Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
39
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ae6815f5c7798e25e8b456a/project-the-illogical---a-side-romance-story-from-project-the-unseen
Sebuah side story dari Projects The Unseen. 'kisah' seorang pendaki, sama-sama menceritakan 'The Unseen', tetapi semua orang bisa merasakannya. Apakah itu?  Cinta? Persahabatan? Atau??
Lapor Hansip
30-04-2018 09:37

Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'

Past Hot Thread
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'


Sebuah side story dari Projects The Unseen. 'kisah' seorang pendaki, sama-sama menceritakan 'The Unseen', tetapi semua orang bisa merasakannya. Apakah itu?  Cinta? Persahabatan? Atau??


EPILOG - ANDONG


Sudah seminggu sejak kejadian itu berlalu. aku masih belum bisa mencerna kenyataan pahit ini. bagaimana bisa, bintang yg setiap hari bersinar, tiba-tiba redup tanpa pertanda. kau pernah berjanji, untuk menyinari ku sampai ujung waktu, tetapi kenapa kini menukik tajam dan seketika merubah orbital?

kau bukan Pluto kan? sang pengkhianat terkenal dengan inkonsistensi yang akhirnya tidak diakui.

sesekali aku menatap rasi bintang di atas bukit andong, mendekap kedua kaki, pada akhirnya bintang yg mati akan jatuh. Apakah kesedihan? atau rasa kecewa? bukan! Bintang jatuh itu kemudian memberikan sebuah harapan, harapan untuk memulai semuanya kembali dengan sebuah tanda kutip 'tanpamu'.

0. EPILOG - Andong
1. The Calendar
2. Jejak
3. Langit Selatan
4. Dan
5. Januari
6. Jarak
7. 3450 MDPL
8. Selamat Menikah
9. Sepasang Engineer
10. Ikhlas
11. 2010



Selamat Menikmati !
Diubah oleh riissallele
profile-picture
profile-picture
profile-picture
newbie567 dan 10 lainnya memberi reputasi
7
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 2
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
07-04-2019 00:14
lanjut...emoticon-2 Jempol
1 0
1
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
07-04-2019 18:16

DAN

DAN


Aku pernah gagal, bahkan sering. Aku pernah gagal 11 kali sebelum akhirnya bisa diterima di tempat kuliahku yang sekarang. Aku juga pernah gagal saat menjadi pemimpin di sebuah kegiatan di kampus. Gagal saat jadi tim Olimpiade, gagal saat dipercaya membela nama baik SMA (sewaktu dl). Bahkan, sekedar menjadi ketua Himpunan di jurusan saja aku gagal.

seorang bijak pernah berkata.

'kalau kau ingin sukses, habiskan jatah gagalmu'

Tp buat urusan cinta dan perasaan, aku tidak mau terlalu banyak gagal. Apakah aku takut? bukan itu.
Soal perasaan ini berat, belum lg aku yang sangat tidak mudah melupakan seseorang. Sampai detik ini, aku masih ingat isi pesan dari pria yang kau sebut dengan kawan dekatmu itu. lebih dari itu, kupu-kupu yang sedang hinggap di bunga aster, di tempat kau dan dia asik bermesraan pun aku masih mengingat warna sayapnya nya dengan baik.

Perpisahan adalah hal yang paling tidak mengenakan. Sejahat apapun dirimu, aku pernah berjuang mati-matian memeluk hatimu. Menunggu kabar darimu yang seharian entah menghilang kemana, lalu kau berkalakar bahwa smartphonemu tertinggal. Mungkin kau lupa aku bisa tahu kebohonganmu hanya dengan melihat lirik matamu?

Pada diriku yang lain, aku tidak percaya bahwa kamu melakukan semua ini. Separah itukah dirimu?

Lalu...

Kamu berbicara panjang lebar, kepalaku hanya menengadah ke angkasa. Telingaku enggan mendengar semua celotehan yang keluar dr mulutmu. Tidak ada alasan yang perlu kamu bicarakan lagi.

hanya satu penggal kata yang terdengar dan terekam dalam kepalaku..

'Aku ingin kita udahan....'

Aku tidak tahu harus menjawab apa, semua rasa kecewa terkumpul di detik itu. Aku berusaha menghapus bayangan masa depan yang aku impikan bersamamu.

Aku menegakkan sandaran, menggeser kursi.

'Ok.....'

Aku bergegas menghilang dari cakrawala. Kembali ke lembayung senja tempat aku bersemayam.

Kemudian..

Kau pun datang dari ufuk timur bersanding dengan matahari. Tiba-tiba kau berada dalam horizon, sejajar dengan hati yang sedang patah. Kau ambil sisa hati yang porak poranda, memasukkan nya ke dalam kotak pandora. Kau adalah wanita pertama yang berhasil membuatku lupa bahwa sedang terluka.

Dan..

Aku mohon kembali lah. Sudut lembayung itu gelap, aku tidak mau kembali lagi ke tempat itu. Perjuangan ini masih panjang, bahkan aku berunding dengan jarak agar ia mendekat, bertarung dengan waktu agar melambat.

-END-
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Post ini telah dihapus oleh radheka
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
12-06-2020 13:11
Lanjutkan abang kuh...
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
19-11-2020 22:59

JARAK

Ada kalanya rindu itu datang lagi. Suaramu yg selalu jd tempat berteduh. Terkadang semua terasa sangat sulit, tidak ada pilihan lain kalau bukan menyerah.

Kamu datang, berbisik, semua akan baik-baik saja, harapan selalu ada. Aku percaya kalau kita pasti akan bersatu.

Aku cuma ingin satu hal, duduk berdua bersamamu. Di sebuah pohon kecil, di sudut bukit kala itu. Kemudian aku ingin bercerita tentang semua hal yg terjadi selama kita berpisah.

Yg aku kenal, bahwa setiap kata yg keluar dari bibir meronamu adalah candu.
Kamu bahkan tidak perlu berkata, melihatmu saja aku sudah kegirangan.

Semua perasaan ini, semua hal yg aku jalani, aku pikir ini hanya masa lalu. Tp kemudian, aku menjadi semakin dewasa, aku rasa itu adalah cinta, dan cinta itu adalah kamu.

Aku bersyukur kamu itu bukan super hero. Kamu menjadi kamu.. kamu yg selalu ada di waktu yg tepat. Kamu yg bisa meredam saat aku marah. Atau kamu yg tiba2 menjadi manja dan pura2 marah untuk dapet perhatian.

Aku menikmati semua momen itu. Setiap hari semakin kuat, membayangkan kamu menghilang saja aku tidak sanggup. Setiap malam, tepat sebelum kamu tertidur, aku ingin kita berjanji, saling menjaga, entah sejauh apapun jarak memisahkan.

Aku bukan orang yg mampu bersabar, tp menunggumu sebuah pengecualian. Sudah kamu diam saja disana, aku yg berlari. Kamu adalah garis akhir dan aku adalah seorang pelari yang sudah setengah etape.

Aku terpelanting di tengah jalan, sepertinya akan gagal. TIDAK !! kamu pasti bisa, teriak dirimu, aku percaya kamu.

Iyaa. Benar saja. Aku mampu mencapai garis akhir. Tetapi bukan aku yg pertama dan kamu sudah tidak ada lg disana.

Aku dengan tubuh penuh luka, berusaha mencarimu di kerumunan. Meneriakkan namamu sekeras mungkin, sama sekali tidak ada jawaban.

Kamu dan caramu menghilang benar-benar egois. Aku yg berusaha mati-matian sampai hampir mati sungguhan, tidak dimasukkan dalam hitungan.
Mungkin aku tidak menarik ? Ya aku hanya orang biasa, bukan abdi negara.
Secepat itu kamu berubah, merubah haluan menentang arah angin.

Kita berpisah, bukan. Kamu yg memisahkan diri, perasaanku masih sama. Aku mencintaimu seperti aku mencintaimu kala itu. Atas segala yg aku korbankan untuk mendapatkanku, pada akhirnya aku mengalah terhadap jarak.

Beberapa kali kau menanyakan kabar. Ya kabarku hancur berantakan ?! Menurutmu memang bagaimana ?
Tp memang hati tidak bisa berbohong, entah kamu sejahat apapun itu, aku tetap rindu.
Satu hal yg harus diingat adalah, rindu bukan tentang memiliki.

-END-
0 0
0
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
17-01-2021 06:18
0 0
0
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
17-01-2021 15:30
bagus ceritanya 😘
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
17-01-2021 21:15

3450 MDPL

Langkahnya sigap melewati tanah basah sisa hujan. Tidak ada raut lelah sedikitpun tergaris di wajahnya. Kakinya yg ramping sepertinya memang diciptakan untuk mendaki tanah terjal dan licin ini. Beban ransel di pundaknya bukanlah halangan melompat sana-sini menghindari reruntuhan pohon yg tumbang di terjang angin semalam. Pandangannya tajam melihat medan di depan, sesekali tangan kanannya diangkat untuk menghalangi ranting yang hampir saja menyayat wajah manisnya. Sesekali dia berhenti, mengambil kamera pocket, mengabadikan keindahan yg mungkin tidak akan dia lihat untuk kedua kalinya. Dia berjalan di barisan paling depan, memiliki kekuatan paling besar dibandingkan teman-teman wanita lainnya, sebuah anomali untuk tubuhnya yg begitu mungil.

'Apa alasanmu mendaki ?'

Pertanyaan itu akhirnya memecah keheningan di antara kita berdua. Aku yg saat itu berusaha mengikuti langkah cepatnya, tergopoh-gopoh, sampai lupa caranya untuk basa-basi.

'Alasanku??'

'iya betul, setiap orang pasti punya alasan yang spesifik kenapa dia mau capek-capek berjalan di tengah hutan seperti ini'.

dia menghentikan langkahnya dan bersandar di pohon tua berlumut hijau.

Aku menatap dari bawah tanah berundak, kakiku berusaha menjejak tanah licin, tanganku menggenggam akar pohon agar tidak terjatuh.

'aku bahkan tidak tahu'

'bohong! Biar aku tebak, pasti kamu lari dari sesuatu kan, ngaku deh. Gunung adalah tempat melihat sifat asli seseorang, dan aku bisa melihatmu sekarang'

'haha. Aku sepertinya bukan pembohong yg pintar. Iya aku sedang berusaha lari dr sesuatu'

'apa ? Kuliahmu ? Keluarga?'

'lebih ke kuliahku, aku sudah capek dengan semua ini, rasanya ingin pergi jauh-jauh, dan akhirnya aku bertemu dengan gunung'

'ohh....'

Kemudian semuanya kembali hening, hanya ada suara burung berkicau dan serangga berderit. Angin pun tidak menunjukkan wujudnya sama sekali, matahari terhalang oleh rimbunnya kanopi hutan gunung Merbabu. Sesosok wanita di depanku, berjilbab merah muda, seperti bunga di antara hijaunya dedaunan, begitu mencolok, indah namun berada di ketinggian yg sulit di capai.

Mereka berdua berjalan menyusuri hutan yg entah kapan habisnya, tidak banyak pembicaraan antara mereka berdua. Medan yang sulit membuat tenaga dan mental terkuras.

'Masih semangat ?'

kali ini giliran arjuna yang melontarkan pertanyaan.

'Aku boleh pulang ga ?'

Jilbab merah mudanya kini sudah basah dengan keringat.

'hah pulang ? Ini udah 1/2 jalan, masa mau pulang!'

'haha. Bercanda kok. Emang kamu ga mau pulang ? Ini kita ngapain sih di tengah gunung gini ? Lebih enak di kos, santai, sambil nonton drakor.'

'setelah sampai puncak, aku mau pulang. Iya ya, kadang aku mikir gt jg, apa yg kita cari ? Padahal lebih nyaman di kos.'

'ga tau. Tp puncak seakan memanggil orang seperti kita. Sepertinya tidak butuh alasan, aku hanya mengikuti kata hati.'

Perjalanan sudah sampai di pos sebelum sebelum puncak. Hanya tinggal 3 bukit lg, perjalanan melelahkan ini akan segera selesai.

Saat senja mulai menerjang. Matahari mulai malu untuk bersinar. Batas antara petang mulai bergeser, memberikan siluet indah gunung Merapi.
Saat itu aku melihat sosok wanita yang begitu tangguh. Entah kenapa dia begitu sempurna sore itu, tanpa kekurangan. Pada akhirnya semuanya pun akan meleleh, aku belajar suatu hal, betapa mudahnya hati manusia untuk berpaling, melupakan semua masa lalu kelam, tepat di menit itu, aku jatuh cinta.

Sebuah bukit terkenal di pendakian gunung Merbabu, bukit 'Tikungan Macan'. Setelah melewati ini, padang savana menunggu dengan semua keanggunannya. Diskusi alot pun terjadi, akhirnya aku putuskan bahwa kita harus paksakan sampai di pos savana 1. Disana kita bisa mendapatkan tempat untuk mendirikan tenda yg lebih layak, tanahnya datar dan perjalanan ke puncak akan jauh lebih dekat.

'gimana keadaan lututmu?'
Mendekap kakinya, duduk di atas matras hitam, sambil memakan sepotong roti yg sudah disiapkan dr basecamp.

'masih oke, sepertinya cedera saat kita ke gunung lawu kemarin belum sembuh 100%'
Arjuna mengelus lutut kirinya yg tertutup Decker.

'jangan dipaksain ya, aku ga mau gotong kamu dr puncak sampai basecamp'

'tumben kamu khawatir, jarang-jarang tau'

'hih.. sana buruan shalat, kita lanjutkan perjalanan ke Pos Savana 1'

Di Tikungan Macan kita beristirahat agak lama, membagikan jatah air minum ke kawan-kawan yg lain, sekedar makan roti atau ada jg yg masih sempat untuk buka kompor dan menyeduh kopi. Beruntung kawan-kawanku di pendakian ini, tidak ada yg perokok, aku bisa jd menghirup segarnya udara di gunung Merbabu tanpa gangguan bau tembakau bakar.

Tidak terasa gelap pun menyapa saat mereka melanjutkan perjalanan. Langkah kaki Arjuna dan Rengganis kembali mantap. Rengganis hanya mensyaratkan 1 hal kepada Arjuna jika dia diajak untuk mendaki.

'Aku ingin berada di barisan paling depan'

Dia bukanlah sosok yang egois, apalagi sampai melupakan kawan. Untuknya, pendakian adalah hal yang sakral, bukanlah pelarian, pamer foto di sosial media, atau menghabiskan waktu luang.
Pendakian adalah bentuk pencarian jati diri, memahami diri sendiri untuk menjadi wanita yg lebih kuat dan dewasa. Sebagaimana hal sakral lainnya, dia tidak mau di ganggu, dia ingin fokus mendaki dan merenungi kehidupan di setiap langkahnya.

Tanpa ragu, sang leader, Arjuna harus merelakan posisinya sementara di gantikan oleh Rengganis. Dia yang hanya mendaki untuk sebatas pelarian, kini bisa mendapatkan makna. Makna ternyata hidup itu bukanlah main-main, bukan hanya soal patah hati dan lari dari kenyataan.

Headlamp mereka terlihat dari kejauhan, melenggok kanan-kiri mencari pijakan kaki. Kabut sempat turun di malam itu, perjalanan menjadi semakin berbahaya. Tp apalah arti dari bahaya di depan 2 insan yang sepertinya sedang berusaha saling mencintai. Saling mengenal satu sama lain, tidak terburu-buru, semua butuh waktu dan proses.

'na.. kamu tau kita di ketinggian berapa sekarang ?'
Dia menarik tenda dome untuk di kaitkan ke frame dan passaknya.

'berapa ya ? 2000 mdpl ?'
Dia mengambil tali untuk menjaga tenda agar tidak terbang di hempas badai nanti malam.

'salah'

'terus berapa'

'kita ada di ketinggian 3450 mdpl, kamu mungkin ga sadar karena ini sudah malam. Tetapi kita sudah berada di atas awan sekarang. See, kamu liat ke atas, kita bisa melihat rasi bintang dengan jelas, ga ada yg menghalangi lg'

'.....'
Dia terdiam sesaat, wajahnya tertegun. Terakhir kali dia seperti itu adalah di sebuah kafe daerah jogja, ketika semesta tidak berpihak kepadanya sedikit pun. Kini semesta pula yg membuat dirinya terkagum.

Savana Merbabu malam itu begitu dingin, angin berhembus cukup kencang. Jaket tebal sudah di pakai, tidak lupa sarung tangan, agar jari-jari tidak kaku.

Aku absen dalam soal masak memasak, aku tidak mau membuat masakannya hangus, bahan makanan yg terbatas harus di masak dengan teliti. Rasanya harus enak! Besok' summit attack.
Kesamaanku dengan Rengganis cuma 1, kita ber-2 tidak pernah di takdiran untuk memasak. Di gunung lawu, Rengganis bahkan salah memasukkan garam dan gula, berakhir dengan makanan yang.. oke itu bukan makanan lg sepertinya.

Selama menunggu memasak. Arjuna pamit sebentar ke tenda untuk mengambil sesuatu. Malam itu rombongan menyalakan api unggun, agak jauh dr tenda, biar aman dan percikan bara apinya tidak melubangi tenda. 20 menit berlalu, Arjuna tidak kunjung datang.

'Biar aku saja yang panggil, mungkin dia ketiduran di tenda. Sekalian aku mau ambil sarung tangan, dingin banget.'
Rengganis berdiri, kemudian membersihkan celananya yg terkena pasir dan rumput savana.

Rengganis bergegas menyusul Arjuna, membungkukkan badannya, mengintip ke dalam tenda, ternyata tidak ada siapa-siapa, hanya terlihat tas Arjuna yg terbuka. Berjarak sekitar 50 meter, ada sebuah bukit kecil yang menghadap ke merapi. Di bukit itu, samar terlihat orang menggunakan headlamp dan duduk menyendiri. Dia mencoba untuk mengatur headlamp-nya agar bisa menyorot lebih jauh, terlihat jaketnya merah dengan strip yg memantulkan cahaya. Dia yakin itu arjuna, walau hanya dr siluetnya sudah cukup meyakinkan untuk menghampiri pria tersebut.

'Arjunaaaaa....' Rengganis pun berteriak memecah keheningan savana.

Arjuna terkejut dan melambaikan tangannya dari kejauhan. Rengganis pun melanjutkan langkahnya hingga ke bukit itu.

'Dingiiiin... Kamu ngapain di sini ? Makanannya sebentar lg matang.'
Dia mendekapkan kedua tangannya ke dada.

'aku lg pengen sendiri aja'

'kenapa ? Kepikiran masalah kuliah ?'
Dia kemudian duduk di sebelah arjuna.

'iya sama seperti yg aku bilang td siang. Aku sekarang sudah semester 7, seharusnya tahun depan sudah wisuda. Tetapi melihat skripsiku yg masih amburadul, pasti molor deh'

'aku td bikin coklat hangat, sambil nunggu yg lain masak. Kamu mau ? Katanya coklat bisa menenangkan hati.'
Rengganis menunjukkan thermos kecilnya ke arjuna sambil tersenyum.

'terimakasih'
Dia mengambil gelas kecil yg di sodorkan oleh Rengganis. Dia belum pernah merasakan coklat seenak ini sebelumnya, mampu menghangatkan sudut hati yg beku sekalipun

'hidup terkadang tidak adil iya ga ? Eh tp, sebenernya adil itu apa ? Apa karena masalahmu yg kamu hadapi hari ini ? Lalu kamu mengatakan bahwa hidup ini ga adil'

'buatku sekarang ga adil. Kenapa aku harus melewati ini semua? Untuk apa? Untuk siapa?'

'kamu sekarang sedang berada di fase yg akan merubah hidupmu. Berjuang menyelesaikan kuliah, kemudian bekerja, menikah mungkin'

'gimana sama kuliahmu nis ? Semua baik2 aja?'

'kuliahku semuanya lancar, skripsiku jg sudah setengah jalan, aku yakin semester depan sudah selesai'

'setelah itu kamu mau kemana?'

'jadi wanita karir mungkin, atau jd geologist terbaik, berusaha membuka rahasia bagaimana dunia ini bisa tercipta.'

'aku bahkan ga tau sehabis lulus mau kemana'

'gpp, kamu pasti baik-baik saja. Percaya deh. Ayok, aku duluan ya. Udah laper banget.'

'ayok deh, aku jg lapar'

Mereka berdua berjalan menuju api unggun. Rengganis seangkatan dengan Arjuna, mereka berdua bisa paham seberapa beratnya mengerjakan skripsi anak Teknik. Dia merupakan salah satu mahasiswi terbaik di angkatannya, IP-nya pun selalu cumlaude. Seberapa jauh dia berpetualang, untuknya kuliah adalah tetap yg pertama. Dia jg aktif di BEM dan Himpunan, kemahiran dia dalam tulis menulis pun sempat menjadi sorotan, beberapa kali hasil tulisannya di muat majalah kampus. Dia menjadi wanita dewasa dr semua perjalanan hidupnya, lebih dewasa daripada yg seharusnya.

Malam itu di tutup dengan makanan super enak. Teh Panas, di temani oleh roti bakar dan pisang. Menu utamanya adalah nasi goreng ala Merbabu, dengan campuran sayur hasil mencuri di ladang penduduk tadi pagi. Ada juga sosis, kentang goreng dan nugget. Untuk penutupnya adalah puding coklat + nata de coco. Di ketinggian, semuanya terasa lebih nikmat.

Pukul 03.00 semuanya sudah terbangun, perjalanan ke puncak masih memerlukan waktu 2 jam. Medannya tidak terlalu sulit, hanya saja sedikit berpasir. Hidung dan mulut di tutup menggunakan buff untuk menghindari sesak nafas.

'masih ngantuk?'
tanya Arjuna dengan nada meledek

'menurut nganaa ?'

'haha. Jaketnya kegedean ya ? Maaf aku ga ada ukuran kecil'

'gpp, aku malah bisa pake baju 2 lapis, biar lebih hangat.'

'pakai baju 2 lapis pun kamu tetep saja terlihat kecil'

'haaa ? Mau meledek lg ?'
Rengganis siap menusuk Arjuna menggunakan tracking pole miliknya.

Perjalanan summit pun di mulai, bukit terakhir, sebelum puncak Triangulasi. Jaket Rengganis yg terlalu besar membuatnya terlihat sangat imut, seperti anak kecil yg merengek di tengah hujan karena tidak diperbolehkan melanjutkan bermain di luar. Pipinya memerah, tangannya ia masukkan ke dalam saku, mencegah suhu dingin semakin menusuk.

'aku alergi dingin..' Arjuna terlihat pucat.

'beneran ??'

'iya hidungku keduanya mampet, haha. Aku nafas dari mulut.'

'mau istirahat bentar?'

'oke boleh, sambil nunggu yg lain ya, baru kita jalan lg'

Dalam sebuah pendakian, harus ada limiter/pembatas. Artinya harus ada batas siapa saja yg capek, harus bersedia mengaku, agar bisa beristirahat dan meminimalisir resiko kecelakaan. Naik gunung itu bukan siapa yg paling cepat menuju puncak, tetapi siapa yg bisa lebih cepat pulang ke rumah.

Mereka berdua beristirahat di tanah datar, ukurannya kecil, di samping jalur pendakian. Pendaki lain yg hendak berangkat untuk summit attack, menyapa mereka dan memberikan semangat.

'indah ya, kemarin kita masih berada di bawah. Di antara lampu rumah-rumah itu. Sekarang kita ada di atas gunung'

'kita ngapain sih disini?'
Pertanyaan itu kembali di lontarkan oleh Rengganis.

'Untukmu.. aku mendaki setinggi ini hanya untukmu. Di gunung kita punya waktu untuk bersama, selepas dr sini kamu pasti menghilang, sibuk dengan urusan kuliah dan organisasimu. Aku tidak punya hak memaksa meluangkan waktu bertemu. Bukan coklat hangat yg membuatku nyaman dan tenang, tp kamu.' Arjuna bergumam dalam hati.

'puncak iya ga sih ?' jawaban ini yg hanya Arjuna berani keluarkan.

Rengganis pun tersenyum sebelum menjawab.
'he'em... Eh liat ada meteor jatuh. Kamu tau ga setiap bulan Desember, ada fenomena alam hujan meteor Geminid. Seperti tadi, tetapi intensitasnya lebih tinggi'

'ga make a wish dl ?'

'udah dong'

'apa ?'

'rahasia lah!'

Puncak semakin terlihat, hanya bersisa beberapa meter. Arjuna terpaksa berada di depan, memastikan jalur aman untuk di lalui. Tebingnya cukup terjal sebelum puncak, di tambah pasirnya membuat licin. Berdiri sudah tidak mungkin, merangkak, memegang tali bantuan yg terjulur adalah satu-satunya cara menuju puncak.

'kenapa tiba-tiba berhenti na ? Dikit lg kan ?' tanya rengganis dengan bingung.

'honor to you my queen.'

'maksudnya ??

'iya di depan sudah puncak, silahkan kamu duluan, aku tau kamu pengen banget sampe kan'

'serius ??'

'iya cepetan, nanti aku di belakangmu'

Rengganis meniti tali, melewati Arjuna, pasir dan debu menempel di celana dan jaketnya, sama sekali tidak dipedulikan. Di kepalanya hanya ada puncak, puncak, dan puncak.

'Huaaaaaaa ! Aku sampai !' Teriak Rengganis dengan kerasnya.

Tidak lama Arjuna muncul dari balik tebing. Dia sangat emosional, bersujud syukur, perjalanan sudah berakhir.

'PUNCAAAAAAAAK!' Arjuna berteriak sekuat tenaga.

Dia melihat Rengganis tersenyum, lesung pipitnya menambah kecantikan Rengganis di puncak Triangulasi.

'kita berhasill nis.. Allahu akbar, setelah semuanya.'

'iya, aku capek, tp rasanya langsung hilang'

Tanpa sadar Rengganis meraih lengan Arjuna, menggegamnya erat, matanya berkaca, menangis haru.

'Terimakasih' suara lembutnya terdengar.

Pagi itu, tidak akan pernah terlupa. Berharap untuk terulang adalah doa yg terlalu tinggi. Aku bersyukur diberi kehidupan. Di pertemukan denganmu, aku merasa menjadi pria paling beruntung di seluruh semesta. Siapapun jodohnya nanti, tolong jaga dia baik-baik. Atau berikan saja padaku kalau kau tidak mampu. Aku sekarang memiliki alasan untuk hidup, berjuang, dan bertahan.

Matahari mulai nampak, cahayanya menusuk dr balik awan. Puncak sudah di padati oleh para pendaki, semua dengan khidmat, menunggu matahari terbit di ufuk timur.

-The End-
0 0
0
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
17-01-2021 21:57

SELAMAT MENIKAH

Once.. aku bertemu wanita ini.

Sambil membetulkan kacamata, dia menyapa di hari wisuda kala itu.

Selamat pagi mas, selamat sudah berhasil lulus, silahkan masuk untuk mengikuti wisuda jurusan.

Selesai acara, aku coba cari info soal dia. Jingga, begitu nama yg aku ingat tertera di name tag panita wisuda.

Beberapa hari berselang, aku berhasil mendapatkan nomer WhatsApp nya. Ternyata orangnya asik, humble, dan pembicaraan kita pun semakin akrab.

Sambil menunggu panggilan dari beberapa perusahaan yang aku lamar, sepertinya aku butuh refreshing, sekedar teman ngobrol di cafe, Jingga kelihatannya cocok.

Tanpa basa-basi, aku coba ajak dia ke marianne, salah satu kedai es krim terkenal di solo, tempatnya nyaman, cocok buat ngobrol pikirku.
Ga di sangka, dia mau, kita pun menentukan waktu untuk ketemuan, pokoknya jngn sampe ganggu jadwal kuliah dia.

Lusa gimana dek ?

Oke mas, agak siang ya.

Oke sampai ketemu ya.

Kita pun berdua larut dalam obrolan, sekitar per kuliahan, karena dia adalah juniorku, aku pun punya segudang cerita dan saran biar kuliahnya lancar, ga telat 6 bulan sepertiku.

Setelah pertemuan itu, hubungan kita makin erat, layaknya seorang kekasih, kita tidak pernah lupa saling mengabari. Bercerita tentang seperti apa harimu, bagaimana liburanmu, atau kamu yg mendengarkan semua keluh kesahku mencari pekerjaan.

Semakin lama, aku semakin ingin mengenal dirimu. Sebuah post di Instagram membuatku penasaran, sebuah pose dua genggam tangan saling menggenggam bunga.

'ketika hati yg memilih, aku bisa apa (?)'

Kodemu pun terpecahkan, begitu jg harapanku. Hatimu sudah melabuhkan jangkar.

Aku bisa aja lanjut, menghancurkan hubunganmu. Terus dengan bangga berteriak, mengklaim bahwa aku lah sang pemenang dari pertempuran sengit ini.

Aku coba memposisikan diri menjadi kekasihnya, gimana ya kl tau ternyata orang yg dia ajak berkomitmen diam-diam main hati. Atau berduan di cafe mengobrol panjang lebar dengan pria lain.

Ya, di selingkuhi ada kata yg paling sederhana untuk merangkum semua pengandaian ini.

Lalu aku pun duduk termenung, mengingat mu. Dulu pun kamu seperti itu bukan, berjanji bahwa jarak dan waktu hanyalah kata bukan rintangan. Kemudian aku ditinggal tanpa alasan, tanpa kabar, tanpa penjelasan. Kemudian semuanya terlihat jelas, ada bibit cinta yg kamu semai di hati yg lain.

Adalah sebuah prinsip yg membuatku berpegang teguh. Aku tidak mau mengganggu hubungan orang lain, begitu pula hubunganku, komitmen adalah untuk di jaga bukan untuk di ingkari.

Aku senang melihat Jingga kini menikah dengan pria itu, setidaknya aku tidak menjadi bagian buruk dr kisah cinta kalian berdua. Aku tidak menjadi hambatan, aku mundur di saat yg tepat.

Mungkin kamu bertanya kenapa dl tiba-tiba aku bersifat dingin, melebur senyap mengikuti senja. Aku menyelematkan kalian dr kehancuran. Karena kapalku pernah rusak berantakan karena penyebab yg sama.

Kepadamu pun aku begitu, biarlah aku sendiri, aku baik-baik saja. Aku sama sekali tidak berpikiran untuk balas dendam, cinta itu adalah sebuah berkah, semua keberkahan berasal dr kebaikan. Kalau ada cara mendapatkanmu dengan baik-baik aku akan kejar kemanapun. Tetapi kalau hati kamu sudah menurunkan jangkar, aku tidak bisa memaksa untuk berlayar, aku hanya akan merusak jalur yg kamu lalui nanti. Ketika jangkarmu kemudian mungkin patah, kamu pun akan kehilangan kemampuan untuk menetap, aku ?Aku kembali menjadi pecundang, melihat kapalku terbawa ombak.

Jadi.. selamat menikah ya. Semoga kalian bahagia selalu.
0 0
0
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
19-01-2021 23:48

Sepasang Engineer

Aku lupa kapan kita putus secara resmi, yg aku ingat hanya tanggal kita menyatukan hati dan menyearahkan hidup. Kita bertengkar bukan hanya sekali, ratusan, bahkan ribuan. Entah karena hal kecil, atau aku yg memang menyebalkan saat itu. Ketika kamu marah, disitu aku malah semakin yakin, kamu tidak mungkin berpindah ke lain hati. Iya.. kemarahanmu hanyalah bentuk lain dari kata

'aku mencintaimu'

Siapapun yg salah, pokoknya tetap aku. Aku baik-baik saja dengan itu semua, tenang saja. Asalkan, besok aku masih bisa melihatmu, itu saja syaratnya.

Bersamamu, aku bisa menjadi kuat dan lemah pada waktu bersamaan. Seperti evil villain di film-film barat, 'denganmu, aku bisa menguasai dunia', apakah kamu sadar ? Ada kekuatan yg besar di dalam hatimu itu, sangat besar hingga bisa memecahkan logika milikku yg membatu.

Kamu pun bisa berubah menjadi seperti anak kecil. Merengek untuk di belikan ice cream di kafe kecil dekat kampus. Melihat sisa ice cream yang menempel di bibir merah mudamu, semua pasti tidak percaya di balik itu ada seorang wanita yg sangat dewasa.

Kita belum lama jadian ya waktu itu ? Mungkin baru sekitar 2-3 bulan. Semuanya masih berasa sangat canggung, iya ga ?

Masih di cafe yang sama, kamu bercerita tentang sahabatmu. Sayangnya kalian harus berpisah, dia sudah mendapatkan kontrak pekerjaan di SCHLUMBERGER, salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

'jalan hidup ga ada yang tau ya na ?'

'aku lg mikir nis, besok aku kerja apa ya ? Jd engineer ? Atau jd apa ya'

'aku duluan ya, aku mau kerja minyak dan gas, pertamina jg boleh, chevron, petronas jg boleh'

'enak ya anak geologi, bisa masuk kemana-mana. Kamu pintar pula, mesti gampang deh'

'kamu jg sama, teknik kimia ya bisa jd apa aja kan, process engineer kan tuh di setiap perusahaan pasti ada'

'iya tapi aku kan bodo, skripsi aja ga selesai-selesai'

'ga gt lah, pasti kok kamu bisa, yakin deh'

Kalau kamu ada di hadapanku sekarang, aku ingin memelukmu dengan erat. Mungkin jika aku tidak bertemu denganmu, sampai sekarang aku tetap jd pecundang. Aku sudah berhasil sekarang, benar apa yg kamu bilang dulu.

'pasti kok kamu bisa, yakin deh'

27 tahun, aku sudah berhasil menjadi Project Manager. Sebuah pencapaian yg seharusnya aku berikan untukmu, tp sayang kamu sudah pergi.

Berada di posisi ini itu bukan hal ringan, aku harus berpikir selangkah.. tidak bahkan 10 langkah dr bawahanku. Andai saja kamu ada, pemikiran radikalmu pasti bisa membuat semuanya jauh lebih mudah.

Pada suatu keputusan yg sulit, aku membayangkan kamu. Apa yg akan kamu sampaikan, apa yg akan kamu pikirkan. Berdoa untukmu hadir di sampingku sudah pasti terucap, sudah pasti jg tidak akan pernah terkabul.

Jadi.. ini tidak melulu soal cinta. Banyak hal yg membuatku kagum dengannya.

-The End-
profile-picture
eni050885 memberi reputasi
1 0
1
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
20-01-2021 22:05
Kerenn abiss nih gann calendarr asing
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
20-01-2021 23:39
Buat nutup malam penikmat the Illogical, ga tau kepikiran aja nulis ini. Pendek tp ya.
0 0
0
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
20-01-2021 23:39

IKHLAS

Lucu ya, setiap aku mendengar smartphone ku berdering, aku selalu berharap itu dari kamu yg memberikan kabar.

Aku sudah berada di titik ikhlas sekarang, kamu yang sudah benar-benar hilang tidak memberikan petunjuk sedikitpun dimana kamu berada.

Ikhlas buatku seperti di sebuah perbatasan antara hilang asa dan pengharapan. Aku kini menunggu hempasan angin, entah suatu saat nanti kamu kembali, aku bersyukur dengan sangat. Atau kau ikut terbang ke arah awan kelam, setidaknya aku sudah bersiap.

Harapku kini hanya dari dering smartphone, yang setiap kali aku cek, sudah pasti bukan darimu. Ternyata memang ilmu ikhlas adalah yg tertinggi.
0 0
0
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
21-01-2021 00:16

2010

Hi apa kabar ?
Ga tau beberapa hari ini aku larut dalam kenangan kita dulu. Mungkin karena aku sedang berada di tempat yg sangat terpencil, tiba saja bayangmu mu hinggap tanpa izin.

Aku mau sedikit berkicau boleh ?
Aku tidak pernah mengatakan ini kepada siapapun. Bahkan kepadamu sekalipun.
Ini tentang seberapa aku mencintaimu. Sebenarnya ini terlalu dalam, namun aku pikir konstelasi semesta harus tau, sambil mungkin nanti ada meteor yg lewat membawa semua ini hingga sampai di hatimu.

Ini kala kita harus terpisah oleh jarak. Waktu itu aku hampir menyerah, namun aku ingat janji bahwa kita pasti akan bertemu dalam waktu 2 tahun.

Aku tidak punya tujuan lain, selain sampai di solo dan bertemu denganmu. Ini adalah kali pertama aku benar2 mendobrak semua hal yg tidak masuk logika. Aku gagal berkali, tp masa aku menyerah ? Ada kamu di ujung semua perjuangan ini. Sampai pada suatu ketika aku mempunyai kesempatan terakhir untuk test biar masuk perguruan tinggi di solo. Aku ikuti sebuah bimbingan belajar, selama satu bulan, setiap harinya yg ada di benakku adalah kamu.

Aku harus berhasil untukmu, aku ingin kita bersama lg.

Setiap kali aku gagal, aku selalu membayangkan kamu menepuk pundakku, sambil berbisik bahwa menyerah bukan pilihan.

Waktu test semakin dekat, antara aku gugup dan senang. Dengan ini, aku akan berada di sampingmu terus. Perjuanganku sudah berada di titik terakhir, semuanya tidak akan percuma.

Aku selalu percaya selama rentang waktu aku berjuang mendekapmu, kamu pun selalu menjaga diri untuk tidak berpaling.

Hasil tes keluar, aku menangis sejadinya. Aku diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di solo.

Aku bergetar mengabarimu, jawabanmu ternyata sangat singkat.

'OH'

tidak ada kata selamat, atau lonjakan kesenangan.

Aku pikir mungkin kamu terlarut dalam euphoria, sehingga tidak mampu berkata. Tp di kemudian hari aku tahu ada yg salah dengan dirimu.

Jadi, kalau kamu bertanya, apakah aku mencintaimu ? Sekarang aku balik.
Apakah ada orang yg tidak tulus mencintaimu, dengan perjuangan sebegitu luar biasa selama 2 tahun tanpa berpaling sedikitpun ?
Kalau aku main-main, aku bisa saja tidak memilih solo. Tidak memperjuangkanmu, apalg mewujudkan janji yg kalau di pikir logika sangat tidak mungkin terjadi.
Tp tidak, aku disini, aku berhasil karena kamu.

Di akhir cerita, aku tidak pernah menyampaikan ini, mungkin kamu akan menangis tersedu kalau tahu perjuanganku menggapaimu. Aku membiarkanmu pergi, pergi dengan pria yg kau anggap lebih gagah.

Suatu saat jika kamu membaca surat ini, percaya lah, aku masih mencintaimu seperti dulu. Karenamu, aku bisa sampai disini, karena aku mampu bercerita, karenamu aku mampu berjuang.

Aku tidak lupa, aku hanya ingin kamu berbahagia. Sebagaimana hubungan kita dulu, aku tidak mau diganggu oleh orang lain. Sama dengan hubunganmu dengannya, aku pun tidak mau ikut campur. Kamu punya pilihan, dan aku ternyata tidak dipilih.

-The End-
Diubah oleh riissallele
profile-picture
tekyongz memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
santet---dendam-berakhir-petaka
Stories from the Heart
suami-gak-ada-akhlak
Stories from the Heart
sekar
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia