Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1014
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4fcf409a972e05b10e0324/tulah-jasadnya-mati-dendamnya-beranak-pinak--based-on-true-story
Namanya Mas Adil (nama disamarkan), kawan dekat dari kakak salah satu admin The Dark Tales yang dulu pernah aktif berkegiatan sebagai relawan di salah satu organisasi sosial kemanusiaan yang lumayan gede dan punya anggota/relawan yang tersebar di kota-kota di pulau Jawa. Dan dari Mas Adil inilah cerita itu pertama kali kita denger. Cerita tentang pengalaman beliau waktu masih aktif di organisasi y
Lapor Hansip
21-02-2020 19:38

TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story

Past Hot Thread
Salam kenal semuanya, agan-agan kaskuser dan para penghuni forum SFTH...

Perkenalkan, kami adalah empat orang anonim yang berdasar pada kesamaan minat, memutuskan untuk membuat akun yang kemudian kami namai THE DARK TALES.

Dan kehadiran kami di forum ini, adalah untuk menceritakan kisah-kisah gelap kepada agan-agan semua. Kisah-kisah gelap yang kami dengar, catat dan tulis ulang sebelum disajikan kepada agan-agan.

Semua cerita yang akan kami persembahkan nanti, ditulis berdasarkan penuturan narasumber dengan metode indepth interview atau wawancara mendalam yang kemudian kami tambahi, kurangi atau samarkan demi kenyamanan narasumber dan keamanan bersama.

Tanpa banyak berbasa-basi lagi, kami akan segera sajikan thread perdana kami.

Selamat menikmati... 


Quote:
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story

Kisah ini berdasarkan kejadian nyata, berdasarkan penuturan beberapa narasumber dan literasi tambahan. Beberapa penyamaran, penambahan dan pengurangan mengenai lokasi, nama tokoh dan alur cerita kami lakukan untuk kepentingan privasi dan keamanan.





Diubah oleh the.darktales
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mefriction dan 120 lainnya memberi reputasi
107
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 25 dari 34
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
30-12-2020 22:09
Jin suruhan mbah gondo..... emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redbarong dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
30-12-2020 22:35
mnrt ane.. yuli itu di jadiin "wadah" buat sang iblis & desa itu sebagai kerajaannya emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
the.darktales dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
30-12-2020 23:07
Thank you yah TS udah mau berbagi cerita yang keren ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
31-12-2020 11:59
Wihhhh main mistis rupanyaemoticon-Kaskus Bangetemoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makan.tahu1 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
31-12-2020 17:21
naruh pasak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
02-01-2021 09:11
abis marathon dari 1 sampai 7, ane kira thread lama ga tau nya baru 😂
semangat buat update nya kang, lebih cepat lebih baek xixii
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
02-01-2021 21:37
emoticon-Ngacir Tubrukan




emoticon-Bingung

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan aan1984 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 20 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 20 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
03-01-2021 19:54
Halo agan-agan semua, disini ane mewakili TS minta maaf harus bikin agan-agan kecewa lagi. Update bagian 8 terpaksa harus ane undur sampai besok karena satu dan lain hal.

Mohon pengertiannya ya agan-agan. Sekali lagi maafkeun kehilafan ane...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
03-01-2021 23:29
Kalo thread ini sampe ga kelar paraaah men 😰..

Nice thread gan.
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 11:21
Nitip jejak dlu gans
Jgn ada kentang diantara kita ya
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 17:40
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
profile-picture
profile-picture
rotten7070 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 19:21
Ayo update gann
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 19:43
Bikin mie dulu sambil nunggu update
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 20:55
Semangat updet gan
Ud tgl 4 menuju tgl 5 emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 23:14
Begadang nungguin updetan
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
04-01-2021 23:45
Nunggu TS nongol sambil nawarin buku berjudul Tulah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rotten7070 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
05-01-2021 00:11

BAGIAN 8

Quote:
Kegelapan genap runtuh di Srigati. Malam merangkak perlahan, diiringi suara lolongan anjing yang menggema memenuhi udara. Hawa dinginnya menggerus nyali, kesunyiannya menegakkan bulu roma.

Lalu, di antara rapatnya pepohonan jati yang berdiri tegak bak raksasa malam, seberkas sinar redup memancar menjadi satu-satunya pelita di tengah kegelapan yang maha. Sinar yang berasal dari lima batang obor yang diletakkan berjejer di depan sebuah rumah kayu berbentuk limasan. Pintu tengahnya terbuka lebar, menandakan bahwa ada kehidupan di dalam sana.

Sarmin duduk bersila di ruang tengah, tepat di belakang punggung Pak Gunardi. Sedang di hadapan mereka, berjarak sekitar empat langkah kaki, seorang kakek tua dengan surjan dan blangkon ikat kesayangannya tampak juga ikut bersila. Menghadap beberapa sesajen berbungkus daun pisang yang diletakkan di atas tampah bambu. Dia adalah Mbah Gondo, dan rumah limasan yang letaknya di tengah huta jati ini adalah tempat tinggalnya.

"Awakmu wedi, le?" (Dirimu takut, nak?)

Suara kakek itu terdengar berat, tebal dan bergetar. Tapi setiap kata yang meluncur dari mulutnya seakan tak ubahnya mantra yang memiliki daya magis. Membuat siapapun yang mendengarnya kehilangan nyali. Tak terkecuali Sarmin, yang butuh beberapa detik untuk menjawab pertanyaan itu.

"Mboten, Mbah."

Mbah Gondo tersenyum kecil. Sepertinya dia tahu Sarmin berbohong. Dia berbohong bahwa dia tidak takut. Bahkan sekarang, dia menyesal kenapa harus namanya yang ditunjuk oleh Pak Gunardi untuk ikut menemani masuk ke dalam hutan menuju tempat ini.

Ini semua gara-gara kejadian tadi siang, ketika dia sengaja sowan seorang diri ke rumah Pak Gunardi. Semenjak peristiwa tiga hari kemarin, Sarmin sudah membulatkan tekad untuk mencari siapapun yang menguntit di balik kebun jagung itu. Dia akan mencarinya sampai ketemu dan membawanya ke hadapan Pak Gunardi sendiri untuk diberi hukuman.

Sarmin berharap dengan begitu, Pak Gunardi akan memandangnya sebagai seorang pemuda Srigati yang sedikit lebih berguna daripada sekadar tukang antar kesana kemari. Sarmin tahu dia bisa berbuat lebih. Dia bisa menyelidiki dan menyeret si tukang intip itu seorang diri.

Tapi yang mengejutkan, kepala dusun itu malah memberikan larangan tegas.

"Ora usah repot-repot, Sar. Opo maneh yen kudu pethakilan menyang Jatiasih. Aku wis ngerti sopo bocahe, Simbah sing ngandani. Mending, saiki kowe mulih. Mengko bengi bali mrene meneh. Melu aku menyang griyane Simbah. Yo, cah bagus?" (Tidak usah repot-repot, Sar. Apalagi kalau harus pergi ke Jatiasih. Aku sudah tahu siapa pelakunya, Simbah yang memberitahu. Mending sekarang kamu pulang, nanti malam balik sini lagi. Ikut aku ke rumahnya Simbah.)

Sarmin terhenyak dari duduknya. Dia tidak siap dengan tawaran itu. Pun, dari pengalamannya yang sudah-sudah, tawaran dari Pak Gunardi bukanlah sesuatu yang bisa ditolak. Memang benar sebelumnya dia sering mendapat perintah untuk menjemput Mbah Gondo, tapi itu hanya sebatas dia menunggu di pinggir jalan tanah setapak yang membelah kedalaman hutan. Terkadang Mbah Gondo sudah menunggu di sana, terkadang Sarmin menghabiskan sebatang rokok sambil duduk di atas jok motornya sebelum sang kakek tua itu tampak berjalan terbungkuk dengan tongkat kayu menuju ke arahnya.

Dia belum pernah sekalipun menginjakkan kaki menyusuri jalan setapak itu. Dan Sarmin juga tidak ingin. Menunggu dan melihat Mbah Gondo muncul dari lebatnya hutan saja kadang ia merinding, apalagi harus ke rumahnya malam-malam.

Tapi kamu ikut tahu kejadian di kandang kambing tiga hari lalu. Ucapan Pak Gunardi berikutnya itu membuat semuanya jelas. Sarmin, mau tak mau, berani tak berani, harus ikut karena dia sudah dianggap terlibat dalam urusan itu.

Dan di sinilah ia berada malam ini. Duduk bersila sambil memegangi senternya dengan tangan gemetaran. Dia memilih menundukkan pandangan, hanya supaya dia tak harus beradu mata dengan Mbah Gondo lagi.

"Gun, dawuhku wingi wis mbok lakoni?" (Gun, perintahku kemarin sudah kamu jalankan?)

Pertanyaan berikutnya meluncur, tapi untungnya tidak ditujukan kepada Sarmin.

"Sampun Mbah! Kenthus, Mardi kaliyan Geyong sampun kulo perintahi jogo kandang." (Sudah, Mbah! Kenthus, Mardi dan Geyong sudah saya suruh menjaga kandang.)

"Saiki, wenehno pesenanku..." (Sekarang, berikan pesananku...)

Kali ini, Sarmin tak bisa menahan diri untuk tidak melihat apa yang sedang terjadi, ketika telinganya mendengar sebuah suara yang tidak asing di telinga.

Meoooong. Entah darimana datangnya, tapi kini seekor kucing kecil berwarna hitam tampak melingkar manis di dalam genggaman tangan Pak Gunardi. Sarmin menelan ludah. Bagaimana dia bisa tidak tahu kalau Pak Gunardi membawa seekor kucing padahal sejak dari dusun sampai masuk hutan, Sarmin selalu berada di sampingnya??

Pak Gunardi kemudian menyerahkan kucing hitam itu ke arah Mbah Gondo, yang dengan segera menerimanya dengan satu tangan saja. Mata Sarmin kemudian menoleh ke arah tangan yang satunya. Dan di sanalah dia melihat, sebatang pisau runcing tergenggap erat seakan siap untuk diayunkan.

"Bengi iki aku bakal nyeyuwun menyang Gusti Agung Sri Bendugeni, kanggo ngirim pesen menyang bocah-bocah laknat kae. Gun, bakaren menyane!" (Malam ini, aku akan memohon kepada Gusti Agung Sri Bendugeni, untuk mengirim pesan kepada anak-anak laknat itu. Gun, bakar kemenyannya!)

Pak Gunardi maju. Dia turuti perintah Mbah Gondo dan dalam sekejap, bau kemenyan memenuhi ruangan. Nyaris bersamaan, Mbah Gondo mengangkat tinggi-tinggi kucing hitam yang mulai memberontak itu sedangkan tangan satunya mendekatkan ujung pisau tepat ke arah perut sang kucing.

Sarmin sudah tidak sanggup, dia berusaha bangkit tapi tangan Pak Gunardi buru-buru mencekalnya. "Jangan lari! Jangan sekarang! Simbah sedang mengirimkan pesan ke anak-anak kota itu!"

Malam kian mencekam. Pisau diayunkan dengan sangat cepat. Membelah perut kucing hitam menjadi dua bagian. Darah membanjiri sesajen di atas tampah bambu. Si kucing berteriak sekali, sebelum akhirnya meregang nyawa untuk selamanya.

Kemudian, pisau diletakkan. Jari-jari Mbah Gondo masuk, menarik keluar semua isi perut si kucing. Usus, hati, jantung. Semuanya terberai keluar, sebelum Mbah Gondo melakukan sesuatu yang tak akan pernah Sarmin lupakan seumur hidupnya. Dia memasukkan isi perut si kucing yang masih kemerahan itu ke dalam mulutnya.

Quote:
NIYAT INGSUN AMATEK AJIKU AJI BENDUGENI. GELAP SONGO GELAP SEWU RUH LAN JASADKU. DEMIT ALAS DEMIT GUNUNG ONO NING MBURIKU. BENDARAKU SANG GUSTI AGUNG SRI RATU BENDUGENI. INGSUN NYUWUN...



Quote:
Ada dua alasan kenapa Rafael mengurungkan niat untuk melayangkan bogem mentah ke wajah culun Gilang, ketika ia melihat ketua kelompok KKN-nya itu melangkah masuk ke dalam rumah tanpa terlihat merasa bersalah sama sekali;

Pertama, lengannya terlanjur ditahan oleh Iwan. Dan yang kedua adalah, dua orang asing yang sebelumnya tak pernah ia kenal tampak datang bersama Gilang dan Dea. Keduanya lelaki dan perempuan, kelihatan beberapa tahun lebih dewasa daripada mereka. Yang perempuan, berambut panjang dikuncir kuda dan berkacamata, tampak panik dan berkali-kali menengok ke arah dalam rumah. Sedang yang lelaki, rambutnya ikal panjang dan mukanya tampak lusuh, memandangi Rafael dan Iwan serta Simon yang berdiri tepat di belakangnya secara bergantian.

"Bro, ngopo jam semene kok isih ning njobo?" (Bro, kenapa jam segini kok masih di luar?)

Pertanyaan Gilang barusan kembali menyulut emosi Rafael. Si brengsek ini bertanya dengan begitu entengnya, tanpa tahu kekacauan apa yang barusan terjadi di rumah ini.

Sarah ditemukan pingsan di kebun pisang belakang, dekat dengan kamar mandi. Awalnya, tak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa cewek itu sudah hilang dari ruang tengah. Tempat terakhir mereka melihat Sarah sibuk berkutat dengan laporan perkembangan proker KKN mereka.

Rafael sibuk mengobrol kesana kemari dengan Iwan dan Simon di teras depan, sampai akhirnya suara Poppy yang berisik memanggil Sarah, menarik perhatian mereka. Awalnya Rafael tidak terlalu peduli. Toh, memang begitu tabiat Poppy dan Sarah setiap harinya. Berisik minta ampun. Tapi ketika Poppy memanggil nama Sarah sampai empat kali dan tak ada jawaban sama sekali, ia mulai merasa ada yang tidak beres.

Benar saja. Sarah tidak ditemukan dimanapun. Tidak di kamar ataupun di dapur.

"Mosok bocahe ning kamar mandi mburi omah dewean? Cah jirih koyo ngono?" (Masa anaknya ke kamar mandi belakang rumah sendirian? Anak penakut kayak gitu?)

Celetuk Poppy, ketika mereka menyadari bahwa satu-satunya tempat yang belum mereka periksa adalah kamar mandi yang letaknya di tengah kebun pisang. Tapi kenyataannya, tinggal tempat itulah kemungkinan terakhir Sarah berada. Mereka berempat lalu berjalan bersama-sama menerobos kegelapan, sambil berharap cemas bahwa keajaiban memang terjadi; Sarah tiba-tiba jadi seorang pemberani dan dia memang pergi ke kamar mandi sendirian.

Harapan itu, walaupun tipis kemungkinan, tapi sangat berarti. Karena kalau Sarah juga tidak ada di sana, masalahnya akan menjadi lebih besar. Mereka tidak tahu lagi harus mencari kemana.

Lalu, senter yang dipegang erat oleh Rafael menyorot sesosok tubuh perempuan yang tergeletak di tanah dan tampaknya ia tak sadarkan diri.

"Saraaah!!" Poppy yang berteriak lebih dulu, yang langsung ditarik mundur oleh Simon. Ini sudah larut malam dan tentunya tidak ada yang ingin menarik perhatian warga Jatiasih dengan sebuah kasus yang mereka pikir masih bisa ditangani sendiri.

Rafael mengambil inisiatif untuk maju. Membalik tubuh mungil Sarah dan menepuk pipinya tiga kali. Tapi tak ada respon.

"Iwan, Simon! Iki Sarah pingsan. Ayo digotong mlebu bareng-bareng. Tapi ojo do rame, ndak malah ngundang wong kampung mrene!" (Ini Sarah pingsan. Ayo digotong masuk bareng-bareng. Tapi enggak usah berisik, ntar malah ngundang orang kampung kesini semua)

Tak sulit membawa tubuh Sarah yang kerempeng itu dan menidurkannya di dalam kamar. Tapi yang jadi masalah adalah, bagaimana bisa dia pingsan di tempat itu? Pergi kesana sendirian di jam semalam ini saja sudah tak masuk akal...

Apalagi Simon sempat berbisik padanya, sesaat setelah mereka memastikan Sarah dijaga oleh Poppy di dalam kamar dan mereka beranjak keluar menuju ruang tengah.

"Kowe mau mambu koyo ambu wedhus ora El, pas ngangkat Sarah soko mburi omah?" (Kamu tadi nyium kayak bau kambing gak El, pas ngangkat Sarah dari belakang rumah?)

Rafael tidak memberi jawaban, walaupun sebenarnya dia juga mencium bau yang sama. Bau kambing yang cukup menusuk hidung. Bukan! Bukan dari badan Sarah. Tapi seakan bau kambing itu bercampur di udara. Tapi entah darimana datangnya, karena sepengetahuannya tidak ada kandang kambing di sekitar rumah markas kelompok KKN mereka.

Lalu tak lama setelah itu, Gilang datang bersama Dea dan dua orang asing yang kehadirannya justru membuat keadaan makin tidak nyaman. Rasanya seperti Rafael ingin meluapkan segala amarahnya kepada Gilang tapi terhalang oleh keberadaan mereka berdua.

"Dek, semuanya baik-baik aja kan?"

Rafael nyaris terlonjak kaget ketika dia baru menyadari bahwa si perempuan asing itu kini sudah berdiri tepat di depannya. Bicara dengan logat Jakarta yang kental, membuatnya kian merasa tidak nyaman. Dia mundur beberapa langkah, tapi tetap berada di posisi menahan mereka agar tidak masuk ke dalam.

Kamu siapa?

Pertanyaan itu sudah sampai kerongkongan, namun urung terucap ketika sebuah teriakan terdengar dari dalam rumah. Teriakan histeris yang penuh ketakutan. Semua yang ada di situ langsung memandang ke arah dalam, dimana di sana Poppy tampak tersungkur di ruang tengah dan pandangannya terus mengarah ke dalam kamar.

Rafael ingat, perempuan Jakarta itulah yang pertama kali berlari masuk disusul oleh yang lain. Rafael ada di posisi paling belakang, menyusul dan berniat ikut masuk ke dalam kamar. Tapi langkahnya terhenti tepat di depan pintu. Apa yang dilihatnya di dalam sana, seketika membuat kedua lututnya lemas tak berdaya.

Dia tak pernah merasa seketakutan ini. Seumur hidupnya, dia tak pernah seketakutan ini.

Di dalam kamar, Sarah berdiri. Kedua kakinya melayang beberapa senti dari ranjang. Melawan gravitasi! Kedua jari telunjuknya menunjuk tajam ke dua orang di antara mereka, dengan sebuah senyum lebar yang begitu menakutkan. Lalu bau kambing itu...bau kambing yang tadi sempat Rafael cium di kebun pisang, kembali hadir menusuk dinding-dinding hidungnya. Bahkan kali ini baunya lebih kuat! Sangat menyengat!

Dengan nafas tersengal karena rasa takut, Rafael mencoba mengikuti kemana arah kedua telunjuk Sarah itu tertuju.

Dea dan Gilang! Sarah menunjuk tepat ke arah dada Dea dan Gilang.

"Cah bagus karo cah ayu wis mulih, to? HAHAHAHAHA!!" (Anak ganteng dan anak cantik sudah pulang, ya? HAHAHAHAHA!!)

Itu bukan suara Sarah! Bahkan Rafael merasa itu bukan suara dari dunia ini! Itu seperti suara dari neraka!!

"OJO PISAN-PISAN MANEH WANI GOLEK PERKORO KARO AKU, BOCAH ASU!!!" (Jangan sekali-kali lagi berani cari perkara denganku, anak anjing!!!)

Sebuah teriakan panjang, lalu Sarah terhempas dengan kencang ke atas ranjang. Diam, sunyi...kemudian dia nampak menangis. Lirih, menyayat hati...

"Tulung, cah...Tulungono aku..." (Tolong, tolong aku...)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cococrash dan 26 lainnya memberi reputasi
27 0
27
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
05-01-2021 00:38
Lanjutttt
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan aan1984 memberi reputasi
2 0
2
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
05-01-2021 01:04
Njir.... Serem jin suruhan mbah gondo... Nyenggol dikit urusan demit jd gini nih hasilnya.. emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redbarong dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
TULAH (Jasadnya Mati, Dendamnya Beranak Pinak) ~~ Based on True Story
05-01-2021 06:45
Waduh urusan makin berat aja ni
emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan nomorelies memberi reputasi
2 0
2
Halaman 25 dari 34
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
air-mata-hujan
Stories from the Heart
friend-ghost
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
permintaan-ibu
Stories from the Heart
pertemuan-dan-pertemnan
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia