Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
178
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fe94512f0bdb2463b5e4d02/diary-mata-indigo-4---resurrection
Thread ini adalah thread lanjutan dari Thread sebelumnya Diary Mata Indigo - Season 3 : The Next Level Cerita Season  ini bercerita tentang pengalaman pengalaman-pengalaman random dan cerita yang sebelumnya tidak pernah terungkap. Penulis pada season ini akan lebih banyak menambah bumbu-bumbu fiksi sebagai pembungkus pengalaman yang pernah ada. Tentu saja dengan tetap mengedepankan prinsip "
Lapor Hansip
28-12-2020 09:38

DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION

icon-verified-thread
Thread ini adalah thread lanjutan dari Thread sebelumnya Diary Mata Indigo - Season 3 : The Next Level



Cerita Season  ini bercerita tentang pengalaman pengalaman-pengalaman random dan cerita yang sebelumnya tidak pernah terungkap. Penulis pada season ini akan lebih banyak menambah bumbu-bumbu fiksi sebagai pembungkus pengalaman yang pernah ada. Tentu saja dengan tetap mengedepankan prinsip "Fiksi Rasa Real" daripada "Real Rasa Fiksi". Tentu saja semua nya diambil dari apa yang dihasilkan oleh penglihatan seseorang yang bisa melihat “mereka”. Mereka yang tak kasat mata. Hanya saja kali ini semuanya akan coba diangkat dengan level yang berada. Dimana juga ada perjalanan jiwa dan kehidupan lampau past life dari tokoh utama

Level dalam season kali ini akan jauh berbeda dari level sebelumnya. Mungkin horor akan sedikit berkurang, dan lebih banyak sisi drama dan melow yang diangkat. Tetapi tentu saja masih dalam bingkai sisi dunia mistis supranatural dan sedikit menyentuh spiritual.

Isi thread ini murni berbagi cerita dan pengalaman dan sama sekali tidak bicara tentang pengertian atau pemahaman tertentu. Bagi orang yang mungkin punya pemahaman atau pengertian yang berbeda dipersilahkan. Tapi yang jelas hal-hal itu tidak akan direspon

Penulis tidak mengharapkan komentar yang menimbulkan perpecahan, apalagi yang berbau SARA, akan tetapi jika ternyata ada juga yang berkomentar demikian, maka semoga mendapatkan hidayah dan semoga orang tersebut semakin dimulikan dan dan ditinggikan derajatnya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Terlepas nanti ada syarat dan ketentuan berlakunya atau tidak.

Selebihnya ane cuma bisa mengucapkan, selamat menikmati.

Enjoy….

DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION



PS :

Untuk memudahkan dan karena Diary ini terdiri dari beberapa part ane sediakan link nya. Dengan rendah hati ane juga tidak lupa menghimbau untuk membudayakan komeng bagi Agan & Sista. Cendol bila Agan & Sista ikhlas, rate jika berkenan, bata mohon ditiadakan

DMI RESURRECTION - KASUS PERDANA PART 1 & 2


DMI RESURRECTION - MISTERI ALTAR PESUGIHAN PART 1 & 2

DMI RESURRECTION - MISTERI ALTAR PESUGIHAN PART 3

DMI RESURRECTION - KEINGINAN MELUPAKAN

DMI RESURRECTION - KSATRIA DARI MERAPI 1

Simak karya-karya ane yang lain :

Diary Mata Indigo - Season 1

Diary Mata Indigo - Season 2

Diary Mata Indigo - Season 3

Dimana Karya-karya itu semuanya sudah diangkat menjadi Novel. Terutama untuk yang Season ke 3, penulis juga berpesan bagi pembaca yang ingin mengetahui bagaimana akhir ceritanya silahkan membeli dan mendapatkan bukunya. Akhir dari ceritanya ada di Novel Dimensi Ketiga - Final Chapter

DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION

DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION

DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION


Diubah oleh jeniussetyo09
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eden93 dan 49 lainnya memberi reputasi
50
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 8
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 09:57

DMI - RESSURECTION : KASUS PERDANA PART 1

DMI - RESSURECTION : KASUS PERDANA PART 1

Jam dinding kuno di ruang tengah berdentang 11 kali. Anjing tetangga berjarak dua rumah menggonggong ribut gelisah. Kadang gonggongannya diselingi oleh lolongan panjang mengaung yang membelah sunyi malam. Hanya itu satu-satunya suara yang terdengar dari Komplek Perumahan di bilangan Tebet itu. Suasana hening yang khas begitu mencekam. Selvi terisak sendiri di ruang makan. Tubuhnya menekung dengan kepala menelungkup di atas meja. Tangannya mencengkeram kuat tiket bulan madu ke Bali yang sepertinya harus dibatalkan esok. Hatinya tidak kuat menahan sedih atas gugurnya asa indahnya perkimpoian dengan David. Satu hal yang paling menyakitkan adalah, putus gugur indahnya perkimpoian dengan David itu bukan karena suatu sebab yang biasa. Namun justru karena suatu hal yang sama sekali tidak bisa dia mengerti.

Sementara itu di dalam kamar David, Papa Andreas dan Mama Yosi mertuanya dengan perasaan berkecamuk menyaksikan David sedang berhadapan dengan dua orang Pendeta. Ini adalah usaha kesekian kalinya untuk menyembuhkan David. Setelah seminggu sebelumnya dua orang Paranormal berturut-turut berusaha menyembuhkan David, namun belum berhasil. Dua hari setelah pernikahannya dengan Selvi, David mendadak berubah.

Awalnya David mengeluh tak enak badan seharian. Tadinya semua mengira David hanya kelelahan setelah pesta resepsi pernikahan, namun keanehan kemudian terjadi. David kemudian mendadak berhenti bicara. Dirinya hanya diam saja. Setiap pertanyaan hanya dijawabnya dengan tatapan aneh. Pada hari menjelang malam, biasanya David tiba-tiba mengamuk. Mulutnya memaki-maki dengan bahasa kasar. ANJING LAKNAT KALIAN!!! AKU BUNUH KALIAN !!!, begitu kata-katanya berulang-ulang yang entah ditujukan pada siapa. Padahal David dikenal sebagai seorang pemuda sopan yang lembut. Sama sekali mulutnya tak pernah mengucap kata-kata kasar. Apalagi makian. Hanya saja semuanya kini berubah. Entah apa yang mengubahnya.

Dua orang pendeta di hadapan David mulai membacakan kalimat-kalimat pengusiran. Sudah hampir sejam ritual doa berlangsung. Kedua Pendeta itu sudah mandi keringat. Entah mengapa tiba-tiba suhu terasa panas. David masih belum bergeming. Matanya masih menatap dengan tatapan mendelik yang konstan. Nafasnya memburu dengan irama yang aneh. “ANJING… DOG….YOU ARE DOG….”.Hanya kalimat itu yang diucapkan David berulang-ulang. Papa Andreas dan Mama Yosi turut ikut berdoa di pinggir ruangan. Sambil terisak memohon kepada Tuhan supaya David bisa sembuh seperti sedia kala. Semua terus berkonsentrasi berdoa dengan sungguh-sungguh. Walaupun bau busuk tiba-tiba muncul, entah darimana. Baunya seperti bau bangkai, atau mungkin lebih mirip bau mayat.

“MUNAAAFIIIIIKKKKK !!!!!”. David tiba-tiba berteriak begitu keras. Suaranya sampai mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu. Seluruh aktivitas doa tiba-tiba terhenti. Apalagi tiba-tiba tubuh David bergerak berdiri dengan gerakan kaku yang aneh. Mulutnya kemudian menyeringai menyeramkan dan mulai tertawa

“HIHIHIHIHI…..”. Suara itu bukan suara David. Itu suara wanita mengikik. Papa Andreas dan Mama Yosi sampai bergidik ngeri melihatnya. Keduanya menatap dengan tatapan ketakutan . Posisi keduanya hampir berpelukan satu sama lain. Suara kikikan tawa itu makin keras. Seakan mengejek dan menertawakan siapapun yang ada di ruangan itu. Kengerian seakan tidak berhenti sampai di situ. Lampu ruangan tiba-tiba meredup dengan sendirinya. Suatu hal yang mustahil terjadi di era sekarang ini. Apalagi untuk rumah mewah dan besar di kawasan Tebet Jakarta seperti ini.

Bau busuk muncul semakin menyengat. Hawa dingin tiba-tiba muncul menyelimuti ruangan. Sampai seberkas uap embun tampak muncul di kaca jendela. Tubuh David yang berdiri di atas ranjang tiba-tiba bergerak mundur. Sampai kemudian punggungnya menempel pada dinding di atas kepala ranjang. Tubuhnya perlahan terangkat seperti posisi merayap, dengan posisi punggung menempel di dinding namun kepala menghadap depan. Perlahan tubuhnya merayap terangkat naik ke atas. Seakan melawan gravitasi. Mulutnya mengeluarkan suara mengikik yang makin keras.

Dua orang Pendeta yang menyaksikan itu sampai berlari ketakutan. Pergi meninggalkan ruang itu tanpa pamit. Mama Yosi sampai pingsan karena tidak kuat melihatnya. Sementara Papa Andreas mulutnya sudah tak mampu mengucapkan kata apa-apa lagi. Hanya sebisa mungkin menguatkan pikiran dan menahan tubuh Mama Yosi jangan sampai jatuh. Usaha menyembuhkan David kembali gagal. Semuanya malah berubah menjadi sebuah kejadian horor yang tak mudah dilupakan.

***

Sebuah email masuk ke inbox Yanthi pada hari itu. Tepat setelah dia menyelesaikan transaksi pembelian gelang dan Singing Bowl pada hari itu. Pembeli yang datang lumayan ramai hari itu. Rata-rata mereka tertarik untuk membeli gelang Tiger Eye dan Singing Bowl yang dijual di tokonya ini. Yanthi berencana menutup tokonya lebih awal sore itu, karena kebetulan dia juga harus memandu dan menjadi host sebuah acara zoom meeting nanti malam.

Email itu berisi permintaan tolong dari salah satu temannya yang kebetulan tetangganya mengalami sebuah permasalahan tak lazim. Yanthi membaca perlahan dan seksama, mencerna rangkuman cerita tentang situasi dan kejadian yang terjadi lewat email itu. Sepertinya sebuah kasus kerasukan entitas gelap. Biasanya kasus seperti ini diawali karena pikiran yang stress dan tidak bisa mengendalikan diri dari tekanan, sehingga tubuh mencari jati diri lain dan menarik entitas asing masuk ke tubuhnya.

Itu kenapa sering terjadi kejadian kesurupan massal menjelang ujian nasional atau kenaikan kelas. Dirinya sudah pernah menghadapi kasus serupa, jadi seharusnya bukan masalah. Sedikit memainkan nada frekuensi tinggi dengan singing bowl atau garputala, akan menyentak kesadaran orang yang kesurupan, sehingga pikirannya bisa kembali menguasai dan mengendalikan tubuhnya sendiri lagi. Yanthi cukup percaya diri dengan metodenya. Nanti tinggal di gabungkan dengan metode spiritual atau doa.

Harusnya kasus itu bukan kasus yang sulit. Yanthi lalu membalas email itu dan berjanji untuk datang di lokasi pada hari yang ditentukan. Toko Sharila Gemstone yang dia buka sebenarnya bukan hanya toko yang menjual pernah-pernik meditasi dan Kristal. Toko itu sebenarnya selain berfungsi sebagai klinik Hipnoterapi, juga sebagai kantor yang melayani jasa investigasi dan penyelesaian kasus-kasus paranormal. Hanya saja memang tidak terang-terangan. Semua lebih pada rekomendasi atau informasi dari mulut ke mulut. Dirinya sendiri memang mengkoordinir beberapa orang teman yang memiliki kemampuan paranormal atau paham supranatural untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti ini.

Tinggal sekarang mencari teman untuk menemaninya pergi besok. Yanthi lalu teringat pada seseorang. Orang ini direkomendasikan oleh Pak Susanto. Yanthi sendiri sudah sangat mengenal Pak Susanto. Beberapa orang yang dikoordinir oleh nya saat ini juga berasal dari rekomendasi Pak Susanto. Pak Susanto sendiri adalah seorang aktivis pentolan di beberapa grup Indigo dan Spiritual. Orang yang direkomendasikan Pak Susanto biasanya bukan sembarangan orang. Yanthi kebetulan juga belum pernah bertemu dengan orangnya yang direkomendasikan ini. Cuma baru tahu namanya Mas Yus. Yanthi lalu menelepon Mas Yus untuk bertemu besok.

“Baru bisa datang besok setelah jam kerja jam 6 sore. Karena Aku masih ngantor. Besok juga belum tahu bisa datang atau tidak”. Jawaban yang tanpa kira-kira lagi apa adanya itu sempat membuat Yanthi agak kesal. Kesannya sombong dan agak jual mahal. Jika bukan rekomendasi Pak Susanto mungkin dia akan menanggapi jawaban itu dengan nada ketus.

“Ya besok ditunggu ya Mas….”. Yanthi mencoba menanggapinya dengan sabar. Satu sisi dia juga penasaran seperti apa orangnya. Ternyata keesokan hari nya jam setengah 6 sore orangnya sudah datang. Lebih cepat setengah jam dari waktu yang dijanjikan. Melihat penampilannya Yanthi sedikit kecewa. Seorang Pria berkaca-mata dengan penampilan yang biasa saja. Sorot matanya juga tampak lesu dan tak bersemangat. Tidak seperti sorot mata anak-anak indigo yang berkesan tajam dan berkilat-kilat. Dari tadi Pria di hadapannya itu malah sibuk memperhatikan sekeliling dan menatap langit-langit klinik miliknya. Tampak seperti orang biasa yang lugu dan polos, pada umumnya.

“Jadi Mas Yus sudah pernah menangani kasus apa saja sebelumnya??”, Yanthi mencoba bertanya untuk mencairkan suasana. Dirinya masih memegang kepercayaan bahwa orang di hadapannya ini adalah rekomendasi Pak Susanto. Orang yang bernama Mas Yus itu kemudian sempat berpikir lama seperti mengingat-ingat sesuatu. Sampai sekitar 3 menitan orang itu baru kemudian menjawab

“Belum ada Mbak…..”. GUBRAAKKKK….. Yanthi hampir terjatuh dari tempat duduknya sendiri mendengar jawaban itu. Jawaban yang begitu polos dan to the point. Dirinya lalu mencoba bersabar mengelus dada. Oke pengalaman bukan soal. Bisa jadi orang ini memang belum punya pengalaman, tetapi tetap punya kemampuan yang istimewa.

“Ohh… ya sudah tidak apa-apa kalau belum punya pengalaman. Tidak apa-apa. Nanti sambil jalan tambah pengalaman bisa sama-sama belajar. Kalau kemampuan Mas Yus ini lebih ke apa biasanya??”. Orang yang bernama Mas Yu situ kemudian malah garuk-garuk kepala seperti orang bingung.

“Kemampuan Saya sih biasa saja Mbak. Seperti orang pada umumnya saja. Kayak bisa kerja di bawah tekanan. Mampu memprioritaskan waktu, sama pekerja keras…..”. Yanthi sekali lagi hampir menepok jidatnya. Bukan jawaban itu yang sebenarnya diaharapkan.

“Bukan Mas, maksudnya Saya kemampuan Mas Yus dibidang paranormal atau supranatural. Bukan di bidang dunia kerja”. Yanthi masih mencoba sabar meladeni. Padahal tangannya dari tadi sudah tidak sabar untuk tmenggetok kepala orang di hadapannya itu.

“Oaalaaahhh….. Kemampuan yang itu…..”. Kali ini tampaknya baru orang yang bernama Mas Yus ini menangkap apa yang dimaksud.

“Iyaa Mas…. Maksudnya Mas ini keahliannya, apakah lebih ke penyembuhan, retrokognisi, astral projection atau bisa melihat masa depan. Kayak orang-orang indigo kan biasanya ada kemampuannya yang spesifik. Kira-kira yang istimewa dari Mas Yus ini apa?”. Yanthi masih mencoba mengajukan pertanyaan meski hatinya serba dongkol Kembali orang yang nama nya Mas Yus ini tampak berpikir. Matanya tegak lurus menatap ke atas kea rah langit-langit.

“Tidak ada yang istimewa Mbak. Biasa saja Saya. Paling kadang-kadang bisa lihat hantu. Itu pun Saya kurang tahu, itu beneran atau bukan”. Yanthi kembali menepok jidatnya. Rasanya tidak mungkin orang ini sampai jadi rekomendasi Pak Susanto. Tidak meyakinkan sama sekali. Malah tampak seperti orang biasa dengan tampilan seperti Bapak-bapak kantoran yang cuma habis kerja terus pulang.

Akhirnya Yanthi menyerah. Lebih baik langsung mengajak orang ini ke lapangan. Biar orang ini diterjunkan langsung ke kasus saja. Siapa tahu nanti tiba-tiba kemampuannya terus keluar. Walaupun rasanya tidak mungkin, karena tidak ada yang seperti itu.

“Mas ini ringkasan Sumarry untuk kasus yang besok kita hadapi. Mas Yus ada masukan atau pendapat? Kalau ada hal yang bisa di share juga silahkan. Saya mau coba dengar”. Yanthi lalu memberikan lembaran email yang sudah diprint kepada laki-laki di hadapannya itu. Laki-laki yang bernama Mas Yus itu lalu membaca serius dengan seksama ringkasan kasus yang diberikan Yanthi. Keningnya tampak berkerut serius. Sayangnya hal itu malah membuat wajahnya bukan tampak keren, tapi lucu. Agak lama dia tampak berusaha membaca dan memahami kasus itu.

“Mbak Yanthi yakin mau bantu kasus ini? Apa tidak ada kasus yang lain?”. Jawaban Mas Yus kali ini benar-benar membuat Yanthi habis kesabaran. Tangannya lalu cepat menyambar kertas berisi print email kasus yang dipegang oleh Mas Yus.

“Kalau Mas Yus tidak bersedia juga tidak apa-apa. Saya mau ajak Mas Yus karena permintaan Pak Susanto yang mempercayakan Mas Yus pada Saya, dan katanya Mas Yus bisa membantu. Kalau bukan gara-gara dia, tidak mungkin Saya undang Mas Yus kemari”. Yanthi menjawab ketus. Orang yang bernama Mas Yus situ malah hanya diam sambil lagi-lagi menggaruk kepalanya. Mungkin dia memang belum keramas.

“Tapi kasus itu sebenarnya tidak bisa jadi tanggung-jawab orang lain. Memang harus ada pertanggungjawaban yang dilakukan oleh korbannya….”. Yanthi tidak mengerti apa yang dimaksud. Orang yang bernama Mas Yus itu lalu beranjak dari duduk dan bersiap pergi.

“Sebaiknya Mbak Yanthi belajar untuk melihat bukan hanya dari apa yang tampak. Kadang yang tidak tampak itu justru sengaja disembunyikan oleh yang tampak, bukan oleh yang tak tampak. Untuk saat ini Saya belum bisa bantu. Kecuali ada sesuatu yang bahaya yang terjadi sama Mbak Yanthi, seperti yang diminta oleh Pak Susanto ke Saya. Saya cuma diminta untuk menjaga dan memastikan keamanan saja”. Orang bernama Mas Yus itu lalu pergi meninggalkan Yanthi yang tampak masih kesal. Belagu sekali orang ini. Belum apa-apa sudah ngomong begitu. Sudah tidak bersedia malah sok bijak lagi. Apa sih maunya??

Yanthi bertekad berangkat sendiri besok. Sebelumnya dia mencoba mengajak beberapa teman nya yang lain untuk menemani. Tetapi sepertinya mereka semua sedang berhalangan. Masing-masing ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal. Akhirnya Yanthi berangkat sendiri menuju lokasi, dengan Ojek Online . Dirinya tidak enak karena sudah janjian. Lokasinya kebetulan berada di kompleks perumahan Tebet. Kliennya bernama Papa Andreas dan Mama Yosie, sedangkan yang harus disembuhkan adalah anak mereka yang bernama David. David barusan menikah beberapa minggu yang lalu. Hanya saja setelah pernikahan itu David berubah menjadi aneh perilakunya. Serta katanya banyak kejadian janggal dan tidak wajar.

Sampai di depan rumah dimaksud, pagar tinggi besar yang mewah menyambut. Yanthi mencoba menghubungi penghuni yang ada di dalam. Kebetulan nomor Papa Andreas sudah dia dapatkan kemarin. Tidak lama kemudian Papa Andreas sendiri yang menyambut Yanthi di depan rumah dan mempersilahkan masuk. Setelah basa-basi sebentar di ruang tamu, Papa Andreas lalu menceritakan kejadian yang dialami oleh David. Yanthi sempat agak kaget begitu mendengar bahwa dirinya bukanlah orang pertama yang diminta Papa Andreas untuk menyembuhkan David.

Beberapa orang paranormal telah mencoba menyembuhkan dan gagal. Yanthi tapi sudah tidak bisa mundur. Mau tidak mau dirinya harus mencoba menghadapinya dulu. Yanthi lalu dibawa ke kamar David. Saat pintu dibuka bau tidak sedap langsung tercium. Bau muntah bercampur dengan bau kotoran manusia dan bau kencing jadi satu menusuk hidung. Yanthi lalu buru-buru memasang masker untuk menutupi hidungnya. Kondisi David benar-benar sudah tidak wajar. Tubuhnya kurus dan tampak menyedihkan. Bekas muntah yang sudah mengering tampak jelas berbekas diseputar mulut, leher dan baju bagian dada.

Hal yang sama juga tampak di atas Kasur yang dia tempati. Tampaknya tidak ada yang berani mendekat sekedar untuk membersihkan itu semua. Mata David masih mendelik tajam, dengan tatapan yang benar-benar membuat bergidik. Mulutnya menyeringai sambil sesekali menjilat bibirnya seperti hewan buas yang lapar. Padahal hari itu siang hari, tetapi entah kenapa suasanan tetap begitu mencekam. Lalat hijau beberapa masuk mengelilingi tubuh David yang kotor. Berlumuran kotoran, kencing dan muntahannya sendiri.

“Sudah berhari-hari dia seperti ini. Tidak ada yang berani mendekat, karena takut dia mengamuk. Setiap makanan yang diberikan dia makan,tetapi habis itu dia akan memuntahkannya lagi semua…”. Papa Andreas mencoba menjelaskan tentang kondisi David pada Yanthi. Hanya saja Yanthi sudah terlanjur mual melihatnya.

“Menurut Mbak Yanthi, David kenapa Mbak? Mungkin dari pandangan Mbak Yanthi bisa menjelaskan”. Papa Andreas mencoba bertanya pada Yanthi. Yanthi langsung mencoba menyimpulkan apa yang terjadi pada David.

“Ini pengaruh Santet, pengaruh guna-guna. Ada yang tidak senang dengan David atau keluarga Bapak. Kalau tadi Bapak cerita dia begini beberapa hari setelah hari pernikahan, berarti ada yang tidak senang dengan pernikahan David dengan Selvi. Mungkin mantan pancar David atau wanita yang dulu pernah dekat dengan David dan mengharapkan cintanya. Namun harus menghadapi kenyataan kalau David menikah dengan pilihannya. Dan saat ini dia dendam pada David karena menolak cintanya”. Papa Andreas tidak menjawab. Tatapannya hanya memandang sedih ke arah David, yang keadaan nya makin tidak jelas. Yanthi lalu meminta ijin pada Adreas untuk memulai ritual menyembuhkan David.

Yanthi mengeluarkan Singing Bowl dan Garputala dari dalam tasnya. Lalu mulai membaca doa dan membunyikan singing bowl dengan tangannya. Suara dengungan syahdu dengan nada tinggi mengalir dari Singing Bowl itu. Suaranya dengan cepat memenuhi ruangan dan menggetarkan frekuensi-frekuensi magis di sekitarnya. Beberapa menit berlalu, namun David tampat tidak bergeming. Masih dengan posisi yang sama dan melotot tajam ke arah Yanthi. Ada kesan dia mulai agak terganggu dengan suara Singing Bowl Yanthi. Yanthi masih berusaha fokus dengan bacaan mantra dan singing bowl nya. Dia merasa apa yang dilakukannya mulai mendapatkan respon dan reaksi dari David. Dadanya mulai terasa berat. Ada tekanan besar yang mulai dia rasakan. Tanda adanya perlawanan dari sosok yang tak terlihat.

“BERISIIIIIKKKK!!!!”. David tiba-tiba berteriak dengan Suara menyeramkan. Tangannya sekejap meronta dan memutuskan ikatan yang melingkar di pergelangan tangannya. Begitu pula yang ada di kakinya.

PRANGGG !!!

Tiba-tiba David berdiri dan menghantam kaca jendela kamar dengan pergelangan tangan sehingga kaca nya hancur berkeping-keping. David tiba-tiba mengambil pecahan kaca yang paling besar dengan tangannya lalu mengacungkannya ke arah Yanthi. Hal itu tentu saja membuat Yanthi ketakutan dan lari keluar kamar terbirit-birit. Walaupun Papa Andreas berusaha melindungi dan menghalangi David mendekati Yanthi.

Yanthi spontan berlari menaiki tangga dan mengunci diri di sebuah ruangan kamar atas. Dirinya benar-benar ketakutan. Tidak menyangka David barusan berusaha membunuhnya. Dirinya juga tidak menyangka akan mendapatkan kejadian seperti ini. Nafasnya memburu ketakutan. Badannya gemetaran tak karuan. Sadar nyawanya terancam. Bagaimana kalau David tiba-tiba mendobrak masuk ke dalam kamar dan memburunya. Lalu bagaimana dengan Papa Andreas. Jangan-jangan…… Yanthi tidak sanggup membayangkan apa yang David bisa saja lakukan pada Papa Andreas. Dalam Kepala Yanthi saat ini jadi terbayang film-film pembunuh serial seperti Jason Friday 13th dan Scream. Namun kini dirinya adalah calon korban yang sebentar lagi akan mati, seperti di film-film itu.

To Be Continue
Diubah oleh jeniussetyo09
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masbandoel dan 32 lainnya memberi reputasi
33 0
33
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 10:05

DMI - RESURRECTION : KASUS PERDANA PART 2

DMI - RESURRECTION : KASUS PERDANA PART 2

TRILILILILILIT

Suara ponsel tiba-tiba mengagetkan Yanthi. Ponselnya mendadak berbunyi. Ternyata dari orang yang bernama Mas Yus. Tidak disangka dia datang.

“Halo… halo Mas Yus. Mas Yus dimana??”, Yanthi dengan nada tidak sabar bertanya.

“Ini rumah nomor C-24 bukan? Kalau dari Google Maps sih Aku sudah di depannya”. Nada bicara yang polos itu tidak salah lagi itu Mas Yus. Yanthi bernapas agak lega. Setidaknya ada yang datang menolong. Entah Mas Yus bisa menyadarkan David atau tidak, yang penting ada bantuan datang.

“Mas Yus tunggu di depan. Tadi barusan ada insiden….. “. Yanthi lalu pelan-pelan membuka pintu kamar. Sempat memastikan kondisi aman lalu cepat berlari ke arah depan , menjemput Mas Yus yang sudah menunggu di depan. Tampak Mas Yus kali ini mengenakan pakaian kaos dan celana serba hitam. Tapi tetap saja tidak mampu mengubah wajahnya yang tampak culun dan lugu dengan kaca mata kotaknya.

Yanthi lalu mencoba menceritakan kejadian apa yang barusan terjadi.Terutama hal apa yang terjadi barusan. Ekspresi Yus tidak berubah. Tetap datar dan bahkan tidak menanggapi hal itu dengan serius. Malah kemudian langsung mengajak masuk ke dalam dan melihat keadaan Papa Andreas dan David. Yanthi dan Mas Yus kembali ke kamar tempat tadi David berada. Ternyata Papa Andreas berhasil menenangkan David dan kembali mengikatnya dengan tali di ranjang. Pundak Papa Andreas tampak koyak berdarah. Tampaknya tadi dia sempat terluka karena berusaha menghalangi David tadi. Dalam keadaan seperti itu dia masih berusaha menenangkan David dengan susah payah. Rasa sayangnya pada anak semata wayangnya itu memang luar biasa.

Yanthi lalu mencoba mengobati luka-luka Papa Andreas. Sementara Mas Yus mencoba menggantikan Papa Andreas mengurus David. Memastikan ikatan dan tali pergelangan tangannya tidak terlepas lagi. Bekas-bekas kaca yang bertebaran di lantai juga kemudian dibereskan dan dibersihkan, takut kemudian digunakan untuk melakukan suatu hal yang membahayakan lagi.

“Maaf Mbak Yanthi, David tadi hampir melukai Mbak Yanthi. Heran Saya, padahal makanan yang diberikan selalu dimuntahkan. Tetapi tenaganya kuat sekali. Untung Saya dulu bisa beladiri, jadi tahu bagaimana melumpuhkan orang bersenjata”, ujar Pak Andreas disela-sela pengobatan lukanya.

“Tidak apa-apa Pak. Keadaan Pak Andreas lebih penting….”. Papa Andreas kemudian mengucapkan terima kasih pada Yanthi. Selesai memasang perban di pundak Pak Andreas, Yanthi lalu menghampiri Mas Yus yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan dan tidak melepaskan tatapannya ke arah David.

“Tadi Papa Andreas sudah cerita semuanya ke Saya Mas. Kalau yang Saya tangkap dari ceritanya sepertinya ini kasus kiriman guna-guna Mas. Ada yang tidak senang dengan David atau keluarganya sehingga mengirimkan santet dan membuat David seperti ini. Kalau dilihat dari kekuatannya bisa jadi guna-guna ini juga berkerja-sama dengan semacam Demon, karena tenaganya kuat sekali”, Yanthi coba menceritakan kepada Yus kondisi yang dialami David dari sudut pandangnya. Yus tampak mendengarkan dengan acuh tak acuh.

“Apakah Mbak sudah melihat sendiri penyebabnya??”. Tiba-tiba Yus balik bertanya.

“Saya memang tidak bisa melihatnya langsung, tetapi Saya bisa melihatnya menggunakan batin Saya”. Yus hanya menghela napas mendengarkan penjelasan Yanthi. Ekspresi datarnya tetap tidak berubah.

“Kalau begitu Mbak Yanthi perlu melihatnya sendiri langsung”.Yus lalu mengajak Yanthi mendekati sebuah meja rias yang ada di sudut ruangan. Cermin yang ada di sudut ruangan lumayan besar dan bisa memantulkan bayangan seluruh ruangan kamar itu dengan jelas.Yus lalu mengeluarkan sebatang lilin merah dari tas punggung yang di bawanya.

“Lilin merah ini bisa berfungsi untuk menangkap energi, dan cermin ini sebagai media untuk menampilkan energi tersebut”. Yus lalu mulai menyalakan lilin merah itu lalu meletakkannya di depan cermin. Dirinya lalu mulai merapal sesuatu

Terbukalah gerbang Dimensi
Terbukalah jendela jiwa
Tunjukkan semua yang tersembunyi
Atas seizin Tuhan


Yanthi kemudian melihat sendiri tampilan pantulan bayangan yang ada di cermin itu. Bayangan David yang diikat terduduk di ranjang tampak jelas terpantul di cermin. Hanya saja bukan hanya bayangan David yang terpantul. Tampak di belakang David terpantul juga bayangan sosok wanita berambut panjang berwajah pucat dengan sorot mata menyeramkan. Posisinya seperti memeluk erat David belakang. Kuku-kukunya tampak berwarna hitam dan kotor. Yanthi sampai menoleh lagi ke arah David, namun rupanya sosok wanita berambut panjang itu hanya bisa terlihat lewat pantulan cermin. Yanthi sampai bergidik ngeri melihatnya.

“Si… siapa itu Mas??”. Yanthi spontan bertanya karena sangking terkejutnya. Yus sendiri masih dengan ekpresi datar memperhatikan David.

“Mari kita cari tahu jawabannya….”. Selesai berkata seperti itu, Yus lalu berjalan mendekat ke arah David. Saat didekati Yus, David kembali meronta-ronta dan berteriak-teriak ribut.

“Pergi !!!!.... Pergi Kamuuu!!!.....”. David mulai berteriak-teriak kacau ke arah Yus. Badannya keras meronta-ronta. Namun Yus seperti tidak perduli. Saat dirinya sudah berada pada jarak 1 pukulan sekejap kemudian Yus mengatupkan kedua telapak tangannya dan dengan mata terpejam mulai merapal sesuatu.

Teruntuk jiwa-jiwa yang penasaran terbukalah cahaya
Bagi sukma-sukma yang mengganggu, kembalilah kepada kesadaran sejati
Untuk jiwa-jiwa yang mengembara, datanglah kedamaian


Sesaat mata Yus kemudian terbuka dan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi

Datanglah Cahaya

Telapak tangan kanan nya itu lalu dihantamkannya tepat di wajah David sehingga menutupi separuh wajah atas David terutama bagian mata.Tubuh David awalnya seperti tersentak dan berteriak melengking, sekejap kemudian sempat menegang dan kaku sejenak lalu perlahan-lahan mengendur. Anehnya kemudian setelah itu terdengar David mulai menangis. Tangisannya terdengar begitu pilu dan tersedu-sedu. Namun suara tangisan yang terdengar bukan suara David. Itu suara tangisan wanita.

“Sampaikan apa yang mau disampaikan”. Nada Yus memerintah dengan suara yang cukup keras. Tampak tidak perduli dengan suara tangisan yang terdengar semakin pilu dan merintih.

“Kenapa Aku dibunuh?? Kenapa kalian bunuh Aku?? Apa salahku?? Kenapa kalian buat Aku mati?? Kenapa kalian korbankan Aku??”. Kata-kata itu keluar dari mulut David dengan bentuk suara wanita. Tangisannya terdengar semakin perih dan menyayat.

“Katakan siapa kamu sebenarnya. Katakan yang sebenarnya”. Lagi-lagi Yus memerintah dengan nada tanpa keraguan. Seakan semua kendali ada di tangannya. Tadinya suara perempuan itu hanya menangis tidak mau menjawab. Namun setelah berulangkali dipaksa baru kemudian dia menyebutkan namanya.

“Aku Monik…. Monik…..Aku monik”. Kali ini Papa Andreas yang terkejut mendengar kata-kata itu. Dirinya langsung terjatuh dengan posisi berlutut dari berdirinya. Bulir-bulir air mengalir dari sela-sela matanya.

“Monik… maafkan Papa…. Maafkan David. Tolong jangan ganggu David. Papa yang salah. Tolong ampuni David. Kasihani David. Ambil nyawa Papa, tapi tolong lepaskan David”,ujar Papa David sambal terisak-isak.

“Kembalilah Monik. Maafkanlah dan dirimu akan dimaafkan. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang….”. Sesaat kemudian Yus kembali merapal sesuatu. Selesai mengucapkan kalimat itu tubuh David melemas dan mengendur dengan sendirinya. Kondisinya kini seperti orang tertidur. Yus lalu meminta agar David segera dibersihkan dan dibawa ke rumah sakit.

Sebelum membawa David ke rumah sakit, Yus dan Yanthi sempat mengobrol dengan Papa Andreas.

“Pak Andreas,maaf. Saya tidak bisa menjamin apa yang Saya lakukan tadi bisa membuat David dalam kondisi stabil selamanya. BIsa jadi dalam waktu dekat, dia akan kembali dirasuki oleh Monik. Ada ikatan yang kuat antara David dan Monik. Ada dendam dan perasaan yang kuat sampai membuat Monik mampu menguasai David seperti itu. Ada sesuatu yang harus ditanggung karena kematian Monik”, Yus mencoba mengawali pembicaraan dengan Papa Andreas. Papa Andreas sempat tertegun lama. Matanya menerawang ke depan.

“Monik dulu pacar David.Sebelum David menikah dengan Silvy……”. Pak Andreas akhirnya buka suara soal Monik. Yanthi tentu saja terkejut mendengarnya.

“Lalu bagaimana Monik meninggal Pak?”. Pak Andreas dengan terbata2 penuh penyesalan menceritakan semuanya. Setengah hampir menangis mencoba menyampaikan cerita sebelum David dan Silvy menikah.

“Dulu Monik pacaran dengan David. Tapi Om dan Mama Yosie tidak pernah menyetujui hubungan itu. Karena David sudah Om persiapkan dan jodohkan dengan Silvy, anak partner bisnis Om dari Singapura. Tetapi ternyata David dan Monik, mereka backstreet. Sampai suatu hari Monik mendatangi Om dalam keadaan sudah hamil mengandung anak dari David. Waktu itu Om langsung bilang ke David supaya minta Monik menggugurkan kandungannya dengan alasan melindungi nama baik keluarga. Entah apa yang terjadi, tapi yang jelas kemudian Monik menuruti keinginan David untuk menggugurkan kandungan itu. Ternyata pasca pengguguran kandungan itu, Monik mengalami pendarahan hebat. Sampai akhirnya meninggal. Pada hari pemakaman Monik, Om secara pribadi mendatangi kedua orang tuanya dan meminta mereka tutup mulut dan tidak memperpanjang masalah ini sambil menyerahkan sejumlah uang. Sehingga sampai hari pernikahan David dan Silvy semua aman”. Yanthi menghela napas berat mendengar cerita itu. Sesuatu yang tidak dia duga sebelumnya

“Ini semua salah Om. Om sendiri yang membuat David jadi seperti ini”. Papa Andreas menangis dengan penuh penyesalan. Mengatupkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya dan mulai terisak. Siapapun yang melihatnya pasti trenyuh. Penyesalannya sangat dalam. Dan penyesalan selalu datang terlambat.

***

Yanthi menandai file kasus David anak dari Papa Andreas dengan tulisan UNSOLVED. Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian itu. Arwah Monik kabarnya masih terus tetap merasuki David. Walaupun katanya saat ini kondisinya David sudah tidak mengamuk lagi. Hanya saja saat ini lebih banyak sering duduk terdiam di samping tempat tidur dengan tatapan kosong. Kata Mas Yus, jiwa Monik dan jiwa David sudah menyatu. Monik selalu memeluk dan tidak mau melepaskan David. Silvy mungkin di atas kertas menikahi David, tetapi kenyataannya David selalu menjadi milik Monik. Semua terjadi karena memang ada pertanggung-jawaban yang harus diberikan karena telah dilakukannya suatu hal. Hal itu yang harus ditanggung oleh David, Papa Andreas dan Mama Yosie, sampai pada akhirnya Tuhan memutuskan berbeda nantinya.

DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION

Satu hal yang masih membuat Yanthi penasaran adalah tentang sosok Mas Yus. Saat terakhir dari tempat Pak Andreas dirinya seperti sudah tahu akhir dari kasus ini akan seperti apa. Bahkan saat David diantarkan ke rumah sakit pada hari itu, dirinya langsung memilih pamit dan pergi begitu saja tanpa beban atau tanpa ada perasaan ingin menolong dan membantu lebih lanjut. Saat Yanthi bertanya bagaimana cara supaya David pulih seperti sedia kala Mas Yus malah menjawab, “Anggap Saya tidak tahu, Saya lebih takut kena karma atas pembunuhan yang terjadi”. Memang dasar Bangke. Seketika juga Yanthi langsung tidak melanjutkan percakapan lagi

Iseng-iseng Yanthi kemudian mencoba browsing dan searching untuk mengetahui tentang siapa sebenarnya Mas Yus. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Sesuatu yang tidak disangka-sangka. Orang itu ternyata terhubung dengan salah satu nama yang cukup dikenal dan populer dikalangan pecinta horor dan dunia paranormal supranatural. Ternyata dia adalah orang yang berada dibalik nama : DIARY MATA INDIGO.

END DMI - RESURRECTION : KASUS PERDANA
Diubah oleh jeniussetyo09
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sipuputt dan 45 lainnya memberi reputasi
45 1
44
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 10:40
Mantapp....lanjutken 😎👍
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 10:55
wihh ini yg di tunggu tunggu
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 10:59
hore mas yus buat thread dmi lagi.... thanks ya mas yus semoga di beri kesehatan dan rezeki yg lapang.
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 11:28
nitip jejak gan
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 11:57
Ijin nenda di tritnya mas yus....
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 12:25
Welcome back, mas yus emoticon-Ultah
Terima kasih atas thread barunyaemoticon-Shakehand2
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 12:37
Ditunggu lanjutannya mas yus
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 12:39
thread penyegar akhir tahun, suwun mas dah update kaskus lagi. paling penting buku final chapternya jangan lama² rilis mas.. penasaran eeee...
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 12:44
akhirnya nulis di kaskus lagi..
semangat MAS YUS
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 12:57
Akhirnya muncul juga gan
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 13:04
Mantab.. lanjutt
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 13:31
Tetap semangat...emoticon-Menang
Makasih masih mau nulis disini..emoticon-Hai
BDG
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 13:50
Mantab
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 14:02
Akan selalu cek update paman...
Lanjutkan...
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 14:19
Permulaan yang apik....muantap..
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 16:34
Diary mata indihome eh indigo 4

emoticon-Selamat



Ndeprok titip sendal swallow emoticon-linux2
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 16:55

Izin lapak

Izin gelar lapak nya mas yus,ane silent reader dari DMI 1
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
DIARY MATA INDIGO 4 - RESURRECTION
28-12-2020 16:57
Mantaaappp...emoticon-Ultah

Langsung sapsekrip



emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
santoh dan nomorelies memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
renjana---cinta-tanpa-karena
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
rindu
B-Log Personal
aldebaran
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia