Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1646
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f83e52610d2957b3744d9f2/son-of-the-rich-reborn
Lembaran pertama - Kota Malang Bokap gua kerja di salah satu perusahaan asing penambang emas di pulau sumbawa sedangkan nyokap mempunyai beberapa butik dan bisnis makanan yang cukup besar di kota kelahiran gua. dan Perkenalkan nama Gua adrian, anak semata wayang dua sejoli yang bertemu saat bermitra bisnis 25 tahun yang lalu. Gua lahir ke dunia dengan sebuah pengharapan yang besar. Karena untuk m
Lapor Hansip
12-10-2020 12:09

Son of the Rich (Reborn)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Son of the Rich (Reborn)


Quote:Lembaran pertama - Kota Malang

Bokap gua kerja di salah satu perusahaan asing penambang emas di pulau sumbawa sedangkan nyokap mempunyai beberapa butik dan bisnis makanan yang cukup besar di kota kelahiran gua. dan Perkenalkan nama Gua adrian, anak semata wayang dua sejoli yang bertemu saat bermitra bisnis 25 tahun yang lalu. Gua lahir ke dunia dengan sebuah pengharapan yang besar. Karena untuk mendapatkan Gua, orang tua gua harus menunggu lebih dari 5 tahun.

Hidup serba ada bahkan terlalu berlebihan, pakaian serba bermerk gadget yang selalu menemani gua setiap saat dan mobil yang selalu menemani gw kemana aja, semua itu cukup membutakan gua seperti apa arti dari sebuah perjuangan hidup. Jujur, gua
ga pernah merasakan rasanya mengumpulkan uang sendiri bahkan hanya untuk membeli sepeda yang gua pengen. ketika mata ini melihat sebuah benda menarik, maka nyokap gua akan bilang, "Adrian Mau?" dan sorenya barang itu sudah ada di rumah. Gua paham nyokap ingin sekali membuat gua bahagia tapi kadang gua merasa ga bisa menikmati hidup ini dengan baik. Dengan Uang mungkin kita bisa bahagia, tapi kita tidak bisa membeli kebahagiaan dengan uang.

Super Duper Over Protektif
itulah hal yang bisa gua simpulkan tentang keluarga gua. Walau Gua hanya bertemu mereka saat weekend saja tapi kalau sudah menyangkut tentang masa depan gua, mereka akan melupakan semuanya dan menitik beratkan fokusnya ke gua.

Gua bukan orang yang bodoh, gua selalu mendapat peringkat 1 dari Sekolah dasar hingga sekarang, tentu kecerdasan gua turun dari bokap dan nyokap. Mereka adalah dua sejoli yang sangat ideal, mereka sama sama pintar dan mereka adalah 2 manusia yang diberikan paras yang cantik dan tampan oleh tuhan , alhasil semua kelebihan itu menurun ke gua.

Untuk urusan masuk sekolah, Orang tua gua selalu sangat hati hati. Saking hati hatinya, Gua bahkan sudah diterima di sekolah menengah atas sebelum gua menjalankan tes masuk. Apalagi lagi kalo bukan karena bokap gua menghubungi kepala sekolah yang merupakan teman lamanya, padahal gua sangat yakin, gua tetep bisa masuk tanpa bantuan mereka. Waktu itu gua marah besar tapi orang tua tetaplah orang tua, mereka selalu ingin anaknya bahagia apapun caranya.

Ketika para siswa sibuk mencari PTN dengan mengikuti berbagai macam Bimbingan Belajar, gua dengan begitu Mudah mendapat tiket masuk disalah satu PTN terbaik di indonesia, tentu sudah bisa ditebak , semua ini karena bokap gua. Untuk kali ini gua memutuskan untuk berontak, tak ingin lagi rasanya gua mengunakan kekuatan orang tua gua buat ngelakuain semuanya.

Hanya berbekal baju yang gua masukin ke Tas Ransel, serta Dompet yang berisi hanya beberapa uang lima puluh ribuan dan ATM yang entah berapa isinya dan ijazah SMA. Gua menuju terminal Bus, mencari loket tiket yang berangkat hari itu juga, Gua memutuskan naik Bus karena Beberapa orang di bandara mengenal Gua. Satu persatu Loket tiket gua datangi, mancari bus-bus yang bisa segera berangkat, menuju Jogja, solo surabaya, bandung, atau entahlah, yang penting gua harus segera pergi dari pulau yang gua diami 17 tahun terakhir, Lombok.
Hanya Tiket Mataram~malang yang ada untuk keberangkatan 1 jam lagi, yang akhirnya diputuskan mungkin gua harus pergi ke malang, 1 jam lagi bus tiba, dan ini pertama kalinya gua harus jauh dari kedua orang tua gua.

NEXT

Sekitar Pukul 4 pagi, bus sudah tiba di sebuah terminal kota malang, ada nuansa berbeda yang gua rasakan di sini. Hawa yang lebih dingin dan tentu perasaan gua yang ga menentu akibat ulah gua ini. Mungkin bokap nyokap gua lagi panik di rumah, ada sedikit rasa bersalah dalem diri gua tapi semoga surat yang gua tulis bisa membuat nyokap gua agak lega.
Ponsel gw sempat berbunyi saat gua menyebrang dari bali ke banyuwangi. Mungkin 10 kali atau 20 kali atau mungkin lebih, dan semua adalah misscall dari nyokap gua. Tanpa pikir panjang ponesl itu gua buang ke laut, beberapa saat kemudian gua sedikit menyesal, kenapa harus gua buang, kenapa ga gua kasih ke orang agar lebih bermanfaat, mungkin ini hasil dari didikan manja orang tua gua, semua jadi serba mudah.

Uang di dompet gua udah kosong melompong untuk membeli tiket dan beli makanan di jalan. Gua mencoba mengelilingi Terminal arjosari untuk mencari ATM di deket sana. Hampir 10 menit gua lalu lalang lalu akhirnya gua bisa bernafas lega, ternyata ATM tidak terlalu jauh dari tempat gua turun tadi. Setelah mengambil beberapa juta dari mesin ATM setelah menarik uang sebanyak 2 kali,
Gua mengambil kertas struk yang sudah gua buang ke tempat sampah tadi. Saat gua mengecek nominalnya sebuah angka 1 dan ada 8 digit angka mengikutinya dibelakang, waw... sebanyak inikah uang yang dikirimkan bokap Gua selama ini, setahuku ATM ini diberikan saat ujian nasional kemarin, gua meminta uang hanya buat perpisahan dengan teman teman kelas gw. "Pa ini terlalu banyak".....

Gua masih berdiri di depan ATM. Gua sedang berfikir untuk segera mencari kendaraan untuk menuju kampus-kampus yang ada di kota ini, yang pertama terfikirkan adalah taxi tapi beberapa saat kemudian gua menghapus jauh jauh fikiran itu, gua harus hidup sederhana dan pilihan gua jatuh ke angkot. Mungkin karena gua terlalu fokus menyusun rencana , gua ga sadar bahwa ada seseorang di dekat gua, dari perawakannya dia masih seusia gua, dan dia seorang cewek.

"Mahasiswa baru juga?"

Gua celingak celingkuk mencari siapa yang diajak ngobrol cewek ini.

"Gua bukan indigo yang ngomong sendiri, gua ngomong sama elo" tanya cewek itu sedikit tersenyum melihat kebingungan gua.

"Oh Maaf, maaf. gak kok, eh ya."

Gadis itu lalu tertawa kecil melihat kebingungan gua. Ia sepertinya sudah berdiri di depan ATM sejak gua datang tadi. mungkin dia sedang bosan menunggu.
"Ya atau ga?" pancingnya.

"Gak, gua baru mau tes" jawab gua jujur, walau gak tahu harus tes dimana.

"Oalah, mau ikut tes mandiri toh"

"Mungkin begitu"

"Mungkin?" cewek itu mengerutkan dahu lalu dia tersenyum lebar melihat gua.

"Elu lucu ya, kok kayak linglung gitu" sambungnya.

"Makasih" jawab gua ragu.

"Itu bukan pujian loh"

"Oh maaf" jawabku ragu.

"Hahaha, Bercanda kok,emang elo mau kemana?"

"Kampus" jawabku ragu.

"Kampus apa? kan di sini ada puluhan kampus"

"Yang ada di malang"

"kan memang kita kan lagi dimalang"

"Yang deket deket aja mungkin" jawabku ragu. bodohnya aku gak cari referensi sebelum datang ke sini"

"hahaha... deket dari mana, kamu lucu ya"

"Gua harus bilang makasih atau maaf nih?" takut itu malah hinaan.

"Apa aja deh, kenalin nama gua Friska. Gua mahasiswa baru di Universitas Wijaya" dia mengulurkan tangannya untuk menjabat.

"Gua Adrian.. mmm mantan anak SMA " Jawab gua seraya menjabat tangannya.

"hahaha... ada ada sih aja elo"
"elo ngambil apa di Wijaya?"

"Gua?, Biologi"

"Biologi? mmm belajar biologi seru?" tanyaku penasaran.

"Kalo Gua sih suka, emang elo minatnya apa?"

"Yang bisa ngebuat hidup ini lebih seru dan asik" jawabku jujur. Selama ini hal yang gua idam idamkan.

"hahaha diplomatis bin ngawur jawaban elo" jawab friska.

"Bukan diplomatis, lebih tepatnya Gua bingung aja"

"Bingung? Bingung kenapa?"

TIIIINNN TIIINNNN
Suara klakson motor membuyarkan obrolan kami, seorang cewek berhenti di depan kami berdua.

"Frish udah lama?" tanya cewek yang baru datang itu.

"Udah kering neh gigi gua nunggu elo" jawab friska.

"Maaf maaf, tadi agak macet maklum weekend"

"Gua maafin asal lo traktir gua es cream" goda Friska.
"Ih maruk sekali, udah minta di jemput, sekarang minta di traktir. Nunggunya sama cowok ganteng lagi"

"Eh dasar mulut elo nyablak bener seh, oh iya adrian gw duluan ya, sukses buat Tesnya, ayok bela, tarik"

"Tarik tarik, emang gw angkot"..

"Becanda bela"

"Bener neh gua ga dikenalain nih?"

"Eh elo apa apan sih, malu maluin aja, ayo berangkat"

"Duluan ya ganteng" kata cewek yang dipanggil bela oleh Friska tadi.

Mareka akhirnya melaju memecah kota malang.
Friska, orang pertama yang gua kenal di kota ini.
Oke, Gua udah mutusin buat ikut tes mandiri Universitas Wijaya, jurusan Biologi.

Polling
128 Suara
Terlepas dari plot kisah ini, ada di team manakah kalian? 
Diubah oleh kawan.betina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
onstepcl dan 127 lainnya memberi reputasi
114
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 51 dari 61
Son of the Rich (Reborn)
08-12-2020 22:18
mantap kali
profile-picture
kdalterbng2223 memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
08-12-2020 23:20

[BOOK SPESIAL ][NEW EPISODE 10] ~ Terop

Quote:
Mendekati akhir KKN semua kerjaan menjadi semakin menjadi-jadi, untung saja kelompok ini sudah menjadi sangat kompak dan tidak pernah ada konflik lagi. Proker senam lansia, cerdas cermat dan Pensi akan menjadi akhir dari semua proker kami. Untuk kali ini semua divisi bergabung untuk mengerjakan secara bersama sama. Fattah menjadi semakin menunjukan hubungannya dengan Vania namun seperti dugaan gua bahwa hal itu sama sekali tidak menganggu kekompakan kami. Gilang mulai menujukan kedekatanayya dengan chua sehingga teman teman lain sudah bisa membaca kedekatan mereka.

Buah dari kesibukkan ini membuat gua sama sekali tidak pernah ada waktu untuk menghubungi Ipeh, Doni dan Bobi. Sejenak ada perasaan khawatir yang terlintas dibenak gua kepada mereka bertiga namun semua isi kepala ini terlalu penuh dengan urusan KKN yang tidak selesai selesai.

“Kayaknya kita perlu terop deh ian, kalau sudah lebih dari jam 8 pasti di sini sudah panas banget kan?” kata Ghea.

“Nanti deh gua tanyain ke kantor desa apa ada yang penyewaan terop di sini,” jawab gua. Kami sedang membuat panggung untuk pentas seni anak SD yang akan kami adakan beberapa hari lagi. Di sekolah itu memang sudah ada panggung permanen berupa lantai semen yang dibuat lebih tinggi dari halaman sekolah sehingga kami hanya tinggal mendekor saja agar lebih enak di pandang. Rencananya kami juga akan menggunakannya untuk lomba cerdas cermat agar lebih meriah.

“Ian temenin gua ke kantor desa yuk,” kata Vania tiba tiba muncul dari gerbang sekolah ditengah kesibukan team divisi pendidikan.

“Buat?” tanya gua.

“Mau nanya kekantor desa apa ada terop atau enggak di sana” kata Vania.

“Terop buat apa?” tanya gua.

“Buat bazar divisi Ekonomi produksi, biar gak panas, buruan yuk” kata Vania lagi.

“Divisi gua juga lagi butuh terop juga sih, oke deh tunggu bentar ya gua selesaikan ini dulu,” jawab gua.

“Oke , ditunggu,”

Walau komunikasi dengan kantor desa sudah lebih banyak dilakukan oleh masing masing divisi namun mereka kadang minta bantuan gua hanya untuk sekedar basa basi dengan pegawai disana sebagai penyambung lidah.

“Tuh kan gua bilang apa, dia ada rasa sema elo,” Bisik gilang saat gua menempal berapa hiasan dipanggung.

“Lang, dia cuman minta tolong aja seperti anak anak yang lain. Apa hubungannya sama ada rasa sama gua, gak ada kan?” sanggah gua.

“Adrian poetra, Vania itu udah punya pak kordes, Dia kan bisa minta tolong fattah, kenapa harus minta tolong sama elo coba?” kata Gilang.

“Fattah mungkin lagi sibuk, dia juga mungkin gak mau memanfaatkan kedekatannya dengan fattah untuk urusan program kerja dia, takut dibilang gak profesional,” jawab gua.

“Kita juga lagi sibuk kali ian. Jujur ian, Yakin gua 101% kalau vania suka sama elo,” kata Gilang.

“Kebanyakan nonton FTV elo ya,” Bantah gua.

“Elo dibilangin gak percaya, awas aja kalau sampai lo kena masalah lagi” kesal gilang.

“Gak akan ada apa apa,” jawab gua, walau gua sedikit kepikiran apa yang dikatakan Gilang. Vania? memang selama ini gua gak pernah terfikir untuk dekat dengan siapapun dalam KKN ini. Sehingga gua gak pernah terlalu memperhatikan teman teman gua secara detail. Vania? dia mungkin cewek paling cantik di kelompok KKN ini, cewek paling vokal, paling sering berdebat, paling sering memberikan saran bahkan melebihi posisi sekertaris dan bendahara. Alasan dia gak jadi pengurus inti mungkin karena alasan fattah menjadi kordes aja walau secara skil dia pantas banget menjadi salah satu dari panitia inti KKN.

“Lo lanjutin kerjaan gua dah, gua mau ke kantor desa dulu,” kata gua kepada gilang.

“Oke deh, Ian, hati hati,” kata gilang serius.

“Ya ya, lo mah suuzon mulu,” jawab gua. “ayo Van,” panggil gua kepada Vania.

“Udah selesai?” tanya Vania.

“udah, tuh gilang baik hati lanjutin kerjaan gua,” tunjuk gua kepada gilang.

“Baik banget si gilang ya, makasih loh lang” kata Vania.

“yo sama sama, ingat ian hati hati ya,” kata Gilang.

“Ya, bawel loh ah,” jawab gua.

“Kok gilang perhatian banget sampai bilang hati hati,” kata Vania bingung.

“Emang gitu dia, kagak jelas.” jawab gua.

Gua dan Vania lalu jalan kaki menuju Kantor desa yang jaraknya tidak sampai 5 menit, langkah kaki Vania sangat pelan dan santai tampak dia tidak terlalu terburu buru menuju kantor desa.

“Udah lama kenal sama gilang? kalian gak satu kelas kan?” tanya Vania.

“Ya kami gak satu kelas tapi dulu kami satu kos saat maba. Kebetulan dia yang cariin gua kos kosan.” jawab gua jujur.

“oh gitu,” jawab vania.

“Fattah kemana ya? apa lagi sibuk?” tanya Gua.

“Di penginapan kayaknya, gak sibuk sih kayaknya lagi buat laporan aja,” jawab Vania santai. Gua mulai kefikiran apa yang dikatakan gilang.

“oalah,” jawab gua sambil berfikir.

“Gimana perasaan elo sama KKN kita ini ian?” tanya Vania agak serius.

“Perasaan gua? perasaan seperti apa?” tanya gua bingung.

“Apa elo seneng atau malah kecewa dengan kegiatan atau orang orangnya” tanya vania.

“So far sih menyenangkan, apapaun masalahnya gua hadapi dengan optimis aja, orang orangnya asik sih” jawab gua.

“Beruntung gua satu kelompok sama elo.” kata vania sambil tersenyum kepada gua.

“Kok bisa?” tanya gua.

“Karena lo banyak bantu kelompok ini, dan banyak bantu gua juga,” jawab Vania menjelaskan dengan senyum yang merona. “Makasih banyak ya? ian” kata vania.

“Sama-sama,” jawab gua asal.

“Lo lagi deket sama siapa di sini ian? Ghea?” tanya Vania.

“Deket? deket gimana?” tanya gua.

“Ya mungkin elo naksir seseorang kayak Gilang sama Chua. Zai yang deket sama Martha, kalau elo?” tanya Vania.

“Gua? gua gak kepikiran sampai sana,” jawab gua.

“masak elo gak ada tertarik gitu sama seseorang di kelompok ini. Kelompok kita kan ceweknya lumayan dibanding kelompok KKN lain,” kata Vania. Benar juga yang dikatakan vania bahwa teman teman cewek gua di sini termasuk yang sudah ngerti cara merawat diri, sehingga penampakan mereka tampak modern. mereka memiliki pesonanya masing masing.

“Hmmm mungkin belum ada Van, gua terlalu sibuk mikirin proker dan masalah masalah kemarin hehe,” jawab gua jujur, sama seperti yang gua katakan ke gilang.

“Mungkin cewek disini gak ada yang masuk standar elo ya?” kata Vania.

“Hah? bukan gitu Van. Gua gak ada standar standar gitu juga kali Van,” jawab gua.

“kalau gitu sebut satu orang yang paling potensial bisa jadi gebetan elo?” tantang Vania.

“Hmmmm harus banget ni gua jawab,” tanya Gua.

“ya dong, lo gak perlu tegang juga, ini kan andaikan. anggap aja main main” kata Vania mencoba meringankan pertanyaannya.

“Siapa ya?” kata gua sambil berfikir.

“hayo siapa?” kata Vania yang juga tampak cukup penasaran.

“hmmm mungkin elo,” jawab gua jujur, secara sifat mungkin vania cukup menarik.

“uhuk... uhuk...” tiba tiba saja vania terbatuk batuk.

“Eh elo gak apa apa?” tanya Gua khawatir. “Lo mau minum?”

“Gak apa apa kok,” jawab Vania tampak menenangkan diri. “Kenapa gua?” tanya Vania.

“Lo kan suruh gua nyebut satu, ya gua ambil orang yang paling gua bisa ajak ngobrol banyak. Mungkin elo yang memenuhi kriteria itu. Selain itu lo cantik” jawab gua jujur.

“pasti lo bohong kan? Karena elo ngomong sama gua aja makanya elo nyebut nama gua, kalau yang nanya ghea pasti elo bilang ghea kan?” kata vania tak percaya.

“gak harus elo percaya juga sih, lo kasih gua pertanyaan, gua hanya jawab aja,” jawab gua.

“Ian?” panggil vania.

“Ya?” jawab gua.

“Gak jadi deh,” kata Vania menarik ucapannya. Gua malah penasaran.

“Lo kalau ngomong jangan setengah setengah dong,” protes gua.

“Hmmm ini... anu..” kata Vania Ragu.

“Loh ada Adrian?” Sapa Ibu Retno tiba tiba.

Sebuah motor berhenti tak jauh dari kami berdua tepatnya di depan kantor kepala desa, Bu Retno dan Zaza turun dan menyapa kami. Zaza tampak berdiri di belakang Bu Retno sambil agak menutupi badannya dibelakang bu Retno, ia tampak malu malu.

“Selamat siang bu, Habis dari mana bu” tanya Gua ramah.

“Habis pergi ke desa sebelah, Pamannya Zaza nikah, Lusa mau ada resepsi. Ibu mau tawarin terop tapi katanya mau pakai aula kantor desa aja.” jawab Bu Retno.

“Ibu ada terop?” tanya Gua penasaran.

“Ya ada? ada kegiatan yang butuh terop kah Adrian” tanya Bu Retno.

“Kebetulan ada beberapa kegiatan yang butuh terop bu, alhamdulillah kalau ibu ada,” kata Gua.

“Oh untunglah teropnya gak jadi dipakai. Ibu ada terop digudang kalau adrian mau cek silahkan, Ian pergi sama anak ibu aja. Dia juga tahu kok detail ukuran sama bentuknya,” kata Bu retno.

“Wah, saya lega kalau begini, gak perlu cari cari lagi,” jawab gua.

“Za anterin Adrian ke gudang ya?” kata BU Retno, “ mau kan?” tanya Bu Retno, Zaza mengangguk pelan.

“Van, elo tunggu di sini aja ya? nanti gua kabari gimana ukurannya,” kata gua kepada Vania yang dari tadi diam tak ikut nimbrung dalam obrolan gua dan Bu Retno.

“Gua ke aula aja ya, mau bantu persiapan acara bazar gua,” Balas vania.

“Oke deh,” jawab gua.

“Ibu masuk dulu ya, nanti hubungi ibu ya kalau udah fiks mana yang kalian pakai,” kata Bu Retno.

“Baik bu” jawab gua.

Sesaat setelah bu Retno masuk, Zaza menyodorkan tangannya memberikan gua kunci motor.

“Gua yang di depan?” tanya gua, walau perntanyaan itu sangat tidak perlu. Zaza mengangguk.

“Aduh, gua gak bisa pakai motor, gua gak bisa nyetir,” Canda gua.

“Serius? terus gimana?” Zaza terlijat panik.

“Lo aja yang di depan bisa?” tanya gua.

“Gua? aduh gimana ya? hmmmm,” Zaza tampak bingung, ia tampak panik.

“Za?”

“Ya? aduh gimana ini?” kata Zaza makin panik.

“Gua bercanda za, ,mana kuncinya.” kata Gua. Wajah zaza tampak melongo bingung. Ia memberikan gua kunci dengan wajah kebingunan. Gua lalu mengambil kunci lalu naik keatas motor matiknya.

“Ayo naik?” ajak gua.

“Lo beneran becanda? lo beneran bisa naik motor kan?” tanya Zaza Ragu.

“Ya Za, yo buruan naik,”

Zaza menunjukan letak gudang tempat terop itu disimpan. Gua lalu membonceng Zaza karah tempat yang zaza tunjukan. Zaza tampak waspada, dia tampaknya masih ragu dengan ucapan gua tadi.

“Gua beneran becanda kok Za, ini buktinya kita diatas motor bukannya nyemplung di dalam comberan,” kata gua.

“Lo bisa ya bercanda dengan wajah datar kayak tadi,” kata Zaza.

“Akting Za, hehehe. Oh ya. Nanti kira kira ada yang bisa bantu pasangin gak ya? Kayaknya agak susah kalau kami yang pasang karena kami kayaknya gak ada yang paham bagaimana cara pasang terop.” kata gua.

“Ada kok, nanti gua bantu hubungi yang biasa pasang teropnya.” jawab Zaza mulai agak santai.

“Syukurlah,” jawab Gua.

Kami akhirnya sampai di gudang tempat terop itu di simpan. tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah bu retno. Hanya seperti ruko yang dibangun tapi belum sampai selesai. Zaza menunjukan bentuk Terop, ada foto foto di dinding yang ditempel yang merupakan preview dari teropnya kalau sudah didirikan.

“Gimana?” tanya Zaza.

“Gua rasa pas banget kok,” jawab gua. “Minta tolong ya Za untuk hubungi orang yang bisa bantu masangin,” kata Gua.

“Ya nanti gua minta nomornya di ibu gua,”

“makasih banget, lo dan ibu lo udah baik banget sama gua selama gua di sini,” kata Gua. “ “Kapan balik ke malang?” lanjut Gua. Sambil kami keluar dari gudang dan menuju tempat kami menaruh motor.

“Mungkin 3 minggu lagi,” jawab Zaza yang kini sudah tidak terlalu kaku dan malu seperti pertama tadi.

“Hmm masih lama ya,” jawab gua.

“kalian di sini sampai kapan?” tanya Zaza yang akhinrya balik bertanya.

“6 hari lagi,” jawab gua.

“Bentar lagi ya?” jawab Zaza agak pelan.

“KKN kami emang agak singkat sih dari KKN pada biasanya,” jawab gua.

“Gimana desa ini? sesuai ekspektasi lo?” tanya Zaza kembali.

“Warga desa disini baik banget sama gua, apalagi ibu lo banyak banget bantu gua di sini,” jawab gua. “Gimana penelitian lo? udah ada persiapan?” tanya gua.

“Semua metode udah siap tinggal di aplikasikan aja,” kata Zaza.

“Oh ya kalau gitu ini nomor guru-guru yang nanti bisa lo hubungi di malang andai gua nanti susah dihubungi.” gua lalu memberikan nomor nomor orang orang yang gua kenal di sekolah sekolah.

“Makasih,” jawab zaza.

“Sama sama,” jawab gua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 44 lainnya memberi reputasi
44 1
43
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Son of the Rich (Reborn)
08-12-2020 23:38
Thanks tehes emoticon-2 Jempol emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
08-12-2020 23:39
Mantab gan, lanjut
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 00:14
gas polll gan
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 00:17

[BOOK SPESIAL ][NEW EPISODE 11] ~ Orang baik

Quote:
Gua akhirnya kembali ke kantor desa. Di kantor desa sudah sepi, pegawai lain tampak sudah pergi dan menyisakan bu retno dan operator yang izin untuk membeli makan siang di warung depan. Gua akhirnya duduk di salah satu meja staf disana. Bu Retno tampak sedang sibuk melihat komputer.

“Gimana sudah dilihat,” tanya Bu Retno.

“sampun bu,” Jawab gua.

“cocok sama acara kalian?” tanya Beliau kembali.

“Cocok kok bu, untuk masalah biaya sewa dan pemasangannya gimana bu?” tanya gua to the point, gua malas ngalor ngidul kesana kemari.

“Aduh kamu ini bahas sewa sewa segala, selama ini untuk kepentingan acara acara di desa, ibu gak minta bayaran apapun, Kalian kasih buat anak anak yang nanti masangin kalian aja,” kata Bu Retno.

“Aduh bu jangan...” kata gua namun ucapan gua langsung di potong bu Retno dengan tegas.

“Jangan protes protes loh ya!” Potong bu Retno.

“Baik bu, makasih sebelumnya,” kata gua tak bisa bicara apapun lagi.

“Kalau kamu gak enakan, nih bantu ibu periksa proposal dari pak kades ini aja bisa sebagai gantinya” kata Bu Retno memberikan hardcopy dan flashdisk proposal yang nanti akan diajukan ke Pemda untuk acara di kantor desa nanti.

“Aduh ini mah gampang bu,”balas gua.

“Cek kata kata, sama rincian dananya sudah pas atau enggak, ok?” kata Bu Retno.

“Baik bu tapi bantuan ini ga setara sama sewa terop bu, saya masih hutang sama ibuk” jawab gua.

“kamu ini cerewet banget ya,” kata Bu retno. “Pantesan ibu dengar kalian ada kerjasama dengan bisnis pengerajinnya Pak ali ya?” tanya Bu retno,

“Enggih bu, kebetulan ian sendiri bu, bukan atas nama team KKN,” jawab gua.

“Oh pantes kok gak ada koordinasinya dengan kantor desa,” kata bu retno.

“Aduh maaf bu, apa ian ada yang salah kah bu dengan kerjasama dengan pak ali?” tanya Gua khawatir.

“Oh gak ada kok nak ian, ibu kaget aja kemarin saat pak Ali ngobrol sama ibu. itu program yang bagus padahal kenapa gak masuk ke proker KKN kalian?” kata Bu retno.

“Agak riskan bu karena ini kerjasama berkepanjangan dan melibatkan uang juga, jadi lebih baik ini jadi urusan pribadi ian aja bu, kalau untuk team KKN terlalu ribet urusannya bu” kata gua.

“Jadi ian punya usaha sendiri?” tanya Bu Retno semakin menggali hidup gua. Zaza tampak duduk tenang mendengarkan obrolan gua dengan ibunya.

“Gak bisa dibilang sendiri sih bu, ada yang bisnis orang tua yang ian lanjutkan ada juga yang baru ian rintis bu, usaha atas nama keluarga aja bu,” jawab gua.

“Tetap aja itu adrian sendiri yang kerjakan, katanya ian dari mataram lombok kan? bukan orang jawa,” kata Bu Retno.

“Ya bu,”

“Kamu hebat ya,” Puji Bu Retno.

“ian masih banyak belajar,” sanggah gua.

“Orang tua kerja apa ian? pengusaha juga?” tanya Bu retno lagi.

“Papa kerja di tambang bu, walaupun Papa juga ada beberpa usaha juga. kalau mama Full ngurus usaha aja.” jawab gua.

“Berarti orang tua ian sibuk ya?” tanya Bu Retno.

“Ya begitulah bu,” jawab gua.

“ian punya saudara?”

“ian anak satu satunya bu,” jawab gua.

“Anak tunggal toh? Sama kayak Zaza. Pasti kamu disayang banget ya sama orang tuamu. Ibu aja awalnya gak mau lihat zaza kuliah di luar kota, apalagi sampai harus pisah sama ibu. Ibu gak sanggup dulunya” kata Bu Retno. “Tapi dia punya cita cita dan ibu harus fasilitasi itu demi kebahagiaan dia juga,” Lanjut Bu Retno.

“Enggih bu, kadang kasih sayang orang tua bikin sesak tapi ian juga harus maklumi bahwa usaha mereka untuk mengontrol ian tentu untuk kebaikan ian sendiri.” jawab gua.

“Acara kalian sampai sore kan ya? Gak sampai malam?” tanya Bu Retno.

“Ya bu?” jawab gua.

“Ibu bisa minta tolong?” tanya Bu Retno.

“Bisa bu, kalau ian bisa bantu, sekalian bayar biaya terop pakai jasa bu” jawab gua.

“kamu ini masih aja diungkit ungkit.” Protes bu Retno.

“hehehe Maaf bu,” jawab gua.

“Mau gak temenin zaza jadi pagar ayu, kamu jadi pagar bagusnya?” kata Bu retno.

“Ibuk?” Zaza sepertinya kaget dengan ide bu retno yang terlontar tiba tiba.

“Kenapa sayang?” tanya Bu Retno kepada anaknya.

“Sudah jangan,” kata Zaza setengah berbisik.

“Pamanmu kan berharap kamu ikut sayang, jarang jarang kan pamanmu minta seperti itu,” kata Bu Retno.

“Tapi?” Zaza tampak sangat Ragu karena melibatkan gua.

“Gak apa apa kok za,” jawab gua. “Gua seneng seneng aja kok, malah seru bisa jadi pagar bagus.” jawab gua.

“Tuh adrian aja mau sayang,” kata Bu Retno. Zaza tampak bingung akan protes seperti apa. “Begini loh nak Adrian. Konsep pagar ayu dan pagar bagusnya berpasangan gitu. Sepupu Zaza yang lain ngajak pacarnya untuk sebagai pendaping mereka. Zaza ini cewek sendiri sedangkan sepupu zaza yang lain cowok semua dan bawa pacar mereka untuk pagar ayu” Jelas bu retno.

“Ibu kok malah dijelasin,” Protes Zaza.

“Katanya kamu malu kalau sendiri sedangkan konsepnya pasang pasangan, ini ibu ajak ian buat temenin kamu” kata Bu Retno.

“tapi buk, jangansampai ngerepotin orang dong,”

“Gak apa apa kok za,”

“Tuh adrian aja gak apa apa za, mau ya?”

“ibuu,”

“Memang kamu mau sendiri?” tanya Bu retno lagi.

“Tapi bu?” protes Zaza

“Gak apa apa kok Za,” jawab gua.

“tapi?” zaza masih sangat ragu.

***********************************************************

Gua kembali ke sekolah untuk membantu divisi gua menyiapkan panggung. Urusan per-terop-an sudah selesai dan tinggal menunggu pemasangan besok pagi. Ghea masih tampak sibuk dengan segala macam hiasan yang menurut gua sangat sangat berlebihan walau gua gak bisa memprotes semangat mereka untuk membuat acara ini menjadi sangat meriah.

“Eh Ian? Gimana teropnya?” tanya Ghea yang baru sadar dengan kedatangan gua.

“Aman beres kok, besok tinggal dipasang aja,” jawab gua.

“Oke oke,” jawab Ghea kembali sibuk dengan segara urusannya.

“Kayaknya Bu Retno gak suka deh sama gua,” kata Vania. Gua baru sadar vania ada disana dengan gilang padahal tadi izinnya pergi bantu divisinya untuk persiapan bazar.

“Masak sih?” balas Gilang.

“Dia cuma nyapa ian aja, dia sama sekali gak pernah nyapa gua. kalau gua ke kantor desa dia juga gak pernah tuh negur gua sama sekali. Memang dia benci dan gak suka gua” kata Vania.

“Gak usah suuzon,” jawab Gilang mencoba menangkis ucapan Vania.

“Emang begitu kenyataannya, gua bukan suuzon lang” kata Vania kekeh.

“Lo ada salah mungkin sama bu Retno makanya dia gak pernah nyapa elo” kata Gilang memberikan kemungkinan lain

“Salah? Kapan gua pernah buat salah sama dia. Mungkin dia enggak suka kalau ada cewek lain yang deket deket sama ian,” kata vania jujur.

“Hah?” kata Gua kaget mendengar teori Vania.

“Emang lo deket sama ian?” kata Gilang Skak Vania untuk menguji teorinya tentang perasaan vania kepada gua.

“Maksud gua, gua kan sering pergi ke kantor desa itu sama Ian. Gak pernah sendiri jadi kayaknya dia kesal sama gua gara gara itu. Dia jodohin anaknya kan sama elo ian?” tanya Vania.

“Gua gak mau berspekulasi Van, intinya bagaimanapun sikap orang ke kita yang penting kita tetap baik sama mereka,” jawab gua sok bijak.

“Gua tetap kok sopan sama beliau, tenang gua gak akan buat masalah kok walaupun dia gak suka sama gua,” kata vania membela diri.

“Berapa biayanya ian?” tanya Ghea yang tiba tiba nimbrung.

“Gratis bu bos, dipinjamkan cuma cuma sama Bu retno?” jawab gua.

“Dipinjamkan? serius nih gak pakai nyewa? Gratis?” tanya Ghea kaget.

“Ya gratis untuk sewa teropnya tapi bayar jasa yang masang aja, buat ongkos lelah,” kata gua.

“beneran nih gak pakai sewa? wah anggaran kita bisa disave banyak ini untuk dialihkan ke hadiah” kata Ghea langsung menemukan ide.

“Yakin itu gratis?” tanya Vania ragu.

“Ada sih sewanya,” jawab gua.

“Loh gimana sih? padahal gua udah seneng ada banyak sisa anggaran” Ghea malah bingung.

“Bukan uang tapi jasa aja kok” jawab gua.

“jasa apa?” tanya Vania penasaran

“Gua disuruh periksa proposal dan sudah kelar semua, lalu satu lagi gua disuruh jadi pagar bagus di acara nikahan adiknya Bu retno buat nemenin Zaza” jawab gua jujur.

“Serius? acaranya gak ganggu acara kita kan” tanya Ghea.

“Aman, acaranya malam kok,” jawab gua.

“Terus elo setuju begitu aja?” Vania tampak tidak senang.

“Ya apa salahnya?” jawab gua bingung.

“Lo itu dimanfaatin ian? masak lo mau gitu disuruh begitu hanya agar gak bayar terop aja, jelas lo dimanfaatin oleh bu retno” kata Vania yang menurut gua tampak lebay aja.

“Perasaan biasa aja deh van,” jawab Ghea.

“Ya, gua juga kalai diminta tolong juga gak apa apa kok, Bu retno kan udah banyak bantu kita selama KKN,”Gilang ikut menimpali.

“Jadi gua gak salah dong,” jawab gua menyimpulkan dari ucapan mereka.

“Harusnya lo jangan mau dimanfaatkan kayak gitu, di sini kita bukan pesuruh yang mau aja di atur ini itu, apalagi ikut urusan pribadi mereka seperti nikahan” kata Vania.

“Kenapa dah Van? Biasa aja menurut gua” kata Ghea bingung.”Gua Lanjut kerja aja dah,” kata Ghea kembali menuju panggung. Vania juga tampak kesal dan memilih pergi meninggalkan sekolah tanpa bicara satu patah katapun.

“Bener kan gua bilang ian, dia tuh suka sama elo,” kata Gilang menyimpulkan apa yang terjadi dengan Vania.

“Hah Vania? suka sama ian?” Ghea tiba tiba nongol lagi diantara gua dan gilang.

“Spekulasi gilang emang ngawur ghe, jangan didengerin.” sanggah gua.

“Kurang bukti apalagi sih ian? Nunggu dia nembak elo duluan? Gak gitu dong cara kerjanya. Yang bahya itu adalah rasa yang terucap kata. Biasa ini yang banyak merusak banyak hal,” kata Gilang sok mengerti cinta.
“Tapi menurut gua...” Ghea tampak berfikir.

“Masak elo gak ngerasa Ghe?” kata Gilang.

“Hmmm ah bingung ah gua, males ah gua ngurus perasaan orang, mending gua urus proker ini aja,” kata Ghea yang kembali menuju panggung untuk membantu anak pendidikan yang lain.

“Masih ragu sama ucapan gua?” tanya gilang kepada gua.

“Omongan elo gak berdasar kali lang,” jawab gua.

“Intinya jangan buat ribut aja ya, lo jangan terlalu baikin anak orang tapi jangan lo hindari juga. Lihat situasi, lihat fattah, jangan sampai terendus oleh orang lain,” kata Gilang.

“Kenapa gua harus punya tanggung jawab seperti itu juga, tanggung jawab terhadap perasaan orang lain. Gua pengen juga dong beraktivitas tanpa beban apapun.” jawab gua.

“Lo jadi orang baik aja di sini ian,” kata Gilang.

Ucapan gilang itu tiba tiba membuat gua berfikir bahwa apakah selama ini gua sudah menjadi diri gua sendiri. Apakah sikap gua, keputusan yang gua buat, dan tindakan gua yang cari aman ini adalah yang gua inginkan selama ini. Dengan menaruh beban dipundak gua adalah cara yang tepat? mungkin gua hanya mendengar nurani gua saja tanpa pernah mendengar hati kecil ini inginnya apa? Mungkin dia ingin bebas menyukai siapapun, bebas melakukan apapun tanpa beban beban semu yang selama ini merasa gua pikul.

“lalu pada pengertian menjadi orang baik? baik untuk perasaan orang lain? atau baik untuk diri sendiri”

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 53 lainnya memberi reputasi
54 0
54
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 00:35
Thanks omm udahh mw update
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 00:36
Hmmmmm teh es yg pengertian, civok dlu dehhh emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
tomie210586 dan blancosssssssss memberi reputasi
2 0
2
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 03:26
Thank u ts buat updatenya, lama ane ga ngerasain buka kaskus cek update berkali kali kek gini hahaha
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 04:48
uda 3 apdetan.. mantapp... emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
tp..
.
.
kalo bs sih, tambah lagee.. emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 05:05
Thank u te es nyaa baik cokkk
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 05:53
LAGI DONGGGG
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 07:27
Terima kasih dah lanjut
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 08:24
Lanjutt dongg
profile-picture
mrputraxenz memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 08:54
mumpung libur kerja.. nunggu apdetan lg.. sapa tau te es lbh baik hati lg.. emoticon-Pelukemoticon-Cendol Ganemoticon-Ngakak
profile-picture
raiteii memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 10:19
Sabar sabar gan, penulis juga manusia yg punya RL, jadi hargai penulis.
Jadi jangan minta update update atw tambah tambah let it flow guys....
Jadilah pembaca yg bijaksana dan Pengertian....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yuaufchauza dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 11:14
Hmm tokoh anisa blum keluar2 juga, jadi belum berani ikut polling
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 12:37
Wahhh finally 😁😁😁😁
profile-picture
profile-picture
panjiam06 dan haeqelsafira memberi reputasi
2 0
2
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 12:55
Kamsia updatex sam ts...latar settingx kota ngalam....suka sm.karakter syifa
profile-picture
panjiam06 memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
09-12-2020 13:39
Weh, update 3 part..

Msih panjang nie cerita kyk'a..
0 0
0
Halaman 51 dari 61
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
lebih-dari-sekedar-no-absen
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
rindu
B-Log Personal
aldebaran
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia