Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
188
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fce509a58d4c347e43c50b8/seandainya-sinetron-indonesia-formatnya-bisa-seperti-drama-korea
Sebagian orang tidak menyukai sinetron Indonesia karena kualitasnya yang amburadul. Cerita yang kacau dan tidak ada tujuannya serta tayang setiap hari dan tidak ada ujungnya menjadi penyebabnya. Sejak pertama kali muncul dalam sejarah pertelevisian Indonesia, memang hanya sedikit sinetron yang layak mendapatkan predikat berkualitas. Contohnya ada Si Doel Anak Sekolahan atau Keluarga Cemara. Kedu
Lapor Hansip
07-12-2020 22:56

Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea


Sebagian orang tidak menyukai sinetron Indonesia karena kualitasnya yang amburadul. Cerita yang kacau dan tidak ada tujuannya serta tayang setiap hari dan tidak ada ujungnya menjadi penyebabnya. Sejak pertama kali muncul dalam sejarah pertelevisian Indonesia, memang hanya sedikit sinetron yang layak mendapatkan predikat berkualitas. Contohnya ada Si Doel Anak Sekolahan atau Keluarga Cemara. Keduanya punya sistem penayangan per musim seperti serial televisi di luar negeri.

Berbicara mengenai serial televisi, ada dua negara Asia yang serial televisinya maju yaitu Korea Selatan dan Jepang. Terutama Korea yang dramanya banyak digandrungi oleh orang-orang di seluruh dunia. Format penayangan drama Korea (drakor) sama dengan serial tv barat yaitu dengan sedikit episode. Rata-rata satu judul drama Korea jumlah episodenya 16 sampai 25 episode.

Sedangkan untuk drama Jepang atau yang biasa disebut dorama lebih pendek lagi yaitu 9 sampai 12 episode saja. Namun berbeda dengan serial tv barat, drakor dan dorama hanya sedikit yang memiliki lebih dari satu season. Genre dalam drakor juga bermacam-macam mulai pure romance, komedi, kriminal, medical, dll.

Sementara dorama Jepang lebih segmented lagi karena hanya orang yang suka Jejepangan yang menonton dorama. Genrenya juga sangat beragam termasuk versi live action dari manga atau anime terkenal.

Kualitas dari serial tv dari kedua negara tersebut juga dijaga agar tidak mengecewakan penonton. Penayangannya juga biasanya tayang setiap seminggu sekali selama satu musim. Memang, ada dorama Jepang yang tayang setiap hari dengan ratusan episode tapi setiap episodenya hanya berdurasi 15 menit. Itulah yang disebut drama pagi NHK. Drama pagi yang paling terkenal sepanjang masa adalah Oshin yang tayang di tahun 1980an.

Budget juga menjadi salah satu yang krusial bagi drama Korea. Untuk satu judul, bisa memakan budget yang besar untuk biaya produksinya. Seperti Goblin dan Kingdom yang menjadi dua dari banyak drama Korea dengan ongkos produksi termahal.

Nah, kenapa sinetron Indonesia format dan kualitasnya tidak seperti itu saja? Kenapa malah tayang setiap hari dengan cerita yang tidak karuan? Karena tidak ada aturan yang mengharuskannya demikian. Ditambah lagi karena tuntutan rating. Toh membuat sinetron tak karuan dengan budget super murah pun tetap laku dan ditonton banyak orang. Asalkan pemainnya terkenal serta cantik dan tampan. Habis perkara.

Sebenarnya sudah ada serial Indonesia yang memiliki format seperti yang disebutkan di atas yaitu series yang tayang di platform streaming dan itu bukan tayang di tv. Artinya serial yang tayang di platform streaming ditujukan untuk pasar menengah ke atas yang sudah malas nonton tv dan menyukai tayangan bermutu.

Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea


Salah satu serial web Indonesia yang bagus adalah Tunnel yang diadaptasi dari drama Korea berjudul sama dan memiliki premis yang menarik. Yaitu seorang polisi yang terlempar ke masa depan saat melakukan penyelidikan kasus pembunuhan. Tunnel versi Indonesia yang dibintangi oleh Donny Alamsyah kualitasnya jelas ada di atas sinetron Indonesia kebanyakan.

Namun apabila melihat ke belakang ada juga sinetron Indonesia jaman dulu yang memiliki sistem penayangan per musim dan tayang seminggu sekali serta episode yang tidak terlalu banyak. Yaitu seperti yang sudah disebutkan di atas, Si Doel Anak Sekolahan. Jumlah episode musim pertamanya saja hanya berjumlah enam episode.

Sekilas sinetron Si Doel ceritanya panjang namun sebenarnya pendek karena jumlah episodenya termasuk sedikit untuk sinetron dengan masa tayang lebih dari sepuluh tahun dan berjumlah enam musim.

Sementara itu Tunnel versi Indonesia yang tayang di jaman sekarang hanya berjumlah 16 episode, sama seperti versi Koreanya. Serial ini sayangnya kurang mendapatkan ekspos padahal menurut ane cukup seru dan ane sangat menikmati ketika menonton episode demi episode karena premis cerita yang menarik dan akting para pemainnya. Serasa nonton series luar negeri.

Seandainya semua sinetron Indonesia kualitasnya seperti Tunnel ane akan betah nonton tv tanpa harus berlangganan video streaming. Tapi apabila ada sinetron yang bagus seperti itu dan episodenya sedikit, ane yakin tidak akan laku karena pemirsa televisi kita kebanyakan memang sepertinya lebih menyukai tayangan berkualitas rendah.

Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea


Gimana gan? emoticon-Ngakak

Quote:Referensi:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sinetron
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ElviHusna dan 32 lainnya memberi reputasi
31
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 6
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:27
Selera pemirsa TV nya emang gitu gan .. TV kan nyari untung dari rating.. percuma tayangan bagus tp rating jeblok.. ya mau gak mau harus ngikutin arus.. kek Net tv punya drama cukup bagus.. dri segi crta maupun pengambilan gambarnya.. eh gak laku..

rata2 kan penikmat acara tv emak2 rumah tangga.. ya seleranya sprti itu

bukan gak mau stasiun tv nayangin drama bermutu tpi masalahnya laku kaga..
Diubah oleh siapasihsayaini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ig.arifgunawan dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:28
Kalau yang di tv sih emang kurang ya tapi kalau yang di streaming keren keren kok series Indonesia kaya halfworlds karya joko anwar
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:30
Sinetron Indo jaman dlu bisa 10-12 episode kelar


Sekarang???? emoticon-Wakaka
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:31
Lebih aneh lagi sinetron Indonesia walau dengan alur cerita yang bertele tele tidak jelas, dan mudah ditebak dengan tema yang sama percintaan akting si kaya dan si miskin tetap aja digandrungi emak emak. Jadi inget sinetron fenomenal yang disukak emak ane dulu Tersa***ng yamg bercerita sampai anak cucunya.emoticon-Big Grin
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:32
Drakor juga ada yg 50-60 episode kok, ratusan jg ada
Yg buat emak2
Malah yg long run ratingnya tinggi2, padahal kalo kualitas kayak kamera/setting sebenernya di bawah yg drama 2 bulanan/16 eps

Yg bikin ancur mah sistem rating
Kenapa pengiklan sama stasiun tv di indo cm liat rating doang
Padahal setau ane di indo lembaga rating cuma 1, jadi datanya gak ada pembanding valid enggaknya
Jg aslinya kan alat ukur rating yg dipasang di tv2 terpilih mayoritas cuma ada di jakarta, pulau jawa
Makanya acara2 rating tinggi jg konsepnya, bahasanya masih ke'ibukota'an bgt
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:33
bedanya sinetron indongo itu kejar tayang. coba drama luar kayak jepang. tayangnya sekali dalam seminggu itupun kalo gak ada acara special yang makan banyak space waktu tayang. dan di jepang rating itu nomer 4 selain sponsor, kualitas tayangan sama respons dari yang menyaksikan.
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:35
semua dibuat sesuai pasar,,, ga usah nuntut ini itu, sinetron tetap bisa survive, ngarti kan?
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan erwaleste memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:38
format yg laku 3gp....
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:39
Artis pemain sinetronnya sendiri aja juga ngeluh kadang. Jadi mereka tuh ditawarin sinetron dg skrip awal yg udh siap utk beberapa eps, pas bacanya sih menarik. Cuma karna sinetron indo tayangnya setiap hari dan banyak menarik penonton, jadi penambahan eps sgt wajar terjadi. Nah katanya dari sini nih mulainya amburadul tuh ceritanya,
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:41
Selama yg jadi sutradara ram pundjabi dkk. Format tetap india banget..

Sinetron indonesia dan film seri india di antv, 11-12 modelnya.

Kecuali impor sutradara korea, mungkin bisa berubah formatya.

0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:43
kumenangiiiiiiiisss ...
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:49
Sinetron indo tayangnya sampe bertahun2 ceritanya mbulet ngga selesai2 dan konfliknya itu2 mulu kyk rebutan harta, rebutan suami, selingkuh emoticon-Ngakak
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:53
Selera penonton Indonesia ya mayoritas kayak sekarang
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:54
berani bayar berapa.?
lah wong ngiklan aja ddlm sinetron
mulai dari baliho lah, suguhan tamu lah, tai kucing lah
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 17:57
Wah kmaren kmaren ada yg bahas tunnel indo juga di twitter, sekarang ada yg bahas lagi di mari. Apakah mungkin tandanya ane kudu nonton ya emoticon-Big Grin
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 18:03
Karena sinetron tv hnya khusus kaum ibu2 dan fokus ke rating. Trus tema nya itu2 aja dan cmn ganti judul doang ama pemaen nya.
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 18:08
Sinetron di tv indonesia kan cuma buat background biar warteg ga sepi2 amat.. bayangin aja ada berapa ribu warteg di Indonesia.

Belum diitung mbak2 ART istirahat, mbah2 di panti jompo, bapak2 ibu2 di TU sekolah, PNS ngaso..
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1 0
1
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 18:16
Yang suka Sinetron biasanya para Emak-emak alay emoticon-Ngacir
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 18:19
Paling penting dan utama adalah tuntutan rating. Mau bikin masterpiece kaya gimana, dengan budget semahal apa, kalo ga ada yg nonton juga bungkus akhirnya. Justru membuktikan selera pasar kita seperti apa
0 0
0
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea
08-12-2020 18:20
Quote:Original Posted By cintadine
Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea


Sebagian orang tidak menyukai sinetron Indonesia karena kualitasnya yang amburadul. Cerita yang kacau dan tidak ada tujuannya serta tayang setiap hari dan tidak ada ujungnya menjadi penyebabnya. Sejak pertama kali muncul dalam sejarah pertelevisian Indonesia, memang hanya sedikit sinetron yang layak mendapatkan predikat berkualitas. Contohnya ada Si Doel Anak Sekolahan atau Keluarga Cemara. Keduanya punya sistem penayangan per musim seperti serial televisi di luar negeri.

Berbicara mengenai serial televisi, ada dua negara Asia yang serial televisinya maju yaitu Korea Selatan dan Jepang. Terutama Korea yang dramanya banyak digandrungi oleh orang-orang di seluruh dunia. Format penayangan drama Korea (drakor) sama dengan serial tv barat yaitu dengan sedikit episode. Rata-rata satu judul drama Korea jumlah episodenya 16 sampai 25 episode.

Sedangkan untuk drama Jepang atau yang biasa disebut dorama lebih pendek lagi yaitu 9 sampai 12 episode saja. Namun berbeda dengan serial tv barat, drakor dan dorama hanya sedikit yang memiliki lebih dari satu season. Genre dalam drakor juga bermacam-macam mulai pure romance, komedi, kriminal, medical, dll.

Sementara dorama Jepang lebih segmented lagi karena hanya orang yang suka Jejepangan yang menonton dorama. Genrenya juga sangat beragam termasuk versi live action dari manga atau anime terkenal.

Kualitas dari serial tv dari kedua negara tersebut juga dijaga agar tidak mengecewakan penonton. Penayangannya juga biasanya tayang setiap seminggu sekali selama satu musim. Memang, ada dorama Jepang yang tayang setiap hari dengan ratusan episode tapi setiap episodenya hanya berdurasi 15 menit. Itulah yang disebut drama pagi NHK. Drama pagi yang paling terkenal sepanjang masa adalah Oshin yang tayang di tahun 1980an.

Budget juga menjadi salah satu yang krusial bagi drama Korea. Untuk satu judul, bisa memakan budget yang besar untuk biaya produksinya. Seperti Goblin dan Kingdom yang menjadi dua dari banyak drama Korea dengan ongkos produksi termahal.

Nah, kenapa sinetron Indonesia format dan kualitasnya tidak seperti itu saja? Kenapa malah tayang setiap hari dengan cerita yang tidak karuan? Karena tidak ada aturan yang mengharuskannya demikian. Ditambah lagi karena tuntutan rating. Toh membuat sinetron tak karuan dengan budget super murah pun tetap laku dan ditonton banyak orang. Asalkan pemainnya terkenal serta cantik dan tampan. Habis perkara.

Sebenarnya sudah ada serial Indonesia yang memiliki format seperti yang disebutkan di atas yaitu series yang tayang di platform streaming dan itu bukan tayang di tv. Artinya serial yang tayang di platform streaming ditujukan untuk pasar menengah ke atas yang sudah malas nonton tv dan menyukai tayangan bermutu.

Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea


Salah satu serial web Indonesia yang bagus adalah Tunnel yang diadaptasi dari drama Korea berjudul sama dan memiliki premis yang menarik. Yaitu seorang polisi yang terlempar ke masa depan saat melakukan penyelidikan kasus pembunuhan. Tunnel versi Indonesia yang dibintangi oleh Donny Alamsyah kualitasnya jelas ada di atas sinetron Indonesia kebanyakan.

Namun apabila melihat ke belakang ada juga sinetron Indonesia jaman dulu yang memiliki sistem penayangan per musim dan tayang seminggu sekali serta episode yang tidak terlalu banyak. Yaitu seperti yang sudah disebutkan di atas, Si Doel Anak Sekolahan. Jumlah episode musim pertamanya saja hanya berjumlah enam episode.

Sekilas sinetron Si Doel ceritanya panjang namun sebenarnya pendek karena jumlah episodenya termasuk sedikit untuk sinetron dengan masa tayang lebih dari sepuluh tahun dan berjumlah enam musim.

Sementara itu Tunnel versi Indonesia yang tayang di jaman sekarang hanya berjumlah 16 episode, sama seperti versi Koreanya. Serial ini sayangnya kurang mendapatkan ekspos padahal menurut ane cukup seru dan ane sangat menikmati ketika menonton episode demi episode karena premis cerita yang menarik dan akting para pemainnya. Serasa nonton series luar negeri.

Seandainya semua sinetron Indonesia kualitasnya seperti Tunnel ane akan betah nonton tv tanpa harus berlangganan video streaming. Tapi apabila ada sinetron yang bagus seperti itu dan episodenya sedikit, ane yakin tidak akan laku karena pemirsa televisi kita kebanyakan memang sepertinya lebih menyukai tayangan berkualitas rendah.

Seandainya Sinetron Indonesia Formatnya Bisa Seperti Drama Korea


Gimana gan? emoticon-Ngakak


Penonton tv itu mau disuguhi acara apa aja viewernya stagnan.. Bagus segitu, jelek segitu.. Lihat deh dirumah-rumah, mostly pada nyalain tv tapi ga ditonton acaranya..

Jadi stasiun jg yg penting ada acara yg disiarkan, toh fluktuasi viewernya cenderung stuck emoticon-Turut Berduka
0 0
0
Halaman 2 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia