Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
354
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fbfb5ba9a972e09dc124ccf/quotcumi-dilema-cinta-seorang-jandaquot--based-on-life-story
PROLOG Assalamualaikum Agan-agan Kaskusers dan para Suhu di Forum SFTH ini... Ane yang cupu ini mohon perkenan untuk turut mencipratkan seciprat kisah untuk ikut mewarnai forum ini. Ini adalah sebuah kisah berdasarkan kehidupan nyata sahabat SMP ane yang udah 27 tahun lamanya kita ngga pernah ketemu. Dan tiba-tiba sejak setahun yang lalu kita jadi akrab dan sering berbagi cerita. Untuk sebuah tuju
Lapor Hansip
26-11-2020 21:03

"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')


PROLOG

Assalamualaikum Agan-agan Kaskusers dan para Suhu di Forum SFTH ini...

Ane yang cupu ini mohon perkenan untuk turut mencipratkan seciprat kisah untuk ikut mewarnai forum ini.

Ini adalah sebuah kisah berdasarkan kehidupan nyata sahabat SMP ane yang udah 27 tahun lamanya kita ngga pernah ketemu. Dan tiba-tiba sejak setahun yang lalu kita jadi akrab dan sering berbagi cerita.

Untuk sebuah tujuan yang gue masih berusaha menemukan jawabannya. Seolah Tuhan dalam skenario agung-Nya mempertemukan gue dan sahabat gue ini dalam satu episode tertentu dalam hidup kita masing-masing.

Alhamdulillah meski udah puluhan tahun ngga ketemu, dan masing-masing dari kami udah mengalami pasang-surutnya jalan hidup, sedikitpun ngga mempengaruhi kesomplakan dan kekonyolan kita berdua πŸ˜πŸ˜‚.

Oh ya, jujur aja...
Sebenernya usia kami berdua bisa dibilang ngga muda lagi. Kita udah kepala 4, gan. Ane sendiri berjenis kelamin laki-laki normal dan udah berkeluarga.

Meskipun keluarga ane tinggal di sebuah kota di Jawa Tengah sana dan ane berdomisi di Jakarta.
Sementara sohib ane berjenis kelamin New Normal πŸ˜‚πŸ˜œ...

Nggak Deng bercanda. Sohib ane ini cewek tulen, gan. Berstatus Janda, yang menjadi tokoh utama dalam kisah ini, yang biasa ane panggil dengan Nick Name "Cumi" dalam real life.

Dan kemarin ane udah dapet approval dari Cumi buat share kisah hidupnya disini. πŸ˜πŸ‘Œ

So kisah ini akan banyak bercerita tentang anggapan masyarakat kita yang masih streotype terhadap seorang single parent perempuan (definisi Janda versi gue).

Seolah mereka adalah seekor lalat yang hinggap di ujung meja makan, yang harus diusir atau dipukul dengan sapu lidi.

Dan sebaliknya tentang pandangan si Janda itu sendiri, yang sering menjadi korban, sering difitnah dan disalahfahami hanya karena statusnya yang malang.

Sebuah kisah yang masih bergulir hingga detik ini jari gue masih mengetik.

Juga tentang kisah cinta, persahabatan, dan perjuangan dalam keluarga yang dialami sohib ane si Cumi yang saling tumpang tindih dan campur baur.

Bagaikan sebungkus gado-gado tanpa karet pengikat atau Staples, yang kita bawa dengan satu tangan dengan terburu-buru sambil menyeberang jalan di sebuah hari berhujan.

Kita pun terpeleset, lalu menyaksikan gado-gado itu tumpah dan ambyar di jalanan...
πŸ˜”πŸ˜­πŸ˜­

Mohon maaf kalo nanti penceritaannya kurang menarik dan kurang bermutu. Karena penulisan dilakukan disela-sela waktu tepar ane setelah pulang kerja.

Plus dalam kondisi otak, dompet dan emosi sering labil akibat terdampak Pandemi Covid-19 yang belum kelar sampe sekarang.

Monggo diseruput gan cerita ini..
Next update Insyaallah dalam beberapa jam kedepan..

πŸ™πŸ™β˜ΊοΈ
Diubah oleh complain01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kawulo_Mataram dan 19 lainnya memberi reputasi
18
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 6
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
04-12-2020 15:41
Chapter 2 : AADC (Ada Apa Dengan Cumi)
Part 2



Jam 6 Pagi di Rumah Cumi.

Sreeeng... Sreeeng...Sreeeekkk...
Begitulah suara wajan dan sutil yang baru aja kelar menunaikan tugasnya di tangan Cumi. Untuk membuat nasi goreng versi tanggal tua bagi 9 orang penghuni rumah ini.

Yaitu Bokap & Nyokapnya Cumi, Mas Bayu dan ketiga anaknya, serta Cumi dan kedua anaknya (Indri dan Raffa).

Nasgor versi tanggal tua adalah cuma nasi yang dibumbuin ulekan bawang merah dan bawang putih, garem, dicampur 2 butir telor yang udah ngga kelihatan jejaknya lagi, karena diaduk terlalu rata.

Dioplos dengan sisa sambel kemarin. Plus kecap, dan tentu aja : miciin... 😁😁

Ctek...
Berbarengan jemari lentik Cumi mematikan kompor gas. Terdengar teriakan dari kamar atas.

"Mamaaaaahhh!"
"Ini kok bel listrik aku ngga mau nyala!!"
Seru Raffa, cowok anak kedua Cumi, kelas 1 SMP. Raffa lalu turun tangga untuk mengadukan sirkuit bel listriknya kepada Ibunya.

"Lho kan semalam masih nyala, Raffa."
"Emangnya kamu apain sih?"
Jawab Cumi sambil memeriksa bolak-balik bel itu.

Cumi bermaksud membongkar ulang sirkuit itu, namun telinganya menangkap suara lain yang masih berasal dari kamar atas.

"Maaah... Paket dataku abis niih!"
"Indri lagi nyari bahan di internet buat tugas bikin artikel."

Yups itu Indri, anak pertama Cumi, yang sekarang duduk di bangku kelas 3 SMP. Ini sih udah jelas foto copian Cumi dari bentuk wajah, senyum maut, kepinteran, serta kebaperan dan kecerewetannya 😁.

"Lhoo Indri, kamu kan bisa make WiFi."
"Lagian sih Paket data seringnya dipake buat nonton Drakor aja!'
Jawab Cumi sedikit ngegas, sambil melepas baterai dari sirkuit bel milik Raffa.

"WiFi mati, Maah! Kan Mamah udah sebulan ini belum bayar tagihan WiFi!"
Jawab Indri ngga kalah ngegas dari Ibunya.

"Astaghfirullahaladziim..."
"Iyaa Mama lupa belom bayar WiFi"

Balas Cumi, sedikit akting karena sebenarnya emang belum punya duit buat bayar. Telatnya pembayaran dari sebuah dinas di Manado ke kantornya menjadi pangkal musabab.

Tangan Cumi masih bersengkarut dengan baterai dan kabel-kabel, ketika seorang perempuan tua berusia 60 an tahun, Ibunya Cumi, menghampiri Cumi dan mengatakan sesuatu untuk melengkapi kabar buruk pagi ini.

"Mbaak... Itu mesin air kayaknya mati deh.."
"Air ngga ngocor dari kran udah ada kalo setengah jam yang lalu. Ini Ibu mau mandi mau berangkat pengajian."

Dirumah, si Cumi biasa dipanggil "Mbak" oleh Ayah dan Ibunya. Karena Cumi adalah anak perempuan tertua dari 3 bersaudara di keluarga nya. Anak pertama cowok : Mas Bayu, kedua si Cumi, dan ketiga cewek, si Intan.

"Waduuuuhhh!"
Jawab Cumi kepada Ibunya, jelas terdengar panik karena inget lagi merendam cucian usai Subuh tadi. Plus ketar-ketir untuk urusan yang ujung-ujungnya pasti bermuara ke duit.

Cumi meletakkan sirkuit bel nya Raffa di meja makan, mengambil hape untuk menelpon bos-nya, Andi.

Cumi : "Pagi Andi."

Andi : "Pagi Cumi. Ada apaan nih?

Cumi : "Sorii niih gue kayaknya bakal telat ke kantor. Ini mesin air gue dirumah mati. Gue kudu panggil tukang pompa dulu."

Karena Cumi emang kenal sejak kuliah sama Andi, plus kenal dekat dengan Ningsih, istrinya Andi. Maka memang untuk situasi-situasi non formal, mereka biasa saling panggil Gue-Elu satu sama lain.

Andi : "Ya udah elu urus dulu deh itu mesin."

Cumi : "Ok Siap. Tks ya Andi."

Andi : 'Siiip.."

Cumi menutup telpon. Memandang sirkuit bel listrik yang sebenarnya sederhana tapi kini tiba-tiba terlihat begitu rumit.

Serumit keadaan hidupnya sekarang. Harus menjadi Ibu sekaligus Ayah bagi kedua anaknya. Harus menjadi Super Hero bagi Ayah, Ibu, keponakan-keponakan, untuk semua urusan rumah sehari-hari.

Cumi keluar menuju teras rumah. Menuju Mesin Pompa dibawah toren di pojok kanan teras.
Setelah mencabut dan memasang ulang colokan mesin, haqqul yakin lah Cumi bahwa mesin pompa itu emang beneran mati.

"Aaaahh... Semua ini toh cuma satu diantara hariΒ² kacau yang udah biasa gue alamin. Cemeen ini siih!"

Kata Cumi dalam hati, mencoba menyemangati diri sendiri.

Di atas teras, masih ada sepotong langit pagi yang belum terlalu menyilaukan mata. Cumi mendongak ke langit, tersenyum satir sambil menggumam pelan :

"Gue ngga apa-apa kok, Tuhan. Selow deh gue masih kuat kok untuk 10 kekacauan lagi yang mungkin aja udah Engkau takdirkan untukku hari ini."

Tapi tetap saja ada sesak dan panas yang mengumpul di ulu hati Cumi. Hawa sesak dan panas yang kemudian menjalar ke dada, lalu naik ke pelupuk mata, menjadi mendung yang harus ia tahan untuk jangan pecah dulu di pagi ini.

*********

Sekitaran Jam 9 di Kantor Gue.

Gue lagi khusyuk nempelin label nomor inventaris kantor di ruang Divisi Coms. Karena kantor gue adalah NGO yang pendanaan operasionalnya berasal dari lembaga founding luar negeri. Maka semua barang kudu ditempelin nomor dan kode-kode info.

Segala kursi, Meja, Komputer PC, Laptop, Printer, HP, Flashdisk, gantungan kunci, kudu gue tempelin label.

Gue yakin suatu saat nanti, akan tiba sebuah hari dimana gue harus nempelin label inventaris di sempak, beha, dan jidat seluruh staf di kantor ini πŸ˜πŸ˜πŸ˜†.

Teloleet Om... Teloleet Om... Teloleeeet..

Itu bukan suara bocah sableng di terminal yang lagi ngerekam bunyi klakson norak Bus AKAP.
Ngga lain itu suara norak panggilan telpon hape gue...πŸ˜†πŸ˜†

Gue liat hape gue. Ternyata si Cumi. Ngga terasa udah 2 kali misscalled. Gue angkat hape gue untuk mendengar suara renyah, cempreng, dan sedikit mendayu-dayu dari seberang sana.

Cumi : "Kus Kakus!"

Gue : "Mi Cumi! Nape lu?"

Cumi : "Nanya dong gue. Emang berapa sih harga otomatis mesin, sama harga pipa besi yang buat air?"

Gue : "Jiaaahh... Harga sekarang sih gue ngga tau. Gue belom kangen ma toko material, belom cek lagi gue harga-harga. Emang ngapa dah?

Cumi : "Duuh hectic banget gue hari ini... Mesin pompa gue mati. Kata tukangnya kudu ganti otomatis mesin dan ganti pipa. Pipanya bocor!"

Gue : "Nah trus?"

Cumi :"Dia minta biaya sejuta. Udah semuanya sih. Udah beli pipa, beli otomatis, ongkos tenaga segala macem. Masalahnya gue lagi bokek nih. Puyeng gue!"

Gue : "Yaaah Cum... Soriiii...Lagi tanggal tua euy. Lagi manyun saldo gue.."

Cumi : "Siapa yang mau pinjem duit ke elu, Kakus?" "Ya kali aja elu tau harga pasaran pipa dan otomatis mesin berapa, jadi gue bisa nawar. Atau kali elu ada ide biar gue ngga sampe keluarin duit sebanyak itu."

Sejenak gue berpikir keras. Memang kadang ide brilian sering lahir dibawah pressure tanggal tua 😜.

Dan Cling...
"Eureekaa!"*

Gue : "Oke Cumi gue ada 3 opsi yang bisa elu pilih sebagai solusi dari problem elu."

Cumi (girang sambil menghina) :"Waaah elu emang pinter, Kakus!"
"Ngga sia-sia gue telpon elu, ngga sia-sia elu punya muka ancur tapi diimbangi sama kecemerlangan otak elu!"

Gue (Tabah seperti biasanya) : "Opsi pertama, Harga otomatis mesin air tuh seratus rebuan. Ongkos tukang 2 ratus rebuan.

Elu ngga usah beli pipa yg baru. Mahal soalnya! Pipa Galvanis 3 inci aja udah lebih 3 ratus rebuan sebatangnya."

"Elu suruh aja tukang pompa buat nambel pipa yg bocor make lem besi dilapisin tambelan alumium yg biasa buat nambel panci.

Terus lapisin lagi sama lem paralon dan seal tape. Itu segala printilan lem besi, lem paralon, tambelan aluminium, seal tape, paling seratus rebu. Yaah elu paling keluar duit antara 400 atau 500 rebu maksimal."

Cumi : "Iiih pinteeer luu, Kakus! Nah opsi kedua apaan? Kali aja lebih murah." 😁

Gue : "Opsi kedua elu cari pinjeman duit sejuta buat beli pipa baru dan laen-laen. Terserah deh elu mau minjem ke mana dan ke siapa, asal jangan ke gue!" 😁

Cumi : "Aaaahhh kalo gitu sih ngapain gue minta saran dari elu, Kakuuuuss Somplak!"
"Trus opsi ke 3 apaan dah?"

Gue : "Naah ini opsi paling murah dan berfaedah buat kasus pompa air elu."

Cumi : "Apaaaan?"

Gue : "Elu nikah aja sama tukang pompa air. Gue jamin bakalan gratis itu perbaikan pompa. Plus elu punya Tukang pompa gratis buat seumur hidup!"
πŸ˜πŸ˜πŸ˜†

Cumi : "Begoooo luuu, Kakuuuuus!" 😬😬😬

Gue : "Becanda gue, Cumi!" 😁😜

Cumi : "Daah gue pilih opsi yang pertama aja!"

Tuuutt... Tuuut...
Cumi menutup telpon.



BERSAMBUNG

Note : * Eureka : Sebuah kata yang diucapkan Ilmuwan Archimedes saat menemukan sebuah teori fisika. Kata yang berarti : "Aku menemukan sesuatu."








Diubah oleh complain01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kawulo_Mataram dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
04-12-2020 16:40
Tks Cemdolnya agan q1ll4
πŸ˜πŸ™
0 0
0
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
04-12-2020 18:16
Cum cum,ayo di gas

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
05-12-2020 12:54
Tks Cendolnya gan haatag
πŸ™πŸ‘
Diubah oleh complain01
0 0
0
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
05-12-2020 17:51
Chapter 2 : AADC (Ada Apa Dengan Cumi)
Part 3



Beberapa hari setelahnya. Di sebuah Sabtu siang yang panas dan gamang, Cumi japri gue.

Cumi : "Kus Kakus!"

Gue : "Mi Cumi, nape lu? Mesin Air ngadat lagi?"

Cumi : "Alhamdulillah kagak. Thanks ya saran elu kemaren. Eh Kakus elu hari ini libur kan ya?

Gue : " Iya Cum gue libur hari ini."

Cumi : "Ntar malam abis magrib nongkrong yuuk di Trans***t Lebak Bulus? Di Sola**a."

Gue (girang tapi jaim) : "Jiaaaah nongkrong. Elu mendingan bercengkrama sama anakΒ² elu, setelah 5 hari elu sibuk kerja cari duit."

Cumi : "Anak-anak lagi diajak jalan-jalan sama Papa-nya. Trus bokap dan nyokap gue lagi kondangan. Di rumah sih ada Abang gue sama anak-anaknya. Tapi beneran dah lagi bete gue!"

Gue (Sok Cool) : "Ooh gituu... Ya ya ya."

Cumi : "Dah jangan banyak alesan lu. Kayak pinter ngeles aja! Sampe ketemu ya nanti jam 7 malam di Sola**a. Tenang aja gue yang traktir! Alhamdulillah gue lagi ada rejeki."

Naaahh ini dia niih redaksi kalimat yang harus digarisbawahi : "Tenang aja gue yang traktir" 😁
Dan tanpa sok cool dan jaim lagi gue pun mengiyakan ajakan Cumi.

Rejeki emang ga pernah tertukar dan salah alamat!

*******

Waktu merayap cepat. Tau-tau udah jam 5 sore.
Gue pun fokus pada ritual setiap kali akan bertemu dengan cewek cakep, yaitu :

1. Mandi lebih lama dari biasanya, dengan pemakaian sabun dan shampo secara boros.
2. Sikat gigi berlebihan dengan volume odol lebih banyak dari dosis normal.
3. Pemakaian deodorant dan parfum diluar batas kewajaran.
4. Dan perbuatan-perbuatan lebay lainnya.

πŸ˜πŸ˜πŸ˜†

Bukan apa-apa, gan. Asliii gue geer diajak ketemuan sama Cumi. Gue bersyukur pada akhirnya Cumi menyadari juga bahwa meskipun tampang gue pas-pasan dan isi dompet gue minimalis.

Tapi dia bisa melihat kapasitas pribadi gue yang berkualitas. Yaitu sosok pribadi yang ngga akan menolak kalo diajak makan gratis.
πŸ˜†πŸ˜†

******
Parkiran Motor Trans***t Jam 7 teng!

Setelah celingukan beberapa saat, akhirnya gue menemukan Cumi di meja paling pojok di area makan outdoor Sola**a.

Mengetahui gue dateng, Cumi bangkit dari duduknya. Dia mengenakan kemeja blues bergaris-garis, celana jeans biru, berkacamata.

Dan dari jarak 6 meter udah memasang senyuman maut yang... yang... yang bila senyum ini mampu kita formulasikan menjadi sebotol serum obat bius.

Pastilah mampu meluluhlantakkan hati dari 100 cowok paling setia sekalipun!

Lebay ya gue?
Biariiiin.... πŸ˜πŸ˜πŸ˜†πŸ˜†

Dan tentang kecantikan Cumi?

Maka izinkan gue mengajukan hipotesa singkat bahwa kecantikan seorang wanita yang paripurna barulah terlihat pada usia 40 an tahun.

Ya memang biasanya seorang wanita mulai terlihat cantik di usia belasan tahun, yang mencapai puncaknya pada usia 20 an dan 30 an tahun.

Tapi ini masih harus diuji dengan banyak variabel. Misalnya paska melahirkan banyak wanita cantik yang gagal mengembalikan bobot ideal tubuhnya.

Atau kecantikan yang seketika hilang karena faktor-faktor force majeure seperti kecelakaan lalu lintas, tersiram air keras, atau muka kecipratan minyak goreng.

Bertambahnya usia dan peristiwa hidup merupakan Fit & Proper Test bagi kecantikan seorang wanita.

Maka wanita yang tetap terlihat cantik di usia kepala 4 adalah sebuah karakter kecantikan inner & outer beauty.

Ketika keindahan wajah dan tubuh berpadu dengan ketangguhan yang terbukti lolos uji melewati asam-garam dan bawang-cabe kehidupan.

Dan Cumi memiliki tipikal kecantikan seperti itu!

Lebay ya gue?
Biariiiiinnn....πŸ˜πŸ˜πŸ˜†πŸ˜†

*********

Sambil menunggu pesanan berupa 2 piring Nasi Goreng spesial dan 2 gelas Lemon Ice Tea (berhubung Cumi yang bayar jadi gue minta Cumi yang pesen), kami ngobrol ngalor ngidul tentang pekerjaan, keluarga dan klasemen liga Inggris, dimana saat itu Chelsea terdepak dari 4 besar.

Ketika obrolan kami semakin ngawur tentang apa perbedaan dan persamaan antara Donald Trump, Donald Bebek dan Dunkin Donuts?

Gue pun memberanikan diri bertanya ke Cumi tentang pertanyaaan yang dijanjikan untuk dijawab secara tuntas.

Gue : "Elu kenapa divorce sih, Cum?"

Cumi ngga langsung jawab. Dia mengeluarkan sesuatu dari tas-nya yang ternyata adalah sebungkus rokok dan sebuah korek Zippo.

Tring!

Gue tercekat mengerutkan dahi, bersamaan denting Zippo memijarkan seutas nyala di ujung rokok yang terselip di bibir ranum Cumi.

Gue membatin :
"Ini cewek culun yang dulu gue inget selalu menutup mulut dan hidungnya rapatΒ² ketika ngelewatin segerombolan anak bandel yang ngerokok di lorong kantin di sekolahan."

"Dan sekarang cewek yang sama, setelah 27 tahun berlalu malah menyalakan rokok di depan muka gue."

Tanya sebuah suara didasar batin gue :
"Ada Apa Dengan-mu, Cumi?"




BERSAMBUNG







Diubah oleh complain01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kawulo_Mataram dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
05-12-2020 23:22
Tks Cendolnya g3nk_24
πŸ™πŸ‘
0 0
0
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
06-12-2020 08:47
Waktu mau ketemu si Cumipakainya parfum BVLGARI aqua beli di Condet ya gan? Haha
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
06-12-2020 14:18
Ni updete berapa hari sekali gan
Ngomong ngomong updete tgl 5Des 2020, 17.51, Chapter 2 : AADC
kurang panjang tu gan.
Panjangin dikitlah
Biar gmn gitu😁😁😁
Makasih.
Diubah oleh Arikempling78
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
06-12-2020 21:02
Chapter 2 : AADC (Ada Apa Dengan Cumi)
Part 4


Hening sesaat setelah hembusan asap rokok yang pertama keluar dari sepasang bibir berlipstick merah tua itu.

Dan Cumi memulai kisahnya.

"Gue menikah tahun 2004 dengan Mas Bagus. Kita kenal di Kampus. Pacaran 3 tahun, lalu memutuskan untuk menikah."

"Saat itu kita adalah pasangan muda yang saling mencintai, menikmati hidup, dan sama-sama ngotot mengejar karir masing-masing."

"Mas Bagus kerja di sebuah Perusahaan Konsultan Teknik. Dan gue sendiri bekerja di sebuah Event Organizer yang cukup besar."

"Saat itu penghasilan gue lebih besar dari Mas Bagus. Tapi gue ngga mempermasalahkan. Gue ngga pernah menuntut Mas Bagus harus kasih duit dalam jumlah sekian per bulannya."

"Toh kekurangannya bisa gue cover sendiri, termasuk untuk kebutuhan orangtua gue, karena bokap gue udah pensiun."

"Tahun 2005 anak pertama kami, Indri, lahir. Kebahagiaan kami sungguh lengkap. Dan ketika 3 tahun kemudian tahun 2008, gue melahirkan anak kami yang kedua, Raffa, maka semua terasa sempurna untuk kami."

"Kalo ada acara silaturahmi di keluarga atau kumpul dengan teman-teman. Mereka menganggap kami keluarga ideal."

"Banyak yang iri dengan keharmonisan kami yang selalu tampak mesra dan akur. "Contoh Keluarga Samara niih si Bagus dan Cumi." Itu kata-kata yang sering gue denger dari teman atau saudara kalo kami ikutan ngumpul."

"Karir kami masing-masing pun merangkak naik.
We are on the top of the world waktu itu, Kakus."

Kata Cumi mengakhiri kalimat diatas, tersenyum dengan pandangan menerawang ke arah lampu-lampu jalan di flyover Lebak Bulus. Bagi Cumi mungkin lampu-lampu itu adalah lampu-lampu masa lalu yang pendar cahayanya kian jauh dan meredup.

Pesanan Nasi Goreng plus Lemon Ice Tea datang. Dengan sedikit basa-basi gue makan duluan. Aslii lapeeer, gan. Berasa kuping dan otak gue bakalan butuh energi ekstra untuk mendengar dan mencerna kisah si Cumi.

"Eh Cum, gue ngga apa² yak dengerin elu ngomong sambil memberantas nasgor ini. To be honest, suara elu ngebangkitin selera makan gue." 😁

"Iyeee!"
Jawab Cumi yang lalu melanjutkan ceritanya.

********

"Tapi gue akuin kehidupan kami jauh dari agama. Gue dan suami terlalu asyik ngejar karir dan cari duit."

"Kami kurang bersyukur dengan apa yang udah kami miliki. Shalat kami bolong-bolong, dan dikerjakan sambil uber-uberan waktu sama pekerjaan. Taunya jungkir balik doang berdiri-rukuk dan sujud tanpa makna."

"4 bulan setelah Raffa lahir, gue hamil lagi. Bukannya seneng, tapi gue malah malu dan bingung."

"Malu karena ini berarti gue harus ngajuin cuti hamil lagi setelah belum lama gue ambil cuti melahirkan."

"Bingung karena saat itu perusahaan gue memenangkan sejumlah tender beberapa project yang nilainya gede, dan gue punya tanggung jawab yang besar disana. Ditambah obsesi karir gue yang sangat tinggi waktu itu."

"Akhirnya gue memutuskan untuk Aborsi. Dan Mas Bagus pun menyetujui."

Uhukk...Uhukk... Klotak...

Gue keselak acar timun, dan sendok pun terlepas dari tangan. Saking ngga percayanya telinga gue mendengar apa yang barusan keluar dari mulut Cumi tentang keputusan yang dia ambil waktu itu.

Gue menitipkan pertanyaan ke Cumi melalui tatapan mata selama 3 detik kepada sepasang kornea matanya. Pertanyaan yang mungkin juga harus gue tanyakan kepada siapapun yang melakukan hal yang sama.

"Apakah sedemikian gilanya orang-orang mengejar ambisi demi karir, uang, status sosial? Sampe sanggup membunuh kehidupan anugerah dari Tuhan?"

"Kehidupan yang tumbuh dari cinta dan berasal darah, daging, dan tulang kalian sendiri?"

Gue yakin Cumi menyadari reaksi gue ini. Tapi Cumi tetap melanjutkan ceritanya. Seolah ini sesuatu yang harus dia tuntaskan. Entah karena percaya sama gue, atau karena dengan bercerita ini sedikit melepaskan beban-beban di hatinya.

"Tahun 2012 Abang gue Mas Bayu bercerai dengan istrinya. Karena istri Mas Bayu selingkuh! Bokap dan nyokap, dan gue sendiri jelas terpukul karena hal ini."

"Mas Bayu udah punya 3 anak. Semua masih kecil-kecil waktu itu. Dengan perceraian ini, berarti Mas Bayu harus tetap menafkahi anak-anak yang ikut dengan ibunya karena mereka masih kecil."

"Entah karena gue marah dan benci sama istrinya Mas Bayu yang udah mengkhianati Abang gue, gue pun intervensi."

"Gue bilang anak-anak Mas Bayu supaya tinggal bersama kami di rumah. Yaah maksud gue dirumah orangtua gue, bersama bokap, nyokap, suami dan anak-anak gue."

"Keputusan itu disepakati sama keluarga gue. Walaupun gue mengakui ini ikut dilandasi kesombongan gue dengan karir dan gaji gue yang lumayan gede waktu itu."

"Gue yakin kalo ada apa-apa, gue akan mampu ikut menanggung biaya hidup keponakan gue; anak-anak Mas Bayu. Dan memang sejak itu Mas Bagus terkena penyakit Liver kronis, yang menyebabkan dia ngga bisa kerja secara penuh sehingga penghasilannya pun jauh berkurang."

*******

Tring...

Cumi membakar rokoknya yang kedua. Gue perhatikan baik-bsik bungkus rokoknya, dan mengumpat dalam hati,

"Aaah sialan, harga rokok elu lebih mahal dari harga rokok gue, Cum!" 🀭😬

Tapi itu rokok ngga dihabisin, gan. Setelah 3 kali dihisap dan mengeluarkan kepulan-kepulan penyesalan, Cumi naroh rokok itu di asbak.

Dan gue hitung paska 4 sendok nasgor dan 2 seruputan Lemon Tea kandas di mulut Cumi, yang diakhiri oleh sebuah suara gelegeg sendawa, Cumi lanjut lagi bercerita.

"Mungkin karena gue sombong dan kurang bersyukur, Allah kasih ujian buat gue."

"Tahun 2014 perusahaan gue goyang... Hampir collapse! Banyak sebabnya; karena pembayaran tersendat, karena korupsi internal, karena persaingan dengan EO-EO baru yang berani pasang harga lebih murah..."

"Demi menyelamatkan perusahaan, bos gue ambil keputusan untuk memangkas gaji para Staff dilevel atas. Ya dengan catatan gaji yang dipangkas ini dianggap sebagai hutang perusahaan ke kami, yang akan dibayar kalo keuangan perusahaan udah membaik."

"Gaji gue sendiri dibabat lebih dari setengahnya! Sementara pengeluaran dirumah gue makin nambah karena makin banyak mulut yang harus diberi makan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya."

"Karena semua kondisi ini, gue bilang ke Mas Bagus supaya jatah uang bulanan ditambah."

"Toh sebelum-sebelumnya disaat semua baik-baik aja, gue ngga pernah minta lebih ke dia. Sangat wajar rasanya ketika gue lagi susah gue minta solusi dari Mas Bagus, yang gue tau saat itu gajinya udah lumayan besar."

"Sama siapa lagi gue minta selain ke Mas Bagus. Kan dia suami gue, Kakus!"

"Tapi gue ngga nyangka ternyata reaksi Mas Bagus diluar dugaan gue. Dia malah marah dan balik nanya emangnya selama ini pemberian dia kurang?

Plus dia ngga suka kalo gue ikut bantu biaya hidup anak-anak Mas Bayu dan orangtua gue. Karena menurutnya tanggung jawab kepada orangtua itu di pundak anak laki-laki, bukan di pundak gue sebagai anak perempuan."

"Gue marah waktu itu, Kakus! Gue pikir bahwa orang itu menikah bukan cuma sama pasangannya doang, tapi juga sama keluarganya."

"Kan keluarga Mas Bagus gue anggap keluarga gue juga, dan keluarga gue adalah keluarga Mas Bagus! Gitu kan seharusnya, Kakus?"

"Iyeee Cumi... Iyeee...!" Jawab gue. Nasgor dan Lemon Tea gue udah kandas setengah jam yang lalu.

Gue : "Eeehhmm Cumi... Gue boleh ngomong jujur ngga ke elu? Tapi janji elu jangan marah atau tersinggung ya?

Cumi : "Iyeee ngomong aja."

Gue : "Gue juga ngga bermaksud menggurui elu atau mau ikut campur privasi elu."

Cumi : "Iyeeeee Kakuuus.. Udah lu ngomong aja apa adanya. Gue tau kok gue banyak salah di masa lalu."

Gue : "Bukan itu juga sih. Terus terang gue boleh ngga nambah makan dan minum? Ngga apa-apa deh menu yang sama kayak tadi."

Cumi (didahului oleh ngakak πŸ˜†) : "Gilaaa Yee usus elu, Kakus! Terbuat dari paralon 3 inci kayaknya tuh usus! Ya udah giiih nambah!"

Rasa malu dan jaim gue emang udah bener-bener luntur waktu itu, gan! Terkalahkan oleh basic instinct cacing-cacing pencernaan di perut gue.

Dan naluri bertahan hidup di alam perkotaan yang buas nan penuh tipu daya. πŸ˜πŸ˜†

Sambil cengengesan gue manggil si Mbak Waitress.

"Mbaak... Saya nambah ya Nasi Goreng sama Lemon Tea-nya. Suwiran ayamnya dibanyakin ya mbak, dan ngga usah make lama!"

"Dan Lemon Tea-nya jangan terlalu manis ya, Mbak. Soalnya didepan saya udah ada mahluk manis yang lagi doyan ngoceh dan bikin saya laper!"

πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚


BERSAMBUNG



















Diubah oleh complain01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kawulo_Mataram dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
07-12-2020 09:26
Boleh lah gan nasi gorengnya
Ikut laper baca agan minta nambah nasi
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
07-12-2020 15:09
lanjutkan bang kakusss..
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 00:07
Chapter 2: AADC (Ada Apa Dengan Cumi)
Part 5


Riset pribadi gue membuktikan bahwa orang yang sedang menceritakan kisah sedih sewaktu makan, cenderung memperlama waktu makan mereka. Bahkan seringkali tidak menghabiskan makanan.

Gue inget temen kantor gue si Rizal ketika menceritakan betapa hancur hatinya melihat postingan di Facebook-nya Dea, pacarnya, lagi jalan sama cowok lain.

Rizal curhat ke gue sambil kita makan siang di warteg langganan di seberang kantor. Lama banget si Rizal makan hampir 1 jam sambil ngoceh ngalor-ngidul perkara ceweknya.

Padahal cuma makan nasi setengah, tumis kangkung, sama telor dadar; setelan porsi seharga 12 rebu.

Akhirnya dengan sopan, gue dan Rizal diusir sama mbak-mbak warteg. Karena udah lewat deadline waktu duduk 15 menit bagi pelanggan yang makan dibawah rate harga 20 rebu.
πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜­

Ini terjadi juga dengan Cumi, yang dari tadi nasi gorengnya masih setengah piring. Suwiran ayam, sosis, bakso, acar timun, kerupuk cuma dibolak-balik kaga jelas.

Cumi meneruskan kisahnya...

"Tahun 2014 bener-bener sebuah titik nadir dalam karir kerja gue, Kakus. Tapi sebaliknya buat Mas Bagus yang pindah kerja ke perusahaan ritel, dengan jabatan lebih tinggi dan penghasilan yang lebih besar dari sebelumnya."

"Tapi gue sebagai istrinya ; perempuan yang setiap malam tidur disisinya, justru ngga menikmati peningkatan kesejahteraan. Padahal dia tau kondisi perusahaan gue waktu itu lagi hancur. Dan dia tau kalo gue bertanggung jawab terhadap orangtua gue dan keluarga Mas Bayu?"

"Elu tau, Kakus? Sewaktu kondisi keuangan gue lagi bagus, gue ngga sayang buat bantu kakaknya Mas Bagus yang hampir cerai karena selama 6 bulan ngga dikirim uang sama suaminya."

"Kalo kami lagi pulang ke kampung nya Mas Bagus di Pemalang, itu gue yang belanja sembako make duit gue buat kebutuhan dirumah keluarga Mas Bagus selama sebulan!"

"Karena bagi gue, orangtua suami gue adalah orang tua gue, kakak suami gue, adalah juga kakak gue!"

"Makanya gue kecewa banget ketika gue ngga dikasih duit tambahan sama Mas Bagus buat support keluarga gue."

"Di mata Mas Bagus keluarga gue ngga ada artinya! Dia lebih suka nraktir temen-temennya, untuk nunjukin dia punya duit. Meskipun kondisi dirumah lagi morat-marit."

"Dan gue tau juga kalo waktu itu Mas Bagus lagi naksir sama cewek lain! Aah uang emang bisa mengubah orang, Kakus!"

Pesanan gue yang kedua dengan menu yang sama tiba. Yaitu Nasgor spesial dan Lemon Tea. Gue seruput dulu Lemon Tea nya, dan....

Fuahhh....

Asli gan, beneran ngga ada manis-manisnya itu Lemon Tea. Cuma pahit teh dan kecutnya jeruk lemon aja yang kerasa di lidah gue.

Paraaah emang nih si Mbak Waitress yang ngga faham gombalisme sama sekali.

Maksud gue pas tadi bilang Lemon Tea nya jangan manis-manis, karena udah ada mahluk manis didepan gue. Itu kan kata-kata yang gue tujukan buat bikin geer si Cumi.

Bukan beneran dibikinin minuman asem kecut begini!
😬😬😬

*********

"Tapi semua itu gue tahan, Kakus. Meski gue terpaksa capek, karena harus ngerjain semua kerjaan rumah, ngurus anak dan lain-lain sepulang kerja."

"Karena gue udah ngga sanggup ngegaji pembantu yang tadinya ada 2 orang di rumah, buat ngurus anak-anak sewaktu gue tinggal kerja, dan buat beberes rumah."

"Dan Mas Bagus sama sekali ngga peduli! Pulang kerja seringnya keluyuran sama temen-temennya. Atau sama cewek yang dia taksir."

"Dia tau beres aja soal rumah. Ngga ada niat buat bantuin nyuci kek, bersih-bersih rumah kek. Dia sama sekali ngga menghargai gue sebagai istri, dan sebagai ibu yang udah ngurus anak-anaknya."

"Di penghujung 2014 gue hamil lagi. Dalam kondisi ekonomi keluarga gue amburadul, meskipun karir suami gue lagi jaya-jayanya."

"Gue bilang sama Mas Bagus kalo gue hamil. Dan gue takut dengan situasi waktu itu, gue ngga akan sanggup buat ngurus 3 anak. Gue takut ngga ada biaya kedepannya, dan gue juga masih harus kerja."

"Gue nanya apakah sebaiknya gue gugurkan kandungan ini atau nggak? Gue berharap kondisi hamil gue ini bisa meluluhkan hati Mas Bagus."

"Gue malah berharap Mas Bagus nyuruh gue berhenti kerja, dan dia yang akan tanggung jawab mencukupi semua kebutuhan gue dan keluarga."

"Tapi yang terjadi ngga demikian, Kakus! Dia malah bilang terserah gue aja mau digugurin apa nggak kandungan gue itu!"

"Akhirnya dalam kondisi marah, kecewa, dan sedih. Untuk kedua kalinya gue aborsi!"

Ffuahh...!!
Kalimat terakhir Cumi berbarengan mulut gue yang lagi nyedot minuman.

Cumi : "Nape lu, Kakus?"
Gue : " Kagak, Cum. Ini Lemon tea asem banget dah!"

*******

Ada mendung tebal yang berasal dari masa lalu menggantung di kelopak mata Cumi, yang sepertinya berusaha dia tahan sekuatnya agar jangan pecah. Setidaknya buat saat ini.

"Hari-hari setelah itu, rumah tangga kami udah bagaikan Neraka, Kakus! Hampir tiap hari kami bertengkar entah soal duit, soal ngurus anak, soal keluarga gue, keluarga dia."

"Tahun 2016 situasi keuangan gue mulai membaik. Tapi situasi rumah tangga gue makin berantakan!
Akhirnya kami cari kesenangan masing-masing."

"Mas Bagus tetap dengan nongkrong-nongkrong sama temannya, dan sama cewek yang dia taksir."

"Sementara gue punya hobi baru, yaitu fotografi. Dan di sebuah komunitas Fotografi itulah, gue kenal sama Dedy. Seorang cowok yang usianya 8 tahun lebih muda dari gue, yang ternyata suka sama gue."

Tring!

Udah ngga kehitung lagi ini rokok Cumi yang keberapa.

Gue kerja keras waktu itu, gan. Rahang, lambung dan usus 12 jari gue bekerja melumat dan mencerna Nasi Goreng. Kuping gue pasang pada Level Siaga buat dengerin setiap kata yang keluar dari mulut Cumi.

Sementara sel-sel otak gue berusaha merekonstruksi kisah perceraian Cumi dan mencari hubungan sebab-akibat, motif dan argumentasi.

"Karena waktu itu gue masih istrinya Mas Bagus, gue ngga menanggapi perasan si Dedy ke gue. Walaupun gue juga ngga bisa kan ngelarang orang jatuh cinta sama gue, sebagaimana gue ngga bisa mencegah orang untuk benci ke gue!"

Cumi : "Iya kan, Kakus? Emang elu bisa mengatur hati seseorang untuk suka atau benci sama elu? Enggak kan?"

Gue (sambil ngunyah) : "Iyee kali, Cum.. Elu juga sih salah kenapa mau diciptakan punya muka cakep?" 😜😜

Cumi (diawali nyengir) :"Aaah Oon lu, Kakus!"

********

"Tapi suatu waktu perasaan si Dedy ke gue, dia upload di IG. Dan ini diketahui Mas Bagus! Dia nuduh gue selingkuh, Kakus!"

"Gue jelasin apa adanya bahwa Dedy cuma temen di Komunitas Foto, dan bahwa gue ngga nanggepin soal perasaan dia ke gue."

"Mas Bagus ngga percaya. Gue balikin ke dia soal hubungannya dengan seorang cewek yang dia taksir, dia marah. Kami bertengkar hebat!"

"Situasi ini berlangsung sampe 2017. Tiada hari tanpa pertengkaran dan kecurigaan. Padahal Demi Allah, Kakus! Gue ngga ada hubungan apa-apa sama Dedy waktu itu!"

"Dan pada suatu hari di tahun 2017 itu, semua mencapai puncaknya. Kami bertengkar hebat, saling menuduh selingkuh satu sama lain."

"Dan akhirnya dalam keadaan sama-sama emosi, gue minta Mas Bagus untuk menceraikan gue!"

"Gue masih inget kata-kata yang keluar dari mulut Mas Bagus sebanyak 3 kali : Saya ceraikan kamu! Saya ceraikan kamu! Saya Ceraikan kamu!"

Akhirnya mendung itu pecah juga di kedua kelopak mata Cumi.

Dan saat itu gue merasa serba salah, gan. Gue bingung harus ngapain. Tenggorokan gue seret banget, gan. Tapi mau nyeruput minum, moment nya ngga pas.

Pengen gue sodorin tissue ke Cumi, tapi gue ngga bawa tissue. Ada juga tissue makan yang udah ketempelan butiran nasi sama ancuran kerupuk.

Pengen gue ulurkan tangan buat mengusap pipi Cumi yang basah sama air mata. Tapi gue takut ditabok sama Cumi, gan.

Akhirnya gue minum aja sih...
Aslii sereet banget tenggorokan gue.

😁😁😁

*******

Mengakhiri part ini izinkan ane mengutip sebuah data dari Lokadata tertanggal 8 Desember 2019 :

Bukan maut yang memisahkan pasangan suami istri di Indonesia, tapi pertengkaran, masalah ekonomi dan ditinggal pasangan. Kurun 2016-2018 tercatat 1,1 juta pasangan yang bercerai.

Data Dirjen Peradilan Agama Mahkamah Agung mencatat Pertengkaran adalah penyebab tertinggi (46,6 %). Karamnya bahtera rumah tangga juga dipicu faktor ekonomi (28,2 %), serta meninggalkan pasangan (18,2 %).

Selain itu hadirnya orang ketiga juga menjadi sebab yang merusak keharmonisan rumah tangga yang berujung pada perceraian.


BERSAMBUNG





















Diubah oleh complain01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kawulo_Mataram dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 01:00
Meski dari 1000 rangkaian huruf isinya curhatan tante Cumi dan adegan makan nasi goreng, hingga membuat sepet karna lemon tea tanpa gula.
Tetep ku baca kata demi kata tuk mengobati penasaran seharian.
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
complain01 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 01:59
Okeyy lemon tea nya udah habis lagi kayaknya emoticon-Ngakak
profile-picture
complain01 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 07:57
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
complain01 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 14:31
kok sama ya? janda yg ane taksir juga pacaran sm cowo 8 tahun lebih muda emoticon-Ngakak
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 15:47
Mau Nanya

AganΒ² yang terhormat dan budiman.
Ane mau nanya :

1. Gimana ya caranya ngasih foto atau gambar di judul Thread? Ane pengen dah Thread ane rada keren kayak Thread orangΒ², yang punya foto/gambar dengan tulisan judul Thread disitu.
😁😁

2. Gimana caranya yg gampang buat bikin indeks Thread menggunakan hape?
Soalnya ane ngetik make hape, Krn dirumah ngga ada Laptop...

Terus terang ane masih pemula dalam Jagad Kaskus ini, walaupun kemarenan pangkat ane udah naek dari Newbie menjadi Kaskuser..
πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™

Sebelum dan sesudahnya Terimakasih banyak ya Agan dan Aganwati yang terhormat dan budiman.

πŸ™πŸ™πŸ™β˜ΊοΈβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈ
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
08-12-2020 22:19
Chapter 3 : Kelakuan (Parah) Si Cumi
Part 1



Masih di Sola**a, Trans**rt Lebak Bulus.

Tapi ternyata Cumi udah persiapan, gan. Sejurus kemudian Cumi ngeluarin sapu tangan atau selampe dari tas nya. Terus dia ngelap airmata di pipinya, sekalian ngelap ingus dan iler. 🀭

Gue pun salut dengan Si Cumi, sohib ane Janda yang harus menghidupi 2 anak ini. Pastinya Cumi udah berhitung untuk setiap detil pengeluaran, termasuk anggaran untuk menangis.

Karena pasti lebih murah dan ramah lingkungan kalo ngusap airmata dengan selampe yang bisa dipake berkali-kali, dibandingkan make tisssu sekali pakai. 😁

Seeertt...

Lalu muncullah dari balik selampe itu, usai mengusap airmata, ingus dan iler...

Sebentuk senyum yang supeerr maniis dan maut. Layaknya pelangi yang sengaja dihadirkan langit seusai hujan badai di siang hari.

Lebay ya gue?
Biarin ya, gan.. πŸ˜πŸ˜πŸ™

Cumi : "Gue lega sekarang, Kakus!"
Kata Cumi sambil masih memamerkan rona merah senyumnya.

Gue : "Lega karena elu udah bercerai dengan Mas Bagus?"

Cumi : "Bukan, Kakus! Gue lega karena gue udah cerita ke elu."

Cumi hening selama 3 detik, untuk menghela sebuah nafas yang panjang dan berat. Lalu...

"Setelah perceraian gue emang terasa lega. Tapi cuma sebentar, Kakus. Karena nyatanya perceraian ngga menjadi jawaban terbaik buat kehidupan gue."

"Karena ternyata setelah gue bercerai hidup gue nggak menjadi lebih baik dari sebelumnya, Kakus! Enggak sama sekali!"

"Dan kayaknya hal ini juga dirasakan sama Mas Bagus!"

"Buktinya... Setelah tiga tahun kami bercerai, toh Mas Bagus juga nggak menikah sama perempuan yang dulu dia taksir. Yang baru gue tau belakangan kalo perempuan itu adalah istri orang!"

"Dan gue sendiri? Gue juga sampe sekarang belum menikah lagi. Gue belum ketemu sama laki-laki yang menurut gue cocok buat gue dan buat anak-anak gue, yang bikin gue dan keluarga gue nyaman dan tenang."

"Karena gue ngga mau gagal untuk kedua kalinya dalam berumah tangga, Kakus!"

"Setelah perceraian gue justru terjerumus dalam kisah cinta yang... yang... Aakhh ntar deh kapan-kapan gue ceritain ke elu, Kakus. Gue janji!"

Dalam kalimat terputus itu, gue lihat Cumi seperti sedang mengenang kisah getir lain dalam episode hidupnya.

"Percaya deh, Kakus! Setelah perceraian gue justru makin terbenam dalam lumpur permasalahan yang ngga ada habisnya sampe hari ini."

"Dan orangtua sama anak-anak gue, Indri dan Raffa ikut menjadi korban dari perceraian gue dan suami."

"Beneran Kakus! Sebelum menikah gue pernah putus cinta. Gue sakit hati. Tapi cuma gue yang sakit dan terpengaruh."

"Tapi kalo seseorang bercerai. Maka sakit hatinya itu dia bagikan dengan dosis yang sama kepada orangtuanya, juga kepada anak-anaknya!"

"Coba elu bayangin, Kakus... Orangtua mana yang ngga terpukul hatinya menyaksikan rumah tangga anaknya berantakan?"

"Mungkin masih kebayang di pelupuk mata mereka ijab kabul dan resepsi pernikahan anaknya beberapa tahun silam. Dan tau-tau, semua itu harus menjadi kenangan pahit buat mereka!"

"Coba Kakus... Orangtua mana yang sanggup menahan malu sama cibiran orang, karena di rumahnya, di rumah gue ada 2 orang yang berstatus single parent, yaitu gue dan Abang gue! Seolah mempertontonkan orangtua gagal mendidik anak-anaknya dalam berumahtangga."

Crek...

Gue menyalakan rokok dengan korek gas merk Tok*ai seharga 2500 perak, yang sangat kontras dengan suara "Tring" dari denting Zip*o nya Cumi.
😁🀭🀭

"Dan anak-anak gue; Indri dan Raffa. Mereka kini hanya punya sosok Ayah akhir pekan, yang cuma bisa mereka temui dua Minggu sekali atau tiap ada liburan."

"Ayah kandung yang ngajak mereka jalan-jalan, belanja, makan dan ketawa-ketawa seolah-olah semua baik-baik saja."

"Padahal pasti dilubuk hati anak-anak gue ada rasa hilang dan iri, ketika mereka melihat anak-anak lain bercengkrama dengan Papa dan Mamanya."

*********

Sampe disini gue tercenung dan ingat beberapa teman gue yang lain yang juga single parent. Yaitu bahwa sebenarnya kita ngga akan pernah bisa melihat sebuah kasus perceraian dalam gambaran yang lengkap, utuh dan obyektif.

Misalnya gue saat ini yang lagi dengerin Cumi curhat demi 2 piring nasi goreng gratis. Karena gue temannya Cumi. Gue percaya Cumi adalah korban dari kesewenang-wenangan suaminya.

Tapi coba kalo gue ditakdirkan Tuhan untuk menjadi teman karibnya Mas Bagus, mantan suami Cumi. Gue berani bertaruh bahwa gue akan mendengar sebuah versi cerita yang berbeda.

Atau kalau gue adalah bocah ABG umur 15 tahun teman satu sekolahnya Indri, anaknya Cumi. Bisa jadi gue mendengar versi lain dari Indri tentang perceraian kedua orangtuanya.

Gue kok yakin bahwa dalam kebanyakan kasus perceraian, maka nggak akan ada seorang Istri yang 100 % benar dan 0 % salah.

Juga ngga akan ada Suami yang 100% salah dan 0% benar.

Kedua pihak pasti sama-sama memiliki porsi benar dan salah masing-masing, yang sayangnya, entah karena ego dan atau emosi, ngga berusaha mereka carikan titik temu untuk menyelamatkan rumah tangga mereka.

Hmmhhh...
Diantara seluruh ciptaan,
Manusia emang mahluk paling rumit!

*******

Tiba-tiba....

Cling!!

Itu bukan kolaborasi suara "Crek" nya korek gas murah gue dan "Tring" nya denting Zip*o Cumi.
Itu kilatan aneh yang gue tangkap berkelebat di mata Cumi, yang bikin perasaan gue ngga enak ketika Cumi nanya,

Cumi : "Eh Kakus.. Keluarga elu baik-baik aja, kan?
Maksud gue hubungan elu sama istri elu?"

Gue : "Alhamdulillah, Cum baeek.. yaa walaupun gue sama istri berjauhan karena gue harus nemenin nyokap gue setelah bokap ngga ada dan kare......"

Belum habis gue ngomong, sekonyong-konyong Cumi memotong...

Cumi :"... Kakus! Elu harus berjanji sama gue!"

Gue : "Hah?"

Cumi (membentak gue) : "Enggak elu jangan berjanji! Elu... Harus Bersumpah!"

Anjiiir.. ini anak pasti kesambet setan penunggu fly over nihh... Kata gue dalam hati. Asli gue kaget dengan perubahan raut muka Cumi yang tiba-tiba jadi galak dan sangar.

Cumi menyodorkan hape nya sambil ngomong setengah berteriak ke gue.

Cumi : "Kakus!!"

Gue : "Cumi istighfar lu... Woiii!!"

Cumi : "Diem lu! Nih elu liat gue install aplikasi Muslim Pro 5,4 MB yang disini udah terkandung Al Qur'an 30 Juz!" Ini biasa dipake ma anak-anak gue buat hapalan Al Qur'an!"

Gue : "Hah?

Cumi bangkit berdiri terus berjalan ke sisi kanan posisi gue duduk sambil menahan pundak gue, karena dia liat gue udah mau berdiri. Perasaan gue tambah ga enak.

Gue : "Elu mau ngapain, Cumi? Gila lu ya kelakuan lu?"

Cumi : "Duduk lu. Dah elu diem!"

Di dekat kami lagi ada si Mas OB Sola**a dan seorang pengunjung bapak-bapak yang baru dateng. Kedua orang ini sama Cumi dipanggil buat mendekat.

Cumi : "Mas, Pak tolong jadi saksi ya... Ini temen saya mau bersumpah dengan Al-Qur'an! Kakus elu temen gue. Gue ngga mau elu bercerai sama istri elu?"

Gue : "Cumi istighfar lu ya Allah! Parah lu.. Siapa juga yang mau cerai, sih!"

Itu begonya lagi si Mas OB dan si Bapak nurut aja ma Cumi. Gue yakin pasti mereka ketakutan sama Cumi yang sekarang udah bertiwikrama menjadi monster! 😨😨

Cumi : Kakus sebutin Nama asli elu dan nama bokap elu!"

Gue : "Cumi apa-apaan lu? Gue maluuu begoo!" 😭

Cumi : "Sebuuutiiiin Nama eluuu!"

Cumi memegang hape nya diatas kepala gue. Gila ini Janda sableng! Dia pasti berpikir ini layaknya sebuah Sumpah Jabatan pada acara pelantikan Bupati atau anggota DPR.

Cumi (Sambil getok kepala gue dengan sisi pinggir hapenya) : "Nama asliii eluu, Kakuuus!"

Gue : "Saya Ri********** bin Su*******!"

Cumi : "Elu ikutin kata-kata gue!"

Gue pasrah aja gan saat itu. Gue bingung ini temen gue kenapa? Dia mau ngapa-ngapain gue? Maksudnya apa? Gue merinding gan... Itu gitu-gitu Al-Qur'an di atas kepala gue meski dalam bentuk aplikasi.

Cumi : "Saya bersumpah Demi Allah dan Kitab Suci Alqur'an! Ngomong lu Kakus, ikutin kataΒ² gue tadi!"

Gue : "Saya bersumpah Demi Allah dan Kitab Suci Al-Qur'an!"

Cumi : "Bahwa saya akan Setia kepada istri saya, Tidak Selingkuh dan Tidak Akan Bercerai!"

Cumi ngegetok kepala gue lagi. Menjadi aba-aba supaya gue ngikutin ucapannya.

Gue : "Saya akan Setia kepada Istri saya, Tidak Selingkuh dan Tidak Akan Bercerai! Eh tapi kalo bini gue yang selingkuh gimana, Cum?"

Cumi : "Diem lu!!"
Kepala gue digetok lagi.

Gue : 😭😭😭

Cumi : "Dan saya akan mencintai istri saya, dan berusaha membahagiakannya sampai ajal memisahkan!"

Gue : "Dan saya akan mencintai Istri saya, dan berusaha membahagiakannya sampai ajal memisahkan!"

Sekali lagi Cumi ngegetok kepala gue.

Cumi : "Baca Fatihah lu, Kakus!"

Gue pun membaca Surat Al Fatihah.

Dan setelah Cumi menggetok kepala gue lagi. Dia pun nyuruh si Mas OB dan Bapak tadi kembali ke habitat mereka masing-masing.

Lalu si Cumi Sableng pun balik duduk di kursinya sambil menatap gue dengan pandangan jahat penuh rasa puas!

Gue : "Bangsaaat lu, Cumiii! Elu bikin gue malu tau nggak sih lu?"

"Eh Oncoom elu sadar kagak sih tadi sama kelakuan lu? Paraah lu, Cumiiii!"

"Jangan diem aja lu, Kampreeeeeetttt!"

Cumi (Nyantai abis sambil nyengir) : "Gue sadar laah sama sumpah elu barusan, Kakus.. Dan inget yak.. Elu bersumpah Dengan Nama Allah, Diatas kepala ada Al Qur'an dalam bentuk Aplikasi, dan elu baca Surat Al Fatihah sebagai jaminan elu."

"Bahwa elu akan mempertanggungjawabkan sumpah elu Dunia dan Akhirat, kelak di Pengadilan Mahsyar di Hari Kiamat."

"Duuuh Kakuus, gue kebelet pipis niih!"

Gue : "Bodo amaat! Emang lu siapa bisa-bisanya menuntut gue dalam urusan rumah tangga gue, Hah?"

"Gue mau akur, gue mau cerai ma istri gue. Itu urusan gue, Oncoom!"

Cumi (nyengir ngejek) : "Bodoo amaat!"

Gue maraah banget, gan! Asli gue marah! Gue maluuu banget disumpah didepan umum. Hancur lebur harga diri gue, gan!
😭😭😭

Semoga Agan-agan disini jangan sampe ngalamin kejadian seperti yang gue alamin. Semoga Agan-agan pembaca Thread gue jangan sampe menemui orang gila model temen gue si Cumi.

Aamiin
πŸ™πŸ™πŸ™


BERSAMBUNG



Diubah oleh complain01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kawulo_Mataram dan 11 lainnya memberi reputasi
11 1
10
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
09-12-2020 19:13
Hai gan, permisi ikut mampir berkunjung lagi untuk baca cerita agan... kali ini saya baca update nya lumayan banyak ya gan, hahahaha, ngebut juga agan update nya.. dan saya amaze sama kosakata yang agan pake, kayak, bertiwikrama, dan lain lain, and Cumi's billingual are keen to read. Keren keren deh bahasa Inggrisnya.

One question, kalau agan nulis, biasanya suka nulis di laptop atau di smartphone, gan? Pernah ngalamin menjadi moody dalam nulis mungkin sedikitnya...?

About the story, thank you nih gan, jadi pembelajaran mungkin buat kita2 yg masih kepala 2.. frankly saya bisa mengambil intisari meski hanya dari beberapa chapter yg agan tuliskan disini.. apalagi soal asmara, saya rasa saya masih anak bawang lah kalau dibanding agan atau tante cumi.

Tapi sorry kalo boleh curcol, wahahaha, soal finansial khususnya, saya yakin belasan tahun yang lalu saya dan segenap famili sudah declare bankruptcy dan memutuskan utk living off grid, dan kemudian kami pulih dari bisnis yang kami kelola dari lahan kami sendiri. Lol, sebuah pembelajaran.

Anyhow, sebagai seorang yang sudah lama convert menjadi agnostik, saya selalu suka dengan pandangan orang orang yang masih memegang teguh religious belief mereka hingga hari ini. Reminds me of my old time, mungkin kita bisa sharing2 ringan dalam menanggapi isu2 sosial teranyar atau mungkin lawas, dari berbagai macam sudut pandang.

Sorry nih saya nggak silent reading gan, apalagi thdp thread yang saya rasa, saya ada kesukaan. Saya sempatkan utk kasih umpan balik, tentu aja kalau agan jg berkenan, loll. Last but not least, titip salam buat tante Cumi dan titip salam juga utk agan. Sehat selalu yaaa.
Diubah oleh tabernacle69
profile-picture
profile-picture
complain01 dan rinandya memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
"CUMI; Dilema Cinta Seorang Janda" (Based On Life Story')
09-12-2020 23:10
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
complain01 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
am-i-indigo
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
aku-mencintai-bandot-tua
Heart to Heart
apakah-ini-cinta
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia