nenek Bohai

Menik's Pov

Tukang Ojek

Masalah Cewe Dino

Di Rumah Firda

Menolong Naning....

One By One

Pulang....

Di Madrasah 1

Di Madrasah 2

It's Begin...

Bingung

Masih Di Rumah Naning

Menik's Pov

Pengakuan Firda

Desi Cemburu

Pertempuran

Bendera Perang Sudah Dikibarkan

Masalah mulai bertambah

Firda's Pov

Liburan Semester


Kejadian Di Kamar Kost.....

Di Gazebo..

Tekad Naning

Pov nya Kunyil

Balada Lontong Opor

Kunyil Ember

Ditinggal.....

Pengusiran

Pulang....

Nenek Tua

Mimpi

RSJ

Pertempuran Seru

Serangan Susulan

Menuju Sumber....

Lanjutannya..

Kurnia

Sebuah Pengakuan

Interogasi

Menepati Janji

Malam Minggu

Piknik....

Di Curug

Ki Sarpa

Berlatih

Ketiduran

Kejadian Aneh

Kyai Punggel

Pagi Absurd

Pov: Naning

Latihan Di Gunung

Wejangan

Aku Dipelet?

Lebih Hebat Dari Pelet

Terusan Kemarin

Tante Fitri Yang....

She's Back

Bros

Makhluk Paling Absurd

Makhluk Absurd 2
Diubah oleh beqichot
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 113 lainnya memberi reputasi
112
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 19 dari 48
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 19:01

Desi Cemburu

Sepulang dari rumah Firda, aku masih saja kepikiran pernyataan Firda tadi.
Ngapain juga dia suka sama aku,.khan jadi tambah bikin pening pala Aji.
Bikin hubungan kami yang sudah akrab sebagai teman, malah jadi canggung.
Tapi dibalik itu semua, aku ga bisa membohongi hatiku, bahwa sesungguhnya, aku merasa bangga juga, ada banyak cewe yang suka sama aku.
Tapi bingung juga... Gimana harus bersikap.

Aku melamun di kamar, memikirkan masalah cewe cewe yang suka sama aku.
Desi, Naning, Firda, Renita... Semoga ga nambah lagi.
Zulaikha dikecualikan...dia khan bukan cewe..eh...maksudku dia bukan manusia.

Semakin dipikir semakin ruwet aja deh.
Akhirnya sebuah solusi yang jitu aku temukan, yaitu....ga usah dipikir. Nikmati aja... Ikuti alurnya...
Biarkan seleksi alam.yang memilih, siapa yang bakal jadi jodohku.

Lagian, belum.tentu pacar jadi istri..
Jodoh sudah ada yang ngatur... Jadi let it flow

So, tak perlu dibikin pusing.

Esok harinya, Senin, aku ada kuliah pagi. Kuliah hari ini 5 sks.
Kuliah pertama jam 7, ada 3 sks.
Kuliah kedua jam 13.00, 2 sks.

Jam 10 kurang, kuliah pertama selesai.
Karena masih lama kuliah keduanya, aku balik ke kost dan tiduran.
Baru saja meletakkan badan, udah ada telpon masuk..
Naning...

"Halo assalamu'alaikum...!"
"Wa'alaikum salam... Ji, kamu ada kuliah ga?"
"Baru balik nih... Emang ngapa?"
"Tolong anterin aku pulanh dong. Nunggu jemputan ga dateng-dateng nih!"
"Naik angkot aja gih...!"
"Yah..jahat banget kamu. Ato aku ke kostan kamu aja ya? Nebeng tidur di situ!"
"Enak aja... Bakalan ada fitnah entar. Oke deh, gue jemput lo di warung depan kampus lo!"
"Nah gitu dong... Maacih...!"
"Halah sok imut lo..!" kataku dan langsung kuakhiri penggilan itu.

Langsung aja aku meluncur ke tekape.

Dari kejauhan kulihat Naning sedang asyik main hp di lobby fakuktas TI. Masih banyak mahasiswa yang lalu lalang.
Aku belok ke warung dan memesan kopi, sambil terus mengawasi Naning.
Lambat laun llobby menjadi sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang nobgkrong di sana.
Kunikmati kopiku sambil merokok. Biarin aja Naning nunggu.

Telolet...telolet...
Hpku berbunyi... Kulihat nama Naning di layar.

"Kenapa Ning?"
"Lama amat ga nyampe?"
"Macet....!" kataku menahan tawa.
"Mana ada macet? Jalan sepi gitu? Dah sampai mana?"
"Di warung depan kampusmu lagi ngopi!"
"Whatt...??? Sejak kapan?"
"Emmm..setengah jam yang lalu..!"

Naning mematikan hpnya. Lalu bergegas mwnyeberang jalan dan masuk ke warung. Celingukan mencariku...
Begitu melihatku, dia menghampiri dan memukul lenganku dengan modul kuliah yang tebalnya ampun ampunan..

"Sakit tahu... Galak amat jadi cewe!"
"Biarin.. Ditungguin juga, malah ngopi!"
"Ahaha..sengaja kok. Biar lo gelisah nungguin..!"
"Jahat.... Cabut yuk...!"
"Lah..masuk aja belum kok dicabut...!"
"Mesum...!!" kata Naning sambil manyun dan keluar warung.

Aku segera membayar kopi yang kuminum dan menyusul Naning keluar warung.
Kami segera pergi dari sana menuju rumah Naning.

Sesampai di rumahnya, aku langsung pamit pulang katena masih ada kuliah jam 1 siang nanti.
Walaupun Naning memaksaku buat mampir, tapi aku keukeuh ga mau.
Kuliah lebih penting dari cewe...emoticon-Cool

Sesampai di kost aku segera masuk kamar dan mempersiapkan semua yang harus dibawa saat kuliah.
Tiba-tiba Desi masuk sambil mengucap salam.
Setelah kujawab, Desi menanyakan sesuatu.

"Tadi nganter siapa mas? Cantik ya?"
"Oh..Naning? Temenku itu dari TI! Kenapa?"
"Cuma temen? Kayaknya mesra banget boncengnya!"

Aku menoleh, melihatmya cemberut...
Huft...tahu dari mana dia kalo aku nganterin Naning ya?

"Cuma temen sayang... Kamu ga perlu khawatir. Kita asli cuma temenan...!" kataku meyakinkan Desi.
"Tapi kok kelihatan mesra banget boncengnya. Pake peluk-peluk pinggang segala?"
"Aku yang nyuruh sayang, soalnya aku mau buru-buru kuliah jam 1 nanti. Jadinya aku agak ngebut. Nah aku suruh aja dia pegangan di perutku!"
"Tapi beneran cuma temen lho ya? Jangan keterusan lho... Aku takut kehilangan mas Aji!" katanya sambil memelukku.

Aku elus lembut kepalanya...

"Tenang sayang... Aku ga bakal selingkuh kok!"
Sekarang.... Kalo nanti ya ga tahu...emoticon-Ngakak

"Iya mas. Aku sayang banget sama Mas Aji!".
"Aku juga sayang banget sama kamu...!" balasku sambil mengecup keningnya.

"Udah dulu ya... Mas mau mandi, trus sholat, lanjut berangkat kuliah!"
'Iya mas... Jangan mampir-mampir ya mas?"
"Masa ga boleh mampir? Kalo mau isi bensin gimana dong?"
'Ish..mas Aji... Bukan mampir itu maksudku. Mampir ke tempat cewe lain maksudku?"
"Iya..iya...!" sahutku menenangkannya.

Usai kuliah, sesuai pesan bidadariku, aku langsung balik ke kostan.
Dan disambut dengan senyum manis dari sang bidadari..ehm..ehm... (Kayaknya lebay banget ya)

Malamnya selepas Isya, aku ditelpon Firda. Katanya papanya tiba-tiba sakit. Dan sakitnya aneh...
Suka meracau sendiri, tapi dalam posisi tidur.
Aku diminta segera datang ke rimahnya buat melihat papanya.
Dia takut kalau papanya terkena sesuatu yang ghaib.

Aku ke kamar Desi dan menceritakan kejadian di rumah Firda. Desi malah mendesakku untuk segera ke sana.

"Mas langsung ke sana aja. Menolong orang sakit jangan ditunda-tunda mas. Tapi ga usah buru-buru, pelan-pelan aja naik motornya?"
"Siap neng... Abang berangkat ya?" pamitku.
"Ih...abang? Sejak kapan jadi abang mas? Mas ada sangu buat kesana?"
"Tenang, mas masih punya duit kok neng!"
"Sini mas, aku tambahin..!"

Aku mendekatinya dan dia langsung memelukku dan berjinjit memagut bibirku.
Aku sedikit kaget, tapi cuma sedetik.
Selanjutnya, aku respon ciumannya dengan hangat.
Tanganku ikutan usil...

"Ish..mas nakal ah..! Sana berangkat!" kata Desi dengan nafas terengah sambil mengusirku.
"Haha...nanti lagi.. Oke?'
"Ga janji...!" katanya sambil meraih tanganku dan mencium punggung tanganku.

Aku segera berangkat ke tempat Firda.
Benar saja, papanya Firda terbaring dengan mata terpejam, namun mulutnya mengoceh ga karuan.
Iguannya ga jelas banget... Seperti orang bergumam.
Aku melihat aura gelap menyelubungi tubuhnya. Tapi tak ada satu sosok jin yang merasuki atau mengganggunya.
Jadi kenapa bisa sakit begitu?

Aku meminta Firda dan mamanya keluar kamar.
Setelah keduanya keluar kamar, kututup pintu kamar.
Aku menghampiri papanya Firda.
Setelah membaca basmallah dan beberapa dzikir pendek, aku kerahkan energi batinku untuk mendeteksi gangguan di tubuh papanya Firda.
Tanganku kuletakkan sejengkal dari tubuh Om Bram. Mulai dari kepala, terus turun ke bawah, mendeteksi di mana pusat penyakit itu.
Saat sampai di perut, tanganku merasakan getaran yang sangat kuat.
Kulanjutkan sampai ke ujung kaki.
Kugerakkan tanganku naik kembali menuju kepala, dan sekali lagi, saag sampai di perut, aku merasakan getaran yang sangat kuat.
Berarti pusatnya ada di perut.
Kesimpulanku, om Bram telah memakan sesuatu yang telah dimantrai dan membuatnya begini.

Aku menoleh pada Zulaikha dan Menik.
"Gimana nih cara ngobatinnya?"
"Keluarin aja dari perutmya...!" jawab Zulaikha.
"Iya... Tapi gimana caranya? Masak perutnya mau dibedah?"
Zulaikha malah menepuk jidatnya sendiri.

"Mas Aji sayang....!"
"Cie...cie... Manggilnya dah pake sayang...uhui...!" teriak Menik.
"Apaan sih dek. Diem dulu deh... Mbakyu mau ngomong sama mas Aji!"
"Iya..iya...!" sahut Menik sambil manyun.
"Mas, sesuatu yang di perut itu adalah ilmu ghaib yang dimasukkan lewat makanan atau minuman. Jadi mesti mas lawan demgan ilmu ghaib juga. Supaya ilmu ghaib di perutnya kalah dan keluar!"
"Apa ga pengaruh sama Om Bram? Perutnya jadi ajang pertempuran ilmu ghaib?"
"Ada sih, tapi ga bahaya kok. Apalagi dalam posisinya yang tidur... Malah lebih mudah!"
"Baiklah... Jika nanti aku ga kuat, tolong dibantu ya?"
"Iya mas... Tapi mas Aji pasti bisa kok!"
"Semangat mas... Semangat...semangat...ole ole ole ole. .!" teriak Menik sambil tepuk tangan.
"Jangan berisik Dek... Nanti ganggu konsentrasi mas Aji...!"
"Ups iya.. Maaf. Nanti bisa ganggu konsentrasi mas Aji sayang ya mbakyu?"
"Ih..kamu kenapa sih dek? Godain mbakyi mulu...! Awas tak jewer kamu!"
'Ah...ampun mbakyu...ampun...!" sahut menik sambil cengengesan.

Aku melakukan apa yang dibilang oleh Zulaikha
Kukerahkan tenaga ghaib, dan kusalurkan ke dalam perut Om Bram.
Terjadi penolakan dari dalam...
Wah...ngelawan nih...
Aku paksa terus, dan aku tingkatkan energiku sedikit demi sedikit.
Dari dalam perut terus terjadi perlawanan. Tapi aku tetep ngotot.
Om Bram dalam tidurnya tampak meeingis seolah menahan sakit.
Aku menoleh pada Zulaikha...

"Teruskan...!" bisiknya.

Aku mengangguk dan terus meningkatkan eneegiku hingga hampir ke puncaknya.
Aku harus bisa menaklukkan ilmu ghaib itu.
Keringat sudah membasahi tubuhku, saat kurasakan perlawanan dari perut mengendor.
Aku tersenyum... Kalah lo...batinku.

Saat aku beekonsentrasi dengan pengobatan itu, aku merasakan sebuah aura yang kuat melesat menuju kamar itu.
Sesosok makhluk ghaib tiba-tiba muncul dan menyerangku. Sosoknya seperti sosok patung yang ada di gerbang keraton Jogja. Gupala kalo ga salah namanya.
Gadanya yang besar, diayunkan mengarah kepalaku.
Aki bingung...kalau aku menangkis atau menghindar, aku harus melepaskan pengobatan itu yang mulai kumenangkan.
Tapi kalau aku meneruskan pengobatan, bakal jadi apa kepalaku?
Sementara aku berpikir, gada iti sudah sangat dekat dengan kepalaku dan.....

PRAAKKK......


lanjutannya besok...emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 42 lainnya memberi reputasi
43 0
43
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 19:35
eh..eh..eh...kelakuane mas aji sayang emg kudu d gada nih😠
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 20:05
Pasti neng Kunyil yang ngadepin ntu Gada......



Makasi apdetnya gan....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 20:10
Saat gada itu sudah sangat dekat
Lalu apa yang terjadi sodara sodara
Ternyata bersambung besok sodara sodara


Makasih updatenya om, bikin penasaran tingkat kecamatan hehe
Semangat sampe tamat
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 20:14
di kentangin lagi malah....
makasi bray update nya...
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 20:54
Uhuuuyyy, Teh Desi udah mulai ada rasa rasa curiga nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 21:11
Prakk... ancur kentangnya.. @#*&@@%%>?)!!!! emoticon-Ngacir Tubrukan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 22:38
kentang yang hancur kena gada emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Dendam Cinta Dari Masa Silam
19-05-2021 23:13
Makyos banget... Semangat Mas Aji..
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 00:05
Kali2...

Lanjut bawah gaess...


Heuheuheu....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 06:14
Quote:Original Posted By key.99
Prakk... ancur kentangnya.. @#*&@@%%>?)!!!! emoticon-Ngacir Tubrukan


Quote:Original Posted By careray
kentang yang hancur kena gada emoticon-Hammer2

Sekali kali jualan kentang lah gan...emoticon-Ngakak. Buat nambah income...
Quote:Original Posted By redevil
Makyos banget... Semangat Mas Aji..

Semangat...ole ole...
Quote:Original Posted By kakangprabu99
Kali2...

Lanjut bawah gaess...


Heuheuheu....


Besok kapan2 gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 10:39
Makasih update nya Om......titip salam buat Kunyil

emoticon-Malumaluemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
beqichot dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 19:20

Pertempuran

Sementara aku berpikir, gada itu sudah sangat dekat dengan kepalaku dan.....

PRAAKKK......

Aku tertegun. Kupikir, aku akan terkena pukulan gada itu. Tapi tak kurasakan apapun.
Sedelikian saktikah diriku? Ga mempan dipukul gada sebesar itu?
emoticon-Cool

"Teruskan mas Aji, biar kami yang menghadapi makhluk ga jelas ini!" kudengar Menik berkata.
Aku membuka mata yang tadinya terpejam, dan...ah...bikin aku kecewa.
Ternyata Menik dan mbakyunya yang menahan pukulan gada itu.
Aku pikir aku yang terlalu sakti...ahaha.

Sejenak kulihat mereka terlibat dalam pertempuran 2 lawan 1.
Gupala itu walaupun perutnya besar dan badannya besar, tapi sangat gesit geraknya. Tapi tentu lebih gesit dua kakak beradik ghaib itu. Khan lebih langsing...ahaha

Setelah melihat bahwa untuk sementara waktu Zulaikha dan Menik ga bakal kalah, aku melanjutkan pengobatan pada papanya Firda.
Saat aku lengah sebentar karena serangan gada Gupala tadi, kembali muncul perlawanan dari dalam perut Om Bram.
Aku mencoba menekannya lagi dengan hampir seluruh eneegiku.
Hingga perlawanan itu melemah, dan perlahan aku bisa mengalahkan energi ghaib yang bersarang di tubuh Om Bram.
Perut Om Bram tampak bergejolak dan tiba-tiba beliau terduduk dan menyemburkan gumpalan darah kental berwarna hitam.
Lalu beliau kembali terhempas ke kasur dan tidur...atau pingsan??

Kudeteksi energi gelap di tubuh Om Bram, ternyata sudah bersih, tak adw sisa.
Beres... Walaupun tubuhku lemas karena energiku terluras.
Kulihat Menik dan mbakyunya masih bertempur dengan seru dan masih di atas angin.
Aku segeta bersila dan bermeditasi untuk mengembalikan energiku yang terkuras.
Kira-kira setengah jam kemudian, aku mulai pulih. Dan tubuhku sudah merasa segar.
Aku ingin membantu Zulaikha dan Menik, namun eneegiku belum 100% pulih.
Jadi, aku keluarkan saja Kyai Cemeng..
Tombak pendek itu segera muncul di tanganku. Dengan sabar aku membidik, dan di saat Gupala itu sibuk dikeroyok Ikha dan Kunyil, aku lontarkan tombak itu.

SYUUTTT......

Tombak kyai Cemeng melesat cepat menuju ke arah raksasa Gupala itu.
Sepertinya makhluk itu menyadari bahaya mengancam.
Dengan gesit dia menghindari pukulan dari Menik dan serangan pedang Zulaikha.
Lalu bersalto menghindari lemparan tombak Kyai Cemeng.
Tubuhnya yang gendut mendarat di tanah dengan suara berdebum.
Lucu tahu nggak, melihat raksasa gendut salto.

Meskipun bisa menghindari ,3 serangan sekaligus, namun tak urung tombak Kyai Cemeng berhasil menggores dadanya.
Darah hitam bercucuran dari dadanya yang terluka.
Makhluk itu menggeram marah... Dan dengan membabi buta, menyerang Ikha dan Menik.
Tapi gerakannya tertahan oleh tombak pendek hitam yang ternyata mampu bertempur sendiri tanpa kupegangi.
Tahu begitu, dari dulu aku suruh perang sendiri aja... Ga usah aku pegang
Tombak Kyai Cemeng menyambar-nyambar Gupala itu.
Raksasa iti sibuk menangkis serangan dari kyai Cemeng
Ditambah serangan dari Zulaikha dan Menik, Gupala itu kewalahan.
Apalagi dadanya sudah terluka
Gerakannya semakin lamban dan akhirnya tiga serangan mengenai tubuhnya
Pukulan Menik, tusukan pedang Zulaikha dan tikaman tombak kyai Cemeng
Makhluk itu meraung dahsyat dan berkelojotan, lalu hancur menjadi debu. Hilang tertiup angin meninggalkan bau busuk.

Kyai Cemeng segera masuk ke tubuhku. Zulaikha dan Menik menghela nafas lega dan menghampiriku.

"Terima kaaih...!" ujarku
"Sama-sama mas !" jawab Zul dan Menik.

Aku berbalik dan memandang Om Bram yang masih tertidur.
Nafasnya teratur...dan tidak mengigau lagi.
Aura gelap sudah hilang dari tubuhnya.

Aku membuka pintu dan keluar dari kamar.
Melihat aku keluar, tante Fitri dan Firda mendekat padaku.

"Bagaimana keadaan papanya Firda Nak Aji?" tanya tante Fitri.
"Alhamdulillah tante... Om sudah sembuh sekarang!"
"Terima kasih banyak ya Ji? Kamu selalu saja menolong keluarga kami!" kata Firda.
"Sudahlah... Itu khan kewajiban sesama manusia buat tolong menolong. Aku senang jika bisa menolong orang lain!" sahutku.
"Kami banyak berhutang budi padamu nak Aji. Entah bagaimana kami membalas budi baikmu ini?" kata tante Fitri dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah tante... Ga ada hutang budi... Karena bukan saya yang menolong, tapi Allah SWT. Saya cuma perantara saja tante. Jadi tante ga perlu merasa berhutang apapun!" kataku.
"Sekarang papa gimana? Apa yang sebenarnya terjadi sama papa?" tanya Firda.
"Sekarang om sedang tidur, sebaiknya jangan diganggu. Menurut pengamatanku, ada orang yang hendak mencelakai om melalui ilmu ghaib yang dimasukkan lewat makanan atau minuman. Entah modusnya apa, aku juga ga tahu. Oh...iya, tolong bibi suruh membersihkan kamar Om, karena Om sempat muntah darah tadi! Tapi ga apa-apa... Itu sebagai akibat keluarnya hal ghaib dari tubuh Om!"

Tante Fitri mengajakku duduk di sofa, lalu beliau ke belakang.
ART masuk ke kamar Om Bram dan membersihkan muntahan tadi.
Sementara tante Fitri membawakan kopi untukku beserta camilannya.
Kami bertiga ngobrol kesana kemari. Tiba-tiba pintu kamar Om Bram terbuka dan papanya Firda keluar dari kamar.

"Eh..ada nak Aji. Sudah lama?" tanyanya.
"Sudah lumayan lama Om...!"
"Papa sudah sembuh...?" tanya tante Fitri.
"Loh..papa khan sehat-sehat aja. Kok ditanya udah sembuh apa belum?" tanya Om Bram heran.

Tante Fitrin lalu menceritakan semua kejadian yang menimpa suaminya itu. Mulai pulang kerja, tanpa sholat maghrib langsung tidur dan mengigau ga jelas.
Semua diceritakan. Sesekali Firda menambahi cerita mamanya.
Aku hanya mendengarkan saja.

"Wah.. Ternyata papa dah jadi korban ilmu ghaib ya? Nak Aji, terima kasih banyak sudah menolong Om...!" katanya.
"Sama-sama Om...!"
"Tadi Om makan bareng seorang kolega.. Apa mungkin dia yang memasukkan ilmu itu dalam makanan Om?"tanya Om Bram.
"Om, menurut hemat saya, karena peristiwa ini sudah berlalu, lebih baik ga usah dicari siapa orangnya.
Yang penting Om sudah sehat dan mesti lebih berhati-hati saja?" kataku.
"Iya sih.. Tapi om penasaran nih nak Aji!"
"Penasaran boleh Om. Tapi kalau sudah tahu pelakunya, emang mau Om apain coba?"
"Hmm..rasanya pengin Om balas!"
"Jangan lah Om... Memaafkan lebih baik lho Om. Nanti kalau saling balas, ga bakal ada akhirnya. Juga ga ada untungnya buat kedua belah pihak!"
"Yah..bener juga apa katamu itu. Tapi om masih merasa ga terima sudah dibikin begini!" kata Om Bram dengan geram.
"Sudahlah pa... Yang berlalu biarkan berlalu. Mama ga mau papa sampai kenapa-napa. Kita minta tolong Nak Aji saja buat gimana caranya supaya papa ga kena lagi!"tante Fitri menambahkan.

Om Bram memandang istrinya, lalu memegang tangannya dengan lembut.
"Iya Ma... Papa nurut apa kata mama!"

Tante Fitri tampak tersenyum lega.

'Ji...gimana caranya supaya papa ga kena lagi?" tanya Firda.
"Iya nak Aji.. Gimana caranya?" tanya om Bram.
"Ada beberapa cara yang harus dilakukan Om. Yang pertama, semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Esa... Karena DIA lah Yang Maha Kuat dan yang bisa melindungi kita dari segala bala atau malapetaka.
Yang kedua, perbanyak sedekah.. Karena sedekah akan menjauhkan kita dari bala'.
Yang ketiga, nanti akan saya coba membuat pagar ghaib untuk Om, supaya jika ada sesuatu yang menyerang Om, tidak sampai mengenai diri Om.
Maaf Om, bukan bermaksud menggurui.
Pagar ghaib itu akan semakin kuat jika Om melakukan dzikir, bersedekah, dan melakukan kebaikan lain. Dan pagar ghaib itu akan melemah jika Om melakukan tindakan dzalim pada orang lain!" kataku.

"Iya nak Aji. Om ga merasa digurui, tetapi merasa diingatkan. Memang sih, karena keaibukan Om selama ini, seringkali sholat Om terbengkalai. Baiklah... Om akan berubah mulai sekarang "

Aku lalu membuat sebuah pagar ghaib yang melingkupi diri Om Bram.

Yah...seperti manusia pada umumnya..akan berubah menjadi lebih baik dan mendekatkan diri pada Penciptanya jika sudah ditegur dengan kemalangan.
Aku juga sama saja sih...
Mungkin memang sudah sifat manusia pada umumnya begitu ya?
Kadang lupa dengan yang menciptakan kita.
Kufur terhadap nikmat yang ada...
Dan melakukan perbuatan yang dilarang agama.
Yah...begitulah manusia...
Tak ada yang sempurna..
Tetapi minimal kita harus tetap berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Aku juga begitu adanya... Masih belum bener..hahaha.

Setelah makan malam bersama keluarga Firda, dan ngobrol lagi sejenak, aku pamit pulang
Sampai di koat ditanya-tanya sama Desi. Aku ceritakan saja semuanya...
Kadang Desi tampak ketakutan... Tapi setelah aku selesai bercerita, dia menghela nafas lega.
Karena capek, aku pamit tidur pada Desi.
Bener-bener capek...

Dan benar saja, tak lama berselang aku langsung tertidur.

Aku terbangun saat merasakan hembusan angib dingin menerpa tubuhku.
Aku kaget saat mendapati diriku tidur di bawah sebatang pohon.
Aku melihat sekeliling... Kok seperti pernah melihat tempat ini?
Ah..iya.. Aku ada di hutan sebelah Selatan tanah perdikan Manyaran.
Tapi kenapa aku bisa ada di sini?"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 43 lainnya memberi reputasi
44 0
44
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 19:34
Wah udah update aja nih
Tp kok ga dapet notif ya

Btw makasih updatenya om
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anggaharun dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 19:51
Mas Aji di undang Melati keknya.....


Makasi apdetnya gan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
beqichot dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 20:03
Yah...seperti manusia pada umumnya..akan berubah menjadi lebih baik dan mendekatkan diri pada Penciptanya jika sudah ditegur dengan kemalangan.
Aku juga sama saja sih...
Mungkin memang sudah sifat manusia pada umumnya begitu ya?
Kadang lupa dengan yang menciptakan kita.
Kufur terhadap nikmat yang ada...
Dan melakukan perbuatan yang dilarang agama.
Yah...begitulah manusia...
Tak ada yang sempurna..
Tetapi minimal kita harus tetap berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Aku juga begitu adanya... Masih belum bener..hahaha.


Suwun atas pencerahannya pak ustadzemoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 20:08
Lha, balik lagi ke Manyaran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 20:45
Makhluk itu menggeram marah... Dan dengan membabi buta, menyerang Ikha dan Menik.

Panggilan sayang ni... Ikha oh Ikha....

Makasih updatenya Kang Mas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 20:51
Balik ke Manyaran bareng Nyi Among ga gan?emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
beqichot dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Dendam Cinta Dari Masa Silam
20-05-2021 21:43
balik ke manyaran disuruh nikah malah emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Halaman 19 dari 48
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bos-aneh-dan-nyebelin
Stories from the Heart
the-piece-of-life
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
kamar-kosong-chapter-1
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia