News
Batal
KATEGORI
link has been copied
27
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60743dfdfb232f23270e1d65/korban-ganasnya-pendeta-cabul-bertambah-total-7-siswi-sd-yang-dirudapaksa-di-sekolah
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komnas Perlindungan Anak menyebutkan ada 7 siswi sekolah dasar yang menjadi korban keganasan oknum pendeta dan kepsek BS di SD Swasta di Medan Selayang. Arist Merdeka Sirait menyebutkan awal mula kasus ini terjadi saat pihaknya menerima laporan dari orangtua korban pada 9 April 2021 lalu melaporkan adanya percabulan ke kantornya. "Jadi awalnya ada dua orang tua
Lapor Hansip
12-04-2021 19:33

Korban Ganasnya Pendeta Cabul Bertambah, Total 7 Siswi SD yang Dirudapaksa di Sekolah


TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komnas Perlindungan Anak menyebutkan ada 7 siswi sekolah dasar yang menjadi korban keganasan oknum pendeta dan kepsek BS di SD Swasta di Medan Selayang.

Arist Merdeka Sirait menyebutkan awal mula kasus ini terjadi saat pihaknya menerima laporan dari orangtua korban pada 9 April 2021 lalu melaporkan adanya percabulan ke kantornya.

"Jadi awalnya ada dua orang tua datang pada hari Jumat lalu mengabarkan peristiwa pencabulan ini. Dan menyampaikan dokumen-dokumen. Sebenarnya ada tujuh korban," ungkapnya kepada tribunmedan.com, Senin (12/4/2021).

Namun, Arist menyebutkan bahwa dari ketujuh korban tersebut ada 6 keluarga yang melakukan perdamaian dengan pendeta yang juga kepala sekolah dimana para korban bersekolah.

"Tapi ada enam keluarga melakukan upaya perdamaian, terus saya tanya siapa pelakunya, ada seorang kepala sekolah dan berprofesi juga sebagai pendeta berinisial BS," beber Arist.

Dari ketujuh korban tersebut ada satu orangtua anak yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumut.

Namun, ia menegaskan bahwa dari 6 keluarga anak yang sudah berdamai tersebut bisa dijadikan saksi karena tidak mungkin ada perdamaian kalau tidak ada masalah.

"Satu sudah malapor ke Renakta Poldasu, tapi ada dokumen yang disampaikan kepada saya. Ada 6 lagi melakukan perdamaian saya sampaikan itu juga bisa jadi saksi. Kenapa mungkin bisa ada perdamaian kalau tidak ada persoalan," tegasnya.

Arist menyebutkan bahwa dari keterangan orang tua korban anak berumur 13 tahun tersebut, kepala sekolah tersebut sudah merusak kemaluan anak.

Quote:
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komnas Perlindungan Anak menyebutkan ada 7 siswi sekolah dasar yang menjadi korban keganasan oknum pendeta dan kepsek BS di SD Swasta di Medan Selayang.

Arist Merdeka Sirait menyebutkan awal mula kasus ini terjadi saat pihaknya menerima laporan dari orangtua korban pada 9 April 2021 lalu melaporkan adanya percabulan ke kantornya.

"Jadi awalnya ada dua orang tua datang pada hari Jumat lalu mengabarkan peristiwa pencabulan ini. Dan menyampaikan dokumen-dokumen. Sebenarnya ada tujuh korban," ungkapnya kepada tribunmedan.com, Senin (12/4/2021).

Namun, Arist menyebutkan bahwa dari ketujuh korban tersebut ada 6 keluarga yang melakukan perdamaian dengan pendeta yang juga kepala sekolah dimana para korban bersekolah.

"Tapi ada enam keluarga melakukan upaya perdamaian, terus saya tanya siapa pelakunya, ada seorang kepala sekolah dan berprofesi juga sebagai pendeta berinisial BS," beber Arist.

Dari ketujuh korban tersebut ada satu orangtua anak yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumut.

Namun, ia menegaskan bahwa dari 6 keluarga anak yang sudah berdamai tersebut bisa dijadikan saksi karena tidak mungkin ada perdamaian kalau tidak ada masalah.

"Satu sudah malapor ke Renakta Poldasu, tapi ada dokumen yang disampaikan kepada saya. Ada 6 lagi melakukan perdamaian saya sampaikan itu juga bisa jadi saksi. Kenapa mungkin bisa ada perdamaian kalau tidak ada persoalan," tegasnya.

Arist menyebutkan bahwa dari keterangan orang tua korban anak berumur 13 tahun tersebut, kepala sekolah tersebut sudah merusak kemaluan anaknya.

Bujuk Korban Pakai Ayat

Ketua Komite Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menjelaskan selain menjabat kepala sekolah pelaku pencabulan ternyata berprofesi sebagai pendeta.

"Itu profesinya pendeta kita tahu dari keluarga korban bahwa dia selain dia kepala sekolah tetapi dia juga seorang pendeta di salah satu gereja di Medan," bebernya kepada tribunmedan.com, Senin (12/4/2021).

Yang lebih menyeramkan, Arist menyebutkan menyebutkan bahwa pelaku menggunakan modus ayat kitab suci untuk membujuk rayu para pelaku.

"Pelaku selalu menggunakan kitab suci untuk merayu dan bujuk rayunya lewat pendekatan-pendekatan ayat di kitab suci dan sebagainya," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dirinya akan menyurati Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut untuk segera menahan pelaku kejahatan kemanusiaan ini.

"Saya hari ini saya mengirimkan surat kepada Renakta Polda Sumut untuk atensi terhadap laporan dua masyarakat dan karena ini kejahatan kemanusiaan dan kejahatan luar biasa tidak ada alasan polisi untuk tidak segera menangkap pendeta itu," bebernya.

Sudah Diketahui Guru Sekolah

Para guru di tempat kepala sekolah BS yang dilaporkan kasus rudapaksa siswi sudah mendengar kabar terkait isu kasus percabulan.

Saat ditemui tribunmedan.com, Senin (12/4/2021) sejumlah guru tampak hadir di sekolah yang berada di Jalan Bunga Terompet, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang.

Salah seorang guru saat ditanyai di pintu masuk sekolah menyebutkan dirinya sudah mendengar kabar terkait kasus percabulan tersebut.


Kami sudah dengar-dengar juga sih, isunya udah ramai. Tapi enggak tahu pasti bener apa enggak," cetus guru yang memakai baju olahraga tersebut.

Saat ditanyai keberadaan kepala sekolah berinisal BS tersebut para guru tersebut serempak menjawab tidak ada di tempat. "Tidak ada di tempat," cetusnya.

Mereka mengarahkan untuk menghubungi nomor yang tercantum di papan sekolah yang ada di depan pagar sekolah.

Saat dihubungi dua nomor yang tercantum di plang sekolah tidak dapat dihubungi.

Di lokasi tersebut tampak tidak ada aktivitas belajar mengajar, hanya ada beberapa guru yang lalu lintang masuk dan keluar dari gerbang sekolah.

Serta spanduk dari Kepala Sekolah SD berinisal BS tersebut dan Kepala Sekolah TK yang mengajak untuk mematuhi prokes 5M.

BS dilaporkan ke Polda Sumut telah melakukan perbuatan cabul terhadap sejumlah murid SD di bawah umur di salah satu Sekolah Dasar swasta di Medan Selayang.


Oknum kepsek berinisial BS dilaporkan keluarga korban/pelapor NS (40) ke Polda Sumut pada 1 April 2021 dengan Laporan Polisi Nomor: STTLP/640/IV/2021/SUMUT/SPKT I.

Dalam Laporan Polisi yang diterima tribunmedan.com, bahwa pelapor berinisial NS warga Kelurahan Babura Medan Sunggal telah melaporkan tentang peristiwa tindak pidana melakukan perbuatan cabul terhadap anak yang terjadi sejak tahun 2018 sampai dengan bulan Februari 2020 di Sekolah di Jalan Bunga Terompet, Kecamatan Medan Selayang Medan.

Pelapor atas nama NS dan terlapor atas nama berinisal BS sesuai Laporan Polisi nomor: STTLP/640/IV/2021/SUMUT/SPKT I.

Ditandatangani kepala SPKT Polda Sumut AKBP Benma Sembiring dan pelapor NS.


Saat dikonfirmasi, Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyebutkan bahwa selanjutnya terkait kasus tersebut pihak penyidik Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Subdit Renakta) akan melakukan pemeriksaan.

"Kalau LPnya sudah diterima, tentu akan kita tindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi dan bukti-bukti yang sudah diajukan ke ke penyidiknya," ungkapnya kepada tribunmeda.com, Senin (12/4/2021).

Senada, Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Simon Sinulingga menyebutkan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Lagi proses lidik," cetusnya.

Informasi yang dihimpun tribunmedan.com, Kejadian percabulan yang diduga dilakukan oknum Kepsek BS ini terjadi di ruang kerja kepala sekolah.

Dimana modusnya adalah saat pelajaran Agama, tersangka memanggil korban anak 13 tahun tersebut ke ruangannya.

Lalu pelaku kemudian menutup mata korban dengan alasan mau diajari menari.

Dalam kondisi mata tertutup, BS menggerayangi dada korban, kemudian pelaku juga mendudukkan korban di pangkuan pelaku dan dicabuli.





Tribunnews


Gila....belum cukup pendeta ini dapat jatah preman 10 persen per kepala, 7 siswi sekolah dasar diminta persembahan keperawanan pula. Alamaaak biadab emoticon-Bata (S)



Apakah dapat redeem voucer autodebus seperti kata pak BTP ???
Diubah oleh vaklentine
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan 10 lainnya memberi reputasi
7
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 2
Korban Ganasnya Pendeta Cabul Bertambah, Total 7 Siswi SD yang Dirudapaksa di Sekolah
13-04-2021 04:19
Dasar setan!
profile-picture
Sadhunter memberi reputasi
1 0
1
Korban Ganasnya Pendeta Cabul Bertambah, Total 7 Siswi SD yang Dirudapaksa di Sekolah
13-04-2021 04:39
Ini lah kenapa lebih baik sekolah dr rumah aja.
Gw juga udaj gak percaya ama moral para pengajar saat ini. Pasti ada aja oknum.
profile-picture
Sadhunter memberi reputasi
1 0
1
Korban Ganasnya Pendeta Cabul Bertambah, Total 7 Siswi SD yang Dirudapaksa di Sekolah
13-04-2021 06:33
Prihatin nih mendengarnya...kasihan masa depan anak-anak tersebut.....
profile-picture
Sadhunter memberi reputasi
1 0
1
Korban Ganasnya Pendeta Cabul Bertambah, Total 7 Siswi SD yang Dirudapaksa di Sekolah
13-04-2021 08:37
akhirnya tercounter juga kasus2 guru ngaji
dengan kasus ini emoticon-Big Grin
profile-picture
Sadhunter memberi reputasi
1 0
1
Korban Ganasnya Pendeta Cabul Bertambah, Total 7 Siswi SD yang Dirudapaksa di Sekolah
17-04-2021 00:05
wow hell you yeah
dasar pendeta cabul kodrun
0 0
0
Halaman 2 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia