Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
166
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fa806020577a910c56eb317/timur-terlarang-larilah-kemanapun-selain-ke-arah-timur
Hai agan dan sista sejagad Kaskus Raya, sudah lama saya menjadi pembaca setia SFTH. Dan pada kesempatan kali ini, saya merasa terpanggil untuk menghangatkan forum ini terutama cerita dengan kategori misteri. Cerita ini adalah cerita pertama saya di forum Stories From The Heart, kritik dan dukungan gansis semua sangat mendorong saya untuk menyelesaikan cerita yang sudah saya mulai. Dan saya harap t
Lapor Hansip
08-11-2020 21:51

TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)

Hai agan dan sista sejagad Kaskus Raya, sudah lama saya menjadi pembaca setia SFTH. Dan pada kesempatan kali ini, saya merasa terpanggil untuk menghangatkan forum ini terutama cerita dengan kategori misteri.

Cerita ini adalah cerita pertama saya di forum Stories From The Heart, kritik dan dukungan gansis semua sangat mendorong saya untuk menyelesaikan cerita yang sudah saya mulai. Dan saya harap toleransi terhadap Hak Cipta dapat kita bangun dengan baik di forum terbaik milik kita ini.


Cerita direkomendasikan untuk 15+ ya gansis emoticon-Malu


Selamat membaca dan selamat menggelar tikar dengan nyaman gansis! emoticon-2 Jempol



Quote:TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)


Diubah oleh ariawdirgantara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bejococibb dan 21 lainnya memberi reputasi
22
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 6
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
12-11-2020 01:39
Makin mantab. Ada urban legend nya. Lanjut gan emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
12-11-2020 06:55
Sedikit demi sedikit mulai terbuka nih tabir kelam bangunan pabriknyaemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
12-11-2020 22:24

YUKA DENGAN AYAMNYA

Quote:Aku duduk di kursi belakang, sementara Rena menemani Satya yang dengan susah payah mengendalikan mobil tua ini.


Sebenarnya aku masih kurang begitu percaya dengan Satya, selain kami baru saja berkenalan, terlihat Satya sering bertingkah aneh.


Iya, benar. Aku sudah 3 kali menangkap basah Satya yang seolah berinteraksi dengan seseorang yang tidak kasat mata.


Pertama saat Pak Jum sedang bercerita tentang bus hantu, seolah matanya terus mendesak seseorang untuk turun dari atas Pohon Nangka di depan mess. 


Gestur tubuh dan raut wajahnya seolah memperhatikan Pak Jum bercerita, namun sorot matanya terus mengarah ke atas pohon.


Kedua, saat pertemuan di jalan tanah bebatuan menuju pabrik. Walaupun kabut menyelimuti, tapi pandanganku masih cukup tajam untuk melihat apa yang Satya lakukan.

Dengan jelas aku memergoki Satya memerintahkan seseorang untuk tidak mengikutinya.


Dan yang terakhir baru saja, saat mobil melewati jalan di pinggiran hutan di sebelah timur pabrik.


Tiba-tiba saja Satya membuka kaca dan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.


Lalu entah apa yang merasukinya, Satya seketika berteriak, “Ngalih! Aja nang dalan, pekok! (Minggir! Jangan di jalan, bodoh!)”.


Entahlah, aku dan Rena sama sekali tidak mengerti apa yang Satya ucapkan.


Seakan ada seseorang yang dia marahi di tengah jalan yang kosong itu.


Tapi aku sedikit lebih tenang, karena Satya adalah orang yang cukup ceria dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


Rena sudah cukup akrab dengan Satya, rasanya Rena selalu tersenyum saat berada di dekatnya.


Aku ingat pesan Erga saat aku hendak pergi ke pasar tadi, ada maksud tertentu memang, dan aku tidak pernah bisa menerka apa yang direncanakan olehnya.


"Selalu perhatikan tingkah laku Satya, ketika dia bercerita tentang latar belakangnya, dengarkan dengan baik. Jangan lupa sms aku jika ada yang tidak beres", pinta Erga berbisik.


Yang aku dapatkan dari pembicaraan kita sepanjang perjalanan tidak banyak, bahkan semuanya terlihat normal dan sangat wajar.


Sudahlah, Erga mungkin hanya khawatir terhadap kami berdua.


Menurut cerita Satya, jika pabrik beroperasi seperti hari kerja, jalanan memang selalu sepi.


Semua yang melewati jalan ini dipastikan adalah karyawan pabrik yang berangkat atau pulang bekerja.


Dahulu pernah ada rencana untuk membangun obyek wisata di daerah bukit.


Namun sayang, saat dilakukan perintisan akses masuk melewati hutan, banyak para pembuka jalan yang hilang dan tidak pernah diketahui keberadaannya.


"Banyak yang meninggal loh disini. Kecelakaan di daerah ini tuh sial banget, hampir susah dapet pertolongan. Terakhir kali malah ada karyawan yang jatuh dari motor saat pulang kerja. Luka cuma di bagian paha kaki aja. Sayang banget dia ketemunya 8 jam abis kejadian, pas banget pergantian shift kerja. Yah, udah mati tuh kehabisan darah", cerita Satya dengan penuh semangat.


Sementara itu...


Quote:"Hahaha ini kasur paling enak dan nyaman. Seumur-umur baru ngerasa tidur selama setahun penuh", aku berbicara di dalam hati dengan melihat langit-langit kamar.


Aku akhirnya beranjak dari kasur, kasur dengan kesan cinta pada pandangan pertama, Oh! maksudku cinta pada pertama tidur bersama.


Kulihat jam di ponselku sudah menunjukan pukul 11 siang. 


Ada pesan masuk, nama Rena berbaris manja di layar ponselku.


"Nyuk, bangun!".


"Nyuk, sarapan kamu di dapur dimakan ayam".


"Nyuk, aku lupa kunci kamar, jagain yaaa xD".


Haduh, perempuan ga beretika, memaksaku untuk menjadi anjing penjaga.


Aku tidak memikirkannya, aku memiliki alasan kuat, dimana kamar Rena pun aku tidak tahu.


Aku melangkah keluar kamar, tidak kujumpai sebatang hidung pun yang menempel di wajah teman-temanku.


"Ah gila gila gila! Semua ga waras, gak solid banget si Erga", aku memaki keadaan yang sepi.


Aku teringat pesan Rena, sarapan di dapur dimakan ayam.


Kubuka pintu ruangan di sebelah kamarku, aku salah, ini bukan dapur tempat ayam memakan sarapanku, ini adalah kamar para perempuan.


Kulanjutkan membuka pintu selanjutnya, ini mirip tantangan memilih pintu di acara Benteng Takeshi.


Tiba-tiba, "prank..!!".


Suara piring pecah terdengar, kulihat seseorang berjongkok di atas meja makan.


Dia menyeringai kepadaku dengan mengunyah entah apa yang bisa dia lahap di atas meja.


Astaga! Pria dengan badan lusuh dan hanya memakai celana pendek sedang menggantikan peran ayam yang Rena skenariokan.


Aku berlari spontan menjauhi dapur, tunggang langgang menuju jalan tanah bebatuan.


"Prak…!!”, kulihat sebuah Nangka terjatuh dari pohonnya.


Sial! Entah bagaimana sepatuku bisa terlepas, tapi sudah kurasakan batuan kecil menyundul telapak kakiku.


Kulihat lagi keadaan mess, manusia bercelana pendek itu tidak mengejar.


Aku panik, mataku terasa semakin kabur.


Oh Tuhan! Yang terjatuh dari pohon sudah berubah, menjadi kepala manusia yang pucat tanpa rambut, alis dan bulu mata.


Kuterjang kabut yang mulai menipis, kutinggalkan mess terkutuk itu menghilang di kejauhan.


Pabrik, satu-satunya tempat yang terlintas di pikiranku, persetan dan tempat ini, akan kucari Erga dengan segala daya upaya.


Mulustrasi Orang di atas Meja Makan


Eh, salah gansis! Bukan ini emoticon-Cape d...

Mulustrasi Orang di atas Meja Makan


Nah, kira-kira seperti di ataslah emoticon-Ngakak

Mulustrasi Kepala Dari Pohon


Selamat bermalam Jum'at gansis, enjoy the story emoticon-2 Jempol
Diubah oleh ariawdirgantara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
12-11-2020 22:36
Kirain yang diatas meja gelandangan kelaparan yang nyasar ke dapur orang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sudahdaridulu dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
12-11-2020 23:04
Siang2 ada kepala jatuh juga? emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sudahdaridulu dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
12-11-2020 23:58
Wkwkwk kya iklan teh botol sosro
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariawdirgantara dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
13-11-2020 00:01
Sangat penasaran dengan apa yang tersembunyi di dalam hutan terlarang itu... emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redbaron dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
13-11-2020 08:35
Penunggunya ga kenal waktuemoticon-Takut
Mentang2 minta kenalan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
13-11-2020 13:29
Ikut pasang patok dulu gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jayadipana dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
14-11-2020 21:27
Sampai sekarang agan masih bekerja di pabrik tsb kah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariawdirgantara dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
15-11-2020 18:57
menanti TS update
profile-picture
ariawdirgantara memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
15-11-2020 20:53

BUS MASA LALU BAGIAN 3

Quote:“Dari awal saya sudah tau mas, kalo bus itu bukan dari alam kita”, Pak Ono tersenyum dengan paksaan mengingat apa yang terjadi tadi malam.

Malam itu Pak Ono mendapat jam kerja malam bersama Pak Jum yang merupakan karyawan yang baru bekerja kurang lebih 2 minggu lamanya.

Suatu ketika, televisi di pos keamanan yang sedang ditonton oleh keduanya tiba-tiba saja mati.

Beberapa detik kemudian televisi menyala kembali, tetapi hanya menampilkan warna putih di layarnya.

Dengan itu dibarengi suara bising yang membuat telinga terasa sakit, tidak ada basa-basi untuk Pak Ono mematikan televisi itu.

Setelah televisi dimatikan, kumpulan cahaya terlihat di gerbang pabrik seakan tidak berdaya untuk masuk melewati celah gerbang.

Cahaya itu adalah sorot lampu sebuah bus yang membawa beberapa orang penumpang.

Pak Jum yang sedang giat-giatnya bekerja pun tanpa menunggu komando sang senior langsung berlari menuju gerbang pabrik dan mulai menginterogasi sang supir bus dari jendela, ya...persis seperti apa yang Pak Jum lakukan saat menyambut kedatangan kami.

Pak Ono yang sudah paham dengan situasi ini, tidak bisa mencegah Pak Jum yang sudah terlanjur berinteraksi dengan besi tua sumber cahaya redup itu.

Pak Ono tahu, jika iya memberitahu Pak Jum tentang apa yang sedang terjadi maka Pak Jum akan sulit menerima itu dan akan membuat keadaan semakin mencekam.

Namun pada dasarnya, Pak Ono memang tidak berani untuk mendekati gerbang pabrik.

Alhasil Pak Ono hanya mengintip dari jendela pos keamanan yang terhalang televisi dan menunggu Pak Jum kembali ke pos.

Sekitar 2 menit kemudian terdengar Pak Jum membuka gerbang yang mana menandakan ia mengizinkan bus itu masuk ke area pabrik.

Hal yang wajar, mengingat sudah ada kabar tentang kedatangan rombongan karyawan baru malam ini.

Bus itu berjalan pelan melewati pos keamanan, dan dari ruangan kecil itu Pak Ono bisa melihat para penumpang yang tidak memiliki daun telinga di kepala mereka.

Pak Ono berlari, menyusul Pak Jum yang bersiap menutup gerbang yang besar itu.
Kemudian memberi perintah untuk tidak menutup gerbang sampai dia perintahkan.

Kejadian yang sering dialami Pak Ono selama bekerja belasan tahun disini, jika bus itu berhasil masuk, maka jangan tutup gerbang agar bus itu bisa keluar lagi dalam beberapa menit ke depan, dan jika tidak bus itu akan menunggu di depan gerbang sampai ada orang yang membukakan gerbang sepanjang malam.

Namun malam ini berbeda, bus dari masa lalu itu tidak keluar lagi sampai kedatangan kami berempat di pagi hari buta.

Kembali ke tahun 1992, satu tahun setelah tragedi ‘petengan’ terjadi.

Sebagai tahap awal operasional, 10 orang karyawan dikirim dari Kota Bandung menuju pabrik yang baru saja dipugar kembali.

Mereka berangkat menggunakan bus dan di antar oleh seorang sopir dan kondektur yang cukup berpengalaman.

Menurut saksi, bus terakhir kali terlihat di perbatasan desa saat berhenti untuk menanyakan arah tempat kawasan industri berada.

Namun pada kenyataannya bus rombongan itu tidak pernah sampai tujuan.

Dari cerita yang menyebar dari mulut ke mulut, bus itu hilang di jalanan sepanjang hutan ‘Setra Sembarani’ di kaki bukit ‘Sangkala’ yang menjulang tinggi.

Menurut pengalaman Pak Ono, bus dari masa lalu itu sering terlihat datang menuju pabrik setiap satu tahun sekali.

Walau sudah sering menampakan kemunculannya, namun Pak Ono selalu dibuat merinding saat bus itu keluar masuk gerbang pabrik.

“Tolong…!!! Ergaaaaaa…!!!, suara seseorang yang berlari dari arah mess menggelegar di tengah siang yang hening.

Kulihat Yuka berlari pincang menyusuri tembok di jalanan bebatuan.

Aku dan Pak Ono berlari mendekatinya, menyambut kedatangan Yuka yang terlihat lemas.

Yuka meracau, bercerita hal yang membuat kami heran serta menahan tawa.

“Sialan bener, bener-bener sialan!”, tutup cerita Yuka dengan melempar sepatu yang tinggal sebelah ke jalanan yang mengarah ke mess.

Aku mengajak Yuka untuk kembali menuju mess, Yuka menolak, tapi Yuka sepertinya hanya ingin bersamaku saat ini walaupun aku mengajaknya ke tengah samudera.

Kami mengucap pamit kepada Pak Ono yang tidak bisa menemani karena tugasnya menjaga gerbang pabrik dan menanti kedatangan teman-teman lain pulang dari pasar.

“Lu di depan Ga!", komando Yuka seperti akan berperang.

Aku berjalan di depan, semua normal tanpa adanya keanehan.

Di ujung jalan tepat memasuki mess, kita berdua mengendap-endap dan berjongkok memperhatikan keadaan di sekitar mess.

Kulihat sepatu Yuka yang terlepas saat berlari keluar dari mess ada di bawah pohon Nangka.

Ha?! Aku baru mengingatnya, sepatu yang Yuka lempar di pabrik tadi tidak kami lewati, sepatu itu menghilang!

Yuka memegang jaketku dengan erat, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri sama seperti aku yang melihat pintu dapur terbuka.

“Mana Yuk? Mimpi lu kali”.

“Iya mimpi basah ga, basah keringetan gue habis lari tadi, bego lu pake ngomong mimpi segala”, ketus Yuka dengan berbisik.

“Lu wakil gue kan?”

“Terus…?”, jawab Yuka mencengkram pundaku.

“Nah, sana coba cek ke dapur, masih ada gak orangnya”

“Lu pimpinan gue kan Ga?”, Yuka membalikan pertanyaan.

“Terus…?”.

“Ya lu yang cek duluan lah, lagian siapa yang bilang kalo itu orang nyet”, tambahnya semakin jengkel.

Tiba-tiba seseorang berlari di sisi kanan kami dari arah belakang.

Wusssshh…!!

Aku tersungkur kedepan dengan Yuka yang menindih tubuhku.

Sosok itu membuat kita terkejut, itulah sosok bercelana pendek yang Yuka ceritakan, berlari melewati kita yang sedang berjongkok berbaris mengintai musuh.

“Setan! Ga itu setan!

“Yuk lari yuk! Buruan!”

Kami berdua berlari untuk kembali menuju pabrik.

Olahraga yang berat kami lakukan di tengah siang hari ini.


Mulustrasi Denah Akses Jalan

Mulustrasi Erga dan Yuka Berlari
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
15-11-2020 21:45
@ariawdirgantara mantaps... lanjoet...
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan ariawdirgantara memberi reputasi
2 0
2
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
15-11-2020 22:24
Belum mulai kerja udh dikerjain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jayadipana dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
15-11-2020 23:44
Kaya gollum itu yg larinya... emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sudahdaridulu dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
15-11-2020 23:53
Diluar kebiasaan ya, bus yang biasanya setelah masuk akan keluar lagi, kali ini nggak keluar.
Ada apa sebenarnya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sipuputt dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
16-11-2020 06:58
Kena banget cerita yang bus ilang trus tiap tahun datent ke pabrik
Top nihemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
17-11-2020 20:46

HUTAN SETRA SEMBARANI

Quote:Yuka dengan kemampuan berlarinya yang di atas rata-rata meninggalkanku dengan jarak sekitar 3 meter di depan.

Keadaan semakin memburuk karena kabut tebal mulai turun dengan cepat membuat pandanganku semakin terbatas.

Dengan gerakan yang mendadak, Yuka berhenti berlari sehingga membuatku menabraknya dengan keras.

Aku dan Yuka terjatuh, kini giliran aku yang menindih tubuh Yuka dari atas.

Oh, Tidak! Jalan menuju pabrik di tutup oleh sebuah Bus yang terparkir melintang menutup jalan tanah bebatuan.

Aku bangkit, segera aku meraih lengan Yuka untuk memaksanya berdiri.

“Mampus ga, kita dijemput bus setan”, Yuka bangun dengan wajah memelas.

Yuka dengan spontan naik merangkak ke atas pagar pembatas antara jalan dengan hutan, kami memang tidak memiliki pilihan lain selain meloncat ke arah timur, antara masuk ke dalam bus yang pintunya terbuka, atau kembali ke mess bertemu si celana pendek.

Dengan cekatan layaknya seekor monyet, Yuka berhasil memanjat pagar tua yang terbuat dari besi itu.

Aku mengikuti setiap gerakannya, aku sudah berada tepat di atas pagar, kulihat Yuka berlari menjauh ke arah hutan.

Namun ternyata 5 detik kemudian Yuka kembali dengan senyum kurang ajarnya.

“Sorry ga, hehe”, sesal Yuka yang mencoba meninggalkanku yang masih berada di atas pagar.

“Sreeeet…”, telapak tanganku robek saat aku meloncat dengan tolakan yang kuat.

Darah segar mulai bercucuran, tapi aku segera menyeret Yuka menjauh memasuki hutan yang gelap tertutup kabut.

Kami terus berlari membelah hutan ke arah timur, sesekali tumbuhan yang lebat menampar wajah dan tubuhku.

Darahku terus mencetak jejak di sepanjang jalur yang kami lalui, dan aku sudah merasa lelah dengan pelarian ini.

“Yuka stop! Diem dulu!”, pintaku memaksa.

Yuka dengan cepat merobek bagian bawah bajunya dan membalutkan nya ke tanganku yang terluka.

“Beruntung baju gue putih ga, jadi keliatan kalo warnanya udah pekat, nanti gue ganti lagi balutannya”, Yuka menjelaskan apa yang dia perbuat.

Aku hanya terdiam melihat Yuka membalut lukaku dengan rapih.

Walaupun Yuka adalah sosok yang terkadang bertindak seenaknya sendiri, tapi Yuka adalah seorang yang pintar dan cekatan.

Wawasannya luas, cerdas dalam keadaan genting dan sangat kritis dalam memutuskan tindakan dengan cepat.

Yuka adalah seorang Pecinta Alam yang aktif, hampir semua puncak gunung di wilayah Jawa Barat sudah pernah dia taklukan.

Aku merintih dengan ikatan terakhir Yuka, tiba-tiba saja tangan Yuka membungkam mulutku agar terdiam.

“Diem ga! Ada yang dateng, tahan dulu”, perintah Yuka dengan suara lirih dan pandangannya menuju ke arah sebuah iring-iringan di depan kami yang hanya terhalang oleh daun pohon yang lebat.

Terlihat iringan orang-orang menggunakan baju berwarna hitam membawa sebuah peti yang ukurannya cukup besar untuk hanya diisi oleh tubuh manusia.

Mungkin jika aku tidak salah ukurannya seperti 3 kali lipat dari peti mati yang biasa dipakai untuk membawa jenazah.

Kami perhatikan orang-orang itu dengan seksama sampai mereka menghilang di tengah hutan yang berkabut.

Aku mengeluarkan ponsel dari saku celanaku, aku mencoba menghubungi seseorang dengan tangan kiriku yang gemetar.

Sial! Tidak ada jaringan sama sekali.

Tapi aku lebih terkejut karena jam di ponselku menunjukan pukul 22.22.

Kuingat kembali ke belakang, aku ingat dengan baik bahwa kami baru saja 20 menit terjerat hutan ini.

Tapi dengan logika yang jernih aku berkeyakinan bahwa saat ini adalah siang hari, yang mana itulah keadaan yang aku ingat sebelum meloncat ke dalam hutan yang gelap karena kabut ini.

Aku melanjutkan pelarianku dengan Yuka memimpin di depan langkahku.

Dari kejauhan kudengar suara adzan berkumandang, Yuka mengubah arah lajunya, berbelok 45 derajat ke sebelah kanan dengan menarik lenganku.

“Pasti asalnya dari desa sebelah ga”, Yuka dengan bersemangat menambah kecepatan langkahnya.

Akhirnya kami menemukan ujung hutan ini, kami sekarang terdampar di sisi pinggir jalan beraspal.

Ahaa! Aku mengingatnya, ini adalah jalan penghubung antara desa sebelah dan kawasan industri.

Tergeletak lemas Yuka berbaring di atas aspal jalanan, sementara aku duduk tertunduk dan memperhatikan sepasang mata berwarna merah dari dalam hutan tempatku keluar.


Mulustrasi Hutannya Gansis!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
17-11-2020 21:24
Di potong seketika membuatku terkentang2
Bisa ane bayangin gimana rasanya terjebak dihutan antahberantah gituemoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
TIMUR TERLARANG (Larilah Kemanapun Selain ke Arah Timur)
17-11-2020 21:51
Beneran bisa keluar dari hutan nggak tuh? Jangan jangan nyasar di kampung siluman lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 2 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sebuah-kota-banyak-cerita
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia