Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
15758
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.     Jadi TS cuma orang
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2



   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

    Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

    Threat ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

    Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

    Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

   Selamat membaca…..


-----<<<{0}>>>-----



Prolog

    Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM.
Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

     Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

   Di thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

     Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

   Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

   Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

    Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

    Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

    Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

     Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita ini, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

    Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

    Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

   Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

   Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

   Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

    Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

    Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

    Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama..



HITAM
Season 2




HITAM
Season 2
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
avija dan 214 lainnya memberi reputasi
207
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 204 dari 267
HITAM Season 2
30-04-2021 20:36
Oalahhh mbah....
Lagi perang koq di skip...


emoticon-Cape deeehhcdemoticon-Cape d...
Bikin gemezz...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
30-04-2021 21:27
Mbah Man punya pasukan juga ternyata.... yah pantesan ada sedikit jumawa nya ketika pertama kali ketemu Andra....emoticon-Entahlah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
30-04-2021 21:32
Lanjutkan mbahemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
30-04-2021 21:40
Pengen ga baca dulu biar banyak tapi pe asaran saia mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
30-04-2021 21:52
pasukan kentang hadir !!! emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
HITAM Season 2
30-04-2021 21:59
terlalu sadis caramu.. mengentangkan diriku 😢😢
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
30-04-2021 22:52
Quote:Original Posted By phntm.7
kentange mohon dikondisikan mbahemoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By InZenFR
Inikah yg dinamakan kentang bertuah ?
Kentangnya angker mbah hii....

Quote:Original Posted By kakangprabu99
Kentangnya renyah banget ya mbah.,,, Heuheuheu

Quote:Original Posted By radityodhee
Kentangnya krispy mbah 😭😭😭

Quote:Original Posted By paijorojo99
emoticon-Belgiaemoticon-Belgiaemoticon-Belgia
Top banget kentangnya mbah...
Bikin pinisirin iji...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By careray
pasukan kentang hadir !!! emoticon-Cool

Quote:Original Posted By hexalova
terlalu sadis caramu.. mengentangkan diriku 😢😢


Gimana agan2 semua..?
Apakah kentangnya udah tambah enak dan gurih..?
emoticon-Wakakaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noerwahyu88 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
HITAM Season 2
30-04-2021 23:47
Apakah erin akhirnya akan sering main ke kosan arya Seperti dinda
Kita tunggu saja kelanjutannya
Keliling lagi
emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 02:43
Alamak ada bola api sebesar kentang..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 03:02
Andra menang banyak sama erin emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 05:58
Rame nih ada yg ngebantu peri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fsm2909 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 08:50
Ah kamprett lagi seru serunya malah bersambung mbah mbahhemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 10:11
Pasukan pancakentang hadir!! emoticon-Hammer2
Malem ini harus kelar loh mbah episode perinya. Jangan ampe dipotong lagi soalnya kan besok libur update,bisa bikin batal puasa ini nahan penasaran emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 13:26
di lanjut mbah, seru nie, Pancalaksa Hadirr...............
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 16:56
Apakah tgl merah ini libur update mbah?
Setau saya liburnya Minggu yah mbah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 17:08
Semangat mbah... Menunggu bedug puasa dan update aunty salma
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 17:09

Dua penguasa

     Sang peri ternyata berniat membangun sebuah kerajaan gaib di area mata air itu. Dan dia juga telah menolak permintaanku untuk membebaskan ketua kelompok dari perjanjian. Sang peri juga mengajakku bergabung dengannya, dan saat aku menolak, dia langsung menyerangku. Tapi Salma segera balas menyerangnya dengan ganas dan tanpa memberi kesempatan untuk mengeluarkan ilmu kesaktiannya.

     Ratusan anak buah sang peri pun ikut menyerang kami. Maka pecahlah pertempuran tiga lawan ratusan. Dan saat kami terdesak, muncullah bala bantuan yang nggak terduga, mbah Man datang bersama pasukannya! Ternyata dia punya pasukan jin sendiri! Maka pertempuran itu semakin gegap gempita dan kacau balau.

    Saat pertempuran berkecamuk dengan dahsyat, di langit malam kulihat sebuah cahaya seperti bintang berekor berwarna merah yang melesat cepat ke arah arena pertempuran. Saat bintang berekor itu sudah dekat, baru aku sadar kalo bintang itu adalah sebuah bola api raksasa sebesar rumah!

     Dan kini bola api itu menuju tepat ke arahku! Sedemikian cepatnya bola api itu sampai aku nggak bisa menghindar. Tapi kemudian kurasakan ada  yang menyambar dan membawa tubuhku melesat pergi dari situ.

     Wuusshhh…! Buuummmm..!!

     Satu dentuman sangat dahsyat terdengar saat bola api itu menghantam tanah tempat dimana sebelumnya aku berdiri. Bumi seakan mau kiamat, tanah yang kupijak bergetar. Angin laksana topan badai tercipta dari hantaman bola api raksasa itu. Semua makhluk yang sedang bertempur itu seakan dilanda badai sangat besar, terseret dan berpelantingan akibat daya hantaman yang sangat dahsyat itu.

     Aku sempat terseret di tanah dan jatuh terkapar, tapi ada sesuatu di bawah yang menahanku tubuhku, ternyata Amrita sedang memelukku dari belakang, menahan tubuhku agar nggak ikut terseret dan terbanting akibat terlanda gelombang energi itu. Amrita juga lah yang telah menyambarku dan membawaku menyingkir dari hantaman bola api sebesar rumah itu.

    Segera aku berbalik dan memeluk Amrita dengan erat sebagai rasa terima kasih, dan dia tersenyum sambil mengeratkan pelukannya. Amrita telah menyelamatkan nyawaku, karena saat ini aku memakai raga, dan kalo aku sampai terkena bola api sebesar rumah itu, maka tubuhku akan hancur jadi debu. Benar-benar dahsyat sekali serangan bola api itu.

      Saat semua telah reda, aku bangkit berdiri, kulihat nggak ada satu makhlukpun yang berdiri diatas kakinya, semua berkaparan di tanah, termasuk Salma dan juga perempuan peri itu. Mbah Man tidak terlihat, entah terkapar dimana dia. emoticon-Ngakak (S).  Pertempuran itupun terhenti seketika.

     Sementara Salma segera bangkit lagi dan berdiri tanpa kurang suatu apapun, dia segera melayang mendekatiku dengan sikap siaga. Sedangkan sang peri masih terkapar penuh luka sayatan. Dia telah terkena cabikan kukunya Salma, dia juga terluka dalam oleh hantaman ilmu kesaktian.

     Sementara 15 meter didepan sana, tepat ditempat dimana bola api itu menghantam bumi, telah berdiri sesosok kakek tua berbaju batik dan bercelana hitam panjang. Penampilannya sangat biasa dan mirip penduduk desa pada umumnya. Dia adalah kakek penghuni kali sebelah timur desa, juga salah satu penguasa desa ini! Energi hitamnya menyebar, menghimpit dan menyesakkan dada.

Quote:    "Kau!" bentak si kakek sambil menunjuk ke arahku. "Kau datang kesini, meminta ijin untuk tinggal sementara disini! Tapi kenapa malah membuat onar disini?!"

     "Ini beneran kek?! Kakek serius dengan omongan itu?!" tanyaku heran.

     "Apa maksudmu?!"

     "Kakek tau apa yang sebenarnya terjadi disini..?" tanyaku.

      "Aku tau semua yang terjadi! Kau hendak membela temanmu! Padahal itu adalah kesalahannya sendiri! Dan sekarang kau menciptakan pertempuran disini?!"

    "Emang dia salah kek.. tapi dia sudah mengakui kesalahannya dan mau bertobat..! Dia adalah manusia, jadi aku wajib membantunya!" kataku tegas.

    "Lalu kenapa kau malah menyerang mata air ini..?!"

    "Aku kesini baik-baik, meminta baik-baik pada sang peri agar dia memutuskan perjanjian itu. Tapi aku malah diminta bergabung dengan janji muluk-muluk! Maka aku menolak dan memilih bertempur!"

     "Seharusnya jangan sampai terjadi pertempuran ini! Kau sebagai pendatang harusnya menghormati tuan rumah!"

     "Jadi aku kurang menghormat pada tuan rumah?! Gitu?! Kakek anggap apa permintaan ijin dariku itu?! Dan aku sudah bilang kalo aku kesini secara baik-baik!"

     Sosok kakek itu terdiam, tapi masih memandangku dengan tajam, kayaknya dia masih nggak terima, atau ngerasa dilangkahi.

     "Aku masih menghormatimu kek.. jadi sekarang kutegaskan sekalian, apa kakek membela peri itu dan berniat menempurku juga?!" tanyaku.

     "Aku tidak membela siapapun, aku cuma mau tempat ini jadi tentram. Tapi caramu itu sudah keterlaluan!"

     "Cara yang mana kek..?! Datang kesini baik-baik dan meminta baik-baik? Apa itu yang disebut keterlaluan..?!" teriakku.

     Sosok kakek itu terdiam lagi, tapi sorot matanya nggak berubah, sorot mata keegoisan dan kemarahan.

     "Lagian kakek udah melanggar kata-kata kakek sendiri, katanya nggak mau mencampuri urusan manusia! Sekarang malah kesini dan ikut campur! Ini bukan lagi soal ketenteraman desa! Aku tau kakek marah dan merasa kulangkahi! Kakek adalah jin hitam ber-ego tinggi, nggak mau kalah! Benar begitu kek..?!"

     "Lancang sekali mulutmu!"


     Si kakek kibaskan tangannya ke arahku, sebuah bola api sebesar mobil melesat. Maka kukibaskan tombak Sukmageni, Amrita semburkan api dari mulutnya, dan Salma lepaskan pukulan Gelombang Samudra!

     Glegaarrr..!

    Kami bertiga tersurut mundur, sedangkan si kakek cuma bergetar tubuhnya. Gabungan dari tiga pukulan nggak membuat si kakek bergeming dari tempatnya! Benar-benar hebat sekali energinya. Tapi aku tidak merasa gentar sama-sekali. 

Quote:    "Baiklah.. aku anggap itu sebagai jawaban.. kakek telah memusuhi kami! Jadi aku juga menganggap kakek sebagai musuhku..!"


    Sang peri yang tadinya terkapar itu mendadak bangkit dan melesat ke arahku! Tapi dari sampingku tampak sebuah bayangan pink melesat menghadangnya, maka terjadilah pertarungan sengit antara sang peri dengan Amrita. Dan karena sang peri sudah terluka sebelumnya, maka Amrita dengan mudah bisa menghadapinya, bahkan kini sang peri menjadi bulan-bulanan Amrita.

    Sosok kakek itu melesat, dia ikut masuk ke kancah pertarungan membantu sang peri. Tapi Salma tidak membiarkannya, sabit cahaya biru raksasa berkelebat menghadang si kakek, hingga kini terjadi dua pertarungan dahsyat di tempat itu. Amrita melawan sang peri, Salma melawan si kakek. 

    Meskipun gerakan Salma jauh lebih cepat dari si kakek, tapi dia belum juga bisa menyarangkan sebuah pukulan pun, energi pertahanan dari si kakek benar-benar luar biasa. Maka kubantu Salma dengan melepaskan pukulan-pukulan jarak jauh ke arah si kakek.

     Saat itulah semua pasukan yang tadinya berkaparan itu mulai bangkit berdiri, dan merekapun mulai bertempur kembali. Kulihat mbah Man kembali membabati musuh dengan kerisnya. Tapi ternyata itu nggak cukup, kami kalah telak dalam hal jumlah, sementara Salma dan Amrita masih belum bisa menundukkan si kakek dan sang peri. 

     Kalau keadaan terus begini, tentunya bisa  dipastikan kalo kami akan kalah. Maka disaat yang genting itu, kukeluarkan energi tiga warna dengan tenaga dalam penuh, lalu kuacungkan Sukmageni ke udara.

Quote:    "Mandala..! Hadirr..!!"


     Mendadak dari langit di atas kami muncul lagi satu bintang berekor yang bergerak sangat cepat dan meluruk ke arah kami. Bintang berekor itu mirip dengan serangan si kakek, tapi berwarna putih kebiruan. Dan ternyata bintang berekor itu adalah bola cahaya energi sebesar rumah! Hingga akhirnya…

      Buuummmm..!!

      Satu dentuman kembali terdengar, kali ini lebih dahsyat dari yang pertama tadi. Gelombang angin bercampur cahaya biru dan putih menyebar, melabrak dengan dahsyat ke segala arah. Sekali lagi semua makhluk yang bertempur itu seperti tersapu badai. 

    Aku menjatuhkan diri ke tanah, bertiarap dalam posisi tertelungkup, angin badai bercampur energi biru putih itu lewat di atas punggungku. Bahkan cuma anginnya saja sedemikian panasnya, hingga tubuhku terasa seperti dipanggang. Untunglah energi Sukmageni masih melindungiku, hingga aku nggak terluka. 

    Empat makhluk yang bertarung itupun ikut terseret angin badai yang menerjang itu. Tapi sosok kakek itu, Salma dan Amrita segera bangkit berdiri, tinggal sang peri yang berusaha untuk bangkit dan menguasai diri. Untuk kedua kalinya pertempuran itu langsung terhenti seketika. Dan saat semua sudah reda, maka di depanku telah berdiri tujuh sosok yang mengejutkanku.

     Paling depan sendiri adalah Birendra, pemimpin Pancalaksa, dan di belakangnya ada 6 Mandala Pancalaksa, mereka berdiri berjajar. Jarak mereka sekitar 5 meter di depanku. Tapi nggak ada satupun prajurit Pancalaksa disini. 

     Aku jadi bertanya-tanya, kenapa Birendra ikut muncul? Apa lawan kali ini begitu kuatnya? Aku nggak bisa bayangin seberapa ketinggian ilmunya Birendra hingga bisa membuat kami semua berpelantingan. Dan kemunculannya tadi benar-benar spektakuler. emoticon-Hammer (S)

Quote:    "Kalau cuma pamer kesaktian saja akupun bisa!" kata Birendra dengan pelan, tapi suaranya sangat angker dan bikin merinding! "Pak tua! Sebelum kau menghadapi junjungan kami, maka hadapilah kami dulu!"

     "Apa maksudmu?! Siapa kalian?!"

     "Dengar baik-baik pak tua! Aku adalah Birendra, pemimpin pasukan Pancalaksa! Manusia yang kau musuhi itu adalah junjungan kami! Pemimpin tertinggi sekaligus pemilik pasukan Pancalaksa! Dia adalah keturunan salah satu keturunan raja di tanah ini!"

     "Pancalaksa..? limaratus ribu pasukan..!" desis kakek tua itu, suaranya terdengar bergetar.

     "Jika satu helai rambut saja telah putus dari kepala junjungan kami, maka akan kubuat kau jadi serpihan-serpihan sebesar sehelai rambut! Nah, sekarang majulah pak tua!"


     Birendra dan 6 Mandala pasang kuda-kuda. Tapi kakek itu cuma berdiri diam mematung, suasana jadi terasa sunyi, cuma suara riak air dari mata air yang terdengar. Angin serasa berhenti bertiup, bahkan serangga malam pun ikut berhenti berbunyi, seakan ikut merasakan ketegangan di antara kami.

     Lalu kulihat sang peri bangkit, dia melayang ke arah si kakek, terlihat jelas kalo dia sudah mulai lemah, nggak mungkin bisa melanjutkan pertarungan lagi. Beberapa bagian tubuhnya sudah tersayat-sayat, bahkan kaki kiri gosong sebatas lutut. Dia nggak ngomong apa-apa, cuma berdiri dengan jarak 3 meter dari sosok kakek itu.

    Dua makhluk itu saling berpandangan satu sama lain, lalu keduanya mengangguk bersamaan. Mendadak kedua makhluk penguasa desa itu pukulan tangan ke arah Birendra secara bersamaan. Bola cahaya berwarna kuning dan bola api sebesar mobil melesat ke arah Birendra! Benar-benar nekat mereka!

   Birendra angkat kedua tangannya, telapak tangan menghadap ke depan, lalu dari tangannya muncul selarik cahaya putih kebiruan sebesar batang kelapa, suara berkesiutan terdengar menyakitkan telinga. Dua larik cahaya itu membendung serangan sosok kakek dan sang peri.

    Untuk sesaat dua bola energi dari musuh terhenti di udara, lalu Birendra hentakkan kedua tangannya, maka dua bola energi itu berbalik menyerang pemiliknya sendiri. Sosok kakek dan sang peri berserabutan menghindari serangan balikan sendiri. Tapi ternyata Birendra telah menyusul serangan dengan dua bola cahaya lagi!

    Blegaarr..!! Glegaaarr..!!

    Dua ledakan dahsyat terdengar saat serangan Birendra menghantam sosok kakek dan sang peri dengan telak, mereka terlempar ke belakang dengan disertai jeritan dan raungan panjang. Dua penguasa desa itu jatuh terpuruk di tanah dengan kondisi menyedihkan. Sebagian tubuhnya gosong menghitam, bahkan baju batik si kakek jadi robek-robek nggak karuan, tapi mereka masih hidup. Aku heran sekali, bagaimana mungkin baju jin bisa robek-robek kayak gitu?!

      Sungguh luar biasa sekali energinya Birendra, dia bisa menerima dua serangan dahsyat sekaligus, dan juga mengembalikannya. Bahkan serangan susulannya membuat dua penguasa desa itu langsung terkapar. Birendra melayang pelan mendekati dua sosok yang terkapar di tanah itu.

Quote:      "Dimana kesombongan kalian tadi?! Merasa sebagai penguasa tempat ini terus bisa berbuat seenaknya pada junjungan kami?! Masih untung aku mengurangi energiku hingga kalian tidak langsung hancur jadi debu! Karena kupandang kalian belum melukai junjungan kami, jadi kali ini kuampuni kalian!" teriak Birendra.

     Sosok kakek itu yang bangit lebih dulu, tapi kemudian dia jatuh terduduk, nggak kuat berdiri.

    "Ketahuilah! Junjungan kami itu jauh lebih hebat dari kami! Kalo dia mau keluarkan seluruh energinya, maka sekali kibas saja kalian akan langsung remuk jadi bubuk! Kekuatan kami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan junjungan kami!" kata Birendra

     Aku tertegun, dalam hati aku bertanya, benarkah demikian adanya..?

     "Si-siapakah sebenarnya kau ini anak manusia..?" tanya si kakek.

     Birendra lah yang menjawab. "Tampaknya kau sudah terlalu tua hingga matamu kabur dan tidak bisa melihat! Apa kau tidak mengenali energi dari junjungan kami ini?"

     Si orang tua terdiam sambil menatapku dengan tajam, dan mendadak dia terkejut setengah mati. "Ratu Selatan.. Ratu Utara.. Naga Raksa.. dan tiga energi dahsyat lainnya.. Ba-bagaimana mungkin anak manusia bisa hidup dengan enam jenis energi di tubuhnya?!"

     "Itu sudah nggak penting lagi..!" desis Birendra. "Jadi sekarang kau tau siapa saja yang berada di belakang junjungan kami ini.. Sekarang semua keputusan ada di tangan junjungan kami! "

     Lalu Birendra menoleh padaku, memberiku kesempatan untuk bicara.

     "Sebenarnya aku nggak ingin terjadi pertempuran dan pertarungan ini! Tapi kalian lah yang memaksaku. Aku tau kakek bukan menjaga ketentraman desa, tapi cuma memenuhi ego yang nggak mau kalah! Ini bukan lagi soal ketentraman, tapi ego masing-masing! Jadi, apa kita akan lanjutkan lagi pertempuran ini?" kataku panjang lebar.


     Untuk sesaat suasana sunyi kembali, hingga riak air yang keluar dari mata air jadi terdengar keras. Pasukan ya tadinya bertempur kini cuma saling berhadapan dan diam mematung, tapi mbah Man belum juga kulihat diantara mereka, moga dia baik-baik aja.


Lanjut bawah gaess..
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 80 lainnya memberi reputasi
81 0
81
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 17:09

Lanjutan

    Salma, Amrita, Birendra dan keenam Mandala masih pasang kuda-kuda, selalu siaga menghadapi serangan mendadak. Lalu tiba-tiba si kakek berlutut di depanku! Dia berdiri dengan lututnya! Kepalanya ditundukkan dalam-dalam ke arahku.

Quote:    "Baiklah.. baiklah.. Aku menyerah.. aku kalah.. tidak ada yang akan berani mengusik salah satu dari ketiga tokoh tanpa tandingan itu. Aku minta maaf sudah mencampuri urusan ini, aku minta maaf sudah mengusikmu anak manusia.."

    Aku bahkan nggak menggubrisnya sama sekali, segala respek ku padanya udah hilang, aku malah bertanya pada sang peri.

     "Nini peri.. bagaimana..? Apakah kita akan melanjutkan lagi pertempuran ini? Haruskah aku membuat mata air ini sepi tanpa penghuni, seperti yang telah kulakukan pada bukit batu itu?" 

     Sang peri duduk di tanah dengan susah payah. "Ma-maafkan aku anak manusia, mataku telah buta hingga nggak bisa melihat siapa yang sedang kuhadapi. Aku menyerah kalah, dan aku minta maaf telah menantangmu. Sekarang kau adalah penguasa tempat ini.."

     "Nini peri.. aku kesini bukan untuk mengambil alih kekuasaan, aku juga nggak peduli soal kerajaan yang akan kau dirikan.." jawabku.

     "Lalu apa maumu anak manusia..?"

     "Sebenarnya aku cuma punya satu permintaan, tapi karena adanya pertempuran ini, maka sekarang permintaanku jadi dua.."

     "Sebutkanlah.."

     "Pertama, aku udah menjelaskannya, aku cuma minta kau putuskan perjanjian dengan temanku itu, bebaskan dia.." kataku.

     "Baiklah.. aku tidak akan mengusik dia lagi, kuanggap perjanjian itu tidak pernah ada.. Lalu apa yang kedua..?"

     "Nini boleh mendirikan kerajaan disini, nini juga bisa membangun pasukan tempur, aku nggak peduli, tapi ada syaratnya, nini dan seluruh anak buah nini nggak boleh mengganggu satupun warga desa ini!"

     "Benarkah?! Aku masih boleh membangun kerajaan disini..?"

      "Tentu saja.. ini adalah wilayah kekuasaan nini.. lalu gimana dengan permintaanku yang kedua..?"

      "Aku nini Runtingsari berjanji nggak akan pernah mengganggu manusia di desa ini.."

     "Jadi nama aslimu adalah nini Runtingsari.. baiklah.. kupegang kata-katamu.."


    Perlahan aku dekati nini Runtingsari, kuulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Dia tampak tertegun melihatku, tapi kemudian dia ulurkan tangannya, menyambut uluran tanganku.

     Kupegang tangan itu dan kutarik dia hingga berdiri, lalu kuberikan sedikit energiku padanya agar dia punya cukup tenaga untuk berdiri. Sekali lagi sang peri tampak terkejut, matanya membesar menatapku.

Quote:    "Maafkan aku nini, aku telah menghancurkan sebagian pasukanmu, seharusnya ini nggak perlu terjadi. Tapi kau masih bisa membangun kembali pasukan untuk kerajaanmu nanti.." kataku.

    Mata itu masih membesar, menatapku dengan tak percaya, tapi kemudian mata itu meredup, dan keluarlah dua bulir air bening, disertai isak tangis.

     "Te-terimakasih.. Arya.. tidak kusangka kalau kau adalah manusia yang sangat baik. Aku benar-benar menyesal telah menyerangmu… maafkan aku.. sekali lagi terima kasih.."

    "Lupakan itu nini.. sekarang kita telah berdamai, mungkin kita malah bisa jadi teman.. apakan nini mau..?" tanyaku.

   Senyum merekah di bibirnya. "Tentu saja.. suatu kehormatan bagiku kalo bisa berteman denganmu.."

     "Baiklah.. kita berteman sekarang.." kugenggam erat tangan sang peri.

    "Sebelum kau pergi, bolehkah aku memelukmu..?"


    Aku tertegun, tapi kemudian aku mengangguk mengiyakan. Senyum semakin lebar di bibir sang peri, dan dia langsung memelukku erat, padahal sampai saat itu dia nggak berpakaian sama sekali, hingga pelukannya membuat dadaku terasa sesak.

Quote:      "Terimakasih banyak.. Arya.. aku tidak akan melupakanmu.." bisiknya di telingaku.

     "Semoga nini bisa mendirikan sebuah kerajaan yang besar dan kuat.." kataku.

    "Sekarang aku akan kembali ke tempatku di batu-batu besar itu..."


    Sang peri mundur dua langkah, lalu sosoknya mengabur dan memudar hingga akhirnya menghilang. Seluruh pasukannya juga ikut menghilang mengikutinya. Masih sempat kudengar satu suara dari sang peri yang mengucapkan terima kasih, suara itu langsung masuk ke otakku tanpa melalui telinga.

     Lalu aku melangkah pelan mendekati si kakek, dia masih berlutut dengan kepala menunduk, sosoknya tampak menyedihkan, segala kegarangan dan aura hitam yang sangat kuat tadi telah menghilang. Terselip rasa iba dihatiku.

Quote:    "Kek.. sekarang kembalilah ke tempatmu bersemayam.." kataku.

     Si kakek mengangkat kepalanya dengan terkejut. "Kau melepasku begitu saja..?"

    "Iya.. mau apa lagi?" tanyaku balik.

    "Apa kau tidak ingin menjadi penguasa di desa ini?"

    "Tidak.. aku kesini bukan untuk menguasai desa, dan aku nggak butuh kekuasaan semacam itu! Aku cuma pengen kakek penuhi janji kakek sendiri, yaitu tidak pernah mencampuri urusan manusia, apalagi mengganggu mereka.." kataku.

     "Baiklah.. terima kasih sudah mengampuniku, aku akan penuhi janjiku sendiri itu.. maafkan aku yang telah mencampuri urusan inibdan telah menyerangmu.."

    "Ingatlah, setiap makhluk itu yang dipegang adalah kata-katanya, dan kalo kau mengingkari kata-katamu sendiri, maka makhluk lain nggak akan menaruh hormat lagi padamu!" kataku.

      "Baik.. akan kuingat selalu, sekarang aku pamit undur diri.."


      Sosok si kakek menghilang begitu saja dari hadapanku, moga dia benar-benar memegang kata-katanya sendiri, karena bagi sebagian jin hitam, janji itu cuma kayak angin lalu. Kini aku mendekati Birendra dan 6 Mandala.

Quote:    "Terima kasih kalian mau datang memenuhi panggilanku dan mau membantuku.." kataku.

     "Sudah jadi tugas kami raden.." kata Birendra.

     "Bagaimana kau bisa ikut hadir disini..?" tanyaku.

    "Mohon maafmu raden, hamba berpikiran kalo musuh kali ini sangat kuat, meskipun hamba yakin kalo raden bisa menghadapinya, taoi hamba tidak ingin raden terluka, jadi hamba ikut hadir melindungi raden. Mohon maaf atas kelancangan hamba yang datang tanpa dipanggil.."

      "Tidak.. kau nggak perlu minta maaf, aku malah senang kau datang, aku juga sangat berterima kasih atas bantuanmu.." kataku.

      "Terima kasih raden tidak marah pada hamba.."

     "Baiklah.. sekarang kalian boleh kembali.. sekali lagi terima kasih.."

     "Kami pamit undur diri raden.."


      Ketujuh sosok itu perlahan mengabur dan menghilang bagai kabut tertiup angin. Suasana jadi sangat sepi. Aku menarik napas lega, semua persoalan di desa ini dan juga masalah si ketua kelompok telah selesai, dan nanti pastinya aku bisa tidur dengan nyenyak. Tapi tiba-tiba..

    Bletaakk..!

    Kepalaku kena tampolan keras, kuusap-usap kepalaku sambil meringis kesakitan. Saat aku berbalik, kudapati Salma berdiri di belakangku sambil bersedekap, matanya melotot lebar padaku. Sementara Amrita tertawa cekikikan keras banget.

Quote:    "Salahku apa lagi..?" protesku.

    "Enak ya?! Dipeluk-peluk perempuan tanpa pakaian kayak gitu..?" 

    Baru aku sadar apa yang terjadi, aku cuma bisa nyengir ke arah Salma, tapi mulut ini nggak tahan untuk menggodanya.

    "Kamu mau kupeluk juga ya.." kuangsurkan tanganku seakan siap memeluk.

  Salma cuma melengos. "Enggak! Siapa juga yang minta dipeluk..!" 

  Meski bilang gitu, tapi kulihat bibirnya tersenyum. Lalu tau tau Amrita sudah ada di depanku, dan  menyela.

   "Aku mau kok kamu peluk.." lalu dia langsung memelukku begitu aja.


    Kubalas pelukan Amrita, kalo nggak ada dia, maka hari ini aku udah nggak ada disini lagi. Amrita tertawa-tawa ceria, suaranya sangat jauh berbeda dengan tawa cekikikan yang melengking-lengking seperti biasanya.

     Mendadak saja mbah Man sudah berada di dekatku. Keadaannya juga menyedihkan, pakaiannya robek-robek, tangan dan mukanya baret-baret luka, mungkin karena terseret di tanah akibat dua ledakan tadi.

Quote:    "Saya ucapkan terima kasih padamu, karena telah membantu desa ini menuju ketentraman.."

     "Nggak pak.. akulah yang harus berterimakasih, tanpa pasukan bapak tadi, mungkin kami akan habis terbantai lebih dulu.." kataku.

     "Itu nggak mungkin terjadi.. Kamu memiliki energi yang sangat dahsyat, kamu sendiri bisa mengalahkan mereka..

    "Kami kalah jumlah lho pak.." jawabku.

    "Dengan kesaktian setingkat kalian, jumlah bukanlah masalah.."

    "Yaudah.. aku ngalah saja pak.. biar cepet selesai.." jawabku.


    Lalu kami sama-sama ketawa. Kamipun tinggalkan tempat itu dengan perasaan lega. Aku nggak membawa hp, jadi nggak tau jam berapa sekarang. Semoga semua permasalahan benar-benar selesai sampai di sini.

     Kami tiba di rumah basecamp itu, suasana masih sepi, belum ada yang bangun, berarti saat ini masih dini hari. Aku mengendap-endap membuka pintu rumah. Tapi ternyata ada Erin yang lagi duduk di kursi ruang tamu sambil menatapku dengan heran.

Quote:    "Elu dari mana Ndra..?" tanya Erin dengan berbisik.

     Aku cuma nyengir aja, kayak anak kecil yang ketahuan ngambil permen. emoticon-Big Grin

     "Yee.. ditanyain malah nyengir.."

     "Kenapa emangnya..? Nggak bisa tidur tanpa pelukanku ya..?" tanyaku menggodanya.

    "Dasar..! Pede banget lu.. Serius nih.. dari mana kok.."

    "Dari mata air tadi.." jawabku.

    "Malam-malam gini?!" tanpa sadar suaranya jadi keras.

     "Ssstt..! Jangan keras-keras lah.." kataku.

    Tapi terlambat, Dita telah terbangun, dia duduk di tikar dan menatap kami dengan heran.

    "Kalian berisik banget sih..! Pada ngapain tuh..?!"

    "Ini si Andra, malam-malam gini dari mata air katanya.." jawab Erin.

    "Beneran yank?" 

    Dita beranjak mendekat dan langsung duduk di dekatku, disandarkan kepalanya ke bahuku, dia tampak masih ngantuk banget.

     "Iya bener.." jawabku.

      "Terus ngapain kesana? Sama siapa..?" tanya Dita.

      "Ya sendirian lah.. buat nyelesaiin masalah si ketua.."

      "Jadi tadi kamu nemuin makhluk halus gitu..?" tanya Dita.

      "Ya gitu deh.."

      "Tapi kamunya nggak papa kan..?"

      "Iya nggak papa kok.."

      "Masalah si ketua lagi! Harusnya elu nggak usah bantuin dia aja Ndra.. sampai dibela-belain malam-malam ke mata air.." sahut Erin.

    "Ya dia kan temen kita juga.. jadi ya harus bantuin lah.." jawabku.

     "Tapi beneran kamu nggak papa yank..?" tanya Dita sambil memeriksa tangan dan wajahku.

     "Iya nggak papa sayang.. kamu tenang aja.."

    "Yaudah kalo gitu.."

    Kulihat jam dinding menunjuk di angka setengah tiga pagi. "Kalian nggak tidur lagi?"

    "Ya tidur lah.." jawab Erin.

    "Masih ngantuk banget ini.." sambung Dita.

    "Yaudah.. kalian tidur lagi aja.."

    Erin beranjak menuju ke tikar yang tergelar di ruang tamu.

    "Tapi temenin ya..?" kata Dita dengan manja.

     "Iya deh.."


     Kami beranjak menyusul Erin, Dita terus menggandeng tanganku. Kami merebahkan diri bersebelahan, dan disebelah kananku ada Erin. Dita langsung merangkul dadaku, sementara tanganku dipegangnya dan diletakkan di kepalanya, suatu pertanda kalo aku diminta mengelus kepalanya. Maka kuelus aja kepalanya sambil membelai rambutnya. Sebentar saja Dita udah tertidur lagi.

      Saat aku menengok, Erin sedang menatapku dengan matanya yang bening. Tangannya diangkat dan diletakkan di dadaku. Lagi-lagi dia merangkulku. Kuberi pandangan heran seakan bertanya kenapa, tapi dia malah menggeleng. 

   Entah setan mana yang merasukiku, dengan nekat aku gantian mengelus kepalanya Erin juga. Dia diam saja, malah tersenyum manis dan mengeratkan pelukannya. Syukurlah sebentar kemudian dia juga tertidur. Tapi giliran aku yang melek sendirian, nanggung kalo mau tidur, bentar lagi subuh. Maka kuhabiskan waktu ngobrol dengan Salma dan Amrita.

Quote:    "Menurutmu bener nggak sih omongan Birendra tadi..?" tanyaku ke Salma.

     "Yang mana?"

     "Aku bisa lebih kuat darinya..?"

     "Tentu saja.. kamu bisa jauh lebih hebat darinya.. Apa kamu lupa omongan guruku. Naga Raksa dan Naga Putih dulu..?"

     "Yang mana lagi..?" tanyaku.

     "Kamu itu punya energi yang sangat banyak dan sangat dahsyat, dan dengan energi sedahsyat itu, kamu bisa menciptakan ilmu-ilmu baru yang sangat hebat. Tapi masalahnya, kamu belum pernah berlatih untuk mengeluarkan seluruh energimu. Kamu juga kayak nggak mau menciptakan ilmu baru.."

     "Ya emang aku males buat latihan, juga males nyari-nyari gitu, karena menurutku kayak nggak begitu penting buat hidupku.." kataku.

     "Tapi kadang bisa jadi penyelamat hidupmu.."

     "Iya juga sih.. Eh.. kamu jadi ngajarin ilmu simpanan itu nggak..?" tanyaku.

     "Ya jadi lah.. aku lagi mikir ilmu yang mana yang cocok buatmu, ntar kalo ketemu, pasti kuajarkan.."

     "Makasih.." jawabku.


     Kami ngobrol lama hingga tau-tau adzan subuh berkumandang. Segera aku mengambil wudhu dan subuhan sendirian. Tumben hari ini para mahasiswi nggak ada yang bangun buat subuhan, jadi ya nggak bisa jamaah.

     Skip..
     Dita memintaku buat pulang siang hari agar nggak kemaleman di jalan. Maka jam 12 siang itu sehabis makan siang bareng Dita dan Erin, aku langsung siap-siap pulang. Cuma 3 stel pakaian dan peralatan mandi yang kubawa, jadi nggak ribet persiapan.

     Seperti biasanya, Dita ikut masuk ke mobil untuk memberikan pelukan selamat jalan, ditambah pagutan dikit..emoticon-Big Grin  Lalu kujalankan mobil pelan-pelan menyusuri jalan desa. Tapi baru nyampe gapura perbatasan, ada chat masuk di hpku yang ternyata dari Erin. Dia memintaku datang ke desa itu lagi minggu depan, dia juga bilang makasih, entah buat apa. Harusnya yang minta aku datang itu Dita, kenapa malah Erin?!emoticon-Hammer (S)

    Semoga dengan kejadian tadi malam bisa membuat masalah di desa itu selesai. Aku paling nggak suka kalo harus terjadi pertempuran besar kayak gitu, pastinya akan banyak memakan korban. Moga aja dua penguasa desa itu menepati janjinya..


bersambung…



136

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 89 lainnya memberi reputasi
90 0
90
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 18 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 17:29
Gayeng mbah emoticon-army, andra penak dadi guling kui emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
01-05-2021 17:31
ih waw mantul updatean hari iniiiii, tengkiu mbah.. sekarang nunggu update adzan maghrib 🤪
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 204 dari 267
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
pengagum-jodoh-orang
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia