Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
94
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6001bc85f4d695115f4f4a55/kalau-sudah-kebanjiran-memangnya-perilaku-kita-berubah
Hidup di dekat sungai dan jembatan pengeberangan memiliki seni tersendiri. Pengennya sih jika mampu pasti aku akan mencari atau membuat rumah di dataran tinggi, jauh dari sungai. Supaya suatu saat bisa tersenyum lebar ketika banjir datang.
Lapor Hansip
15-01-2021 23:02

Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?

Past Hot Thread
icon-verified-thread


Hidup di dekat sungai dan jembatan pengeberangan memiliki seni tersendiri. Pengennya sih jika mampu pasti aku akan mencari atau membuat rumah di dataran tinggi, jauh dari sungai. Supaya suatu saat bisa tersenyum lebar ketika banjir datang.

Bukan tanpa belas kasihan. Tapi hingga kini, sudah hampir 20 tahun ini banjir adalah sahabat sejati. Mau bagaimana lagi, mau menyalahkan hujan memang berani menentang takdir Tuhan?

Mau teriak sampai urat leher putus pun tak berarti apa-apa. Hanya bikin serak suara dan orang lain mengira gila.

Banjir tak datang sekonyong-konyong. Bukan soal derasnya hujan. Bukan karena sungainya mendangkal dan mengecil. Tapi karena ulah tangan manusia. Dan untuk yang satu ini semua seprtinya cuci tangan.

Kenyataannya, dahulu dua puluh tahun lalu pernah kami mengalami hujan deras hampir tiga hari tiga malam. Aku masih ingat betul ketika itu beras sempat langka. Tak ada yang bisa menjemur padi untuk digiling. Bukan banjir yang kepikiran. Karena memang tak akan ada banjir.

Air sungai hanya keruh beberapa jam, kemudian hilang. Dibet air sepertinya hanya naik sekitar satu meter dari biasa. Walau tak cepat surut tapi tak ada banjir bandang seperti sekarang.

Sawah juga hanya terendam beberapa centi meter saja. Mengapa bisa? Saat itu orang desa menjebutnya "tantujuh", artinya ikan-ikan akan segera memijahkan telurnya. Maka berbondong-bondonglah warga desa ke sawah membawa kail.

Ikan betok, gabus, kihung, dan jenis ikan sawah melimpah. Saat seperti ini jadi saat yang tepat untuk mengambil ikan, menyimpannya jadi "ikan wadi". Persiapan ketika ikan sepi.

Memang debit air di hampir seluruh kawasan desa meningkat. Tapi tak ada yang menyebutnya banjir.

Tidak seperti dua puluh tahun terakhir ini. Begitu mendung hitam ada di langit hulu, siap-siap saja. Nanti malam atau esok siang, sungai akan keruh seperti tanah.

Debit air sudah tidak bisa diukur lagi. Naiknya sangat tinggi dan tak bisa dipridiksi. Padahal di desa kami tidak terjadi hujan. Kadang hanya gerimis sebentar saja.

Kalau rumah terendam lantainya satu meter, itu sudah biasa. Tak ada juga yang memperhatikan. Apalagi belas kasihan. Pemandangan yang sudah biasa. Mereka yang melihat pasti akan berkata, "Esok atau lusa pasti akan surut lagi." Hanya itu.
Quote:

Boro-boro dapat bantuan atau ada tenda dan post mengungsian. Sebuah kemustahilan. Paling banter mereka akan berkata, *Salahnya sendiri masih mau hidup dan menetap di pinggir kali.

Kalau soal ingin saling salah menyalahkan. Pasti ruang artikel di tempat ini tak akan mampu menampung keluhanku.

Apa yang sebenarnya terjadi sih? Baiklah, aku coba butiri satu persatu tanpa ingin menyalahkan siapa pun.

Pertama, bagaimana hutan telah ditebas habis, dahulu para perambah hutan yang dijadikan kambing hitam. Kemudian ketika kadang-kadang terdengar suara ledakan. Orang desa pasti mampu menerka, ada tanah yang sesang dibom. Untuk tambang batubara tentunya.

Demikian juga ketika warna air begitu jernih dan berwarna hitam. Orang desa kenal betul, ini adalah air dari limbah perkebunan sawit. Sedang pemupukan, katanya.

Kalau sudah air hujan dari langit jatuh. Kemana mengalirnya kalau tidak ke hilir sungai? Kalau air hujan jatuh kemana lagi tersimpannya kalau tidak ada akar tanaman yang mampu menyimpan dan menampungnya? Memangnya akar serabut sawit mampu menyerap dan menampung air hujan? Entahlah...

Jika sudah begitu siapa yang akan jadi korban? Mereka yang berada di hilir sungailah korban pertama.

Hal ini diperparah dengan kesalahan penaffsiran tentang tata kelola air. Dikira jika semakin banyak saluran dibuat akan membuat banjir akan berkurang. Memang benar, air akan segera mengalir ke arah hilir sesuai dengan perkiraan. Tapi seberapa air yang jatuh dari langit, siapa yang kuasa mengukur dan menghitungnya? Hampir tidak ada!

Maka akhirnya, dibuatlah tembusan-tembusan dari arah sungai ke persawahan. Maksudnya agar sawah-sawah tidak lagi banjir akibat luapan air sungai. Salah besar ternyata. Dengsn sedemikian banyak saluran yang dibuat akan menjadikan air sungai yang melimpah masuk ke areal pesawahan. Akibatnya sawah tenggelam menjadi lautan banjir hingga menunggu sungai surut.
Quote:

Kapan sungai surut? Sungai akan surut ketika air tidak bertambah lagi. Artinya ketika huja di wilayah hulu berkurang. Tapi kapan? Jawabnya adalah nanti ketika musim hujan telah berlalu. Ha ha ha ha.. Jawaban pasrah karena tak merasa bersalah.

Kondisi demikian diperparah dengan kesadaran masyarakat yang tak henti-hentinya membuang sampah ke sungai. Mulai dari sampah plastik sisa kemasan rumah tangga, hingga pohon-pohon di pinggir sungai yang ditebang pemiliknya kemudian dilarutkan ke sungai. Salah satu trik terjitu dan paling cepat.

Pernahkah terpikir, sungai hilornya dimana? Seberapa luas muaranya? Entah dengan kesadaran yang telah hilang atau memang sengaja menutup mata dan telinga.

Terang-terang di atas jembatan penyeberangan ada tulisan, "Mohon maaf, tolong membuang sampahnya di tempat lain saja."

Sebuah kalimat yang sangat lembut dan sangat sopan dengan maksud menggugah kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Apa jawaban sebagian dari mereka?

"Kalau saya tidak membuang sampah ke sungai toh, ada ribuan orang lain yang membuang sampah ke sungi."

Apa tidak gila coba, iri dengan orang lain dalam perkara yang demikian jelek. Jika iri terhadap perbuatan baik bagus untuk dilanjutkan.

Jadi kalau sudah mendengar teriakan banjir. Aku paling akan tersenyum lebar, dan dalam hati akan berkata, "Rasakanlah balasan dari keteledoran dan kerusakan yang telah kita lakukan."

Banjir hanya merendam rumah beserta perkakakasnya. Yang demikian pun ketika banjir telah hilang. Perilaku menjaga lingkungan dan merawat selokan tak pernah lagi menjadi perhatian.

Seperti sebuah lagu, "yang lalu biarlah berlalu." Esok banjir lagi teriak lagi. Begitulah. Jika dalam dua puluh tahun terakhir ini banjir begitu menjadi momok. Alangkah mengkhawatirkannya 20 atau 30 tahun ke depan.

Jangan-jangan hanta karena hujan rintik-rintik saja akan mengakibatkan banjir bandang. Saking tidak perhatiannya terhadap tata kelola air.

Sepanjang ingatanku, hampir setengah abad berada di Kalimantan Selatan. Tak pernah ada kota seribu sungai mengalami banjir. Hanya tahun ini banjir benar-benar terjadi.

Seharusnya musibah ini menjadi cermin bagi semua pemangku kebijakan yang ada di wilayah ini. Bahwa hutan kita telah menipis dan tak kuasa menampung air hujan lagi. Perluasan eksplorasi hutan menjadikan lahan batubara, lahan perkebunan sawit sungguh berdampak pada banjir di tahun-tahun berikutnya.

Jika tetap saja kita berpangku tangan dan tetap mengabaikan tata kelola air hujan secara komperhensip jangan terkejut jika pada masanya nanti Kalimantan Selatan akan tenggelam karena banjir yang menggenang.

Jadi kalau ada yang mengeluh karena banjir dan tak mendapat perhatian atau bantuan. Sudahlah jangan lebay. Orang-orang yang hidup dekat dengan sungai telah mengalami banjir berkali-kali setiap tahunnya.

Kuncinya ubah perilaku mulai dari diri sendiri. Jika belum berhasil saat ini. Semoga kesadaran itu datang ketika anak cucu kita menggantikan kita. Semoga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m4ntanqv dan 37 lainnya memberi reputasi
38
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 4
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:29
otomatis berubah si kalo orangnya sadar, mulai dari gak membuang sampah sembarangan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:32
banjir kok bingung katanya negara maritim liat aer pontang pantingemoticon-Ngakak
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:32
Kompleks emang maslaahnya, banjir terus terusan terjadi tiap tahun
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:32
setau ane ya maap kalau salah, dalam ilmu hidrologi itu ada teknik untuk memprediksi brp jumlah debit banjir sungai dengan probabilitas frekuensi kejadiannya, ada banjir tahunan, 2 tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 25 tahunan, 50 tahunan, 100 tahunan, 1000 tahunan dst. Nah biasanya yg dipakai untuk kriteria desain infrastruktur itu yg Q25/ Q50 jarang pakai yg diatas itu. Ga ada yg namanya sungai udah dibikin tanggul ga bakalan banjir selamanya, lihat spesifikasi tanggulnya itu buat yg Q brp.

Jadi kalau selama 50 tahun baru sekali ini banjir kyk gitu ya mungkin ini masih normal, berarti infrastruktur pengairan disana speknya dibawah banjir yg lagi terjadi ini, kecuali banjir kyk gitu terjadi 3 tahun berturut-turut baru itu mungkin ada faktor lain yg perlu diselidiki.
Diubah oleh rajatuyul
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:34
Ngak akan berubah sebelum ngerasain sendiri...tuh covid pada bebalkan?
emoticon-Ngacir
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:36
Banjir nyalahin pemerintah, otaknya di dengkul
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:42
Orang indonesia ngakunya paling religius, paling alim paling beriman...tapi kok kelakuan kaya monyet, suka buang sampah sembarangan

Apa pada pura2 lupa sama perintah "kebersihan sebagian daripada iman" yg banyak ditempel di tempat ibadah??

Setiap jengkal tanah sungai hutan...semua dianggap tempat sampah

Bahkan jalan aspal pun pun dianggap tempat sampah...udah sering di jalan mulai dari yg pake motor mio sampe yg pake mobil alphard, enteng2 aja ngelempar sampah ke jalanan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:44
Ga bakalan deh
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:45
Beberapa tahun lalu saat banjir 5 tahunan jakarta tepatnya di 2013-2014 mungkin, pernah ngerasain tempat tinggal yang terkena banjir,walau jarang2 tapi itu berkesan buat gwe saat itu.

tepatnya waktu masih sewa ruangan sepetak dengan ranjang tingkat 2 dari kayu. Itupun masih sama orang tua yaitu ibu.
Sampai2 saudara ibu yaitu bu'lek ku sampai ngungsi ke kontrakan yg di sewa ibuku, saking tingginya air di tempat bu lek'ku sampai sebahu orang dewasa.

Paling berkesan adalah sebagai berikut :
motorku yg mogok terendam sampai atas businya.
Berangkat kerja ternyata arah tempat kerja ,di sebuah cekungan jalan terlihat ada busway yang kelelep sampai atap. Mustahil dilewatin kendaraan roda 2 gw.
Akhirnya ane izin ke atasan putar balik.

Di kontrakan petak ya tidur se dapatnya aja, yg penting bisa merem. Wkwkw 1 petak untuk ber 4 . Turun dari ranjang air semata kaki.

Paling horor adalah,
Di ujung kontrakan deret ada Kamar mandi umum rame rame dan tepat di sebelahnya
Ada wc yang kebanjiran juga, wc jongkok yang lubang ⭕ nya air gak surut2. Di siram nonggol lagi itu ta* nya. Wkwkwkwkkwkwk..

Paling apes ya kalau pas pengen B. A. B itu closed keremdem sampai pijakan kakinya.
Beuhhhhhhhhhh...


Alhamdulillah sekarang sudah aman dari banjir. Dan tinggal di tempat nyaman dan hijau.
profile-picture
kerapintar memberi reputasi
1 0
1
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:48
Bagus om tulisannya emoticon-Jempol

Domisili di Kalsel?
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:49
Global warming, kerusakan lingkungan, peralihan kawasan resapan jadi sawit + tambang. Bencana itu sering kali kompleks, gak serta merta salah satu pihak apalagi nyalahin buang sampah sembarangan, yg sering kali hanya penyebab kecil banjir. Tapi yg jelas kalau skalanya udah kaya gini, ini mah pembalakan hutan berlebihan
profile-picture
simsol... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:52
Ada seseorang pernah berkata kepada ane tentang akan datangnya kiamat.
Dia bilang kiamat datang justru dari ulah manusianya itu sendiri yg hidup di bumi.
Tuhan itu maha sayang kepada ciptaannya.
Tapi Tuhan itu juga maha adil kepada ciptaannya.
Manusia adalah sebab-sebab dari kiamat itu sendiri...


TTD...

@lupis.manis

emoticon-Ngacir
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:55
Memang banjir menjadi permasalahan besar karena semakin sedikit daerah resapan dan perilaku membuang sampah sembarangan
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:55
Sampah bukan satu satunya sebabin banjir.
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 21:56
Memang kesadaran akan peduli lingkungan itu penting dan bener kata agan, ubah fungsi lahan hutan jadi tambang ane rasa ada andil yang cukup besar di sini
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 22:04
klo mmg manusianya pd sembarangan sama lingkungan dgn buang sampah sembarangan, pengerjaan proyek yg gak mikirin dampak, gak peduli lingkungan ya ttp aja banjir emoticon-Traveller

Ingat mother of nature tidak butuh sama manusia, sebaliknya manusia yg butuh sama alam. jgn angkuh kau wahai manusia lemah
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 22:22
Kan nenek moyangku orang pelaut.. masa liat air takut
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 22:35
semoga lekas kembali seperti sedia kala
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 22:40
gak usah bawa bawa Tuhan segala lah
banjir itu murni kesalahan manusia
eksploitasi alam berlebihan itu penyebab nya
buka lahan utk pemukiman, itu aja udah melawan keseimbangan alam
harus di imbangi dengan upaya lain, seperti bangun sistim drainase dll
kalo cuma bangun pemukiman doank yah udah jelas pasti banjir, tinggal tunggu waktu aja
longsor juga salah manusia juga, kenapa bikin pemukiman di lereng tebing gitu???? itu tempat yg tidak di rekomendasikan dalam ruang tata bangunan
manusia punya ilmu, tau hal itu gak boleh, tapi masih mbangun juga, yah salah manusia nya kan?
gempa juga salah manusia, kenapa juga bikin bangunan yg gak tahan gempa? kemana aja pemerintah nya? kenapa di biarin kontraktor abal abal bikin bangunan asal asalan yg gak tahan gempa? bukankah jadi kontraktor itu gak boleh sembarangan, harus ada ijin nya ? di indonesia, mandor biasa aja udah bisa jadi kontraktor (abal abal). yah gak heran kalo banyak korban jiwa pas gempa melanda.
0 0
0
Kalau Sudah Kebanjiran, Memangnya Perilaku Kita Berubah?
18-01-2021 22:41
kalo udah terbiasa ngerasain banjir sih harusnya woles dlm menyikapinya.. mau sambat pun jg percuma, gak akan merubah keadaan.. masalah kompleks gak bisa dirubah oleh satu dua orang aja.. butuh keselarasan antar sesama masyarakat
0 0
0
Halaman 2 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia