Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
42
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e75bbdc5cf6c44b8b2ece3e/sajak-nyanyian-jiwa
Kemarin, ini kutulis saat aku mengingatmu Sejak kapan aku menggilai kamu Jangan tanyakan itu Karena kamu tak akan pernah mengerti perasaanku Aku bukan sastrawan Atau penulis kawakan Aku juga tak punya gudang diksi untuk menyimpan kata-kata yang indah Aku hanya memiliki secangkir kopi di atas meja dengan kepulan asapnya yang membentuk wajahmu sempurna, juga bentuk hati penuh cinta Aku ingin menikma
Lapor Hansip
21-03-2020 14:01

Sajak Nyanyian Jiwa

icon-verified-thread
Sajak Nyanyian Jiwa


Kemarin, ini kutulis saat aku mengingatmu

Sejak kapan aku menggilai kamu
Jangan tanyakan itu
Karena kamu tak akan pernah mengerti perasaanku

Aku bukan sastrawan
Atau penulis kawakan
Aku juga tak punya gudang diksi untuk menyimpan kata-kata yang indah

Aku hanya memiliki secangkir kopi di atas meja dengan kepulan asapnya yang membentuk wajahmu sempurna, juga bentuk hati penuh cinta

Aku ingin menikmati bersamamu saat ini
Ya! di tanggal 21 Maret ini ketika semua sedang berpuisi pada dirinya sendiri, aku ingin mengabadikan peristiwa ini bersamamu menciptakan puisi.

Tapi aku kira ini bukan puisi
Tak ada rima maupun irama dalam aksaranya
Ini hanya sajak-sajak gila, ketika aku tak bisa menjamahmu
Ini benar-benar kelakar kita

Saat ini, aku tulis ketika menanti sapamu

Petikkan aku sepotong kata-kata indah dari berbagai benua
Curilah kalimat indah dari para pujangga dunia
Sampaikan juga pada para dewa cinta agar meluruhkan kalimat indahnya ke bumi

Akan aku tuang semua yang kau bawakan untukku, dalam secangkir kopi ini
Lalu kita nikmari bersama, dalam sesapan kerinduan

Dan kita membiarkan diri hanyut, tenggelam
dalam amuk gelombang kata-kata


🌾🌿🌾🌿


Cerita yang Luar Biasa


Aku tahu, kau akan memayungiku dari gerimis yang dingin
Aku juga tahu kau akan membasuh air mataku, dengan kehangatan kasihmu

Kau katakan pada langit dan bumi
Cintamu akan selalu bersemi
Menemaniku agar tak terkurung sunyi
Kau buat cerita-cerita yang luar biasa

Aku tak menganggap itu sebuah kegilaan
Tanpa kita sadari, waktu akan menjawabnya

πŸƒπŸπŸƒ


Aku Kembali Belajar Rindu


Kepada embun yang bertengger di ujung daun, kepada mimpi-mimpi yang membadai, seolah-olah dirompak para penyamun, juga kepada kata-kata yang tiba-tiba dingin ditelan kabut halimun
Kepada jalan-jalan setiap pagi yang tubuhnya disesaki anak-anak sekolah, orang-orang yang akan berangkat ke pasar, ke kantor, ke pabrik, ke tempat-tempat yang bisa menyangkutkan mimpi

Aku kembali belajar rindu kepada sajak-sajak, yang dirangkai kata-kata tak berjarak. Yang selama ini dibuat jurang di antara kelompok dan antarpuak

Juga kepada tubuh-tubuh yang menjadi puisi, saat senja akan menjauh, dan malam yang akan luruh

Juga, tentu, kepada dirimu

Aku kembali belajar untuk rindu

***

You , 21 Maret 2020

πŸƒπŸ‚πŸƒ


*selamat hari puisi


___________


Ketika kalian saling mengenal katakan dengan puisi
Ketika merindu katakan pula dengan puisi
Ketika harus marah, membenci, kecewa, patah, kehilangan dan harus pergi, katakan juga dengan puisi

Salam Puisi, jadikan sajak terindah dalam hidup ini walaupun itu pahit.

Love You All

πŸ“


Gambar dokumen pribadi
Diubah oleh alizazet
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 2
Sajak Nyanyian Jiwa
16-07-2020 21:07

Melipat Kesedihan

Sajak Nyanyian Jiwa

(sketsa hari)

Pagi yang basah dan dingin hanya kupandangi titik-titik air bekas hujan semalam
Bergelantung pada helai dedaunan

Mataharipun belum menampakkan diri
Masih tersembunyi di balik awan
Suasana yang mendukung untuk tetap berdiam dalam genangan kenangan

Kesedihan hanya rajutan koyak yang harus disisihkan
Memulai kisah baru dan melipat segala kenangan adalah yang terbaik
Walau kadang masih menyisakan luka
Aku hanya berpura-pura lupa

Kuseduh secangkir kerinduan pada sebuah harapan.





Teras kata, Pebruari 2020
Diubah oleh alizazet
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
18-07-2020 08:40
Kumencarimu hingga di ujung hari
Kala mentari mulai meredup
terganti senja jingga merona
Semestinya kau ada di sana
Di balik lembut dekapan mega
Namun faktanya, adamu kian tak nyata
Langkah kaki kian gontai
Bersama rasa asa yang semakin lunglai
Terjerembab di kaki malam yang kelam menghitam
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan alizazet memberi reputasi
2 0
2
Sajak Nyanyian Jiwa
21-09-2020 18:15

Silahkan, Bila Kau Akan Singgah

Sajak Nyanyian Jiwa

Aku di sini, kau di seberang sana terpisah selat membentang
Kita berjumpa kala sebuah wacana dan gurau bak lenong bocah
Saat memulai sebuah perbincangan di sosial media

Bila ada waktu dan usia kau mau singgah?
Aku tak yakin
Biarlah kita bertemu di dunia maya, tanpa rupa tanpa suara
Lalu kita minum secangkir kopi di meja masing-masing, dan mulai bicara dalam kata

Ini tentang apa?
Aku katakan, tentang ibu pertiwi yang selalu kita puji
Sedang diselimuti korona yang menyayat hati
Juga tentang pedihnya lambung-lambung yang tak terisi

Kau sepertinya tersenyum kecut
Walau mataku tak melihat langsung, namun bisa kurasakan itu

Kau tanya, "Tentang apa lagi?"
Dan kujawab, mungkin tentang api yang tak hanya sanggup membakar gedung tinggi tapi juga mampu membakar nurani
Menghanguskan kisi-kisi sanubari
Lalu cuci tangan agar bersih

Aku berbalik tanya padamu, "Kau ingin bicara apa?"

"Tidak ada. Hanya sekedar ingin tahu isi pikiran dan hatimu.
Kau hanya menceritakan berita mereka. Sedang aku ingin tahu tentang dirimu. Tapi tak kutemukan itu."

Aku tak akan lagi bicara atau bertukar kata
Kututup pembicaraan ini
Tanpa sayonara.

Aku tahu, kau tak akan pernah singgah, walau ada waktu dan usia.




Teras Senja, 21092020
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
25-09-2020 15:44
Sajak Nyanyian Jiwa
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
10-11-2020 13:11

Pesan Sepanjang Masa

Sajak Nyanyian Jiwa


Aku melihat kisah mahabharata
Kebajikan ada di sana
Kebijakan diuji sedemikian hingga
Lisan dan perbuatan dipertaruhkan
Harga diri kadang dikorbankan

Sri Krisna selalu bercerita
Tentang kemunafikan yang selalu ikut ambil bagian dalam setiap episode
Penonton dibuat terkagum pada paras-paras rupawan

Sekaligus dibuat marah dan kecewa pada penderitaan batin yang diciptakan
Ada yang selalu tersenyum puas di sana ketika misi berhasil dilaksanakan
Dan gesit berkelit seolah tak terjadi apa-apa

Semua diputar balikkan semudah membalikkan telapak tangan
Kekonyolan nafsu manusia dipertontonkan
Sekuat apa menghadapi kelicikan?
Kejujuran bak angin semilir melintas senja

Masih terngiang ucapan Sri Krisna
"Hasrat, harapan, keinginan, ambisi, adalah kekuatan penggerak dari seluruh manusia."
Untuk menjadi yang terbaik atau yang terburuk, terserah anda.

Tuhan memang menciptakan berbagai sifat dan karakter dalam diri manusia, tapi ingat, bagiku akhlaq yang paling tinggi selain perbuatan yang elok adalah lisan yang bijaksana, pikiran yang luas dan hati yang selalu memenda

Ah, hidup ini memang penuh drama



Perjalanan, November 2020
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
10-11-2020 13:19

Kau Boleh Menjauh

Sajak Nyanyian Jiwa




Jangan berteman denganku
Sudah aku katakan berulang padamu

Jangan berteman denganku
Aku takbisa menjanjikan kebahagiaan untukmu

Jangan berteman denganku
Aku takpunya payung yang bisa melindungimu ketika hujan menghujam bumi

Jangan berteman denganku karena
Aku tak pernah punya kata-kata indah untuk menentramkanmu

Sudah kukatakan, jangan berteman denganku
Aku takingin suatu hari nanti diantara hati kita ada yang perih

Dan aku paling benci saat kau menanyakan
Apakah aku baik-baik saja?
Karena itu sembilu bagiku

Sekali lagi, jangan berteman denganku!
Aku taktahu apakah esok aku masih dalam wujudku

Walau aku sudah bukan jadi temanmu
Takada salahnya mengingatmu pernah ada dalam puisiku


Ujung Oktober, 2020
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
10-11-2020 13:23

Sekelumit Cerita yang Ingin Kusampaikan

Sajak Nyanyian Jiwa



Aku berbisik pada angin
Tolong kabarkan pada dia di sana
Ada sekelumit cerita yang ingin kusampaikan

Hari ini hujan belum jua redah
Padahal aku ingin mengantar surat yang sudah kutulis berminggu lamanya
Hanya untuk bercerita padanya

Sebenarnya aku tak tahu
Dia menginginkan kabarku atau tidak
Tapi aku beranikan diri ingin bercerita, bagaimana di sini
Selain itu aku juga ingin tahu keadaannya di sana

Berapa lama aku terkurung di rimba sunyi
Ketika sepucuk surat telah kubawa
Tak ada burung merpati yang melintas
Sepi, hanya gerimis yang belum jua berhenti
dan deru angin menemaniku
Mematung hening

Daun berguguran satu persatu
Bagai mentertawakanku
Sedang aku ingin menyampaikan
Sekelumit cerita
Secarik surat masih kugenggam

Entah ini sebuah awal atau akhir dari cerita kesahku
Sebelum semua menjadi sejarah




Pekarangan, 28102020
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
10-11-2020 13:51

Ibu Bercerita dan Berpesan

Sajak Nyanyian Jiwa




Ibu pernah berkata, dia ada untuk semua, namun ketika semua telah memdekati sempurna, tiba-tiba porak poranda
Ibu bercerita tentang sebuah kemakmuran ketika manusia masih menjunjung tinggi beradaban
Tanah yang dipijak bagai surga
Itulah saat dimana sebuah negeri termasyur hingga ke antah berantah

Ibu berkisah, tentang raja yang rupawan dan ratu yang bijaksana
Rakyat yang tenteram tak ada penindasan
Pertempuran hanya ada di ujung dunia, di negeri mereka para penjarah

Ibu juga menceritakan hayalannya, tentang peradaban yang kelak dibawa dari luar negerinya, ada kekhawatiran, apakah akan menguatkan atau menghancurkan.
Sebagian memang membawa kesenangan, namun ternyata sisanya banyak menimbulkan kesedihan.

Walau zaman telah berubah, orang bilang milenia, tapi ibu tetap dalam kesederhanaan, ia berkata, "Kesahajaan ada dalam keserdehanaan." ibu juga mengatakan bahwa manusia takakan ada puasnya hingga bumi merekah dan musnah.

Suka mengumbar janji dan bermanis kata sebagai penghias perjalanan meniti tanah bumi. Mereka lupa bila langit taktuli. Tak akan ada habisnya membicarakan tentang negeri yang dicintai sekaligus dirusak sendiri.

Aku juga bercerita pada ibu, kemarin aku bertemu Tuan Firdaus, dia bilang sedang bercengkrama bersama camar di dermaga, entah apa arti dari ucapannya, tapi dia terlihat patah hati. Sungguh kasihan, sebenarnya aku ingin menghiburnya, tapi aku hanya mampu mengucap kata, "Hai Tuan Firdaus." Dia hanya mengangguk, sedikit senyum dan berlalu. Sebelum jauh aku sempatkan meneriakkan selarik doa untuk perjalanannya.

Dan hari ini aku bertemu dengan Alul yang menceritakan tentang seorang gadis yang sedang merindukan ibunya.
Seorang gadis yang selalu ke dermaga hanya sekedar entah. Alul bilang dia selalu melihat gadis itu di sana tapi Alul tak berani mendekatinya.

Sungguh bodoh, harusnya dia tak hanya bercerita tentang gadis itu tentang derita dan kerinduannya. Harusnya dia bisa menyampaikan satu atau dua patah kata yang sudah diajarkan Daeng Khrisna,tentang aksara-aksara yang bisa membuat kerinduan gadis itu pada seorang ibu terobati, dengan bahasa Indonesia pun bahasa daerah yang lebih romantis. Sungguh, menghibur gadis itu lebih berguna dari pada hanya bercerita tentang dia.

Ibu tersenyum mendengar ceritaku.
"Alul? seolah kau tak mengenal dia saja."
"Bagaimana Tuan Firdaus? Semoga ada cahaya cerah dalam perjalanannya."

Lalu Ibu melanjutkan membahas tentang apa yang kuceritakan.
Dermaga, adalah tempat dimana perahu, kapal, dan sampan berlabuh, mereka menganggap sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Pun sebagai awal dari kepergian.

"Kau pernah ke sana?"
"Belum, Bu."
"Sesekali pergilah ke sana. Kau akan temukan berjuta kisah dari sebuah dermaga, bila telah kau temukan jawabannya, ceritakan pada dunia."

"Ibu pernah?"
"Tidak terlalu sering, pada dermaga akan kau temukan sesuatu yang tak kau dapatkan dari tempat lain."

"Dermaga, sepertinya masih jauh dari tempatku berdiri saat ini. Aku lebih senang menceritakan tentang ibu."

"Ah, tidak perlu. Ibu tidak ingin dikenal dunia, sebab siapapun sebagai ibu sudah pasti mulia. Tanpa kau ceritakan, alam sudah mengakuinya."

Aku hanya mengerjapkan mata, menahan embun agar tak jatuh, memandangi ibu yang kuat melawan sakit di badannya.

"Teruslah kau bercerita walau aku diam, aku akan tetap mendengarkan. Aku juga masih mengumpulkan semua kekuatan otot suaraku, karena masih banyak yang harus kuceritakan."

Aku masih saja memgeluarkan banyak tanya, tentang dermaga dan negeri tercinta. Apakah negeri ini juga sebuah dermaga, karena begitu banyak yang menginginkan, begitu banyak kapal berbagai bendera berlabuh, bahkan menancapkan tonggak ampuhnya hanya demi sebuah dunia.

"Jangankan sebuah negeri, hati kitapun adalah dermaga, kau bisa melihat rona jingga dan kecipak air yang terhembus angin, serta burung camar yang siap memukik menangkap mangsa. Amati baik-baik ada beribu kedatangan dan kepergian jua bukan? Bahkan perebutan."

Ah benar juga kata ibu. Hari ini ibu baru pulang dan melanjutkan berjuang melawan lemah, sebaiknya biar istirahat dahulu, semua akan menjaga ibu.

Esok kita bercerita lagi.




Teras Senja, 09102020
swarna

0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
10-11-2020 18:05

Adakah Kabar dari Langit?

Sajak Nyanyian Jiwa


Menunggu kabar dari langit
Apakah awan yang akan berbisik
Atau bulan purnama dalam gelap malam yang akan berkisah

Tentang indahnya mawar tanpa duri
Tentang aroma kasturi yang mampu mengiringi mimpi-mimpi

Jangan ada mendung yang menghiasi
Walau hujan selalu dinanti dalam rusuk-rusuk penyejuk

Malam ini, apakah titik embun membawa cerita dari langit?
Aku masih menunggu tanpa janji

Sekiranya langit telah memginginkan
Izinkan kami mempertahankan
Walau sejenak




SA, 03102020
swarnahati
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
14-11-2020 17:56

Sebelum Sepi Menjadi Abadi

Sajak Nyanyian Jiwa


Sebelum Sepi Menjadi Abadi

Sudah sering kukatakan pada waktu
Agar kakiku tak lagi menginjak halaman rumahmu
Takkan lagi menikmati hijau rumput di sana, pagi maupun senja hari
Atau sekedar melongokkan kepala di jendela yang sedikit terbuka

Hanya untuk melihatmu sedang menekuri kertas-kertas penuh coretan-coretan
Takkan lagi
Aku juga berjanji pada hari
Tak akan menikmati bunga liar yang bermekaran indah di halamanmu
Kurasa sudah tak perlu

Hari ini aku melewati rumahmu,
kulihat pak pos membawa setumpuk surat dan beberapa paket
Kau keluar sejenak hanya mengambil benda-benda itu lalu masuk lagi dalam rumahmu

Walau pintu pagar terbuka, aku tak ingin lagi masuk ke halaman rumahmu
Ayunan dan pohon oak hanya kisah kenangan kemarin
Ketika kita masih bisa bercanda dan bertegur sapa

Diary dan pena masih ada dalam tasku yang selalu kubawa kemana kaki melangkah
Tapi kubiarkan saja kosong
Hanya tertulis selarik kata sejak kubeli setahun lalu
Bagiku itu adalah awal sekaligus akhir saat aku belajar menulis

Tak terasa berapa lama aku berdiri di luar pagar rumahmu
Sebulir titik air meleleh diantara rambut dan daun telinga menyadarkanku matahari mulai condong ke barat
Berarak mendung mulai menggelayut
Walau badai menerpa, pintu itu takkan terbuka dan takkan menyembul sebuah wajah dengan senyuman atau lambaian tangan seperti dulu
Takkan ada sapa,
Hai, sini masuk!

Dan sebaiknya aku lanjutkan melangkahkan kaki, sebelum senja benar-benar hilang bersama rinai hujan
Aku takkan meruntun waktumu
Hanya memastikan bahwa diriku akan baik-baik saja tanpamu
Mungkin di depan sana akan kutemukan halaman rumah lain dengan rumput dan bunga bermekaran
Serta senyum sapa yang indah dari seseorang yang berteriak,
Hai, masuklah!



Selamat datang hujan, 02.2020



Diubah oleh alizazet
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
14-11-2020 18:09

Singularitas

Sajak Nyanyian Jiwa

Apakah mendung masih menggantung
Temanmu sudah pergi
Dia mungkin kembali tapi tak untuk menjumpaimu lagi

Jadi tak perlu berlama menunggu di padang rumput itu
Panas mentari dan udara kering akan menguras tenagamu
Walau kau merasa mendung masih menggantung

Lipatlah semua angan dan harapan
Lalu tanamlah di dasar bumi
Mungkin, esok akan tumbuh berkecambah
Akar menguat , besar dan tinggi

Itu lah teman sejati
Dimana kau bisa duduk dibawah berpayung daun yang rindang
Serta bersandar pada batangnya yang kokoh

Biarkan alam yang menyirami
Kau hanya tinggal menikmati




Menjelang malam, 25092020
swarnahati
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
14-11-2020 18:15

Kulacino Nohirara

Sajak Nyanyian Jiwa



Kulacino Nohirara

Mungkin aku tak mempedulikan tentang aturan
Tapi sejatinya itu bukan kemauanku ketika aku memikirkanmu

Jiwaku seperti terpenjara pada sebuah genangan rasa
Bagi mereka itu tak pantas, demikian akal waras pun berkata

Namun siapa yang mengira
Bila sebuah nama atau seribu nama sekalipun telah melekat dalam sukma

Sudah kupinta pada yang Mahacinta
Agar melepas satu persatu setiap rasa, apakah dosa?

Aku tak mau mengartikan rasaku sebagai sebuah cinta
Mungkin di atas cinta yang belum kuketahui namanya

Apakah itukah yang disebut Kulacino Nohirara?

*****

Pagi tadi masih kunikmati secangkir teh hangat dengan namamu
Dan siang ini segelas air madu segar pun ada dirimu

Aku sedikit menghindari kopi untuk saat ini
Dadaku sudah tak kuat, seperti kemarin seolah jantung diremas tak bisa bernafas

Sambil kubuka tulisan lalu yang kubuat tentang dirimu, sebuah Kereta dan Kita
Aku tak tahan lagi untuk membaca
Tapi tak mau pula menghapusnya dari catatan

Aku tak ingin coretan itu adalah canda terakhir dalam persahabatan kita
Bagaimana kabarmu di sana?




Tengah Hari, 15.09.2020
Swarnahati

0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
24-11-2020 05:16

Hanya Rindu yang Akan Selalu Mengiringi

Sajak Nyanyian Jiwa


Di hari kesekian yang telah berlalu tanpa senyummu, tanpa sapamu
Air mata kerinduan akan selalu mengiringi dalam kesunyian

Tak ada lagi yang mengajakku minum teh hangat atau kopi dengan sedikit gula, tidak akan ada
Siapa lagi yang bisa kuajak bercerita tentang perjalanan

Maafkan aku yang akan menyesali sendiri selamanya, tinggal sebuah rencana yang belum bisa mewujudkan keinginan sederhana. Menikmati Malioboro kala senja bersamamu

Sayap malaikat takbisa lagi ditangguhkan untuk menjemputmu

Kehilangan ini sebuah puisi sunyi
Terkadang aku diam membayangkan kau ada
Sejenak kita bisa memandang dan tersenyum
Dan saling mengucapkan kata bahagia

Terima kasih telah mencurahkan kasih sayang dengan tulus ikhlas, yang takkan pernah bisa kubalas
Hanya doa sebagi penyambung antara dunia yang berbeda

Maafkan semua kesalahan dan kekuranganku
Walau berat melepas, aku sudah berusaha untuk menahan, namun kenangan telah menciptakan pundi-pundi air mata

Bila aku datang biasanya akan ada sambutan riang penuh kehangatan
Bila aku pulang akan ada berat hati selalu ingin ditemani, maafkan aku




I miss You
Diubah oleh alizazet
0 0
0
Sajak Nyanyian Jiwa
17-12-2020 17:28
Sajak Nyanyian Jiwa
0 0
0
Halaman 2 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
antara-hijrah-dan-cinta
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia