Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
15469
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f93fd65dbf764247a1f3c0d/hitamseason-2
   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.     Jadi TS cuma orang
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

icon-verified-thread
HITAM
Season 2


HITAM
Season 2



   Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

    Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

    Threat ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

    Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

    Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

   Selamat membaca…..


-----<<<{0}>>>-----



Prolog

    Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM.
Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

     Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

   Di thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

     Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

   Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

   Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

    Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

    Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

    Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

     Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita ini, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

    Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

    Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

   Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

   Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

   Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

    Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

    Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

    Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama..



HITAM
Season 2




HITAM
Season 2
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tet762 dan 211 lainnya memberi reputasi
204
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 195 dari 263
HITAM Season 2
23-04-2021 17:32
Absen dulu nunggu update
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 17:33
Monggo mbah sampun wekdalipun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 17:40
hari ini ga update wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 17:43
mudah2an tetep update hari ini, sakaw hehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 17:45
Mbah mulai pikun (ga update) emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 17:45
kaskus app. lagi gangguan ya? kok tulisannya kaskus overposting
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:19
Kaskus app overposting, jd gak bisa apdet nih si mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
HITAM Season 2
23-04-2021 18:23
Wayahe wayahee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:26
Mbah.. kaskus mpun normal ndang update njeih 🤭🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:26
fix no update hari ini ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:27
Dri tadi buka kaskus tulisan nya " kaskus overposting mulu dah. Alhmdulillah dh bisa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:28
Yah, gak ada update lg nih mbah???
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:35
Kaskus udah gak over posting......... Tp kok blm ada update....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:36
Masih buka puasa mbah? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:38
Tumben belom ada updateemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:39

Beruluk salam

     Aku sedang mengantar Dita ke desa tempat dia kkn, baru sampai di jalan masuk ke desa aja udah dapat gangguan dari banyak.jin, suasana desa itu benar-benar serem. Kami disambut kepala desa dan perangkat desa lainnya bahkan dijamu teh hangat dan makanan ringan juga. Lalu kami dipersilahkan menempati rumah kosong yang diperuntukkan bagi mahasiswa kkn. Salma dan Amrita udah pergi entah kemana.

   Sebenarnya aku mau langsung balik, tapi Dita melarangku dan memintaku menginap semalam di rumah itu juga. Aku tidur di kursi panjang ruang tamu. Dan saat semua sudah mulai istirahat, tinggal aku sendirian di ruang tamu itu. Energi-energi jin makin terasa kuat dari luar rumah, sepertinya para jin penghuni desa mulai berdatangan. Lalu Salma dan Amrita muncul, aku nggak nanya apapun pada mereka, biar mereka sendiri yang cerita.

Quote:    "Kami tadi abis berkeliling.. Ada tiga jin berenergi kuat di desa ini.." kata Salma.

    "Gitu ya.. Sebaiknya kita mengunjungi mereka buat ngomong soal keberadaan roro Saraswati.. aku nggak mau kalo ntar kita dianggap menantang mereka.." kataku.

    "Begitu juga bagus.." jawab Salma.

    "Amrita, bolehkah aku minta tolong kamu..?"

    "Tentu.. apa saja.." jawab Amrita.

    "Buat sementara kamu jagain Dita, aku mau mengajak Saraswati, akan kuperkenalkan dia pada sesepuh disini.."

     "Baiklah.."

      Tanpa ngomong apa-apa lagi, Amrita melayang ke arah kamar yang ditinggali Dita. .Tak lama kemudian gantian Roro Saraswati yang muncul melayang ke arahku.

    "Maukah kamu ikut berkeliling desa ini?" tanyaku.

    "Tapi Dita..?"

    "Udah ada Amrita yang jagain.. ntar masih kutambah dengan prajurit Pancalaksa juga kok.." kataku.

    "Baiklah.. emang mau kemana?"

    "Kita akan mengunjungi beberapa tetua disini, sekedar beruluk salam dan memperkenalkan dirimu, karena kamu akan lama berada di sini, dan aku nggak mau dianggap menantang mereka.." kataku

    "Aku nggak takut sama semua jin yang ada di sini..!"

    "Iya aku tau dan aku percaya kalo kamu mampu. Aku cuma nggak mau ada perseteruan. Kita cuma tamu disini, jadi lebih baik menghindari konflik dengan tuan rumah.. kamu paham maksudku..?" tanyaku.

    "Baiklah.. aku ngerti.."

    Lalu kupanggil Ekawadya, dalam sekejap dia telah berdiri di depanku.

     "Aku minta tolong buat mengamankan daerah sekitar rumah ini, juga menjaga ragaku, panggil prajuritmu secukupnya.. Fokuskan perlindungan pada Dita.."

     "Hamba mengerti raden..."

     "Nanti kalo ada apa-apa di rumah ini, segera hubungi aku.."

     "Baik raden.."


     Aku merebahkan diri di kursi panjang ruang tamu itu, dengan posisi rebahan, kuterapkan raga sukma. Dan sukmaku bersama Salma dan Roro Saraswati melayang ke atas menembus genteng rumah, terus membumbung ke atas sampai setinggi kira-kira 20 meter. Dari ketinggian ini bisa kulihat anakbuahnya Ekawadya telah mengelilingi rumah itu, jumlah mereka mencapai 50 prajurit!

    Dalam wujud sukma kayak gini bisa kulihat dengan lebih jelas kalo banyak jin yang berada di kampung itu.. Mereka berada di pohon-pohon dan juga di atas genteng rumah-rumah warga, energi mereka rata-rata lumayan kuat. Setiap ada jin yang mendekati rumah itu, segera dihalau oleh para prajurit itu.

     Salma melesat ke arah timur desa, dan kami segera mengikutinya. Melewati rumah-rumah penduduk dan kebun-kebun singkong, lalu sepetak sawah lumayan lebar tapi sangat panjang, dan sekitar 10 meter dari sawah itu ada sebuah kali kecil berair jernih, banyak pohon-pohon di sepanjang tepiannya. Lebar kali itu cuma 3 meteran. Kalo siang hari tentunya sangat teduh sekali. Salma terus melayang ke arah hulu, dan mendadak dia berhenti begitu saja.

    Dua puluh meter di depan kami ada sebuah pohon beringin sangat besar yang tumbuh di pinggir kali. Akar-akar pohon itu menjuntai banyak sekali dari setiap batangnya, membuat pohon itu terlihat sangat angker. Dan kurasakan energi hitam sangat kuat berasal dari pohon itu, tapi aku nggak ngelihat satu sosokpun.

     Salma melayang turun ke arah bawah  pohon itu dan kami mengikutinya. Dari jarak lima meter dari pohon itu, baru kusadari kalo ternyata pohon itu besar sekali. Energi  hitam berpendar makin kuat. Dan mendadak aja di depanku sudah berdiri sesosok orang tua, tepat di dekat batang pohon beringin itu.

       Penampilan sosok orang tua itu biasa banget, sangat mirip dengan penduduk desa. Dia memakai baju batik dan celana panjang gelap, entah apa warnanya karena tempat itu gelap. Kakek itu memakai peci alias kupluk, rambut di bagian samping tampak sudah memutih. Kalo ada penduduk desa melihatnya, pasti dikiranya dia adalah warga desa juga.

Quote:    "Dua jin hitam dan sukma manusia beraura putih ? Suatu perpaduan yang unik. Apa tujuan kalian datang kesini?! Kalo cuma berniat menggangguku, lebih baik kalian segera pergi sebelum aku marah!" aura hitam berpendar menyesakkan dada.

     "Maaf kek.. kami cuma mau mengucap salam dan memperkenalkan diri, sekaligus memberitahu kalo kami akan berada di desa ini untuk beberapa lama.." kataku.

      "Ternyata kau tau adat dan sopan santun juga. Lalu untuk apa kalian berada di desa ini..?"

      "Sebenarnya bukan kami sih kek.. cuma dia aja.." kataku sambil menunjuk ke Roro Saraswati. "Dia akan mendampingi seorang manusia yang punya kepentingan di desa ini. Nama dia adalah Roro Saraswati.."

      "Hmmm… Roro..? Pasti masih berhubungan dengan nyai Ratu Selatan.."

      "Benar kek.. aku adalah salah satu prajurit Ratu Selatan.." kata Saraswati.

      "Kami meminta sama kakek untuk tidak mengganggunya dan juga manusia yang didampinginya. Kami nggak bermaksud bikin onar ataupun menantang, cuma menjalankan tugas aja.." kataku.

     "Ratusan tahun aku bersemayam disini, dan aku tidak pernah sekalipun mengganggu manusia, aku tidak mau berhubungan dengan manusia.."

     "Kami cuma mau memberitahu pada kakek, karena kami menganggap kakek adalah tetua di sini…" kataku.

      "Bagus..! aku suka perilakumu, kau mengenal apa arti unggah-ungguh dan sopan santun pada orang tua.. kau dapatkan janjiku. Aku tidak akan mengusik salah satu anggota pasukan Roro dan manusia yang dijaganya.. kau bisa pegang kata-kataku!"

     "Terima kasih kek.. sekarang kami langsung pamit.."


     Sengaja aku nggak berlama-lama di tempat itu karena masih ada dua tempat kagi yang harus kukunjungi, padahal malam tambah larut. Salma melesat ke arah barat, dan kamipun mengikutinya, melewati sawah, kebun singkong, rumah-rumah penduduk, dan sampai di sebuah kolam. Jarak kolam itu dengan perumahan penduduk lumayan dekat. Cuma terpisah hutan jati budidaya selebar sekitar 100 meter.

     Kolam itu nggak bisa disebut sendang karena cuma kecil saja, panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 10 meter. Mungkin kolam itu untuk menampung mata air yang muncul dari dalam tanah. Di seputar tepian kolam diberi batu-batu besar sebagai pembatas, banyak pohon-pohon besar di sekeliling kolam

      Tepian kolam sebelah selatan ada kumpulan batu-batu sangat besar membentuk semacam bukit kecil setinggi kira-kira 4 meteran. Di sebelah utara kolam ada semacam saluran pembuangan kolam, dan ada 8 gubuk-gubuk berjajar, sepertinya gubuk itu digunakan untuk tempat pemandian warga. Sebelah barat kolam berbatasan dengan sawah luas.

   Semua pemandangan itu cuma terlihat samar saja karena malam sangat gelap dan aku masih harus menyalurkan energi ke mata agar bisa melihat lebih jelas. Tapi aku yakin kalo siang tentunya pemandangan disini cukup indah.

     Salma melayang menuju bukit batu sebelah selatan kolam. Ada energi lembut dan hangat tapi sangat kuat yang berasal dari bukit batu itu. Energi pemberian dari Amrita langsung bereaksi membentengi tubuhku. Dari situ aku tau kalo di dalam energi hangat itu ada energi dari ilmu pengasihan juga, benar-benar mengherankan.

    Lalu mendadak dari angkasa di atas bukit batu itu melayang turun sesosok perempuan sangat cantik, sosok itu turun perlahan dengan sangat anggun seperti dewi yang turun dari langit. Dia memakai semacam mahkota kecil di kepalanya, rambut panjang tergerai berwarna pink keunguan. 

       Sosok itu cuma mengenakan semacam kain panjang seperti selendang berwarna pink keunguan yang seakan cuma dililitkan di beberapa bagian tubuhnya yang penting aja. Hingga kulitnya yang putih mulus itu terlihat jelas seperti bersinar di kegelapan.




    Sosok perempuan itu mendarat di puncak bukit batu dengan kedua kaki terpentang lebar, dua tangan berkacak pinggang dan dada dibusungkan. Aura lembut dan hangat terasa makin kuat. Perempuan itu melihat kami satu persatu, lalu dia melayang turun perlahan dari puncak bukit batu dan mendarat di tanah sejauh lima meter di depan kami. 

     Makhluk berwujud perempuan cantik itu tersenyum manis ke arahku, Energi hangat langsung menyebar makin kuat, ini adalah jenis energi pelet dan peningkat birahi. Energi dari Amrita didalam tubuhku makin banyak terpancar dan membentengiku. Dalam hati aku mengeluh, lagi-lagi aku harus menghadapi jin tipe penggoda seperti ini. emoticon-Hammer (S) Tapi aku harus bicara dengannya.

     Salma masih tampak tenang aja karena dia tau aku bisa mengatasi segala jenis ilmu pelet. Tapi Roro Saraswati tampak bersiaga dan waspada. Kalo dilihat dari wajahnya yang tampak sangat muda, aku yakin  sosok perempuan itu akan marah kalo kupanggil nyai, maka akan aku panggil dia nini saja.

Quote:      "Maaf udah mengganggu ketenanganmu nini.. kami kesini cuma ingin memperkenalkan diri.. sekaligus meminta suatu hal.." kataku.

      "Apa yang ingin kau minta anak manusia? Kekayaan? Derajat? Atau ilmu kesaktian..?" 

     Suaranya terdengar merdu sekali, sangat cocok dengan wujudnya. Tapi aku tau didalam suaranya juga terpancar ilmu pengasihan, perempuan ini ingin menguasaiku!

     "Bukan hal semacam itu nini.. kami minta ijin untuk tinggal sementara di desa ini.." kataku.

     "Lalu kenapa kau meminta ijin padaku..?"

     "Karena aku memandang nini sebagai salah satu penguasa di desa ini, dan kami ini cuma tamu, jadi harus beruluk salam dari tuan rumah.." jawabku.

       Sosok perempuan itu tertawa berderai sangat merdu. "Kau punya sopan santun juga rupanya. Tutur katamu halus seperti bahasa dalam keraton. Keturunan kerajaan mana kau ini wahai anak manusia?"

     "Kalo itu aku kurang tau nini.. Ada satu lagi yang harus kukatakan, sebenarnya bukan kami yang akan tinggal disini, tapi dia…" kataku sambil menunjuk roro Saraswati. "Namanya adalah Roro Saraswati.. Dia dan manusia yang didampinginya akan tinggal disini sementara waktu, jadi aku meminta nini agar tidak mengganggu mereka.. maukah nini meluluskan permintaanku?"

      "Aku bisa meluluskan permintaanmu, tapi aku punya satu syarat.."

      "Dan syarat apakah itu..?" tanyaku.

      "Kau harus menginap semalam di kediamanku dan menemaniku, kalo kau mau, maka aku akan mengijinkan dia tinggal sementara di desa ini."

     Aku melenggak kaget, nggak menyangka akan ada syarat seperti itu. Salma langsung maju, aura hitam berpendar sangat kuat, menindih aura hangat dari sosok perempuan itu.

     "Lebih baik kita bertempur sampai salah satu dari kita musnah!" bentak Salma.

     Kembali sosok perempuan itu tertawa berderai. "Tenanglah.. aku cuma menggodanya.. Tidak ada yang berani mengusik pasukan Roro, salah satu pasukan nyai Ratu Selatan. Dan akupun juga tidak mau mengusiknya. Jadi kau kuijinkan tinggal sementara di desa ini.."

     "Terima kasih atas kebaikan nini.." kataku.

     Sosok perempuan itu tersenyum sangat manis. "Tapi aku punya satu permintaan juga… aku ingin mengenalmu, siapa namamu anak manusia?"

     "Apakah itu perlu nini..?" tanyaku.

    "Aku tau kau memiliki beberapa energi sangat kuat dan juga ilmu-ilmu yang dahsyat meskipun kau sengaja menyembunyikannya. Sudah sejak tadi aku telah menggempurmu dengan ilmu-ilmu pengasihanku, tapi tampaknya kau tidak terpengaruh sama sekali, padahal manusia lain tentu sudah bertekuk lutut di hadapanku.  Jadi aku ingin mengenal manusia yang telah mematahkan ilmu pengasihanku.."

    Aku menoleh ke Salma untuk minta pendapat, tapi dia cuma angkat bahu saja. "Baiklah.. namaku Arya nini.. tapi aku nggak akan berada disini besok.. mungkin kelak aku akan kesini lagi.."

    "Baiklah Arya.. aku senang berkenalan dengan manusia hebat tapi tetap rendah hati sepertimu.."

    "Kami mohon pamit sekarang nini.. sekali lagi terima kasih.." kataku.

    "Tunggu dulu.. tentang syaratku tadi, sekarang kuubah jadi tawaran, dan itu masih berlaku.. datanglah kemari kalau kau tertarik dengan tawaran itu.."


     Sehabis ngomong gitu, makhluk itu membumbung tinggi ke atas dengan anggun sambil perdengarkan tawa merdunya, tawa yang dilambari ajian pengasihan tingkat tinggi yang bisa membuat laki-laki bertekuk lutut jadi budaknya. Dan aku malah merinding karena teringat tawarannya tadi. Sosok perempuan itu menghilang di ketinggian, bagai ditelan langit malam.

    Suasana sangat sepi, cuma hembusan angin dan suara serangga malam yang terdengar. Aku menghembuskan napas lega, dua penguasa sudah kutemui, dan semua berjalan lancar. Tinggal satu lagi penguasa, moga aja lancar juga tanpa perlu bentrokan.

Quote:    "Kamu jangan pernah bilang iya dengan tawaran semacam itu, sekali saja kamu bilang iya, maka hancurlah hidupmu.." kata Roro Saraswati.

    "Iya aku tau.. tapi makasih lah buat peringatannya.." jawabku.

    "Makhluk tadi adalah sebangsa peri yang suka menjerumuskan manusia dengan nafsu birahi.." kata Salma.

    "Beneran..?! Pantesan auranya kok beda gitu.."


     Tanpa memikirkannya lebih lanjut, kamipun melesat meninggalkan mata air itu. Salma memimpin di depan, menuju ke sebelah selatan desa. Melewati rumah terakhir, sepetak sawah yang lumayan lebar, lalu sampailah kami di sebuah bukit yang ditumbuhi pohon-pohon besar dan lebat mulai dari puncak hingga ke kaki. Sepertinya bukit ini adalah batas selatan dari desa itu. 


Lanjut bawah gaess..
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 81 lainnya memberi reputasi
82 0
82
HITAM Season 2
23-04-2021 18:40

Lanjutan

     Ada suatu aura hitam kuat berasal dari bukit itu. Dan kulihat ratusan sisik kera berbulu hitam memenuhi bukit, mereka bergelantungan di atas pepohonan, atau bertengger di puncaknya, hampir di setiap pohon ada makhluk berwujud kera. Ukurannya bermacam-macam, mulai dari sebesar kucing sampai sebesar gorilla dengan tinggi dua meter, dan kesemuanya beraura hitam.

     Tapi masih ada energi terbesar lainnya yang berasal dari puncak bukit, mungkin energi ini berasal dari pemimpinnya. Kami melayang di atas pepohonan menuju puncak. Ratusan sosok kera itu memperhatikan kami dengan sikap nggak bersahabat, sepertinya mereka emang jin yang agresif. Tapi kami butuh bicara dengan pemimpinnya.

     Baru saja mencapai puncak bukit, kami dihadang oleh 4 sosok kera berbulu hitam setinggi rata-rata 2 meteran, memiliki taring-taring yang besar dan panjang, cakar panjang dan runcing, juga mata yang merah menyala, mirip dengan genderuwo. Tampang mereka sangatlah seram, sama sekali nggak mirip dengan kera manapun di dunia.  Empat sosok kera itu mengambang di udara di depan kami, kudengar geraman mengintimidasi juga.

Quote:    "Kami ingin bicara dengan pemimpin kalian!" teriakku.

     "Lancang sekali kau manusia! Bahkan kau tidak diijinkan memasuki wilayah ini, tapi kau malah dengan seenaknya mau bertemu dengan pemimpin?!" teriak salah satu sosok kera itu.

     "Aku kesini secara baik-baik, mau bicara baik-baik juga!" jawabku.

     "Kami tidak peduli kepentinganmu, yang jelas kau telah melanggar wilayah kami!"


      Sosok kera yang bicara itu pukulkan tangannya ke depan, selarik sinar panjang berwarna merah menyala melesat ke arah kami disertai suara seperti peluit yang melengking menyakitkan telinga. Salma kibaskan tangannya, dan muncul sabit cahaya biru kecil-kecil sangat banyak memapaki sinar merah itu.

     Tar..! Tar..! Tar..! Duaar..! Blegaarrr…!

     Terdengar serentetan letupan-letupan dan akhirnya  ditutup dengan ledakan dahsyat. Empat sosok kera itu terpelanting ke segala arah. Lalu kudengar raungan sangat keras dari puncak bukit di bawah kami, sebuah raungan mengerikan yang mendirikan bulu kuduk. Ada suatu energi kuat yang berpendar dan melesat ke arah kami, dan mendadak aja di depan kami telah ada satu sosok makhluk yang dahsyat wujudnya.

     Makhluk itu  berbulu hitam dan putih, panjang dan lebat di seluruh tubuhnya, tingginya mungkin mencapai 4 meteran, bermoncong panjang dengan taring-taring besar dan cakar panjang dan runcing. Dan yang paling aneh adalah, matanya cuma satu di tengah-tengah dan nggak memiliki hidung!


HITAM
Season 2
Ilustrasi Penguasa bukit


     Entah apa namanya makhluk itu, seperti semacam makhluk perpaduan antara gorila, babun, serigala, harimau dan manusia. Tapi tingkah lakunya mirip dengan kera, tubuhnya bungkuk dan dua tangan juga digunakan untuk berjalan, dan nggak bisa berjalan dengan tegak. Makhluk itu menggeram keras, dari ubun-ubunnya keluar semacam asap putih, pertanda kalo dia sedang diliputi kemarahan besar.

Quote:    "Makhluk mana yang berani bikin onar disini?! Cepat menghadap kesini! Akan kucincang jadi serpihan daging!" bentak makhluk itu, suaranya besar, berat dan menggelegar.

     "Kami tidak bermaksud bikin onar! Kami datang secara baik-baik! Tapi anak buahmu malah menyerang kami!" teriakku.

     "Kalian telah melanggar daerah kekuasaanku!"

     "Kami memang mau bicara denganmu! Jadi tentu saja kami harus datang ke daerah kekuasaanmu ini! Beginikah caramu menyambut tamu?! Apa kau nggak punya tata krama?!" kataku.

     "Kami nggak peduli tata krama! Sekarang sebutkan tujuanmu sebelum aku membunuh kalian!"

    "Aku memandang kau sebagai salah satu penguasa desa ini! Aku masih menghargaimu, jadi aku datang kesini untuk beruluk salam dan meminta ijin!" kataku.

   Makhluk raksasa itu terdiam berpikir, lalu asap dari ubun-ubunnya berhenti mengepul. "Apa maksudmu dengan meminta ijin itu?!"

     "Salah satu dari kami akan tinggal sementara di desa ini, dia sedang menjaga dan menjadi pendamping seorang anak manusia yang juga berada disini. Kuharap kau mengijinkan tidak mengganggunya.." kataku.

     "Apa tujuannya tinggal disini..?"

     "Manusia yang didampinginya ada kepentingan disini, jadi dia juga akan berada di sini, tujuannya cuma untuk melindungi manusia itu. Satu hal yang perlu kau ketahui.. Dia bernama Roro Saraswati, jadi dia adalah anggota pasukan Roro! Kau tentu tau apa artinya!" kataku.

    Sosok raksasa itu tampak terkejut, lalu dia terdiam berpikir lagi. "Aku tau siapa itu pasukan Roro.. Aku tidak akan mengusik dia dan manusia yang dijaganya,  dia boleh tinggal sementara di desa itu! Tapi setelah urusannya selesai, dia harus segera pergi dari sini!"

    "Tentu saja! Buat apa berlama-lama disini kali urusan sudah selesai?!" jawabku. "Kupegang kata-katamu… kami masih memandang padamu sebagai penguasa disini, makanya kami masih meminta ijin. Dan kalo kau melanggar kata-katamu sendiri, aku nggak bisa menjamin apa yang terjadi dengan bukit ini.."

     Makhluk itu tertawa mengejek. "Memangnya kau bisa apa?! Manusia kerdil?!"

     "Bukan aku, tapi pasukan Roro! Aku memang nggak bisa apa-apa!" kataku.


      Saat omonganku selesai, kukerahkan seluruh tenaga dalam hingga auraku keluar, energi tiga warna terpancar dari tubuhku. Salma juga ikut keluarkan energi sejatinya, energi hitam pekat yang bikin dada sesak dan tulang ngilu. Makhluk itu terkejut hingga berjingkat mundur. Tanpa memperdulikannya dan tanpa pamit, aku melesat pergi dari bukit itu, diikuti Salma dan Roro Saraswati.

     Sampai di rumah tempatku menginap, suasana masih aman, 50 anak buah Ekawadya masih berada disekitar rumah, meskipun banyak sekali jin di desa itu, tapi nggak ada yang berani mendekati rumah yang kutinggali itu. Aku melesat turun menembus genteng rumah. Ternyata Ekawadya juga masih ikut menjaga ragaku. Maka aku segera masuk ke ragaku.

     Ekawadya bersikeras akan tetap disini menjagaku. Kuiyain aja biar tidurku bisa nyenyak. Kulihat jam menunjuk di angka setengah tiga pagi. Tubuhku terasa sakit semua, energiku seperti terkuras habis, dan aku langsung tertidur karena kelelahan.

      Pagi hari aku tebangun oleh sentuhan di bibirku, kubuka mata dan kudapati wajah Dita berada sangat dekat dengan wajahku, lengkap dengan senyum manisnya. Aku yakin dia tadi telah memagut bibirku. Aku langsung terbangun dan celingukan, takut kalo ada orang yang melihat kami, tapi Dita malah ketawa ceria. Kulihat jam dinding menunjuk di angka 8 pagi! Aku nggak subuhan tadi! emoticon-Hammer (S)

Quote:    "Met pagi sayang.. bangun donk.."

     "Tadi kalo ada yang ngeliat gimana coba..?" tanyaku.

     "Nggak ada orang kok.. pada di rumahnya pak kades.."

     "Kok kamu nggak ikut kesana..?" tanyaku.

     "Tadi juga dari sana, tapi aku balik lagi buat bangunin kamu.. aku malah jadi kasihan sama kamu, tidurnya di kursi panjang gini.. maaf ya sayang.."

     "Nggak papa kok.. kamu tenang aja.." jawabku. "Kamu udah sarapan..?"

     "Udah tadi.. kamu sarapan dulu sebelum balik ya..? Tadi udah tak masakin, mie instan sama kornet.. hehe.." Dita nyengir.

     "Nggak papa.. apapun yang kamu masak pasti aku makan kok.."

    "Iya tau.." kata Dita sambil tersenyum manis.


     Segera aku beranjak ke kamar mandi, cuma cuci muka dan gosok gigi. Ada suatu hal yang aneh, kamar mandinya nggak ada wc nya! Nggak kebayang kemana buang air besar nya. emoticon-Hammer (S) Selesai dari kamar mandi, aku sarapan di dapur ditemani Dita. 

     Selesai makan, kutungguin Dita mencuci piring. Aku berencana mau balik pagi itu juga, siapa tau waktunya masih cukup buat kuliah terakhir. Aku kesitu nggak membawa apa-apa, jadi nggak ada yang perlu dipersiapkan, cuma membawa tas ransel kosong tempat snack buat Dita kemarin. Baru mau beranjak ke ruang tamu, Dita udah menarikku dan memelukku erat, dia memagut bibirku lama sekali sampai dia kehabisan napas sendiri.

Quote:    "Aku pasti kangen banget sama kamu deh yank..."

    "Kan masih bisa chat dan telepon to.." kataku.

    "Nggak seru kalo cuma telepon.."

    "Yaudah kalo gitu tiap weekend aku kesini aja.."

    "Beneran..?" matanya berbinar indah.

    "Iya beneran.." kataku.

    "Yaayy.. makasih sayang.." sekali lagi dia memelukku dan memagut bibirku.

    "Bentar ya sayang.. aku mau ngomong sama Roro Saraswati.." kataku.

    "Emang dia dimana..?"

    "Dia nggak pernah jauh darimu kok.." jawabku.

    "Aku jadi tenang kalo ada yang jagain terus.."

    Lalu aku berpaling ke Saraswati. "Aku minta tolong ya.. kamu jagain Dita sebaik-baiknya, fokus cuma menjaga dia.. yang lain nggak usah kamu pedulikan.."

    "Emang itu udah jadi tugasku kan.." jawab Saraswati.

    "Aku juga menempatkan 10 prajurit disini buat mendukungmu, dan kalo nanti ada apa-apa, aku bisa langsung tau.. Nggak papa kan..?" tanyaku.

     "Iya nggak papa, makin banyak yang menjaga makin bagus.."

     "Baiklah.. aku pulang sekarang.." lalu aku menarik tangan Dita. "Yuk..?"

     "Katanya mau ngomong..?" tanya Dita.

     "Lah.. kamu udah tadi..?" jawabku.

     "Kapan..? Orang kamu dari tadi cuma diem aja gitu kok.."

     "Emang gitu caranya kok.." kataku.

     "Haduh.. pacarku ini emang beneran aneh banget deh.." kata Dita sambil geleng kepala.

    Kudelikkan mata padanya, tapi malah membuatnya ketawa ngakak.


     Kami jalan keluar dari rumah itu, Dita menggandeng tanganku dengan erat. Baru sampai di pintu, kami berpapasan dengan ketua kelompok, mukanya udah butek kayak comberan karena ngelihat kami bergandengan tangan. Kuminta Dita untuk.keluar dulu karena aku mau ngomong sama ketua kelompok itu.

Quote:    "Bro.. gue minta tolong buat jagain Dita selama disini ya..?" kataku.

    "Emangnya lu siapa main perintah seenaknya?!"

    Aku terkejut melihat responnya, tapi keterkejutan itu berubah jadi rasa dongkol.

   "Elu nggak denger ya..? Gue minta tolong! Nggak merintah! Lagian lu itu ketua kelompok kan?! Udah jadi kewajiban lu buat mimpin dan ngejaga anggota lu!"


     Si ketua nggak bisa ngejawab, cuma menatap tajam ke arahku. Kutinggalin aja dia daripada bikin tambah emosi. Bener-bener monyet sialan, nggak bisa diajak omong baik-baik. Aku menyusul Dita di halaman rumah, udah ada Erin disana lagi.ngobrol sama Dita, malah kebetulan, aku mau minta nomornya sekalian.

Quote:    "Tadi kamu ngapain sama ketua yank..?" 

     "Orang aku  cuma minta tolong malah dikira merintah.. bener-bener aneh itu orang.." kataku.

     "Udah nggak usah nggubris dia lah.."

     "Kamu ati-ati sama dia ya yank.. kayaknya dia suka modusin cewek-cewek gitu.." kataku.

     "Bukan kayaknya lagi Ndra.." sahut Erin. "Tapi dia emang suka modusin.. gue aja pernah dimodusin.. Dita tuh yang sering.. jangan-jangan dia ntar kecantol sama ketua lagi.. haha.."

     "Enak aja.. gue udah punya cowok terbaik sedunia.. jadi modus apapun nggak bakalan mempan sama gue.." jawab Dita.

    "Iya deh.. pacar sendiri emang harus dipuji dan dibanggain.. hihi.." sahut Erin.

     Aku menengahi debat mereka. "Oiya Rin.. boleh nggak minta nomormu?" 

     "Buat apa..?"

     "Ya buat jaga-jaga, kalo seandainya nomornya Dita nggak bisa dihubungi, setidaknya gue punya kontak lain yang bisa dihubungi disini.." jawabku.

     "Eh.. iya bener.. bener.. kali gitu gue minta nomermu sekalian ya Ndra.." lalu kami tukeran nomer. "Elu mau balik sekarang Ndra..?"

     "Iya.. mumpung masih pagi.." jawabku.

     "Makasih ya buat tumpangan kemarin.." 

     "Santai aja.. gue malam mau minta tolong sama kamu." aku mendekat dan berbisik. "Gue titip Dita.. soalnya dia suka ngamuk-ngamuk nggak jelas gitu.. hehe.."

    "Oke.. oke.. gue paham kok.. Elu hati-hati dijalan.."

    "Siip.. makasih lah.." kataku sambil acungkan jempol.


    Ternyata dia malah udah paham, berarti termasuk temen deketnya Dita juga dia. Erin terusin langkah menuju ke rumah tempat kami menginap, rumah itu udah jadi semacam basecamp buat mahasiswa yang kkn. Aku beranjak menuju ke mobilku diiringi oleh Dita, dan dia menggenggam erat tanganku lagi. Saat aku masuk ke mobil, Dita malah ikut masuk ke mobil juga.

Quote:    "Lah? Mau pulang lagi ya..?"

     Dita nyengir. "Enggak lah.. kamu tadi ngomong apa sama Erin..?"

    "Cuma nitip kamu ke dia.. sama kayak yang aku omongin ke ketua tadi.."

    "Halah.. kalo kamu ngomong sama ketua, ntar ujungnya pasti berantem deh. " Dita menggenggam erat tanganku." Sebenernya aku pengennya kamu tetap disini aja yank.."

     "Yo nggak bisa sayang.. kan aku udah janji tiap weekend akan kesini.." kataku.

     "Yaudah kalo gitu.. "


     Wajah Dita tampak sedih, maka kurengkuh dia dalam pelukanku, kupagut bibirnya dan untuk sesaat matanya membesar karena kaget, tapi kemudian dia balas memagutku. Aku emang jarang menciumnya duluan, biasanya Dita lah yang memulai. Setelah adegan itu Dita baru bisa tersenyum lagi. Dia beranjak keluar dari mobil, lalu melambaikan tangannya ke arahku.

     Jam 9 pagi mobilku mulai beranjak meninggalkan desa itu. Kembali menyusuri jalan beton yang rusak di sana sini, hingga akhirnya sampai di jalan raya. Kuinjak pedal gas dalam-dalam, langsung menuju ke kotaku. Moga semua berjalan lancar, moga para penguasa itu menepati janjinya selama satu setengah bulan ke depan. Aku nggak kuatir soall gangguan gaib, karena udah ada Roro Saraswati dan 10 anak buah Ekawadya. Yang mengkhawatirkan malah sikap si monyet ketua kelompok itu. Moga Dita baik-baik aja disana...


bersambung…



130

Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 91 lainnya memberi reputasi
92 0
92
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:40
Pertamax
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
HITAM Season 2
23-04-2021 18:42
Suwun mbah apdetnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HITAM Season 2
23-04-2021 18:48
Mantap mbah emoticon-thumbsup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 195 dari 263
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
illusi
Stories from the Heart
inilah-jalan-spiritualku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
harta-tahta-peternakan-buaya
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia