Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
7097
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b654200dad770c5428b4568/mengakses-ilmu-leluhur---part-8
kenapa kita perlu menghormati leluhur? secara sareat setiap manusia telah membawa gen dr leluhurnya, manusia tercipta dr manusia lain. yang merupakan proses berantai yang terus menerus. konon lineage ini digunakan juga dalam setiap aliran. bedanya mereka melineage guru guru mereka sampai pd awal ilmu itu turun. untuk lineage ini kita perlu menjadi murid dengan iajab qobul. nah kita sendiri punya l
Lapor Hansip
04-08-2018 13:04

mengakses ilmu leluhur

kenapa kita perlu menghormati leluhur?

secara sareat setiap manusia telah membawa gen dr leluhurnya, manusia tercipta dr manusia lain. yang merupakan proses berantai yang terus menerus. konon lineage ini digunakan juga dalam setiap aliran. bedanya mereka melineage guru guru mereka sampai pd awal ilmu itu turun. untuk lineage ini kita perlu menjadi murid dengan iajab qobul. nah kita sendiri punya linegae langsung, liwat darah daging dan tubuh kita kepada leluhur leluhur kita. mengapa kita tak menggunakan lineage ini untuk mencoba belajar dari sana mendalami segala macam hal untuk keperluan kita.

mohon dikoreksi

Quote:Original Posted By prabuanom
mengakses ilmu leluhur - Part 8


met dateng di mengakses ilmu leluhur


Quote:
TAMBAHAN


jika dirasakan ada ketidak nyamanan dalam proses mendoakan. terutama akan terasa ga nyaman untuk mereka yg sangat ngotot mengakses ilmu leluhurnya, bukan mendoakannya. karena proses masuknya ilmu kadang membawa kepada kesumpekan, masalah yang banyak, sampai pada hal hal aneh yang terjadi. maka sebaiknya agan agan siapkan saja "kembang" atau kalo boleh bakar hio ya bakarlah hio. lalu berdoa dan meminta maaf kepada leluhur. dan memohon agar ilmunya diangkat kembali. karena belum siap untuk menerimanya. lalu meditasi sampai dirasa nyaman.


Proses mendoakan leluhurnya lalu bisa terus dilanjutkan tanpa meminta atau berniat mengakses ilmu kembali


Quote:TAMBAHAN LAGI

saya tidak bisa mempercepat pengaksesan ilmu leluhur anda. setiap individu harus menjalani sendiri prosesnya masing masing. karena yang saya jalani juga seperti itu. tread ini sudah dilengkapi dengan cara aksesnya yaitu mendoakan, dan jika tidak kuat akan prosesnya juga sudah saya sebutkan tata cara untuk mengembalikan keilmuannya seperti tercantum dalam tambahan diatas.

emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer

profile-picture
profile-picture
profile-picture
noelbi dan 20 lainnya memberi reputasi
19
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 175 dari 179
mengakses ilmu leluhur - Part 8
12-10-2020 11:54
Aneh berpikir alur seperti itu kan ya. Kalo dipikir, dulu saya pernah dengar ceramah kyai di tv 9 yg hampir sama dengan perhatian saya tentang alur ini.

Yg msh saya ingat dan saya juga pernah tulis disini dulu, masalah beras. Beras yg kita makan itu datang dr mana..apakah kita tahu?.

Ya dr padi pastinya. Tp pertanyaannya dr padi yg tumbuh dimana?. Belum tentu beras yg saya makan berasal dr padi yg tumbuh di kota tempat saya tinggal. Bahkan belum tentu itu berasal dr provinsi dimana saya tinggal.

Bisa saja padinya berasal dr sawah di jawa tengah atau jawabarat. Dr tangan pak tani yg saya ga kenal. Dirawat oleh pak tani dan buruh tani. Yg saya juga ga kenal. Lalu dipanen dan dibawa ke penyelepan/ penggilingan padi yg saya juga ga kenal.

Lalu dipacking entah di kirim ke toko/ distributor mana. Siapa sopir pembawa kendaraannya saya ga tau namanya. Yg jualan juga saya ga paham siapa. Lalu berpindah pindah tangan sedemikian rupa, hingga ahirnya dibeli oleh pihak kelurahan

Dr pihak kelurahan dibagikan ke warga masyarakat atas nama bantuan sembako. Saya juga ga kenal dimana si orang kelurahan itu membeli beras ini. Dan siapa yg membeli juga saya ga tau. Lalu sampe di rt bagian pembagi bantuan sembako. Dan pd ahirnya saya datang dan membawa bukti surat penerima bantuan dan ahirnya saya masak jd nasi dirumah.

Itu ilustrasi saja. Ini dijelaskan oleh pak kyai sebagai sebuah siklus rejeki. Dimana beras yg kita makan, entah berasal dr mana. Tempe sebagai lauk yg kita makan juga entah berasal dr mana. sayur yg kita makan juga tidak jelas tumbuh dimana. Tp semua jd satu dlm satu piring yg kita makan.

Pak kyai berkata, ini bukti bahwa tuhan membagikan rejekinya. Bagaimana mungkin kita mengetahui sejarah dan proses dr rejeki yg kita dapati ini. Betapa menakjubkannya dan kita disuruh untuk berpikir dan bersyukur.

Saya lalu memaknai, betapa semuanya itu emang berjalan dengan jalannya yg unik. Sebuah sistem besar, yg jika kita rasakan secara energi adalah seperti sebuah energi yg besar dan berat. Tapi menjalankan semua sistem yg rumit. Yg kemudian membuat alur2 nya sendiri.

Jika kita memahami ini maka akan sangat mungkin kita berpikir, jika bisa saja dengan mudahnya kita dpt rejeki dr arah yg tidak kita duga duga drmana. Sama seperti asal tepung dr roti yg kita makan ini, bisa saja itu berasal dr tempat yg sangat jauh, dan datang ke kita karena memang sudah rejeki untuk kita.

Jika dipikir, seandainya saja jika kita mampu menunggangi alur energi besar ini maka kita mampu mewujudkan mimpi2 kita. Dengan alur alur tanpa batas.

Tapi apakah semudah itu menunggangi alur energi besar ini. Sedangkan sering kali malah kita seperti bertabrakan dengan alur besar dr energi dahsyat ini. Misteri tetap ada disana.
profile-picture
SunInTheDark memberi reputasi
1 0
1
mengakses ilmu leluhur - Part 8
13-10-2020 05:21
Kmaren saya menulis tentang pak kyai yg ceramah soal beras. Jujur saya sudah lupa sapa nama beliau. Lha pagi ini di tik tok kok ada yg share ceramah beliau. Lagi2 apa yg dicramahkan menohok. Luar biasa pak kyai ini. Untuk yg saya lihat di tik tok ga saya share. Tp saya share suatu yg saya liat di yutube. Setelah tahu nama beliau ditik tok maka saya search di yutube. Banyak video cramah beliau. Dan semuanya menohok dan beda.

Salah satu materi cramah yg saya dengar pagi ini, kita ini selalu cenderung mengatakan bahwa keadaan didunia ini cuma ada dua. Yaitu orang kerja bakal kaya, dan orang ga kerja bakal ga kaya. Padahal, aslinya ada 4. Apa itu? Ada banyak orang kerja giat tp ga kaya kaya. Dan ada orang ga kerja tp kaya.

Lho kok bisa kita cuma liat dua hal itu saja, yaitu wong kalo kerja kaya. Dna wong kalo ga kerja ga kaya. Kita ini terlalu memegang konsep. Padahal kita juga tahu bahwa di kenyataan kita melihat banyak hal yg berbeda dengan konsep itu. Yaitu wong kerjo tapi ga sugih2, dan wong ga kerjo tapi sogeh.

Bagi saya hal ini merupakan dobrakan pemikiran. Ternyata memang kita ini terkungkung konsep amat sangat parah. Sangat sangat parah terkungkung konsep sampek menolak kalo ada kejadian diluar konsep. Kita tahu bahwa buanyak orang bekerja tp ga pernah jd kaya. Dan kita tahu bahwa banyak orang ga bekerja tp kaya raya. Tp kita mematikan "daya nalar" dan "daya evaluasi" dari memahami alam sekitar kita hanya demi berpegangan pada konsep "kalo kerja bakal kaya, ga kerja bakal miskin". Sehingga semua hal yg lain, selain konsep itu dibuang. Hal ini dinyatakan sebagai "kelihatan terang benderang tp ga diperhatikan"

Emang luar biasa ceramah pak kyai ini. Memang beliau serius dan ga lucu saat cramah..tp banyak mutiara yg saya dpt dr mendengarkan ceramah beliau. Sesuatu yg ga saya dapatkan dr penceramah2 lain. Ada sesuatu yg beda, sesuatu yg sangat unik. Entah apa.
Diubah oleh prabuanom
profile-picture
SunInTheDark memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
14-10-2020 09:11
Ada banyak hal yg sengaja dibenturakan padahal ga perlu dibenturkan.

Pasti sering denger kalimat ini.

"Ke makam wali aja sering, tp ke makam orang tuanya sendiri ga pernah"

Hal semacam ini ga perlu dibenturkan. Seolah olah mereka yg ziarah ke makam keramat selain makam orang tuanya itu salah. Padahal semua memiliki tempat masing2.

Makam leluhur adalah tempat kita berbakti. Jd ya memang kalo bisa rutin kesana atau rutin mendoakan dr rumah. Ke makam bisa sebulan sekali kalo jauh, berdoa bisa dr rumah terserah kapanpun.

Tapi kalo di benturkan dengan ziarah ke makam makam atau tempat kramat ya jelas salah. Paling tidak dr sisi pemahaman saya sendiri, itu ya sebuah hal yg tidak bisa saling dibenturkan.

Dalam titik pandang mereka yg membuat kalimat pembenturan diatas, makam itu sama saja. Jd ya ga perlu ke makam kramat..cukup makam.orang tua sendiri. Tapi mohon maaf seribu kali maaf, mereka yg ngomong kalimat diatas biasanya malah ga pernah ke makam orang tuanya.

Intinya ya cuma ungkapan agar ga usah ziarah. Itu intinya aslinya dr kalimat diatas. Itu yg saya sering lihat dilapangan. Orang yg ngomel soal ziarah2 dan melupakan makam leluhurnya, malah biasanya ga pernah ke makam orang tuanya sendiri.

Bagi yg sudah pernah ziarah pasti tahu sendirilah. Ada tempat2 yg khusus untuk menjemput doa akan sesuatu. Misal ada tempat yg sangat bagus untuk menjemput doa rejeki. Ada yg sangat bagus menjemput doa untuk derajad. Dan ada yg sangat bagus untuk menjemput doa akan kesembuhan.

Ini bukan soal kenapa ga di makam leluhurnya sendiri, toh sama sama makam. Seolah ke tempat kramat itu ga berbakti. Ini soal kekuatan dan daya yg ada dilokasi kramat. Dan kramat ga mesti makam, ada kalanya punden, ada kalanya candi, ada kalanya pantai, atau ada kalanya titik2 tertentu di gunung.

Bagi yg sudah pernah menjalani ziarah ya tentu saja tersenyum. Sayangnya bagi para pemula, banyak yg goyah karena kata2 itu. Ahirnya malah ga kemana mana. Ke makam keramat malu, ke makam orang tua sendiri juga enggak. Ahirnya no ziarah.

Selamat pagi, selamat berkarya.
profile-picture
SunInTheDark memberi reputasi
1 0
1
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 12 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
15-10-2020 00:43
Antara rasa nyolot dan ngakak

Jd alkisah bbrp hari yg lalu sedang asik nyoba dupa baru. Yg pake dibakar pake areng. Pake kayu2 an. Nah memang jd banyak banget asapnya. Saking senengnya jd ga kenal waktu. Pagi, siang, malam bakar terus tiap ada kesempatan. Apalagi kmaren ada problem. Jdlah khusyuk banget bakar dupa sambil doa doa.

Walhasil rupanya ini mengganggu tetangga yg buka toko ama buka warung. Ketika saya berkesempatan beli indomi dan kopi, saya diingatkan halus oleh pemilik toko. Katanya, wanginya enak mas. Yg ini enak yg kmaren kaya menyan. Saya rada ga enak jadinya. Lalu yg punya warung nasi yg kbetulan juga belanja ke toko datang, ikut nimbrung nanya "bakar apa". Saya jawab aja bakar gaharu, lalu dia menimpali "wangi2 takutnya dikira make pelarisan". Dua duanya mengingatkan secara halus.

Akan tetapi rupanya keadaan mental saya rada kacau. Karena waktu itu saya lg butuh mengejar sesuatu..dan saya merasa nyamannya doa pake bakaran dupa. Tp rupanya ini terlalu berlebihan bagi tetangga. Dan saya molai mengurangi. Terutama tidak membakar dupa di saat toko dan warung nasi buka. Karena menghormati mereka.

Tetapi efeknya jd saya ga bisa intens baca mantra. Ahirnya kaya lelah banget dan berat rasanya pikiran. Molai kepikiran yg negatif2, sedang ada masalah mau ritual malah dibatesin. Begitu pikiran saya. Karena lelah saya pun memilih tiduran. Saat tiduran ini saya merasakan badan saya kaku semua. Rupanya terlalu kuat mengejar keinginan liwat bacaan doa doa dan bakar2 dupa sampai melebihi batasan.

Saya baru sadar betapa kakunya tubuh, saya rilekskan dan saya santaikan badan sambil tiduran. Ketika semakin rileks, tiba tiba saya ngakak sendiri. Karena saya tiba tiba merasa tetangga saya yg punya warung nasi aneh banget. Saya ingat dia bilang "wangi2 dikira nanti pake pelarisan" dan saya ngakak lagi dan lagi.

Bagi saya ini lucu, karena masa ngomong "nanti takutnya dikira pake pelarisan", artinya tetangga saya takut dianggap klenik. Dan entah apakah tetangga saya beneran pake pelarisan atau tidak saya ga tau. alasannya ini bikin saya sangat geli sekali dan ngakak lagi dan lagi.

dan saya awalnya ga bisa merasakan ini sebagai suatu yg lucu karena badan saya yg kaku. Serta pikiran negatif membawa jd pikiran terlalu jelek dan tertekan. Bahkan malam ini ketika menulis ini, saya masih tertawa kalo mengingat omongan tetangga.

Malam ini saya meditasi sambil bakar dupa banyak. Tiba2 diganggu oleh memori dua tetangga td. Maka saya jd kepikiran..awalnya kaku lg badan, stelah rileks saya ngakak lg teringat peristiwa itu.

Tapi ya saya akan berkomitmen. Saya akan hormati mereka. Saya ga akan bakar dupa di pagi dan siang dimana mereka beraktivitas. Saya menghormati keberadaan beliau2 yg beraktivitas dan bekerja mencari rejeki. Mungkin saya akan bakar dupa hanya diwaktu malam dan dupa kelas berat atau menyan di tengah malam saja.

Dan saya memang masih ngakak. emoticon-Ngakak ngakak karena alasan tetangga td, ngakak juga dengan sikap saya yg sempet sumpek dan merasa dibebani oleh protes mereka. Dan memang, tubuh yg rileks membuat pikiran jd rileks. Bisa merubah pikiran yg ngomel jd ngakak ga selesai2.

Yup menertawakan diri sendiri kadang perlu. Kali ini menertawakan diri saya sendiri, yg saking semangatnya bakar dupa sampai diprotes tetangga emoticon-Ngakak.

Lebih ngakak lagi kalo inget, tiap bakar dupa kelas berat ini, asapnya kaya kabut dlm rumah. Remeng2 jdnya kaya kebakaran emoticon-Ngakak

Gile juga gua ya emoticon-Ngakak

Ngakak dan ngakak lagi...emoticon-Ngakak

Ampun dah emoticon-Ngakak
Diubah oleh prabuanom
0 0
0
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
15-10-2020 07:01
Memolai pagi emoticon-Salaman
Semoga selalu dalam kebahagiaan
Mencoba menggapai harapan emoticon-Angkat Beer
0 0
0
mengakses ilmu leluhur - Part 8
15-10-2020 16:48
Apa yg membuat kita terkadang menjadi sangat lelah dan merasa terkatung2 dalam proses ini semua. Jawabannya adalah menunggu.

Jangan berpikir proses supra seperti bim salabim, sekarang ziarah besok langsung selesai masalah. Kadang kita ziarah sekarang, lalu melakukannya lagi dan lagi sampai berkali kali baru beberapa bulan kemudian ada penyelesaiannya.

Kalo kita lihat literatur dalam doa doa dan mantra jaman dahulu selalu disertakan cara menjalankan dan waktunya. Menjalankan ini maksudnya ya puasa atau gimana..dan waktunya ya dijelaskan apa kah 40 hari atau kurang dr itu.

Kita yg baca pasti iya iya aja waktu ada info misal mantra buat A lelakunya 40 hari. Tapi kalo soal menjalankan, lain lagi. Puasa 40 hari bukan puasa singkat. Puasa ini lebih dr sebulan..dan kita puasa romadhon aja sudah ga kuat ditengah2.

30 hari puasa. Ketika kelar dah terbiasa punya kebiasaan baru ga makan pagi siang sampe sore. Bahkan saat lebaran, makan pagi stelah solat ied pun terasa aneh. Karena dah kebiasaan sebulan puasa. Dan itu lama terasanya. Saking karen kita jalani bareng orang banyak aja jd seolah ga kerasa.

Saya juga pernah tiap hari jalan kaki selama 2-3 jam. Dan itu saya lakukan selama 100 hari. Dan 100 hari itu lama ya. Tiga bulan lebih. Sebulan aja dah kerasa lama apalagi sampai tiga bulan. Kalo bahasa saya mah, sampai berasa budeg. Budeg bukan karena ga bisa denger tp kaya dah "pasrah" terserah dah apa juga yg kejadian. Hahaha emoticon-Big Grin

Kmaren saya denger ada yg digunung bangun bale2 ditempat2 kramat dan tinggal berbulan2 disana sambil.lelaku. dan itu lama, bukan cuma sekedar sehari naik besok turun. Itu mah namanya camping. Bayangin berbulan2 diatas gunung. Lama lama nyatu beneran rasanya ama sekitar.

Yg susah itu nunggunya. Yg susah itu menjalani waktu prosesnya. Kita sudah doa, sudah ziarah, sudah lelaku, sudah solat malam, sudah puasa, lalu sambil nunggu ngapain?. Jangan baru tiga hari dah ngamuk2 sambil banting barang dan teriak "ini ga ada gunanya".

Malu ama mereka yg tekun menunggu berbulan2 dalam keadaan yg tetap teguh dan percaya.

Tulisan ini saya persembahkan untuk semua, tp saya kususkan untuk diri saya sendiri yg juga sedang dalam proses menunggu. emoticon-coffee
0 0
0
mengakses ilmu leluhur - Part 8
18-10-2020 06:32
Selamat pagi emoticon-Salaman
Beraktivitas sambil menunggu emoticon-Salaman
0 0
0
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
18-10-2020 17:12
Saya pernah mempertanyakan, apakah benar bahwa bangsa kita terutama untuk yg dipulau jawa, leluhurnya tidak ada yg berdagang?. Karena khusus untuk jawa sepertinya selalu identik dengan sawah, nelayan, buruh, artisan atau seniman, pegawai atau pejabat. Yang namanya pedagang kok jarang.

Saya coba mencari bahan bacaan masa lalu kok ga nemu nemu saya soal seperti apa pedagang jawa itu. Yg selalu mewarnai adalah cerita perang, pemberontakan, cerita agama, atau sebangsanya. Bahkan saya menemukan kalo perdagangan malah dipegang oleh bangsa india, bangsa chinese dan eropa. Aneh tp nyata.

Apakah namanya pedagang saat itu hanya dilakoni oleh pejabat? Sehingga hanya anak turun adipati yg boleh mengurusi keluar masuk barang dipelabuhan. Atau bagaimana?. Entahlah. Memang aneh membingungkan sejarah itu.

Yang lucu, sore ini saya iseng mendengar pembicaraan orang jawa di youtube. Bahas soal keris. Lalu saya kaget karena ada info yg saya juga paham. Yaitu, orang jaman dulu selalu menggunakan keris sesuai dengan apa yg dikerjakannya. Misal untuk keris petani biasanya pake keris kebo, pengacara pake keris bungkem, orang hukum pake omyang jimbe, pelajar pake keris putut, dan ini yg unik. Ada keris buat pedagang, biasanya pake keris udan mas atau beras wutah. Beras wutah bisa juga dipake petani karena melambangkan beras /panenan berlimpah. Tp udan mas hanya bisa di analogikakan untuk pedagang.

Jd ada dong semestinya profesi pedagang jaman itu. Karena pamor udan mas sendiri udah ada sejak lama. Saya sendiri pingin tahu sebenernya, pamor udan mas itu dibikin sejak kerajaan apa. Karena saya berpikir kalo semakin tua era udan mas, brati jaman dulu profesi pedagang sudah ada dikenal di jawa. Buktinya ada keris untuk profesi dagang.

Tp ya belum ada data data selanjutnya. Walo pernah disebut jika jepang pernah berdagang dengan filipina. Dan yg ditemui di sana adalah pedagang jawa dan pedagang chinese. Jd adakah emang satu kasta, yaitu kasta waisya alias pedagang hilang dr sejarah jawa?
profile-picture
SunInTheDark memberi reputasi
1 0
1
mengakses ilmu leluhur - Part 8
20-10-2020 06:16
Pernah merasa begini gak?

Merasa dry atau kering, merasa kurang energi. Badan merasa kurang sekali. Karena itu butuh pasokan energi yang besar. Dan dalam keadaan energi besar maka semua masalah aman. Sebaliknya ketika dalam keadaan kering bgini terasa gampang banget limbung dan tidak fokus.

Ya salah satu masalah yg akan dirasakan kalo sudah sering kena energi besar. Artinya badan sudah menyesuaikan. Dan butuh asupan energi. Tidak lagi hanya asupan berupa makanan dan minuman atau hiburan. Tapi tubuh butuh asupan energi yang besar juga.

Maka jangan heran orang yg melakoni jalan ziarah atau lelaku ke tempat2 khusus seperti ketagihan akan energi2 besar ini. Karena dalam keadaan full power atau energi besar maka dunia terasa lebih stabil. Dunianya tetap sama tp fokus kita menghadapi dunia yang berubah. Karena ditopang oleh energi besar.

Jd jangan heran kalo ada orang yg kerjaanya kesana kemari ziarah. Kerjaanya pagi malam ritual. Seolah olah ga ada capeknya. Tapi jangan salah, waktu kerjanya juga dilakoni dengan benar. Bukan brati ziarah lalu kerja keteteran ya. Kerja tetap kerja, tp abis kerja ziarah. Kaya orang ga punya rasa capek. Staminanya seolah ga abis abis.

Dan saya punya beberapa teman yg seperti ini.

Selamat pagi. Selamat berkarya.
0 0
0
mengakses ilmu leluhur - Part 8
24-10-2020 05:27
Selamat pagi
Selamat berkarya
Yg liburan ya liburan
Yg cari uang ya cari uang
emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
thebavarian.90 dan SunInTheDark memberi reputasi
2 0
2
Lihat 51 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 51 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
30-10-2020 03:54
Pagi emoticon-Big Grin
Beberapa hari banyak pertanyaan.
Jawabannya unik, yaitu bahwa sekarang jauh lebih enak drpd masa2 yg sudah kita lalui. Dan skarang adalah hasil ritual dr masa lalu. Jd kalo misal kita mengingat masa2 itu seolah kita mampu mengelola rasa tidak nyaman untuk masa sekarang.
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
17-11-2020 14:14
Selamat siang

Lelaku itu ya akan terus berulang dan berulang lg dalam bentuk yang berbeda. Selama kehidupan kita ya kita akan menemui masalah. San bagi yang menggunakan lelaku sebagai penyelesai masalah, maka lelaku tidak akan pernah berhenti.

Sekitar tahun2 2008 an saya mengenal sebuah lelaku setelah teman dr kampung datang ke jakarta dan menginap dirumah saya. Saya lalu sering melakukan ritual sederhana ini. Lalu mulai ada perubahan. Ritual ini hanya sekedar bersih2 kamar tiap hari selasa. Setelah itu saya menyediakan kembang dan dupa. Tapi yang dituju dr ritual ini adalah salah satu keramat besar di gunung yg cukup terkenal di jawatimur. Dan saya melakukannya dijakarta.

Setelah ritual ini saya mengalami leaping, semacam loncatan dalam kehidupan. Yang awalnya susah banget dan remuk redam molai ada perubahan. Bahkan yg tdnya sangat pusing karena ga punya uang, tiba2 ada banyak yg memberi uang. Saya sampai heran tp bersyukur sekali. Ini bukti bahwa keramat di gunung tersebut memang ga main2 kalo soal ekonomi. Baguslah untuk tempat lelaku.

Tapi hal itu bukan tanpa masalah, setelah lonjakan kehidupan, saya juga mengalami masalah2 baru. Seperti eksistensi, masalah tercapainya keinginan dan masalah masalah lainnya. Termasuk tentu saja adalah rasa tidak nyaman dijakarta. Maka saya molai melanjutkan lelaku yg lain. Molai dari ziarah2, jalan kaki, dan sebangsanya. Tp jelas situasi sudah lebih baik dr sebelumnya. Tp tetap butuh lelaku untuk mencapai anak tangga selanjutnya.

Saat bersama teman2 mil maka saya sering ziarah ke makam2 seputar jakarta. Ke bogor juga di beberapa tempat. Terutama pura gunung salak. Karena memang teman mil yang berlatar belakang agama berbeda membebaskan untuk ziarah lintas agama. Di pura gunung salak ini saya menemukan ritual untuk diri saya yang baru.

Pura gunung salak terdiri dr beberapa tingkatan yg ditandai adanya anak tangga. Yg diatas adalah tempat sembayang umat hindu, dan kepercayaan terutama berlatar belakang jawa barat. Karena disana ada persembayangan untuk prabu siliwangi. Ada patung macan yg menandai hal itu dan di taruh diatas.

Teman mil sering sekali kesana dan bermeditasi di sana. Dengan latar belakang agama berbeda2. Kristen, katolik, islam, buddha, sama sama meditasi disana. Biasanya tengah malam. Nah di bagian bawah ada altar untuk ganesha. Dengan patung ganesha yg cukup besar. Nah disini saya merasa cukup nyaman. Jd spot yg paling saya sukai secara pribadi justru dibawah di tempat altar ganesha.

Hal ini membawa pengalaman baru buat saya. Disini saya baru mau dan suka akan thai amulet. Terutama yg berbentuk ganesha. Awalnya saya walo dikasi teman2 selalu menolak karena saya masih ada rasa ga nyaman memakai jimat. Apalagi saya masih merasa kecewa dengan jimat2 lama tradisional yg pernah saya punyai sejak dikampung. Ada semacam rasa malas memiliki jimat lg. Sehingga walo banyak dikasih, banyak yg ga saya pakai dan cuma saya simpan saja.

Tapi setelah dr altar ganesha ini maka saya menerima lg jimat. Tentu preferensinya berubah menjadi jimat dengan sosok2 khusus. Dan thai amulet menyediakan itu. Dan sekali lagi, saya menemukan ritual pribadi baru. Selama beberapa saat kehidupan juga smooth dan lancar. Yg tdnya saya ga punya apa apa, jd punya laptop. Punya tivi sendiri dikamar. Padahal ya saya sendiri penghasilan tidak ada.

Tapi sekali lagi, naik tingkat, jauh lebih enak dr sebelumnya, tidak berarti masalah selesai. Ada masalah2 mendasar yang masih mengikat, eksistensi, keinginan pribadi, ikatan2 yang tidak saya suka. Lalu kembali teman hadir dijakarta. Kembali nginep dirumah. Dan dia menganjurkan ritual ke makam makam yg ada dijakarta dan beberapa tempat yg dianggap ada powernya. Dengan satu syarat, yaitu berjalan kaki dr rumah.

Maka dimulailah lelaku ini. Puncaknya adalah bisa mencapai 100 hari tanpa putus. Setiap hari walo hujan dan pincang tetap berjalan kaki kurang lebih dr dua jam sampai tiga jam sekali jalan. Tempatnya berganti2 diseputaran delat rumah karena judulnya adalah jalan kaki. Jd ya dimulai dr yg deket sampai yg agak jauh.

Puncak dr lelaku ini adalah, keinginan saya untuk meninggalkan jakarta dikabulkan. 12 tahun saya berada dijakarta dan tidak bisa untuk beradaptasi total. Keinginan pindah masih terikat orang tua, dan keluarga. Sampai pd ahirnya tahun 2012 saya meninggalkan jakarta dan benar2 balik ke kampung halaman.

Sekali lagi masalah juga belum selesai. Sampai dikampung juga ga lalu selesai masalah. Tapi jelas jauh lebih nyaman drpd ketika masih dijakarta. Tp namanya masalah ya tetap saja. Di kampung kembali lelaku lagi dan lagi. Dan banyak fase dikampung yg dilalui dengan fase tirakat sampai tahun 2020 ini.

Kini kalo setiap saya merasa putus asa menghadapi masalah, saya selalu menyalakan dupa lalu berbicara dengan diri sendiri. Ingatlah masa lalumu dulu yg sudah kita liwati. Ya memang kita sekarang ada masalah. Ya memang kita sekarang menghadapi problema. Tapi ingatlah bahwa keberadaan diri kita sekarang jauh lebih nyaman dan enak drpd dahulu.

Dahulu kita mau makan saja kudu mencukupkan uang 5000. Dengan 5000 itu memilih beli apa bisa kenyang?. Indomie kadang jd pelarian karena murah. Makanya jangan heran kalo saya punya sakit perut. Sekarang jelas lebih enak. Mau makan tinggal pilih, ada duit. Bisa pilih liwat goffod atau grabfood. Bisa beli sendiri dipasar. Jelas lebih enak sekarang drpd dahulu.

Dulu mau bikin kopi atau minuman hangat saja susah. Karena kita ga pegang dapur. Kalo orang rumah ga masak maka kita ga makan. sekarang bebas, jam 2 malam mau bikin teh atau kopi bahkan mau makan nasipun bebas. Karena dikampung apa apa ya saya sendiri yang melakukan. Jd bebas dan nyaman.

Jd jelas, masalah pasti selalu ada. Dan kalo kita menyelesaikan setiap masalah dengan lelaku. Maka lelaku itu akan terus dilakukan dan dilaksanakan sebagai penyokong utama mencari jalan keluar. Bentuknya mungkin berbeda2 tiap waktu. Dulu saya mungkin ke makam2 dijakarta. Kini saya lebih memilih ke candi2 dikampung halaman. Semua menyesuaikan keadaan.

Bagi yg sudah terangkat nasibnya dengan bantuan lelaku tirakat. Mari kita ingat lagi. Betapa dulu kita susah sekali kehidupan kita. Mari bersyukur kehidupan kita sekarang jauh lebih enak drpd dahulu. Memang sekarang kehidupan kita belum sempurna
Masih banyak cita2 yg belum tercapai. Tp ingatlah, bahwa perjalanan kita sudah panjang. Sudah banyak anak tangga dan tanjakan yg kita lewati.

Mari bersyukur akan setiap lelaku yg sudah kita lakukan dan berbahagia atas semua progress yg kita sudah capai. Serta jangan lupa bersemangat untuk lelaku mencapai cita2 kita yg belum tercapai.
0 0
0
mengakses ilmu leluhur - Part 8
17-11-2020 20:11
Salam...izin nyimak puh dipojokan ...sambil ngopi ....
profile-picture
prabuanom memberi reputasi
1 0
1
mengakses ilmu leluhur - Part 8
17-11-2020 20:40
Ya silakan gan emoticon-nyantai
profile-picture
ahmed04 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
18-11-2020 10:13
Kembali menulis karena kemaren sempat ditanyai oleh teman. Tentang suatu daerah, ditanya disana bagaimana dll. Saya memang pernah kesana, tp kesananya keadaan nekat. Tidak berbekal apa apa dan tidak tahu jalan. Kesana dalam rangka cari tempat buat lelaku dan ritual. Beberapa candi dan peninggalan masa lalu. Jd ketika ditanya disana ada wisata apa. Disana bagaimana dan wisma atau penginapan dimana, ya saya jawab saya ga tau. Karena memang saya kesana bukan menikmati view pemandangan alam. Saya bukan penikmat nature atau pecinta alam. Saya kesana ya memang cuma butuh ritual, berdoa, meminta jalan..ya cuma itu. Jadi walopun jalan kesana indah, saya tidak begitu peduli. Semua demi agar hidup tetap berlanjut.

emoticon-coffee
Diubah oleh prabuanom
0 0
0
mengakses ilmu leluhur - Part 8
19-11-2020 00:22
newbie ijin nyimak mbah sesepuh guru besar emoticon-rose




Salam santun dan kangen untuk melihat trit ini selalu emoticon-rose
profile-picture
prabuanom memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
19-11-2020 00:40
Silakan puh emoticon-Salaman
0 0
0
mengakses ilmu leluhur - Part 8
19-11-2020 02:25
Lanjutkan puh emoticon-Shakehand2
profile-picture
prabuanom memberi reputasi
1 0
1
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
19-11-2020 05:55
Tidur puh emoticon-Salaman
0 0
0
Lihat 28 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 28 balasan
mengakses ilmu leluhur - Part 8
19-11-2020 20:06
Luar biasa sesepuuh babarannya Monggo di lanjutken emoticon-Shakehand2
profile-picture
prabuanom memberi reputasi
1 0
1
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
Halaman 175 dari 179
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia