Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
15147
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.     Jadi TS cuma orang
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2



   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

    Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

    Threat ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

    Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

    Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

   Selamat membaca…..


-----<<<{0}>>>-----



Prolog

    Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM.
Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

     Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

   Di thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

     Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

   Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

   Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

    Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

    Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

    Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

     Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita ini, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

    Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

    Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

   Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

   Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

   Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

    Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

    Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

    Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama..



HITAM
Season 2




HITAM
Season 2
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Visiliya123 dan 211 lainnya memberi reputasi
204
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 215 dari 258
HITAM Season 2
11-05-2021 13:51
Kalau bisa Lebaran jangan libur Mbah, asli gabut tingkat dewa nih gara2 ga boleh mudik. Biar ada bacaan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sugarbeet dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 16:52
Gw pikir disebelah ada update, trnyata ada user yg gak ngotak. emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan Mbahjoyo911 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:02
Gelar lapak dulu nunggu sang maestro update 🙏😀
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:06
Absen dulu sambil ngabuburit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:10

Ruqyah

      Siang harinya, kuhabiskan waktu di kebunnya mbah kakung, berkeliling melihat-lihat sayur dan buah buahan yang baru tumbuh dan belum siap di panen. Sedangkan Cindy malah sibuk mengurus anak blacan itu, salah dia sendiri, udah dikasih tau ibu kalo nantinya dia bakal repot sendiri, tapi kok masih nekat aja.

     Malam harinya kembali aku melakukan sholat tahajud, memohon petunjuk apa yang harus aku lakukan. Tapi belum ada keputusan yang bisa kuambil. Mungkin memang aku sudah terlalu menjauh dari Allah hingga aku nggak diberi petunjuk. Atau mungkin belum saatnya.

   Tiga malam berturut-turut aku selalu melaksanakan tahajud untuk meminta petunjuk. Meski nggak mendapat petunjuk pun, batin dan pikiran terasa tenang kalo sholat tahajud. Hingga di malam keempat, setelah tahajud dan doa sampai pagi waktu sahur, aku sudah punya satu keputusan, yaitu aku memutuskan untuk menyerah, menghilangkan kemampuan ini, apapun resikonya. 

     Maka malam harinya, hal itu kutanyakan pada mbah kakung. Kami berada di pendopo dengan dua cangkir kopi, ayah dan om Handri lagi nggak disini, jadi inilah saat yang tepat buat membahasnya dengan mbah kakung. Karena aku nggak ingin pendapat dari ayahku akan menggoyahkan keputusanku ini.

Quote:    "Kalo misal orang yang punya kemampuan itu memutuskan untuk menghilangkan kemampuannya, apa itu bisa dilakukan mbah…?"

    "Itu tergantung kemampuannya juga, apakah hebat atau nggak, asal mula kemampuan itu juga berpengaruh.."

     "Maksudnya gimana mbah.."

     "Misalnya,kemampuannya didapat dengan cara belajar, berguru atau tirakat, tentu akan lebih mudah dihilangkan dari pada kemampuan yang telah ada sejak lahir.."

      "Terus gimana cara menghilangkannya mbah..?"

      "Kalo menurut ajaran agama, cara yang palin tepat adalah ruqyah, itu adalah cara yang berasal dari agama, ada tuntunannya juga…"

     "Aku udah memutuskan untuk menghilangkan kemampuan ini mbah.."

     Mbah kakung tampak terkejut. "Kamu serius? Udah yakin? Ini keputusan besar lho.."

     "Yakin mbah.. udah 4 hari 4 malam aku mikir, aku juga udah tahajud 4 malam, dan sekarang aku udah yakin…"

    "Kamu sadar apa aja yang akan hilang dari kamu?"

      "Iya tau mbah.. tapi aku cuma mau jadi orang biasa aja.. aku udah nggak kuat menanggung beban dan cobaan.."

     Mbah kakung menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. "Sebenarnya sangat disayangkan.. kemampuanmu ini bisa menolong banyak orang.."

     "Tapi kegunaannya dalam menolong orang itu jauh lebih sedikit dari pada beban yang aku tanggung mbah.."

      Kembali mbah kakung menarik napas panjang. "Baiklah kalo itu keputusanmu.. aku punya kenalan seorang ustad yang sering meruqyah orang.. dia nggak punya kemampuan, cuma mengandalkan doa dari kitab, tapi dia hampir selalu berhasil dalam meruqyah.."

    "Apa dia juga meruqyah orang yang punya kemampuan mbah..?"

    "Dia pernah meruqyah semua hal yang berhubungan dengan gaib.."

    "Mbah kung tadi bilang hampir selalu berhasil..? Berarti ada yang nggak berhasil..?" tanyaku

      "Memang ada beberapa indigo yang kemampuannya nggak berhasil dihilangkan dengan ruqyah.. tapi itu sangat jarang.."

     "Terus kalo nggak berhasil gitu gimana mbah kung..?" 

      "Dia masih punya guru besar yang memiliki kemampuan hebat, jadi dia akan meminta bantuan gurunya itu.."

      "Kalo gitu tolong mbah kung kasih alamatnya, biar nanti aku kesana..?"

      "Besok aja aku telepon dulu, baru kita akan kesana bareng-bareng.."

      "Yaudah kalo gitu.." kataku.


      Akupun pamit ke mbah kakung untuk tidur. Sengaja aku nggak minta bantuan mbah kakung, Salma atau Amrita untuk menghilangkan kemampuan ini, karena aku yakin mereka pasti nggak akan mau membantuku. Sampai di kamar, Salma dan Amrita memelukku erat sambil berderai air mata.

Quote:      "Apa kita akan berpisah nanti..?" tanya Salma.

       "Nggak lah.. kalian tenang aja, nggak ada yang berubah kok.. semua tetep sama, cuma aku nggak bisa ngelihat kalian, tapi kalian kan bisa mewujudkan diri didepanku.." kataku.

      "Tapi itu beda dengan yang sekarang.." jawab Amrita.

      "Kuharap kamu mempertimbangkan kembali keputusanmu itu…" kata Salma.

      Kupeluk mereka berdua. "Tenanglah.. semua akan baik-baik aja kok.. nggak ada yang berubah.. aku jamin itu.."


     Saat aku rebahan di tempat tidur,  mereka masih memelukku dengan bertangis-tangisan, membuatku jadi nggak tega. Tapi keputusanku sudah bulat, dan ini nggak ada hubungannya dengan Dita. Aku cuma berusaha mencegah agar semua kejadian seperti masalahku dengan Dita itu nggak terulang lagi di masa mendatang.

      Malam hari di hari berikutnya, sehabis tarawih, aku dan mbah kakung sudah berada di mobil dan berangkat menuju ke rumah temannya mbah kakung. Sengaja aku nggak ngomong ke ayah atau om Handri, agar kami bisa pergi berdua saja. Kami memakai mobilnya mbah kakung dan aku yang mengemudi. Salma dan Amrita di kursi belakang, wajah mereka muram, ternyata jin bisa sedih juga, dan wajahnya bisa muram kayak gitu.

      Satu jam kemudian sampailah kami di sebuah bangunan gedung besar berlantai tiga, sepertinya bangunan ini adalah sebuah sekolah. Tapi saat masuk ke gapura, diatas pintu gerbang itu ada tulisan pondok pesantren. Mobil.kuparkirkan di halaman pondok pesantren dan kuikuti mbah kakung yang berjalan lewat samping bangunan utama.

Quote:    "Temanku itu adalah guru di pondok ini, dia juga tinggal di sini." kata mbah kakung.

      "Apa dia sendirian meruqyah mbah..?" 

      "Dia masih punya beberapa murid yang juga mengajar di pondok ini.."


     Ternyata di samping bangunan utama itu masih ada sebuah rumah lagi, dan ini adalah sebuah rumah tinggal. Suasana pondok itu ramai oleh suara orang mengaji, mungkin mereka lagi tadarus atau khataman. Mbah kakung mengetuk pintu rumah itu,

Quote:    "Assalamu'alaikum.."

     Pintu terbuka dan muncul seorang perempuan berhijab dan bercadar. "Wa'alaikum salam.. mau nyari siapa..?"

      "Ustad Ali nya ada..?" tanya mbah kakung.

      "Beliau lagi mengaji.. kalo sampeyan mau, sampeyan bisa tunggu sebentar.."

      "Baiklah.. kami akan menunggu…"


      Pintu itupun ditutup lagi, kami bahkan nggak dipersilahkan masuk. Kupuji ketaatan istrinya ustad itu, dia nggak mempersilahkan tamunya masuk karena suaminya nggak ada di rumah. Maka aku dan mbah kakung duduk menunggu di kursi beranda rumahnya.

     Setengah jam kemudian datanglah seseorang memakai baju koko, sarung, peci putih di kepala, juga sajadah tersampir di pundaknya. Penampilannya kayak orang biasa, nggak kayak guru pesantren. Auranya juga aura orang biasa, berwarna putih kekuningan tipis. Tapi wajahnya menyiratkan keteduhan. Berarti dia inilah ustad Ali itu. Dia diiringi 5 orang dibelakangnya yang berpakaian hampir sama, mungkin mereka adalah murid-muridnya.

      Setelah mengucap salam dan saling berjabat tangan, maka dilanjut basa-basi tanya kabar. Lalu mbah kakung memperkenalkan aku dengannya. Sat berjabat tangan itu aku makin yakin kalo dia memang orang biasa dan nggak punya kemampuan gaib.

Quote:      "Jadi.. apa bisa langsung dimulai sekarang..?" tanya mbah kakung mengakhiri basa-basi itu.

      "Tentu, lebih cepat lebih baik… kita akan melakukan ruqyah itu di masjid pondok aja..."

     Kamipun menuju ke selatan bangunan utama, disitu ada sebuah masjid yang besar dan sangat bagus, entah kenapa aku selalu merasa senang kalo melihat masjid yang bagus kayak gini.

     "Sebaiknya adek ini berwudhu dulu lalu sholat sunah.. adek udah sholat isya kan?" kata ustad Ali.

     "Sudah ustad, sudah tarawih juga.."


     Akupun beranjak menuju ke tempat wudhu di masjid itu, lalu melaksanakan sholat sunah, sekaligus berdoa minta petunjuk dan keselamatan. Lalu aku disuruh duduk bersila di tengah ruangan masjid, kelima murid dan si ustad sendiri duduk bersila mengelilingiku. Aku disuruh membaca alfatihah 3 kali dan ayat kursi 7 kali. Entah apa emang begini caranya ruqyah, karena aku nggak tau sama sekali tentang ruqyah, aku cuma menurut aja.

     Lalu dimulailah bacaan-bacaan ruqyah itu. Semua murid dan si ustad ikut membaca, mbah kakung juga ikut membaca. Dan karena aku nggak tau apa yang harus kulakukan, maka akupun ikut mengucap ayat-ayat ruqyah itu. Bacaan ruqyah sebenarnya adalah surat-surat dari kitab Qur'an, jadi sebagian besar bacaannya aku udah hafal.

     Satu jam kemudian, bacaan itu berhenti, tapi aku nggak merasa apa-apa, nggak ada perubahan apapun. Lalu sang ustad mendekatiku, memegang ubun-ubunku, membacakan bacaan lain yang dibisikkan di telingaku. Lima muridnya ikut membaca doa yang dibaca sang ustad.

     Lalu perlahan kurasakan semua energiku seperti memberontak keluar, mendobrak lapisan energi terluar yang kugunakan untuk menyembunyikannya. Maka kulepas aja sekalian energi terluar itu. Kini semua energi dari tubuhku terpancar keluar dengan bebas. Energi tiga warna, energiku sendiri, energinya Naga Reksa, Amrita dan energi dari mbah kakung, semua terpancar keluar dan berputar-putar di seluruh tubuhku. Hingga tubuhku berpendar cahaya warna-warni setebal setengah meter dari permukaan tubuhku.

     Dan yang membuatku terkejut, tombak Sukmageni juga ikut keluar! Melayang dalam posisi tegak didepanku. Kulihat mbah kakung tampak terkejut melihat semua pacaran energi itu. Dan kemudian pancarannya makin menguat dan terus menebal, hingga mencapai 1 meter dari permukaan tubuhku. Dalam pandanganku, kulihat kilatan-kilatan cahaya beraneka warna yang berseliweran di depanku. Salma dan Amrita berdiri di pojokan masjid sambil menatapku dengan kuatir.

    Tapi ternyata cuma itu aja yang terjadi. Setelah bacaan ruqyah iru berhenti, semua energi itu meresap kembali ke dalam tubuhku, tombak Sukmageni juga menghilang begitu saja. Aku masih bisa melihat Salma dan Amrita, aku juga masih merasakan keberadaan aliran energi dalam tubuhku. Total sudah dua jam ruqyah itu berlangsung, dan sepertinya usaha mereka gagal. Akhirnya bacaan itupun dihentikan.

Quote:      "Maaf.. kami tidak berhasil dalam ruqyah kali ini.. mungkin Allah memang belum mengijinkan.. Tapi apa yang terjadi kali ini, aku belum pernah mengalaminya."

     "Maksudnya gimana ustad..?"

     "Memang sebelumnya kami pernah beberapa kali gagal juga, tapi nggak kayak gini kejadiannya. Meski kami gagal, tapi tetap ada reaksi dari orang itu, seperti kerasukan makhluk halus, dan saat kami makin keras membaca ayat-ayat suci, maka makhluk itu malah ikut membaca juga. Ini berarti makhluk halus itu sangat kuat hingga kami gagal meruqyah. Begitulah yang terjadi pada kegagalan sebelumnya…"

     "Terus apa bedanya dengan sekarang..?" tanya mbah kakung.

      "Tadi sampeyan sendiri juga lihat, nggak ada respon atau reaksi apapun dari adek ini, apalagi kesurupan, sama sekali tidak. Seperti nggak pernah terjadi apa-apa.. padahal kami sudah membaca ayat ruqyah itu dua kali.."

      "Terus sekarang bagaimana ustad..?" tanya mbah kakung.

      "Saya akan coba meminta bantuan guru besar, tapi tentunya beliau baru ada disini besok. Jadi sampeyan sama adek ini besok kembali kesini lagi,dan akan kami coba meruqyah lagi…"

      "Baiklah kalo gitu.." kata mbah kakung. "Kami akan kembali kesini lagi besok."

      "Ada yang ingin aku tanyakan ustad.." kataku ikut menyela.

      "Mau nanya apa dek..?"

      "Bagaimana seorang manusia bisa melihat jin, kayak aku ini? Apa penyebabnya..?"

      "Pertanyaan yang sederhana, tapi sangat sulit untuk menjawabnya. Tapi akan saya coba untuk menjawab. Sebenarnya istilah indigo ini nggak ada dalam kitab. Seharusnya manusia yang bisa melihat jin itu cuma nabi dan rosul, yang tentunya mendapat mukjizat dari Allah. Jin itu sendiri adalah makhluk gaib, dalam kitab sudah disebutkan kalo manusia nggak bisa melihat jin, tapi jin itu bisa melihat jin lain dan juga manusia. Ada dua pendapat tentang indigo ini.."

      "Apa aja itu ustad?" tanyaku.

      "Pendapat pertama mengatakan, manusia selain nabi dan rosul yang bisa melihat jin, tentu dalam tubuhnya juga ada jin, karena hanya jin lah yang bisa melihat jin lain, dan jin yang merasuki manusia itulah yang membuat si manusia bisa melihat jin. Untuk mengatasinya maka manusia itu perlu di ruqyah, untuk mengusir jin itu dari tubuhnya.."

      "Lalu pendapat kedua..?" tanyaku.

      "Ada yang berpendapat kalo indigo itu adalah suatu kelebihan yang diberikan oleh Allah pada manusia. Tapi saya sendiri kurang yakin dengan pendapat ini, karena dalam kitab AlQur'an tidak disebutkan. Manusia yang mendapat kelebihan dan mukjizat dari Allah itu hanyalah nabi dan rosul-Nya.."

      "Lalu menurut ustad, pendapat yang pertama tadi gimana..?"

      "Kalo pendapat pertama tadi, menurut saya ada benarnya juga, tapi dalam beberapa kasus, pendapat ini nggak sepenuhnya benar. Kami sudah beberapa kali gagal, contohnya seperti yang terjadi pada adek sendiri, sudah di ruqyah tapi nggak ada reaksi apa-apa, nggak ada jin yang keluar.."

     "Ternyata jawabannya rumit juga ya ustad.." tanyaku.

     "Memang begitu.. tapi saya juga punya pendapat sendiri soal ini.. yaitu semua yang berhubungan dengan indigo itu adalah rahasia Allah, hanya Allah lah yang tau, dan manusia tidak diperkenankan untuk mengetahuinya. Karena dalam kitab telah disebutkan kalo manusia itu memang hanya diberi sedikit pengetahuan oleh Allah tentang hal-hal gaib, dan yang selebihnya akan tetap menjadi rahasia Allah... Itu cuma pendapat saya, dan soal kebenarannya, hanya Allah yang tahu."

     Kami semua terdiam. Penjelasan dari ustad itu telah membuat semua orang di masjid itu jadi termenung dan sibuk dengan pikirannya masing-masing, termasuk aku juga, aku jadi ikut berpikir kalo semua yang terjadi dalam hidupku itu sudah diatur oleh Allah dan tetap akan jadi rahasia Nya.

      "Aku malah setuju sama pendapat ustad tadi.. Hal gaib masih merupakan misteri dan rahasia Allah, manusia cuma diberi sedikit pengetahuan tentang itu, karena memang hal itu diluar batas kemampuan pemikiran manusia…"

     "Benar kata-katamu itu dek.. Sebenarnya manusia diciptakan cuma untuk beribadah dan beramal pada Allah, dan hal lain diluar itu cuma merupakan tambahan, termasuk pengetahuan tentang jin dan alam mereka. Untuk bisa beribadah dan beramal, kita nggak perlu tau banyak tentang jin dan alam mereka…"

      "Terima kasih atas penjelasan ini ustad, sangat berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang agama, juga bisa membuka pikiran biar lebih luas lagi.."

       "Sama-sama dek.. kamu termasuk orang yang cerdas dan berpikiran dewasa, saya senang ngobrol denganmu.."

      Mbah kakung ikut bicara. "Baiklah.. Berhubung malam udah larut, kami akan langsung pamit pulang sekarang.. terima kasih atas semua yang sudah ustad lakukan buat kami.."

      "Sesama manusia emang harus tolong menolong kan.. jangan lupa besok kesini lagi.."

      "Kami pamit dulu ustad.. assalamualaikum.." kata mbah kakung.

      "Wa'alaikum salam.."


      Setelah bersalaman dengan ustad dan semua muridnya, mbah kakung keluar dari masjid itu dan langsung menuju ke mobil, dan aku cuma mengikuti di belakangnya. Salma dan Amrita langsung mendekat dan memelukku, tapi saat di mobil, mereka nggak berani karena ada mbah kakung. emoticon-Ngakak (S). Dalam hati aku membatin, biasanya dalam meruqyah itu akan ditarik bayaran, tapi kok ini nggak.

Quote:    "Kok nggak bayar ya mbah..?" tanyaku.

      "Emang gitulah pondok ini, mereka meruqyah itu niatnya cuma untuk menolong orang dari gangguan makhluk halus, dan mereka nggak akan mau dibayar.."


     Ternyata masih banyak juga orang baik diluar sana, menolong orang dan cuma mengharap ridho Allah. Andai semua peruqyah kayak gitu, tentu akan jadi lebih baik lagi. Karena memang sebenarnya ruqyah itu nggak bisa dijadikan sebagai suatu pekerjaan. Ini cuma pendapatku aja.

      Kami sampai di rumah mbah kakung udah jam setengah dua pagi. Mbah kakung langsung ke kamarnya untuk istirahat, sedangkan aku segera mengambil air wudhu untuk tahajud. Entah masih bisa disebut tahajud atau nggak, yang penting niatku sholat minta petunjuk. 

     Sehabis tahajud dan doa, kuteruskan dengan dzikir sampai kudengar suara dari toa masjid yang membangunkan orang-orang untuk sahur. Dan ternyata mbah kakung juga udah bangun, berarti tidurnya cuma bentar banget. Kalo aku nggak mungkin tahan, mending nggak tidur sekalian dari pada bablas sampe siang. emoticon-Hammer (S)

     Ruqyah malam itu belum berhasil, tapi aku mendapat pengetahuan baru dari ustad tadi. Nggak ikut mondok di pesantren tapi ikut mendapat ilmu, satu keberuntungan lagi buatku. Kulihat ustad itu punya pemikiran terbuka, mau menerima pendapat dari orang lain asal nggak bertentangan dengan agama.

      Skip ke hari berikutnya..
      Malam ini, sehabis tarawih dan tadarus di masjid, aku dan mbah kakung kembali ke pondok pesantren itu, kami juga nggak memberitahu ayahku lagi, jadi nggak ada yang tau kami mau pergi kemana. Kami berangkat agak lebih malam, biar sampai sana pas saat selesai tadarus, jadi nggak perlu nunggu kayak kemarin. Berhasil atau tidaknya malam ini, akan kuanggap sebagai petunjuk dari Allah.

    Sampai di pondok itu, ternyata ustad Ali telah menunggu kami di rumahnya, setelah beramah-tamah sejenak, kami diantar ke masjid pondok yang kemarin, katanya guru besar sedang menunggu kami di sana. Ustad Ali juga didampingi kelima muridnya yang kemarin. 


Lanjut bawah gan sist..
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 78 lainnya memberi reputasi
79 0
79
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:10

Lanjutan

     Mendadak aja di depan masjid itu muncul sepasang kaki yang luar biasa besarnya. Kami mendongak ke atas dan mendapati satu sosok bayangan putih transparan berwujud siluet manusia. Makhluk itu luar biasa besarnya, tingginya menyamai bangunan pondok tiga lantai itu! Wujud dan wajahnya nggak kelihatan jelas karena cuma berupa bayangan putih.

      Kemarin waktu kesini aku nggak melihat sosok ini, mungkin sosok ini adalah khodamnya guru besar yang kulihat lagi duduk bersila di dalam masjid memunggungi kami. Kulihat Salma dan Amrita seperti sedang berkomunikasi dengan sosok makhluk raksasa itu.

     Kubiarin aja mereka berkomunikasi, sementara kami semua beranjak mengambil air wudhu, baru kemudian kami masuk ke masjid. Kulihat Salma dan Amrita berdiri di luar masjid, di depan sosok makhluk raksasa tadi, sepertinya mereka nggak diijinkan masuk. Mbah kakung dan ustad Ali beserta lima muridnya duduk bersila di belakang guru besar. 

      Sementara aku terus berjalan ke belakang tempat imam untuk melakukan sholat sunah. Selesai sunah, akupun berbalik dan melihat guru besar itu sedang menatapku. Orang yang dipanggil guru besar itu ternyata sudah lanjut usia, berpenampilan seperti seorang syeh, berusia sekitar 70-80 tahun, jubah putih panjang sampai mata kaki, dengan peci putih di kepala, memiliki jenggot putih panjang. Wajahnya mencerminkan orang yang sabar. Aku mendekat dan menyalami guru besar dan mencium punggung tangannya.

Quote:    "Assalamualaikum... mohon maaf udah mengganggu.. namaku Aryandra.. aku kesini mau minta pertolongan pada guru besar.. moga guru besar berkenan memberikan pertolongan.." kataku dengan seenaknya karena emang nggak ngerti adat dalam pondok.

     "Panggil aku abah aja.. biar enak.. jangan terlalu formal gitu.."

     "Makasih abah.. bisakah abah menolongku..?" tanyaku.

     "Kita lihat dulu… Kenapa kamu menyelubungi tubuhmu dengan medan energi itu..?"

      "Agar energiku nggak keluar.. agar nggak ada orang atau jin yang tau.. karena aku nggak suka dengan kemampuan ini.." jawabku.

     "Coba kamu hilangkan dulu energi itu.."

     Aku melakukan apa yang dimintanya, tapi masih tetap kutahan sedikit agar auraku nggak terpancar banyak.

     "Hmm.. setidaknya ada 5 energi kuat dalam tubuhmu, bagaimana kamu bisa mendapatkannya..? Dan bagaimana mungkin manusia bisa hidup dengan 5 energi kuat seperti itu..?"

     "Aku sendiri nggak tau abah.. 4 diantara 5 energi itu adalah titipan dari para sahabat jin.." jawabku.

     "Dan kenapa mereka menitipkan padamu..?"

      "Katanya sebagai tambahan bekal buatku untuk menolong orang.." jawabku.

     "Tapi apa kamu juga paham kalo segala pertolongan itu hanya datang dari Allah..?"

     "Aku udah paham itu abah.. tapi kadang ada orang yang diganggu jin dan jin itu sangat kuat hingga nggak bisa diusir dengan ayat suci AlQur'an.. mereka bahkan menirukan bacaan kitab suci itu.. Dan sebelum menolong orang, aku selalu berdoa meminta pertolongan Allah dan menyebut nama Nya.."

    "Ternyata kamu sudah banyak pengalaman dalam menolong orang ya..?"

     "Belum sebanyak itu abah.. aku masih harus belajar banyak.." kataku.

     "Lalu kenapa kamu mau menghilangkan kemampuanmu itu..? Ap kamu udah nggak mau menolong orang lain lagi..?"

      "Aku masih ingin menolong orang, tapi bukan dengan cara ini. Udah banyak masalah yang ditimbulkan oleh kemampuan ini. Aku cuma mau jadi orang biasa, beribadah pada Allah dengan cara biasa, juga membantu orang dengan cara biasa.." kataku

      "Baiklah.. kamu anak baik.. aku akan coba membantumu.."

      "Terima kasih abah.."

      "Apa kamu punya suatu jimat atau senjata yang kamu sembunyikan? Karena aku merasakan energi sangat samar dari suatu benda yang terhubung denganmu.."

      Aku terkejut sekali, aku tau yang dimaksud adalah Sukmageni. Tapi bahkan aku sendiri nggak bisa merasakan keberadaannya, tapi abah ini bisa merasakannya.

       "Sebenarnya ada satu senjata titipan dari sahabat, senjata itu hanya untuk membela diri kalo nyawaku terancam. Tapi aku nggak bisa merasakan keberadaan senjata itu abah.." kataku.

      "Bagaimana mungkin kamu nggak bisa merasakan keberadaannya? Lalu bagaimana kalo kamu mau menggunakannya?"

       "Senjata itu akan muncul kalo aku panggil, dan kalo nyawaku terancam, maka senjata itu juga akan muncul dengan sendirinya.." kataku

      "Baiklah.. Aku sudah mendengar cerita dari muridku, bahkan ayat ruqyah nggak berpengaruh padamu. Jadi jalan satu-satunya adalah menghilangkan seluruh ilmu kesaktianmu, apa kamu sudah memikirkannya..?"

     "Sudah abah.. aku tau kalo aku kehilangan kemampuan, maka semua ilmu akan ikut menghilang, dan aku sudah siap untuk itu.."

      "Kamu harus keluarkan senjata itu lebih dulu, biar nantinya senjata itu nggak akan ikut melindungimu.."

       Tanpa pikir panjang aku memanggil Sukmageni, dan tombak itu nggak muncul dalam genggamanku, tapi mengambang di depanku dalam posisi tegak, sinar kuning keemasan terpancar sangat terang. Kulihat mata abah membesar melihat tombak itu, dia hendak meraih tombak itu, tapi segera kucegah.

     "Mohon abah jangan menyentuh benda itu, karena kalo disentuh, maka dia akan menghilang dan kembali lagi ketempat semula.."

      "Bagaimana itu bisa terjadi..?"

      "Sebenarnya kalo senjata itu terlepas dari tanganku, maka dia akan menghilang. Demikian juga kalo disentuh oleh orang lain.. Hal ini bertujuan agar musuh jahat tidak bisa merebut senjata itu.." kataku.

       "Luar biasa sekali, pemilik asli dari senjata ini tentunya sangat cerdik dan sangat sakti. Apa nama senjata ini? Dan siapa yang telah menitipkannya padamu..?"

      "Senjata itu adalah sejenis tombak, namanya tombak Sukmageni, dan tentang pemilik aslinya, mohon maaf.. aku tidak bisa mengatakannya karena dia pasti akan marah kalo disebut namanya.." kataku.

       "Sukmageni?!" abah terkejut. "Aku pernah mendengar dongeng tentang senjata itu.. tidak kusangka kalo tombak itu benar-benar ada..!"

     "Aku sendiri juga nggak tau abah.." jawabku.

     "Dalam suatu senjata pusaka, pasti ada jin di dalamnya, dan tentunya kamu bisa berkomunikasi dengannya, coba kamu katakan padanya agar jangan melakukan apapun.."

      Segera kulakukan apa yang dibilang abah, aku nggak tau ini akan berhasil atau nggak, yang penting aku menyuruhnya untuk diam aja. Abah menoleh pada muridnya.

      "Kalian bacalah ayat ruqyah biar bisa membantuku.."


       Maka ustad Ali dan kelima muridnya pun duduk bersila mengelilingi kami. Mbah kakung tetap bersila di tempatnya semula. Lalu di masjid itu mulai terdengar bacaan-bacaan ruqyah. Energi tiga warna segera keluar menyelimuti tubuhku. Kulihat abah terkejut lagi melihatku.

      Tapi kemudian abah maju mendekatiku, membaca beberapa ayat suci, menempelkan telapak tangannya di ubun-ubunku. Kurasakan hawa sejuk meresao dalam kepalaku, tapi kemudian ada suatu energi panas mengalir ke kepala, itu adalah energi hijau dari Ratu Selatan. Lalu energi panas keluar dari ubun-ubun dan mengalir ke tangan abah.

      Ternyata abah berusaha membuang energiku satu-persatu, dan dimulai dari energinya Ratu Selatan. Tapi mendadak dua energi lain ikut memberontak keluar dan ikut tersedot ke tangan abah. Badanku jadi terasa panas dingin seperti terserang demam. Aku masih bisa merasakan energi itu mengalir ke tangan kanan abah dan dibuang ke lantai masjid dengan tangan kirinya.

       Beberapa menit berlalu, dan mendadak kudengar suara ribut-ribut dari pelataran masjid, lalu disusul tiupan angin kencang dan suara ledakan-ledakan beruntun. Aku langsung tau kalo sedang terjadi pertarungan di pelataran masjid. Abah hentikan usahanya, lalu dia beranjak ke pelataran masjid, mbah kakung juga mengikutinya. Karena penasaran, aku pun ikut mereka. Sampai di luar masjid, aku terkejut setengah mati dengan apa yang yang terjadi.

      Kulihat 6 Mandala Pancalaksa dan puluhan perempuan cantik, sedang bertempur dengan puluhan sosok berjubah dan berhoodie putih. Dan diantara pasukan perempuan itu kulihat Devi Nandini, panglima pasukan perempuan Ratu Selatan! Sedangkan Salma dan Amrita malah cuma menonton saja.

     Aku langsung tau kalo puluhan perempuan itu adalah anak buah Devi Nandini. Aku jadi bingung sendiri dengan apa yang terjadi, kenapa mereka bisa berada disini dan bersatu untuk menggempur pasukan berjubah putih itu? Lagian siapa pula pasukan berjubah putih itu? Kutatap Salma dan Amrita, tapi mereka cuma mengangkat bahu, pertanda mereka juga nggak ngerti apa yang terjadi

Quote:      "Hentikan pertempuran!" Teriak abah

      Kedua kubu langsung terpisah jadi dua kelompok. Aku segera berlari ke arah kubu para Mandala dan Devi Nandini. 

     "Ekawadya.. apa yang terjadi disini..?"

     "Mohon maaf raden, kami diperintah oleh pemimpin untuk ke sini melihat keadaan raden.. karena menurutnya raden sedang dalam bahaya.."

     "Bahaya apa..?" tanyaku kebingungan.

     "Kami diperintah untuk menyelidiki raden.. tapi kami dihadang jin raksasa dan dia memanggil pasukan, dan nini ini datang membantu kami.."

     Aku beralih ke Devi Nandini. "Bagaimana nini bisa ada disini..?"

     "Apa kabarmu Arya..? Apa kamu baik-baik aja..?"

      "Aku baik-baik aja nini.. sebenarnya ada apa ini..?" tanyaku.

      "Aku diperintah kanjeng ratu untuk mendatangimu, beliau bilang kau sedang dalam bahaya, ada yang berusaha menghisap energimu. Jadi aku dan pasukan perempuan datang kemari untuk membantumu…"

      Kini aku tau yang terjadi. Ratu Selatan dan Birendra merasa kalo ada yang sedang berusaha menyerap energiku, dan hal ini mereka anggap sebagai ancaman buatku.

      "Dengarlah.. terima kasih atas kedatangan kalian… tapi aku nggak papa dan nggak dalam keadaan bahaya.. Mandala Pancalaksa boleh kembali ke tempat.. tolong bilang pada pemimpin kalo aku nggak papa.." kataku.

      "Kami akan tetap berada disini untuk mengawal raden.." kata Ekawadya.

      Aku tau mereka pasti nggak akan mau kusuruh pergi. "Baiklah.. tetaplah diluar sini dan jangan memulai bentrokan.." lalu.ku beralih ke Devi Nandini. "Tolong nini kembali ke selatan, bilang sama Ratu kalo aku baik-baik aja, dan sampaikan terima kasihku pada Ratu Selatan atas bantuan ini.."

     "Aku juga nggak akan kembali sebelum memastikan kalo kamu benar-benar aman.."

      Dua kelompok sama-sama keras kepala. Aku jadi bingung sendiri. Abah mendatangi kami.

      "Kenapa kalian mengacau disini..?"

      "Jadi kaulah manusia yang telah menyerap energi anak ini..?" kata Devi Nandini.

      "Ini adalah kemauan dari anak ini sendiri." jawab abah.

      "Kalau kau yang menyerap, aku tidak merasa kuatir lagi.."

     "Apa maksudmu..?" tanya abah.

     "Kau tidak akan mampu.. energi itu terlalu besar untuk kau serap.." jawab nini Devi.

     "Jangan menyombongkan diri di depanku! Jadi kau yang menitipkan energi itu..?" tanya abah.

     "Bukan.. tapi kanjeng Ratu kami.."

     "Memangnya siapa ratu kalian?" tanya abah.

     "Kanjeng Ratu Selatan, penguasa samudra selatan.."

      Abah tampak terkejut, tapi dia berusaha menyembunyikan keterkejutannnya. "Aku tidak takut, insyaAllah aku akan ditolong oleh Allah.."

      "Baiklah.. kau coba aja teruskan usahamu tadi.. kita lihat apa kau mampu untuk melakukannya.." jawab nini Devi.


      Abah menengok ke arah 6 Mandala, tapi dia cuma diam aja, lalu dia menatapku, kayak ada banyak sekali pertanyaan darinya, tapi nggak diucapkan. Lalu dia berbalik melangkah menuju masjid. Aku memberi isyarat pada Ekawadya dan Devi Nandini agar tetap berada di pelataran masjid, lalu aku dan mbah kakung menyusul abah masuk ke masjid kembali. Puluhan sosok berjubah putih masih berjaga di serambi masjid, tapi aku nggak melihat sosok bayangan putih raksasa tadi. Sedangkan Salma dan Amrita malah ketawa aja mengetahui kesalahpahaman ini.

      Semua kejadian itu sungguh diluar dugaanku, tapi aku nggak memikirkannya lagi. Kembali aku duduk bersila di tengah lingkaran murid-muridnya abah. Tanpa ngomong apa-apa lagi, ruqyah itupun dilanjutkan kembali. Ayat-ayat ruqyah telah dilantunkan lagi. Abah duduk bersila di depanku, dia kayak juga membaca suatu bacaan yang berbeda, lali dia menempelkan telapak tangan kanannya ke ubun-ubunku.

   Energi hijau Ratu Selatan terasa mengalir dari ubun-ubun menuju ke telapak tangan abah, kali ini badanku terasa panas. Abah telah memisah-misahkan energi dalam tubuhku, dan kini cuma energi hijau yang diserapnya dan dibuang ke lantai masjid. Dalam pandangan mataku, ada kilatan-kilatan cahaya hijau terang yang berseliweran di pelupuk mata.

      Setengah jam berlalu, abah sudah terlihat bermandi keringat, tapi aku merasa kalo energi hijau itu cuma berkurang sedikit saja, ini sungguh mengherankan. Hingga satu jam kemudian, energi hijau itu baru berkurang setengahnya. Dan tampaknya abah sudah kehabisan tenaga, dia hentikan penyerapan itu dan menyuruh para muridnya untuk berhenti melantunkan ayat ruqyah.

Quote:      "Aku tidak berhasil melakukannya.. aku tidak sanggup.. aku minta maaf.." kata abah.

      Aku dan mbah kakung saling berpandangan, sementara para murid keheranan.

      "Apa sebabnya abah..?" tanyaku.

      "Energi itu terlalu banyak, baru satu energi yang kuserap, aku sudah kehabisan tenaga duluan sebelum satu energi itu habis. Padahal di tubuhmu masih ada setidaknya 5 energi lagi.. Ragamu punya wadah energi yang sangat besar, itulah sebabnya ragamu mampu menampung begitu banyak energi.."

     "Terus gimana abah..?" tanyaku.

     "Mungkin Allah emang nggak meridhoi ruqyah kali ini, mungkin Allah punya rencana lain untukmu.. aku juga tidak mengerti rahasia ini.."

      "Jadi aku akan tetap kayak gini selamanya abah..?" tanyaku.

      "Aku juga tidak tau.. ini semua juga membuatku heran.. baru kali ini aku mengalami hal seperti ini.. kamu emang anak yang berbeda."

      Aku cuma bisa diam terpekur, nggak tau harus gimana lagi.

      "Mungkin Allah emang sudah menakdirkan kalo kamu harus memiliki kemampuan ini dan nggak bisa dihilangkan.."

       "Terus aku harus gimana abah..?"

       "Aku cuma bisa memberi saran, terimalah keadaan ini sebagai bagian dari hidupmu, karena ini mungkin sudah takdir yang nggak bisa kamu elakkan.. Teruslah mendekatkan diri pada Allah agar kamu nggak tersesat. Ingatlah bahwa kemampuanmu ini adalah suatu cobaan.."

      "Aku sudah menyadarinya abah..  kemampuan ini adalah suatu cobaan dan bukanlah sebuah kelebihan.." kataku.

      "Bagus kalo kamu udah sadari itu.. teruslah meningkatkan ketaqwaan pada Allah.."

      "Iya abah.." jawabku.


      Kami semua terdiam, suasana masjid itu jadi hening. Aku nggak bisa mikir apa-apa lagi, semua ini diluar ekspektasiku, kukira semua akan berjalan mudah dan sesuai rencana, tapi ternyata malah gagal total. Kulihat ke arah serambi masjid, masih sempat kuliah Devi Nandini dan seluruh pasukan perempuan berkelebat pergi dari sana.

Quote:      "Apa abah punya rekomendasi? Mungkin abah punya teman atau kenalan yang mungkin bisa mengatasi ini..?" tanyaku.

     Abah tampak berpikir sejenak, lalu dia menjawab. "Aku punya teman yang hebat, tapi dia bukan orang sini, tapi rumahnya di pulau seberang utara.. nama panggilannya Datuk Daeng, dia sangat terkenal karena dia memang orang yang hebat. Nanti aku akan mengabari mbah kakungmu soal alamat rumahnya, biar aku cari dulu.."

     "Baiklah.. terimakasih banyak atas semua bantuan abah.. kalo emang ini nggak berhasil, biarlah kuterima aja.." kataku.


     Nggak ada lagi yang bisa kulakukan disini, maka setelah beramah-tamah sebentar, aku dan mbah kakung memutuskan untuk pamit. Setelah menyalami semua orang yang ada disitu, kamipun keluar dari masjid. Masih kulihat 6 Mandala berada di pelataran. Kami langsung menuju mobil dan kukendarai mobil itu menuju ke rumah mbah kakung. 

     Salma dan Amrita duduk di jok belakang, sementara 6 Mandala melesat di samping kiri kanan, atas dan belakang mobil. Mereka bersikeras mengawalku sampai rumahnya mbah kakung. Begitu keluar dari halaman pondok pesantren itu, semua nasehat dari si abah tadi udah hilang begitu aja dari otakku. Sepanjang perjalanan pulang itu nggak ada percakapan diantara aku dan mbah kakung.

    Sampai di depan rumah mbah kakung, jam menunjuk di angka setengah satu dini hari. Masih ada beberapa pemuda yang nongkrong  di lincak cakruk depan rumah mbah kakung, mereka rame main catur dan mabar. Saat mobil memasuki halaman rumah, kulihat ada cewek yang duduk sendirian di kursi pendopo..


bersambung…



143

profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 100 lainnya memberi reputasi
101 0
101
Lihat 34 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 34 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:28

DAHSYAT SEKALI

semangat ndra,, semangat mbahjoyo.. matur suwn ceritanya emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:45
Coba mbah, dita yg di ruqiah siapa tau balik lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:54
Dita datang.... 😃😃
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 17:56
Roman romannya mau ditamatin sama mbah joyo nih....

Jangan ditamatin mbah, kalo capek break aja dulu sambil ane pijitin dari belakang kalo kurang "penak" Nanti ane panggilin cewek eks kalijodo 😀😀😀😀

Ane yg traktir mbah 😂😂😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:15
Smoga besok bisa updet mbah...ini rasanya kentaaaaang bangaat...🥲🥲🥲
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:19
Alhamdulillah tidak jadi manusia normal 😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:25
Apakah renda akan ke pulau sebrang dan bertemu dengan sahabat nya yg pindah ikut ayah nya.... Wah klu iya bakal seru nih.🤭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:29
Dita nyusul ke rumah Mbah Kakung kah??
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:44
Suwun mbah buat apdetnya,
Sudah saya duga kalau ruqyah ini tidak akan berhasil. Karena kalau berhasil sama artinya kisah hitam season 2 ini jg berakhir... Heuheuheu....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:46
Waaah itu cewek yg duduk pasti tante silvy,emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 18:53
emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolditaaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 19:17
Quote:Saat mobil memasuki halaman rumah, kulihat ada cewek yang duduk sendirian di kursi pendopo..


Dita kah itu, Mbah Joy?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 19:29
kan kan seru kan
hade besok rebo pulak, lebaran tetep update ya mbah plus ketupat ama sayurnya yak 😁😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
11-05-2021 19:53
Apakah cerita nya akan selesai bila andra kehilangan kemampuannya? Taukah andra akan menerima Takdir Allah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 215 dari 258
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
seumur-hidup-dibalik-penjara
Stories from the Heart
just-a-little-kitten-tamat
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia