Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
15203
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.     Jadi TS cuma orang
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2



   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

    Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

    Threat ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

    Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

    Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

   Selamat membaca…..


-----<<<{0}>>>-----



Prolog

    Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM.
Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

     Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

   Di thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

     Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

   Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

   Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

    Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

    Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

    Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

     Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita ini, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

    Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

    Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

   Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

   Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

   Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

    Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

    Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

    Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama..



HITAM
Season 2




HITAM
Season 2
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Visiliya123 dan 209 lainnya memberi reputasi
202
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 197 dari 260
HITAM Season 2
24-04-2021 12:51
Dita sering modus, masa mau dimodusin..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:12
Ngabuburit,tp cerita e belum up emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:13
Gan ditunggu updatenya🙏🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:19
Update mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:20
Misi²....🤭🤭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:21

Bangunan SD

     Hari berganti dengan cepat. Dita menjalankan kkn dan aku masuk kuliah seperti biasa. Tiap malam kami ngobrol lewat telepon sampe berjam-jam. Dita lah yang lebih banyak ngomong dan aku cuma jadi pendengar setia. Dita cerita soal kesehariannya di desa itu, jalanin proker kkn.

     Dita memilih proker mengajar anak-anak SD ternyata desa terpencil itu punya SD juga, meskipun tenaga pengajar jauh dari kata cukup. Itulah sebabnya Dita membantu mengajar di SD itu, bersama Erin dan Nela juga. Dita juga bercerita soal pengalamannya mengajar anak-anak SD itu.

    Baru 4 hari berada di desa itu, Dita udah mengeluh dan pengen pulang, maklumlah, dia nggak pernah jauh dari rumah untuk waktu yang lama, apalagi desa itu termasuk terpencil, baru jam 7 malam aja udah sepi sekali. Tapi dengan sabar aku coba untuk terus menyemangatinya, biar dia nggak putus asa dan nekat pulang sendiri.

    Tapi ternyata weekend itu tugas kuliahku banyak banget dan harus dikumpulin hari senin, disamping itu aku masih harus membuat 10 desain untuk distro. Bisa dipastikan kalo aku nggak bisa menepati janjiku pada Dita, yaitu akan mengunjunginya di desa itu tiap weekend.

    Maka jumat itu aku menelepon Dita dan bilang kalo aku nggak bisa kesana minggu itu karena tugas kuliahku banyak dan bla.. bla.. bla.. tapi sebelum omonganku selesai, telepon udah ditutup. Kupanggil ulang sampe beberapa kali, nggak diangkat sama sekali. Kayaknya ngambek beneran dia.

    Kutungguin sampe malam hari, chatku nggak dibales juga. Maka akupun menghubungi Erin. Aku cuma takut kalo sindrom itu muncul lagi, soalnya kalo dia udah sampe marah banget, maka dia akan sesak napas, sampe kadang harus dikasih oksigen.

Quote:emoticon-phone    "Sory Rin.. ganggu bentar.. itu Dita kayaknya marah nggak..? Tak telepon nggak diangkat, chatku juga nggak dibales.."

    "Nggak tuh… cuma wajahnya butek terus dari tadi siang.. Emang ada apa Ndra..?"

   "Gue nggak bisa kesitu weekend ini, padahal gue udah janji tiap weekend mau kesitu.." kataku.

     "Elu sih… ngapain janji kalo nggak bisa dateng?!"

    "Soalnya tugas gue lagi banyak banget.. gue udah bilang sama dia.. tapi dianya malah ngambek.."

    "Ow gitu.. kalo gitu ya Dita nya yang kebangetan itu mah.."

    "Gue cuma takut kalo dia ngamuk-ngamuk ntar.. bisa sesak napas dia.." kataku

    "Tenang.. dia nggak ngamuk kok.. lagian dia juga udah bawa oksigen semprot portabel kok…"

    "Yaudah kalo gitu.. makasih banget ya Rin.." kataku.

emoticon-phone    "Nggak masalah.. santai aja.."


     Kubiarin Dita dulu, biasanya dia akan baik sendiri. Dan di hari ketiga, baru aku meneleponnya lagi, tapi tetep nggak diangkat juga.  Baru di malam keempat Dita malah yang menelponku, nadanya udah ceria lagi, nggak ada bekas dia abis marah atau ngambek. Benar-benar random banget.

Quote:emoticon-phone    "Udah nggak marah lagi..?" tanyaku.

     "Aku tu nggak bisa marah sama kamu yo.. aku cuma sebel aja.. orang udah janji kok.."

     "Iya maaf.. minggu depan aja ya aku kesana..?"

     "Bener lho ya.. awas kalo nggak jadi lagi.. bisa marah beneran aku.."

     "Iya.. beneran kok.. minggu depan aku kesana.." jawabku. "Jadi kenapa baru sekarang telepon..?"

     "Soalnya aku kangen sama kamu.. " lalu kudengar tawa kecil di ujung sana.

     "Aku juga sama.. Jadi gimana keadaan disana..?" tanyaku.

     "Ya.. baik-baik aja kok.. eh yank.. di SD tempat aku ngajar itu to, keadaannya menyedihkan lho.. bangunannya aja kayak udah mau rubuh gitu.. terus ada genteng yang bocor juga, jadi kalo ujan gitu kelas jadi banjir.."

    "Terus dari perangkat desa gimana..? Nggak ada tindakan gitu..?" tanyaku.

emoticon-phone     "Ya belum ada sih.. aku udah bilang ke pak kades, tapi ya mau gimana lagi.. orang dana nya juga nggak ada…"


     Tanpa terasa kami udah ngobrol selama lebih dari dua jam. Dita menutup teleponnya karena udah ngantuk. Akupun teruskan kerjaan mendesain gambar kaos buat distro. Memang distro itu makin berkembang aja, manajemennya Yudi sangat baik, dia bisa mengatur masukan dan pengeluaran, sedangkan Daffa ternyata pintar juga dalam melobby pelanggan.

     Banyak pelanggan baru yang beralih kulakan ke distro kami, tentunya harganya lebih murah dari pelanggan biasa. Sedangkan aku makin disibukkan dengan desain-desain yang dituntut harus selalu baru dan mengikuti perkembangan mode.

     Tanpa terasa weekend telah datang lagi, dan aku harus menepati janjiku pada Dita. Rencananya aku mau berangkat hari jumat sepulang kuliah, tapi kuliahku berakhir jam 3 sore, jadi kuundur sampai sabtu pagi. Bukan apa-apa, aku cuma males aja ngelewatin jalan masuk ke desa yang rusak dan gelap banget.

    Jumat malam aku menelepon Dita, kali ini dengan videocall. Ternyata aku kangen juga sama cewekku yang unyu itu. emoticon-Ngakak (S) Dita juga tampak senang karena aku udah video call. Perkembangan tehnologi.membuat jarak makin tak berarti.

Quote:emoticon-phone  "Besok jadi kesini kan yank..?" 

     "Ya jadi lah.. harusnya tadi udah berangkat, tapi karena pulangnya sore ya diundur besok aja.." jawabku.

     "Bener itu.. pokoknya aku nggak mau kamu perjalanan kesini waktu malam.."

     "Iyaa..  aku tau kok.." jawabku.

     "Oiya, kalo mau kesini, tolong mampir ke toko buku dulu ya yank.. buat beli buku tulis.. soalnya disini yang jual jauh banget.."

      "Emang butuh berapa..?" tanyaku.

      "Tiga pak aja.., yang 38 lembar ya.."

      "Banyak banget..? Buat apa..?" tanyaku.

      "Buat dibagiin ke murid-murid.. kasihan lho yank.. murid-murid cuma punya dikit buku tulis, bahkan ada murid yang cuma punya 1 buku tulis doank.."

      "Oo.. gitu.. yaudah ntar tak mampir sekalian.." jawabku.

     "Aku juga mau cerita soal sekolah SD itu.. tapi aku takut.."

     "Lah.. cuma cerita aja takut.. haha…"

     "Sayang pasti ngeledekin gitu deh.." bibirnya udah manyun aja. "Soalnya ceritanya serem.."

     "Emang seremnya gimana..?" tanyaku

     "Ya gitu, kadang juga ada kejadian-kejadian aneh gitu.."

     "Aneh gimana..?" tanyaku.

     "Kayak di dekat pohon jambu air itu, kalo ada anak yang lewat di bawahnya, pasti kayak kesandung gitu, terus jatuh deh.. Padahal nggak ada batu atau apapun di bawahnya lho.. terus kadang penghapus papan tulis suka ilang gitu aja.."

     "Pasti disembunyiin tukang kebunnya tuh… hehe.."

    "Yo nggak lah.. orang itu pas temenku yang lagi mengajar, nggak mungkin tukang kebun nyelonong masuk kelas.."

    "Terus ada kejadian apa lagi..?"  tanyaku.

    "Itu temenku cowok, pagi-pagi mau ke toilet, dan di dalam toilet itu ada pocongnya.. sama Nela juga pernah ngelihat cewek pake baju putih diatas genteng kelas.. Pokoknya serem deh yank.."

     "Kalo kamu pernah melihat nggak..? Atau ngalamin kejadian aneh kayak gitu..?"

     "Nggak sih yank.. padahal yang lain banyak lho yang ngalamin.. guru-gurunya aja udah terbiasa ngalamin kayak gitu.. Besok kalo kamu kesini mbokya coba dilihatin sekolah itu yank.."

     "Iya deh.  Ntar coba tak lihatin.." kataku.


     Kami ngobrol sampe larut malam, nggak terasa kuotaku sampe abis. emoticon-Hammer (S).  Aku masih belum ngerti soal yang diceritain Dita tadi, dan sebaiknya aku emang kesana sendiri, karena apa yang mereka lihat tentunya berbeda dengan apa yang kulihat.

     Pagi harinya aku udah siap berangkat ke desa itu. Setelah mampir supermarket dan membeli snack sebanyak-banyaknya, aku juga mampir ke toko buku dan membeli buku tulis seperti yang dipesan oleh Dita. Aku membeli 5 pak sekaligus, jadi tidak ada 50 buku yang bisa dibagikan ke murid-murid. Setelah lengkap semua, jam setengah 9 aku langsung meluncur ke tujuan.

    Memasuki jalan desa berlapis beton yang sudah rusak, ternyata kalo siang suasananya sangat teduh, hawanya juga jadi adem, karena emang banyak pohon-pohon besar di sepanjang jalan kecil itu. Padahal kalo malam hari jalan itu jadi seram luar biasa.

    Sampai di deretan rumpun pohon bambu, aura jin disini seakan nggak terasa, padahal dulu waktu malam auranya sangat kuat menekan. Di belakang deretan rumpun bambu itu ternyata ada kali kecil, tembusan dari jembatan tempat genderuwo dulu mencegat kami.

     Tiba di rumah basecamp, suasana sepi, tentunya para mahasiswa lagi mengerjakan proker masing-masing. Aku berhenti sebentar untuk bertanya pada penduduk sekitar soal sekolah SD yang dimaksudkan Dita. Setelah dapat petunjuk arah, kulajukan mobil perlahan-lahan melewati jalan desa. Sengaja aku langsung pergi dari rumah basecamp biar nggak ketemu dengan ketua kelompok.

      Mengikuti petunjuk dari warga, sampailah aku di  bangunan sekolah yang kondisinya menyedihkan. Sekolah itu bahkan nggak memiliki pagar pembatas. Halamannya luas dan di pinggiran halaman ditanami beberapa batang pohon besar Ada 3 bangunan lumayan besar, tapi terlihat sangat kusam, cat tembok sudah mengelupas semua, bahkan ada bagian tembok yang berlubang. 

     Selain tiga bangunan itu,,masih ada satu bangunan lagi yang lebih kecil, sepertinya berfungsi sebagai kantin. Aku heran sama pemerintah daerah sini, apa mungkin sekolah ini luput dari pengamatan hingga dana buat pembangunan sekolah nggak nyampe ke sini?

     Sekolah itu terletak di kanan jalan, menghadap ke timur, sebelah selatan sekolah ada sepetak kebun warga selebar kira-kira 5 meter, lalu sebelah selatan dari kebun itu dibatasi tembok setinggi 3 meteran yang ternyata adalah tembok pagar pemakaman umum! 

      Begitu masuk lingkungan sekolah, langsung terasa hawa lembab dan nggak nyaman, padahal ini siang hari. Kulihat sosok-sosok tentara berseragam jepang berbaris di lapangan, juga ada sosok-sosok pribumi yang hampir seluruhnya kehilangan anggota badan, ada yang berjalan sambil menenteng potongan tangannya sendiri, ada pula sosok tanpa kepala yang cuma berdiri diam, dan potongan kepalanya dibawa di tangannya.

     Ada juga yang berjalan terpincang-pincang bahkan ada yang ngesot di tanah karena kehilangan salah satu kaki atau dua kaki sekaligus. Semua sosok itu adalah jin qorin dari orang yang meninggal disini karena dibantai oleh penjajah jepang. Tapi nggak kulihat sosok kunti di atas genteng seperti yang diceritakan Dita.

    Di pojok lapangan sebelah kanan kulihat pohon jambu air yang diceritakan Dita, dan dibawah pohon itu kulihat sosok genderuwo duduk di tanah dengan kaki berselonjor. Jadi ini makhluk yang sering menjegal murid-murid yang kebetulan lewat di bawah pohon itu. Salma dan Amrita masih tenang-tenang saja melayang di kiri kananku, berarti emang nggak ada ancaman yang berarti.

    Aku langsung menduga kalo sekolahan ini sudah sangat tua, dan pernah digunakan untuk tempat penjagalan warga pribumi oleh tentara jepang. Benar-benar sebuah tempat yang nggak layak untuk dijadikan sebuah sekolah SD. Aku heran bagaimana bisa mereka betah berada disini dan berdampingan dengan makhluk-makhluk itu.

      Kususuri ruangan demi ruangan di ketiga bangunan itu,  ruang pertama bertuliskan ruangan guru, tapi ruangan itu kosong, berarti semua guru sedang mengajar. Sekolah ini bener-bener kekurangan tenaga pengajar sampai ruangan guru pun kosong. Aku tau niat tulus para guru kaya mereka ini, niat mereka cuma berjuang agar anak-anak desa bisa baca tulis, bahkan mungkin para guru itu nggak dibayar juga. Seharusnya guru kayak mereka itulah yang paling pantas diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa.

       Ruang kedua bertuliskan kelas 6, ruang ketiga dan seterusnya  berturut-turut kelas 5 dan 4, dan di ruang kelas 3 kutemukan Dita sedang mengajar, dia juga didampingi seorang guru. Kulihat juga Roro Saraswati dan sepuluh anak buahnya Ekawadya berpencar mengelilingi kelas 3 itu. Salma dan Amrita langsung menemui Roro Saraswati. Begitu Dita melihatku, senyumnya merekah sangat indah, dia langsung berjalan cepat keluar kelas.

Quote:      "Kapan datang yank..?" 

      "Barusan kok.. ini aku bawain buku pesananmu.." kataku.

      "Makasiihh.. kok banyak banget gini..?"

      "Iya sekalian beli banyak, biar yang lain bisa dapet juga.."

      "Makasih sayang.."


      Dita menggenggam erat tanganku, matanya berbinar menatapku. Semua perjalanan tadi terbayar sudah dengan senyum indah yang selalu kurindukan itu. Dita kembali masuk ke kelas, memanggil guru yang mendamping, mereka keluar lagi menemuiku. Sang guru perempuan itu berkali-kali berterimakasih padaku, sebelum akhirnya dia masuk kembali ke kelas sambil membawa buku tulis yang kubawa tadi.

Quote:      "Sebenernya aku pengen nemeni kamu, tapi aku masih ngajar…"

     "Yaudah kamu terusin dulu aja.. tak tungguin disini kok.." kataku.

      "Bener lho ya.. jangan kemana-mana.. cuma bentar kok.."

      "Iyaa.. sekalian ngelihat-lihat sekolah ini.."


       Dita masuk lagi ke dalam kelas tiga itu. Akupun melihat-lihat ke sekitar.  Sosok-sosok tentara jepang dan penduduk pribumi itu berenergi kecil, dan aku yakin. mereka nggak akan menampakkan diri pada manusia. Energi terbesar yang kurasakan adalah berasal dari genderuwo di bawah pohon jambu itu. Masih ada dua energi kuat lainnya yang berasal dari belakang bangunan kedua dan ketiga. Jadi akupun berjalan memutari bangunan kedua itu.

      Ternyata di belakang bangunan itu ada 2 toilet sekolah yang bergandengan dan terpisah dari bangunan kedua. Energi kuat tadi berasal dari salah satu toilet itu.  Kukitari dulu bangunan toilet, dan di belakang toilet itu ada kebun singkong yang lumayan luas. Lalu aku balik lagi menuju pintu toilet, dan begitu kubuka pintu itu, darahku langsung tersirap. 

       Sebuah kepala pocong nongol dari dalam toilet, memperlihatkan mukanya yang hitam gosong, dan sebagian sudah membusuk dipenuhi belatung. Tangan dan kakiku bergerak dengan sendirinya, tanganku memukul tepat di muka pocong itu, sementara kakiku menendang dadanya.  itu adalah gerakan reflek karena kekagetanku.

     Buuk..! Buaaakk..!

     Si pocong melolong sangat keras, mukanya yang hitam itu langsung hancur disertai memerciknya bunga api. Dadanya jebol termakan tendanganku dan banyak sekali belatung berhamburan keluar dari dadanya yang bolong itu. Lolongannya terdengar sangat panjang, seakan bergema di liang telingaku. Bahkan saat sosoknya telah berubah jadi asap dan menghilang, lolong itu seakan masih bisa kudengar gaungnya.

     Tanpa sadar bulu kudukku merinding, ini bukan karena takut, tapi karena mendengar lolongan yang memilukan itu. Aku yakin pocong tadi adalah pocong di toilet yang diceritakan Dita. Lalu tiba-tiba kulihat kelebatan-kelebatan makhluk mendekat ke arahku. Dan tempat itupun segera dipenuhi puluhan jin. Mereka datang dari segala arah, jadi nggak bisa kupastikan dari mana asalnya.


Lanjut bawah gaess..
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 74 lainnya memberi reputasi
75 0
75
HITAM Season 2
24-04-2021 17:22

Lanjutan

     Puluhan sosok jin macam-macam wujud itu mengelilingiku seakan mengepung. Kebanyakan dari mereka berwujud pocong, tapi masih banyak wujud lain yang sangat aneh hingga nggak bisa kudeskripsikan.  Entah apa maksud mereka mengepung kami, aku tunggu aja mereka. 

     Energi hitam mulai berpendar di tempat itu. Padahal saat ini adalah siang hari bolong, tapi energi mereka kuat juga kalo bergabung gitu. Salma dan Amrita keluarkan energi sejati mereka, aura hitam pekat menyibak perkasa. Para jin yang terdepan segera mundur, energi gabungan dari mereka itu tertindih oleh energinya Salma dan Amrita. Sepertinya mereka mulai gentar, maka inilah saat yang tepat untuk membuat ancaman 

Quote:    "Dengar! Aku tau kalian nggak mengganggu manusia disini, jadi kalian bebas pergi dari sini dengan aman. Tapi kalo kalian nekat menyerangku, akan kuhancurkan kalian semua seperti aku menghancurkan pocong tadi!" teriakku dengan lantang.


    Mereka cuma berdiri diam mematung. Kami masih menunggu apa tindakan mereka. Dan mendadak kudengar suara teriakan melengking dari arah belakang, dan sepertinya teriakan itu adalah aba-aba untuk menyerang, karena sebentar kemudian puluhan jin itu menerjang  bersamaan ke arahku!

       Tapi sebelum aku sempat bergerak, kulihat puluhan sabit biru kecil-kecil bertaburan di udara, lalu disusul menyebarnya semacam pisau kecil-kecil berwarna pink yang sangat banyak. Aku belum tau apa yang terjadi, kulihat puluhan jin yang menyerang kami itu langsung berserabutan menghindar, tapi tak urung belasan jin terpotong dua, dan yang lain tertembus puluhan pisau kecil-kecil warna pink.

    Kutengok ke arah Amrita, dia sedang mengibas--gibaskan kedua tangannya dengan sangat cepat, dan setiap kali mengibas, muncul belasan pisau kecil dari tangannya disertai suara berdesingan! Amrita telah memadatkan asap pink nya dan mengubahnya jadi sebentuk pisau kecil-kecil. Aku tertegun, belum pernah aku melihat ilmunya Amrita yang satu ini. Puluhan pisau itu jadi semacam senjata rahasia yang tentunya mematikan.

     Sontak terdengar jeritan dan lolongan bersahut sahutan. Tubuh-tubuh ambruk dan terpotong dua, potongan kepala, kaki dan tangan bermentalan ke udara. Sementara yang tertembus pisau cuma rebah terkapar nggak bisa bergerak,, tapi lagi-lagi mereka tertembus pisau susulan dari Amrita.

     Saat itu aku masih belum sempat bergerak, saking kagumnya dengan kecepatan serangan mereka. Lalu mendadak kudengar teriakan dari arah belakang para jin penyerang itu. Sepuluh sosok berjubah hitam dan bertudung telah merangsek para jin penyerang itu dari arah belakang. Mereka membawa senjata berupa tongkat yang ujungnya terdapat semacam pedang melengkung, senjata khas malaikat maut!

     Sepuluh sosok berjubah itu adalah anak buah Ekawadya yang ditempatkan disini untuk menjaga Dita, dan begitu tau kalo aku diserang, tanpa diminta mereka telah membantuku. Dengan senjata malaikat maut itu, mereka benar-benar seperti malaikat pencabut nyawa, memotong-motong tubuh lawan-lawannya dengan sangat cepat.

    Aku tersadar kembali, lalu akupun ikut menyerang dengan pukulan-pukulan jarak jauh, bola-bola cahaya putih berlesatan di udara, menghantam satu persatu jin penyerang itu. Ledakan-ledakan keras terdengar disusul hancurnya sosok-sosok jin penyerang. Mereka adalah jin berenergi rendah, jadi mereka nggak bisa bertahan menerima satu pukulan saja. Dan saat itulah kudengar teriakan suara cewek.

Quote:    "Yank..! Kamu ngapain..? panas-panas malah olahraga kayak gitu?"

     Ternyata Dita sudah berdiri di belakang bangunan kelas sambil menatapku dengan heran. Dan Roro Saraswati yang sedang bersamanya pun tak luput dari serangan para jin itu, aku jadi kuatir akan keselamatan Dita. Segera aku berteriak.

    "Pancalaksa! lindungi Dita..! Tetap fokus padanya! Biar kami yang menghadapi sebelah sini!"


     Sepuluh anak buah Ekawadya segera melesat ke sekeliling Dita, membantai semua jin yang berusaha merasukinya. Dan dengan adanya bantuan dari Roro Saraswati, maka makin mudah bagi kami untuk menghancurkan para jin penyerang itu. Hingga saat Salma keluarkan pukulan Angin Samudra, mereka langsung beterbangan bagai dilabrak angin topan, dan jatuh ke tanah dengan tubuh remuk nggak berbentuk. Maka perlawanan para jin itupun berakhir, ada beberapa sosok yang sempat melarikan diri dari pertempuran, tapi kami biarkan aja.

     Siang yang panas itu jadi makin panas karena bentrokan tadi yang untungnya cepat berakhir keringatku mengucur deras. Bau sengak, bercampur bau bangkai dan daging gosong memenuhi tempat itu. Dita mendekatiku sambil menutup hidungnya.

Quote:      "Kok baunya jadi nggak enak banget gini ya..? Kamu ngapain sih yank..?"

       "Lagi coba ngusir pocong di toilet, kayak ceritamu itu.." jawabku pendek.

      "Oo.. jadi kamu langsung bertindak gitu ya.. kirain tadi cuma ngelihat-lihat doank…"

      "Ya niatnya sih gitu, tapi karena pocongnya malah keluar ya sekalian aja.." kataku.

      "Siang-siang gini hantunya keluar?!" Dita celingukan dengan wajah takut-takut.

      "Iya.. mereka selalu ada kok.. nggak peduli siang atau malam.. Kamu tenang aja.. mereka udah nggak ada kok.. daerah sini udah aman sekarang.." kataku.

     "Yaudah..Yuk kita balik.. aku takut disini.." 

    "Halah.. katanya siang-siang,  tapi kok takut..?"

     Dita memukul lenganku. Kami berjalan keluar dari halaman belakang itu. Dita keluarkan tissu dari sakunya dan mengelap keringat di dahi dan leherku.

     "Tuh.. keringatnya banyak banget kan.. kamu sih.. siang-siang malah bersilat sendirian kayak gitu.."

      "Sendirian gimana.. banyak banget tadi.." kataku.

      "Hihi.. tadi aku sempat ketawa ngelihat kamu lho yank.. tapi abis kamu teriak gitu aku baru ngerti. Kamu teriak sama siapa tadi..?"

      "Sama yang jagain kamu lah.. merek kan tadi bantuin aku.. tapi setelah kamu datang, kusuruh mereka ngelindungin kamu.." kataku.

     "Makasih lho yank.. dalam keadaan kayak gitu kamu sempat mikirin aku.. "

     "Iya lah.. keselamatanmu itu yang terpenting buatku.."

      Dita tersenyum manis. "Mereka yang jagain aku itu ada berapa sih yank..?"

      "Sebenarnya cuma satu.. tapi kamu kan lagi kkn disini, jadi kutambahin sepuluh lagi.." kataku.

      "Sepuluh..?! Banyak banget..?!"

      "Sebelas kok.. biar kamu aman aja.. makanya kamu nggak pernah diganggu mereka, nggak ada yang berani gangguin kamu.."

      "Makasih sayang.."

      "Iya.. Abis ini kamu keburu-buru nggak..?" tanyaku.

      "Nggak sih.. mengajarnya kan udah selesai dan besok libur, emang kenapa..?"

    "Kita mampir di kantin dulu aja ya..? Mau nanya-nanya sama ibu kantin.." kataku.

     "Yaudah.. yuk.."


    Sengaja aku lewat pojokan tempat pohon jambu air itu berada, tapi genderuwo itu nggak ada disana. Dita bercerita lagi soal pohon jambu itu. Tapi nggak terdengar olehku karena perhatianku tertarik pada suatu benda di belakang pohon itu. Benda yang seharusnya tidak berada di sana.

     Sebuah mangkok kecil berisi air kembang, segelas kopi hitam dan sebatang dupa. Tadi waktu aku datang, aku nggak melihat benda-benda itu karena aku cuma melihat dari sudut pandang yang  tertutup batu-batuan dan batang pohon. Ada seseorang yang sengaja menaruh sesajen di bawah pohon jambu air itu.

    Kami lewati pohon jambu itu dan menuju ke kantin. Kulihat bapak tukang kebun sedang menyapu halaman depan kantin, sementara istrinya, yaitu ibu kantin sedang membereskan semua jajanan yang dijualnya. Kantin itu udah mau tutup karena murid-murid udah pada pulang. Aku dan Dita memesan es teh dan duduk di kursi depan kantin, dan aku memulai basa basi itu.

Quote:      "Ibu udah lama ya jadi ibu kantin di sekolah ini..?" tanya.

      "Ya lama sih nak.. udah 20 tahunan.."

      "Ibu ini asli penduduk sini..?" tanyaku.

      "Iya.. saya lahir di desa ini... sama bapak juga asli sini.."

      "Aku cuma pengen tau sejarah  bangunan SD ini, apa ibu mengetahuinya..?" tanyaku.

      "Saya kurang tau sih.. kalo menurut orang tua, sebelum saya lahir, sekolah ini udah ada.. kalo nggak salah SD ini dibangun setelah penjajahan jepang.."

      "Waah.. udah lama banget ya ternyata.." sahut Dita.

      "Terus ibu tau nggak dulunya tempat ini bekas apa sebelum dibangun SD ini..?" tanyaku.

      "Dulu SD ini adalah pemakaman umum nak.. jadi satu sama pemakaman di sebelah itu.."

      "Pemakaman? Sebelah SD ada pemakaman to yank..?" tanya Dita

     "Ada itu.. tapi jauh kok.." jawabku menenangkan Dita. "Jadi dulunya pemakaman itu luas banget ya bu..?" tanyaku.

     "Iya luas banget.. menurut cerita,dulu awalnya pemakaman ini digunakan untuk menguburkan korban penjajah belanda.. dan setelah itu ganti.penjajah jepang yang membunuhi penduduk, korbannya juga dimakamkan disini, setelah itu setiap penduduk desa yang meninggal akan dimakamkan disini. Dan setelah penjajah jepang nggak ada, kuburan di sekitar sini dipindahkan untuk dibangun sekolah ini.."

     "Terus kuburannya dipindah dimana bu..?" tanyaku.

     "Ya di pemakaman sebelah selatan itu nak.."

     "Oo gitu ya.. Pantesan aja.." kataku setengah nggak sadar.

     "Pantesan apanya yank..?" tanya Dita..

     "Eeh.. nggak kok.."

     Tau-tau bapak.tukang kebun itu udah ada di sebelahku, dia juga tertarik sama pembicaraan itu. Maka kutanya aja sekalian padanya. 

     "Selama bapak disini, pernah ada kejadian aneh nggak..?"

      "Woo kalo itu sering banget lah dek.."

      "Apa aja itu pak..?" tanyaku.

      "Kalo di malam-malam tertentu kayak terdengar suara jeritan-jeritan minta tolong gitu, kayak ada banyak orang yang lagi disiksa. Terus kalo malam, bapak sering  lihat tentara berbaris di lapangan. Terus bapak juga sering denger geraman di pohon jambu itu. Anak-anak yang lewat situ pasti jatuh kayak kesandung sesuatu gitu.. Terus ada juga suara tawa cekikikan serem banget gitu.. Kadang di kelas 5 itu terdengar suara-suara kayak meja kursi dipindahin gitu, tapi pas bapak kesana, nggak ada siapa-siapa, meja kursinya juga masih berada di tempat semula.."

      "Bapak kok betah kerja disini..?" tanya Dita.

      "Ya udah terbiasa aja dek.. niat bapak disini cuma kerja aja.. jadi nggak menggubris hal-hal aneh kayak gitu.. Bahkan guru-gurunya aja juga udah terbiasa kok.."

      "Bapak tau nggak siapa yang menaruh sesajen di pohon jambu itu..?"

     Wajah si bapak berubah, entah apa artinya. Dita melihatku dengan kebingungan.

     "Sesajen..? Emang ada ya yank..?"

     "Ada di bawah pohon tadi.." jawabku.

     "Bapak jujur aja.. tapi jangan dibilangin sama guru-guru ya... memang bapak yang menaruh sesajen itu.."

     Dita udah mau mendamprat si bapak, tapi kuberi isyarat agar diam.

     "Terus tujuannya apa pak..?" tanyaku.

     "Bapak itu cuma kasihan sama anak-anak, karena kalo ada yang lewat di sana pasti terjatuh begitu aja, mereka juga nggak berani ke toilet lewat di dekat pohon itu, jadi mereka pilih memutari sekolahan ini.. lalu bapak berinisiatif memberinya sesajen agar anak-anak nggak diganggu.."

      "Oo gitu ya.." kataku mulai paham. "Gini pak.. aya sedikit banyak aku tau hal-hal kayak gitu.. aku bisa melihat makhluk-makhluk itu.."

      "Benarkah..? Adek ini bisa melihat hantu..?"

      "Ya semacam.itulah pak.. Aku nggak bermaksud menggurui bapak atau gimana.. nggak ada maksud apa-apa.. menurutku niat bapak itu baik.. tapi caranya salah.." kataku.

.     "Salah gimana dek..?"

      "Kalo suatu tempat dikasih sesajen, maka makhluk halus akan semakin banyak yang datang.. mereka tertarik pada sesajen itu, mereka akan selalu datang  sekaligus bertujuan untuk menyesatkan manusia, menebar ketakutan hingga membuat manusia lebih takut pada mereka daripada ke Tuhan-nya.."

     Bapak itu terdiam berpikir. "Jadi kalo dikasih sesajen malah akan jadi tambah banyak ya.."

     "Iya pak.. dan sekali saja bapak nggak memberi sesajen, maka mereka akan mengamuk, mengganggu semua orang yang ada di sini.." kataku.

     "Terus sekarang gimana dek..?"

     "Ya bapak hentikan aja pemberian sesajen ini, nanti biar aku bantu mengusir mereka.." kataku.

     "Adek bisa mengusir mereka..?"

    "Insya Allah bisa pak.. tadi udah aku mulai dari toilet.. ada sosok pocong yang berhasil kuusir tadi.." kataku.

     "Eh.. iya bener.. bapak juga pernah ngelihat pocong di toilet. Mukanya serem banget, gosong kayak pantat wajan, sama banyak belatungnya.. hii.."

      "Makanya ntar coba tak bantuin buat mengusir semua makhluk pengganggu itu pak.."

     "Mbok tolong dek, usir aja mereka semua.. bapak itu cuma kasihan dan kuatir sama anak-anak.. takutnya mereka diganggu atau malah kesurupan juga.."

     "InsyaAllah ntar coba aku bantu ya pak.."


     Kami masih ngobrol ngalor ngidul dengan ibu dan bapak kantin, soal penampakan-penampakan yang lain, sampai ke kkn dan kuliah. Hingga akhirnya kantin itu mau ditutup, kamipun pamit. Dengan mengendarai mobil, aku dan Dita menuju rumah basecamp.

    Keadaan yang gawat di SD itu membuatku merasa tergugah, aku malah kuatir nanti murid-murid ikut diganggu juga. Baru satu jin berenergi kuat yang berhasil kumusnahkan, masih ada 2 lagi. Tadi sosok genderuwo itu nggak ada, sedangkan sosok kunti itu malah nggak terlihat dari awal aku kesini, mungkin ntar malam aja aku kesini lagi, saat mereka semua berada di sini.


bersambung…



131

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 88 lainnya memberi reputasi
89 0
89
Lihat 22 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 22 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:31
Suwun mbah apdetnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:33
Mantap ada lanjutan d bawahnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:39
yess makin pinisirin emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:46
Makasih updatenya Mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 17:51
Buka puasa sambil baca cerita..
Maturnuwun mbah.. emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:01
Mkash om ....emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:06
Padahal udah double update tapi kok kaya masih kurang banyak Mana besok mbahe libur,... emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:07
Kali ini gak ada dukun d desa terpencil

Ntr senin wayahe si monyet beraksi mbah,beraksi minta d hajar arya hehe
Diubah oleh rijalbegundal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:08
Jangan sampai si genderuwo ngadu ke dedemit yang ada di bukit itu, bisa perang besar lagi nih🤭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:18
Kayanya mas arya mau bersih2 lagi nih
Nggak sabar nunggu hari senin
Keliling lagi
emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:29
Maturnuwun mbah selalu konsisten updatenya🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:30
Tq gan updatenya btw kuntinya muncul hari senin kayaknya gan🤭🤭🙏🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
24-04-2021 18:40
Mbah ratu galuh kok ratau metu? emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 197 dari 260
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
you
Stories from the Heart
bulan-ksatria
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
gendis
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia