Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
10
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/603f52dbaa96457ab3592305/kak-kenapa-tuhan-tidak-kelihatan
ini haya opini pribadi yang di ambil berdasarkan kisah saya Kak, kenapa Tuhan tidak kelihatan? Pernah kah anda mendapatkan sebuah pertanyaan serupa dengan judul yang saya cantumkan di atas? Jika iya, bagaimana kah anda akan menjawab pertanyaan tersebut jika yang mengajukannya adalah seorang anak berusia delapan tahun? Saya adalah seorang guru di sebuah TPA yang di peruntukan bagi anak-anak kurang
Lapor Hansip
03-03-2021 16:11

Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?

icon-verified-thread
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?

Quote:ini haya opini pribadi yang di ambil berdasarkan kisah saya




Kak, kenapa Tuhan tidak kelihatan?

Pernah kah anda mendapatkan sebuah pertanyaan serupa dengan judul yang saya cantumkan di atas? Jika iya, bagaimana kah anda akan menjawab pertanyaan tersebut jika yang mengajukannya adalah seorang anak berusia delapan tahun?

Saya adalah seorang guru di sebuah TPA yang di peruntukan bagi anak-anak kurang mampu, setiap hari saya mengajarkan mereka cara membaca Al-Quran dan sedikit materi mengenai agama. Suatu hari seorang murid perempuan mengajukan sebuah pertanyaan kepada saya.

" Kak, kenapa Allah enggak kelihatan? "

Pertanyaan tersebut jelas membuat saya bingung, karena bagaimanapun diri ini bukan lah seorang pakar agama yang memahami banyak hadist sehingga mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan mudah. Saya hanyalah mahasiswa jurusan marketing yang kebetulan merupakan lulusan sebuah pesantren modern (dan saat di pesantren, saya adalah santri yang sangat bandel)

Sebenarnya jika tidak mau repot, saya hanya perlu memotong pertanyaan anak tersebut. Mudah sekali bagi saya untuk melakukan hal itu, lisan ini hanya perlu berkata " Ah kamu nanyanya ada-ada aja " Dan selesai.

Namun yang jadi soal di sini adalah, apakah seorang guru layak mengatakan hal tersebut kepada muridnya? Bertanya adalah hak seorang murid dan kewajiban guru adalah menjawabnya, selama pertanyaan yang di ajukan masuk akal. Apa layak saya di panggil guru jika kewajiban tersebut malah diri ini abaikan?

Bagi saya pertanyaan ini masuk akal, wajar jika anak tersebut ingin tahu mengapa penciptanya tidak bisa matanya lihat. Oleh sebab itu, memotong atau mengabaikan pertanyaannya adalah hal yang sangat tabu bagi diri saya.

Saya memutar otak agar dapat segera menjawab pertanyaan anak itu. Saya mencoba untuk menelusuri kembali setiap materi yang pernah diri ini dapat selama di pesantren, namun usaha tersebut bermuara pada satu ingatan.
Saya ingat ada seorang Ustad yang pernah menjelaskan kepada saya mengenai hal ini saat SMA dulu, kalau tidak salah pelajaran Tauhid. Sayangnya saya sedikit lupa mengenai penjelasan lengkap dari ustadz tersebut.

Apa yang saya ingat hanyalah bagian dimana ustadz tersebut menjelaskan kenapa setan hanya sombong satu kali langsung di beri hukuman yang sangat berat, sementara manusia yang sombongnya nauzubillah masih di berikan kesempatan bertobat.

Beliau berkata " Setan bisa melihat wujud Allah, sementara manusia tidak. Apa hubungannya hal ini dengan materi yang akan kita bahas? Nah, mudahnya begini. Di pesantren ini merokok adalah perbuatan yang di larang, namun ada saja sebagian murid yang masih melakukan hal tersebut secara diam-diam. Apakah murid yang merokok akan di hukum? Jawabannya belum tentu, kalau ketahuan ya di hukum, kalau tidak ketahuan ya aman "
" Sekarang kita anggap saja ada dua santri yang ketahuan merokok, namun yang satu ketahuan saat dia sedang merokok diam-diam di kamar mandi, sementara yang satunya malah sengaja membakar rokok di depan ustadz. Mana yang menurut kalian akan terkena sangsi paling berat? "

" Santri yang sengaja membakar roko di depan ustadz "

" Betul, mengapa begitu? Mudahnya, santri yang sengaja merokok di depan ustad artinya sudah benar-benar tidak merasa takut lagi dengan peraturan, dia seolah-olah dengan sengaja menantang ustadz maka wajar dia di hukum berat. Sementara santri yang merokok secara sembunyi-sembunyi. Pada hakikatnya takut dengan peraturan, namun hasrat membuatnya abai sehingga dia tetap memaksakan diri untuk merokok secara diam-diam agar dirinya tidak di hukum ustadz. Santri ini masih takut dengan hukuman, artinya masih menghormati ustadz walaupun sedikit, jika di berikan hukuman yang membuatnya jera, maka akan ada kemungkinan satri tersebut tidak berani lagi merokok bahkan secara diam-diam. "

Saya lupa mengenai semua penjelasan beliau baik itu setelah maupun sebelum pengibaratan tadi. Oleh sebab itu, saya pun menyerah dengan metode mengingat-ingat yang sendiri tadi saya gunakan.

" Kaka tidak tahu, jadi saya cari dulu ya. Besok baru kaka jawab "

Itulah yang saya katakan kepada sang anak, terkadang guru juga boleh mengakui ketidak tahuan bukan? Bagaimanapun guru bukan lah Tuhan dan hanya manusia biasa yang tidak tau segala hal. Ya, asal jangan menuhankan diri dengan sok tau dan memaksakan jawaban yang salah kepada para murid. Saya meminta waktu tambahan untuk mencari jawaban dari pertanyaannya.

Maka dari itu, setibanya di kampus saya langsung mendatangi dosen agama bertanya ke teman saya yang alim, searching di google, menghubungi ustadz saya saat di pesantren dan lain sebagainya. Semua saya lakukan demi mendapatkan jawaban.

Semua pembelajaran yang diri ini dapatkan langsung saya rangkum, dan muncul lah kesimpulan seperti ini :

Hal yang menyebabkan manusia tidak langsung di jatuhi hukuman berat ketika sombong adalah karena kita tidak dapat melihat Allah. Bagaimanapun mempercayai hal yang tidak bisa kita lihat (ghaib) merupakan suatu perkara yang cukup sulit, sama hal nya seperti kita mempercayai hal-hal yang tidak terlihat lainnya seperti Cinta, perasaan hormat dan sebagainya.

Kita tidak bisa melihat isi hati orang lain, sekalipun orang terdekat kita, saya mengambil contoh yaitu sesosok istri. Jika saya sudah menikah (sayangnya belum -,-) tentu saja saya akan mencintai istri saya. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, Apakah istri saya juga mencintai saya? Jika di lisan jawabannya pasti iya, sebab dia sudah mau saya nikahi, namun tetap saja kan saya tidak dapat mengukur seberapa besarnya rasa cinta dirinya terhadap sayasaya karena sekali lagi cinta itu tidak dapat di lihat.

Oleh sebab itu saya membutuhkan pembukti agar dari rada cinta tersebut. Jika istri saya masih mau mendoaakna diri ini, memaksakan makanan, izin saat keluar, menuruti kemauan saya, sesekali mungkin bertengkar karena salah persepsi namun akhirnya kembali baikan, apa kah saya layak mempertanyakan besarnya rasa cinta istri saya terhadap diri ini?

Mudahnya begini, Saya tidak bisa melihat isi hati istri saya, begitu juga sebaliknya. namun saya bisa melihat tindakannya sehari-hari dan membuatnya sebagai bukti, jika sudah seperti itu tugas saya adalah mempercayainya, hanya itu. Jika saya malah berlarut-larut dalam mempertanyaakan isi hati istri saya, maka diri ini lah yang akan hancur, sebab bagaimanapun kita tidak bisa melihat yang namanya perasaan cinta.

Rasa percaya akan membuahkan ketenangan hati. Maka dari itu, dalam konteks agama percaya bisa di sebut juga sebagai iman. Rukun iman ada enam, yang pertama sudah pasti iman kepada Allah.

Dengan kata lain, syarat kita menjadi islam adalah percaya jika Allah itu ada. Apakah hal tersebut sulit? Jawabannya mungkin sulit, bahkan sangat sulit, sebab mempercayai apa yang ada di depan mata saja terkadang susah, apa lagi yang tidak kelihatan.

Tapi Allah telah menurunkan bukti keberadaannya kepada para manusia yaitu rasul dan kitabnya. Walaupun tidak menampakan wujudnya, Allah telah menjabarkan segala hal yang dirinya suka dan tidak suka melalui Al-quran yang di turunkan kepada Rasul-Nya, kemudian semua ketentuannya akan di perjelas kembali oleh sang rasul menggunakan lisan dan kesehariannya atau yang kita kenal sebagai hadist.

Mungkin sebagian orang akan bertanya, mengapa Allah tidak langsung menunjukan dirinya saja di hadapan manusia? Nah di sini lah letak kespesialan manusia. Malaikat, tidak di berikan hawa nafsu, selain itu ilmu malaikat kapasitasnya telah di batasi oleh Allah, maka wajar jika mereka semua selalu menuruti perintah sang Pencipta dan di tugaskan sebagai pelayan Allah.

Bangsa jin di berkahi hawa nafsu dan pengetahuan yang tidak terbatas terlebih lagi merekan mampu melihat hal-hal ghaib ( ya karena bagi kita mereka juga Ghaib ) termasuk wujud Allah. Namun hal tersebut justru membuat beberapa di antaranya memiliki sifat yang sangat sombong, setan menolak mentah-mentah perintah Tuhannya untuk bersujud kepada adam. Padahal dia tau yang memerintahkan hal tersebut adalah dzat maha agung yang menciptakan dirinya, dia menolak perintah tersebut bahkan di hadapan Allah karena merasa dirinya lebih mulia dari pada manusia. Oleh sebab itu setan dan para pengikitnya di beri hukuman berat yaitu di tempatkan di neraka di hari akhir nanti.

Manusia di beri hawa nafsu serta ilmu, namun segala rahasia langit tidak di pertunjukan kepada kita. Manusia di uji dengan perintah untuk menyembah tuhannya yang tidak menunjukan wujudnya di hadapan mereka, kita hanya di beri bukti nyata lalu di suruh untuk memilih dua pilihan yaitu percaya dan mengikutinya atau ingkar dan mengabaikannya.

Hadiah bagi yang mengikutinya adalah surga, sementara mereka yang mengingkarinya akan di kirim ke neraka bersama setan. Inilah yang di sebut seni keimanan, yang bernama ihsan. Ihsan adalah percaya pada Allah seakan-akan kita dapat melihatnya. Hal ini lah yang membuat manusia mulia di mata allah.
Ya logikanya, malaikat wajar begitu karena memang di ciptakan untuk seperti itu. Setan kurang ajar karena sudah di beri kesempatan untuk melihat Allah tapi malah berlaku songong. Manusia luar biasa karna bisa tetap mengimani Allah yang pada hakikatnya tidak bisa kita lihat, tapi ada juga yang kurang ajar karena sudah di beri bukti jelas tetapi tetap aja gak percaya dan ngelunjak.

Jika Allah menujukan wujudnya, maka semua manusia pasti akan menyembah-Nya, nah yang jadi soal di sini, apakah mereka menyembah dengan perasaan ikhlas? Sama halnya dengan seorang karyawan yang biasanya kerja malas-malasan, namun jika mendapati ada sang bos di dekatnya, maka secara otomatis dia akan berusaha untuk terlihat bekerja dengan sangat giat dengan harapan mendapatkan promosi karena telah bekerja keras, jika bosnya sudah tidak ada, ya kembali lagi ke semula. Mengapa begitu, karena karyawan tersebut bekerja bukan dasar iklas, maka wajar dia carmuk di depan si bos.

Ingat yang membuat kita masuk surga bukan lah pahala melainkan ridho dari Allah.

Penjabaran di atas saya rangkum dari segala hal yang saya dapat, jadi jika salah yang mohon di maklumi dan jika anda berkenan silahkan koreksi penjelasan saya. Sungguh saya menulis tread ini karena butuh penyempurnaan bagi ilmu saya.

Nah yang sekarang jadi masalah lagi adalah, bagaimana caranya saya menjelaskan penjabaran yang panjang lebar tadi kepada anak berumur delapan tahun? Keesokan harinya saya pun mencoba menjelaskan kepada si anak dengan bahasa yang saya buat lebih sederhana. Panjang lebar saya menjabarkan segala yang diri ini dapat namun dahi anak tersebut masih lah berkerut tanda jika dia tidak memahami penjelasan saya sepenuhnya. Setelah menjelaskan, tidak di sangka si anak malah menjawab begini
" Ah kaka ribet ngejelasin nya "

" Maaf ya, kalau hanya segitu kesanggupan kaka untuk bisa menjawab pertanyaan kamu"

" Padahal jawabannya simpel "

" Memang bagaimana jawaban simpelnya? "

" Allah tuh enggak kelihatan karena Allah Maha adil "

" Kok gitu? "

" Coba Allah kelihatan, kasian orang buta karena tidak dapat melihat wujudnya "

Setelah mendengar jawaban tersebut, saya pun langsung memeluk anak tersebut. Ada pelajaran besar yang saya dapat darinya. Ilmu bisa di dapan dari lisan siapapun, bahkan orang yang usianya jauh di bawah kita.

Harus di akui penjabaran saya memang rumit, entah karena sayanya yang hanya memiliki sedikit ilmu, atau memang pertanyaan tersebut akan membuat siapapun kebingungan. Tapi dari anak tersebut saya belajar untuk menyederhanakan cara memandang suatu perkara, terlebih lagi untuk urusan mengajari anak-anak. Cara rumit tidak akan berarti, karena pada dasarnya anak-anak bukanlah sosok yang bisa berfikir sama begitu. Mereka cenderung menyederhanakan masalah, maka dari itu tidak ada salahnya jika kita melakukan hal yang sama ketika berfikir.

Mungkin jawabannya bukan yang paling benar, tapi bagi mereka jawaban seperti itu lah yang mampu mereka cerna, dan mengajari anak-anak bukan hanya bicara tentang kebenaran mutlak, melainkan kebenaran yang dapat di Terima.

Mereka masih memiliki banyak fase yang nantinya akan menyempurnakan pemikiran mereka, oleh karena itu jangan lah menuntut kesempurnaan karena pada dasarnya mereka masihlah dalam proses.

Indahnya menjadi guru, karena ternyata saya tidak hanya mengajarkan, melainkan di ajarkan oleh murid-murid saya.








Diubah oleh Rebek22
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
03-03-2021 16:16
Tuhan bisa keliatan kok
Ga percaya? Coba tanya @lonelylontong
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
03-03-2021 16:21
Nimbrung doang gpp ya gan, urun pendapat, enaknya jawab gmn kl dpt pertanyaan begitu :

https://www.kaskus.co.id/show_post/6...56f67cdf421873
profile-picture
Vandisk. memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
03-03-2021 18:45
terkadang ada hal2 dimana hal itu susah dipahami oleh akal sehat manusiaemoticon-Matabelo
0 0
0
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
03-03-2021 21:07
Untuk apa kau mempertanyakan "penampakan"-Nya ?
Bila apa-apa yang telah diciptakan-Nya pula di sekelilingmu, tak pernah kau perhatikan ...

0 0
0
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
04-03-2021 01:13
Mengapa udara tidak terlihat gan?
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
04-03-2021 03:50
tuhan terbang di atas kita
0 0
0
Kak, Kenapa Tuhan Tidak Kelihatan?
04-03-2021 21:02
Emang ada Tuhan ya
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
KASKUSER BERTANYA, KASKUSER MENJAWAB
kaskuser-bertanya-kaskuser-menjawab
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia