Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
124
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60028015c0cad7797444cc64/whatsapp-dan-hasrat-monopoli-pengusaha-teknologi
Sudah bukan rahasia lagi kalau Facebook pimpinan Mark Zuckerberg membeli Whatsapp dan Instagram karena takut kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan tersebut di kemudian hari. Dengan tumpukan uang mudah saja bagi Mark Zuckerberg menyabotase masa depan gemilang perusahaan-perusahaan tersebut dengan cara membelinya.
Lapor Hansip
16-01-2021 12:56

Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi

Past Hot Thread
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi

Sudah bukan rahasia lagi kalau Facebook pimpinan Mark Zuckerberg membeli Whatsapp dan Instagram karena takut kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan tersebut di kemudian hari. Dengan tumpukan uang mudah saja bagi Mark Zuckerberg menyabotase masa depan gemilang perusahaan-perusahaan tersebut dengan cara membelinya.

Reputasi Mark Zuckerberg dan perusahaannya Facebook semakin hari memang semakin buruk terlebih lagi semenjak kasus Cambridge Analytica yang kabarnya juga sempat meraup sekitar 1 juta data pribadi pengguna dari Indonesia. Semenjak kasus tersebutlah seluruh dunia akhirnya mulai concern terkait keamanan data digital khususnya data pribadi/privacy.

Rasanya memang terlambat karena sebenarnya perdebatan tentang data-data digital ini sudah dimulai sejak awal-awal gempita Internet di Silicon Valley. Senior Silicon Valley Jaron Lanier menceritakan bahwa sejak awalnya ada perdebatan dua kubu terkait layanan Internet/situs/aplikasi ini.

Kubu pertama yaitu kubu yang berpandangan bahwa layanan sebaiknya gratis dan keuntungan perusahaan didapat dari iklan sehingga ada resiko data pribadi dimanfaatkan. Sedangkan kubu yang kedua adalah kubu yang berpandangan kalau layanan haruslah berbayar dan  keuntungan perusahaan didapat dari biaya langganan pengguna sehingga data pribadi bisa dijamin aman.

Kedua kubu inilah yang sampai hari ini eksis karena ternyata kedua kubu tersebut sama-sama maju dan berkembang dalam bisnis layanan internet/situs/aplikasi. Layanan gratisan plus iklan yang saat ini memang mendominasi bisnis dan tumbuh sangat signifikan sedangkan layanan berbayar tetap bisa hidup dan berkembang sembari terus menyindir layanan gratisan plus iklan karena dianggap semakin hari cara beriklannya semakin keterlaluan.

Cara beriklan yang keterlaluan ini maksudnya adalah targeting ads, yaitu iklan yang ditargetkan pada individu tertentu berdasarkan data-data pribadi individu yang bersangkutan. Data-data pribadi ini dapat menunjukan profil lengkap individu, apa yang dibutuhkan individu, dan apa yang sedang diinginkan individu.

Data-data pribadi ini didapat dari hampir seluruh aktivitas dan profil individu di dalam aplikasi, seluruh aktivitas individu di browser internet yang berkaitan dengan history dan cookies, dari metadata/informasi perangkat keras/gadget, daftar kontak, dan dari sistem operasi yang dipakai individu bersangkutan.

Keterlaluan bukan? Dalam hal kerakusan mengoleksi data pribadi pengguna ini juaranya adalah Facebook plus Instagram, runner upnya adalah Google plus Youtube dan yang ketiga adalah Amazon. Horornya adalah  perusahaan-perusahaan besar tersebut terutama Facebook dan Google selalu hadir dalam hari-hari kita satu sampai dua dekade belakangan ini.

Walaupun Facebook juaranya Mark Zuckerberg tidak seperti Google dan Amazon yang sangat dingin dan menutup diri terkait masalah privasi dan koleksi data pribadi pengguna. Mark Zuckerberg berani unjuk diri dan bersuara kalau yang dilakukannya tersebut adalah untuk kebaikan bersama yaitu untuk menjadikan masyarakat dunia yang lebih guyub dan terkoneksi secara efektif.

Hal tersebut bisa dilihat ketika Mark Zuckerberg mengundang Yuval Noah Harari ke kantor pusat Facebook untuk berdiskusi terkait privasi/data pribadi dan kecerdasan buatan. Apa yang dilakukan Mark Zuckerberg ini ibarat Jokowi yang mengundang Habib Rizieq ke Istana Merdeka untuk diskusi tentang Pancasila dan Agama secara empat mata yang disiarkan secara langsung.

Dalam diskusi yang rekamannya bisa dilihat di akun Facebook Mark Zuckerberg dan akun Youtube Yuval Noah Harari tersebut Yuval mengatakan kalau pengumpulan data pribadi secara massal dan massive akan berakibat buruk karena data pribadi tersebut memiliki kekuatan luar biasa dan akan ada pihak tertentu yang bisa mengontrol hal tersebut untuk kepentingan sendiri.

Sedangkan Mark Zuckerberg mengatakan hal yang sebaliknya kalau pengumpulan data pribadi itu akan berdampak baik karena akan membuat masyarakat dunia lebih guyub dan terkoneksi secara efektif satu sama lain. Keduanya tetap teguh pada persepsi masing-masing sampai diskusi selesai.

Persepsi Mark Zuckerberg tentang data pribadi inilah yang sering kita baca dalam kesepakatan privasi di aplikasi-aplikasinya. Dengan persepsi tersebut Mark Zuckerberg menjalankan perusahaan yang dimilikinya dan terus menerus mencoba menyedot data pribadi pengguna lebih banyak lagi. Ini terlihat dari notifikasi pembaruan kebijakan privasi Whatsapp baru-baru ini.

Disamping itu sebenarnya Mark Zuckerberg ini juga keras kepala karena persepsinya ternyata tidaklah benar bahkan berbeda 180 derajat dengan fakta lapangan. Fakta lapangan lebih dekat kepada apa yang dikatakan oleh Yuval Noah Harari yaitu adanya aktivitas pengumpulan data pribadi secara massal dan massive untuk kepentingan pihak tertentu yang akibatnya sangat buruk, yang paling terlihat dan terasa adalah polarisasi yang terjadi hampir diseluruh belahan dunia.

Terkait fenomena tersebut hampir semuanya sepakat bahwa Facebook khususnya dan umumnya semua medsos pengumpul data pribadi seperti Youtube, Twitter, dan Instagram bertanggung jawab atas setiap pertajaman polarisasi karena berbagai sosial media tersebut malakukan targeting ads yang satu paket dengan personalisasi konten.

Targeting ads dan personalisasi konten ini menyebabkan "buble world" atau "simulacra"  bagi pengguna medsos yang dampaknya di real life/lapangan adalah polarisasi juga hoax. Masyarakat dunia tidak lebih guyub seperti yang dikatakan Mark Zuckerberg tapi ternyata sebaliknya, masyarakat dunia jadi lebih saling membenci satu sama lain.
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi


Maka jelaslah pengumpulan data pribadi sebenarnya memiliki motif lain. Banyak analisis mengatakan bahwa data pribadi ini selain digunakan untuk kepentingan komersil juga digunakan untuk kepentingan monopoli baik itu monopoli perusahaan tertentu ataupun monopoli opini tertentu, bahkan monopoli politisi/partai tertentu, yang paling terlihat saat ini adalah pengumpulan data pribadi dipakai untuk kepentingan monopoli perusahaan terutama perusahaan teknologi seperti Facebook, Google, dan Marketplace seperti Amazon.

Data pribadi dalam jumlah yang banyak (big data) memang memiliki kekuatan yang luar biasa dan bisa digunakan untuk banyak sekali kepentingan secara efektif dan akurat. Dalam hal monopoli perusahaan contohnya adalah Amazon yang menggunakan data pribadi penggunanya untuk menargetkan produk besutan Amazon sendiri kepada pengguna/pembeli daripada produk pengusaha lain di marketplace tersebut.

Sebagai marketplace terbesar bahkan pasar terbesar di dunia dan terus tumbuh maka dengan data dan dana yang dimilikinya mudah saja bagi Bos Amazon Jeff Bezos untuk memonopoli banyak sektor usaha dan membunuh usaha-usaha lain terutama usaha mikro di berbagai belahan negara.
Sedangkan Google yang sudah memonopoli mesin pencari juga mengintervensi hasil mesin pencarinya untuk merekomendasikan situs-situs dan usaha-usaha afiliasinya sendiri di halaman utama dalam hasil pencarian dan  menenggelamkan hasil pencarian dari situs-situs dan usaha-usaha pesaingnya seperti kasus dari produk Smart Home Nest dan Vivint.

Facebook dalam hal monopoli untuk saat ini memang masih lebih kepada membeli  secara langsung calon pesaing potesialnya seperti Whatsapp dan Instagram, namun sudah sejak lama Facebook ingin mengintegrasikan ketiga aplikasi besar yang dimilikinya ini dan menyedot data pribadi sebanyak mungkin darinya, tujuan besarnya adalah diduga untuk menjadikan tiga aplikasi besar tersebut sebagai suatu kesatuan yang akan menopang proyek ambisius Facebook yaitu Libra yang belakangan disebut "Diem" dan menjadikan Libra/Diem sebagai mainstream mata uang dunia yang berbasis kripto.

Bayangkan setiap iklan di Facebook dan Instagram langsung ditransaksikan produk iklannya lewat Whatsapp dan pembayarannya direkomendasikan memakai mata uang buatan Facebook sendiri. Bayangkan skala transaksi yang bisa dicapai oleh perusahaan teknologi dengan pengguna terbanyak di dunia ini.

Apakah Facebook ingin merebut monopoli penerbitan mata uang dari para bankir? Rasanya futuristik sekali bahkan mungkin utopis, rencana peluncuran Libra saja langsung diprotes dan ditentang para bankir juga politisi di berbagai negara.

Walaupun begitu yang perlu dicatat adalah bahwa dalam era big data nanti orang yang paling kuat adalah orang yang memiliki data terutama data pribadi yang paling besar dan paling banyak. Untuk saat ini orang tersebut adalah Mark Zuckerberg dan Mark Zuckerberg masih belum kenyang dengan big data yang dimilikinya.
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi

Diubah oleh RifanX
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viqririatra dan 42 lainnya memberi reputasi
43
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 5
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 14:37
knp selalu whatsapp yang diberitakan, masih banyak ko messaging yang lebih bagus menurut ane.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 14:40
Untung tak nonaktifkan sosmed

Cuma ada kaskus ,whatsapp, sama instagram
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 14:41
fb ane pake cuma buat ngehode
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 14:48
Intinya ini adalah harga yang harus dibayar bagi pengguna aplikasi GRATIS. Thank you for the insight emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jet1717 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 14:51
Mungkin satu2 cara bagi kita para kaum proletar IT yg nasibnya hanya bakal mentok sbg user ini adalah: menjaga jangan sampai pesaing FB/WA/IG mati.
Jd jgn hanya menggunakan FB/WA/IG tp gunakan jg Diaspora, Ello, VSCO, Telegram, Signal, Pinterest dll.

Semakin banyak pilihan semakin bagus krn ini mencegah monopoli.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
10111213141511 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:03
Hmmm pakai yang lain
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:09
Udah delete account fb permanent dari 2012 emoticon-Hammer (S)
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:15
Ini kayanya kita harus rajin rajin baca terms of condition nih kalau mau nginstal sesuatu
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:23
di sini malah fb jadi album keluarga.. sbb orng sini ga kenal apa itu privasi gan.. yang ko'it aja masih masuk album fb emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
yurikaede dan kakekane.cell memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:24
wah pantesan wa ane 2x kena hack, pindah ke lain hati aja dah
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:28
Ter Zuccc!!

Must ZUcccCCC Alll your data!
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:31
Gua pakenya twitter dan onlyfans emoticon-Cool
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:32
Banyak Duwit enak'.ada pesaing tinggal beli.
Facebook pertama kali beli aplikasi snaptu
Diubah oleh meimeiput
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:33
Gw punya akun FB malah gk tersentuh, dulu buat cuma karena maruk main Texas poker bentar....
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:42
kira² data ane buat apaan ye ama die di simpen
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1 0
1
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:45
ini bahayanya terlalu narsis di medsos emoticon-linux2 apalagi orang indo tipikal pamer dikit2 di jembrengin semua dimedsos dari alamat,lagi dimana,sama siapa dsb emoticon-Nohope sekarang boleh punya bacot gw bukan siapa2 g ada ngaruhnya data diambil privasi itu mahal suatu saat lagi diatas bisa aja diblackmail pake data dulu emoticon-linux2 belum lagi dimanfaatin negara2 tertentu buat bungkam orang emoticon-linux2 dan kemaren kejadian si trump di banned sekelas presiden aja dibungkam sama mereka gara2 sepaham padahal disana menjuinjung kebebasan berpendapat emoticon-Nohope g heran byk negara yg digoyang lewat medsos emoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jicho22 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:48
netizen takut privasinya diserang tapi juga suka nunjukin segala sesuatu dalam hidupnya di sosmed.
0 0
0
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:55
Beruntungya gw yang sejak 2015 udah stop fb, ig dan twitter. Dan bulan ini resmi stop pake whatsapp.
profile-picture
profile-picture
b.p.r.d dan deadworm10 memberi reputasi
1 1
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 15:58
Ada istilah begini "there is no free lunch", artinya (vesi ane), pasti ada konsekuensi logis atas segala sesuatu, baik itu ketika menggunakan aplikasi A, B, C, dst.

Contohnya ketika kita mulai Sign Up Facebook, disitu kita disodorkan kolom isian, dan harus diisi (contoh: no HP atau alamat email), dst.

Dengan mengisi data tsb, asumsi ane, kita sudah "setuju" dengan apa yg diminta oleh FB, ataupun aplikasi lain.
Memang sekarang ini serba terkoneksi, sebut saja ane pernah searching di Google, misalnya "Sepeda Lipat", nah ketika ane buka aplikasi lain, tiba2 suka muncul iklan "Sepeda Lipat", padahal ane lagi buka aplikasi lain (bukan google).

Dalam hal ini mungkin istilah marketingnya "Follow Up", jd pengguna itu terus di Follow Up atas apa yang menjadi kebutuhan (berdasarkan apa yg terekam oleh mesin pencari).
Semua kembali ke user/kita sendiri, apakah terganggu, atau memang menjadi "diingatkan kembali" dll, semua punya persepsi masing-masing.

Hanya saja, mungkin yg jd persoalan itu ketika data kita tidak aman, kalau digunakan oleh pihak untuk mencari keuntungan, tanpa "izin dari pemilik data", atau jadi bahan Hecker, nah ini yang harus menjadi perhatian dari pemilik Aplikasi, dalam hal ini sebut saja FB, supaya data yg sudah kita isi, terjaga dengan baik.

Dan yang terpenting, biasanya kalau ada yang mencoba masuk ke aplikasi dengan mencoba memasukan password kemudian salah, biasanya ada notifikasi melalui email atau nomor HP, jd ada verifikasi terlebih dahulu, apakah yg mau Log in itu kita sendiri, atau orang lain (hecker).

itu pandangan ane ya gan, tetap waspada dan semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.


nice thread gan, sebagai bahan diskusi keren!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bstepanus dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Whatsapp dan Hasrat Monopoli Pengusaha Teknologi
19-01-2021 16:00
Sejak nonton Great Hack jadi terbuka luas perspektif ane di bidang sosial media
profile-picture
RifanX memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia