Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1631
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f83e52610d2957b3744d9f2/son-of-the-rich-reborn
Lembaran pertama - Kota Malang Bokap gua kerja di salah satu perusahaan asing penambang emas di pulau sumbawa sedangkan nyokap mempunyai beberapa butik dan bisnis makanan yang cukup besar di kota kelahiran gua. dan Perkenalkan nama Gua adrian, anak semata wayang dua sejoli yang bertemu saat bermitra bisnis 25 tahun yang lalu. Gua lahir ke dunia dengan sebuah pengharapan yang besar. Karena untuk m
Lapor Hansip
12-10-2020 12:09

Son of the Rich (Reborn)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Son of the Rich (Reborn)


Quote:Lembaran pertama - Kota Malang

Bokap gua kerja di salah satu perusahaan asing penambang emas di pulau sumbawa sedangkan nyokap mempunyai beberapa butik dan bisnis makanan yang cukup besar di kota kelahiran gua. dan Perkenalkan nama Gua adrian, anak semata wayang dua sejoli yang bertemu saat bermitra bisnis 25 tahun yang lalu. Gua lahir ke dunia dengan sebuah pengharapan yang besar. Karena untuk mendapatkan Gua, orang tua gua harus menunggu lebih dari 5 tahun.

Hidup serba ada bahkan terlalu berlebihan, pakaian serba bermerk gadget yang selalu menemani gua setiap saat dan mobil yang selalu menemani gw kemana aja, semua itu cukup membutakan gua seperti apa arti dari sebuah perjuangan hidup. Jujur, gua
ga pernah merasakan rasanya mengumpulkan uang sendiri bahkan hanya untuk membeli sepeda yang gua pengen. ketika mata ini melihat sebuah benda menarik, maka nyokap gua akan bilang, "Adrian Mau?" dan sorenya barang itu sudah ada di rumah. Gua paham nyokap ingin sekali membuat gua bahagia tapi kadang gua merasa ga bisa menikmati hidup ini dengan baik. Dengan Uang mungkin kita bisa bahagia, tapi kita tidak bisa membeli kebahagiaan dengan uang.

Super Duper Over Protektif
itulah hal yang bisa gua simpulkan tentang keluarga gua. Walau Gua hanya bertemu mereka saat weekend saja tapi kalau sudah menyangkut tentang masa depan gua, mereka akan melupakan semuanya dan menitik beratkan fokusnya ke gua.

Gua bukan orang yang bodoh, gua selalu mendapat peringkat 1 dari Sekolah dasar hingga sekarang, tentu kecerdasan gua turun dari bokap dan nyokap. Mereka adalah dua sejoli yang sangat ideal, mereka sama sama pintar dan mereka adalah 2 manusia yang diberikan paras yang cantik dan tampan oleh tuhan , alhasil semua kelebihan itu menurun ke gua.

Untuk urusan masuk sekolah, Orang tua gua selalu sangat hati hati. Saking hati hatinya, Gua bahkan sudah diterima di sekolah menengah atas sebelum gua menjalankan tes masuk. Apalagi lagi kalo bukan karena bokap gua menghubungi kepala sekolah yang merupakan teman lamanya, padahal gua sangat yakin, gua tetep bisa masuk tanpa bantuan mereka. Waktu itu gua marah besar tapi orang tua tetaplah orang tua, mereka selalu ingin anaknya bahagia apapun caranya.

Ketika para siswa sibuk mencari PTN dengan mengikuti berbagai macam Bimbingan Belajar, gua dengan begitu Mudah mendapat tiket masuk disalah satu PTN terbaik di indonesia, tentu sudah bisa ditebak , semua ini karena bokap gua. Untuk kali ini gua memutuskan untuk berontak, tak ingin lagi rasanya gua mengunakan kekuatan orang tua gua buat ngelakuain semuanya.

Hanya berbekal baju yang gua masukin ke Tas Ransel, serta Dompet yang berisi hanya beberapa uang lima puluh ribuan dan ATM yang entah berapa isinya dan ijazah SMA. Gua menuju terminal Bus, mencari loket tiket yang berangkat hari itu juga, Gua memutuskan naik Bus karena Beberapa orang di bandara mengenal Gua. Satu persatu Loket tiket gua datangi, mancari bus-bus yang bisa segera berangkat, menuju Jogja, solo surabaya, bandung, atau entahlah, yang penting gua harus segera pergi dari pulau yang gua diami 17 tahun terakhir, Lombok.
Hanya Tiket Mataram~malang yang ada untuk keberangkatan 1 jam lagi, yang akhirnya diputuskan mungkin gua harus pergi ke malang, 1 jam lagi bus tiba, dan ini pertama kalinya gua harus jauh dari kedua orang tua gua.

NEXT

Sekitar Pukul 4 pagi, bus sudah tiba di sebuah terminal kota malang, ada nuansa berbeda yang gua rasakan di sini. Hawa yang lebih dingin dan tentu perasaan gua yang ga menentu akibat ulah gua ini. Mungkin bokap nyokap gua lagi panik di rumah, ada sedikit rasa bersalah dalem diri gua tapi semoga surat yang gua tulis bisa membuat nyokap gua agak lega.
Ponsel gw sempat berbunyi saat gua menyebrang dari bali ke banyuwangi. Mungkin 10 kali atau 20 kali atau mungkin lebih, dan semua adalah misscall dari nyokap gua. Tanpa pikir panjang ponesl itu gua buang ke laut, beberapa saat kemudian gua sedikit menyesal, kenapa harus gua buang, kenapa ga gua kasih ke orang agar lebih bermanfaat, mungkin ini hasil dari didikan manja orang tua gua, semua jadi serba mudah.

Uang di dompet gua udah kosong melompong untuk membeli tiket dan beli makanan di jalan. Gua mencoba mengelilingi Terminal arjosari untuk mencari ATM di deket sana. Hampir 10 menit gua lalu lalang lalu akhirnya gua bisa bernafas lega, ternyata ATM tidak terlalu jauh dari tempat gua turun tadi. Setelah mengambil beberapa juta dari mesin ATM setelah menarik uang sebanyak 2 kali,
Gua mengambil kertas struk yang sudah gua buang ke tempat sampah tadi. Saat gua mengecek nominalnya sebuah angka 1 dan ada 8 digit angka mengikutinya dibelakang, waw... sebanyak inikah uang yang dikirimkan bokap Gua selama ini, setahuku ATM ini diberikan saat ujian nasional kemarin, gua meminta uang hanya buat perpisahan dengan teman teman kelas gw. "Pa ini terlalu banyak".....

Gua masih berdiri di depan ATM. Gua sedang berfikir untuk segera mencari kendaraan untuk menuju kampus-kampus yang ada di kota ini, yang pertama terfikirkan adalah taxi tapi beberapa saat kemudian gua menghapus jauh jauh fikiran itu, gua harus hidup sederhana dan pilihan gua jatuh ke angkot. Mungkin karena gua terlalu fokus menyusun rencana , gua ga sadar bahwa ada seseorang di dekat gua, dari perawakannya dia masih seusia gua, dan dia seorang cewek.

"Mahasiswa baru juga?"

Gua celingak celingkuk mencari siapa yang diajak ngobrol cewek ini.

"Gua bukan indigo yang ngomong sendiri, gua ngomong sama elo" tanya cewek itu sedikit tersenyum melihat kebingungan gua.

"Oh Maaf, maaf. gak kok, eh ya."

Gadis itu lalu tertawa kecil melihat kebingungan gua. Ia sepertinya sudah berdiri di depan ATM sejak gua datang tadi. mungkin dia sedang bosan menunggu.
"Ya atau ga?" pancingnya.

"Gak, gua baru mau tes" jawab gua jujur, walau gak tahu harus tes dimana.

"Oalah, mau ikut tes mandiri toh"

"Mungkin begitu"

"Mungkin?" cewek itu mengerutkan dahu lalu dia tersenyum lebar melihat gua.

"Elu lucu ya, kok kayak linglung gitu" sambungnya.

"Makasih" jawab gua ragu.

"Itu bukan pujian loh"

"Oh maaf" jawabku ragu.

"Hahaha, Bercanda kok,emang elo mau kemana?"

"Kampus" jawabku ragu.

"Kampus apa? kan di sini ada puluhan kampus"

"Yang ada di malang"

"kan memang kita kan lagi dimalang"

"Yang deket deket aja mungkin" jawabku ragu. bodohnya aku gak cari referensi sebelum datang ke sini"

"hahaha... deket dari mana, kamu lucu ya"

"Gua harus bilang makasih atau maaf nih?" takut itu malah hinaan.

"Apa aja deh, kenalin nama gua Friska. Gua mahasiswa baru di Universitas Wijaya" dia mengulurkan tangannya untuk menjabat.

"Gua Adrian.. mmm mantan anak SMA " Jawab gua seraya menjabat tangannya.

"hahaha... ada ada sih aja elo"
"elo ngambil apa di Wijaya?"

"Gua?, Biologi"

"Biologi? mmm belajar biologi seru?" tanyaku penasaran.

"Kalo Gua sih suka, emang elo minatnya apa?"

"Yang bisa ngebuat hidup ini lebih seru dan asik" jawabku jujur. Selama ini hal yang gua idam idamkan.

"hahaha diplomatis bin ngawur jawaban elo" jawab friska.

"Bukan diplomatis, lebih tepatnya Gua bingung aja"

"Bingung? Bingung kenapa?"

TIIIINNN TIIINNNN
Suara klakson motor membuyarkan obrolan kami, seorang cewek berhenti di depan kami berdua.

"Frish udah lama?" tanya cewek yang baru datang itu.

"Udah kering neh gigi gua nunggu elo" jawab friska.

"Maaf maaf, tadi agak macet maklum weekend"

"Gua maafin asal lo traktir gua es cream" goda Friska.
"Ih maruk sekali, udah minta di jemput, sekarang minta di traktir. Nunggunya sama cowok ganteng lagi"

"Eh dasar mulut elo nyablak bener seh, oh iya adrian gw duluan ya, sukses buat Tesnya, ayok bela, tarik"

"Tarik tarik, emang gw angkot"..

"Becanda bela"

"Bener neh gua ga dikenalain nih?"

"Eh elo apa apan sih, malu maluin aja, ayo berangkat"

"Duluan ya ganteng" kata cewek yang dipanggil bela oleh Friska tadi.

Mareka akhirnya melaju memecah kota malang.
Friska, orang pertama yang gua kenal di kota ini.
Oke, Gua udah mutusin buat ikut tes mandiri Universitas Wijaya, jurusan Biologi.

Polling
126 Suara
Terlepas dari plot kisah ini, ada di team manakah kalian? 
Diubah oleh kawan.betina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lengzhaiii dan 121 lainnya memberi reputasi
110
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 60
Son of the Rich (Reborn)
15-10-2020 23:11
Gila nih trit keren banget, bahasa & penulisan nya juga rapi & enak dibaca. Keep posting masbro, ijin nitip sendal
profile-picture
profile-picture
kamal955 dan nomorelies memberi reputasi
1 1
0
Son of the Rich (Reborn)
15-10-2020 23:23
Semoga gak kentang seperti di trit sebelumnya emoticon-Big Grin

* apakah ini akun klonengannya bang ian? Trit sebelumnya kalau gasalah poetra.xman kan?
Diubah oleh sinkaa
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
15-10-2020 23:28
Wah gila trit legend nih, jd keinget beberapa tahun yg lalu baca ini tp kentang wkwkwk. Keep posting gan adrian, semoga ga kentang lagi kali ini 😅
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 00:43
Waduh trit legend, dulu sempet baca lupa ampe mana, trs tritnya ilang😅, mudah2an yg ini lancar
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 00:57
Ceritanya sangat menarik buat ditunggu, penulisannya juga enak buat dibaca gaada kata yang bertele-tele. Lanjutkan pak emoticon-thumbsup emoticon-2 Jempol
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 02:03
Semoga lancar updatenya emoticon-Shakehand2
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 02:41
wkwk dejavu 4-5 thn yg lalu kek ny cerita ini
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 04:27
Oh, kedengarannya bagus.
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 06:12
ojykn
Diubah oleh elvenkhalifaaaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
elbe94 dan 4 lainnya memberi reputasi
0 5
-5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 06:21
Mantap direborn
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 08:10
asikkk ktmu lgi ma bang Ian...??? ditunggu lanjutan'a bang...



0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 08:44
Ninggalin jejak dulu gan...
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 11:38
Jejakan kaki dahulu ah
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 12:56
Jejak
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 20:51
bbrp thun lalu pernah baca
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 22:42
Gw dulu terakhir baca pas kencan balik di lombok
Kalo putus story lagi gw tampol juga nih adrian
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 23:27
yee reborn lagi
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
16-10-2020 23:38

Lembaran ketujuh - Friska

Quote:Mungkin Hampir dua jam gua berbincang-bincang dengan Bella dan Friska, sambil menyantap beberapa potong pizza yang sejujurnya gua tidak terlalu suka atau lebih tepatnya gua sudah bosen dengan makanan ini, padahal dulu makanan ini pernah menjadi makanan favorit gua. Kami berbicara panjang lebar masalah persiapan Ospek hingga masa lalu gua, masa lalu hasil karangan gua. Dengan plot bahwa gua adalah anak ga mampu, merantau sendiri ke malang, dan beberapa omong kosong lainnya. Friska sangat antusias mendengar cerita gua dan bella berapa kali juga berdecak kagum oleh cerita gua.
Pertemanan yang diawali dengan kebohongan. Jelas ini bukan awal yang baik. Tapi gua rasa ini tang terbaik yang bisa gua lakukan saat ini.

“Gua ke toilet dulu ya,” kata Friska seraya berdiri.

“Perlu ditemenin ga?” tawar Bella.

“gak usah Bel, lo di sini aja temenin ian” jawab Friska lalu bergegas menuju toilet.

“Kalian berdua cocok,” Vonis Bella.

Gua mengernyitkan dahi.

“Kalian berdua tampak serasi, Friska cantik, lo ganteng, dan sepertinya lo juga anak baik-baik”.

“kita baru ketemu 3 kali dan lo malah nyimpulin kayak gitu” Tanya gua heran.

“Gua paham lo kira gua sok tahu, asal lo tau ian. Mungkin lo kira Friska orang yang ramah sama semua orang seperti dia ramah sama lo. Kalau lo mikir begitu berarti lo salah besar,”

“Maksud lo?”

“Gua juga kaget kenapa Friska bisa tiba tiba begitu ramah sama lo, bukan seperti Friska biasanya,”

“Lo gak bohongin gua kan?” kata Gua heran.

“Apa untungnya gua bohong. Friska itu jarang banget deket sama cowok, susah diajak kenalan, susah diajak jalan, dia lebih sering jalan sama gua atau sama temen cewek yang lain.”

“Apa gua pantes dapetin kepercayaan itu dari Friska? Kok gua malah merasa minder ya.” Lanjut Gua.

“Buktikan penilaian dia gak salah tentan lo,”

Obrolan Bella dengan gua tentang cara pandang Friska kepada gua membuat gua tidak fokus. Obrolan kami bertiga tetap seru seperti tadi tapi gua lebih banyak diam. Fikiran gua beberapa kali malah tidak fokus pada bahan obrolan,”

“Kosan lo dimana ian?”

“Di deket kampus Islam,”

“Lumayan jauh juga ya dari kampus,”

“begitulah,”

“Gua anter ya sekalian anter bella juga. Searah kok,”

Gua gak bisa nolak.

“Okeh”

Mobil friska melaju membelah jalanan yang cukup padat, gua jelas akan membawa Friska ke kosan gua, bukan kerumah gua yang di jaga Mbok Ida. Gua harus konsisten menjaga kebohongan ini. Setelah melewati jalan-jalan di perkampungan mobil itu akhirnya sampai di depan kost gua, gua turun dari kursi penumpang lalu Friska tampak ikut turun juga. Sepertinya dia penasaran letak indekost gua yang jelas tidak bisa dimasuki mobil.

“Makasih tumpangannya Fris,”

“Sama-sama ian, kan temen harus saling menolong”

“Ya sih tapi lo baik banget ke gua, padahal baru ketemu”

“Gua minta nomor hape lo boleh?”

“Bol….” Hampir saja gua mengeluarkan hape pemberian mama gua. Hape baru yang sebagai pengganti hape usang yang gua beli kemarin. Friska sudah melihat hape usang gua itu gak mungkin sekarang gua mengeluarkan hape ini apalagi gua gak hafal nomor baru gua.

“Gua gak ada Fris, kemarin gua pinjem punya temen kos,”

“Bentar ya,”Friska masuk ke kursi belakang lalu membuka sebuah kotak, entah apa yang dia cari tapi sepengelihatan gua ada beberapa kabel dan alat alat elektronik kecil. “ini elo bawa aja” Frsika menyodorkan gua sebuah hape.

“Ga usah Fris” gua kaget. Kenapa gadis ini baik banget ke gua.

“Ini ga dipake kok dari pada di kotak doing malah rusak. Ini hape gua yang dulu kok”

“gua ga enak dikasih sesuatu kayak gini Fris”

“mmmm begini deh, ini gua kasih pinjem sampe lo bisa beli sendiri gimana?”

“tapi”

“Please terima ya, biar gampang komunikasinya, di hape itu udah ada nomer gue, nanti kalo udah beli kartu , jangan lupa sms ya”

“Makasih fris, maaf banyak ngerepotin elo”

Friska hanya tersenyum.

Manusia seperti apa yang baru ketemu 3 kali sudah mentraktir elo makan dan ngasih lo hape, bukannya gua masih termasuk orang asing bagi Friska, mungkin dia bukan manusia, dia malaikat ?

Gua berjalan sumringah menuju kos melewati gang sempit yang sudah tampak familiar bagi gua. Di depan gua mendapati Gilang sedang asik merokok sambil senyum senyum tidak jelas.

“Woy dari mana aja lo kok ilang berapa hari, gua khawatir bro,” kata gilang terlihat tulus.

“Dari rumah kenalan gua”

“Elo ada kenalan?”

“Kebetulan ada,”

“jadi gimana ?” Tanya Gilang.

“Apanya yang jadi?”

“Jadi kuliah elo gimana?” Gilang tampak ragu, mungkin takut dia malah mendengar kesedihan dari gua.

“Kenalan gua uda bantuin gua dapet beasiswa dari pemda jadi gua tetep bisa kuliah”

“wah,,, bagus deh, seneng gue dengernya” Gilang tampak lega mendengar kebohongan gua.

“elo habis dari mana, kok kayaknya seneng banget, dari tadi senyum senyum sendiri gua liat dari jauh”

“Biasalah. memberikan ilmu dan cinta kepada bidadari tercinta”

“eh.. lo kesurupuan apa?”

“Kesurupan dewi cinta” kata Gilang seolah sedang bersajak.

“aihh.... elo ga sakit kan?”

“tentu gak dong, malah gua lagi fit banget. gua habis ngajarin anak ibu kost matematika. Aduh nona Anis, gua rela ngekos sampe 14 sememester, bila tiap hari bisa ngajarin nona” kata Gilang dengan wajah yang tampak sedikit mesum.

“aduh udah gila elo ya, nanti elo beneran kuliah 14 semester loh”

“Maaf tuhan gua becanda kok, jangan dianggap serius ye”

“ibu kost punya anak?

“Ada dong masak lo gak pernah liat? Namanya Anis, masih SMA kelas 2. Gila cantik bener,wajahnya beda banget kayak ibunya tapi bodynya persis ibunya, semok bin montok”

“Ssstt,, nanti kedengaran ibu kos bisa berabe,”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
idalfian07 dan 24 lainnya memberi reputasi
25 0
25
Son of the Rich (Reborn)
17-10-2020 01:12

Lembaran kedepalan - Babak baru

Quote:Pesan sms
-Malam Fris, ini nomor gua adrian. Makasih banget Fris atas bantuannya. Maaf gua ngerepotin elo banget.
+sama sama ian, gua seneng kok dan ga merasa di repotin
-Maaf gua masih belum bisa bales kebaikan lo
+GPP, BTW tugas ospek elo dah jadi ga?
-Belum Fris, gua belum beli bahan bahannya, elo udah ?
+Gua kemarin udah buat, ini bahannya sisa banyak, elo mau ?
-gua ngerepotin lagi, jangan deh fris
+ini kertasnya sisa banyak banget, mau ya? Dari pada mubazir, elo ga boleh nolak
-iya deh ..
+ okeh, nanti sore gua anterin ke kost elo
-gua aja yang kekost elo
+gua lagi di rumah bella, jadi nanti gua aja yang anter...
-makasih ya, sorry gua ngerepotin lagi..
+GPP ian, see u

Quote:
***


“ian ada cewek nyariin lo toh di depan, katanya namanya Friska,” kata Gilang serang melihat gua dengan tatapan curiga.

“Okey,”

“kenal dari mana lo?”

“Nanti gua cerita,”

“cakep banget ian, gebetan lo,”

“Apaan sih, eh kok lo tahu namanya Friska?”


“Wahai adrian, ya jelas gua kenalan dulu donk, baru manggil elo” jawab Gilang sambil ketawa.

“Dasar lo ya, ga bisa liat cewek bening dikit”

“Sebening apapun tapi nona Anis tetep yang pertama” Puja Gilang.

“Anis?”

“itu loh anak ibu kost yang gua ceritain tadi malam,”

“Oh ya ya, jadi bener neh ga mau sama friska? Padahal gua mau comblangin lo,”

“Loh yang bener, kalau dianya juga mau, gua iklas sehidup semati,” respon Gilang semangat. Gua ketawa melihat playboy cap burung dara ini beraksi.

“Katanya setia sama anis, dasar playboy cap jempol loh”

“Bagus dong cap jempol”

“Jempol kaki yang bau bangke”

“Kampret lo”

Gua lalu bergegas menemui Friska yang sudah menunggu gua di gang masuk di depan kost, ada perasaan ga enak dihati gua, melihat kebaikan Friska yang sudah sangat over ke gua.

“Hi Fris,” Sapa Gua. Friska masih di kursi kemudi.

“Gua ga keluar mobil ya” kata Friska sambil senyum yang menampakkan semua depannya. Senyum lebar sekali.

“Kenapa?” Tanya gua bingung.

“Liat baju gua”

Friska tampak menggunakan piama yang tampak kebesaran, entah kenapa dia terlihat sangat manis.

“Tadi malem gua nginep di rumah bella dan gua lupa bawa baju ganti,jadi begini deh hasilnya,”

“Tapi udah mandi kan?” Canda Gua.

“Menurut lo” Friska menjulurkan tangannya ke hidung gua. Harum sekali dan kulitnya lembut menyentuh bibir dan hidung gua.

“Kayaknya pakai parfum aja kok ini,” canda gua.

“ihhh.. aku udah mandi kok” melas Friska manja.

“ya udah harum kok” Balas gua. Dia Lucu.

“Gitu dong, oh ya ini bahan bahannya, udah lengkap dan sisa banyak lagi” friska memberi gua beberapa kertas dan sebuah kotak yang berisi alat alat yang sangat lengkap.

“Makasih banyak fris”

“lo udah makan?” Tanya Friska kembali.

“Sarapan aja sih tadi pagi” Jawab gua jujur.

“ini ada cemilan tadi habis nyoba-nyoba masak di rumah bella”

Friska memberikan gua kotak makan, gua bisa melihat ada bebera nugget dan spageti.

“nanti bilang ya kalo ada yang kurang enak atau keasinan”Lanjut Friska.

Setelah beberapa percapakan pendek akhirnya Friska pulang. Gua menatap mobil yang melaju menjauh itu dengan tatapan rasa bersyukur yang amat sangat. Apakah kebaikan itu pantas gua balas dengan kebohongan gua selama ini.
***

Malam itu gua sibuk mengutak-atik laptop Gilang, gilang sudah lenyap dan pergi entah kemana, ia tidak bilang tapi mungkin dia sibuk mengerjain tugas ospek jurusannya. gua membuka satu persatu folder folder film yang tampak menarik, walaupun hampir semua film udah gua tonton. Tetapi lagi-lagi malam itu gua tidak fokus, Friska selalu terlintas lagi difikiran gua. Cewek satu ini sepertinya bukan dibuat dari tanah liat seperti manusia pada umumnya namun komposisinya dari seberkas cahaya yang luar biasa sehingga membuat dia terlihat spesial. Ini pertama kalinya gua ketemu cewek sebaik Friska.

Ditengah khayalan gua ada pesan masuk dari Gilang.



Quote:
PESAN SMS
+ian,gw minta tolong yah
-ada apa lang, pasti lah gw tolong elo..
+bener yah ?
-iye... ga percayaan amat sih
+gantiin gw ngajarin anis donk
-hah, maksud lo ngajarin apa?
+kemarin gw udah janji bantu dia ngerjain PR,
-nah terus, kenapa kok elo ga pulang ?
+Gw ada kumpul kelompok ospek bro, jadi ga bisa pulang, bantuin gua ya please. Gak enak gua batalin janji gua.
-oke deh, siap,
+eh awas ya jangan tebar pesona, kalo bisa pake topeng
-ngapain pake topeng ?
+biar muke asli loh ketutup, awas aja eloh sok ganteng didepan anis
-siap bos
+ waspadalah waspadalah...
-hahahahah


Quote:
Berbekal amanah dari gilang, gua langsung kerumah ibu kost

“assalamualaikum”

“Waalaikumsalam ,eh nak ian, tumben malam malam ada apa?” jawab ibu kos.

“Begini buk, tadi saya disuruh gilang gantiin dia ngajarin anis, gilangnya tadi ada urusan mendadak” Jelas gua.

“Pentes tadi anis kayak ngomel ngomel gara-gara nak gilang belum dateng hehe, ayo silahkan masuk nak ian. Kan harusnya gak boleh gitu kan nak ian. Harusnya Anis berterima kasih karena Nak gilang sama nak ian sudah mau bantu,”

“mbak, ini calon dosenya dah dateng nih,”

“iyah mah” jawab seorang cewek dari lantai dua rumah itu. Lalu Seorang cewek turun dari lantai dua rumah itu...”Mas gilang kok lama seh..... ehh kok”Anis terdiam karena mungkin dia salah mengira karena gua bukan gilang.

“eh,, sorry, gilangnya ga bisa dating jadi dia suruh gw yang gantiin. Maaf nih,”

Anis menutup wajahnya dia tampak seperti histeris tapi tanpa suara. Anis tanpa aba aba malah kembali kelantai dua.

“Loh mbak, kok malah naik lagi. Maaf ya nak ian,”

“Mbak kenapa mah,” tiba tiba anak laki laki yang tampak masih SD keluar dari sebuah kamar di sana. Sepertinya dia adik dari Anis.

“gak tahu tuh, coba panggil ke atas,”

“Oke mah,” anak laki laki itu lalu naik ke lantai dua.

Beberapa saat kemudian anis kembali, ada yang beda ,rambutnya yang tadi berantakan kini sudah rapi dan ada aroma yang manis menusuk hidung gua.

“Maaf kak,” kata Anis.

Anak laki-laki itu ikut turun dari lantai dua.

“Mbak anis habis dandan mah,” celepos anak itu.

“Anis langsung dengan cepat mencubit anak laki laki itu,”

“Aduh sakit mbak, “ lalu anak laki laki itu masuk kamar.

“Ayo mulai belajar,”

Hampir dua jam gua ngajarin anis bahkan sampe materi-materi yang belum diajarkan gua juga kebut dengan cepat. Katanya sih gua kalo ngajar cepet dimengerti tapi entah itu fakta atau cuman pujian saja. Gua jadi penasaran kenapa Gilang kesemsem kepada anis. Gua beberapa kali mencuri-curi pandang, Anis seperti cewek SMA pada biasanya, agak kekanak-kanakan namun berkesan lucu dan manja. Sepertinya ini daya tarik yang membuat si cungkring klepek klepek. Gua kira tingginya tak sampe 160 CM tapi badannya cukup berisi namun tidak terlihat gendut, kalau kata gilang seh ini namanya semok bin montok. Rambutnya di potong agak pendek namun cukup untuk menutupi bahunya, wajahnya, gua akui anis sangat manis dan dibalik pipinya yang agak tembem ternyata dia memiliki lesung pipi juga sama seperti friska, kesimpulannya Dia imut dan mungkin bisa dibilang seksi
Malam udah sangat larut dan gua akhirnya pamitan balik ke kosan.

“Makasih ya mas”

“sama sama nis”

“Kalo anis kesulitan lagi. Apa Anis boleh minta tolong lagi Mas?”

“Boleh dong, gilang juga siap bantu kok katanya”

“oh ya , mas gilang juga,” kata Anis seraya tersipu malu. “Makasih banget ya mas,”

profile-picture
profile-picture
profile-picture
idalfian07 dan 21 lainnya memberi reputasi
22 0
22
Son of the Rich (Reborn)
17-10-2020 01:41

Lembaran kesembilan - Tragedi

Quote:Pagi ini lebih dingin dari biasanya, warga malang sendiri menamakan ini musim maba, musim dimana suhu sekitar bulan juli terasa lebih dingin dari biasanya. Mungkin suhu dingin ini berguna mengajarkan mahasiswa baru beradaptasi dengan suhu di malang pada hari biasanya. Hari ini gua berencana berkunjung ke rumah gua di perumahan Griya asri, beberapa hari ini gua ga pernah kesana lagi, karena gua menginap di kosan Gua yang lama, takutnya mBok ida sudah kehabisan alasan lagi bila ditelfon mama gua.

“Gua keluar dulu lang,” kata gua menyapa gilang yang Nampak sedang santai santai di pintu kamar.

“lo mau kemana? Ayo gua anter” tawar gilang.

“GUa sendiri aja deh”

“lo gak sama friska?”

“gak, sendiri doang kok” jawab gua lagi.

“Bener nih gak mau dianter?” gilang masih menawarkan bantuan.

“bener lang, ya elah, lo kayak pacar gua aja sok perhatian” Canda gua.

“Ih ogah, kalo gua homo juga gua milih milih juga kale” balas gilang.

“Emang milih siapa?” Tanya gua.

“Yah milih yang kaya elo juga lah,” balas gilang.

“anjriitt.... najis bangettt” kini gua yang malah jijik.

“hahaha.. emang gua apaan pake nakjis segala, oh ya entar malem temenin gua ambil perlengkapan ospek ya”

“oke deh bos”

“bener ga mau dianter?”

“ogah, nanti elo gerayangin Gua lagi” canda gua.

“eh sialan tapi ide elo boleh juga ya hahah” Gilang melihat gua dengan seksama. Daripada obrolan perhomoan itu berlanjut tidak jelas. Gua memutuskan langsung pergi dari sana.

***


Setelah beberapa kali naik angkot, akhirnya ini pertama kalinya gua tidak nyasar sama sekali, gua memang masih bingung dengan rute angkot di kota ini tapi dengan mengandalkan sedikit feeling akhirnya gua berhasil. Gua turun di pintu masuk perumahan lalu gua harus berjalan cukup jauh untuk sampe ke kompleks rumah gua.

Mama ternyata baru menelfon dua kali dan untungnya mama menelfon saat keadaan yang cukup malam, dan mpok ida punya alasan untuk bilang kalo gua udah tidur. Gua menelfon mama dengan telfon rumah, setidaknya agar mama tidak curiga kalo gua ga tinggal di rumah itu. Perbincangan kami ditelfon tak pernah berakir baik, ujung ujungnya perdebatanlah yang terjadi entahlah apa yang memulai sehingga kami mulai saling menyalahkan, memang begitulah hubungan gua dengan mama, kasih sayang beliau memang selalu ditunjukan dengan super duper possesifnya, mama berhak untuk itu karena dia yang melahirkan gua, so gua lagi yang harus salah

***

Siang itu gua kumpul dengan kelompok gua, kelompok ospek yang telah dibagikan oleh panitia Fakultas. gua ga tau alur pembagian atau proses bagaimana terbentuknya kelompok ini kerena gilanglah yang bantu gua mencari nomor salah satu anggota kelompok gua. Satu kelompok ada 11 orang, gua sama sekali tak kenal mereka sama sekali dan sepertinya pertemuan ini bukan pertemuan pertama kelompok kami, karena kelihatannya mereka sudah cukup akrab. Akbar itu nama ketua kelompok gua , sisanya Gua belum tau namanya..

“elo perkenalan dulu” kata Akbar.

“oh ya, nama gua adrian putra Ahmad, panggil aja ian, Gua dari mataram, prodi matematika”

Setelah itu mereka memperkenalkan dirinya satu persatu, beberapa saat kami sibuk mendiskusikan tugas hari pertama, seperti makanan dan tugas tugas artikel yang harus dibawa di hari pertama. Tak disangka hari sudah mulai gelap, Akbar menutup pertemuan itu, setelah itu mereka pulang satu persatu.

“elo pulang pake apa ian ?” Tanya Akbar.

“Nunggu temen”

“Sama gua aja, elo kostnya dimana” lanjut Akbar.

“Deket universitas islam” jawab Gua.

“Jauh juga ya, tapi gak apa apa deh ayo gua anter” kata akbar kembali menawarkan bantuan.

“Gua udah sms temen nih buat jemput, elo duluan aja deh” jawab Gua.

“oke deh, Gua duluan ya”

Sore itu suasananya gelap banget, selain matahari sudah siap untuk kembali menuju peristirahatannya, awan gelap sepertinya sudah siap menutupi langit malam yang nyatanya tak sebiru saat siang hari, Hujan mulai menampakan dirinya, gerimis sudah mulai membasahi tanah yang kering., ketika suara klakson motor datang dengan tiba tiba.

“ayoh cabut, gua ga bawa jas ujan neh” Gilang datang dengan tiba tiba, sudah 45 menit gua menunggunya.

“Lama banget OTWnya” sindir gua.

“Maaf Maaf gua makan dulu tadi,”

“ayo deh cabut”

Motor gilang bergerak membelah jalan kota malang yang mulai sepi karena sudah gelap dan hujan mulai beraksi. Gilang berpacu dengan motornya hingga sampai disebuah perempatan di dekat kampus Gua, lampu lalu lintas menyala hijau, gilang bergegas karena hujan tambah deras, motor gilang memacu kencang, disaat itulah sebuah mobil menerobos lampu lalu lintas, gilang dan Gua tidak terlalu konsentrasi dan tidak dapat melihat dengan jelas karena hujan menghalangi pandangan kami.

Mobil itu melaju sangat kencang, dan bila dalam kecepatan dan posisi begini terus motor kami bisa tertabrak , atau sebaliknya kami yang menabrak mobil itu, dengan cepat gilang mencoba mengerem tapi Karena licinnya jalan, dan mobil yang juga bergerak dengan cepat, motor yang kami pakai tidak bisa direm dengan sempurna, sehingga gilang memilih menambah kecepatan lagi untuk menghindari tabrakan.

Tapi takdir tuhan berkata lain, berapa detik gua merasa gua lolos dari maut tapi ternyata belakang motor gilang tertabrak dengan keras, kami terpental cukup jauh, kaki gua terbentur sesuatu dengan cukup keras, gua terguling di aspal jalan, helm gua pecah dan kepala gua sepertinya terkena benturan keras dangan aspal jalan. Tak ada yang gua rasakan kecuali hampa, sakit badan ini sudah berganti dengan kehampaan, telinga gua hanya mendengar suara bergeming, dan sesekali terdengar teriakan teriakan histeris , dan orang yang bergegas meminta tolong, mata gua masih terbuka, namun pandangan Gua kabur.

Gua pejamkan mata, untuk menghilang pening di kepala tapi tak ada gunyanya, gua coba membuka mata lagi. Gua lihat gilang, gilang masih bisa berdiri, ia sepertinya berteriak keras pada gua dan memanggil manggil nama gua, namun yang gua dengar hanya kehampaan dan gelap.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
idalfian07 dan 24 lainnya memberi reputasi
25 0
25
Halaman 3 dari 60
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
guru-pakde-dari-alam-ghaib
Stories from the Heart
antara-hijrah-dan-cinta
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia